Anda di halaman 1dari 1

Skala pengukuran dan statistik: Kesalahahaman yang salah pengertian

Aritkel ini sebagai balasan article yang ditulis oleh gaito tentang buleti psikologi dimana dia mengkritik
pemahaman bahwa teori pengukuran dasar memiliki hubungan dengan teori statistika dan prosedurnya.
Pendapat utama gaito dinilai dan ditemukan tak berisi apa apa dalam menyangkal prinsip dasar teori
pengukuran dasar atau implikasinya untuk analisis data statistic.

Pada artikel ini terdapat 2 sudut pandang. Dimana yang pertama berpendapat skala untuk sebuah
pengukuran ditentukan berdasarkan perlakuan statistic yang cocok diaplikasikan untuk pengukuran
tersebut. Sedangkan golongan yang yang kedua berpendapat tidak ada hubungan antara skala dan
prosedur statisti, arrtinya hanya ada syarat yang relative dalam pengukuran tersebut,

Kelakar yang paling baru terjadi datang dari gaito yang membuat pendukung pandangan pertama kalang
kabut. Gaito mengatakan buku kontemporer yang berorientasi peungukuran statistic telah mencapai
tingkat kekonyolan yang tinggi.

Kami mempertahankan kecendrungan kami sebagai golongan pertama dalam artikel ini. Pertama tama
akan diuraikan pandangan kami, secar singkat dan kualitatif.

Posisi Pengukuran

Dasar pendekatan pengukuran kemungkinan dibakukan dari sumber standar. Meskipun steven
bertanggung jawab untuk gagasan yang paling pentingnya mengenai penggunaan dan kesalahan
penggunaan skala pengukuran , teorinya telah jauh melampaui pekerjaannya.

Menurut artikel, kelebihan pengukuran antara lain :

Dengan menempatka angka sebagai pengganti atau perwakilan objek, maka data kualitatif objek
tersebut bisa terwakili oleh angka angka tersebut. Penentuan angka angka ini memerlukan metode yang
tepat agar tidak terdapat perbedaan jika pengukuran dilakukan oleh dua orang yang berbeda.

Pada teori ini juga disebutkan bahwa perlunya mengetahui sebaran statistic untuk pengukuran untuk
mengurangi kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh perbedaan mendasar pada setiap objek.

Sedangkan kekurangan adalah :

Meskipun dapat diwakili oleh angka, msih perlu metode untuk menentukan angka yang mana yang
pantas disematkan kepada objek. Terkadang pengukuran menggunakan skala juga memiliki hasil yang
berbeda jika dilakukan oleh dua orang yang berbeda. Maka terdapat cukup banyak pengukuran yag
bersifat interval, seperti pengukuran IQ. Menurut salah satu penyerang golongan pertama mengatakan
bahwa terkadang ada angka yang muncul entah dari mana.