Anda di halaman 1dari 3

NOTULEN SIMULASI KEBAKARAN DAN PENGGUNAAN APAR

Tanggal 21 November 2017

Nama : Nicen kuswiyanthi Amd.kep.


Hari : jum’at
Tanggal : 15 februari 2019
Waktu : pukul 14.00 s/d selesai

Dalam pemaparan Materi yang diberikan yaitu tentang perlunya pencegahan dan
penanggulangan bahaya kebakaran yang disampaikan oleh narasumber tim damkar kota
tanggerang selatan yaitu meliputi pengenalan instalasi listrik, kompor dan tabung gas,
unsur-unsur pembentuk api (Segitiga api). Api adalah salah satu bentuk hasil reaksi kimia
yang akan terbentuk jika ketiga unsur ini muncul pada titik yang sama, yaitu : udara,
panas dan bahan bakar dan macam-macam alat pemadam kebakaran. juga dilatih cara-
cara pemadaman api, mulai dengan peralatan sederhana terdekat, seperti karung basah
hingga penggunaan tabung pemadam api.

Dengan hal tersebut untuk menciptakan lingkungan yang aman, berarti juga lingkungan
harus mempersiapkan diri jika terjadi kebakaran. Lingkungan sekitar perlu dirapikan
sehingga apabila ada kondisi darurat dengan mudah dicapai oleh mobil pemadam
kebakaran, harus ada alat pemadam kebakaran di setiap rumah dan kantor, apabila ada
hydrant disekitar perlu dicek apakah masih berfungsi. Kebakaran adalah api yang tidak
dapat dikendalikan sehingga menimbulkan malapetaka bagi manusia dan alam seisinya.
Pada setiap kejadian kebakaran pasti ditemukan kerugian, baik kerugian langsung seperti
hilangnya nyawa, kerusakan barang / materi, maupun kerugian tidak langsung seperti
waktu, pikiran dan lain-lain. Kebakaran merupakan salah satu musibah, dan pasti
memiliki suatu penyebab. Untuk dapat mencegah terjadinya kebakaran terlebih dahulu
kita harus mengetahui bagaimana kebakaran itu terjadi, tentunya dengan mengetahui
unsur-unsur apa yang membentuk api, penyebab kebakaran, macam kebakaran, faktor-
faktor terjadinya kebakaran, hal-hal yang mendukung penyebaran api, dan bagian –
bagian apa saja yang rawan akan terjadi bahaya kebakaran.
Sosialisasi dan simulasi ini dilakukan dalam rangka memenuhui persaratan akreditasi
yang merupakan agenda penting puskesmas kampungsawah tahun 2019. Pelatihan APAR
(Alat Pemadam Api Ringan) ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada pegawai
tentang fungsi APAR, juga melatih para pegawai agar mampu menggunakan APAR
dengan tepat dan benar untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil.

Sosialisasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ini disampaikan langsung oleh Bapak
Zuliansyah dari Badan penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Tangerang
selatan , dengan penyampaian informasi mengenai jenis APAR (Alat Pemadam Api
Ringan) yang tersedia di yaitu :
1 APAR isi Powder
2 APAR isi Gas CO2

Selain itu juga dijelaskan mengenai ciri kondisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang
siap pakai :

1. Posisi masih tersegel,


2. Ada Pen Pengaman,
3. Pada label pengecekan APAR (tanggal pemeriksaan dan kondisi APAR) masih
berfungsi.
4. Jarum barometer tekanan harus berada pada area hijau dengan tekanan sampai 17
bar (kecuali APAR dengan media Karbon Dioxide yang tidak memiliki barometer
penunjuk tekanan isi APAR).

Selanjutnya bapak Wahyudi juga menjelaskan bahwa APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
adalah untuk memadamkan api dengan klasifikasi sumber kebakaran yaitu :

 Klas A : Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar
Contoh : kertas, kayu, plstik, karet, dll.
 Klas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala
Contoh : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.
 Klas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek)
Contoh : generator listrik, setrika listrik, dll.

Cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang tepat dan benar dengan
langkah :
 Buka segel dengan cara memutar pinnya dan Tarik pin APAR
 Ambil posisi tidak melawan arah angin. Cara mengetahui arah angin, perhatikan
asapnya, jangan berdiri dengan posisi menantang asap. Posisi berdiri sekitar 1,5
m- 3 meter dari api
 Angkat APAR, arahkan moncong selang ke arah api
 Semprot api dengan cara menekan tuas pada alat pemadam