Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN

KETEPATAN IDENTIFIKASI
PASIEN

RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR


SIDOARJO
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Identifikasi pasien harus dilakukan pada setiap pasien yang masuk ke
RSI Siti Hajar Sidoarjo. Tujuan utama dari identifikasi ini adalah untuk
mencocokkan layanan pada setiap individu yang dirawat di RS
Identifikasi pasien dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kekeliruan
dalam aspek diagnosis dan pengobatan, serta menghindari kekeliruan pada
pasien dengan kondisi masih dibius, pindah tempat tidur, pindah kamar,
pindah lokasi di dalam rumah sakit dan pasien yang memiliki cacat indra.
Kebijakan dan prosedur di Rumah Sakit Siti Hajar menetapkan tiga cara
untuk mengidentifikasi seorang pasien, seperti nama pasien, umur pasien,
alamat dan nomor rekam medis pasien.

B. Tujuan
Untuk memberi keselamatan pada pasien sehingga tidak terjadi kesalahan
dalam hal :
 Pemberian obat
 Pemberian darah,pengambilan sampel untuk pemeriksaan klinis
 Pemeriksaan Radiologi
 Tindakan kedokteran
 Transfer pasien
C. Pengertian
1. Identifikasi pasien adalah kegiatan pengenalan jati diri pasien secara
tepat dan benar. Identifikasi pasien dilakukan melalui label ID yang
berisi 3 penanda identitas yaitu :
1.1 Nama pasien
1.2 Tanggal lahir
1.3 Nomor rekam Medik
2. Label ID adalah label yang berisikan identitas pasien sekurang-
kurangnya meliputi nama, tanggal lahir, dan nomor rekam medis. Label
ID hanya untuk 1 pasien selama dilayani di RSI Siti Hajar. Nama “Mr X”
atau “Mrs X” adalah pencantuman nama pada seseorang pasien yang
mendapat pelayanan di RSI Siti Hajar dalam kondisi :
1.1 Tidak sadar sehingga tidak bisa menyebutkan nama dan identitas
lainnya
1.2 Tidak membawa kartu identitas/KTP/SIM
1.3 Tidak ada keluarga/seseorang yang mampu memberikan keterangan
identitas
3. Tanggal lahir adalah tanggal seseorang dilahirkan sebagaimana
tercantum dalam surat identitas yang dimilikinya atau surat lain yang
mencantumkan data tersebut (surat jaminan, surat rujukan). Bila tidak
ada data pendukung maka data ini diisikan perkiraan tahun lahir sesuai
pernyataan pasien atau keluarga atau petugas.
4. Nomor Rekam medis adalah penomoran yang diberikan pada berkas
yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah
diberikan kepada pasien. Jadi semua pasien yang dilayani di RSI Siti
Hajar harus mempunyai nomor rekam Medis RSI Siti Hajar yang baku.
5. Ketepatan identifikasi pasien adalah tidak tertukarnya pengenalan jati
diri seorang pasien dengan seseorang lainnya.
6. Gelang identifikasi pasien adalah suatu alat berupa gelang identifikasi
yang dipasangkan kepada pasien secara individu yang digunakan sebagai
identitas pasien selama di rumah sakit.
BAB II
TATA LAKSANA

A. Ruang Lingkup
Proses identifikasi psien ini berlaku untuk semua staf rumah sakit yang
terkait dalam memberi layanan kepada pasien. Ketepatan mengidentifikasi
pasien harus dimulai pada saat kontak pertama dengan pasien dan itu
merupakan tanggungjawab semua staf rumah sakit baik klinis atau admin (
Petugas Penerimaan Pasien).
1. Macam – macam gelang atau tanda identifikasi yang digunakan di Rumah
Sakit Islam Siti Hajar:
1.1 Gelang berwarna merah muda untuk pasien berjenis kelamin
perempuan.
1.2 Gelang berwarna biru muda untuk pasien berjenis kelamin laki-laki.
1.3 Kancing/stiker berwarna merah untuk pasien dengan allergi tertentu.
1.4 Kancing/stiker berwarna kuning untuk pasien yang beresiko jatuh.
1.5 Kancing/stiker berwarna unggu untuk pasien Do Not Resuscitate
(DNR).
2. Verifikasi identitas yang digunakan di Rumah Sakit Siti Hajar dengan
menggunakan :
2.1 Nama dan tanggal lahir : apabila pasien tahu secara pasti tanggal
lahirnya, dan bagi yang tidak tahu tanggal lahirnya menggunakan
umur.
2.2 Nama yang dipakai sesuai dengan kartu tanda pengenal yang resmi.
3. Proses verifikasi pemasangan identifikasi adalah pada saat :
3.1 Pemberian obat-obatan
3.2 Pemberian tranfusi darah, pengambilan sampel untuk pemeriksaan
laboratorium
3.3 Pemeriksaan radiologi
3.4 Tindakan kedokteran yang akan dilakukan
3.5 Transfer pasien
4. Verifikasi identitas dilakukan oleh petugas pada :
4.1 Pemberian obat-obatan, kepada pasien atau keluarga bila kondisi
pasien tidak memungkinkan, dan atau bayi sampai balita.
4.2 Pemberian transfusi darah, pengambilan sampel untuk pemeriksaan
labolatorium, kepada pasien atau keluarga bila kondisi pasien tidak
memeungkinkan, dan atau bayi sampai balita.
4.3 Pemeriksaan radiologi, kepada pasien atau keluarga bila kondisi
pasien tidak memungkinkan, dan atau bayi sampai balita.
4.4 Tindakan kedokteran yang akan dilakukan, kepada pasien atau
keluarga bila kondisi pasien tidak memungkinkan, dan atau bayi
sampai balita.
4.5 Transfer pasien, kepada pasien atau keluarga bila kondisi pasien
tidak memungkinka, dan atau bayi sampai balita.
5. Teknis Pelaksanaan
Tata Laksana Identifikasi
5.1 Pemasangan gelang identitas pada pasien rawat inap
5.1.1 Tentukan warna gelang sesuai dengan jenis kelamin : bila
pasien perempuan pilih gelang berwarna merah muda, dan
bila pasien laki-laki gelang berwarna biru muda.
5.1.2 Tulisan pada gelang identitas pasien adalah : nama, tanggal
lahir, nomor rekam medis sesuai dengan rekam medis pasien.
5.1.3 Tulisan tersebut menggunakan stiker yang sudah dicetak dari
TPPRI (Tempat Penerimaan Pasien Rawat Inap)
5.1.4 Petugas yang memasang gelang adalah perawat ruangan dan
IGD yang menerima pasien pada waktu masuk ruangan
dimana pasien tersebut dirawat.
Pemasangan gelang identitas ini dilaksanakan pada saat pasien tiba
di ruangan sebelum melakukan tindakan observasi tanda-tanda vital.
Pemasangan gelang identitas pasien ini ditentukan pada pergelangan
tangan kiri kecuali ada kecacatan ataupun tindakan yang akan
dilakukan pada tangan kiriBila pasien tidak mempunyai extremitas,
gelang identitas ditempelkan di baju pasien yang mudah terlihat.
Prosedur pemasangan gelang identitas ini adalah sebagai berikut :
a. Perawat memberi salam saat pasien tiba diruang perawatan.
b. Perawat memperkenalkan diri : nama dan unit kerja
c. Perawat menjelaskan maksud dan tujuan pemasangan gelang
identitas : untuk keselamatan pasien bapak atau ibu yang dirawat
di ruangan ini, maka saya akan memasang gelang identitas pada
pergelangan tangan kiri yang tujuannya untuk :
 Keamanan Pemberian obat
 Pemberian darah,pengambilan sampel untuk pemeriksaan
klinis
 Pemeriksaan Radiologi
 Tindakan kedokteran
 Transfer pasien
Petugas kami akan selalu melakukan identifikasi sebelum melakukan
tindakan dengan melihat gelang pasien.
d. Prosedur konfirmasi : petugas mencocokkan identitas pasien
dengan berkas rekam medis pasien,untuk pasien baru petugas
menanyakan pada pasien atau keluarga tentang identitas (nama
dan tgl lahir)
e. Memberitahu kepada pasien bahwa gelang identitas harus selalu
dipakai sampai pasien diperbolehkan pulang.
f. Ucapkan terima kasih atas perngertian dan kerjasamanya.
5.2. Pemasangan gelang atau tanda pasien dengan alergi tertentu.
5.2.1. Pastikan bahwa pasien tersebut mengalami alergi terhadap :
golongan obat atau jenis makanan yang menyebabkan alergi.
5.2.2. Pasang tanda alergi kancing / stiker / warna merah pada
gelang identitas pasien yang telah terpasang pada
pergelangan tangan pasien.
5.2.3. Untuk jenis obat atau makanan yang menyebabkan alergi
pada pasien tersebut di isi catat atau didokumentasikan pada
rekam medis pasien.
5.2.4. Yang melakukan pendokumentasian atau penulisan pada
rekam medis pasien tersebut adalah perawat yang bertugas
yang pada saat itu mengetahui atau menemukan bahwa
pasien tersebut mengalami alergi.
5.2.5. Pemasangan tanda alergi segera dilakukan setelah pasien
tersebut diketahui mengalami alergi tertentu
5.2.6. Prosedur pemasangan tanda alergi adalah sebagai berikut :
5.2.6.1. Perawat memberi salam pasien ditentukan
mengalami alergi
5.2.6.2. Perawat memperkenalkan diri : nama dan unit
kerja
5.2.6.3. Perawat menjelaskan maksud dan tujuan
pemasangan tanda alergi : untuk keselamatan
pasien bapak atau ibu, saya akan memasang tanda
pengenal yang berupa kancing / stiker berwarna
merah merah ini pada pergelangan tangan dimana
dipasang gelang identitas yang sudah ada.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bapak
atau ibu benar mengalami alergi terhadap jenis atau
golongan obat atau makanan tertentu dan
mengingatkan kami untuk selalu waspada dalam
memberikan pelayanan dan pengobatan kepada
bapak atau ibu selama berada di ruang rawat inap.
5.2.6.4. Prosedur konfirmasi : konfirmasi ulang kepada
pasien tentang obat atau makanan yang
menyebabkan bapak atau ibu alergi, setiap kali
akan melakukan pemberian obat atau makanan.
5.2.6.5. Ucapkan terima kasih atas pengertian dan
kerjasamanya
5.3. Pemasangan gelang atau tanda pasien yang beresiko jatuh
5.3.1. Pastikan bahwa pasien mengalami resiko jatuh melalui
pengkajian resiko jatuh pada anak-anak dengan
menggunakan scoring Humpty Dumpty.
5.3.2. Pada dewasa menggunakan scoring Morse Fall Risk.
5.3.3. Pasang tanda risiko jatuh dengan stiker warna kuning pada
gelang identitas pasien yang telah terpasang pada
pergelangan tangan pasien.
5.3.4. Yang melakukan pengkajian awal adalah perawat di unit
rawat inap setelah pasien tiba di ruang perawatan rawat inap
dengan batas waktu maksimal 2 jam.
5.3.5. Pemasangan stiker pasien resiko jatuh dipasang oleh perawat
yang melakukan pengkajian pada pasien tersebut.
5.3.6. Prosedur pemasangan tanda pasien risiko jatuh adalah
sebagai berikut :
5.3.6.1. Perawat memberi salam, pasien di kaji pertama kali
mengalami risiko jatuh
5.3.6.2. Perawat memperkenalkan diri : nama dan unit kerja
5.3.6.3. Perawat menjelaskan maksud dan tujuan
pemasangan tanda risiko jatuh : untuk keselamatan
bapak/ibu/anak, saya akan memasang tanda
pengenal yang berupa kancing / stiker berwarna
kuning ini pada pergelangan tangan dimana
dipasang gelang identitas bapak/ibu/anak dengan
mengkancingkan pada gelang identitas yang sudah
ada. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa
bapak/ibu/anak ini benar mempunyai risiko jatuh
cukup tinggi, dan untuk mengingatkan kami selalu
waspada pada kondisi bapak/ibu/anak dalam
memberikan pelayanan dan pengobatan kepada
bapak/ibu/anak selama berada di ruang rawat inap
5.3.6.4. Gantungkan label tanda resiko jatuh pada tempat
tidur pasien pada sisi yang mudah terlihat.
5.3.6.5. Prosedur konfirmasi : konfirmasi ulang kepada
perawat, pasien dan keluarga dilakukan pada setiap
shif tentang kondisi pasien.
5.3.6.6. Ucapkan terima kasih atas pengertian dan
kerjasamanya.
5.4. Pemasangan gelang atau tanda berwarna ungu untuk pasien Do Not
Resusitate
(DNR)
Pada saat Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)
menyatakan prognosa pasien buruk, konfirmasikan kepada pasien
atau keluarga, tanyakan kepada pasien atau keluarga apakah bersedia
untuk dilakukan resusitasi saat pasien mengalami henti jantung. Jika
pasien atau keluarga menyatakan untuk tidak bersedia dilakukan
resusitasi, lakukan langkah-langkah dibawah ini :
5.4.1. Apabila kondisi pasin masih kompeten, maka pasien terlebih
dahulu ditanyakan untuk menentukan DNR.
5.4.2. Verifikasi pada pasien tersebut, bahwa pasien telah menerima
penjelasan dari DPJP dan tetap memutuskan untuk DNR.
5.4.3. Apabila kondisi pasien tidak kompeten, keputusan DNR
ditentukan oleh keluarga terdekat setelah mendapatkan
penjelasan dari DPJP.
5.4.4. Setelah keputusan DNR ditetapkan, pasien/keluarga
mendatatangani persetujuan Informed Consent DNR.
5.4.5. Perawat yang bertugas pada saat itu dan yang mengetahui
kronologi pasien tersebut memasang tanda DNR berupa
kancing / stike warna ungu pada gelang identitas pasien yang
telah terpasang pada pergelangan tangan pasien.
5.4.6. Prosedur pemasangan tanda pasien DNR adalah sebagai
berikut :
5.4.6.1. Perawat memberi salam kepada pasien yang telah
ditentukan DNR.
5.4.6.2. Perawat memperkenalka diri : nama dan unit kerja
5.4.6.3. Perawat menjelaskan maksud dan tujuan
pemasangan tanda DNR : unuk keselamatan pasien
saya akan memasang tanda yang berupa kancing
berwarna ungu pada gelang idntitas di pergelangan
tangan keluarga bapak atau ibu. Tujuannya adalah
untuk memastikan bahwa keluarga bapak atau iu ini
benar sudah ditentukan untuk tidak dilakukan
resusitasi apaila sewaktu-waktu keluarga bapak atau
ibu mengalami kondisi henti jantung selama proses
pelayanan dan pengobatan di ruang rawat inap.
5.4.6.4. Prosedur konfirmasi : konfirmasi ulang kepada
keluarga
5.4.6.5. Ucapkan terima kasih atas pengertian dan
kerjasamanya
5.5. Pelaksanaan melepas gelang identitas pasien
5.5.1. Gelang identitas hanya dilepas pada saat pasien pulang atau
keluar dari rumah sakit
5.5.2. Gelang identitas dilepas setelah semua proses selesai
dilakukan. Proses ini meliputi : pemberian obat-obatan
kepada pasien dan pemberian penjelasan mengenai rencana
perawatan selanjutnya kepada pasien dan keluarga
5.5.3. Yang bertugas melepas gelang identitas adalah perawat yang
memulangkan pasien tersebut
5.5.4. Gelang identitas yang sudah tidak dipakai harus digunting
menjadi potongan-potongan kecil sebelum dibuang ke tempat
sampah
5.5.5. Terdapat kondisi-kondisi yang memerlukan pelepasan gelang
identitas sementara (saat masih dirawat dirumah sakit) ,
misalnya lokasi pemasangan gelang pengenal menganggu
suatu prosedur. Segera setelah prosedur selesai dilakukan,
gelang pengenal kembali dipasang kembali
5.6. Hambatan pemasangan gelang identitas
5.6.1. Alergi terhadap bahan gelang identitas
5.6.1.1. Pemakaian gelang identitas pada pasien yang
mengalami alergi pada gelang tersebut dilakukan
dengan melapisi pergelangan tangan dengan kassa
5.6.1.2. Jika masih timbul reaksi alergi gelang identitas dapat
direkatkan pada bagian atas baju pasien
5.6.2. Pasien menolak pemasangan gelang dengan alasan apapun
5.6.2.1. Jelaskan terlebih dahulu tentang pentingnya
pemasangan gelang identitas dan resiko yang
mungkin terjadi jika pasien tidak dipasang gelang
identitas
5.6.2.2. Jika pasien tetap menolak pemasangan gelang, maka
pasien harus menandatangani surat penolakan
pemasangan gelang
Bagian Alur Identifikasi Pasien Terlampir.
BAB III
DOKUMENTASI

A. Labeling System
Sebelum menggunakan label dan untuk memastikan mereka benar, petugas
kesehatan harus memeriksa berulang detailnya dalam catatan pasien.
B. Form Permintaan/ rujukan
Minimum dari 3 penanda identitas pasien harus ada pada semua form
permintaan/rujukan. Sebelum dimulainya pemeriksaan/pengobatan, semua
form permintaan/rujukan harus diperiksa dan dicocokkan dengan label ID
pasien.
BAB IV
PENUTUP

Proses identifikasi pasien ini berlaku untuk semua staf rumah sakit yang terkait
dalam pelayanan pasien. Ketepatan identifikasi pasien harus dimulai pada saat
kontak pertama dengan pasien dan itu merupakan tanggung jawab semua staf
rumah sakit, apakah itu klinisi atau admisi. Seiring dengan ini diharapkan proses
identifikasi pasien berjalan dengan baik di rumah sakit ini
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall (2000). Aplikasi Pada Praktek Klinis.Diagnosa


Keperawatan. Edisi Keenam. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.EGC

Republik Indonesia. (2008). Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit


(Pasient Safety),Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (1998). Petunjuk Pelaksanaan Indokator Mutu Pelayanan


Rumah Sakit, Jakarta : Direktur Jendral Layanan medis.
Lampiran II
Peraturan Direktur RSI Siti Hajar
Nomor :
Tentang : Panduan Identifikasi Pasien

Bagan Alur Identifikasi Pasien

Pasien masuk rumah sakit

Dirawat untuk mejalani


Melalui IGD/Rawat Jalan operasi elektif

Apakah terdapat rekam Apakah terdapat rekam


medis sebelumnya medis sebelumnya

YA Tidak
YA Tidak

1. Identitas pasien 1. Identitas pasien diperiksa 1. Lengkapi


1. Lengkapi identitas dari rekam medis. identitas pasien
diperiksa dari rekam
pasien 2. Buatlah gelang identitas 2. gelang identitas
medis.
2. gelang identitas berisi nama, tanggal lahir, dibuat dan
2. Buatlah gelang identitas
dibuat dan diperiksa alamat, nomor RM diperiksa ulang
berisi nama, tanggal
ulang pada pasien 3. Data digelang identitas pada pasien
lahir, alamat, nomor RM
3. Data digelang identitas diperiksa ulang pada
diperiksa ulang pada pasien
pasien

Gelang identitas dipakaikan pada pergelangan tangan kiri


Gelang identitas pasien diperiksa, pasien diminta untuk menyebutkan nama,
tanggal lahirnya sebelum menjalani prosedur, seperti :

1. Pemberian obat-obatan
2. Pemberian tranfusi darah, pengambilan sampel untuk pemeriksaan
laboratorium
3. Pemeriksaan radiologi
4. Tindakan kedokteran yang akan dilakukan
5. Transfer pasien
6. Konfirmasi kematian

1. Gelang identitas harus diperiksa setiap


pergantian jaga oleh perawat berikutnya
untuk memastikan gelang terpasang Lepas gelang identitas saat
dengan baik dan terbaca pasien pulang atau keluar dari
2. Ganti gelang identitas jika terdapat rumah sakit
kesalahan data
3. Jangan mencoret atau menimpa tulisan
sebelumnya dengan data baru
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena


atas limpahan rahmad-Nya kami telah menyelesaikan penyusunan buku
”Panduan Ketepatan Identifikasi Pasien” di Rumah Sakit Islam Siti Hajar
Sidoarjo.
Buku ini disusun sebagai panduan ketepatan identifikasi terhadap pasien
Rumah Sakit khususnya dan pimpinan serta pelaksana yang ada di semua
bagian/unit yang ada di rumah sakit dalam melaksanakan upaya peningkatan
mutu rumah sakit yang disesuaikan dengan standar akreditasi rumah sakit.
Semoga dengan tersusunnya buku Panduan Ketepatan Identifiaksi Pasien
ini dapat memberikan sumbangsih kami dalam memberikan batasan-batasan untuk
melaksanakan tugas pelayanan di rumah sakit.
Kami menyadari buku ini jauh dari sempurna untuk itu kami berharap
kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan buku ini.

Sidoarjo,
Tim Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................. i


Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Siti Hajar Nomor :
002./SK/DIR/RSI-SH/I/2014 tentang Panduan Ketepatan Identifikasi Pasien ii
Kata Pengantar ................................................................................................ iii
Daftar Isi .......................................................................................................... iv

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang ........................................................................ 1
B. Tujuan ..................................................................................... 1
C. Pengertian ................................................................................ 2
BAB II Tata Laksana
A. Ruang Lingkup ........................................................................ 3
BAB III Dokumentasi ................................................................................. 11
BAB IV Penutup .......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................13