Anda di halaman 1dari 6

Nama : Andrianto

Nim : B1031171019
Kelas : Akuntansi A
Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II

CHAPTER 20

Akuntansi Pensiun dan Imbalan Pascakerja

AKUNTANSI UNTUK DANA PENSIUN

Laporan Keuangan Dana Pensiun berisi laporan aktiva bersih dan perubahan aktiva bersih
bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai besarnya kekayaan Dana Pensiun yang
bersedia untuk membayar manfaat pensiun dan perubahannya selama satu periode akuntansi
tertentu.

Program Pensiun adalah perjanjian yang menetapkan bahwa pemberi kerja memberikan
tunjangan kepada karyawan setelah mereka pensiun atas jasa-jasa yang mereka berikan ketika
masih bekerja. Program pensiun 1). Program pensiun iuran pasti (defined contribution plan),
2). Program pensiun tunjangan pasti (defined benefit plan)

PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI

Dalam program ini pemberi kerja setuju untuk mengkontribusikan ke dalam sebuah perwalian
pensiun suatu jumlah tertentu selama periode tertentu berdasarkan rumus yang ditetapkan.
Rumus tersebut memperhitungkan faktor-faktor seperti umur, lama masa kerja karyawan, laba
pemberi kerja, dan tingkat kompensasi.

Program ini hanya menetapkan kontribusi dari pemberi kerja, sedangkan besarnya tunjangan
yang nantinya akan dibayarkan kepada karyawan tidak ada ketetapannya. Jumlah tunjangan
pensiun yang nantinya akan diterima karyawan tergantung dari:

 Jumlah awal yang dikontribusikan kepada perwalian pensiun


 Laba yang terakumulasi dalam perwalian
 Perlakuan terhadap pengurangan dana karena karyawan lain mungkin pensiun sebelum
waktunya

Formula yang umum digunakan untuk menentukan besarnya manfaat pensiun untuk Program
Pensiun Manfaat Terdiri atas:
 Final Earning Pension Plan. Perhitungan besarnya manfaat pensiun menurut
formula final earning pension plan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari
gaji terakhir peserta pada saat mencapai usia pensiun yang biasanya
ditetapkan maksimum masa kerjanya (past services) misalnya 35 tahun.
 Final Average Earning. Perhitungan manfaat menuningrut formula final average
earning pada dasarnya hamper sama dengan formula final earnings, namun
perhitungan dilakukan berdasarkan rata-rata gaji pada beberapa tahun terkhir saja
contoh 2atau 5 tahun terakhir.
 Career Average Earnings. Perhitungan manfaat pensiun berdasarkan formula
career average earnings dihitung dari persentase tertentu terhadap masa kerja dan
gaji rata-rata selama masa karier karyawan.
 Flat Benefit. Program flat benefit didasarkan atas jumlah uang tertentu untuk setiap
tahun masa kerja atau lebih ditetapkan nilai manfaat pensiun untuk semua karyawan
yang pensiun setelah memenuhi masa kerja minimum.
PROGRAM PENSIUN TUNJANGAN PASTI

Program ini menetapkan jumlah tunjangan yang akan diterima karyawan pada saat pensiun.
Jadi, berapa jumlah tunjangan yang akan diterima karyawan pada saat pensiun nanti sudah
ditentukan sebelumnya. Rumus yang biasanya digunakan menetapkan bahwa tunjangan itu
merupakan fungsi dari sekian tahun masa kerja karyawan dan tingkat kompensasi karyawan
ketika ia mendekati pensiun.

AKUNTANSI UNTUK PENSIUN.

Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari pemberi
kerja. Tugas Lembaga Dana Pensiun adalah mengelola dan menjalankan program pensiun
sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dibandingkan dengan tujuan perusahaan
yang berorientasi ke pasar dan mencari keuntungan, dana pensiun mempunyai tujuan dan
kegiatan yang berbeda dengan perusahaan pada umumnya Laporan Keuangan Dana Pensiun
berpedoman pada standar akuntansi yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun yaitu :
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18 dan No. 24.

Dua masalah yang muncul dalam akuntansi untuk program pensiun adalah :

1. Berapa jumlah kewajiban pemberi kerja dan berapa jumlah kewajiban pensiun yang
harus dilaporkan dalam laporan keuangan.
2. Berapa beban / biaya pensiun untuk periode tertentu.

Kewajiban pensiun (pension obligation) pemberi kerja adalah kewajiban kompensasi yang
ditangguhkan kepada para karyawannya atas jasa-jasa mereka menurut persyaratan dalam
program pensiun. Jenis jenis ukuran kewajiban pensiun :

1. Berdasarkan pada tunjangan yang dijamin sepenuhnya kepada para karyawan.


Tunjangan terjamin (vested benefit) adalah tunjangan yang berhak diterima karyawan
sekalipun karyawan tersebut tidak memberikan jasa tambahan dalam program.Sebagian
besar program pensiun mensyaratkan seorang karyawan harus memiliki masa kerja
minimum sebelum mencapai status tunjangan terjamin. Ukuran ini disebut Kewajiban
tunjangan terjamin (vested benefit obligation)

2. Berdasarkan perhitungan jumlah kompensasi yang ditangguhkan pada seluruh tahun


masa kerja yang dijalani karyawan setelah mengikuti program baik yang terjamin
maupun yang tidak terjamin dengan menggunakan tingkat gaji yang berlaku sekarang.
Ukuran kewajiban ini disebut Akumulasi kewajiban tunjangan

3. Berdasarkan perhitungan jumlah kompensasi yang ditangguhkan atas masa kerja


terjamin maupun tidak terjamin dengan menggunakan gaji masa depan. Ukuran
kewajiban ini disebut Proyeksi kewajiban tunjangan.

Pendekatan dalam akuntansi untuk program pensiun:

1. Pendekatan non kapitalisasi. Terjadinya nonkapitalisasi karena neraca melaporkan


aktiva atau kewajiban untuk perjanjian program pensiun hanya jika jumlah yang benar-
benar didanai selama suatu tahun oleh pemberi kerja berbeda dengan jumlah yang
dilaporkan oleh pemberi kerja sebagai beban pensiun tahun berjalan. Hal ini juga sering
disebut sebagai pembiayaan di luar neraca (off balance sheet financing)

2. Pendekatan kapitalisasi. Pendekatan ini mengukur dan melaporkan aktiva dan


kewajiban pensiun perusahaan ke dalam laporan keuangan. Kapitalisasi lebih
mementingkan substansi ekonomi dari perjanjian program pensiun daripada bentuk
hukumnya.

Komponen beban pensiun:


1. Biaya Jasa. Merupakan beban yang disebabkan oleh kenaikan hutang tunjangan
pensiun (proyeksi kewajiban tunjangan) kepada karyawan atas jasa yang mereka
berikan selama tahun berjalan. Aktuaris menghitung biaya jasa (service cost) sebagai
nilai sekarang tunjangan baru yang dioeroleh karyawan selama tahun berjalan.

2. Bunga atas kewajiban

3. Pengembalian Aktual atas Aktiva Program. Jika pengembalian aktual bernilai positif
selama periode berjalan, maka jumlah itu dikurangkan dalam perhitungan beban
pensiun. Tetapi jika bernilai negatif, maka jumlah tersebut ditambahkan dalam
perhitungan beban pensiun)

4. Amortisasi Biaya Jasa Sebelumnya yang belum diakui. Metode amortisasi yang
biasa dipakai adalah metode jumlah tahun masa kerja, tetapi diperbolehkan juga
metode alternatif yaitu dengan metode garis lurus sepajang sisa masa kerja rata-rata
para karyawan.

5. Keuntungan atau kerugian. Imbalan kerja adalah semua bentuk imbalan yang
diberikan oleh entitas sebagai pertukaran atas jasa yang diberikan oleh pekerja,
termasuk direktur dan manajemen. Terdapat empat jenis imbalan kerja.

 imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja (selain pesangon pemutusan kerja
yang jatuh tempo seluruhnya dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pekerja
memberikan jasanya.
 Imbalan pascakerja adalah imbalan kerja (selain pesangon pemutusan kerja yang
terutang setelah pekerja menyelesaikan masa kerjanya.
 Imbalan kerja jangka panjang lainnya adalah imbalan kerja (sekain imbalan pascakerja
dan pesangon pemutusan kerja) yang tidak seluruhnya jatuh tempo dalam waktu 12
bulan setelah pekerja memberikan jasanya. Dan;
 Pesangon pemutusan kerja adalah imbalan kerja yang terutang akibat 1) Keputusan
entitas untuk memberhentikan pekerja sebelum usia pension normal, atau 2) Keputusan
pekerja menerima tawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela dengan imbalan
tertentu

Imbalan Pascakerja: Perbedaan Antara Program Iuran Pasti dan Imbalan Pasti
Imbalan pasca kerja termasuk misalnya yaitu tunjangan pensiun, dan imbalan pascakerja lain
seperti asuransi jiwa dan perawatan kesehatan pascakerja

Program imbalan pascakerja diklasifikasikan sebagai program iuran pasti atau program
imbalan pasti, bergantung pada substansi ekonomis atas program sebagai turunan dari syarat
dan kondisi utamanya.

1. Program Iuran Pasti adalah program imbalan pasca kerja dimana entitas membayar
iuran tetap kepada entitas terpisah (dana) dan tidak memiliki kewajiban hukum atau
konstruktif untuk membayar iuran berikutnya atau melakukan pembayaran langsung ke
pekerja jika dana yang ada tidak mencukupi untuk membayar seluruh imbalan pekerja
terkait dengan jasa mereka pada periode kini dan periode lalu. Sehingga jumlah imbalan
pascakerja yang diterima pekerja ditentukan oleh jumlah iuran yang dibayar oleh entitas
(dan mungkin juga oleh pekerja) ke program imbalan pascakerja atau perusahaan
asuransi, ditambah hasil investasi iuran tersebut.
Entitas harus mengakui iuran yang terutang untuk periode berjalan:
 sebagai kewajiban, setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar. Jika
pembayaran iuran melebihi iuran yang terutang sebelum tanggal
pelaporan,maka entitas harus mengakui kelebihan tersebut sebagai asset.
 sebagai beban, kecuali bab lain mensyaratkan biaya tersebut diakui sebagai
bagian biaya perolehan suatu aset seperti persediaan atau aset tetap
2. Program imbalan pasti adalah program imbalan pascakerja selain iuran pasti. Dengan
imbalan pasti, kewajiban entitas adalah menyediakan imbalan yang telah disepakati
kepada pekerja dan mantan pekerja, dan risiko actuarial (dimana imbalan akan lebih
besar daripada yang diperkirakan) dan risiko investasi secara substantif berada pada
entitas. Jika pengalaman aktuarial ataui investasi lebih buruk daripada yang
diperkirakan, maka kewajiban entitas akan meningkat.
Dalam menerapkan prinsip pengakuan umum untuk program imbalan pasti, maka
entitas mengakui:
 Kewajiban atas kewajiban yang timbul dalam program imbalan pasti neto
setelah aset program (kewajiban imbalan pasti atau defined benefit liability);
dan
 Mengakui perubahan neto dalam kewajiban tersebut selama periode sebagai
biaya program imbalan pasti selama periode tersebut
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/6435107/AKUNTANSI_UNTUK_DANA_PENSIUN diakses
pada tanggal 12 Mei 2019

https://www.academia.edu/16525896/IMBALAN_KERJA diakses pada tanggal 12 Mei


2019

Kliko Blog. https://klikoblog.wordpress.com/2015/10/21/rangkuman-akm-2-chapter-20-


akuntansi-pensiun-tunjangan-pasca-pensiun/. Diakses pada 12 Mei

Anda mungkin juga menyukai