Anda di halaman 1dari 44

PENYULUHAN TENTANG “DAGUSIBU” DAPATKAN, GUNAKAN,

SIMPAN, BUANG OBAT DENGAN BAIK DAN BENAR


DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 SUNTER AGUNG

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Komunikasi Informasi dan Edukasi

Dosen Pembimbing:

YELFI ANWAR, M. Farm., Apt.

Disusun oleh:

KELOMPOK 1

HENNI TRI RUSMIYATUN (1843700002)


ANGGRAINI PRIHATINI BENI DOKO (1843700007)
RICKY ALFIRIAN (1843700024)
VIRA SAMUDERA PUTRI (1843700077)
KOMANG AYU SARINI (1843700131)
YUMITA DOROTHY FEBRINA BEEH (1843700159)
YULIANA (1843700165)
ARYA MUNANDAR (1843700203)

KELAS PAGI C

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
2018
ii
RINGKASAN

Dalam pengelolaan obat di rumah masih banyak masyarakat yang belum


mengerti bagaimana cara menyimpan dan membuang obat. Masyarakat
menyimpan obat sirup di kulkas dengan harapan obatnya menjadi awet padahal
penyimpanan ini tidak tepat. Hal ini pada akhirnya juga menyebabkan kerugian
bagi manusia sendiri. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah
DAGUSIBU. Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mereka
dapatkan hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang.
Dengan berbagai pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan
pentinganya pengelolaan obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga
membuangnya jika tidak diperlukan.
Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa dicegah.
Dalam penyuluhan tentang DAGUSIBU ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 05
Pagi Sunter Agung dengan jumalah siswa 28 orang (Kelas V.A). Media yang
digunakan dalam penyuluhan ini yaitu, banner, leaflet, dan power point untuk
mendukung kegiatan menjadi lebih efektif. Dari beberapa siswa sebelum kami
melakukan penyuluhan, sebagian besar mereka belum mengetahui tentang
DAGUSIBU oleh karena itu penyuluhan tentang DAGUSIBU perlu kami lakukan
di Sekolah Dasar tersebut. Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dari total 28
siswa/i diperoleh persentase siswa yang telah memahami tentang apa yang
dimaksud dengan DAGUSIBU sebesar 89 % dan siswa yang masih belum
memahami tentang DAGUSIBU sebesar 11 %. Dengan adanya persentase yang
diperoleh, secara garis besar siswa/i telah memahami tentang topik yang
dibawakan dengan baik.

iii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh
karena anugerah-Nya yang melimpah, kemurahan dan kasih setia yang besar,
berkat dan sukacita yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Penyuluhan ini dengan judul “PENYULUHAN TENTANG
“DAGUSIBU” DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG OBAT dengan
BAIK dan BENAR di SEKOLAH DASAR NEGERI 05 SUNTER AGUNG”.
Laporan ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi,
Informasi dan Edukasi, pada Program Studi Profesi Apoteker di Universitas 17
Agustus 1945 Jakarta.
Laporan Penyuluhan ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai
pihak secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan
ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Ibu DR. Mimiek Murrukmihadi, SU., Apt selaku Dekan Fakultas Farmasi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
2. Ibu Sylvia Rizky Prima M.Farm., Apt selaku Kepala Program Studi
Program Profesi Apoteker Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
3. Ibu Yelfi Anwar, M. Farm., Apt selaku Pembimbing penyuluhan yang
telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis.
4. Ibu Sita Lumbanraja, S.Pd selaku Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri
05 Sunter Agung yang telah memberikan izin kepada penulis untuk
melakukan penyuluhan.
5. Guru-guru, staf, dan siswa-siswi kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 05
Sunter Agung yang telah berpatisipasi dalam penyuluhan.
6. Teman-teman seperjuangan Profesi Apoteker yang telah memberikan
semangat dan saran kepada penulis.

iv
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat
kekurangan. Semoga laporan penyuluhan ini bermanfaat bagi pembaca dan
mahasiswa serta khususnya bagi penulis.
Jakarta, 5 Desember 2018
Penulis

(Kelompok I)

v
DAFTAR ISI

Halaman Judul................................................................................................ i
Halaman Pengesahan...................................................................................... ii
Ringkasan....................................................................................................... iii
Kata Pengantar............................................................................................... iv
Daftar Isi......................................................................................................... vi
Daftar Tabel.................................................................................................... vii
Daftar Gambar................................................................................................ viii
Daftar Lampiran.............................................................................................. ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Landasan Teori............................................................................ 2
C. Nama Kegiatan............................................................................ 5
D. Tema Kegiatan............................................................................ 5
E. Rumusan Masalah........................................................................ 5
F. Tujuan.......................................................................................... 5
BAB II TARGET DAN LUARAN PROGRAM
A. Target Program........................................................................... 6
B. Luaran Program........................................................................... 6
BAB III METODE PELAKSANAAN
A. Metode Pelaksanaan Kegiatan.................................................... 7
B. Partisipasi Mitra.......................................................................... 8
BAB IV HASIL YANG DICAPAI
A. Hasil............................................................................................ 10
B. Pembahasan................................................................................. 11
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................. 13
B. Saran........................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 14

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Susunan Acara.................................................................................. 8

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Logo Obat.................................................................................... 2


Gambar 2. Grafik Pemahaman Siswa/i Sebelum Penyuluhan....................... 10
Gambar 3. Grafik Pemahaman Siswa/i Sesudah Penyuluhan....................... 10

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Anggaran Dana Pengeluaran...................................................... 16


Lampiran 2. Peralatan Penyuluhan................................................................. 17
Lampiran 3. Daftar Nama Dosen dan Mahasiswa-Mahasiswi........................ 18
Lampiran 4. Daftar Pemahaman Siswa/i Tentang Penyuluhan DAGUSIBU 19
Lampiran 5. Surat Keterangan Telah Melakukan di Sekolah Dasar Negeri 05
Sunter Agung............................................................................. 20
Lampiran 6. Foto Bersama Ibu Kepala Sekolah............................................. 21
Lampiran 7. Foto Bersama Dosen Pembimbing............................................. 22
Lampiran 8. Foto Bersama Guru dan Siswa/i Sekolah Dasar Negeri 05
Sunter Agung............................................................................. 23
Lampiran 9. Banner Tentang DAGUSIBU................................................... 24
Lampiran 10. Leaflet/brosur Tentang DAGUSIBU....................................... 25
Lampiran 11. Foto X-Banner DAGUSIBU ................................................... 26
Lampiran 12. Penyuluhan Tentang DAGUSIBU........................................... 27

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Obat merupakan bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang
digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan
patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan,
pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (Undang-
Undang No. 36 Tahun 2009).
Dewasa ini banyak kasus di masyarakat mengenai penyalahgunaan obat. Baik
itu obat yang sudah diresepkan dokter karena sakit, maupun obat yang
masyarakat dapatkan atas inisiatif mereka sendiri. Kasus-kasus tersebut
diantaranya mulai dari keracunan, overdosis, hingga menyebabkan kematian.
Mereka menganggap diri mereka tahu cara menggunakan obat dari awal sejak
mereka dapatkan hingga akhir. Kurangnya keingintahuan masyarakat mengenai
hal ini sangatlah berbahaya. Mereka tidak boleh menganggap remeh mengenai
tata cara pengelolaan obat. Mulai dari awal mereka mendapatkan resep dari
dokter, hingga cara membuangnya jika sudah tidak bisa dipakai lagi. Padahal jika
sedikit kita salah melakukan pengelolaan obat, maka akan sangat berakibat fatal
bagi diri kita sendiri atau si konsumen obat (Emilya, dkk: 2015). Selain itu
dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak dilingkungan. Pencemaran
lingkungan karena pembuangan obat yang sembarangan akan terjadi dan
menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Hal ini pada
akhirnya juga menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri (Prabandari, dkk:
2015).
Dalam pengelolaan obat di rumah masih banyak masyarakat yang belum
mengerti bagaimana cara menyimpan dan membuang obat. Masyarakat
menyimpan obat sirup di kulkas dengan harapan obatnya menjadi awet padahal
penyimpanan ini tidak tepat (Lutfiyati, dkk: 2017).
Hal ini pada akhirnya juga menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri.
Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah DAGUSIBU. Cara

1
ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat
obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Dengan berbagai
pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan pentinganya pengelolaan
obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga membuangnya jika tidak
diperlukan. Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa
dicegah. (Emilya, dkk : 2015)

B. Landasan Teori
Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak
membahayakan bagi si pemakai dalam batas dosis yang dianjurkan, diberi tanda
lingaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi hitam (Syamsuni: 2016). Obat
bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih
dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda
peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. Obat keras adalah obat yang
hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan
dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna
hitam (Anief : 2010).

Gambar 1. Logo Obat

2
Penyimpanan obat yang baik harus diperhatikan. Obat memiliki stabilitas
yang berbeda-beda tergantung dari karakteristik masing-masing bahan obat.
Kondisi penyimpanan harus menyesuaikan terhadap stabilitas masing-masing
obat. Ada obat yang harus disimpan pada suhu ruang dan ada yang harus disimpan
dalam lemari pendingin. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah cara
membuang obat yang benar. Obat dibuang dengan cara mengeluarkan dari
kemasannya kemudian dihancurkan dan dikubur dalam tanah, kecuali untuk obat
golongan antibiotik harus dikubur dengan kemasannya (Yati, dkk: 2018).
Alasan adanya gerakan keluarga sadar obat (GKSO) dengan sosialisasinya
Obat merupakan sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat
apabila cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan cara membuangnya
dilakukan dengan benar.
a. Masyarakat banyak yang belum memahami masalah terkait obat tersebut.
b. Semua komponen bangsa, baik organisasi masyarakat, organisasi
sosial, organisasi profesi, dan juga masyarakat sendiri harus
bersinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat.
DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan
Buang. DAGUSIBU adalah slogan yang diperkenalkan IAI (Ikatan Apoteker
Indonesia) dengan tujuan memberikan informasi masyarakat tentang cara
mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan cara yang
benar. Berikut ini adalah uraian DAGUSIBU:
1. Dapatkan Obat dengan Benar
Masyarakat mendapatkan obat dengan benar di apotek. Apotek
merupakan tempat pelayanan obat resmi, sehingga kita dapat berkonsultasi
dengan apoteker di apotek untuk mendapatkan obat yang aman,
berkualitas, dan bermanfaat. Tips untuk mendapatkan obat dengan benar
yaitu:
a. Perhatikan penggolongan obat.
b. Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur dan kemasan.
c. Perhatikan kadarluarsa obat.

3
2. Gunakan Obat dengan Benar
Masyarakat menggunakan obat dengan benar yaitu dengan cara
berkonsultasi dengan apoteker. Penggunaan obat ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan, seperti:
a. Tidak terburu-buru mengkonsumsi antibiotik.
b. Obat jenis antibiotik harus diminum sampai habis untuk mecegah
timbulnya resistensi
c. Gunakan obat sesuai petunjuk/aturan yang terdapat dalam kemasan
obat.
3. Simpan Obat dengan Benar
Masyarakat berkonsultasi dengan apoteker tentang cara
penyimpanan obat karena setiap obat memerlukan kondisi penyimpanan
yang berbeda. Tips untuk penyimpanan obat dengan benar yaitu:
a. Membaca aturan penyimpanan obat pada kemasan.
b. Menjauhkan dari jangkauan anak-anak.
c. Mengunci almari penyimpanan obat dan lain-lain
4. Buang Obat dengan Benar
Masyarakat berkonsultasi dengan apoteker agar dapat membuang
obat dengan benar. Tips untuk membuang obat dengan benar yaitu:
a. Menghilangkan label pada wadah kemasan.
b. Untuk obat berbentuk tablet dan kapsul dihancurkan dan dicampur
dengan tanah, dimasukkan ke plastik, lalu dibuang.
c. Untuk obat antibiotik dibuang dengan kemasan dan hanya labelnya
yang dilepaskan dari wadah. (IAI)
Indikator penggunaan sendiri, yaitu:
a. Tepat diagnosis
b. Tepat pemilihan obat
c. Tepat indikasi
d. Tepat pasien
e. Tepat dosis
f. Tepat cara dan lama pemberian

4
g. Tepat harga
h. Tepat informasi, dan
i. Waspada terhadap efek samping obat (Yati: 2018).

C. Nama Kegiatan
Penyuluhan tentang “DAGUSIBU” Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat
dengan baik dan benar di Sekolah Dasar Negeri 05 Sunter Agung

D. Tema Kegiatan
“Bijak dalam penggunaan obat”

E. Rumusan Masalah
1. Apakah siswa/i SDN 05 Sunter Agung memahami tentang DAGUSIBU?
2. Bagaimana pentingnya masyarakat mengenal DAGUSIBU?

F. Tujuan
1. Mensosialisasikan pentingnya mengetahui tata cara pengelolaan obat
yang baik dan benar
2. Mengurangi dampak kesalahan pengelolaan obat di masyarakat

5
BAB II
TARGET DAN LUARAN PROGRAM

A. Target Program
Penyuluhan ini ditargetkan untuk masyarakat awam, terkhusus pada anak-
anak kelas 5 sekolah dasar negeri 05 Sunter Agung.

B. Luaran Program
1. Setelah para peserta paham tentang pengelolaan obat yang tepat dan
benar, para peserta sebagai perwakilan sekolah dapat mensosialisasikan
lagi kepada lingkungan sekolah masing-masing dan keluarga.
2. Penyuluhan tentang DAGUSIBU dipublikasi di Youtube, Koran cetak
Expo NTT (Nusa Tenggara Timur) Nomor 620 Tahun ke XIV Edisi
Minggu ke 2 Desember 2018 dan E-Koran Expo NTT (Nusa Tengggara
Timur).

6
BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Metode Pelaksanaan Kegiatan


Penyuluhan ini menggunakan metode presentasi dengan media Y-banner,
Brosur dan Power Point.
1. Teknis Kegiatan
Penyuluhan ini dilaksanakan pada:
Hari : Jum’at
Pukul : 09.00 WIB – selesai
Tempat : SDN 05 Sunter Agung
2. Susunan Panitia Kegiatan
Dosen Pembimbing : Yelfi Anwar, M.Farm., Apt.
Ketua : Henni Tri Rusmiyatun
Wakil Ketua : Vira Samudera Putri
Sekretaris : Yuliana
Bendahara : Komang Ayu Sarini
Seksi Kegiatan
Notulen : Yumita. D. F. Beeh
Pembicara : Ricky Alfirian
Moderator : Arya Munandar
Dokumentasi : Anggraini P. B. Doko
Keamanan : Pihak Sekolah

7
3. Agenda Kegiatan

Tabel 1. Susunan Acara


No Pukul Kegiatan Narasumber Moderator
1 09.30 Pembukaan Ketua Panitia Sek. Acara
2 09.30 – 09.45 Sambutan Ibu Sita Lumbanraja, Sek. Acara
Pihak Sekolah S.Pd
Pihak Kampus/ Ibu Yelfi Anwar, Sek. Acara
Mewakili M.Farm., Apt
3 09.45 – 10.30 Penyuluhan Mahasiswa/i Apoteker Sek. Acara
UTA
4 10.30 – 10.40 Relaxing Mahasiswa/i Apoteker Sek. Acara
(goyang UTA
DAGUSIBU)
5 10.40 – 10.45 Sesi tanya jawab Mahasiswa/i Apoteker Sek. Acara
(doorprice) UTA
6 10.45 – 10.50 Penyerahan a. Ibu Yelfi Anwar,
kenang- M.Farm., Apt Sek. Acara
kenangan dan b. Ketua Panitia
doorprice c. Ibu Kulsum, S.Pd
6 10.50 – 10.55 Penutup Ketua Panitia Sek. Acara
7 10.55 – Dokumentasi Mahasiswa/i Apoteker Sek. Acara
selesai UTA

8
B. Partisipasi Mitra
1. Pihak Sekolah Dasar Negeri 05 Sunter Agung
a. Kepala Sekolah
b. Guru dan Staf
c. Murid
2. Pihak Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
a. Staf Tata Usaha prodi farmasi
b. Dosen Pengajar Komunikasi, Edukasi dan Informasi.
c. Mahasiswa/i Apoteker UTA Angkatan 39 kelas pagi C

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan maka didapatkan hasil survei dari
seluruh siswa dan siswi berjumlah 28 orang yang ada di kelas lima (V) A Sekolah
Dasar Negeri 05 Sunter Agung sebagai berikut:

Pemahaman Tentang DAGUSIBU


Sebelum Penyuluhan

Sudah Paham
0%

Belum Paham
Belum Paham Sudah Paham
100%

Grafik 1. Pemahaman Siswa/i Sebelum Penyuluhan

Pemahaman Tentang DAGUSIBU


Sesudah Penyuluhan

Belum Paham
11%
Belum Paham
Sudah Paham Sudah Paham
89%

Grafik 2. Pemahaman Siswa/i Sesudah Penyuluhan

10
B. Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat dijabarkan hasilnya sebagai
berikut, pada grafik 1 yang berisi tentang pemahaman siswa dan siswi kelas V.A
Sekolah Dasar Negeri 05 Sunter Agung bahwa seluruh siswa dan siswi yang
berada dikelas 100 % semua masih belum memahami apa itu yang dimaksud
dengan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan baik dan
benar. Hal ini diperoleh dari analisa spontan pada saat akan dilakukannya
penyuluhan, serta penganalisaan dari hasil survei kuesioner yang dibagi ke seluruh
siswa dan siswi yang berada di dalam kelas. Hal ini selaras dengan tujuan
diadakannya penyuluhan ini yakni mensosialisasikan pentingnya mengetahui tata
cara pengelolaan obat yang baik dan benar serta mengurangi dampak kesalahan
pengelolaan obat di masyarakat terutama pada siswa dan siswi SDN 05 Sunter
Agung.
Berdasarkan grafik 2 tentang pemahaman siswa dan siswi kelas V.A SDN 05
Sunter Agung didapatkan hasil sebagai berikut, persentase untuk siswa yang telah
memahami tentang apa yang dimaksud dengan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan,
Simpan, Buang) sebesar 89 % dan untuk siswa yang masih belum memahami
tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) sebesar 11 %. Tabel
survei pertanyaan yang diberikan kepada tiap-tiap siswa dan siswi kelas V.A
terdapat ada tiga nama anak yang masih belum memahami dengan jelas tentang
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) yakni Raffy Kahfiqnda,
Khaliq dan Mafazan.
Perbandingan antara setelah dan sebelum kegiatan penyuluhan tentang
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan baik dan benar
ini yang menunjukan angka yang signifikan yakni dari 100 % siswa dan siswi
yang belum memahami mengenai topik yang dibawakan menjadi 11 %.
Sedangkan untuk kategori siswa yang telah memahami tentang DAGUSIBU
(Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan baik dan benar mengalami
kenaikan yang signifikan yakni dari 0 % menjadi 89 % siswa yang paham.
Kegiatan ini juga dapat dijadikan tolak ukur bahwasanya penerapan dan
pemahaman tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan

11
membuang bisa dilakukan kepada generasi muda atau kata lain pemahaman
tentang obat sedini mungkin kepada anak-anak. Seperti yang dilakukan oleh
Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Bandung (IAI Bandung mengadakan kegiatan
bankti sosial bersama komunitas Spirit of Universal Life (SOUL) bertemakan
“Apoteker Goes to School” di SMP Widiatmika (Selasa, 11 Juli 2017) dari
penyuluhan tersebut anak-anak diingatkan cara-cara menggunakan obat-obatab
dengan baik dengan carapa Dapatka, Gunakan, Simpan, dan Buang. Dimana hal
ini selaras dengan hasil penelitian (Emilya, dkk: 2015) bahwa cara ini
menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat
obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Dengan berbagai
pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan pentinganya pengelolaan
obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga membuangnya jika tidak
diperlukan. Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa
dicegah.

12
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil
dari kegiatan penyuluhan ini adalah setelah diadakannya kegiatan penyuluhan
tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan baik
dan benar sebagian besar siswa dan siswi kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 05
Sunter Agung telah memahami tentang topik yang dibawakan yakni terdapat 81 %
siswa dari 28 jumlah siswa yang ada di kelas. Pentingnya masyarakat awam untuk
mengetahui tentang DAGUSIBU adalah untuk memberikan informasi tentang
cara yang baik dan benar serta bijak dengan obat.

B. Saran
1. Pihak Sekolah SDN 05 Sunter Agung
a. Agar diadakannya penyuluhan rutin tentang apa yang dimaksud
tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat
dengan baik dan benar, supaya siswa dan siswi memahami betul
tentang obat.
b. Diharapkan adanya ekstrakulikuler tentang kesehatan
2. Instansi Pemerintah
Diharapkan kepada pemerintah lebih menggalakan tentang sosialisasi
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan baik
dan benar)
3. Pihak Kampus
Memberikan apresiasi lebih tentang kegiatan dan project yang
berhubungan dengan kegiatan kesehatan terutama tentang DAGUSIBU
(Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan baik dan benar.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anief, M. 2010. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktik. Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Departemen Kesehatan Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 36 Tentang
Kesehatan. DEPKES Republik Indonesia
Emilya, dkk. 2015. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat Mengenai DAGUSIBU.
Universitas Airlangga. Surabaya.
Lutfiyati, dkk. 2017. Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan DAGUSIBU
(Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar.
UMG. Malang.
Prabandari, dkk. 2015. Sosialisasi Pengelolaan Obat DAGUSIBU (Dapatkan,
Gunakan, Simpan, Buang) Di Kelurahan Pesurungan Kidul Kota Tegal
Bersama Ikatan Apoteker Indonesia. Prodi DIII Farmasi Politeknik Harapan
Bersama. Tegal.
Sekolah Widiatmika. 2017. DAGUSIBU Untuk Penggunaan Obat. Jimbaran.
Artikel Online. Widiatmika.sch.id (diakses pada tanggal 11 Desember
2018).
Yati, dkk. 2018. Pelatihan Pengelolaan Obat yang Tepat dan Benar di UKS
Sekolah Sekolah Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta. Vol 07. UHAMKA.

14
LAMPIRAN

15
Lampiran 1. Anggaran Dana Pengeluaran

No. Keperluan Biaya Jumlah


1 Y-Banner 1 peaces Rp 148.500,00 Rp 148.500,00
2 Leaflet 35 peaces Rp 2000,00 Rp 70.000,00
Doorprice 3 peaces
1. Buku 6 buah Rp 5000,00 Rp 30.000,00
3
2. Pena 4 buah Rp 4000,00 Rp 16.000,00
3. Kertas kado 3 Rp 2000,00 Rp 6.000,00
4 Nasi untuk 26 Guru Rp 15.000,00 Rp 390.000,00
Transport
5 4. Mobil Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
5. Motor Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
6 Bingkisan untuk sekolah Rp 65.000,00 Rp 65.000,00
7 Aqua Gelas 1 Dus Rp 20.000,00 Rp 20.000,00
Total Rp 945.500,00

16
Lampiran 2. Peralatan Penyuluhan

No. Perlengkapan Jumlah


1 Laptop 2
2 Printer 1
3 Kertas 1 Rim
4 Pena 3
5 Y-Banner 1
6 Leaflet 35
7 Ruangan 1
8 Meja 1
9 Kursi 1
10 Papan tulis 1
11 Proyektor 1
12 Penghapus 1
13 Spidol 2

17
Lampiran 3. Daftar Nama Dosen dan Mahasiswa-Mahasiswi

DAFTAR NAMA TIM DOSEN DAN MAHASISWA-MAHASISWI


UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 SUNTER AGUNG
JAKARTA UTARA

No. Nama Tim Pelaksana Jabatan


1 Yelfi Anwar, M.Farm., Apt. Dosen
2 Anggraini P. B. Doko. Mahasiswi
3 Arya Munandar Mahasiswa
4 Henni Tri Rusmiyatun Mahasiswi
5 Komang Ayu Sarini Mahasiswi
6 Ricky Alfirian Mahasiswa
7 Vira Samudera Putri Mahasiswi
8 Yuliana Mahasiswi
9 Yumita D. F. Beeh. Mahasiswi

18
Lampiran 4. Daftar Pemahaman Siswa/i Tentang Penyuluhan DAGUSIBU

Pemahaman Tentang DAGUSIBU


No Nama Siswa/i Sebelum Penyuluhan Sesudah Penyuluhan
Sudah Belum Sudah Belum
1 Daffa Adhila H √ √
2 Citra Nuraini √ √
3 Raffy K. √ √
4 Karlina Arwianto √ √
5 Naila Nurul √ √
6 Yoga Detris √ √
7 Fikri √ √
8 Ardi √ √
9 Aprilia √ √
10 Meida √ √
11 Aquila √ √
12 Ridho √ √
13 Alissya √ √
14 Nayla Rahma √ √
15 Rahma √ √
16 Diarra √ √
17 Cerahati √ √
18 Khaliq √ √
19 Alnadifah √ √
20 Micele √ √
21 Wilda √ √
22 Firman √ √
23 Falestina √ √
24 Elma √ √
25 Sofi √ √
26 Mafazan √ √
27 Fulvian √ √
28 Davi √ √

19
Daftar pemahaman siswa tentang penyuluhan DAGUSIBU

20
21
22
Lampiran 5. Surat Keterangan Telah Melakukan di Sekolah Dasar Negeri 05
Sunter Agung

23
Lampiran 6. Foto Bersama Ibu Kepala Sekolah Dasar Negeri 05 Sunter Agung

24
Lampiran 7. Foto Bersama Dosen Pembimbing

25
Lampiran 8. Foto Bersama Guru dan Siswa/i Sekolah Dasar Negeri 05 Sunter
Agung

26
Lampiran 9. Banner Tentang DAGUSIBU

27
Lampiran 10. Leaflet/Brosur Tentang DAGUSIBU

28
Lampiran 11. Foto X-Banner DAGUSIBU

29
Lampiran 12. Penyuluhan Tentang DAGUSIBU

Kata Pengantar dari MC, mengawali penyuluhan

Kata Sambutan dari Ketua Panitia, sekaligus membuka acara penyuluhan

30
Kata Sambutan dari Pihak Sekolah oleh Wakil Kepala Sekolah

Kata Sambutan dari Pihak Kampus oleh Dosen Pembimbing

31
Penyerahan bingkisan oleh ketua panitia kepada pihak sekolah

Penyerahan hadiah oleh dosen pembimbing kepada siswa/i

32
Penyampaian Materi Penyuluhan tentang DAGUSIBU oleh mahasiswa apoteker
UTA 45 Jakarta

33
34
35