Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM MANAJEMEN RESIKO

FASILITAS DAN LINGKUNGAN


RUMAH SAKIT ISLAM GIGI DAN MULUT SULTAN AGUNG

RSIGM SULTAN AGUNG SEMARANG


JL. RAYA KALIGAWE KM 4 SEMARANG 50112 TELP. (024) 6581803
email : rsigm@unissula.ac.id web : rsigm.unissula.ac.id

2019
KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM GIGI DAN MULUT SULTAN AGUNG
Nomor : 162/E/MFK/RSIGM-SA/XII/2018

TENTANG
PROGRAM MANAJEMEN RESIKO FASILITAS DAN LINGKUNGAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM GIGI DAN MULUT SULTAN AGUNG;

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung perlu
menyusun Program Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan
untuk menjaga keselamatan pasien, keluarga, staf maupun
pengunjung yang berada di sekitar rumah sakit umum daerah lahat.
Selain itu program yang telah dibuat harus ditinjau dan diperbaharui
sekurang-kurangnya satu tahun sekali;
b. Sehubungan hal tersebut di atas perlu ditetapkan Program
Manajemen Resiko Fasilitas di RSIGM Sultan Agung dengan
keputusan direktur RSIGM Sultan Agung.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;


2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pengelolaan
Limbah Radiologi;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 755/Menkes/Per/VI/2002
tentang Penyelenggaraan Komite Medik di RumahSakit;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1204/Menkes/Per/IX/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 / Menkes / Per / VIII /
2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
9. STATUTA UNISSULA tahun 2011.
MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

Kesatu : Keputusan Direktur RSIGM Sultan Agung Tentang Program


Manajemen Resiko Fasilitas Dan Lingkungan Rumah Sakit Islam Gigi
Dan Mulut Sultan Agung;
Kedua : Program Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan Di Rumah Sakit
Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung sebagaimana dimaksud dalam
diktum kesatu, tercantum dalam lampiran keputusan ini;
Ketiga : Program Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan Di Rumah Sakit
ini dapat dilakukan perubahan sekurang-kurangnya setahun sekali
sesuai dengan perkembangan yang ada;
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan
sebagaiman mestinya.

Ditetapkan di : Semarang
Pada Tanggal : 10 Desember 2018

Direktur

drg. H. Benni Benyamin, M. Biotech


NIK. 211008002
DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 5
II. LATAR BELAKANG ...................................................................................................................... 5
III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS ............................................................................... 7
A. Tujuan Umum .....................................................................................................................7
B. Tujuan Khusus ....................................................................................................................7
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN .................................................................. 7
A. Keselamatan dan kemanan ..................................................................................................7
B. Bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbahnya ............................................................8
C. Penanggulangan bencana (emergency) ...............................................................................8
D. Proteksi Kebakaran (fire Safety) .........................................................................................8
E. Peralatan medis ...................................................................................................................9
F. Sistem penunjang utilitas ....................................................................................................9
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN .................................................................................... 9
VI. SASARAN ....................................................................................................................................... 10
A. Keselamatan dan keamanan ..............................................................................................10
B. Bahan berbahaya dan beracun (B3) ..................................................................................10
C. Penanggulangan bencana (emergensi) ..............................................................................10
D. Proteksi kebakaran (fire safety) ........................................................................................10
E. Peralatan Medis .................................................................................................................11
F. Sistem Penunjang Utilitas .................................................................................................11
VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN ................................................................................. 11
A. Keselamatan dan keamanan ..............................................................................................11
B. Bahan berbahaya dan beracun (B3) ..................................................................................12
C. Penanggulangan Bencana..................................................................................................13
D. Proteksi Kebakaran ...........................................................................................................14
E. Peralatan Medis .................................................................................................................15
F. Sistem Penunjang (Utilitas) ..............................................................................................15
VIII. EVALUASI DAN PELAPORAN .............................................................................................. 16
IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN .......................................... 16
X. PENUTUP ........................................................................................................................................ 17

4
Lampiran : Keputusan Direktur RSIGM Sultan Agung
Nomor : 162/E/MFK/RSIGM-SA/XII/2018
Tanggal : 10 Desember 2018

I. PENDAHULUAN
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari
sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyenggaraan upaya
kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai karakteristik
dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat
keilmuannya masing-masing berinteraksi dan bersinergi satusama lain. Ilmu pengetahuan
dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus diikuti oleh tenaga
kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu, membuat semakin
kompleksnya permasalahan dalam rumah sakit. Rumah Sakit harus mampu memberikan
pelayanan pasien yang lebih aman. Termasuk di dalamnya asesmenrisiko, identifikasi, dan
manajemen risiko terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan untuk
belajar dan menindak lanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk mengurangi serta
meminimalisir timbulnya risiko. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
maka keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan harus mencukupi. Di samping ketersediaan
fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup, kualitas lingkungan juga merupakan hal yang
penting dalam pencapaian derajat kesehatan. Rumah Sakit sebagai tempat kerja harus
mengupayakan kesehatan dan keselamatan kerja pegawainya. Di sisi lain Rumah Sakit
harus memenuhi persyaratanlokasi, bangunan, prasarana, sumberdayamanusia, kefarmasian,
danperalatan (UU No. 44 Tahun 2009, psl 7 ayat 1).

II. LATAR BELAKANG


BismIlahirrahmanirrohim
Sungguh Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
(Q.S. At Tin[95]: 4) dengan tujuan utama untukmengabdi kepada-Nya (Q.S. Adz
Dzaariyat [51]: 56) dalam kedudukan yang sangat mulia sebagai Khalifah Allah di dunia
(Q.S. Al Baqarah [2]: 30) dan sebagai pemakmur bumi Allah (Q.S. Hud [11]: 60). Dalam
rangka mewujudkan tujuan dan fungsi di atas, manusia dibekali pedoman utama berupa
agama Islam yang sempurna (Q.S. Al Maidah [5]: 3), ilmu yang luas dan tubuh yang
perkasa (Q.S Al Baqarah [2]: 247). Manusia dijanjikan Allah akan diangkat derajatnya
lebih tinggi jika memiliki iman dan memiliki ilmu pengetahuan (Q.S. Al Mujaadalah [58]:
11), serta melaksanakannya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah
Muhammad SAW
Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBW-SA) sebagai satu lembaga yang lahir
di tengah momentum kemerdekaan dan semangat perjuangan serta didirikan atas dasar

5
nilai-nilai Islam merasa terpanggil untuk berpartisipasi aktif dalam menunjang program
pemerintah di bidang peningkatan pendidikan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan
sosial sebagai sarana dakwah. Berpijak pada landasan di atas, YBW-SA berkomitmen
untuk mendirikan Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung (RSIGM-SA) agar
dapat melaksanakan fungsinya sebagai tempat pelayanan kesehatan gigi dan mulut juga
sebagai tempat pendidikan untuk menghasilkan generasi khaira ummah dalam lingkungan
budaya akademik Islami. Gedung RSIGM Sultan Agung terdiri atas 5 lantai terletak di
Jalan Raya Kaligawe Km 4 Semarang,Secara geografis RSIGM Sultan Agung terletak di
Semarang bagian utara bersebelahan dengan wilayah Kabupaten Demak, Kabupaten
Kudus serta Kabupaten Jepara sehingga pasien yang datang tidak hanya dari wilayah
Semarang saja namun juga dari daerah disekitar Semarang tersebut. Rumah Sakit Islam
Gigi dan Mulut Sultan Agung (RSIGM SA) adalah milik Yayasan Badan Wakaf Sultan
Agung (YBWSA) dengan tata kelola di bawah Universitas Islam Sultan Agung
(UNISSULA), dengan Visi RSIGM Sultan Agung adalah Rumah Sakit Islam Gigi dan
Mulut Sultan Agung terkemuka dalam pelayanankesehatan gigi dan mulut, pelayanan
pendidikan membangun generasi khaira ummah dan pengembangkan peradaban Islam
menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah. Adapun Misi RSIGM Sultan Agung
adalah :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut mulai dari tingkat dasar
sampai spesialistik atas dasar nila-nilai Islam.
2. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, berbasis evidence based dentistry dalam
rangka membangun generasi khaira ummah.
3. Mengembangkan peradaban Islam dalam bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut
menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah.
4. Mengembangkan pusat informasi masyarakat tentang perkembangan kesehatan gigi
dan mulut sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai institusi kesehatan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, RSIGM Sultan
Agung wajib memenuhi ketentuan/ peraturan perundang -undangan yang berlaku dan secara
operasional dituangkan dalam berbagai kebijakan umum tentang program kegiatan disetiap
unit pelayanan maupun unit terkait. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) sebagai
salah satu standar yang turut dinilai dalam Akreditasi Rumah Sakit mempunyai kontribusi
yang cukup menentukan status akreditasi. Oleh karena itu Standar Manajeman Fasilitas dan
Keselamatan (MFK) harus diupayakan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Apabila
syarat-syarat tersebut dapat terpenuhi, diharapkan akan menghindarkan rumah sakit dari
risiko-risiko yang tidak diinginkan.
Agar tercipta standar Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan yang terpadu dan
dan berkesinambungan maka perlu disusun suatu Program Manajemen Risiko Fasilitas dan
Lingkungan RSIGM Sultan Agung yang dituangkan dalam satu naskah, yang memuat

6
program manajemen risiko keselamatan dan keamanan, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
dan limbahnya, penanggulangan bencana (emergency), proteksi kebakaran (fire safety),
peralatan medis dan sistem penunjang (utility).

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


Adapun maksud dari penyusunan naskah ini adalah sebagai pedoman yang dapat
digunakan dalam proses pengelolaan risiko fasilitas dan lingkungan yang dapat terjadi pada
pasien, keluarga, pengunjung dan staf. Dengan tujuan sebagai berikut:

A. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penyusunan Program Manajemen Risiko Fasilitas dan
Lingkungan ini adalah sebagai dasar untuk memberikan pedoman kepada anggota
RSIGM Sultan Agung khususnya petugas yang berhubungan dengan Fasilitas dan
Lingkungan RSIGM Sultan Agung.

B. Tujuan Khusus
1. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja pegawai di semua unit kerja
ketingkat setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun kesejahteraan sosialnya.
2. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada petugas berupa kecelakaan dan
penyakit akibat kerja yang diakibatkan oleh keadaan /kondisi lingkungan kerjanya
3. Memberikan perlindungan bagi petugas di dalam pekerjaannya dari kemungkinan
bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan
4. Dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan fisik dan psikis pekerjanya

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan dalam program Manajemen Risiko ini antara lain :
A. Keselamatan dan kemanan
1. Identifikasi area beresiko keamanan dan keselamatan di RSIGM Sultan Agung.
2. Pemasangan CCTV dan menempatkan satpam diarea yang berisiko keamanan dan
keselamatannya.
3. Pemberian identitas pada semua staf, pengunjung, pedagang/ vendor dengan
memasang badge name sementara atau tetap atau dengan cara identifikasi lain.
4. Melakukan asessment resiko keamanan dan keselamatan selama setiap ada
pembangunan dan renovasi.
5. Pemeriksaan fasilitas fisik secara komprehensif (mencatat semua perabot yang tajam
dan rusak, fasilitas yang perlu diperbaiki dll).
6. Penganggaran untuk mengganti system perbaikan fasilitas yang rusak.

7
7. Pencatatan dan pelaporan insiden/cidera akibat fasilitas yang tidak memberikan
keamanan dan keselamatan.
8. Monitoring kepatuhan unit independent (penyewa lahan) terhadap keselamatan dan
keamanan.
9. Pelaporan dan pelaksanaan kegiatan dan rencana tindak lanjut.
10. Edukasi staf terkait dengan keselamatan dan keamanan.
11. Perbaikan fasilitas yang berisiko menimbulkan cidera.
12. Monitoring pelaksanaan program perbaikan fasilitas.

B. Bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbahnya


1. Inventarisasi B3 dan limbahnya yang meliputi jenis, jumlah, dan lokasi;
2. Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 dan limbahnya;
3. Monitoring penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan,
prosedur bila terjadi tumpahan, atau paparan/pajanan;
4. Pemberian label/rambu-rambu yang tepat pada B3 dan limbahnya;
5. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan,eksposur(terpapar), dan insiden lainnya;
6. Dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan peraturan lainnya;
7. Pengadaan/pembelian B3, pemasok (supplier) wajib melampirkan Material Safety
Data Sheet / lembar data pengaman (MSDS/LDP)

C. Penanggulangan bencana (emergency)


1. Menentukan jenis, kemungkinan terjadi dan konsekuensi bahaya, ancaman dan
kejadian
2. Menentukan integritas struktural di lingkungan pelayanan pasien yang ada dan bila
terjadi bencana
3. Menentukan peran rumah sakit dalam peristiwa/kejadian tersebut
4. Menentukan strategi komunikasi pada waktu kejadian
5. Mengelola sumber daya selama kejadian, termasuk sumber-sumber alternatif
6. Mengelola kegiatan klinis selama kejadian, termasuk tempat pelayanan alternatif pada
waktu kejadian
7. Mengidentifikasi dan penetapan peran dan tanggung jawab staf selama kejadian
8. Mengelola keadaan darurat ketika terjadi konflik antara tanggung jawab pribadi staf
dengan tanggung jawab rumah sakit untuk tetap menyediakan pelayanan pasien.
9. Membuat ruang dekontaminasi di IGD sesuai dengan peraturan perundang undangan

D. Proteksi Kebakaran (fire Safety)


1. Mengidentifikasi tekanan dan risiko lainnya di kamar operasi

8
2. Mengidentifikasi sistem pemisahan (pengisolasian) dan kompartemenisasi
pengendalian api dan asap
3. Mengidentifikasi daerah berbahaya (dan ruang di atas langit-langit di seluruh area)
seperti kamar linen kotor, tempat pengumpulan sampah, ruang penyimpanan tabung
oksigen
4. Mengidentifikasi sarana evakuasi
5. Melakukan monitoring di pantry yang berproduksi dan peralatan masak
6. Mengidentifikasi proteksi kebakaran di tempat penyimpanan linen
7. Mengidentifikasi sistem tenaga listrik darurat
8. Mengidentifikasi proteksi kebakaran di area gas medis dan komponen sistem vakum

E. Peralatan medis
1. Melakukan inventarisasi peralatan medis yang meliputi peralatan medis yang dimilik
oleh RS, peralatan medis kerja sama operasional (KSO) milik pihak lain
2. Melakukan pemeriksaan peralatan medis secara teratur
3. Melakukan uji fungsi peralatan medis sesuai penggunaan dan ketentuan pabrik
4. Melaksanakan pemeliharaan preventif dan kalibrasi

F. Sistem penunjang utilitas


1. Menjaga ketersediaan air dan listrik 24 jam setiap hari dan dalam waktu tujuh hari
dalam seminggu secara terus menerus.
2. Membuat daftar inventaris komponen-komponen sistem utilitas dan memetakan
pendistribusiannya dan melakukan update secara berkala.
3. Melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan serta perbaikan semua komponen utilitas
yang ada di daftar inventaris.
4. Membuat jadwal pemeriksaan, testing, pemeliharaan semua sistem utilitas berdasar
kriteria seperti rekomendasi dari pabrik, tingkat risiko dan pengalaman rumah sakit.
5. Pelabelan pada tuas-tuas kontrol sistem utilitas untuk membantu pemadaman darurat
secara keseluruhan atau sebagian
6. Komponen listrik yang digunakan rumah sakit sesuai dengan standar dan peraturan
perundang - undangan

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan program Manajemen Risiko antara lain :
A. Fokus area kegiatan pokja MFK yaitu keselamatan dan kemanan, bahan berbahaya dan
beracun (B3) dan Limbah, Penanggulangan Bencana (Emergensi) proteksi kebakaran
(fire safety), Peralatan Medis, Sistem Utilitas.
B. Setiap tim menyusun program kerja dan kegiatan

9
C. Setiap tim merencanakan masing masing kegiatan melalui diklat atau inhouse training,
sosialisasi, implementasi, evaluasi untuk perbaikan. Mengikut sertakan SDM RSIGM
Sultan Agung pada kegiatan seminar, workshop, lokakarya nasional.
D. Melakukan training atau penyelanggaraan dari evakuasi untuk perbaikan kemudian
dikerjakan ulang dan dibuat kesimpulan.

VI. SASARAN
Sasaran program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan meliputi:
A. Keselamatan dan keamanan
Memberi jaminan bahwa gedung properti, teknologi medik dan informasi,
peralatan serta sistem tidak berpotensi mendatangkan resiko terhadap pasien, keluarga ,
staf dan pengunjung

B. Bahan berbahaya dan beracun (B3)


Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang digunakan di rumah sakit bermacam
karakteristiknya dimana bahan tersebut beresiko menyebabkan kecelakaan dan bahaya
bagi pengguna dan lingkungannya. Untuk itu perlu dibuat program pengelolaan B3 agar
resiko-resiko tersebut dapat diminimalisasi. Dalam program tersebut harus
mencantumkan pemberian penjelasan tentangan caman/ bahaya yang dapat ditimbulkan
oleh bahan B3, cara penanganan /penanggulangannya bila terjadi kecelakaan atau
keracunan.

C. Penanggulangan bencana (emergensi)


Program kesiapan menghadapi bencana (disaster) adalah program yang
menitikberatkan pada program hazard control untuk mencegah bahaya sebelum bencana
terjadi, sehingga kewaspadaan bencana dan keselamatan di RSIGM Sultan Agung dapat
ditanggulangi dengan baik

D. Proteksi kebakaran (fire safety)


Seluruh area RSIGM Sultan Agung teridentifikasi dari resiko bahaya kebakaran,
Pemeliharaan sistem deteksi kebakaran (Smoke Detector) terlaksana setiap Triwulan. Uji
fungsi sistem deteksi kebakaran (Smoke Detector) terlaksana setiap Semester.
Seluruh apar di RSIGM Sultan Agung memenuhi syarat dan siap pakai. Pelatihan
dan simulasi tentang pengendalian kebakaran kepada 75% karyawan dan vendor RSIGM
Sultan Agung, Seluruh area RS terpasang petunjuk dan rambu-rambu jalur evakuasi.

10
E. Peralatan Medis
Pemeliharaan peralatan kesehatan adalah suatu upaya yang dilakukan agar
peralatan kesehatan selalu dalam kondisi layak pakai, dapat difungsikan dengan baik dan
menjamin usia pakai lebih lama. Dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan kesehatan
terdapat dua kriteria pemeliharaan.

F. Sistem Penunjang Utilitas


Program sistem penunjang (utilitas) adalah suatu kegiatan perawatan rutin yang
dilakukan terhadap semua aspek utilitas, baik pemeliharaan yang dilakukan oleh user,
tehnisi maupun rekanan rumah sakit. Dalam pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan
mengacu kepada aspek-aspek bahan dan fungsi pelayanannya serta prosedur yang telah
ditetapkan

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Program Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan
RSIGM Sultan Agung antara lain :

A. Keselamatan dan keamanan


BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Identifikasi area beresiko
1 keamanan dan keselamatan di
RSIGM Sultan Agung.
Pemasangan CCTV dan
menempatkan satpam diarea yang
2
berisiko keamanan dan
keselamatannya.
Pemberian identitas pada semua
staf, pengunjung,
pedagang/vendor dengan
3
memasang badge name sementara
atau tetap atau dengan cara
identifikasi lain.
Melakukan asessment resiko
keamanan dan keselamatan
4
selama setiap ada pembangunan
dan renovasi.
5 Pemeriksaan fasilitas fisik secara

11
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
komprehensif (mencatat semua
perabot yang tajam dan rusak,
fasilitas yang perlu
diperbaiki,dll).
Penganggaran untuk mengganti
6 system perbaikan fasilitas yang
rusak.
Pencatatan dan pelaporan
insiden/cidera akibat fasilitas
7
yang tidak memberikan keamanan
dan keselamatan.
Monitoring kepatuhan unit
independent (penyewa lahan)
8
terhadap keselamatan dan
keamanan.
Pelaporan dan pelaksanaan
9 kegiatan dan rencana tindak
lanjut.
Edukasi staf terkait dengan
10
keselamatan dan keamanan.
Perbaikan fasilitas yang berisiko
11
menimbulkan cidera.
Monitoring pelaksanaan program
12
perbaikan fasilitas.

B. Bahan berbahaya dan beracun (B3)


BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Inventarisasi B3 dan limbahnya
1 yang meliputi jenis, jumlah, dan
lokasi;
Penanganan, penyimpanan, dan
2
penggunaan B3 dan limbahnya;
Monitoring penggunaan alat
3 pelindung diri (APD) dan
prosedur penggunaan, prosedur

12
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
bila terjadi tumpahan, atau
paparan/pajanan;
Pemberian label/rambu-rambu
4 yang tepat pada B3 dan
limbahnya;
Pelaporan dan investigasi dari
5 tumpahan,eksposur(terpapar), dan
insiden lainnya;
Dokumentasi, termasuk izin,
6 lisensi, atau persyaratan peraturan
lainnya;
Pengadaan/pembelian B3,
pemasok (supplier) wajib
7 melampirkan Material Safety
Data Sheet / lembar data
pengaman (MSDS/LDP)
8 Menyusun rencana pelatihan B3
9 Inventaris pembelian APD

C. Penanggulangan Bencana
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Menentukan jenis, kemungkinan
1 terjadi dan konsekuensi bahaya,
ancaman dan kejadian
Menentukan integritas struktural
2 di lingkungan pelayanan pasien
yang ada dan bila terjadi bencana
Menentukan peran rumah sakit
3
dalam peristiwa/kejadian tersebut
Menentukan strategi komunikasi
4
pada waktu kejadian
Mengelola sumber daya selama
5 kejadian, termasuk sumber-
sumber alternatif

13
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Mengelola kegiatan klinis selama
kejadian, termasuk tempat
6
pelayanan alternatif pada waktu
kejadian
Mengidentifikasi dan penetapan
7 peran dan tanggung jawab staf
selama kejadian
Mengelola keadaan darurat ketika
terjadi konflik antara tanggung
jawab pribadi staf dengan
8
tanggung jawab rumah sakit
untuk tetap menyediakan
pelayanan pasien.
Membuat ruang dekontaminasi di
9 IGD sesuai dengan peraturan
perundang undangan

D. Proteksi Kebakaran
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Mengidentifikasi tekanan resiko
1
dikamar operasi
Mengidentifikasi system
pemisahan (pengisolasian) dan
2
kompartemenisasi pengendalian
api dan asap
Mengidentifikasi daerah potensi
3
berbahaya kebakaran
4 Mengidentifikasi sarana evakuasi
Mengidentifikasi di daerah pantry
5 yang berproduksi dan peralatan
masak
Mengidentifikasi proteksi
6
kebakaran area linen
7 Mengidentifikasi system tenaga

14
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
listrik darurat dan peralatan
Mengidentifikasi proteksi
8 kebakaran di area gas medis dan
komponen system vakum

E. Peralatan Medis
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Melakukan inventaris peralatan
1
medis
Melakukan pemeriksaan peralatan
2
medis secara teratur
3 Melakukan kalibrasi
Memantau dan bertindak bila
4 terjadi insiden akibat peralatan
medis berbahaya (recall)
Melakukan uji fungsi peralatan
5 medis sesuai penggunaan dan
ketentuan pabrik

F. Sistem Penunjang (Utilitas)


BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Menjaga ketersediaan air dan
listrik 24 jam setiap hari dan
1
dalam waktu tujuh hari dalam
seminggu secara terus menerus.
Membuat daftar inventaris
komponen-komponen sistem
2 utilitas dan memetakan
pendistribusiannya dan
melakukan update secara berkala.
Melakukan pemeriksaan dan
3 pemeliharaan serta perbaikan
semua komponen utilitas yang

15
BULAN
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ada di daftar inventaris.
Membuat jadwal pemeriksaan,
testing, pemeliharaan semua
sistem utilitas berdasar kriteria
4
seperti rekomendasi dari pabrik,
tingkat risiko dan pengalaman
rumah sakit.
Pelabelan pada tuas-tuas kontrol
sistem utilitas untuk membantu
5
pemadaman darurat secara
keseluruhan atau sebagian
Komponen listrik yang digunakan
rumah sakit sesuai dengan standar
6
dan peraturan perundang -
undangan

VIII. EVALUASI DAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap semester

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


A. Pencatatan kegiatan dilakukan setiap bulan
B. Pelaporan kegiatan tahunan kegiatan program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan
dilaporkan kepada Direktur RSIGM Sultan Agung pada akhir program

16
X. PENUTUP
Demikian program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan RSIGM Sultan Agung dibuat,
sebagai acuan dalam melaksakan program manajemen resiko fasilitas dan lingkungan di
RSIGM Sultan Agung

Semarang, 10 Desember 2018


Mengetahui
Direktur RSIGM Sultan Agung Ketua K3RS

Drg. H. Benni Benyamin, M.Biotech Danang Sri Handoyo, S.Tr KepGi


NIK. 211008002 NIK. 110018598

17

Anda mungkin juga menyukai