Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN STASE QUALITY ASSURANCE

EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN FARMASI RAWAT JALAN


RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING

Disusun Oleh Kelompok D :


Khairunnisak Universitas Ahmad Dahlan
Mirnawati Dewi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Zahratul Mulazamah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Pembimbing:
Riski Ardiansyah, S.Far., Apt.

PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER


PERIODE FEBRUARI-MARET 2019
RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
2019
BAB I
PENDAHULUAN

Pada proses pelayanan kesehatan hak asasi manusia harus diwujudkan dengan
memberikan berbagai pelayanan kesehatan yang sesuai kepada seluruh masyarakat melalui
upaya penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang menyeluruh oleh pemerintah,
pemerintah daerah, secara terarah, berkesinambungan, adil dan merata, serta aman, berkualitas,
dan terjangkau oleh masyarakat (Depkes, 2014). Menurut permenkes No. 72 tahun 2016,
rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat
darurat. Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam undang-undang
untuk melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan baik perseorangan, maupun kelompok
atau masyarakat secara keseluruhan. Definisi pelayanan kesehatan menurut Departemen
Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009 (Depkes RI) yang tertuang dalam Undang-undang
kesehatan tentang kesehatan ialah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan, perorangan, keluarga,
kelompok ataupun masyarakat.
Salah satu pelayanan yang ada di rumah sakit yaitu pelayanan kefarmasian. Pelayanan
kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien yang
berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk
meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien maka
pelayanan kefarmasian di rumah sakit harus memiliki standar sebagai tolak ukur yang
dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan
kefarmasian. Pekerjaan serta pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang terdiri atas pelayanan
paripurna, mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan perbekalan kesehatan,
dispensing obat, pengendalian mutu dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh
perbekalan kesehatan di rumah sakit serta pelayanan farmasi klinik (Menkes RI, 2014).
Tingkat kenyaman yang diberikan oleh penyedia jasa sangat mempengaruhi baik
kepuasan maupun ketidak puasan seseorang terhadao proses pelayaan yang diterima olehnya.
Maka dari itu, proses pelayanan kesehatan yang diberikan pihak rumah sakt hendaknya mampu
menunjang kesembuhan fisik pasien. Selain itu, hendaknya juga dapat meningkatkan
kepercayaan diri pasien untuk berusaha melawan ppenyakit yang diderita olehnya. Dengan
demikian, jasa kesehatan harus terjangkau oleh masyarakat dan tersedia secara merata
(Sunaringtyas, 2014).
Terdapat 5 tahapan siklus dalam dispensing obat menurut Dirjen Binfar dan Alkes 2010
yaitu Penerimaan dan Konfirmasi resep, Analisis resep, Penyiapan obat, Dokumentasi dan
penyerahan obat serta pemberian konseling. Alur dari pelayanan farmasi dirawat jalan di mulai
dari penerimaan resep, setelah menerima resep, resep tersebut harus di periksa ketepatannya,
kemudian setelah lengkap obat yang diresepkan disediakan, diserahkan ke pasien desertai
dengan pemberian informasi obat maupun konseling. Dalam semua proses tersebut harus
dilakukan double cheking pada resep obat dan obat yang disediakan agar terhindar dari
medication error seperti salah pengambilan obat, salah obat,ada obat tidak ada indikasi dan lain
sebagainya.
Untuk melihat kepuasan pasien dapat dilihat dari dari jumlah pengaduan terkait dengan
keluhan dari pasien dan keluarga, kritik yang terdapat pada kolom surat pembaca, pengaduan
mal praktek, laporan dari staf medik dan perawatan. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak
faktor baik terkait oleh pasien itu sendiri maupun pihak rumah sakit. Kepuasan pasien memang
merupakan suatu penilaian yang subyektif hal tersebut dipengaruhi oleh pengalaman pasien
dimasa lalu, pendidikan, situasi psikis saat itu dan pengaruh lingkungan (Lusa, 2007).
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka sangat perlu dilakukan kegiatan penugasan Praktek
Kerja Profesi Apoteker dalam hal Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Kualitas Pelayanan
di Apotek Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam hal untuk mencapai
kompetensi utama yaitu agar calon apoteker belajar langsung agar nantinya dapat memiliki
kemampuan seorang farmasis sebagai manager (pharmacist as a manager).

BAB II
TUJUAN SPESIFIK PKPA

a. Mengetahui dispensing time resep obat racikan dan non racikan di farmasi rawat jalan
RS PKU Muhammadiyah Gamping.
b. Menghitung persentase cakupan pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan RS PKU
Muhammadiyah Gamping.
c. Menghitung persentase obat yang tidak terlayani.
d. Menghitung persentase peresepan obat non-fornas yang dilakukan oleh dokter di RS
PKU Muhammadiyah Gamping.
BAB III
KEGIATAN DAN PENUGASAN

1. Mahasiswa mengikuti proses pelayanan farmasi untuk pasien rawat jalan dan menyusun
alur pelayanan farmasi rawat jalan.
2. Mahasiwa menganalisis dispensing time, information time atau konseling serta waktu
tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan pasien di depo farmasi rawat jalan RS
PKU Muhammadiyah Gamping dengan cara mencatat waktu yang diperlukan apoteker
untuk menyiapkan obat (dispensing time) dan mencatat waktu yang diperlukan apoteker
untuk memberikan informasi mengenai pengobatan kepada pasien sesuai format yang
sudah ditetapkan.
3. Mahasiswa menghitung persentase obat yang tidak terlayani di farmasi rawat jalan RS
PKU Muhammadiyah Gamping dengan cara melihat jumlah resep yang masuk pada
pelayanan farmasi rawat jalan dari tanggal 25 Febuari sampai 3 Maret 2019 dan
selanjutnya melihat daftar obat apa saja yang tidak terlayani oleh farmasi rawat jalan
selama seminggu. Presentase obat yang tidak terlayani dapat dihitung dengan rumus :
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑖
% Obat yang tidak terlayani = x 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑝

4. Mahasiswa menghitung persentase cakupan pelayanan resep di farmasi rawat jalan RS


PKU Muhammadiyah Gamping dengan cara melihat jumlah pasien yang melakukan
pemeriksaan di Rumah Sakit Muhammadiyah Gamping sejak tanggal 25 Febuari sampai
3 Maret 2019 kemudian dibandingkan dengan jumlah resep yang dilayani. Presentase
cakupan pelayanan resep dapat dihitung dengan rumus :
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑝 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡 𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛
% Cakupan Pelayanan Resep = x 100%
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐼𝐺𝐷+𝑃𝑜𝑙𝑖𝑘𝑙𝑖𝑛𝑖𝑘−10%

5. Mahasiswa menghitung persentase peresepan obat non-fornas yang dilakukan oleh dokter
rawat jalan dan IGD di RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan cara menghitung
jumlah obat yang diresepkan perhari selama sepekan sejak tanggal 25 Febuari sampai 3
Maret 2019 kemudian dihitung berapa jumlah obat yang tidak masuk dalam daftar obat
formularium nasional. Presentase peresepan obat non fornas dapat dihitung dengan rumus
:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑛𝑜𝑛 𝑓𝑜𝑟𝑛𝑎𝑠
% Obat non fornas = x 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑟𝑒𝑠𝑒𝑝𝑘𝑎𝑛
BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Alur Pelayanan Farmasi Rawat Jalan


Penyiapan obat dan information time termasuk dalam alur dispensing yang
merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian, apoteker dalam hal ini melakukan
penyerahan obat kepada pasien disertai dengan pemberian informasi atau konseling yang
adekuat mengenai nama obat, kandungan obat, cara pemakaian obat, jumlah obat, manfaat
obat, lama penggunaan, efek samping dan lain-lain yang berkaitan dengan obat yang
digunakan oleh pasien, adapun alur alur dispensing di instalasi farmasi rawat jalan RS
PKU Muhammadiyah Gamping sebagai berikut :

instalasi farmasi rawat jalan ke loket 1dan 2 (sebelumnya telah


decoding terlebih dahulu)

Apoteker/TTK menerima resep dan melakukan review resep

Apoteker/TTK melakukan konfirmasi jika terjadi permasalahan


klinis, administrasi terkait resep kepada pasien dan atau dokter
penulis resep. Apabila tidk ditemukan permasalahan maka
kegiatan dilanjutkan ke tahap berikutnya

Apoteker/TTK menghitung dosis obat, jumlah obat, harga obat


dan menginput data ke dalam komputer kemudian dibuat etiket
obat

Apoteker/TTK menyerahkan resep dan etiket kepada


apoteker/TTK yang bertugas untuk menyiapkan, meracik dan
menempel etiket atau label obat sesuai resep

Apoteker/TTK menyiapkan sediaan farmasi sesuai dengan


permintaan resep, kemudian melakukan telaah obat dengan
melakukan ceklis dan ttd di bagian belakang resep
Untuk resep racikan :
a. Apoteker/TTK meletakan resep pada tempat racikan untuk
diracik sesuai nomer urut antrian resep racikan.
b. Apoteker/TTK melakukan perhitungan terhadap dosis obat
dan jumlah sebelum obat diracik.
c. TTK menyiapkan obat yang akan diracik.
d. TTK melakukan pencampuran hingga homogen dengan
memperhatikan faktor inkompatibilitas
e. Untuk serbuk/puyer TTK membagi serbuk-serbuk menurut
penglihatan kemudian mengemas serbuk dengan kertas
perkamen, kertas medicine atau memasukan kedalam
kapsul. Untuk sediaan semi solid, TTK memasukan hasil
campuran kedalam pot salep.
f. TTK menempelkan etiket sesuai dengan nama pasien, nama
obat dan indikasinya.
g. TTK menuliskan nama dan tanda tangan dibelakang resep
sebagai tanda resep sudah diracik

Untuk resep non-racikan :

a. Apoteker/TTK meletakkan resep sesuai dengan nomor antrian


untuk resep non racikan
b. Apoteker/TTK melakukan perhitungan terhadap jumlah obat
sesuai dengan yang ada di resep
c. Apoteker/TTK mengemas obat dan menmpelkan etiket untuk
kemudian diserahkan ke bagian apoteker yang melakukan

Jike obat telah selesai disiapkan, apoteker/TTK senior


melakukan penyerahan obat, memberikan informasi terkait obat
(nama obat, indikasi, aturan pakai, durasi, penyimpanan dan
BUD) dan konseling jika perlu

Apoteker/TTK melakukan pengecekan akhir yaitu nama pasien,


obat dan label obat

B. Dispensing dan Information Time


Dispensing time merupakan waktu yang dibutuhkan untuk penyiapan obat sampai obat
siap diserahkan dan untuk informasi time merupakan waktu yang dibutuhkan apoteker untuk
memberikan informasi atau konseling mengenai pengobatan/obat-obatan yang diterima oleh
pasien. Salah satu indikator untuk mengetahui kualitas pelayanan farmasi di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gamping adalah dengan mengukur dispensing time dan information time.
Dari pengamatan yang telah dilakukan selama 1 minggu dimulai tanggal 4 – 10 Maret 2019
didapatkan hasil data evaluasi kualitas pelayanan di farmasi rawat jalan rumah sakit PKU
Muhammadiyah Gamping yang meliputi dispensing time dan information time dan diperoleh
hasil bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan dispensing time resep non-
racikan adalah sebesar 0,29 menit dan untuk penyiapan resep racikan sebesar 0,39 menit. Dari
hasil yang sudah didapatkan dan melakukan praktek langsung di rawat jalan menunjukkan
bahwa dispensing time yang dilakukan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping sudah
memenuhi standar yaitu ≤ 10 - 30 menit untuk menyiapkan resep non racikan dan ≤ 30 - 60
menit untuk resep racikan. Hasil pengamatan dan evaluasi yang telah dilakukan rata-rata waktu
yang dibutuhkan untuk memberikan informasi obat adalah 2 menit. Sedangkan hasil yang kami
dapatkan belum memenuhi syarat karena untuk non-racikan sebesar 1 menit dan untuk yang
racikan sebesar 1 menit. Faktor yang menyebabkan ketidak sesuaian waktu dalam pemberian
informasi obat kepada pasien sesuai dengan standar karena kurangnya tenaga apoteker yang
melakukan penyerahan obat kepada pasien dan keterbatasan waktu dengan jumlah pasien yang
cukup banyak dan juga pasien tidak sabar untuk menunggu giliran pemanggilan obat. Sehingga
untuk meminimalkan waktu pemberian informasi obat dilakukan rata-rata < 2 menit.
. Dispensing time diukur dari sejak pasien meletakkan resep untuk di coding, sampai
pasien dipanggil untuk pengambilan obat. Salah satu indikator untuk mengetahui kualitas
pelayanan farmasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping adalah dengan mengukur
dispensing time dan information time. Sampel yang diambil sebanyak 100 resep dengan
pembagian 70 resep non racikan dan 30 resep racikan. Hasil pengamatan yang diperoleh adalah
sebagai berikut :
Lembar Monitoring Dispensing Time Dan Info Time

Tabel 2. Dispensing Time Obat Non-Racikan dan Racikan Farmasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping tanggal 4-10 Maret 2019
Jam Jam Info Jam R/ Rancikan Kesesuaian
NO Dispensing Info
No Resep Resep Pasien atau Non Tanggal
URUT Time Time Dispensing Time Info Time
Datang Diberikan Pulang Racikan
1 15 09.16 09.24 09.25 00.08 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
2 17 09.18 09.32 09.34 00.14 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
3 18 09.20 09.37 09.38 00.17 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
4 19 09.24 09.38 09.39 00.14 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
5 20 09.26 09.39 09.40 00.13 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
6 5 9.26 10.36 10.36 01.10 00.00 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
7 13 09.27 09.49 09.50 00.22 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
8 21 09.27 10.11 10.12 00.44 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
9 6 09.29 10.37 10.40 01.08 00.03 Racikan Tidak Sesuai Sesuai
10 22 09.31 09.40 09.40 00.09 00.00 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
11 23 09.43 10.21 10.22 00.38 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
12 32 09.49 10.28 10.28 00.39 00.00 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
13 30 10.02 10.41 10.44 00.39 00.03 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
14 31 10.03 10.50 10.51 00.47 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
15 32 10.03 10.59 11.00 00.56 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai 04-Mar-19
16 33 10.03 11.00 11.02 00.57 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
17 46 10.44 11.43 11.46 00.59 00.03 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
18 47 10.44 11.32 11.38 00.48 00.06 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
19 6 (UR) 11.14 11.39 11.44 00.25 00.05 Racikan Sesuai Sesuai
20 62 (BN) 11.23 12.16 12.17 00.53 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
21 63 (BN) 11.23 12.17 12.19 00.54 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
22 64 (BN) 11.24 12.17 12.19 00.53 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
23 65 (BN) 11.25 12.19 12.24 00.54 00.05 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
24 16(BN) 09.50 10.20 10.22 00.30 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
25 48 (BN) 10.44 11.33 11.35 00.49 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
26 49 (BN) 10.46 11.35 11.37 00.49 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
27 50 (BN) 10.46 11.37 11.38 00.51 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
28 53 (BN) 10.48 11.43 11.44 00.55 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
29 10 (BR) 10.50 11.47 11.49 00.57 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
30 5 (UR) 11.03 11.30 11.31 00.27 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
31 11 (BR) 11.05 11.49 11.50 00.44 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
32 56 (BN) 11.08 12.02 12.02 00.54 00.00 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
33 58 (BN) 11.09 12.09 12.10 01.00 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
34 15 (BN) 09.32 09.52 09.54 00.20 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
35 7 (BR) 09.34 10.40 10.41 01.06 00.01 Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
36 17 (BN) 09.36 10.16 10.17 00.40 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
37 19 (BN) 09.36 10.17 10.18 00.41 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
38 26 (UN) 09.38 09.46 09.47 00.08 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
39 21 (BN) 09.41 10.18 10.19 00.37 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
40 22 (BN) 09.42 10.20 10.22 00.38 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
41 8 (BR) 09.43 10.55 10.58 01.12 00.03 Racikan Tidak Sesuai Sesuai
42 9 (UR) 11.46 11.55 11.55 00.09 00.00 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
43 10 (UR) 11.49 12.30 12.32 00.41 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
44 16 (BR) 11.50 13.15 13.16 01.25 00.01 Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
45 29 (UN) 09.34 09.46 09.47 00.12 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
46 07 (BN) 09.36 09.42 09.44 00.06 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
47 30 (UR) 09.37 10.21 10.21 00.44 00.00 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
48 14(UN) 09.40 09.54 09.56 00.14 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
49 37 (BR) 09.39 10.24 10.27 00.45 00.03 Racikan Sesuai Sesuai
50 08 (BN) 09.41 10.00 10.01 00.19 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
51 09 (BN) 09.41 10.01 10.04 00.20 00.03 Non Racikan Sesuai Sesuai
52 10 (BN) 09.42 10.13 10.14 00.31 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
53 31 (UR) 09.49 10.22 10.23 00.33 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai 05-Mar-19
54 15 (UN) 09.52 10.05 10.06 00.13 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
55 16 (UN) 09.53 10.06 10.07 00.13 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
56 17 (UN) 09.54 10.07 10.08 00.13 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
57 12 (BN) 09.57 10.15 10.21 00.18 00.06 Non Racikan Sesuai Sesuai
58 32(UR) 09.57 10.32 10.36 00.35 00.04 Racikan Sesuai Sesuai
59 13(BN) 10.00 10.22 10.23 0.22 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
60 19(UN) 10.00 10.09 10.12 00.09 00.03 Non Racikan Sesuai Sesuai
61 33(UR) 10.04 10.36 10.37 00.32 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
62 20 (UN) 10.05 10.25 10.26 00.20 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
63 21 (UN) 10.06 10.28 10.29 00.22 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
64 22 (UN) 10.08 10.29 10.31 00.21 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
65 34 (UR) 10.10 10.46 10.48 00.36 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
66 35 (BN) 10.57 11.38 11.40 00.41 00.02 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
67 36 (BN) 10.58 11.43 11.48 00.45 00.05 Non Racikan Tidak Sesuai Sesuai
68 38 (BN) 11.02 11.50 11.51 00.48 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
69 36 (UR) 11.07 11.33 11.35 00.26 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
70 37(UN) 11.08 11.36 11.37 00.28 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
71 38 (UN) 11.10 11.39 11.39 00.29 00.00 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
72 39 (BN) 11.05 11.39 11.40 00.34 00.01 Non Racikan Tidak Sesuai Tidak Sesuai
73 40 (UN) 11.13 11.40 11.41 00.27 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
74 41 (UN) 11.15 11.41 11.42 00.26 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
75 43 (UN) 11.18 11.42 11.44 00.24 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
76 37(UR) 11.21 11.47 11.48 00.26 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
77 08 (BN) 09.10 09.29 09.30 00.19 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
78 09 (BN) 09.13 09.33 09.34 00.20 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
79 13 (UN) 09.14 09.30 09.31 00.16 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
80 10 (BN) 09.16 09.35 09.36 00.19 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
81 11 (BN) 09.18 09.36 09.38 00.18 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
82 12(BN) 11.24 11.44 11.46 00.20 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
83 14 (UN) 09.23 09.32 09.33 00.09 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
84 13 (BN) 09.25 09.39 09.39 00.14 00.00 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
85 15 (UN) 09.28 09.40 09.40 00.12 00.00 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai 06-Mar-19
86 16 (UN) 09.30 09.40 09.41 00.10 00.01 Non Racikan Sesuai Tidak Sesuai
87 57 (BR) 09.29 09.46 09.48 00.17 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
88 03 (UR) 09.43 10.15 10.16 00.32 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
89 58 (BR) 09.53 10.19 10.20 00.26 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
90 59 (BR) 10.02 10.24 10.26 00.22 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
91 60 (BR) 10.09 10.35 10.36 00.26 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
92 61 (BR) 10.17 10.51 10.53 00.34 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
93 62 (BR) 10.30 10.53 10.55 00.23 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
94 04 (UR) 10.47 11.04 11.06 00.17 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
95 63 (BR) 10.51 11.40 11.42 00.49 00.02 Racikan Sesuai Sesuai
96 64 (BR) 11.16 11.58 11.59 00.42 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
97 65 (BR) 11.18 11.59 12.00 00.41 00.01 Racikan Sesuai Tidak Sesuai
98 14 (BN) 09.35 09.44 09.47 00.09 00.03 Non Racikan Sesuai Sesuai
99 15 (BN) 09.40 09.56 09.58 00.16 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
100 21 (UN) 09.47 10.16 10.18 00.29 00.02 Non Racikan Sesuai Sesuai
Total 05.26 02.40
Rata-rata non Racikan 00.29 00.01
Rata-rata Racikan 00.39 00.01
Jumlah Resep Non-Racikan sesuai Standar
Dispensing Time 42 60%
Jumlah Resep Non-Racikan Tidak sesuai Standar
Dispensing Time 28 40%
Jumlah Resep Non-Racikan Sesuai Standar Info
Time 27 38,57%
Jumlah Resep Non-Racikan Tidak Sesuai Standar
Info TimePersentase Resep Non - Racikan Sesuai
Standar Dispensing Time 43 62,32%
Jumlah Resep Racikan Sesuai Standar
Dispensing Time 26 87%
Jumlah Resep Racikan Tidak Sesuai Standar
Dispensing Time 4 13%
Jumlah Resep Racikan Sesuai Standar Info Time 15 50,00%
Jumlah Resep Racikan Tidak Sesuai Standar
Info Time 15 50,00%

KETERANGAN : Jumlah resep non racik = 70; Jumlah resep Racik = 30 dari tanggal 4 – 10 Maret 2019
1. Rumus dispensing time = jam info resep diberikan – jam resep datang
2. Rumus info time = jam pasien pulang - jam info resep diberikan
3. Standar dispensing time = *Nonracikan = 10-30 menit
*Racikan = 30-60 menit
4. Standar info time = ≥ 2 menit
5. S = Sesuai, TS = Tidak Sesuai
C. Persentase Pelayanan Resep
Rumus untuk menentukan persentase pelayanan resep di instalasi rawat jalan sebagai berikut :

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑶𝒃𝒂𝒕 𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝑻𝒆𝒓𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏𝒊


% 𝑷𝒆𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒔𝒆𝒑 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑶𝒃𝒂𝒕 𝑫𝒂𝒍𝒂𝒎 𝑺𝒆𝒉𝒂𝒓𝒊

No Tanggal Jumlah Jumlah Obat Tidak Persentase


Obat Terlayani Terlayani
1 25 Februari 2019 1571 1561 10 99,36
2 26 Februari 2019 1615 1602 13 99,19
3 27 Februari 2019 817 811 6 99,26
4 28 Februari 2019 858 849 9 98,95
5 01 Maret 2019 1326 1317 9 99,32
6 02 Maret 2019 746 741 5 99,32
7 03 Maret 2019 380 379 1 99,73
Rata-Rata 99,30 %

Data yang didapatkan untuk penghitungan persentase pelayanan resep yaitu dimulai dari
tanggal 25 Febuari – 3 Maret 2019. Data jumlah resep yang masuk dalam sehari dan data jumlah resep
yang tidak terlayani didapat dari Unit Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah
Gamping. Berdasarkan data tersebut didapatkan rata-rata persentase pelayanan resep sebesar 99,30%.
Persentase pelayanan resep terkecil terdapat pada tanggal 26 Febuari 2019, yaitu sebesar 99,19%. Hal
ini kemungkinan terjadi karena keterlambatan kedatangan dari PBF sehingga menyebabkan
kekosongan stok obat dan obat tidak terlayani.

D. Cakupan Pelayanan Resep Farmasi Rawat Jalan


Persentase pelayanan resep bertujuan untuk mengetahui apakah semua pasien yang
mendapatkan resep di instalasi farmasi rawat jalan terlayani semua. Adapun kategori pasien rawat jalan
di RS PKU Muhammadiyah Gamping meliputi pasien IGD (Instalasi Gawat Darurat), poliklinik dan
hemodialisa. Namun peneliti hanya menggunakan bagian IGD dan poliklinik saja, dikarenakan tidak
terlalu banyak pasien hemodialisa yang mendapatkan obat yang harus ditebus di instalasi farmasi rawat
jalan. Untuk dapat menentukan persentase pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan, rumus yang
digunakan adalah sebagai berikut :

Rumus Cakupan Pelayanan Resep Rawat Jalan:


𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑒𝑝 𝑅𝑎𝑤𝑎𝑡 𝐽𝑎𝑙𝑎𝑛
x 100%
(𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐼𝐺𝐷+𝑃𝑜𝑙𝑖𝑘𝑙𝑖𝑛𝑖𝑘)−10%

Nilai standar: > 80% (resep yang diberikan oleh dokter, terlayani oleh instalasi farmasi)
<100%
Nilai rata-rata cakupan hasil pengamatan: 87,59%
Hasil persentase pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. Persentase Pelayanan Resep Farmasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping
Jumlah Pasien Rawat Jalan Jumlah Resep Cakupan
No Tanggal
IGD Poliklinik Rawat Jalan Pelayanan
1 25 Februari 2019 172 581 617 83,04
2 26 Februari 2019 149 600 647 87,55
3 27 Februari 2019 138 468 522 87,58
4 28 Februari 2019 150 464 543 89,90
5 1 Maret 2019 152 388 458 86,41
6 2 Maret 2019 144 462 523 87,75
7 3 Maret 2019 175 - 150 90,90
Rata-rata 87,59
Data yang didapatkan untuk menghitung pelayanan resep yaitu dimulai tanggal 25 Febuari -3
Maret 2019. Data jumlah pasien rawat jalan didapatkan dari unit Rekam Medik RS PKU
Muhammadiyah Gamping yang meliputi pasien IGD dan pasien poliklinik. Berdasarkan data tersebut
diperoleh rata-rata cakupan pelayanan resep rawat jalan sebesar 87,59%. Hasil yang diperoleh belum
memenuhi target 100%. Tidak tercapainya target 100% bisa dikarenakan beberapa hal antara lain
karena banyaknya pasien yang menebus resep di luar rumah sakit. Bisa juga dikarenakan banyaknya
pasien yang tidak mendapat obat setelah dari IGD atau poliklinik. Dapat dilihat dari jumlah pasien
yang datang dibandingkan dengan resep yang diterima, seluruh data diketahui bahwa jumlah resep
lebih sedikit dibanding dengan total pasien yang datang.
E. Persentase Kepatuhan Peresepan Obat Fornas
Rumus untuk menentukan persentase Kepatuhan peresepan oleh dokter di instalasi rawat jalan
sebagai berikut :

𝑶𝒃𝒂𝒕 𝑭𝒐𝒓𝒏𝒂𝒔
% 𝑭𝒐𝒓𝒎𝒖𝒍𝒂𝒓𝒊𝒖𝒎 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒐𝒃𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒑𝒆𝒓𝒆𝒔𝒆𝒑𝒂𝒎 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒊

No Tanggal Jumlah Obat Obat Non- % Kepatuhan


Obat Fornas Fornas Fornas
1 25 Februari 2019 1571 1504 67 95,73
2 26 Februari 2019 1615 1542 73 95,47
3 27 Februari 2019 817 798 19 97,67
4 28 Februari 2019 858 835 23 97,31
5 01 Maret 2019 1326 1244 82 93,81
6 02 Maret 2019 746 682 64 91,42
7 03 Maret 2019 380 336 44 88,42
Rata-rata 94,26 %

Data yang didapatkan untuk menghitung kepatuhan peresepan obat di instalasi farmasi rawat jalan
didapat dari resep yang masuk di instalasi farmasi rawat jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping yang diambil
datanya mulai tanggal 25 Febuari – 3 Maret 2019. Dapat dilihat rata-rata kepatuhan peresepan obat fornas dalam
7 hari sebanyak 94,26%. Persentase terbesar kepatuhan peresepan dengan formularium nasional pada tanggal
27 Febuari 2019 sebanyak 97,67%. Persentase terkecil kepatuhan peresepan terdapat pada tanggal 3 Maret 2019
hanya mendapatkan 88,42% saja. Beberapa resep dengan obat yang tidak termasuk dalam formularium dapat
disebabkan beberapa kemungkinan, antara lain dokter penulis resep mengindikasikan bahwa pasien
memerlukan obat yang lebih baik demi tercapainya kesembuhan pasien yang lebih optimal, atau dokter penulis
resep belum mengetahui tentang obat-obat apa saja yang masuk ke dalam formularium. Pada hari minggu,
tanggal 3 Maret hanya mengambil data dari resep IGD. Tidak adanya data dari poliklinik karena pada hari
minggu tidak ada praktek dokter di poliklinik Rumah Sakit PKU MUhammadiyah Gamping.
BAB V
KESIMPILAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Dispensing time resep racikan dan non racikan sudah memnuhi standar (hasil rata-rata
nonracikan = 29 menit; racikan = 39menit)
2. Info time resep racikan belum sudah memenuhi standar, non racikan belum memenuhi
standar (hasil rata-rata non racikan = 1 menit; racikan = 1 menit).
3. Hasil rata-rata persentase pelayanan resep adalah 99,30%
4. Hasil perhitungan cakupan pelayanan farmasi rawat jalan adalah 87,59% sudah
memenuhi standar yaitu >80%
5. Hasil rata-rata persentase kepatuhan obat dengan formularium nasional adalah 94,26%

B. Saran
Pelayanan di instalasi rawat jalan RS. PKU Muhammadiyah Gamping sudah baik, namun
untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan pengamatan yang dilakukan selama ini maka
kami menyarankan :
1. Untuk info time pada penyerahan obat diharapkan agak lebih ditingkatkan lagi untuk
menghindari adanya kesalahan penggunaan obat.
2. Evaluasi sara penunjang dan pengalih pasien saat menunggu antrian dipoli agar memberikan
kenyamanan kepada pasien sehingga dapat menurunkan persepsi pasien terkait waktu tunggu
yang lama

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, 2014, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 Tentang
Tenaga Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dirjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Obat Publik
dan Perbekalan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 tahun 2016, tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit. Jakarta
Sunaringtyas, Rachmawati. 2014. Studi Kualitas Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit dengan
Menggunakan Metode Six Sigma. Jurnal MHB, Volume 2.