Anda di halaman 1dari 2

Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran

Pada dasarnya tidak ada rumus baru terkait dengan bagaimana cara mencari garis
singgung persekutuan dua lingkaran ini, karena rumus yang digunakan untuk mencari garis
singgung persekutuan dua lingkaran hanyalah theorema phytagoras yang sebelumnya sudah
dipelajari. Garis singgung persekutuan dua lingkaran dibagi menjadi dua, yaitu garis singgung
persekutuan luar dua lingkaran dan garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran.
a. Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran

Pertama-tama kita butuh garis bantu dengan cara memproyeksikan titik P ke


garis OA sehingga terdapat garis PP′ yang sejajar dan sama besar dengan garis AB.
Dengan demikian, jika kita mencari garis PP′ kita juga akan menemuka garis AB yang
merupakan garis singgung persekutuan luar dua lingkaran tersebut.
Garis singgung pada lingkaran akan membentuk sudut siku-siku dengan jari-
jari lingkarang tersebut, sehingga segitiga PP′O adalah segitiga siku-siku dengan sudut
siku-sikunya di titik P′.
Dengan theorema phytagoras kita bisa memperoleh panjang PP′ yaitu sebagai
berikut
𝑃𝑃′ = √(𝑂𝑃)2 − (𝑂𝑃′ )2
karena 𝑂𝑃′ = 𝑂𝐴 − 𝐵𝑃 = 𝑅 − 𝑟 maka,
𝑃𝑃′ = √(𝑂𝑃)2 − (𝑅 − 𝑟)2
karena 𝑃𝑃′ = 𝐴𝐵 maka,
𝐴𝐵 = √(𝑂𝑃)2 − (𝑅 − 𝑟)2
keterangan:
AB = Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran
OP = Jarak antara kedua pusat lingkaran
R = Jari-jari lingkaran besar
r = Jari-jari lingkaran kecil
b. Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran

Sama halnya dengan garis singgung persekutuan luar dua lingkaran, kita
membutuhkan garis bantu dengan cara memproyeksikan titik P sehingga terdapat garis
PP′ yang sejajar dan sama besar dengna garis AB. Dengan demikian, jika kita mencari
garis PP′ kita juga akan menemuka garis AB yang merupakan garis singgung
persekutuan dalam dua lingkaran tersebut.
Garis singgung pada lingkaran akan membentuk sudut siku-siku dengan jari-
jari lingkarang tersebut, sehingga segitiga PP′O adalah segitiga siku-siku dengan sudut
siku-sikunya di titik P′.
Dengan theorema phytagoras kita bisa memperoleh panjang PP′ yaitu sebagai
berikut
𝑃𝑃′ = √(𝑂𝑃)2 − (𝑂𝑃′ )2
karena 𝑂𝑃′ = 𝑂𝐴 + 𝐵𝑃 = 𝑅 + 𝑟 maka,
𝑃𝑃′ = √(𝑂𝑃)2 − (𝑅 + 𝑟)2
karena 𝑃𝑃′ = 𝐴𝐵 maka,
𝐴𝐵 = √(𝑂𝑃)2 − (𝑅 + 𝑟)2
keterangan:
AB = Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran
OP = Jarak antara kedua pusat lingkaran
R = Jari-jari lingkaran besar
r = Jari-jari lingkaran kecil