Anda di halaman 1dari 6

PERENCANAAN HIDROLIS BENDUNG

Diketahui data :

- Q : 62.659 mᶟ/det (Debit banjir)


- h maks : diambil 2.5 m
- V : diambil 2.3 m/det
- m :1

Langkah-langkah pengerjaan :

1. Elevasi titik bendung. Elevasi titik di lokasi bendung dapat diukur dari peta yang ada
2. Menentukan kemiringan rata-rata dasar sungai
- Ukurlah jarak 500 m ke hulu dan 500 m ke hilir (jarak tinjau =1 km) dari titik bendung yang
ada di peta (dengan skala peta 1 : 50.000, maka 500 m = 1 cm di peta)
Elevasi bendung : 341 m
Elevasi hulu : 348 m
Elevasi hilir : 331 m
- HItung kemiringan dasar sungai rata-rata dengan cara; jarak tinjau dibagi dengan selisih dari
elevasi hulu dan hilir
348 𝑚−331 𝑚
𝑠= = 0.017
1000 𝑚

3. Menentukan lebar sungai


- Seharusnya lebar sungai diukur langsung di lokasi, namun pada tugas ini lebar sungai
diperkirakan dari peta dan menggunakan pendekatan dengan rumus

Q=VxA
𝑄
A=
𝑉

62.659
A= = 27.24 m²
2.3

Dimana penampang yang digunakan adalah penampang trapezium dengan rumus

A = bh + mh²

27.24 = b x 2.5 + 1 x 2.5²


27.24−1 𝑥 2.5²
b =
2.5
b = 8.4 m (lebar dasar sungai)
untuk mendapat lebar sungai, gunakan rumus 13.4 m

B = b + 2mh

B = 8.4 + 2 x 1 x 2.5 2.5 m

B = 13.4 m 1
1
8.4 m
Sketsa pendekatan untuk sungai di titik tinjauan

4. Menentukan lebar efektif bendung (Beff)


- Di tugas ini, lebar pintu bilas = 3 m sedangkan lebar pilar = 1 m
- Untuk lebar bendung = 1.2 x B
= 1.2 x 13.4
= 16.08 m
Untuk lebar mercu = lebar bendung – (lebar pintu bilas + lebar pilar)
= 16.08 – 4
= 12.08 m
- Dalam tugas ini, dibuat bendung dengan 1 pintu bilas (air tidak diijinkan lewat di atas pintu
bilas) dan 1 pilar yang berujung bulat. Untuk menghitung Beff, gunakan rumus :

Beff = Bmercu – 2 (n Kp + Ka) H1

Untuk mencari H1, gunakan rumus : Di mana :


3/2
𝑄𝑠𝑝𝑖𝑙𝑙𝑤𝑎𝑦 = 𝑐 × 𝐿 × 𝐻 C = 1.9 – 2.2 (diambil 2.1)
L = 12.08 m (Lebar mercu)
𝑄𝑠𝑝𝑖𝑙𝑙𝑤𝑎𝑦 2/3
𝐻=( )
𝑐 ×𝐿
62.659 2/3 Untuk nilai jari-jari Mercu r = 0.3 – 0.7 x H1
𝐻=( ) (diambil 0.65)
2.1 × 12.08
𝐻1 = 1.83 m r = 0.65 x 1.83 = 1.2

Kp dan Ka adalah koefisien konstraksi pilar dan koefisien konstraksi abutment. Nilai Kp dan
Ka diambil sesuai dengan jenis pilar dan jenis abutment yang dipakai. Dalam tugas ini
dipakai pilar berujung bulat dan abutment dengan pangkal persegi dengan hulu pada 90ᵒ,
sehingga nilai Kp dan Ka;
Kp = 0.01
Ka = 0.2

Beff = 12.08 – 2 (1 x 0.01 + 0.2) x 1.83

Beff = 11.31 m
5. Menentukan tinggi muka air sebelum pembendungan
- Karena debit banjir diketahui, bentuk penampang sungai diketahui, kemiringan dasar
saluran diketahui, dan n = 0.033 (saluran tanah yang lurus, baru, seragam, landai dan bersih)
maka tinggi muka air (h) dapat dihitung dengan menggunakan rumus Manning

1
𝑄= 𝐴 𝑅 2/3 𝑆 1/2
𝑛
𝑛𝑄
𝐴𝑅 2/3 =
𝑠1/2
0.033 𝑥 62.659
𝐴𝑅 2/3 =
0.0171/2

𝐴𝑅 2/3 = 15.86

Untuk mendapatkan nilai h, gunakanlah cara coba-coba dengan nilai-nilai h > 0, hitunglah
nilai A, P, dan R hingga hasil dari cara coba-coba tersebut mendekati nilai 𝐴𝑅 2/3 yang telah
ada. Gunakanlah rumus-rumus berikut

𝐴
𝐴 = (𝑏ℎ + 𝑚ℎ)² 𝑃 = 𝑏 + 2ℎ√1 + 𝑚2 𝑅=
𝑃

Di mana :
A = luas penampang basah (m²)
P = keliling penampang basah (m)
R = jari-jari hidrolis (m)

h A P R AR⅔
1 9.397217 16.22564 0.5791583 6.529263
1.6 15.99555 17.9227 0.8924742 14.82733
1.662 16.71842 18.09806 0.9237684 15.85759

Dari cara coba-coba di atas, maka didapat tinggi muka air sebelum
pembendungan (h) = 1.662 m
6. Menentukan elevasi mercu bendung
- Tinggi mercu = 3 m (piilih dari 3 m – 4 m)
Elevasi dasar sungai = 341 m

Faktor-faktor kehilangan :

1 Peil muka air sawah 0.2 m


2 Kehilangan tekanan dari tersier ke sawah 0.1 m
3 Kehilangan tekanan dari sekunder ke tersier 0.1 m
4 Kehilangan tekanan dari primer ke sekunder 0.1 m
5 Kehilangan tekanan karena turning saluran 0.2 m
6 Kehilangan tekanan dari alat ukur 0.4 m
7 Kehilangan tekanan karena eksploitasi 0.1 m
8 Kehilangan tekanan dari sungai ke primer 0.3 m
9 Persediaan untuk lain-lain bangunan 0.2 m
Jumlah 1.7 m

Elevasi mercu = Faktor kehilangan + Elevasi sawah tertinggi


Tinggi mercu = Elevasi mercu – Elevasi dasar sungai
Tinggi mercu = (Faktor kehilangan + Elevasi sawah tertinggi) – Elevasi dasar sungai
Elevasi sawah tertinggi = Tinggi mercu + Elevasi dasar sungai – Faktor kehilangan
Elevasi sawah tertinggi = 3 + 341 – 1.7
= 342.3 m

7. Merancang Peredam Energy Tipe MDS


Sebelum mendesain type ini perlu ditentukan terlebih dahulu nilai parameter :
- Tipe mercu bendung harus bentuk bulat dengan satu atau dua jari-jari.
- Permukaan tubuh bendung bagian hilir dibuat miring dengan perbandingan kemiringan
1 : m atau lebih tegak dari kemiringan 1 : 1.
- Tubuh bendung dan peredam energi harus dilapisi dengan lapisan tahan aus.
- Elevasi muka air hilir bendung yang dihitung, berdasarkan elevasi dasar sungai dengan
kemungkinan perubahan geometri badan sungai.

Selain parameter di atas kriteria desain yang disyaratkan yaitu :


- Tinggi air udik bendung dibatasi maksimum 4 meter;.
Tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi
dasar sungai di hilir) maksimum 10 meter.
- Dalam hal tinggi air udik bendung lebih dari 4 meter dan atau tinggi pembangunan lebih
dari 10 meter tata cara peredam energi tipe MDS ini masih dapat digunakan asalkan
dimensinya perlu diuji dengan model test.
Untuk peredam energy tipe MDS, bagian-bagian yang perlu dihitung adalah :

- Kedalaman lantai peredam energy


Ds = 1.5 x Tinggi mercu
Ds = 1.5 x 3 = 4.5 m
- Panjang lantai dasar peredam energy
Ls = 1.5 x Ds
Ls = 1.5 x 4.5 = 6.75 m
- Tinggi ambang hilir dihitung dengan
a = (0,2 - 0,3) Ds
a = 0.3 x 6.75 = 1.35
- Lebar ambang hilir dihitung
b=2xa
b = 2 x 1.35 = 2.7 m
- Panjang tembok sayap hilir (Lsi) dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil :

Lsi = 9 m

- Untuk tebal lantai olak diambil = 1 m

Untuk menghitung stabilitas terhadap erosi bawah tanah (piping), gunakan Metode Lane dengan rumus

Dengan:

- CL = Angka rembesan Lane = 7 (pasir sedang)


- Σ Lv = jumlah panjang vertical (m)
- Σ LH = jumlah panjang horisontal (m)
-H = beda tinggi muka air (m)

Data :
ΣLv = 15.6 m
ΣLh = 15.3658 m
H = 3.35 m
1
15.6 + 3 15.3658
≥ 𝐶𝐿
3.35

6.1875 ≥ 7 … Tidak ok

Karena tidak ok, maka harus ditambahkan dengan lantai muka


- Pada tugas ini, karena nilai CL diambil = 7, maka panjang lantai muka yang digunakan
minimal 7 m, dan lantai muka dibuat dari pasangan batu dengan tebal = 0.25 m, sehingga
data yang ada menjadi

ΣLv = 18.85 m
ΣLh = 22.3658 m
H = 3.35 m
1
18.85 + 3 22.3658
≥ 𝐶𝐿
3.35

7.85466 ≥ 7 … ok