Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN

MATA KULIAH PENGEMBANGAN DIRI DAN KARIR


SOCIAL SKILL

KELAS C

Muh. Fais A. YH – 1771042026

Siti Auliana G.K - 1471041032

Irwan Widiyanto – 1671041010

Muh. Ferry saputro – 1671042004

Andi Syarwan Alkaderi – 1771041004

Muh fadel Muharram – 1771042028


Iffah Alkhairiyyah. B – 1771040007
Shofy Afliya Ashar – 1771041047

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019
A. TUJUAN

Maharani dan Mustika (2016) mengemukakan bahwa self-


awareness merupakan kemampuan untuk mengenal, memilah-milah
perasaan diri, memahami apa yang sedang dirasakan, penyebab munculnya
perasaan tersebut serta pengaruh perilaku kita terhadap orang lain.
Romlah(2000) mengemukakan bahwa self-awareness merupakan keadaan
ketika kita membuat diri sendiri sadar tentang emosi yang sedang kita alami
dan juga pikiran kita mengenai emosi tersebut.Romlah (2000)
mengemukakn bahwa terdapat perbedaan dalam seseorang memperhatikan
aspek private atau publik yang ada pada diri mereka, perbedaan ini disebut
dengan kesadaran diri publik dan kesadaran diri privat. Kesadaran diri
publik merupakan kondisi dimana perhatian dipusatkan pada kesan dan
orang lain sedangkan kesadaran diri privat merupakan kondisi dimana
perhatian difokuskan pada pikiran dan perasaan sendiri.Target dari
pengembangan diri ini yaitu meningkatkan kemampuan dalam interaksi di
lingkungan sosial dan mengurangi pikiran negatif mengenai diri sendiri
(keterampilan sosial).

B. KETERAMPILAN SOSIAL (SOSIAL SKILL)

Michelson, Sugai, Wood dan Kazdin (2013) mengemukakan bahwa

keterampilan sosial merupakan kemampuan untuk melakukan interaksi

sosial baik secara verbal maupun non verbal dan pola pokir yang positif.

Salkind (2006) mengemukakan bahwa Keterampilan sosial merupakan

salah satu aspek dari kecerdasan emosi yang dibutuhkan untuk berinteraksi

sosial dan menjaga interaksi dalam rangka mengadobsi nilai moral dari

budaya, termasuk mengasah interaksi dengan orang yang lebih tua, lemih

muda dan sebaya. Michelson, Sugai, Wood dan Kazdin (2013)


mengemukakan bahwa terdapat lima indikator keterampilan sosial

yaituKeterampilan mendegarkan orang lain, keterampilan bertanya dan

menjawab pertanyaan, keterampilan menjalin dan memelihara pertemanan,

keterampilan bekerjasama. Dan keterampilan berbagi.

Hoster & Miller (2000) mengemukakan bahwa agar individu berhasil

dalam interaksi sosial maka secara umum dibutuhkan beberapa

keterampilan sosial yang terdiri dari pikiran, emosi, dan perilaku yang

tampak, yaitu :

a. Memahami pikiran, emosi da tujuan atau maksud orang lain

b. Menangkap dan mengelolah informasi tentang partner sosial serta

lingkungan pergaulan yang potensial menimbulkan terjadinya

interaksi

c. Menggunakan berbagai cara untuk memulai pembicaraan dengan

orang lain, memeliharanya dan mengakhirinya secara positif.

d. Memahami konsekuensi dari sebua tindakan sosial, baik bagi

dirinya sendiri maupun orang lain.

e. Bersikap sungguh sungguh dan memperhatikan kepentingan orang

lain

f. Membuat penilaian moral yang matang dan dapat mengarahkan

tindakan positif

g. Mengekspresikan emosi positif dan menghambat emosi negatif

secara tepat
h. Menekan perilaku negatif yang disebabkan karena adanya

pemikiran dan perasaan negatif tentang patner sosial

i. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal agar partner sosial

memahaminya.

C. PELAKSANAAN PROGRAM

1. SITI AULIYANA G.K

Berdasarkan pengertian self-awareness diatas dan hasil tugas

analysis self-awareness yang telah diberikan oleh dosen maka saya

dapat mengetahui beberapa aspek yang cukup baik seperti sikap

menolong dan smart, namun ada aspek yang perlu dikembangkan

seperti emosi yang kurang stabil, plinplan, mudah dipengaruhi dan

kurang mampu mempertahankan hubungan pertemanan. Dari beberapa

aspek tadi saya membuat keputusan untuk mengambil aspek kurang

mampu mempertahankan hubungan pertemanan untuk dikembangkan

karena menurut Hoster & Miller (2000) individu yang memiliki

keterampilan sosial yang kurang akan menyebabkan masalah yang

berhubungan dengan pekerjaan, kesehatan fisik, keseharan mental,

hubungan sosial dan kualitas hidup.

Dari pemaparan diatas saya mengambil beberapa point yang

menurut dapat membantu saya dalam mempertahankan hubungan

pertemanan, yaitu menggunakan berbagai cara untuk memulai

pembicaraan dengan orang lain, memeliharanya dan mengakhirinya


secara positif, mengekpresikan emosi positif dan menghambat emosi

negatif secara tepat, menekan perilaku negatif yang disebabkan karena

adanya pemikiran dan perasaan tentang partner sosial, dan

berkomunikasi verbal, non verbal agar partner sosial memahaminya.

cara meralisasikan semua point yang telah saya pilih tadi yaitu dengan

membuat jurnal harian yang berisi target setiap minggu yang harus saya

dapatkan dan memberikan reward pada diri sendiri.

Diminggu pertama dimulai dengan hal hal yang kecil seperti

mencari kontak teman teman SMA, SMP dan SD melalui sosial media

seperti Instagram dan facebook.Kedua saya berusaha memunculkan

motivasi untuk kembali membangun hubungan dengan membuka foto-

foto lama di folder laptop.Setelah motivasi meningkat saya berusaha

mengabari duluan dengan berbasa basi caranya dengan mengomentari

Instastory. Ternyata cara itu direspon walaupun yang merespon hanya

teman SMA akhirnya saya memberanikan diri untuk membagikan foto-

foto lama lalu menandai semua teman SMA di instagram.Kendala yang

saya hadapi itu rasa malu untuk memulai duluan takut untuk dikira ada

maunya baru mencari.Tapi alhamdulillah ternyata direspon baik

walaupun hanya teman SMA saja.

Pada minggu kedua ini saya mulai membuat grub WA, mencari

bahan obrolan dengan memanfaatkan hal-hal yang lagi viral yaitu

#10YEARSCHALANGE saya juga berusaha membuat janji bertemu

atau reunian padahal saya saja sebenarnya punya banyak hal yang harus
diselesaikan, bukan hanya itu agar nantinya tidak garing atau bosan

saya mempersiapkan diri dengan cara mencari kehidupan-kehidupan

terkini dari teman-teman SMA saya dan sering bercermin agar tau

bagaimana cara mengelola ekpresi yang benar. Namun sayang pada

minggu ini kami tidak bisa kesampaian untuk bertemu karena ada dua

orang yang tidak bisa datang.Rsanya itu kecewa banget karena saya

sudah rumayan mempersiapkan diri.

Pada minggu ketiga saya berusaha mengobati kekecewaan ku

dengan cara memulai vidiocall WA dengan mereka. Kami rumayan

lama hampir sejam vidiocall-an, akhirnya kami merencanakan kembali

pertemuan dan merencanakan arisan untuk memastikan tali silaturahmi

terus terjalin.Bukan hanya itu kami menjadi sering membagikan foto

keseharian masing-masing, seperti dijalan mana, foto makanan, foto

selfie padahal sebenarnya tidak penting.Akhirnya semua terlaksana

kami bertemu dan membahas hal-hal yang luar bisa seperti cita-cita

kedepan, pengalaman hidup berumahtangga, rencana menikah,

kejadian lucu waktu SMA dan kehidupan pribadi mereka.Saya senang

sekali rasanya kembali akrab seperti jaman SMA.

Ini cerita singkatnya dulu waktu SMA saya punya empat sahabat,

kami selalu bersama dari pagi sampai malam.Kerja tugas bareng,

berangkat sekolah bareng, kekantin bareng pokoknya mau tidur baru

pulang.Tapi setelah selesai SMA kami awalnya jarang berkomunikasi

dan pada akhirnya kami tidak pernah lagi bertegur sapa. Karena tugas
ini kami jadi kembali bisa akrab dan saya menemukan cara untuk

bagaimana mempertahankan pertemanan. Ternyata tidak terlalu sulit

yang penting berusaha dan membuka diri.


2. IRWAN WIDIYANTO
Setelah dilakukan kajian teori mengenai kesulitan bergaul dan
dilakukan diskusi kelompok diperoleh tahapan untuk mengurangi
pikiran negatif dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangan
relasi di lingkungan sosial yaitu:
a. Sebelum memulai pembicaraan lakukan relaksasi yaitu tarik nafas
lalu hembuskan sebanyak 8 kali untuk mengurangi ketegangan.
b. Mengubah persepsi negatif terhadapa lawan bicara
c. Memulai pembicaraan dengan salam atau menyapa
d. Memperkenalkan diri
e. Membicarakan topik ringan, seperti cuaca dan memuji barang
miliknya
f. Mengajukan pertanyaan setelah itu teruskan dengan pertanyaan
terbuka
g. Menunjukkan bahasa nonverbal seperti tersenyum, menganggukkan
kepala

Pelaksanaan program

1. Minggu pertama : berkenalan dengan orang yang tidak dikenali


2. Minggu kedua : mengobrol dengan orang baru
3. Minggu ketiga : mengobrol dengan orang baru
4. Minggu keempat : mengobrol dalam sebuah kelompok baru

Minggu 1

Pekan 1 saya memulai program dengan berkenalan dengan orang


baru ketika berada dalam antrian pemesanan makan di KFC. Ketika
sudah lama mengantri saya berbicara dengan seorang disamping saya.
Dia seorang supir grab bernama adrian.
Minggu 2

Pekan 2 ini saya harus memulai berbicara dengan orang yang tidak
saya kenali. Jika diminggu pertama saya hanya diharuskan untuk
berkenalan, sekarang saya harus mengobrol. Saya merasa sangat gugup
untuk memulai pembicaraan. Saya memulai berbicara dengan menyapa
dan memberika pertanyaan terbuka “ramai banget ya” yang mana
dijawabkan “iya”. Setelah itu melanjutkan dengan pertanyaan “sudah
berapa lama?” setelah itu “prosedurnya bagaimana?”.

Minggu 3

Pekan 3 ini saya juga melaksanakan hal yang sama dengan pekan
lalu agar dapat melatih kemampuan untuk berbicara dengan orang baru.

Minggu 4

Pekan 4 saya diharuskan berbicara pada seseorang pada satu


kelompok. Pada program ini saya mengajak berbicara seorang dalam
kelompok dan bertahap berbicara dengan anggota kelompok lain.

3. MUH FERRY SAPUTRO

Minggu Pertama

Pada minggu pertama saya memulai program dengan berkenalan dengan

orang baru di kampus Universitas Negeri Makassar tepatnya dipelataran

Phinisi.Ketika saya sedang duduk dan berdiskusi saya pun

memberanikan diri untuk berbicara dengan orang di dekat saya untuk

meminjam alat tulisnya yaitu pulpen.Dia bernama Rahmat.

Minggu Kedua

Pada minggu kedua saya mulai berbicara dengan orang yang tidak saya

kenali. Jika diminggu pertama saya hanya diharuskan untuk berkenalan,


pada minggu kedua saya harus bisa berbicara dengan orang lain. Pada

awalnya saya sangat gugup untuk memulai pembicaraan, namun saya

memberanikan diri untuk memulai pembicaraan dengan menyapa dan

memberikan pertanyaan “bisa pinjam pulpenta?” lalu dijawab dengan

“oh iye, ini tabe”.Setelah itu saya melanjutkan pembicaraan dengan

bertanya “Di UNM ki juga kuliah?” dan setelah itu memperkenalkan

diri.

Minggu Ketiga

Pada minggu ketiga saya tetap melaksanakan hal yang sama dengan

minggu kedua agar dapat melatih percaya diri dan memberanikan diri

untuk memulai pembicaraan duluan kepada orang baru.

Minggu Keempat

Pada minggu keempat saya mulai berbicara pada seseorang di dalam

suatu kelompok.Pada program di minggu keempat ini saya mengajak

berbicara seseorng dalam kelompok yaitu Mahasiswa baru angkatan

2018 Fakultas Psikologi UNM yang sedang berkumpul di pelataran.

Saya memulai pembicaraan dengan bertanya terkait kegiatan yang

sedang dilakukan dan kemudian dilanjutkan berbicara dengan anggota

kelompok lain.

4. ANDI SYARWAN ALKADERI

Setelah dilakukan kajian teori mengenai kesulitan bergaul dan


dilakukan diskusi kelompok diperoleh tahapan untuk mengurangi
pikiran negatif dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangan
relasi di lingkungan sosial yaitu, berusaha memulai pembicaraan dengan
menyapa dan menghilangkan pemikiran negative atau ketakutan akan
penilaian orang lain; membicarakan hal-hal ringan dan menunjukkan
ketertarikan pada pembicaraan yang sedang berlangsung.

Pelaksanaan Program

Minggu 1

Pekan 1 saya memulai program dengan berkenalan dengan orang


baru ketika menghadiri sebuah seminar. Ketika itu kami berdua berada
dalam baris bangku yang sama. Orang tersebut bernama Khaerul Aqsha.
Saya dan Aqsha kemudian pulang dan makan bersama setelah seminar
tersebut

Minggu 2

Pekan 2, saya mengikuti pelatihan dasar disebuah organisasi. Pada


saat waktu istirahat, saya mengajak berbicara salah satu peserta yang
menurut saya bisa dan enak diajak berkomunikasi. Saya memulai dengan
menyapa dan menanyakan namanya, kemudian menanyakan tempat kuliah
dan jurusan yang diambilnya. Dia bernama Rahman, mahasiswa semester 6
ilmu komunikasi UIN Alaudin Makassar. Obrolan kami berlangsung sekitar
10 menit.

Minggu 3

Pekan 3 saya berbicara dengan penjual bakso keliling yang


kebetulan lewat didepan rumah saya. Pertama saya memanggilnya untuk
membeli dagangannya, kemudian saya melanjutkan obrolan dengan
menanyakan daerah asalnya dan mengapa dia memilih berjualan
dimakassar. Penjual bakso tersebut bernama Mas Purwo, dari Lamongan
Jawa Timur. Dia berdagang bakso dimakassar karena mengaku sulit
mendapat pekerjaan didaerah asalnya.
Minggu 4

Pekan 4 saya berbicara pada sekelompok orang di car freeday di


jalan Sudirman. Awalnya saya sedikit ragu dan malu untuk memulai
percakapan. Saya kemudian memberanikan diri untuk memulai percakapan.
Orang-orang tersebut tergabung dalam sebuah komunitas ‘lingkar ganja
nasional’. Mereka berfokus pada perjuangan untuk melegalisasi ganja dan
mensosialisasikan manfaat ganja bagi penyembuhan kanker. Saya
mengembangkan pecakapan dengan menanyai mereka mengenai kegiatan
dan program kerja dari komunitas tersebut. Hanya beberapa orang yang
menjawab pertanyaan yang saya berikan. Tapi secara keseluruhan, saya
sangat menikmati obrolan dan candaan mereka.

5. SHOFY AFLIYA ASHAR

Minggu 1

Pekan 1 saya memulai dengan berkenalan dengan orang baru yang


berada disamping saya saat menunggu yang memboncengnya mengisi
bensin. Ria seorang cewek bernama ria.

Minggu 2

Pekan 2 ini saya harus memulai berbicara dengan orang yang tidak
kenali, saya berkenalan dengan seorang cewek yang bernama

Minggu ketiga

Minggu ketiga ini saya masih melakukan program seperti minggu


kedua untuk melatih saya tidak gugup dan canggung saat memulai
pembicaraan deluan.

Minggu 4

Minggu keempat ini setelah dua minggu lalu saya melakukan


program berkenalan dan memulai mengobrol dengan orang baru pada
minggu ini saya melakukan program yaitu berbicara didepan suatu
kelompok. Saya mencoba berbicara di depan beberapa maba dengan
mencoba sharing tentang apa yang telah saya dapatkan di mata kuliah
ini.

6. MUH FAIS A YH

Minggu 1

Pekan pertama setelah melakukan pertemuan saya mulai menentukan


program untuk mengatasi kesulitan dengan melakukan pembicaraan dengan
orang asing.

Minggu 2

Minggu ini saya masih merasa canggung untuk berbicara dengan oranglain
namun pikiran negatif sudah bisa berkurang karena ternyata berbicara dengan
orang lain tidak selalu berakhir negatif.

Minggu 3

Pekan ini saya bertemu banyak orang baru. Rabu ini saya keluar untuk pergi
nongkrong bersama teman dan memperkenalkan dengan temannya. Awalnya
saya berusaha untuk memulai pembicaraan namun masih ragu ketika dia mulai
berbicara saya pun menanggapi dan ternyata menyenangkan.

Minggu 4

Senin ini saya masih belum bisa memulai untuk berbicara namun pikiran
negatif sudah hilang hampir sepenuhnya. Namun ketika berada di keramaian
masih terasa sangat canggung walaupun tak secanggung sebelumnya.

7. IFFAH ALKHAIRIYYAH. B
a. Minggu 1
Pada pekan pertama saya diharuskan untuk presentasi dengan tema
yang telah ditentukan di depan kelas. Karena pada minggu ini adalah
jadwal kelompok saya untuk presentasi, maka saya menjadikan
kesempatan ini untuk memulai program saya.
b. Minggu 2
Pada pekan kedua saya tidak memiliki jadwal untuk presentasi dikelas.
Maka saya melakukan presentasi di depan teman-teman sekelompok saya
ketika melakukan diskusi kelompok dengan mengangkat tema tugas kami.
c. Minggu 3
Pada pekan ketiga saya mencoba untuk melakukan public speaking di
depan orang yang tidak saya kenal. Saya memilih untuk melakukan public
speaking di depan anggota komunitas sepupu saya dengan tema yang telah
disiapkan.
d. Minggu 4
Pada pekan keempat saya kembali mencari komunitas untuk mencoba
melakukan public speaking. Saya menemukan komunitas yang dimasuki
oleh salah satu teman saya dan melakukan public speaking di depan
beberapa anggota komunitas tersebut.

8. MUH FADEL MUHARRAM


a. Minggu 1
Kebetulan pada minggu pertama program yang saya lakukan, yaitu public
speaking saya mendapatkan kesempatan berbicara menjadi pemateri
kelompok pada mata kuliah dewasa dan lansia. Ketika membawa materi,
saya masih merasa malu untuk melihat teman saya dan lebih banyak
berbicara menghadap ke dosen hingga materi yang saya bawakan selesai.
b. Minggu 2
Pada minggu ini, saya naik berbicara lagi di mata kuliah Psikometri lanjut
kareba ditunjuk teman. Kebetulan pada hari itu sudah banyak orang yang
naik sebelum saya dan hanya menceritakan tentang tugas yang dilakukan
selama satu minggu terakhir, jadi saya merasa sedikit tenang, tidak
canggung dan santai ketika berbicara di depan 2 kelas lagi tanpa rasa malu
dan takut.
c. Minggu 3
Pada minggu ini, saya naik berbicara lagi di mata kuliah Psikometri lanjut
kareba ditunjuk teman. Kebetulan pada hari itu sudah banyak orang yang
naik sebelum saya dan hanya menceritakan tentang tugas yang dilakukan
selama satu minggu terakhir, jadi saya merasa sedikit tenang, tidak
canggung dan santai ketika berbicara di depan 2 kelas lagi tanpa rasa malu
dan takut.
d. Minggu 4
Kebetulan lagi pada minggu ke 4, saya naik menjelaskan beberapa hal pada
mata kuliah psikologi klinis. Disini saya merasa sedikit santai karena
didalam kelas hanya berada sekitar 20an orang dan materi yang dijelaskan
tdk terlalu berat sehingga saya merasa santai dan tidak gugup maupun malu
dan takut lagi

D. PEMBAHASAN

1. SITI AULIYANA G.K

Bagi saya pribadi karena tugas ini saya kembali bisa akrab dengan

teman-teman SMA dan saya menemukan cara untuk bagaimana

mempertahankan pertemanan. Ternyata tidak terlalu sulit yang penting

berusaha dan membuka diri.Penting bagi saya untuk mengelola emosi

dan meningkatkan lagi rasa peduli agar bisa konsisten dalam

pertemanan.

2. IRWAN WIDIYANTO

Setelah melaksanakan program selama 4 minggu saya mulai merasa

percaya diri untuk memulai berbicara dengan orang baru. Saya tidak lagi

ragu untuk mengajak bicara ataupun menghindar dari orang lain

3. MUH FERRY SAPUTRO


Setelah melaksanakan program selama 4 minggu, saya mulai merasa

percaya diri dan berani dalam memulai suatu pembicaraan dengan orang
lain. Saya merasa rasa ragu untuk mengajak bicara orang lain,

khususnya orang baru sudah mulai berkurang.

4. ANDI SYARWAN ALKADERI

Program pengembangan diri yang telah dilaksanakan sangat

membantu diri saya dalam berkomunikasi dan meningkatkan social skill

saya pribadi. Memulai pembicaraan dan berinteraksi dengan orang lain

membuat saya menjadi lebih percaya diri setelahnya.

5. SHOFY AFLIYA ASHAR


Setelah melakukan program selama 4 minggu saya sudah merasa
sedikit bisa untuk memulai pembicaraan dengan orang baru dan
berbicara didepan umum dengan tidak gugup dan gemetar.
6. MUH FAIS A YH
Dalam program ini selama 4 pekan saya merasa perubahan yang
signifikan sehingga saya sudah bisa mengurangi pikiran negatif walaupun
masih terasa canggung ketika bertemu orang baru.
7. IFFAH ALKHARIYAH
Setelah menjalaani program selama 4 minggu, saya mulai merasakan
sedikit perubahan, seperti merasa sedikit lebih tenang dalam presentasi dari
sebelumnya dan tidak terlalu menghiraukan persepsi orang lain terhadap
saya ketika melakukan presentasi dibandingkan sebelumnya
8. MUH FADEL MUHARRAM
Setelah menjalani program selama 4 minggu, saya merasa sdh bisa
untuk berbicara didepan kelas dengan maksimal 2 kelas
E. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Program ini berjalan dengan sangat baik karena dilakukan secara
berkelompok dengan menerima segala pendapat dari rekan-rekan sehingga
pengembangan diri bisa berjalan optimal.
2. saran
Sebaiknya dalam program ini dilakukan secara konsisten dan semoga
kedepannya program ini dapat digunakan oleh pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

Hosteter, C., & Miller, D. 2000. Teaching Skill for Life. Special Eductor, 20, 5-10
Maharani, L. 2016.Hubungan Self-awareness dengan Kedisiplinan Peserta Didik
Kelas VIII Di SMP Wiyatama Bandar Lampung.Jurnal Bimbingan dan
Konseling Vol 3. (1). ISSN 2355-8539.
Michelson, L., Sugai, D. P., Wood, R. P., & Kazdin, A. E. 2013.Social Skill
Assesment and Training With Children: An Empirically Based Handbook.
Springer Science & Business Media.
Romlah, T. 2006. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas
Negri Malang
Salkind , N. J. 2006. Ecological Theory. NJ Salkind, Encyclopedia Human
Development, 438-440