Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

“Model Pembelajaran Klasikal, Individual dan Kelompok”

Oleh:
Kelompok 7
1. Afnita Sandini (16029054)
2. Aulia Rasdana (16029003)
3. Dina Islamiyah (16029005)
4. Okdri Putri Suhardi (16029025)
5. Mawaddah Ramadhani Miswar (16029065)

Dosen Pembimbing:
Dra. Hj. Fitrani Dwina, M.Ed

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji Syukur Penulis sampaikan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat rahmat dan karunia-Nyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat
pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas Mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika, dengan kompetensi inti Model
Pembelajaran Klasikal, Individual dan Kelompok.
Dengan membuat tugas ini diharapkan kami mampu untuk lebih mengenal
tentang Model Pembelajaran Klasikal, Individual dan Kelompok. Penulis
menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Dra. Hj. Fitrani Dwina, M. Ed. selaku
dosen pembimbing mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika yang telah
memperkenankan kami menyelesaikan tugas ini.
Kami sadar, sebagai mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran,
dalam penulisan makalah ini mungkin masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, kami mohon saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dimasa
yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan terutama sekali
bagi penulis sendiri.

Penulis, 28 Mei 2018

Kelompok VII

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i


DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
BAB I ........................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................................................................... 2
BAB II....................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 4
A. Pengertian Model Pembelajaran ....................................................................................... 4
B. Pengertian Model Pembelajaran Klasikal ......................................................................... 4
C. Metode yang Digunakan Dalam Model Pembelajaran Klasikal ....................................... 5
D. Teknik Dalam Model Pembelajaran Klasikal ................................................................... 6
E. Pendekatan yang Tepat dalam Model Pembelajaran Klasikal .......................................... 7
F. Langkah-Langkah dalam Model Pembelajaran Klasikal .................................................. 7
G. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Klasikal ................................................ 8
H. Pengertian Model Pembelajaran Individual ...................................................................... 9
I. Metode yang digunakan dalam Model Pembelajaran Individual ...................................... 9
J. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Individual ........................................... 11
K. Pengertian Model Pembelajaran Kelompok.................................................................... 11
L. Tujuan Model Pembelajaran Kelompok ......................................................................... 12
M. Karakteristik Model Pembelajaran Kelompok ................................................................ 13
N. Prinsip Dasar dalam Model Pembelajaran Kelompok .................................................... 14
O. Langkah-Langkah dalam Model Pembelajaran Kelompok............................................. 15
P. Beberapa Tipe Dalam Pembelajaran Kooperatif............................................................. 16
Q. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kelompok .......................................... 17
BAB III ................................................................................................................................... 19
PENUTUP .............................................................................................................................. 19

ii
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 20

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting bagi
perkembangan peradaban manusia dalam suatu bangsa. Bangsa yang mempunyai
peradaban maju adalah bangsa yang mempunyai sumber daya manusia yang
berkualitas. Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia saat ini memiliki sumber daya
manusia yang berkualitas, tentunya harus dilakukan suatu usaha untuk meningkatkan
mutu atau kualitas pendidikan. Salah satu diantaranya melakukan evaluasi kualitas
sistem pendidikan secara menyeluruh.
Model pembelajaran adalah suatu design atau rancangan yang
menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang
memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan
atau perkembangan pada diri anak. Penyusunan model pembelajaran di RA
didasarkan pada silabus yang dikembangkan mennjadi perencanaan semester,
Rencana kegiatan mingguan(RKM) , dan Rencana kegiatan harian(RKH). Dengan
demikian model pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik
dan peserta didik sesuai dengan rencana kegiatan. Ada beberapa model pembelajaran
yang dilaksanakan di PAUD, diantaranya model pembelajaran klasikal yang akan
dibahas dalam makalah ini.
Berdasarkan pandangan di atas , maka permasalahan yang muncul adalah
bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penedekatan
yang tepat .Salah satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan
pembelajaran yang membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar.
Penulis membahas mengenai model pembelajran klasikal, individual dan kelompok
yang akan membantu pendidik dalam proses pembelajaran.

1
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian model pembelajaran
2. Pengertian model pembelajaran klasikal
3. Metode yang digunakan dalam model pembelajaran klasikal
4. Teknik dalam model pembelajaran klasikal
5. Pendekatan yang tepat dalam model pembelajaran klasikal
6. Langkah-langkah dalam model pembelajaran klasikal
7. Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran klasikal
8. Pengertian model pembelajaran individual
9. Metode yang digunakan dalam model pembelajaran kelompok
10. Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran individual
11. Pengertian model pembelajaran kelompok
12. Tujuan metode pembelajaran kelompok
13. Karakteristik metode pembelajaran kelompok
14. Prinsip dasar dalam metode pembelajaran kelompok
15. Langkah-langkah dalam metode pembelajaran kelompok
16. Beberapa tipe dalam pembelajaran kooperati
17. Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kelompok
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran
2. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran klasikal
3. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam model pembelajaran
klasikal
4. Untuk mengetahui teknik dalam model pembelajaran klasikal
5. Untuk mengetahui pendekatan yang tepat dalam model pembelajaran klasikal
6. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam model pembelajaran klasikal
7. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran klasikal
8. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran individual
9. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam model pembelajaran
kelompok

2
10. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran individual
11. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran kelompok
12. Untuk mengetahui tujuan metode pembelajaran kelompok
13. Untuk mengetahui karakteristik metode pembelajaran kelompok
14. Untuk mengetahui prinsip dasar dalam metode pembelajaran kelompok
15. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam metode pembelajaran kelompok
16. Untuk mengetahui beberapa tipe dalam pembelajaran kooperati
17. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kelompok

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran


Menurut Suprijono (2013: 46), model pembelajaran dapat didefinisikan
sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Hanafiah
& Suhana (2010: 41) menegaskan bahwa model pembelajaran merupakan salah
satu pendekatan dalam rangka menyiasati perubahan perilaku siswa secara
adaptif maupun generatif. Sejalan dengan hal itu, Isjoni (2011: 5)
mengemukakan perkembangan model pembelajaran dari waktu ke waktu terus
mengalami perubahan. Menurut Arends (Trianto, 2010: 53) terdapat enam
macam model pengajaran yang sering dan praktis digunakan dalam mengajar,
antara lain presentasi, pengajaran langsung (direct instruction), pengajaran
konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi
kelas.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk
merubah/menyiasati kebiasaan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai,
yang di dalamnya adalah tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam
pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

B. Pengertian Model Pembelajaran Klasikal


Istilah klasikal ( Erman, dkk. 2001) bisa diartikan sebagai secara klasik yang
menyatakan bahwa kondisi yang sudah lama terjadi, bisa juga diartikan sebagai bersifat kelas.
Jadi pembelajaran klasikal berarti pembelajaran konvensional yang biasadilakukan di kelas
selama ini, yaitu pembelajaran yang memandang siswa berkemampuantidak berbeda sehingga
mereka mendapat pelajaran secara bersama, dengan cara yang sama dalam satu kelas sekaligus.
Model yang digunakan adalah pembelajaran langsung (directlearning). Pembelajaran klasikal
tidak berarti jelek, tergantung proses kegiatan yang dilaksanakan, yaitu apakah semua siswa

4
berartisipasi secara aktif terlibat dalam pembelajaran, atau pasif tidak terlibat, atau
hanya mendengar dan mencatat.
Pangastuti (2014 : 39) model pembelajaran klasikal adalah pola
pembelajaran yang dilakukan pendidik (guru) bersama sekelompok peserta
didik/murid dalam satu kelas secara bersamaan dengan aktivitas dan waktu yang
sama pula. Model pembelajaran jenis ini termasuk model tradisional dan yang
paling tua yang biasanya diterapkan karena kurangnya atau minimnya
ketersediaan sarana dan prasarana. Selain itu, kuranngnya perhatian terhadap
minat dan keunikan dalam setiap diri anak.
Menurut mulyasa (2012 : 148-149) model pembelajaran klasikal adalah
pola pembelajaran yang dalam waktu sama, seluruh anak didik melakukan suatu
kegiatan yang sama dalam satu kelas. Model pembelajaran ini paling tua dan
paling awal digunakan di PAUD, dengan sarana pembelajaran umumnya sangat
terbatas, monoton, dan kurang memperhatikan minat individual.
Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam
waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak bersama-sama dalam
satu kelas. Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal
digunakan di pendidikan pra sekolah, dengan sarana pembelajaran yang pada
umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat indidvidu anak.
Pengajaran klasikal adalah model pembelajaran yang biasa kita lihat sehari-hari.
Pada model pembelajaran ini, guru biasanya mengajar antara 30-40 orang siswa
dalam suatu ruangan. Para siswa mempunyai kemampuan minimum untuk
tingkat itu dan diasumsikan untuk mempunyai minat dan kecepatan belajar yang
relative sama.

C. Metode yang Digunakan Dalam Model Pembelajaran Klasikal


1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara
lisan. Metode ini banyak dipilih oleh guru karena mudah dilaksanakan dan
tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan

5
siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsure
paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan untuk melihat dan mendengar
serta mencatat tanpa komentar infomasi penting dari guru yang selalu
dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis
yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari
guru.
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa.
Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah siswa akan tertarik dalam
mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan
dalam mengemukakan pokok-pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika
menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk
mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode
ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses
pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.

D. Teknik Dalam Model Pembelajaran Klasikal


Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan
seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Pembelajaran klasikal yang dibahas dalam makalah ini adalah menggunakan
metode ceramah dan tanya jawab dengan teknik probim-promting agar
pastisipasi dan aktivitas siswa tinggi. Pada umumnya siswa akan belajar berpikir-
bekerja secara individu, sehingga mereka dapat melatih diri untuk memupuk rasa
percaya diri. Urutan kegiatan dalam pembelajaran klasikal yaitu:
1. Pendidik menjelaskan definisi
2. Membuktikan rumus
3. Memberi contoh
4. Memberi soal latihan

6
E. Pendekatan yang Tepat dalam Model Pembelajaran Klasikal
Dalam melaksanakan suatu proses belajar mengajar, sebaiknya guru
melakukannnya dengan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran.
Kegiatan mengajar yang dilakukan guru dengan pendekatan tertentu akan
bermakna, apabila materi yang diberikan kepada siswa dapat dimengerti oleh
sebagian besar siswa atau seluruh siswa. Harus dipahami bahwa guru kadang-
kadang dalam mengajar melakukan pendekatan denga cara lain sedangkan siswa
juga melakukannya dengan pendekatan yang tidak diberikan oleh gurunya.
Misalnya guru menyampaikan operasi penjumlahan dengan pendekatan garis
bilangan, tetapi siswa dapat melkukannya dengan pendekatan himpuanan.
Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran klasikal biasanya
menggunakan pendekatan spiral. Pendekatan spiral adalah pendekatan yang
dipakai untuk mengajarkan konsep. Selanjutnya dikatakan bahwa pendekatan
spiral materi tidak diajarkan dari awal sampai selesai dalam sebuah selang
waktu, tetapi diberikan dalam beberapa selang waktu yang terpisah-pisah.
Pada selang waktu pertama konsep diajarkan secara sederhana, misalnya
dengan cara intuitif melalui benda-beenda konkrit atau gambar-gambar sesuai
dengan kemampuan murid. Pada tahap berikutnyakomsep yang diajarkan secara
sederhana dapat diperluas lagi. Secara singkat dapat diakataka pendekatan spiral
merupakan suatu prosedur yang dimulai secara sederhana dari konkret ke
abstrak, dari cara intuitif ke analisa dari eklplorasi kepenguasaan dalam jangka
waktu yang cukup lama, dalam waktu yang terpisah-pisah mulai dari tahap yang
paling rendah hingga tahap yang paling tinggi.

F. Langkah-Langkah dalam Model Pembelajaran Klasikal


1. Mengamati, yaitu kegiatan yang dilakukan siswa membaca, mendengar,
menyimak, melihat dengan atau tanpa alat.
2. Bertanya, kegiatan belajar yang dilakukan siswa yaitu mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.

7
3. Mengumpulkan informasi, kegiatan belajar yang dilakukan yaitu siswa
melakukan eksperimen, membaca sumber lain dengan buku teks, mengamati
objek atau kejadian, aktivitas wawancara dengan narasumber.
4. Mengasosiasi atau menalar, kegiatan belajar yang dilakukan yaitu siswa
mengolah informasi yang telah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan atau eksperimen maupun dari hasil kegiatan mengamati dan
kegiatan mengumpulkan informasi.
5. Mengkomunikasikan, kegiatan belajar yang dilakukan siswa yaitu
menyampaikan hasil pengamatan dan kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis atau media lainnya.

G. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Klasikal


1. Kelebihan model pembelajaran Klasikal
a. Pendidik mudah meguasi dan mengorganisasikan kelas.
b. Dapat diikuti oleh jumlah peserta didik yang banyak.
c. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
d. Waktu yang digunakan lebih efisien.
e. Memberi kesempatan pendidik untuk menggunakan pengalaman,
pengetahuan, dan kearifan.
f. Membantu peserta didik untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh
perhatian.
2. Kelemahan model pembelajaran Klasikal
a. Mudah terjadi proses verbalisme
b. Peserta didik yang memiliki gaya belajar visual kesusahan, dan peserta
didik dengan gaya belajar audio lebih mudah menerima pelajaran.
c. Bila model pembelajaran ini terlalu sering dugunakan akan membuat
bosan.
d. Keberhasilan model ini sangat bergantung pada siapa yang
menggunakannya.
e. Cenderung membuat peserta didik menjadi pasif.

8
H. Pengertian Model Pembelajaran Individual
Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang menitik beratkan
bantuan dan bimbingan kepada masing-masing individu. Pembelajaran
individual atau pengajaran perseorangan merupakan suatu strategi untuk
mengatur kegiatan belajar mengajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa
memperoleh perhatian lebih banyak daripada yang dapat diberikan dalam rangka
pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam kelompok siswa yang besar.
Menurut Duane (1973), pengajaran individual merupakan suatu cara pengaturan
program belajar dalam setiap mata pelajaran, disusun dalam suatu cara tertentu
yang disediakan bagi tiap siswa agar dapat memacu kecepatan belajarnya di
bawah bimbingan guru.
Adanya perbedaan individual menunjukkan adanya perbedaan kondisi
belajar setiap orang, agar individual dapat berkembang secara optimal dalam
proses belajar diperlukan orientasi yang parallel dengan kondisi yang dimilikinya
dituntut penghargaan akan individualitas. Dalam pengajaran beberapa perbedaan
yang harus diperhatikan, yakni:
1. Perbedaan umur,
2. Perbedaan intelegensi
3. Perbedaan kesanggupan dan kecepatan, dan
4. Perbedaan jenis kelamin.

I. Metode yang digunakan dalam Model Pembelajaran Individual


1. Metode Tanya Jawab
Tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui
bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh anak didik. Dengan metode ini,
antara lain dapat dikembangkan keterampilan mengamati, menginterprestasi,
mengklasifikasi, membuat kesimpulan, dan menerapkan. Metode tanya jawab
mempunyai tujuan agar siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang
apa yang dipelajari.
2. Metode pemberian tugas

9
Metode pemberian tugas adalah metode penyajian bahan dimana guru
memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah
tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, di
halaman sekolah, dan diperpustakaan ataupun dirumah asalkan tugas itu dapat
dikerjakan. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran yang
terlalu banyak sementara waktu sedikit. Tugas bisa merangsang anak untuk
aktif belajar, baik secara individual ataupun kelompok.
3. Metode Latihan
Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu
cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu,
juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.
4. Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk
pembiasaan anak didik berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan
tuntunan ajaran agama Islam.
5. Metode Keteladanan
Keteladanan dalam bahasa Arab disebut uswah, iswah, atau qudwah,
qidwah yang berarti perilaku baik yang dapat ditiru oleh orang lain (anak
didik). Metode keteladanan memiliki peranan yang sangat signifikan dalam
upaya pencapaian keberhasilan pendidikan.
Menurut Hamzah B. Uno (2008:18), ada beberapa model pembelajaran
yang termasuk pada pendekatan pembelajaran individual, diantaranya adalah
model pembelajaran pengajaran tidak langsung (non directive teaching), model
pembelajaran pelatihan kesadaran (awareness training), sinektik, sistem
konseptual, dan model pembelajaran pertemuan kelas (classroom meeting).
Berikut adalah model-model pembelajaran yang lain:
1. Distance learning (pembelajaran jarak jauh),
2. Resource-based learning (pembelajaran langsung dari sumber),
3. Computer-based training (pelatihan berbasis komputer), dan
4. Directed private study (belajar secara privat langsung).

10
J. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Individual
1. Kelebihan model pembelajaran Individual
a. Pembelajaran tidak dibatasi waktu.
b. Siswa dapat belajar secara tuntas.
c. Perbedaan-perbedaan yang banyak diantara para peserta dipertimbangkan.
d. Para peserta didik dapat bekerja sesuai dengan tahapan mereka dengan
waktu yang dapat mereka sesuaikan.
e. Gaya-gaya pembelajaran yang berbeda dapat diakomodasi.
f. Hemat untuk peserta dalam jumlah besar.
g. Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai bagaimana dan apa
yang mereka pelajari.
h. Proses pembelajaran bersifat aktif bukan pasif.
2. Kelemahan model pembelajaran Individual
a. Memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan bahan-bahan.
b. Motivasi peserta mungkin sulit dipertahankan.
c. Peran instruktur perlu berubah.
d. Keberhasilan tujuan pembelajaran kurang tercapai, karena tidak ada
tempat untuk siswa bertanya.

K. Pengertian Model Pembelajaran Kelompok


Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya
mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama
lainya sebagai satu kelompok atau satu tim. Pembelajaran kooperatif
(cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan
kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas
yang terstruktur.
Slavin mengatakan cooperative learning telah dikenal sejak lama, pada
saat itu guru mendorong para siswa untuk bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan
tertentu seperti diskusi atau pengajaran oleh teman sebaya (peer teaching).

11
Johnson & Johnson mengemukakan cooperative adalah mengerjakan
sesuatu bersama-sama dengan saing membantu satu sama lainya sebagai tim
untuk mencapai tujuan bersama. Cooperative learning berarti juga belajar
bersama-sama, saling membantu antara yang satu dengan yang lain dalam
kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya.
Cooperative Learning adalah strategi yang digunakan untuk proses
belajar, dimana siswa akan lebih mudah menemukan secara komprehensif
konsep yang sulit jika mereka mendiskusikannya dengan siswa yang lain tentang
problem yang dihadapi.
Pembelajaran kooperatif menekankan kerjasama antara peserta didik dan
kelompok karena peserta didik lebih mudah menemukan dan memahami suatu
konsep jika mereka saling mendiskusikan masalah dengan temanya.
Dalam cooperative learning tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi
siswa atau peserta didik juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan
khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini
berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas.
L. Tujuan Model Pembelajaran Kelompok
Pada dasarnya model cooperative learning dikembangkan untuk
mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting dirangkum
Ibrahim,et.all, yaitu:
1. Hasil belajar akademik
Dalam cooperative learning meskipun mencakup beragam tujuan
sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting
lainya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu
siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah
menunjukkan, model struktur penghargaan kooperatif telah dapat
meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang
berhubungan dengan hasil belajar. Disamping mengubah norma yang
berhubungan dengan hasil belajar, cooperative learning dapat memberi

12
keuntungan, baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang
bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.
2. Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model cooperative learning adalah penerimaan secara luas
dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial,
kemampuan dan ketidak mampuanya. Pembelajaran kooperatif member
peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja
dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur
penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
3. Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan yang ketiga cooperative learning adalah mengajarkan kepada
siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan
sosial penting dimiliki siswa, sebab saat ini banyak anak muda masih kurang
dalam keterampilan sosial.

M. Karakteristik Model Pembelajaran Kelompok


Adanya kerja sama ini lah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran
kooperatif. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
1. Pembelajaran Secara Tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim
merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu
membuat setiap siswa belajar. Semua anggota tim (anggota kelompok) harus
saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap kelompok
bersifat heterogen. Artinya kelompok terdiri atas anggota yang memiliki
kemampuan akademik, jenis kelamin, dan latar belakang sosial yang berbeda.
2. Didasarkan pada Manajemen Kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai empat fungsi pokok, yaitu
Fungsi perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan
secara efektif. Fungsi pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran

13
kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, melalui langkah-
langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan
yang sudah disepakati bersama. Fungsi organisasi menunjukkan bahwa
pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan
bersama antar anggota kelompok, Fungsi kontrol menunjukkan bahwa dalam
pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui
tes maupun nontes.
3. Kemauan untuk Bekerja Sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan
secara kelompok. Setiap anggota kelompok bukan..saja harus diatur tugas dan
tanggung jawab masing - masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling
membantu.
4. Keterampilan Bekerja Sama

Kemampuan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikan melalui


aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama.
Siswa perlu dibantu mengatasi berbagai hambatan dalam berinteraksi dan
berkomunikasi, sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide,
mengemukakan pendapat, dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan
kelompok.

N. Prinsip Dasar dalam Model Pembelajaran Kelompok


Menurut Nur, prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai
berikut:
1. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggungjawab atas segala sesuatu yang
dikerjakan dalam kelompoknya.
2. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota
kelompok memiliki tujuan yang sama.
3. Setiap anggota kelompok (siswa) harus berbagi tugas dan tanggung jawab
yang sama diantara anggota kelompoknya.

14
4. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.
5. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan
keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
6. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan
secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
O. Langkah-Langkah dalam Model Pembelajaran Kelompok
1. Penjelasan materi
Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi
pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utama dalam tahap
ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. Pada tahap ini
guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus
dikuasai yang selanjutnya siswa akan memperdalam materi dalam
pembelajaran kelompok (tim).
2. Belajar dalam kelompok
Setelah guru menjelaskna gambaran umum tentang pokok-pokok materi
pelajaran, selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompoknya masing-
masing yang telah dibentuk sebelumnya. Pengelompokan kooperatif bersifat
heterogen, artinya kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan
setiap anggotanya, baik perbedaan gender, latar belakang agama, sosial
ekonomi, dan etnik, serta perbedaan kemampuan akademik.
3. Penilaian
Penilaian dalam kooperatif bisa dilakukan dengan tes atau kuis. Tes atau kuis
dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. Tes individual
nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa; dan tes
kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Hasil
akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dibagi dua. Nilai setiap
kelompok memiliki nilai sama dengan kelompoknya. Hal ini disebabkan nilai
kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil
kerja sama setiap anggota kelompok.
4. Pengakuan tim

15
Pengakuan tim (tim recognition) adalah penetapan tim yang dianggap paling
menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan
tersebut diharapkan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi dan juga
membangkitkan motivasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi
mereka.

P. Beberapa Tipe Dalam Pembelajaran Kooperatif


1. Investigasi Kelompok
Investigasi Kelompok merupakan model pembelajaran kooperatif yang
paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan. Model ini dikembangkan
pertama kali oleh Thelan. Dalam perkembangannya model ini diperluas dan
dipertajam oleh Sharan dari Universitas Tel Aviv. Pendekatan ini memerlukan
norma dan struktur kelas yang lebih rumit daripada pendekatan yang lebih
berpusat pada guru. Pendekatan ini juga memerlukan mengajar siswa
keterampilan komunikasi dan proses kelompok yang baik.
2. Think-Pair-Share (TPS)
Strategi Think-Pair-Share (TPS) atau berfikir-berpasangan-berbagi
merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk
mempengaruhi pola interaksi siswa. Strategi Think-Pair-Share ini berkembang
dari penelitian belajar kooperatif dan menunggu waktu. Pertama kali
dikembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland.
3. Strategi Think-Pair-Share (TPS)
Berfikir-berpasangan-berbagi merupakan jenis pembelajaran
kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Strategi
Think-Pair-Share ini berkembang dari penelitian belajar kooperatif dan
menunggu waktu. Pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dan
koleganya di Universitas Maryland.
4. Numbered Heads (Kepala Bernomor)
Teknik belajar mengajar kepala bernomor (numbered heads)
dikembangkan oleh Spencer Kagan. Teknik ini memberikan kesempatan

16
kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan
jawaban yang paling tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka.
5. Student Team Achivement Division (STAD)
Tipe ini dikembangkan Slavin, dan merupakan salah satu tipe
kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara
siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi
pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
6. Jigsaw
Strategi ini merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika
materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi
tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini
adalah dapat melibatkan seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus
mengajarkan kepada orang lain
7. Teams-Games-Tournaments (TGT)
Pembelajaran TGT menekankan pada pencapaian tujuan dan
kesuksesan kelompok dengan berdasarkan pada kerja-kerja anggota
kelompok. Tujuan dan kesuksesan kelompok tidak hanya dalam hal
memahami suatu pelajaran, hanya bekerja menyeesaikan masalah tetapi juga
mempelajari suatu secara kelompok.
Q. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kelompok
1. Kelebihan model pembelajaran Kelompok
a. Ditinjau dari segi pedagogis, kegiatan kelompok akan dapat meningkatkan
kualitas kepribadian siswa, seperti adanya kerjasama, toleransi, berpikir
kritis, dan disiplin.
b. Ditinjau dari segi psikologis, timbul persaingan yang positif antar
kelompok karena mereka bekerja pada masing-masing kelompok.
c. Ditinjau dari segi sosial, anak yang pandai dalam kelompok tersebut dapat
membantu anak yang kurang pandai dalam menyelesaikan tugas.

17
2. Kelemahan model pembelajaran Kelompok
a. Terlalu banyak persiapan-persiapan dan pengaturan yang kompleks
dibanding dengan metode lain.
b. Bilamana guru (di sekolah) dan orang tua (di rumah) kurang mengontrol
maka akan terjadi persaingan yang negatif antar kelompok.
c. Tugas-tugas yang diberikan kadang-kadang hanya dikerjakan oleh
segelintir siswa yang cakap dan rajin, sedangkan siswa yang malas akan
menyerahkan tugas-tugasnya kepada temannya dalam kelompok tersebut.

18
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pembelajaran klasikal mencerminkan kemampuan utama guru, karena
pembelajaran klasikal ini merupakan kegiatan belajar dan mengajar yang
tergolong efisien. Pembelajaran secara klasikal ini berarti bahwa seorang guru
melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu mengelola kelas dan mengelola
pembelajaran. Pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan
terselenggaranya kegiatan pembelajaran secara baik dan menyenangkan yang
dilakukan di dalam kelas.
Model Pembelajaran Individual menawarkan solusi terhadap masalah
peserta didik yang beraneka ragam tersebut. Pembelajaran individual
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan sendiri tempat,
waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh ulangan atau ujian.
Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam
menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan
dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.Struktur tugas, struktur tujuan dan
struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan
struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran
yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik
siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya,
serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam penyusun makalah ini terdapat kesalahan
dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT, sehingga
dalam penulisan dan penyusunannya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari setiap orang
yang membaca makalah ini sebagai evaluasi untuk masa yang datang.

19
DAFTAR PUSTAKA

Anita Lie, Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di


Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT Grasindo.
http://umbrusblogger.blogspot.co.id/2017/05/pembelajaran-klasikal.html
Isjoni. 2009. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung:
Alfabeta.
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana Predana Media Group.

20