Anda di halaman 1dari 9

MENDIRIKAN KLINIK PARATAMA MUHAMMADIYAH

BULUSPESANTREN

BISNIS PLAN
Diajukan Guna Memenuhi Mata Kuliah Manajemen Strategik
Magister Manajemen Rumah Sakit

Oleh
MUTHOLIB,S.Kep.Ns
NIM: 20181030049

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN RUMAH SAKIT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
TAHUN 2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Identifikasi Peluang Bisnis


Bisnis di bidang kesehatan termasuk salah satu bisnis yang tak pernah
mati, karena semua manusia normal pasti pernah jatuh sakit. Karena itu,
bisnis yang berhubungan dengan kesehatan akan selalu dibutuhkan. Sejak
tahun 2014 diberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dan sejak tahun 2018 diberlakukan
rujukan berjenjang, dimana setiap peserta BPJS jika memerlukan pelayanan
kesehatan harus dimulai secara berjenjang dari tingkat fasilitas kesehatan
primer baru dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjut. "Adanya BPJS dan SJSN
akan mendorong industri kesehatan," kata Amir Karamoy, Chairman Yayasan
Peduli Ginjal Indonesia (Yadugi).
Berlakunya kebijakan jaminan sosial tersebut membuat orang tidak
khawatir soal biaya saat sakit. Sehingga para pelaku bisnis kesehatan
memperkirakan kunjungan ke dokter, klinik, atau rumahsakit bakal bertambah.
Permintaan akan obat-obat, terutama obat generik, juga bakal meningkat.

B. Penjelasan Produk
Menurut Pasal 1 angka 1 Permenkes 28 Tahun 2011, Klinik adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan yang menyedikan pelayanan medis dasar
dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh satu jenis tenaga kesehatan
(perawat dan atau bidan) dan dipimpin oleh seorang tenaga medis
(dokter,dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis).
Di klinik pratama boleh ada rawat inap jika klinik sudah berbentuk
badan usaha, dan tenaga medis minimal 2 orang dokter atau dokter gigi
tidak harus spesialis.

C. Latar Belakang Bisnis


Di Era BPJS saat ini masyarakat peserta BPJS wajib memilih salah
satu fasilitas kesehatan tingkat I, sebagai fasilitas layanan kesehatan dasar
yang dapat digunakan oleh peserta mengguanakan BPJS. Dalam hal ini
pemilik klinik bisa bekerjasama dengan pihak BPJS agar bisa menjadi fasilitas
kesehatan tingkat pertama BPJS (faskes tingkat I).
Peserta BPJS baik yang PBI maupun Non PBI semakin meningkat dan
diharapkan seluruh warga negara Indonesia menjadi peserta BPJS.
Kebutuhan faskes primer yang mudah akses nya, berkualitas layanannya dan
bekerjasama dengan BPJS menjadi kebutuhan masyarakat.

D. Tujuan
1. Memberikan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu kepada
masyarakat di wilayah kecamatan Buluspesantren dan sekitarnya.
2. Berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar klinik.

E. Potensi Bisnis
Pendirian Klinik ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
Karena lokasi pendirian Klinik masih jauh dari pesaing. Selain itu kesadaran
masyarakat sekitar tentang kesehatan cukup baik. Akses menuju Klinik mudah
dijangkau karena berada di tepi jalan aspal antar desa.
BAB II
PEMBAHASAN

A. ANALISIS SWOT
1. Faktor Internal
a. Strength (Kekuatan)
1) Keunggulan produk
Pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan mudah diakses
oleh masyarakat dengan harga terjangkau dan bekerjasama
dengan BPJS.
2) Sarana dan SDM
Lokasi yang akan didirikan Klinik cukup luas, milik sendiri ,
merupakan gedung bekas SMP Muhammadiyah yang kondisinya
masih cukup layak, didukung tenaga kesehatan yang memadai.
b. Weakness (Kelemahan)
Belum memiliki cukup pengalaman: Pengalaman untuk memulai
usaha yang masih minim menuntut banyak belajar kepada pihak yang
berpengalaman.
2. Faktor Eksternal
a. Opportunities (Peluang)
1) Banyaknya konsumen
Banyaknya masyarakat peserta BPJS di sekitar lokasi dan jarak
dengan faskes tingkat I cukup jauh, membuka peluang
masyarakat peserta BPJS memanfaatkan Klinik yang terdekat.
2) Sistem pemasaran
Pemasaran yang akan kami lakukan cukup mudah, dengan
melakukan bhakti sosial kesehatan promotif preventif. Biaya
rendah dan mudah dilakukan.
b. Threats (Ancaman)
1) Masyarakat kurang antusias karena sudah terbiasa ke faskes
lainya.
2) SDM berganti karena Klinik baru penghasilannya belum dapat
diandalkan.

B. PERENCANAAN BISNIS
1. Sasaran dan Target Pasar
Sasaran kami adalah seluruh masyarakat dari segala usia. Untuk itu kami
memulai promosi dari daerah sekitar tempat Klinik berdiri serta melakukan
promosi pada kelompok-kelompok masyarakat sekitar.
Kami memanfaatkan promosi di berbagai media social, seperti facebook,
twitter, blog, dll.
2. Pembiayaan
a. Biaya Proyek
No Kegiatan Jumlah Harga Satuan Jumlah Harga
1 Renovasi gedung 1 paket Rp.20.000.000 Rp.20.000.000
2 Tempat tidur
1 buah Rp.15.000.000 Rp.15.000.000
periksa
3 Alkes periksa 1 set Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000
4 Bahan habis pakai 5 paket Rp. 1.000.000 Rp. 5.000.000
5 Biaya perijinan 1 paket Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000
TOTAL Rp.46.500.000

b. Biaya Operasional
1) Biaya Tetap (Fixed cost)

No Nama Kegiatan Jumlah Harga Satuan Jumlah Harga


1 Bayar Listrik 1 buah Rp. 200.000 Rp. 200.000
2 Tabung gas 2 buah Rp. 150.000 Rp. 300.000
3 Gaji karyawan 3 orang Rp. 1.400.000 Rp.4.200.000
4 Gaji Dokter 2 orang Rp. 4.000.000 Rp.8.000.000
5 Pulsa HP Klinik 1 buah Rp. 100.000 Rp. 100.000
TOTAL Rp.12.800.000

2) Biaya Variabel (Variable cost) – per produk pelayanan


Nama Kegiatan Jumlah Harga
Obat 1 paket 15.000
Alkes 1 paket 3.000
Plastik Obat 1 paket 1.000
Jasa pelayanan 1 paket 6.000
Jumlah 25.000

3) Biaya Total
Biaya total = Variable cost + Fixed cost
= Rp. 25.000+Rp.12.800.000
= Rp. 12.825.000

3. Simulasi Anggaran
a. Biaya operasional klinik pratama rawat jalan yang buka 12 jam adalah
Rp 12.800.000,-/bulan (belum termasuk belanja obat untuk
pelayanan)
b. Sumber pendapatan dari pasien umum, berkisar Rp.7.200.000/bulan
(tahap awal)
c. Biaya investasi bangunan (diluar tanah) dengan asumsi 20 th masa
pakai bangunan, maka beban sekitar Rp 1.500.000,-/bulan
d. Saat mulai bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dengan jumlah
peserta 2.500 selama 2 (dua) tahun awal, (8000 x 2.500 =
20.000.000) / bulan.

C. STUDI KELAYAKAN
1. Lokasi
Pendirian Klinik Pratama Muhammadiyah Buluspesantren berada
di Desa Ampih Kecamatan Buluspesantren. Lokasi di pinggir jalan aspal
antar desa. Desa Ampih merupakan desa yang berbatasan dengan desa
di wilayah Kecamatan Ambal. Gedung berupa bekas bangunan sekolah
SMP Muhammadiyah, kondisi gedung masih layak namun membutuhkan
pengecatan dan renovasi menyesuaikan kebutuhan Klinik.
2. Sarana dan Prasarana
Sarana yang tersedia baru gedung, sedangkan peralatan mebeler
dan alkes membutuhkan pengadaan. Rencana selain membeli juga
meminta bantuan ke RS dibawah naungan Amal Usaha Muhammadiyah
terdekat.
3. Sumber Daya Manusia
Untuk awal, SDM yang direkrut adalah :
a. 2 Orang dokter umum
b. 3 Perawat
c. 2 Bidan
d. 1 Admin
e. 1 Sopir / umum
f. 1 cleaning service / OB

D. REAL BUSINESS PLAN


1. Rencana Manajemen
a. Strategi pemasaran
Sebagai unit usaha yang baru berdiri diperlukan upaya promosi untuk
memperkenalkan produk layanan kesehatan yang disediakan Klinik
dengan cara sebagai berikut:
1) Pengembangan produk
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat
dengan mengedepankan pelayanan yang responsive, ramah dan
religious.
2) Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama dimulai dari Desa Ampih kemudian secara
bertahap berkembang ke desa-desa sekitar di Kecamatan
Buluspesantren dan Ambal.
b. Kegiatan promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat
mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Promosi
dilakukan dengan mengadakan kegiatan bhakti sosial yang bersifat
promotif, preventif dan kuratif sebagai back up. Selain itu juga promosi
dengan memanfaatkan jaringan media sosial.

2. Strategi Produksi
Kami membranding produk layanan kami dengan 3R (responsive, ramah
dan religious). Hal ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan
kesehatan masyarakat sekitar dengan pelayanan yang cepat, ramah dan
nuansa religious (islami) sesuai kultur masyarakat Kecamatan
Buluspesantren.

3. Strategi Penetapan Harga


Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting
dalam dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga
menjadi acuan tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari
harganya. Harga pelayanan yang diberikan selain menghitung unit cost
juga melihat harga dari pesaing dan tingkat keterjangkauan ekonomi
masyrakat. Dengan pelayanan yang lebih baik dan harga terjangkau,
diharapkan menjadi pilihan ideal dalam pelayanan kesehatan dasar.

4. Rencana Pengembangan Produksi


Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:
a. Memperluas wilayah pemasaran
b. Menambah jenis layanan : klinik spesialis dan rawat inap
c. Membuka link konsultasi kesehatan online.

E. Struktur Organisasi

PCM
Buluspesantren
BPH
Direktur

Bidang Bidang
Pelayanan Sarpras

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pelayanan kesehatan dasar merupakan kebutuhan yang dirasakan
mendesak oleh masyarakat. Jika layanan diberikan sesuai dengan kultur
masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif , diharapkan
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan derajat
kesehatanya serta memberikan nilai kepercayaan tersendiri kepada provider.