Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS MAKRO

Disusun Oleh :
NOFI IRIANTI
041199303

Diajukan Untuk Memenuhi tugas mata kuliah


Managemen Strategik

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UPBJJ-UNIVERSITAS TERBUKA
SURAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas makalah dengan judul “Analisis Lingkungan Bisnis Makro” sebagai tugas
individu dalam mata kuliah Manajemen Strategik. Makalah ini disusun untuk
dapat memperdalam pemahaman terhadap materi lingkungan bisnis makro.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna baik
materi pembahasannya dan tata bahasanya. Semua ini karena keterbatasan
kemampuan yang ada pada penulis. Akan tetapi, dalam kesederhanaan ini semoga
tidak mengurangi baik arti maupun manfaatnya terutama bagi para pembaca.
Penulis hanya dapat mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak
dan semoga Allah SWT membalasnya serta penulisan makalah ini dapat
bermanfaat, Amin.

Surakarta,
Yang Membuat Pernyataan,

Nofi Irianti

i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

B. Perumusan Masalah .................................................................... 1

C. Tujuan Pengamatan .................................................................... 2

D. Manfaat Pengamatan .................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 6

A. Prinsip Dasar Analisis Lingkungan Makro ................................ 3

B. Pendektan dalam Analisis Lingkungan Makro ........................... 5

C. Komponen dan Rincian Analisis Lingungan Makro .................. 6

BAB III PENUTUP .................................................................................... 10

Daftar Pustaka ............................................................................................. 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap perusahaan atau organisasi selalu terpernagruh dalam perkembangan


jaman yang ada. Semakin berkembangnya teknologi dan faktor ekternal lain yang
berkaitan dengan perusahaan akan berpengaruh dalam berjalannya perusahaan dan
menentukan kemungkinan-kemungkinan masa depan perusahaan. Pihak
manajemen perusahaan diharapkan peka akan perubahan cepat yang terjadi diluar
lingkungan bisnis perusahaan. Kepekaan tersebut nantinya akan dipergunakan
dalam perumusan strategi untuk mengetahui sinyal lingkungan bisnis yang lemah
dan lingkungan bisnis saing yang dapat menjadi ancaman perusahaan.
Strategi yang berkaitan dalam lingkungan bisnis digunakan perusahaan
dalam menjalankan persaingan dengan mecari peluang bisnis dan mensiasati
ancaman-ancaman yang datang dari lingkungan bisnis. Dalam era perdagangan
yang semakin maju ini, semakin luas pula lingkungan bisnis yang berpengaruh
dalam perusahaan, apalagi dengan perkembangan teknologi yang ada akan
menjadi perusahaan mengalami banyak gejolak bisnis yang akan berdampak besar
pada perusahaan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan
masalah dalam pengamatan ini adalah :
1. Apa saja prinsip dasar dalam analisis lingkungan bisnis makro ?
2. Apa saja pendekatan yang digunakan dalam analisis lingkungan bisnis
makro ?
3. Apa saja komponen dan rincian analisis lingkungan bisnis makro ?

1
C. Tujuan Pengamatan

Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui :


1. Tujuan Operasional
1) Dapat mengetahui prinsip dasar analisis lingkungan bisnis makro.
2) Dapat mengetahui pendekatan yang digunakan dalam analisis lingkungan
bisnis makro.
3) Dapat memahami komponen dan rincian analisis lingkungan bisnis makro.
2. Tujuan Individual
Untuk memenuhi tugas individu dalam mata kuliah Manajemen Strategik.

D. Manfaat Pengamatan

Manfaat yang dapat diperoleh dari pengamatan yang dilakukan antara lain :
1. Penulis
a. Menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai analisis lingkungan
bisnis.
b. Mengetahui lingkungan bisnis yang terdapat pada perusahaan serta strategi
dalam mengatasi gejolak perusahaan.
2. Pihak lain
Referensi bagi pihak-pihak yang ingin mendalami materi analisis lingkungan
bisnis.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Prinsip Dasar Analisis Lingkungan Bisnis Makro


Segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis baik dari dalam
maupun luar perusahaan bisa kita sebut dengan lingkungan bisnis.
Lingkungan dari dalam atau intern bisa berasal dari manajemen perusahan itu
sendiri. Lingkungan eksternal yang diluar batas perusahaan bisa berasal dari
lingkungan mikro dan lingkungan makro. Faktor mikro seperti pemerintah,
pemegang saham, kreditor, pesaing, konsumen, pemasok. Untuk lingkungan
makro seperti lingkungan ekonomi, teknologi, politik hukum, sosial, golbal,
bisnis, dan teknologi informasi. Lingkungan bisnis bisa dijadikan analisis
untuk mencoba mengidentifikasi peluang bisnis sehingga perusahaan bisa
segera membuat strategi pengembangan dan pertumbuhan. Selain itu, analisis
lingkungan bisnis dapat mengetahui ancaman bisnis yang perlu diantisipasi
agar tidak menjadikan perusahaan mengalami krisis.
Analisis lingkungan bisnis makro yang berkaitan dengan faktor makro
yang sudah disebutkan diatas memiliki peangaruh yang langsung dan tidak
langsung bagi perusahaan oleh karena itu lingkungan bisnis makro menjadi
perhatian bagi manajemen strategik. Analisis lingkungan bisnis makro sangat
penting digunakan manajemen untuk mengetahui kegagalan atau keberhasilan
pencapaian tujuan perusahaan. Melakukan analisis lingkungan bisnis makro
tidak mudah justru bisa dikatakan analisis tersulit karena lebih sering berubah
dengan tingkat kecepatan tinggi, semakin hari semakin luas dan percepatan
perubahan yang semakin meninggi. Oleh karena itu, analisis lingkungan
bisnis terdapat tiga karakteristik pokok (Suwarsono, 2014) yakni : lingkungan
bisnis makro tidak memiliki batas (boundlessness), lingkungan bisnis makro
hanya memberikan sinyal lemah kepada manajemen serta memilki sifat tak
dapat dikendalikan.
Pertama, lingkungan bisnis makro tidak memiliki batas (boundlessness).
Sekalipun secara umum terdiri dari lingkungan ekonomi, teknologi, politik,

3
hukum, sosial, dan kependudukan; akan tetapi detail dari masing-masing
lingkungan amat luas, dalam, dan tanpa batas. Masing-masing memiliki
intensitas pengaruh yang berbeda terhadap berbagai aspek manajemen
fungsional. Mustahil ditemukan seseorang yang memiliki pengetahuan dan
kecakapan yang menyeluruh yang dapat memahami keluasan dan kedalaman
begitu banyak aspek. Manajemen perlu menyiapkan waktu, tenaga, dan dana
yang cukup jika mereka dituntut untuk mengamati perubahan lingkungan
makro secara komprehensif dan terus menerus. Sekalipun demikian, belum
ada jaminan bagi manajemen mampu menemukan sebagian dari lingkungan
makro yang unik (khas) yang dilihatnya sebagai faktor penentu utama
keberhasilan perusahaan. Sering kali terjadi justru manajemen terjebak untuk
membuat daftar yang begitu panjang dan tidak rnampu menentukan urutan
penting dan intensitas pengaruh rnasing-rnasing faktor. Diseyogiakan
manajemen berbuat yang sebaliknya. Tanpa perlu daftar panjang, akan tetapi
mengandung elemen yang signifikan. Kedua, lingkungan bisnis makro juga
hanya memberikan sinyal yang lernah (periferal) kepada manajemen (Day
dan Schoernaker, 2005, 2006). Sinyal yang diberikan arnat lemah (weak
signals), oleh karena itu sering terlewatkan oleh eksekutif (kecolongan).
Arnat jarang diternukan sinyal perubahan yang transparan. Manajemen perlu
melakukan deteksi sinyal yang berada di pinggiran (scanning the periphery).
Kecenderungan perubahan biasanya baru dapat dilihat dalam jangka panjang.
Kadang kala sinyal yang diberikan bertolak belakang satu sama lain yang
dapat menyulitkan pemilahan. Oleh karena itu, di samping pengetahuan dan
kecakapan, manajemen juga dituntut memiliki intuisi bisnis yang terlatih, dan
terus menerus diasah. Manajemen juga perlu menggali sumber informasi di
luar yang formal dan resmi. Pada banyak negara berkembang, manajemen
perlu membangun jaringan informasi secara informal, yang biasanya berasal
dari rekan bisnis, gosip, humor. Jika perlu manajemen perlu memiliki sumber
informasi dari pusat pengambilan keputusan kebijaksanaan lingkungan makro
(insider sources). Dilihat dari kepentingan perusahaan, lingkungan bisnis
makro juga memiliki sifat tak dapat dikendalikan. Manajemen sama sekali

3
tidak memiliki kendali manajerial terhadap besaran dan arah perubahan
lingkungan makro. Dalam batas-batas tertentu yang amat kecil, hanya
perusahaan yang amat sangat luar biasa - dalam segala ukuran - kadang kala
memegang kendali lingkungan makro. Akibatnya, manajemen tidak dapat
sepenuhnya bersikap proaktif. Hanya sedikit manajemen yang mampu
mengembangkan sikap proaktif secara ajek. Cenderung bersikap reaktif.
Manajemen lebih banyak hanya sekedar menunggu. Manajemen hanya
sekedar memberikan tanggapan terhadap perubahan lingkungan makro.
Manajemen cenderung hanya menyiapkan antisipasi bisnis. Oleh karena itu,
biasanya pilihan yang paling lazim adalah menyesuaikan (adaptasi) dengan
perubahan lingkungan bisnis. Prinsip bersedia melakukan adaptasi atau
memilih mati (adapt or die) amat populer. Kalaulah ada perusahaan yang
mampu melakukan rekayasa pada lingkungan bisnis makro, biasanya
memerlukan biaya yang amat mahal dan juga membutuhkan waktu tunggu
yang relatif lama.

B. Pendekatan dalam Analisis Lingkungan Bisnis Makro


Dalam analisis lingkungan bisnis terdapat 3 pendekatan antara lain ;
1) Irregular Approach (pendekatan tidak reguler)
2) Reguler Approach (pendekatan reguler)
3) Continuous Approach (pendekatan kontinu/terus-menerus)
Pertama, Irregular Approach atau pendekatan dadakan. Analisis
lingkungan makro hanya dibuat ketika ada peristiwa tertentu yang
diperkirakan mempengaruhi prospek perusahaan. Analisis tidak dibuat secara
rutin maupun ajeg, hanya apabila ada keinginan yang di sebabkan oleh hal
tertentu yang terjadi adalam perusahaan. Kedua, Regular Approach atau
pendekatan reguler, berusaha secara periodik mempenagruhi dan melengkapi
sejumlah varibael lingkungan makro. Secara selektif dipilih beberapa variabel
yang dianggap relevan dan signifikan. Berbeda dengan pendekatan tidak
reguler, pendekatan ini dilakukan secara berkala sehingga informasi yang di
dapat selalu baru atau ter-upgrade sehingga strategi perusahaan juga bisa

3
secara berkala di perbaharui untuk mengatasi ancaman yang akan
mempengaruhi perusahaan. Pendekatan terakhir, continuous approach atau
pendekatan kontinu / terus menerus. Pendekatan ini berusaha secara ajeg
menganalisis sejumlah banyak variabel dari lingkungan makro yang
digunakan sebagai masukan penyusunan perencanaan korporat.
Secara sederhana karakteristik ketiga pendekatan tersebut dapat dilihat
pada Tabel 1.1 berikut ini :
Tabel 1.1
Karakteristik Pendekatan Analisis Makro

No. Karakteristik Tidak Reguler Reguler Kontinu

1 Ciri Dadakan Periodik Terus menerus

2 Ruang Lingkup Peristiwa tertentu Sejumlah Banyak variabel


variabel
3 Penyebab Krisis Masalah Perencanaan

4 Orientasi Reaktif Proaktif Proaktif

5 Rentang waktu Restrospektif Restrospektif Sekarang dan


dan sekarang yang akan datang

6 Penanggung Tim yang Berbagai staff Unit analisis


Jawab dibentuk pelayanan lingkungan
bisnis

C. Komponen dan Rincian Analisis Lingkungan Bisnis Makro


a. Analisis Lingkungan Ekonomi (ALE)
Secara umum lingkungan ekonomi di suatu negara ditentukan
berdasarkan pendapatan nasional perkapita yang dapat digunakan sebagai
development level. Ada beberapa karakteristik lingkungan ekonomi yakni
sebagai berikut :
a) Sumber Daya Alam

3
Bagi negara berkembang biasanya memiliki sumber daya alam yang
melimpah. Hal ini dapat menyebabkan sumbangan relatifnya terhadap
pemdapatam nasional cukup signifikan, ketersediaan sumber dana
terpengaruh, membuka peluang bisnis baru, khususnya yang berkaitan
dengan teknologi.
b) Sumber Daya Manusia
Dalam komponen Sumber Daya Manusia mengandung hal terkait
jumlah usia produktif yang semakin menambah sehingga banyak
pengangguran, tenaga kerja terdidik, tenaga kerja tak terdidik, dan
tenaga kerja berpengalaman.
c) Modal domestik
Modal domestik sangat langka pada negara berkembang antara lain
dikarenakan tingkat pendapatan, tingkat tabungan masyarakat,
ketimpangan pendapatan, lembaga keuangan, inflasi dan pelarian
modal.
d) Cadangan Devisa
Hal yang mempengaruhi devisa antara lain defisit negara
perdagangan, defisit transaksi berjalan, jenis produk eksport, tingkat
perubahan kurs, utang luar negeri, rasio utang dan eksport, devaluasi.
e) Prasarana Dasar
Prasarana dasar di banyak negara berkembang masih langka dan
belum sepenuhnya siap melayani kepentingan bisnis antara lain dalam
bidang transportasi, komunikasi dan informasi.
b. Analisis Lingkungan Teknologi
Teknologi merupakan salah satu sumber utama perubahan dunia.
Berkembangnya teknologi menjadi semakin canggih akan mendukung
kinerja dan posisi daya saing perusahaan. Dalam analisis ini dilakukan
penelitian terapan antara negara sedang berkembang dengan negara maju
yang mana ditemukan beberapa perbedaan. Pada dasarnya semakin
canggih suatu teknologi, semakin sedikit pula tenaga manusia. Pada
negara berkembang terdapat tenaga kekrja melimpah tetapi tidak terlatih,

3
keterbatasan dana untuk alih teknologi, teknologi yang ada masih buatan
luar negeri, masih menggunakan teknologi padat karya. Untuk negara
maju terdapat kelangkaan tenaga kerja, dana melimpah, teknologi buatan
dalam negeri, laba saving.
c. Analisis Lingkungan Politik
Lingkungan politik memiliki pengaruh yang riil terhadap keberhasilan
dan kegagalan perusahaan melalui peluang dan ancaman bisnis yang
ditimbulkan. Secara agak detail, manajemen perlu memperhatikan aspek-
aspek berikut ini: ideologi negara, stabilitas politik, lembaga politik,
hubungan internasional, dan peran pemerintah.
d. Analisis Lingkungan Hukum
Ada beberapa hukum ekonomi yang sudah ada yakni UU Penanaman
Modal, UU Pendirian Badan Usaha, UU Agraria, UU Perbankan, UU
Perpajakan, UU Koperasi, UU Asuransi, Bursa Saham dan masih banyak
lagi hukum ekonomi yang lain.
e. Analisis Lingkungan Sosial Budaya
Budaya berpengaruh signifikan bagi manajemen, hendaknya manajemen
mampu mengidentifikasikan parameter dan mengembangkan sensitifitas
budaya, mengerti implikasi manajerial yang ditimbulkannya menghindari
ethnosentrisme dan memanfaatkan aspek positif budaya sebagai
pelengkap kompetensi manajerial.
f. Analisis Lingkungan Sosial Budaya (ALSB)
Struktur dan Dinamika Sosial antara lain : Keputusan strategi bisnis
dibuat tidak sepenuhnya berdasarkan pertimbangan ekonomi-ekonomi
tetapi lebih berdasar pada pertimbangan sosial dan politik. Persepsi
Tentang Manusia, manusia selalu merasa bodoh, sangat tergantung
dengan alam, serta memandang manusia itu dapat dipercaya sehingga
system begitu lemah. Ruang dan Waktu, sikap terhadap waktu
mempengaruhi proses perumusan perencanaan perusahaan. Selalu melihat
yang telah berlalu menyebabkan kurangnya kesadaran pemanfaatan
waktu. Agama, agama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap

3
g. dan perilaku pemiliknya. Oleh karena itu agama juga sering dijadikan
salah satu pertimbangan pengambilan keputusan pemasaran barang. Peran
Gender (jenis kelamin) memiliki pengaruh yang berarti dalam
pembentukan struktur dan dinamika sosial. Adanya anggapan bahwa
perempuan lebih rendah dari kaum laki-laki. Bahasa pada dasarnya adalah
media budaya, ragam dan atribut bahasa berpengaruh pada pola
komunikasi pemasaran dan komunikasi internal antar karyawan.
h. Analisis Lingkungan Kependudukan
5 karakteristik pokok kependudukan yaitu tingkat pertumbuhan
penduduk, struktur usia, urbanisasi, migrasi dan status kesehatan.
i. Sumber Data
Pada umumnya data yang diperlukan dalam analisis lingkungan bisnis
khususnya analisis lingkungan makro adalah data sekunder. Hampir
mustahil melakukan pengumpulan data primer di samping karena
mahalnya biaya secara teknis juga amat sukar dikerjakan oleh perusahaan.
j. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal
Matriks pada dasarnya adalah ringkasan dari berbagai analisis yang telah
dilakukan terhadap keseluruhan faktor eksternal, khususnya lingkungan
makro.Mengidentifikasikan dan membuat daftar variabel yang akan
diperhatikanMemberi bobot dari masing-masing variabel.Melakukan
penilaian terhadap masing-masing variabel.Mengalikan bobot dan
nilai.Menjumlahkan nilai tertimbang dari seluruh variabel.

3
BAB III
PENUTUP

Manajemen Strategik dengan analisis lingkungan bisnis sangat ketat


hubungannya. Analisis lingkungan bisnis merupakan langkah awal yang
dilakukan dalam perumusan strategik. Analisis lingkungan bisnis diupayakan
dapat membangun kepekaan perusahaan dalam mendektesi sinyal dari lingkungan
bisnis. Analisis lingkungan bisnis makro ayng terbilang rumit dijalankan dengan
beberapa komponen dan 3 pendekatan sehingga membantu managemen strategik
mengupas lingkungan bisnis makro yang tidak memiliki batas, yang khas dengan
sinyal lemah dan tidak dapat dikendalikan.

3
Daftar Pustaka

Suwarsono. 2014. Manajemen Strategik, ed.2. Tangerang Selatan: Universitas


Terbuka.
Hidayat, Jefri. (2015). Analisis Lingkungan Makro. Website :
https://slideplayer.info/slide/2997301/