Anda di halaman 1dari 72

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN

SURPAC VER 6.12


UNTUK PERHITUNGAN CADANGAN
Oleh:
TEAM EDP
NUR ISA HADIANTO
ARIF DARMAWAN
FEBRINAL

2010
Page |1

SURPAC STEPS:
1. Membuat database
2. Mengimport data excel ke dalam database dan menampilkannya
3. Membuat komposit dari file assay
4. Membuat file-file csv topo, top_ore dan bot_ore dari file composite.str
5. Mengimport 3 file csv tersebut menjadi 3 file string dan menampilkannya
6. Membuat kontur (topo, top and bottom ores) mempergunakan file-file string tersebut
7. Membuat DTM dari file string kontur
8. Pemisahan blok-blok DTM dengan memakai boundary (bila diperlukan pemisahan blok agar
lebih singkat dalam pembuatan blok model)
9. Pembuatan blok model dan menampilkannya
10. Membuat constraint/batasan orebody (.con files) untuk blockmodel mengunakan DTM files (top
dan bottom dtm files) kemudian menampilkannya
11. Mengisi attribut ke dalam block model
12. Estimasi
13. Colour model by attribute (display)
14. Estimation report

## MOHON KOREKSI BILA DITEMUKAN KESALAHAN ##

TERIMAKASIH

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |2

DATABASE
mengisi database (import
Membuat database menampilkan drilholes
data excel/csv)

COMPOSITE
membuat 3 file csv dari mengubah 3 file csv menjadi
pembuatan data komposit
komposit file string

KONTURING

membuat kontur dari file string

DTM

membuat DTM dari file string kontur pemisahan blok-blok DTM

BLOCK MODEL
membatasi blok
membuat blok mengisi blokmodel
membuat constraint model dengan
model, display dengan atribut
constraint

ESTIMATION

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |3

MEMULAI SURPAC

1. Copylah data (dalam bentuk excel/csv) ke satu folder agar mudah mengaksesnya.
(i.e: C:\Documents and Settings\All Users\Gemcom\Surpac\BLOCK XXX)
2. Start Surpac.

3. Klik kanan pada directory tempat kita meng-copy data-data kita dan pilih “set as work
directory”

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |4

PEMBUATAN DATABASE DAN PENGISIAN DATA

1. Klik Database  database  open/new


2. Isikan nama database yang akan dibuat  apply

3. Pilih database type-nya: paradox,  calculated  apply

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |5

PENAMBAHAN TABLE UNTUK DATABASE YANG DIBUAT

1. Tambahkan table “geology” dan “assay” dengan cara ketik pada kolom seperti dibawah, dan
tambahkan table dengan cara klik kanan di angka  add

2. Pada table collar tambahkan kolom baru untuk “hole_type” dengan valid entries TP(testpit), TC,
DH(drillhole) seperti dibawah.

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |6

3. Pada table geology tambahkan kolom “rock” dengan valid entry sesuai kode batuan. Contoh
diatas jenis batuannya adalah iron ore, laterit iron ore (IO, LIO, dll) sesuai tabel geology yang
dibuat di excel.

4. Pada tabel assay tambahkan kolom-kolom data hasil analisa.

5. Apply

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |7

PENGISIAN DATA KEDALAM DATABASE


1. Tahap ini merupakan tahap pengisian data kolom-kolom tersebut sesuai dengan data yang telah
disiapkan dalam bentuk *csv di excel. Klik database  import data

Tentukan nama format file-nya dan nama report file-nya  Apply  Apply lagi.

2. hilangkan tanda centang pada table “translation” dan “styles”

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |8

3. pilihlah field-field yang akan kita masukkan pada format database.

4. Centang perform overlapping sample, gunany auntuk mendeteksi apakah ada sample atau titik
yang dobel dengan nama yang sama. Ambil data sesuai tabel yang diminta  Apply

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


Page |9

5. Akan ditampilkan report pengisian database yang kita buat

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 10

MENAMPILKAN DRILLHOLES
Untuk Menampilkan drillhole, bisa dilakukan dengan dua cara.
1. Klik database  display  drillholes

2. Atau klik database di bagian bawah  display drilholes

10

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 11

3. Modifikasilah dengan menampilkan atau tidaknya kode, besar kecilnya huruf dan simbol dsb 
Apply

4. Apply lagi

5. Drillholes akan ditampilkan

11

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 12

PEMBUATAN DATA KOMPOSIT DAN PENGOLAHAN DATANYA


1. Klik database  composite  by grade constrain.
Maksudnya adalah kita akan membuat nilai komposit per lubang yang dibatasi (constraint =
batasan) berdasarkan data hasil analisa pada tabel assay

-Isikan Table name dengan “Assay”

-Isilah kolom field to be composited


dengan kategori analisa yang akan
dikompositkan seperti contoh
disamping.

Beri nama pada isian “location”, misal


“composite”

Apply

12

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 13

Apply lagi.

13

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 14

Langkah selanjutnya adalah pengolahan data komposit di Microsoft excel.


Kita akan membuat 3 file (format .csv) di Excel mempergunakan satu file sumber yaitu file composite
(format .str, yang dihasilkan oleh surpac).
3 file tersebut adalah “TOPO.csv”, “TOP_ORE.csv”, dan “BOT_ORE.csv”.
1. Bukalah windows explorer, browse ke file composit yang dihasilkan. File tersebut berupa file
“string” yang mempunyai extensi .str
2. Klik kanan dan seretlah file composit tersebut (contoh: composite.str) tersebut dan klik “copy
here” untuk membuat copy-nya. Kita akan mengedit file copy-nya tanpa mengganggu file aslinya
karena nantinya kita butuh file asli untuk pemrosesan data selanjutnya.
3. Buka file “copy of composite.str” tersebut menggunakan Microsoft excel.

4. Inilah file string yang terbuka di Excel, klik-lah kolom A.Kita akan mengubah file string ini
menjadi file csv.

14

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 15

5. Pada Excel, klik menu “Data” Text to column

6. maka akan muncul gambar seperti dibawah. Pilih delimited  next

7. Beri tanda centang pada “comma”  next

15

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 16

8. Klik “General”  Finish

9. Inilah hasilnya.

10. Berilah nama-nama header sesuai dengan urutan-urutannya, kemudian susun ulang menjadi:
RQD SG Fe_ Fe2O3 Al2O3 SiO2 TiO2 LOI K2O P2O5 CaO MnO SO3 thick Hole_ Depth Depth Z Top_ Bot_
tot id From To raw ore ore
Y X Z
Buat kolom tambahan untuk Z(raw data), Top_ore, dan Bot_Ore. 16

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 17

Sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini:

11. Isikan data Z(raw data) dari data Z pada data collar / Survey.csv
Buatlah rumus TOP_ORE = Z(raw data) – Depth_From dan
Buatlah rumus BOT_ORE = Z(raw data) – Depth_To

17

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 18

12. Buat data di sheet 2,3 dan 4


Rename dengan - TOPO yang akan diisi data Y X dan Z (raw data)
- TOP_ORE yang akan diisi data Y X dan TOP_ORE
- BOT_ORE yang akan diisi data Y X dan BOT_ORE

18

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 19

13. Pada sheet TOPO, isi dengan data Y, X, dan Z (raw data)
Copylah data YXZ ke sheet TOPO

14. Pada sheet TOP_ORE, isi dengan data Y, X, dan TOP_ORE


Copylah YX dan Top_Ore. Khusus untuk Top_Ore, cara untuk mem-paste nilai Top_ore tersebut
adalah:
Copy kolom Top_ore  klik ke kolom tujuan (sheet Top_Ore)  Klik kanan  Paste special 
pilih “Value”  OK

19

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 20

15. Pada sheet TOP_ORE, isi dengan data Y, X, dan BOT_ORE

Setelah selesai, save as (*csv) ke masing2 kategorinya, yaitu:


1. TOPO.csv
2. TOP_ORE.csv
3. BOT_ORE.csv
Perhatikan bahwa untuk men-save tiga sheet tersebut ke format .csv, diperlukan 3 kali save data
(karena .csv hanya men-save sheet yang aktif, tidak endukung adanya multi sheet dalam satu
file).

20

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 21

Data tersebut nantinya akan diubah menjadi data string didalam surpac.

21

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 22

MENGUBAH DATA CSV MENJADI STRING

1. Klik file – import – data from one file

2. Ambil data *.csv yang telah kita


buat di excel pada isian text file name
(mis: topo.csv)

Isikan nama string yang akan dibuat di


isian location
(mis: str_topo)

Centang kotak delimited dan isilah


dengan tanda koma

Apply
22

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 23

3. Isikan urutan masing masing kolom


sesuai data yang kita buat di excel
seperti gambar disamping yaitu
Y dengan kolom 1 ,
X dengan kolom 2,
Z atau top_ore atau bot_ore dengan
kolom 3.

Apply

4. Ulangi langkah langkah pembuatan file string tersebut untuk masing masing file TOPO, TOP_ORE
dan BOT_ORE.

23

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 24

5. Tampilkan data string tersebut dengan cara Dobel klik pada file string yang telah kita buat pada
langkah sebelumnya sehingga muncul gambar garis2 yang menghubungkan titik-titik.

24

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 25

PEMBUATAN KONTUR DARI DATA STRING


1. Setelah string ditampilkan, klik Surfaces  Contouring  begin contouring  apply  continue

25

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 26

2. Klik Surfaces  contouring  contouring area  define extent.


Klik calculate grid mesh size, maka step size-nya akan terisi secara otomatis.
 Apply

26

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 27

3. Setelah muncul window seperti dibawah, catat Y dan X dengan cara dibulatkan kebawah dan
extent dibulatkan keatas. Contoh disamping 9739199, 473299 dan extent-nya 5752, 5202. maka
catat pembulatannya adalah 9739100, 473200 dan extentnya 5800, 5300.
Hal ini dimaksudkan agar nantinya luasan blok model lebih luas sebelum di potong oleh
constraint  Apply

27

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 28

4. Klik surfaces  contouring  estimate grid values  by inverse distance.


Klik Apply

28

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 29

5. Isikan minimum dan maksimumnya  apply.


Klik apply lagi.

29

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 30

6. Klik conturing  contur grid  apply

maka akan muncul seperti dibawah.

30

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 31

7. Jika pakai interval maka akan secara otomatis, tetapi jika pakai range maka dapat diisi sebagai
berikut:
Cara pengisian contur range lihat pada minimum contur value, kemudian bulatkan dan isikan.

Contoh : Minimum = 16.017


Maksimum = 74.964
maka pengisian range adalah

Contur range = 10,80, (intervalnya)-------jadi 10,80,1.

Apply  Apply

31

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 32

8. Silakan dikustomisasi style daripada kontur sesuai dengan yang kita inginkan.
Apply  yes

32

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 33

9. Kontur akan ditampilkan. Save-lah kontur tersebut apply

10. Buat kontur untuk TOPO – TOP_ORE – dan BOT_ORE dengan cara diatas.

33

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 34

PEMBUATAN DTM (DISTANCE TERRAIN MODEL)


DARI DATA STRING BERBENTUK KONTUR

1. Klik surface  DTM file function  Create DTM from string file

Maka akan muncul sebagai berikut.

2. Panggil file kontur yang akan kita buat


DTMnya  Apply

34

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 35

Pada kasus yang dialami penulis, terjadi error. Setelah membaca eror report-nya, ternyata
terjadi perpotongan garis kontur. Maka kita perlu mengoreksi perpotongan tersebut dengan
cara mengikuti petunjuk dari error report tersebut.

3. Klik edit  layer  clean

4. Pilih “cross-overs” , kemudian ubahlah warna


Marker/penanda dengan warna yang kontras
Terhadap Warna kontur/background
Sehingga akan lebih mudah terlihat.

 apply

35

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 36

Maka akan diperlihatkan marker-marker di tempat terjadinya perpotongan/cross-overs.

5. sekarang kita akan memindahkan/menggeser garis kontur yang berpotongan dengan cara klik
Edit  point  move

geserlah garis yang berpotongan dengan mengklik dan seret garis tersebut.

36

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 37

Jangan lupa save file-nya, kemudian ulangi proses pembuatan DTM-nya.

Report akan ditampilkan ketika


proses pembuatan DTM selesai.

Buat masing masing DTMnya


dari masing masing file kontur.
(Topo, Top_ore, dan Bot_ore)

37

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 38

PEMBUATAN DTM (DISTANCE TERRAIN MODEL)


UNTUK PEMISAHAN BLOK PER BLOK

Display  point  markers


Apply 2 kali

Maka tampilan akan


berubah seperti ini.

Menunjukkan titik2
yang mengumpul
membentuk suatu
kelompok dan bisa
dipisahkan dengan
kelompok lain.

38

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 39

Pada kolom layer  klik dan buat layer baru untuk membuat boundary dari kumpulan titik yang bias
dipisahkan menjadi satu bagian sub-blok

Apply

39

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 40

1 2 3 4

Tool untuk mendigitasi boundary

1. Digitise point at cursor location


Untuk membuat garis berdasar lokasi kursor (untuk bias pas ke titik, aktifkan snap-nya)
2. Select a point to digitize
Untuk membuat garis berdasar titik terdekat (klik di dekat titik maka akan otomatis snap ke titik
tersebut)
3. Close the current segment
Untuk mengakhiri digitasi setelah terbentuk suatu boundary
4. Start new segment for digitizing
Untuk memulai proses digitasi baru 40

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 41

Close  Save

41

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 42

MENGHITUNG CADANGAN DENGAN BLOCK MODEL

1. Klik Block model  New/Open

2. Isikan nama blok yang kita inginkan  Apply  Apply

42

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 43

3. Origin coordinates/ Extent diisi dengan nilai sewaktu membuat kontur


Extent untuk Z dapat diisi angka 100 agar areanya luas, sehingga mudah untuk dibatasai dengan
constrain nilai Z dengan rentang 0-100.
User block size diisi dengan berapa luas area pengaruh yang kita inginkan.
Nilai Z pada kolom ini maksudnya adalah berapa tebal blok area pengaruhnya.
Sub-blok  None

Apply

43

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 44

4. Muncul Model Confirmation  Create Model

5. Klik block model  display. (untuk memunculkan blok modelnya)

44

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 45

6. Pilih blocks Apply

7. Block model akan ditampilkan

8. Jangan lupa di save.

45

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 46

9. Setelah muncul blok model maka langkah selanjutnya adalah membuat batasan untuk blok
model tersebut atau dalam surpac disebut CONSTRAINT.
Batasan yang akan kita buat yaitu batasan untuk tubuh dari ore atau OREBODY.
Cara membuat constraint:
Klik Block model  constraint  New constraint file,

maka akan muncul window seperti dibawah ini.


10. Pilih constraint type dengan DTM.
Panggil data DTM kontur BOT_ORE yang telah kita buat dan centang above.
 Klik ADD maka akan masuk pada data disebelah kanan.

46

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 47

11. Panggil juga data DTM untuk TOP_ORE, tetapi matikan centangan above untuk membatasi
orebodynya.

12. Constrain combination diketik dengan “a and b” agar surpac mengkombinasikan data diatas
Bottom dan dibawah Top_ore.
13. Beri nama orebody-nya dan klik Apply

47

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 48

14. Langkah selanjutnya yaitu membatasi blokmodel dengan batasan constrain yang telah kita buat.
Klik block model  constraint  New graphical constraint

15. Constraint type pilih constraint. Abil file orebody yang telah kita buat dan klik ADD.
Apply.

48

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 49

16. Maka akan muncul gambar blokmodel yang telah terpotong potong sesuai dengan batasan
constraint yang telah kita buat

17. Akan tetapi blokmodel tersebut belum mempunyai data (kosong). Maka untuk mengisi data
blok-Per-bloknya kita harus membuat data atribut.
Klik Attribut  New.

49

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 50

18. Isikan data-data yang kita inginkan (hasil analisa) bahkan data ketebalan (thickness).
Untuk kolom Type diganti dengan real dan kolom decimal kita isi dengan angka 2. Background
type diisi dengan angka 0.
Apply

19. Setelah kolom atribut kita buat, kita bisa isikan data-data kalkulasi dari software surpac.
Klik Block model  estimation  Inverse distance.

50

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 51

20. Klik data source dengan “string file” dan panggil data string komposit yang telah kita buat (Misal:
composite.str).
Isikan kolom atribut to fill dengan hasil analisa. Urutkan sesuai dengan data kompositnya. Kolom
description isikan urut dari angka 1-2-3 dan seterusnya sesuai urutannya. Apply

Minimum dan maximum search isikan dengan


berapa area pengaruh yang kita inginkan.
Apply

51

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 52

21. Inverse distance power : 2


Number of discretisation isikan 1 : 1 :1
Centang constrain interpolation  Apply

22. Constraint type isikan constraint.


Constraint file isikan file orebody yang telah dibuat
Centang kotak “inside”.. dan ADD  Apply

52

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 53

Proses pengisian attribut akan berjalan, bisa dilihat di progress bar di bagian bawah window Surpac.

Setelah proses-nya selesai, Surpac akan


memunculkan report seperti di samping.

53

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 54

23. Masing-masing blok sudah terisi oleh data. Kemudian modifikasilah warna berdasar data seperti
gambar dibawah.
Klik Block model  Display  colour model by attribute.

Ganti “Attribute to color by” dengan analisa yang kita inginkan.


Ganti range warnanya, contoh 20;40;45;50;100 dst  Apply

54

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 55

Dibawah adalah gambar modifikasi warna berdasar range analisa dari kadar Fe_tot

55

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 56

Kita dapat melihat/mengecek attribute tiap blok-nya dengan cara:


Klik Blockmodel  attributes  View attributes for one block

BILA INGIN MEMBUAT SECTION/SOLID SEBAGAI


56
CONSTRAINT/BATASAN OREBODY,
SILAHKAN LANJUTKAN KE HALAMAN 59
PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept
P a g e | 57

MEMBUAT REPORT DARI BLOCK MODEL

1. Klik block model  block model  report

2. Isikan nama file format untuk reportnya.


3. Isikan nama file report yang akan dibuat
4. Pilih format file *.csv
 Apply

57

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 58

5. Beri sedikit embel-embel untuk lembar laporannya, seperti nama Block, Daerah,waktu dsb.
Isi atribut dengan analisa yang terdapat dalam assay dan ditambah thickness.
Pilih Value dan isi dengan berat jenis bijih yang akan kita hitung cadangannya.
Isi grouping attribute dengan hasil yang akan kita tampilkan di report, missal Fe_tot dengan
sorting range 60;100.

58

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 59

6. Karena pada menu membuat report kita centang constraint maka kita panggil constraint
orebody yang telah kita buat. ADD dan Apply.

Akan ditampilkan reportnya sesuai dengan format yang kita pilih.

SELAMAT MENCOBA…SEMOGA SUKSES

59

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 60

PEMBUATAN SECTION DAN SOLID

Cara menampilkan drillholes beserta property yang dibutuhkan untuk pembuatan section:
1. Klik database  display drillholes

1. Pada tab trace styles


Colour traces by :
- table: geology
-field: rock

60

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 61

2. Pada tab geology patterns


Table : geology
Field : rock

3. pada tab labels


table geology
field : rock
Apply  apply lagi

61

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 62

4. Untuk mewarnai tiap zonasi batuan dengan warna2 yang berbeda (untuk mempermudah
visualisasi / pembuatan section) :
Klik database  drillhole display styles

62

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 63

5. Klik di bagian geology  rock  get fields codes

6. Ubahlah warna tiap-tiap zonasi tersebut dengan warna yang diinginkan..--> Apply

63

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 64

Inilah hasilnya. Dengan pewarnaan seperti ini akan mempermudah kita dalam melakukan pembuatan
section.

64

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 65

LANGKAH PEMBUATAN SECTION


1. Klik tombol “New” di sebelah kiri bawah untuk pembuatan new layer  beri nama layer
xsection apply

2. Klik tombol “define section” seperti terlihat di bawah

65

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 66

3. Ubahlah nilai “distance forward of plane”, “distance backward of plane” dan “step distance”
sesuai kebutuhan  apply

4. Klik dan seret mouse untuk membuat garis sectionnya.

66

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 67

Maka section pada garis tersebut akan ditampilkan.

5. Klik tombol “snap point” untuk mengaktifkan fitur snap.

6. Klik tombol “select a point to digitize”

7. Klik pada suatu marker yang akan dikorelasikan, maka titik marker akan dibuat tepat pada garis
tersebut karena fitur snap telah diaktifkan. Lanjutkan korelasi ke titik berikutnya.

67

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 68

8. Bila ingin membuat titik ujung korelasi / di area yang tidak ada marker, kliklah tombol “digitize a
point at cursor location”

9. Bila ingin mengakhiri suatu korelasi menjadi suatu garis tertutup, klik tombol

68

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 69

10. bila ingin mengedit suatu garis/titik/layer/string, menunya bisa diakses dengan:
klik Edit  point/segment  delete/insert/move (sesuai kebutuhan)

11. bila telah selesai membuat section, maka kita dapat membuat “solid” dengan menghubungkan
section-section tersebut, dengan cara : klik Solids triangulate between segments

69

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 70

12. klik satu persatu section yang kita buat secara berurutan sehingga solid terbentuk.

13. pada masing-masing ujung solid tersebut masih terbuka/berlubang, kita harus menutup solid itu
dengan cara membuat suatu garis kecil/titik di mulut lubang/bukaan solid sebagai referensi
penutupan solid. Kadang agak susah untuk menempatkan garis/titik tersebut tepat dimuka
lubang. Untuk memindahkan segment/garis/titik tersebut klik Segment  move 

Garis pendek yg dibuat tepat di muka


lubang

Lubang yang akan ditutup


70

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept


P a g e | 71

14. bila sudah selesai pembuatan garis/titik dimuka lubang yang akan ditutup, klik Solids 
Triangulate  segment to a point

15. Klik tepi lubang solidnya, kemudian klik garis/titik referensi yang terletak di depan lubang
tersebut, maka solid akan tertutup.

(note: penulis sering kesulitan dalam menutup solid ini sehingga perlu dicoba terus/trial and
error)
16. SAVE-lah section tersebut beserta solidnya (terpisah menjadi 2 file, yaitu misal: section.str dan
section.dtm).
NOTE : Bila kita mengubah sectionnya lagi di lain waktu, maka file section.dtm tidak dapat
dibuka karena file acuannya (section.str) telah berubah. Sehingga perlu diingatkan agar
membuat section/solid yang baru dengan nama lain atau selalu meng-update solid dengan
section.str yang baru (sesuai kebutuhan).
17. Solid ini dapat dipergunakan sebagai constraint/batasan untuk memotong block model (selain
dengan constraint yang berupa kontur “top_ore” dan “bot_ore” seperti yang telah dijelaskan di
bagian depan), tentunya disesuaikan dengan interpretasinya.

71

PT.KWAM (Harita Group) | Entry Data Processing Dept

Anda mungkin juga menyukai