Anda di halaman 1dari 16

EKONOMI KESEHATAN

Oleh :
Abdul Haq 1711212040

Dosen Pengampu Mata Kuliah :


dr. Adila Kasni Astiena, MARS

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
1. TEORI PASAR MONOPOLISTIK DAN APLIKASI DALAM KESEHATAN

1.1 Definisi Pasar Monopolistik


Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.Penjual pada pasar
monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter
tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak
penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak
masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga
mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang
berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra
perusahaannya.

1.2. Karakteristik Pasar Monopolistik


A. Produk yang terdifferensiasi (Differensiasi Produk)
B. Jumlah perusahaan banyak dalam industri
C. Mudah masuk dan keluar

1.3 Ciri-ciri Pasar Monopolistik


A. Terdapat banyak penjual di pasar
Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar
persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih
besar dari produsen lainnya.
B. Barang yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda corak (ukuran, mutu, dan satuan harga)
Secara fisik suatu produk , akan tanpak jelas perbedaan . Maka kita dapat membedakan mana
produk suatu perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di samping perbedaan dalam
bentuk fisik , juga terdapat perbedaan dalam bentuk bungkus atau pembungkusan product, dan ada
pula yang berbeda dalam cara membayar barang yang akan di beli. Akibat dari berbagai macam
perbedaan ini , barang yang di produksi oleh perusahaan pasar monopolistis ini tidak bersifat
barang pengganti sempurna akan tetapi ia bersifat barang pengganti yang dekat.

1.4 Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pasar Monopolistik


Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasar monopolistik adalah sebagai berikut :

1. Ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan sempurna maupun monopoli


2. Sumber daya alam yang melimpah menyebabkan produsen memproduksi barang serupa
tetapi memiliki keunggulan yang berbeda
3. Differensiasi produk yang tidak terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan
persaingan non harga

1.5. Persaingan Bukan Harga


Persaingan bukan-harga merupakan usaha-usaha diluar perubahan harga yang dilakukan
oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli atas barang yang diproduksikannya.
Persaingan bukan-harga dapat dibedakan menjadi dua jenis;

 Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan
produksi perusahaan-perusahaan lain.
 Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan

1,6, Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik


Kelebihan pasar monopolistik:

1) Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat


memilih produk yang terbaik baginya.
2) Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan
inovasi dalam menghasilkan produknya.
3) Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk
yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang
dipilihnya.
4) Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan
sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

Kekurangan pasar monopolistik:

1) Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas
maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang
cukup akan cepat keluar dari pasar.
2) Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena
pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3) Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya
produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

KESIMPULAN
Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.Karakteristik Pasar
Monopolistik adalah Produk yang terdifferensiasi (Differensiasi Produk),,Jumlah perusahaan
banyak dalam industri dan Mudah masuk dan keluar. Ciri-ciri Pasar Monopolistik : Terdapat
banyak penjual di pasar dan Barang yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda corak (ukuran,
mutu, dan satuan harga). Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pasar Monopolistik:
Ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan sempurna maupun monopoli, Sumber
daya alam yang melimpah menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki
keunggulan yang berbeda,dan Differensiasi produk yang tidak terlalu besar mendorong perusahaan
untuk melakukan persaingan non harga.

2. TEORI PASAR MONOPOLI DAN OLIGOPOLI SERTA APLIKASINYA DALAM


BIDANG KESEHATAN

2.1 . Pengertian Pasar Monopoli


Pasar Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk
pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini
adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi
harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang
yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun
demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan
harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau
membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi, mencarinya di
pasar gelap (black market).

2.2 Ciri-Ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli memiliki karakteristik berikut ini:

1. Jumlah penjual hanya ada satu, dan satu penjual ini memiliki pangsa pasar yang
substansial.
2. Penjual lain tidak bisa masuk.
3. Produsen bebas menentukan harga.
4. Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli.
5. Output yang besar karena permintaannya banyak.
6. Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin
rendah (decreasing MC dan AC)

2.3 Jenis-Jenis Pasar Monopoli


1. Monopoli Alamiah
Yaitu monopoli yang disebabkan oleh keadaan alam tertentu ataupun yang disebabkan
oleh adanya bakat khusus melebihi orang lain.
2. Monopoli Undang-Undang
Yaitu monopoli yang diberikan oleh pemerintah melalui peraturan undang-undang baik
kepada swasta maupun monopoli yang dikuasai atau dimiliki oleh negara dengan
ketetapan undang-undang.
2.4 Kelebihan, Kelemahan, Keburukan dan Dampak Dari Adanya Pasar Monopoli
1. Kelebihan pasar monopoli, antara lain :
a. Keuntungan penjual cukup tinggi
b. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.
2. Kelemahan pasar monopoli, antara lain :
a. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
b. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
c. Terjadi eksploitasi pembeli.
3. Keburukan pasar monopoli, antara lain:
a. Timbulnya ketidakstabilan harga.
b. Kecilnya volume produksi menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang
ditanggung oleh masyarakat.
c. Adanya unsur ketidakadilan sebab monopolis akan menekan biaya produksi serendah-
rendahnya pada pasar faktor produksi dan dengan harga tinggi di pasar barang
d. Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas
untung rugi saja.
4. Dampak dari adanya pasar monopoli dapat kita lihat dari segi:
a. Segi Positif
 Memotivasi penggunaan dan inovasi baru dari teknologi, dengan tujuan biaya per
unit dapat ditekan sehingga keuntungan dapat ditingakatkan
 Meningkatkan produksi secara massal dan meningkatkan produktivitas, sehingga
status sebagai pemegang monopoli dapat dipertahankan.
 Kesejahteraan karyawaan relatif lebih baik.
 Aktivitas dan kreativitas bagian penelitian dan pengembangan perusahaan lebih
diperhatikan.
b. Segi Negatif
 Ketidakadilan karena monopoli memperoleh keuntungan diatas keuntungan
normal.
 Jumlah produksi ditentukan oleh monopolis sesuai dengan keuntungan yang ingin
diperolehnya
 Memproduksi output pada tingkat lebih rendah daripada output kompetitif (yang
sesuai dengan permintaan konsumen).
 Mengenakan harga lebih tinggi daripada harga kompetitif
 Terjadi eksploitasi monopolis terhadap pemilik faktor produksi dan konsumen.

2.5 Aplikasi Pasar Monopoli dala Kesehatan

Untuk bidang kesehatan, pasar monopoli ini diterapkan pada pemberi layanan
kesehatan yaiut salah satu nya BPJS .Selain itu produk- produk farmasi, Pelayanan
kesehatan.

PASAR OLIGOPOLI

2.6 Pengertian Oligopoli


Oligopoli (dari (olígos), berarti "banyak", dan (polein), berarti "menjual") adalah pasar di
mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah
perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Oligopoli memiliki struktur pasarnya
sendiri.
Struktur pasar atau industry oligopoli (oligopoly) adalah pasar yang terdiri dari hanya
sedikit perusahaan (produsen). Setiap perusahaan memiliki kekuatan cukup besar untuk
mempengaruhi harga pasar. Produk dapat homogen atau terdiferensiasi. Perilaku setiap
perusahaan akan mempengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalam industry. Dari definisi di
atas, kondisi pasar oligopoly mendekati kondisi pasar monopoli.

2.7 Karakteristik Pasar Oligopoli


Dari definisi di atas kita dapat melihat beberapa unsur penting (karakter) pasar oligopoly:
a. Hanya Sedikit Perusahaan dalam Industry (Few Number of Firms)
b. Produknya Homogen atau Terdiferensiasi (Homogeny or Differentiated Product)
c. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decisions)
d. Kompetensi nonharga (non pricing competition)

2.8 Faktor- factor Penyebab Terbentuknya Pasar Oligopoli


Ada dua factor penting penyebab terbentuknya pasar oligopoly :

a. Efisiensi Skala Besar


Teknologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi
menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi
dalam skala sangat besar.
b. Kompleksitas Manajemen
Struktur pasar oligopoly ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan
arus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang
merugikan dari perusahaan pesaing. Karena itu dalam industry oligopoly, kemampuan
keuangan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industry.
Perusahaan harus memiliki kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu
bertahan dalam struktur industry yang persaingannya begitu kompleks.

2.9 Aplikasi Pasar Oligopoli dalam Kesehatan


Aplikasi pasar oligopoly dalam kesehatan adalah seperti pembiayaan akan pelayanan
kesehatan.

3. UANG DAN PASAR UANG

3.1 Definisi Uang dan Pasar Uang


Pengertian uang
Ilmu ekonomi modern mendefinisikan pengertian uang lebih luas lagi.Bukan hanya
sebagai alat pembayaran jual beli barang, jasa, dan kekayaan lain, melainkan juga pembayaran
utang.Beberapa ahli menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Sedangkan Pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan
kegiatan jual beli. Berbeda dari pasar yang kita ketahui pada umumnya, pasar uang atau dalam
bahasa Inggris berarti money market dikategorikan sebagai pasar abstrak. Hal ini dikarenakan
pada pasar uang tidak akan ditemui penjual yang berjualan uang seperti yang kita temui pada
pasar konkret (penjual buah, sayur, dan lain sebagainya).
Pasar uang merupakan jenis dari pasar abstrak yang memperjualbelikan suatu barang
namun barang tersebut tidak disediakan di dalam pasar. Barang yang diperdagangkan di pasar
uang adalah surat-surat berharga, brosur, maupun barang itu sendiri namun dalam jumlah yang
sedikit. Dengan demikian, pasar uang merupakan suatu tempat untuk memperjualbelikan surat-
surat berharga dan dana-dana yang memiliki jangka waktu pendek yaitu kurang dari satu tahun.
Pelaku utama dalam pasar uang:
1. Lembaga-lembaga keuangan, misalnya: bank, dana pensiun dan perusahaan asuransi.
2. Perusahaan-perusahaan besar, misalnya: perusahaan yang sudah go public menerbitkan
commercial paper.
3. Lembaga-lembaga pemerintah, misalnya: Bank Indonesia menerbitkan Sertifikat Bank
Indonesia (SBI).
4. Individu-individu, misalnya: rumah tangga membeli Sertifikat Bank Indonesia.

3.2 Fungsi Pasar Uang


Adapun fungsi pasar uang yaitu:
1. Fungsi fasilitas
2. Fungsi pengendali
3. Fungsi kesejahteraan
4. Fungsi perantara atau mediator
5. Fungsi modal
6. Fungsi likuiditas

3.3 Tujuan Pasar Uang


Meskipun termasuk dalam pasar abstrak yang tidak terikat tempat, namun pasar uang
juga memiliki tujuan yang harus dicapai dalam setiap kegiatannya antara lain:
a. Bagi pemberi pinjaman
Bagi pemberi pinjaman keberadaan pasar uang bisa memberi mereka kesempatan untuk
membantu pihak-pihak yang membutuhkan dana dalam jangka waktu pendek dan bersifat
mendesak. Selain itu, pemberi pinjaman bisa menggunakan dana mereka yang berlebih
sebagai pinjaman dan mendapatkan pendapatan dari suku bunga yang didapat.
b. Bagi penerima pinjaman:
Bagi peneriman pinjaman keberadaan pasar uang sangat membantu mereka untuk
memenuhi kebutuhan akan modal kerja. Selain itu, pasar uang juga membantu mereka
mendapatkan kebutuhan dana yang bersifat mendesak untuk jangka waktu pendek. Pasar
uang juga membantu perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas
mereka.

3.4. Ciri-ciri Pasar Uang


Sebagaimana pasar yang lain, pasar uang juga memiliki karakteristik sebagaimana
berikut:
1. pasar uang memiliki ciri utama sebagai pasar abstrak yaitu tidak terikat tempat tertentu.
2. jangka pendek – dana dan surat berharga yang diperjualbelikan di pasar abstrak semuanya
memiliki jangka waktu yang pendek.
3. Menyediakan fasilitas atau jaringan transaksi jual beli aset financial
4. Mempertemukan pihak yang memiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami defisit
5. Transaksi dalam pasar uang sebagian bersifat jangka pendek
6. Pasar uang juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek perusahaan,
lembaga keuangan, dan pemerintah, mulai dari overnight sampai dengan jangka waktu
jatuh tempo satu tahun
7. Pada waktu yang sama pasar uang menyediakan outlet investasi bagi pihak surplus dana
jangka pendek yang ingin memperoleh pendapatan atas dana yang belum terpakai.

4. DAMPAK EKONOMI AKIBAT SAKIT

4.1 DAMPAK SAKIT TERHADAP EKONOMI


Sehat adalah investasi sudah sering kita dengar, tetapi mungkin belum
membuktikannya secara hitung-hitungan ekonomi. Memahami konsep kerugian ekonomi
(economic loss) akan membuat kita sadar betapa pentingnya program kesehatan untuk
diberikan porsi anggaran yang proporsional untuk mencegah terjadinya penyakit dan
disability. World Health Organization (WHO) memberikan definisi disabilitas sebagai
keadaan terbatasnya kemampuan (disebabkan karena adanya hendaya) untuk melakukan
aktivitas dalam batas-batas yang dianggap normal oleh manusia.Seorang yang mengalami
disabilitas berarti secara ekonomi tidak mampu melakukan aktifitas yang mampu
mendatangkan penghasilan minimum (WHO). Ada dua jenis kerugian yang timbul akibat
sakit yaitu :

1. Kerugian ekonomi akibat hilangnya waktu produktif akibat sakit.


2. Kerugian ekonomi akibat biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.

Seorang yang mengalami disabilitas selama beberapa hari, misalnya, tidak bisa bekerja,
tidak bisa masuk sekolah, tidak dapat bermain atau bahkan tidak mampu melakukan tugas
sehari-hari.Belum lagi kalau hal ini berdampak langsung di masalah keluarga yang
mengalaminya, yaitu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengobatan. Kemudian
juga, disability memperburuk ekonomi rumah tangga, membuat kemampuan rumah tangga
untuk membiayai pendidikan, kesehatan dan gizi anak mereka juga menjadi terbatas
Kesehatan mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi
mempengaruhi kesehatan. Sebagai contoh:

1. Kesehatan yang buruk seorang menyebabkan biaya bagi orang tersebut karena
menurunnya kemampuan untuk menikmati hidup, memperoleh penghasilan, atau
bekerja dengan efektif. Kesehatan yang lebih baik memungkinkan seorang untuk
memenuhi hidup yang lebih produktif.
2. Kesehatan yang buruk individu dapat memberikan dampak dan ancaman bagi orang
lain.
3. Seorang yang terinfeksi penyakit infeksi dapat menular ke orang lain. Misalnya,
AIDS
4. Kepala rumah tangga pencari nafkah yang tidak sehat atau sakit akan menyebabkan
penurunan pendapatan keluarga, makanan dan perumahan yang buruk bagi
keluarga
5. Anggota keluarga yang harus membantu merawat anggota keluarga yang sakit akan
kehilangan waktu untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan
6. Pekerja yang memiliki kesehatan buruk akan mengalami menurunan produktivitas
Jadi, pelayanan kesehatan yang lebih baik akan memberikan manfaat bagi
individu dan masyarakat keseluruhan jika membawa kesehatan yang lebih baik. Status
kesehatan penduduk yang baik meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan per
kapita, meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara

4.2 HUBUNGAN KETERKAITAN EKONOMI DENGAN KESEHATAN


Terdapat kaitan yang sangat siginifikan dan tidak dapat dipisahkan antara ekonomi
dan kesehatan. Bidang ekonomi akan mendukung keberhasilan kesehatan, dalam hal ini
menyediakan sarana dan prasarana yang mutlak dibutuhkan bagi kemajuan bidang
kesehatan. Apabila pendapatan baik negara maupun keluarga meningkat karena
keberhasilan pembangunan bidang ekonomi maka akan dapat menyediakan dana yang
cukup untuk membangun fasilitas kesehatan serta meningkatkan kemampuan membeli
pelayanan kesehatan.Sebaliknya, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan akan
mendukung keberhasilan ekonomi karena adanya kenaikan produktivitas penduduk.
Seperti diketahui, keberhasilan bidang kesehatan akan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dan pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas penduduk itu sendiri.
1. Taraf ekonomi tinggi, penyakit tidak menular
Sebaliknya, penyakit tidak menular terdapat banyak pada masyarakat dengan
status ekonomi sosial tinggi, sehingga berstatus gizi tinggi, keadaan kesehatan
lingkungan baik, penyakit menular rendah, angka kematian bayi rendah, usia harapan
hidup tinggi,sehingga penyakit usia lanjut yang tidak menular menjadi tetap tinggi,
demikianlah siklus penyakit tidak menular menjadi lengkap.
Melihat bahwa penyakit selalu didapat pada berbagai taraf perkembangan
ekonomi masyarakat, yakni dari yang masih sedang berkembang sampai yang telah
maju, timbul pertanyaan, apakah ada manfaat dari suatu perkembangan ekonomi dilihat
dari segi kesehatan? Penyakit tampaknya selalu ada, hanya polanya yang berbeda.
Dengan kata lain, dapat pula dipertanyakan apakah ada manfaat pemberantasan penyakit
menular, apabila nantinya hanya akan diganti saja oleh yang tidak menular.
Untuk dapat memahami keuntungan yang diperolah dari segala usaha
masyarakat yang ingin maju, perlu dikembalikan persoalannya pada populasi
masyarakat yang diserang penyakit tersebut. Pada penyakit menular, anak-anaklah yang
diserang, sedangkan pada penyakit tidak menular, kebanyakan adalah orang yang sudah
tua. Dengan demikian dapat difahami, behwa menurunkan kematian diantara anak-anak
merupakan suatu keuntungan, karena anak itu merupakan investasi masyarakat yang
tentunya diharapkan dapat hidup sampai dewasa dan dapat mengembalikan investasi
yang ditaruh padanya, atau bahkan dapat memberi keuntungan pada masyarakatnya.
Bagi negara yang telah maju, dimana masyarakatnya dapat hidup lebih lama,
maka tentunya pengembalian investasi dapat terlaksana. Selain itu, kesehatan
merupakan pra-syarat utama bagi meningkatkan produktifitas masyarakat. Bahwa pada
akhirnya populasi yang tua ini menderita penyakit yang bersifat tidak menular,
tampaknya wajar saja. Namun hal ini masih pula dapat dipertanyakan, apakah
perubahan pada perilaku (lingkungan sosial) dapat mencegah terjadinya ataupun
mengurangi insidensinya. Sebagai contoh, menghentikan merokok dapat mengurangi
insidensinya carcinoma paru-paru di antara populasi tua; olah raga dapat memelihara
kebugaran jasmani manula.

2. Taraf ekonomi rendah, penyakit menular


Pola penyakit di Indonesia ini setara dengan negara-negara lain yang
berpenghasilan kurang lebih sama. Hal ini tampak jelas apabila ditelaah keadaan
penyakit di berbagai negara; ternyata bahwa, negara tergolong ‘miskin’ banyak
menderita penyakit menular, sedangkan negara yang tergolong ‘kaya’, banyak
menderita penyakit tidak menular. Keadaan seperti ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Negara / masyarakat miskin atau berstatus sosial ekonomi rendah, keadaan
gizinya rendah, pengetahuan tentang kesehatannyapun rendah, sehingga keadaan
kesehatan lingkungannya buruk dan status kesehatannya buruk. Didalam masyarakat
sedemikian akan mudah terjadi penularan penyakit, terutama anak-anak yang
merupakan golongan yang peka terhadap penyakit menular. Sebagai akibatnya, banyak
terjadi kematian anak, sehingga usia harapan hidup pendek. Keadaan ini juga
mendukung tingginya angka kelahiran, sehingga terdapat populasi yang muda; jadi
tergolong populasi dengan resiko tinggi terhadap penyakit menular, sehingga penyakit
menular terus-menerus terdapat, dengan demikian siklus penyakit menular menjadi
lengkap.

KESIMPULAN
Kesehatan mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi mempengaruhi
kesehatan.Status kesehatan penduduk yang baik meningkatkan produktivitas, meningkatkan
pendapatan per kapita, meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara.
Masalah kesehatan dapat ditinjau dari segi ilmu ekonomi kesehatan, karena sumber daya
jumlahnya terbatas, sedangkan manusia mempunyai bermacam-macam keperluan maka
terjadi persaingan untuk memperoleh sumber daya yang dapat dialokasikan untuk keperluan
kesehatan.
Bidang ekonomi akan mendukung keberhasilan kesehatan, dalam hal ini menyediakan
sarana dan prasarana yang mutlak dibutuhkan bagi kemajuan bidang kesehatan. Apabila
pendapatan baik negara maupun keluarga meningkat karena keberhasilan pembangunan
bidang ekonomi maka akan dapat menyediakan dana yang cukup untuk membangun fasilitas
kesehatan serta meningkatkan kemampuan membeli pelayanan kesehatan.

5. Barang Publik (Public Goods)


5.1 Definisi Barang Publik (Public Goods)
Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu
tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Selanjutnya,
barang publik sempurna (pure public goods) didefinisikan sebagai barang yang harus
disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat.
Satu terminologi lain yang agak mirip adalah barang kolektif. Bedanya, barang publik
adalah untuk masyarakat secara umum (keseluruhan), sementara barang kolektif dimiliki
oleh satu bagian dari masyarakat (satu komunitas yang lebih kecil) dan hanya berhak
digunakan secara umum oleh komunitas tersebut.
5.2 Macam-Macam Barang Publik (Public Goods)
Barang publik memiliki dua sifat atau dua aspek yang terkait dengan
penggunaannya, yaitu :
1) Non-rivalry. Berarti bahwa penggunaan satu konsumen terhadap suatu barang tidak
akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut.
2) Non-excludable. Berarti bahwa apabila suatu barang publik tersedia, tidak ada yang
dapat menghalangi siapapun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut

5.3 Kartu Indonesia Sehat sebagai Barang Publik dari Pemerintah


Sektor kesehatan menghasilkan barang publik yang unik. Campur tangan negara
untuk menjamin masyarakatnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal
merupakan tanggung jawab publicness yang besar dan luas. Oleh karena itu, walaupun
Indonesia membuka diri terhadap pengaruh globalisasi dengan diberikannya keleluasaan
bagi swasta untuk memproduksi barang publik pada sektor ini, namun Pemerintah tetap
memberlakukan suatu jaminan kesehatan untuk melindungi seluruh penduduknya. Dengan
sistem ini peran negara terbilang cukup besar dalam mengelola sektor kesehatan terutama
dalam hal pembiayaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk melindungi seluruh masyarakat
khususnya masyarakat yang kurang mampu.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah inisiatif Pemerintahan Jokowi-JK. Melalui KIS
ini, anggaran kesehatan akan ditanggung oleh APBN dengan jumlah besaran 5 % dari
APBN. Dengan anggaran itu, KIS akan menjadi penyempurna layanan jaminan kesehatan
yang sebelumnya sudah ada, jangkauan pesertanya akan lebih luas hingga menyentuh
masyarakat tuna wisma, penghuni panti sosial, dan bayi yang baru lahir. KIS tidak hanya
meng-cover biaya pengobatan, tetapi juga biaya pencegahan termasuk edukasi kepada
masyarakat.
Menurut Ketua Tim Media Center Jokowi-JK, Zuhairi Misrawi, ada beberapa hal
penting yang terkandung dalam KIS. KIS akan membangun sistem yang dimulai dengan
perbaikan data penduduk, terutama menyangkut masyarakat miskin dan tidak mampu.
Masyarakat miskin yang dimaksud dalam pemerintahan Jokowi-JK adalah mereka yang
penghasilannya sama dengan atau lebih kecil dari upah minimum kota/ kabupaten.
Selanjutnya, dengan dijalankannya KIS, maka APBD kesehatan tidak lagi digunakan untuk
jaminan kesehatan sosial bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. APBD Kesehatan bisa
dioptimalkan untuk peningkatan fasilitas kesehatan dan insentif tenaga kesehatan.
Kemudian, KIS juga akan memberi kepastian peningkatan kesejahteraan bagi tenaga
kesehatan, terutama menyangkut status kerja dan upah bagi tenaga kesehatan.