Anda di halaman 1dari 8

Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2014

Gambar 4 . 5 .

Alat Angkut Tipe Nissan CWB45A-PF6

2. Volvo F M - 3 7 0

Spesifikasi alat angkut yang dipakai yaitu dump truck dengan tipe

Volvo FM-370 (dilihat pada lampiran A). Adapun yang diamati dari alat ini

adalah waktu manuver muat, waktu muat, travel time isi, manuver dumping,

dumping, travel time kosong dan delay time (dilihat pada Iampiran C).

Pengamatan dilakukan dengan ikut menaiki dump truck dari manuver muat

material sampai dengan dumping material hingga kembali lagi untuk manuver

muat material yang dilakukan di pit UC_East PT. Borneo Alam Semesta.

Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2014

G am bar 4 . 6 .

Alat Angkut Tipe Volvo FM-370

4-6
4. t .3. Cycle Time

Cycle time unit alat gali muat dan alat angkut didapatkan dari pengamatan

sccara Iangsung di pit UC_East PT. Borneo Alam Semesta dengan menggunakan

stopwatch sebagai alat perhitungan waktu. Pada saat pengamatan di lapangan cycle

time alat gali muat dan alat angkut yang didapatkan berbeda-beda, hal ini terjadi

mungkin dikarenakan kondisi dari alat tersebut yang berbeda ukuran, umur alat, dan

kemampuan dari operator dalam mengoperasikan alat tersebut.

a. Alat gali muat

Waktu yang diamati untuk mendapatkan cycle time rata-rata dari unit

Caterpilar 3450 pada fleet 1 adalah sebesar 2 1 . 1 7 detik dengan waktu delay time

rata-rata sebesar 1 1 . 0 5 detik. Untuk unit Hitachi ZX450-LC waktu yang diamati

untuk mendapatkan nilai cycle time rata-rata pada fleet 2 adalah sebesar 2 7 . 1 7

detik dengan delay time rata-rata sebesar 8.9 detik. Untuk unit Komatsu PC400-7

waktu yang diamati untuk mendapatkan nilai cycle time rata-rata pada fleet 3

adalah sebesar 27.28 detik dengan delay time total sebesar 4.82 detik

Tabel 4 . 1 .

Cye/ e 1'.ime A lat


at Gali1 Muat (Lampiran B)

Type Cycle Time Delay Time


Tanggal
Alat Gali Muat (s) (s)

0 1 Okt 2 0 1 4 Caterpillar 3450 21.17 11.05

Hitachi ZX450-
02 Okt 2 0 1 4 27.17 8.9
LC

Komatsu PC
03 Okt 2 0 1 4 27.28 4.82
400-7

b. Alat angkut

Waktu yang diamati untuk mendapatkan cycle time dari unit antara lain

waktu manuver muat, waktu muat, waktu manuver tumpah, waktu tumpah, dan

travel time untuk alat angkut tipe Nissan CWB45A-PF6 didapatkan nilai cycle

time rata-rata alat angkut secara aktual yang didapatkan dilapangan adalah pada

fleet 1 sebesar ± 7.52 m enit dengan delay time rata-rata s ebesar ± 68 de t i k . Pada

eet
fl 2 cycle time rata-ratanya ± 1 2 . 2 3 menit . D engan delay time rata-rata sebe sar

± 63 d e t i k. Pada fleet 3 cycle time r ata-ratanya adalah s ebesar ± 7.29 me nit

dengan delay time rata-rata sebesar ± 75 detik

4-7
Tabel 4 . 2 .

< · c/e Time Alat An

Type 1me
Jangsal
AlafAnJWt

OT Nissan
0 1 Okt 2 0 1 4 472. 1 9 68.09
C W B 4 5 J\ - P F 6

OT Nissan
02 Okt 2 0 1 4 743.49 62.95
CWB45A-PF6

OT Nissan
03 Okt 2 0 1 4 449.29 75.27
CWB45A-PF6

4.2. Pengolaban Data

'

Data hasil pengamatan dibutuhkan untuk mendapatkan cycle time total,

efisiensi kerja alat, dan produktivitas alat dari unit alat gali muat dan alat angkut.

4.2.1. Efisiensi Kerja Alat

Efisiensi kerja dari unit alat gali muat dari backhoe dan alat angkut dari dump

truck dapat dilihat pada tabel 4 . 3 . di bawah ini :

Tabel 4.3.

Efisiensi Kerja Alat Gali Muat dan Alat Angkut (Lampiran E)

Efisiensi
Lokasi
I
••
Nissan
Fleet 1 CAT 3450 66 87
CWB45A-PF6

Nissan
Fleet 2 ZX450-LC 75 92
CWB45A-PF6

Nissan
Fleet 3 PC400-7 85 84
CWB45A-PF6

,.
,
4.2.2. Produktivitas Alat '

Produktivitas alat gali muat dan alat angkut merupakan kornbinasi dari hasil

pengamatan data lapangan dan data sekunder yang dirniliki oleh perusahaan. Hasil

perhitungan data lapangan yang digunakan untuk perhitungan produktivitas yaitu

nilai cycle time. Sedangkan data sekunder dari perusahaan yang d igunak an antara

lain a dalah bucket fill factor serta data lai n ya ng dibutuhkan untuk perhitungan

p r oduk t ivitas m as i n g - m a s i n g l
a a t. Adapun produktivitas alat gali muat dan alat

angkut dapat d i l i h a t pada tabel 4 . 4 . di hawah ini :

4-8
Tabet 4 . 4 .

P r o d u k t i v i t a s Pada Lokasi Pcngarnatan (Lampiran F & OJ

l Oktober 2 0 1 4 Fleet l 207.47 196.16 185

2 Oktober 2 0 1 4 Fleet 2 211.96 190 200

3 Oktober 2 0 1 4 Fleet 3 223.3 214.39 180

4.2.3. Mate/, Factor

Match factor merupakan cara yang digunakan untuk menentukan kesesuaian

jumlah alat antara alat gali muat dan alat angkut. Nilai match/actor yang didapatkan

dari perhitungan alat gali muat dan alat angkut yang bekerja di pit UC East

PT. Borneo Alam Semesta sebagai berikut :

Tabel 4 . 5 .

Match Factor Alat Gali Muat dan Alat Angkut (Lampiran H)

Lokasi Match Factor

Fleet 1
0.71

Fleet 2
0.73

Fleet 3
0.97

4.3. Pembahasan

Pada pengamatan ini efisiensi kerja alat gali muat dan alat angkut didapatkan

berdasarkan kemampuan kerja alat setiap j am dari total melakukan pengambilan data

pada jam-jam kerja pengamatan efektif.

Delay time alat gali muat dapat disebabkan oleh banyak hal. s p rti

menunggu alat angkut, berpindah pijakan, dan merapikan over burden. Sedangkz n

besar nilai delay time yang terdapat pada alat a n g k u t berbeda-beda.

4-9
Pada pengamatan ini, waktu edar alat gali muat terdiri dari empat bagian,

yaitu waktu menggali material (digging time), waktu ayun bermuatan (swing load),

waktu tumpah (dumping time), dan waktu ayun kosong (swing empty).

Waktu edar alat angkut yang dapat diamati di lapangan terdiri atas waktu

manuver muat, waktu muat, waktu angkut berisi, waktu manuver tumpah, waktu

tumpah, dan waktu kembali kosong.

Efisiensi kerja alat didapatkan dari waktu edar (cycle time) alat dibagi waktu

tunggu alat (delay time) ditambah waktu edar (cycle time). Nilai efisiensi kerja alat

gali muat tipe Hitachi ZX450-LC adalah 75 %, nilai efisiensi alat gali muat tipe

Komatsu PC400- 7 adalah 85%, dan efisiensi alat gali muat tipe Caterpilar 3450

adalah 66%. Nilai efisiensi paling tinggi untuk alat gali muat terdapat pada fleet 3

dengan nilai efisiensi sebesar 85%, hal ini disebabkan oleh delay time total yang

rendah yaitu sebesar 390.05 detik sedangkan nilai efisiensi paling rendah untuk alat

gali muat terdapat padafleet 1 dengan nilai efisiensi sebesar 66%, hal ini disebabkan

oleh nilai delay time total yang cukup lama yaitu 8 8 4 . 3 1 detik. Beberapa faktor yang

menyebabkan delay time pada fleet 1 cukup tinggi adalah karena excavator yang

harus merapikan material yang berada di loading point, karena pada saat pengamatan

tidak tersedia unit support berupa dozer untuk merapikan material disekitar loading

point serta seringnya bucket excavator menggantung karena menunggu alat angkut.

Untuk alat angkut, nilai efisiensi paling tinggi terdapat pada fleet 2 yaitu

sebesar 92%, hal ini dikarenakan nilai delay time total yang rendah yaitu 3 1 4 . 79

detik. Sedangkan nilai efisiensi paing rendah untuk alat angkut terdapat pada fleet 3

dengan nilai efisiensi sebesar 84 %, hal ini disebabkan karena nilai delay time total

yang tinggi yaitu sebesar 4 1 4 . 3 8 detik. Hal ini disebabkan seringnya dump truck

menunggu unit support yang sedang bekerja meratakan material di area disposal

Rata-rata nilai efisiensi dari alat gali muat adalah 75%. Sedangkan rata-rata nilai

efisiensi kerja alat angkut tipe Nissan CWB45A-PF6 adalah 87%. Nilai efisiensi dari

alat gali muat tersebut dianggap sedang, karena pada saat pengamatan alat gali muat

lebih sering menunggu alat angkut sehinga membuat alat gali muat lebih banyak

diam, berbanding tcrbalik dengan efisiensi alat gali muat, nilai efisi nsi untuk alat

angkut bisa dikatakan tinggi, karena alat angkut tidak banyak menganggur ataupun

diam dibandingkan dengan alat gali rnuat, Nilai efisiensi kerja alat angkut dianggap

4-10
. an •:it b a i l-. . " 1 1 'IHI k o u d i s i 11lat h a i k suat bcropcrasi. s h i n g g a kincrjanya juga sangat

11. i !-.

Tabel 4 . 6 .

Produktivitas Pada Lokasi Pengamatan ( L am p i r a n F & GJ

1 Oktober 2 0 1 4 Fleet 1 196.16 185 106

2 Oktober 2 0 1 4 Fleet 2 190 200 95

3 Oktober 2 0 1 4 Fleet 3 214.39 180 120

Produktivitas alat gali muat tipe Hitachi ZX450-LC adalah 2 1 1 . 9 6 BCM/jam.

alat gali muat tipe Komatsu PC400-7 adalah 223.3 BCM/jam dan alat gali muat tipe

Caterpilar 3450 adalah 207.47 BCM/jam. Produktivitas tertinggi pada saat

pengamatan terdapat padafleet 3 yaitu sebesar 2 2 3 . 3 BCM/jam, hat ini dikarenakan

nilai efisiensi dari alat tersebut tinggi yaitu sebesar 85%. Sedangkan produktivitas

paling kecil pada saat pengamatan terdapat pada fleet 1 yaitu sebesar 207.47

BCM/jam, hal ini dikarenakan nilai efisiensi dari alat yang tidak terlau tinggi yaitu

sebesar 66%.

Produktivitas tertinggi untuk alat angkut terdapat pada fleet 3, yaitu sebesar

214.39 BCM/jam, hal ini dikarenakan efisiensi kerja alat pada fleet ini mencapai

84% dengan target produksi 1 8 0 BCM/jam. Sedangkan produktivitas terendah untuk

alat angkut terdapat padafleet 2 yaitu sebesar 1 9 0 BCM/jam dengan target produksi

200 BCM/jam hal ini dikarenakan target produksi pada fleet ini adalah yang paling

tinggi, walaupun nilai efisiensi dari alat mencapai 92%. Rata-rata produktivitas alat

angkut tipe Nissan CWB45A-PF6 adalah 2 0 1 . 0 3 BCM/jam. Nilai bucket fill factor

menggunak.an standar yang ditetapkan oleh pihak perusahaan masing-masing 0,9 .

Untuk n i l a i swell factor, nilai yang digunakan adalah 0. 79 sedangkan untuk kapasitas

bucket alat gali muat dipakai sesuai dengan tipe alat gali muat, untuk tipe H i t hi

ZX450-LC digunakan kapasitas bucket adalah 3 rrr' , tipe Komatsu P( '..JOO- 7

3
digunakan kapasitas bucket adalah 2 . 8 m dan ti p c Caterpilar J 4 5 D d i g u n ak in

kupasitas bucket adalah 2 .6 rn ',

4 - 1 1
Produktivitas Alat G a l i Muat dan Alat Angkut

250

• Target Produksi (BCM/jam) 185 200 180

• Produktivitas CAT 3450 207.47

I
Produktivitas ZX450-LC 211.96 � I
• Produktivitas PC400-7 223.3

• Produktivitas Nissan CWB45A-PF6 196.16 190 214.39


- _JJ

G am b ar 4 . 7 .

Produktivitas Alat

Nilai efisiensi kerja alat gali muat yang tertinggi tanggal 3 Oktober 20 I 4

sebesar 85%, hal ini dikarenakan delay time total alat gali muat rendah yaitu 390.05

detik. Sedangkan nilai efisiensi kerja alat gali muat terendah tanggal 1 Oktober 2 0 1 4

sebesar 66%, hal ini dikarenakan nilai delay time total alat gali muat cukup tinggi

sebesar 8 8 4 . 3 1 detik,

Nilai Efisiensi kerja alat pada alat angkut tanggal 1 Oktober 2 0 1 4 adalah 87%

dan efiiensi alat angkut yang tertinggi adalah pada tanggal 02 Oktober 2 0 1 4 yaitu

sebesar 92% ha! ini dikarenakan n i l ai delay time dan cycle time yang rendah.

4-12
s•
e iangkan nilai efisiensi kerja alat angkut terendah tanggal 3 Oktober 2 0 1 4 yaitu

84%, hal ini dikarenakan nilai delay time yang tinggi .Dari kesimpulan di atas,

diketahui bahwa nilai efisiensi kerja alat banyak dipengaruhi oleh nilai delay time.

Semakin lama delay time, maka efisiensi kerja alat semakin rendah. Begitupun

sebaliknya semakin rendah delay time, maka efisiensi kerja alat semakin tinggi,

Tabel 4.7.

Match Factor Alat Gali Muat dan Alat Angkut (Lampiran H)

Lokasi Match Factor

Fleet 1 0.71

Fleet2 0.73

Fleet 3 0.97

Berdasarkan perhitungan hasil pengolahan data produktivitas alat gali muat dan

alat angkut, maka didapatkan nilai match factor. Rata-rata nilai match factor yang

didapat pada semua fleet di pit UC_East PT. Borneo Alam Semesta dengan

menggunakan alat gali muat tipe Hitachi ZX450-LC, Komatsu PC400-7, dan CAT

345D, alat angkut tipe Nissan CWB45APF-6. Dari hasil tersebut menunjukkan

bahwa nilai match factor kurang dari 1, dengan kata lain fleet dianggap belum

matching, dan alat gali muat lebih sering menunggu sehingga membuat produksi

menjadi tidak maksimal.

4-13