Anda di halaman 1dari 5

Atas transaksi Ijarah di atas, LKS Sejahtera sebagai pemilik obyej ijarah pada tanggal 10 Mei

2016 melakukan jurnal sebagai berikut:

Jurnal Ijarah IMBT


Dr. Aset Ijarah 140,000,000 140,000,000
Cr. Persediaan 140,000,000 140,000,000

Atas jurnal transaksi diatas, akan mengakibatkan perubahan posisi akun-akun dan laporan
posisi keuangan (neraca) LKS Sejahtera sebagai berikut:

PERSEDIAAN
Debit Kredit
Tanggal Keterangan Jumlah Tanggal Keterangan Jumlah
1-May Kijang Innova 140,000,000 1-May Akt Ijarah 140,000,000
1-May Kijang Innova 140,000,000 1-May Akt Ijarah 140,000,000
Saldo 0
280,000,000 280,000,000

ASET IJARAH
Debit Kredit
Tanggal Keterangan Jumlah Tanggal Keterangan Jumlah
1-May Kijang Innova 140,000,000

Saldo 140,000,000
140,000,000 140,000,000

ASET IJARAH MUNTAHIA BITTAMLIK


Debit Kredit
Tanggal Keterangan Jumlah Tanggal Keterangan Jumlah
1-May Kijang Innova 140,000,000

Saldo 140,000,000
140,000,000 140,000,000

ASET IJARAH MUNTAHIA BITTAMLIK


Per 10 Mei 2016

Aktiva Pasiva
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Persediaan 0
Aset Ijarah
Aset Ijarah 140,000,000
Aset IMBT 140,000,000
Standar Akuntansi Keuangan Transaksi Mudharabah

Penyempurnaan Akuntansi Mudharabah pada PSAK 105

PSK 105 : Akuntansi mudharabah merupakan penyempurnaan dari PSAK 59: Akuntansi Perbankan Syariah (2002) yang men

PSAK 105 berlaku untuk entitas yang melakukan transaksi Mudharabah baik sebagai pemilik dana (shahibul maal) maupun
Sistematika penulisan secara garis besar disusun dengan memisahkan akuntansi untuk pemilik dana (shahibul maal) dan ak
Mudharabah yang dimaksud dalam PSAK ini terdiri dari Mudharabah mutlaqah, Mudharabah muqayyadah, dan Mudharab
Pada bagian pengakuan dan pengukuran untuk entitas sebagai pemilik dana penyempurnaan dilakukan untuk :
Pengakuan investasi Mudharabah pada saat penyaluran daana syrkah temporer; dan
Pengakuan keuntungan / kerugian atas penyerahan asset nonkas dalam investasi Mudharabah.
Pada bagian pengakuan dan pengukuran untuk akuntansi pembeli, penyempurnaan dilakukan untuk :
Pengakuan dana syirkah temporer kelolaan;
Pengakuan modal mudharib bersama-sama dengan modal pemilik dana (shahibul maal) dalam Mudharabah musytarakah

Karakteristik

1) Entitas dapat bertindak baik sebagai pemilik dana atau pengelola dana.

2) Mudharabah terdiri dari mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah, dan Mudharabah musytarakah. Jika entita

3) Dalam Mudharabah muqayyadah, contoh batasan antara lain :

Tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya;


Tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa penjamin, atau tanpa jaminan; atau
Mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga.
4) Pada prinsipnya dalam penyaluran Mudharabah tidak ada jaminan, namun agar pengelola dana tidak melakukan penyim

5) Pengembalian dana syirkah temporer dapat dilakukan secara parsial bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau secara
6) Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menghasilkan keuntungan maka porsi jumlah bagi hasil untuk pemilik dana

Prinsip Pembagian Hasil Usaha

Pembagian hasil usaha Mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba. Dalam prinsip bagi hasil
pengelolaan modal Mudharabah.
nkan Syariah (2002) yang mengatur mengenai Mudharabah. Bentuk penyempurnaan dan penambahan pengaturannya adalah sebagai b

ana (shahibul maal) maupun pengelola dana (mudharib). Namun, PSAK ini tidak berlaku untuk obligasi syariah (sukuk) yang mengguna
k dana (shahibul maal) dan akuntansi untuk pengelola dana (mudharib) dalam transaksi Mudharabah.
muqayyadah, dan Mudharabah musytarakah.
dilakukan untuk :

arabah.
untuk :

am Mudharabah musytarakah.

abah musytarakah. Jika entitas bertindak sebagai pengelola dana, dana yang diterima disajikan sebagai dana syirkah temporer.

a jaminan; atau

dana tidak melakukan penyimpangan maka pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga. Jaminan ini h

stribusi bagi hasil atau secara total pada saat akad Mudharabah diakhiri.
bagi hasil untuk pemilik dana dan pengelola dana ditentukan berdasarkan nisbah yang disepakati dari hasil usaha yang diperoleh selam

laba. Dalam prinsip bagi hasil usaha berdasarkan bagi hasil, dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pe
ngaturannya adalah sebagai berikut :

riah (sukuk) yang menggunakan akad Mudharabah.

na syirkah temporer.

u pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah d

il usaha yang diperoleh selama periode akad. Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menimbulkan kerugian maka kerugian financ

o (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset). Sedangkan dalam prinsip bagi laba, dasar pembagian adalah laba bersih yaitu la
terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.

erugian maka kerugian financial menjadi tanggungan pemilik dana.

n adalah laba bersih yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan