Anda di halaman 1dari 38

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang maha Esa,karena karunianya
kami dapat menyelesaikan tugas CRITICAL BOOK REPORT mata kuliah
Korespondensi Pendidikan ini.

Penulis menyadari bahwa tugas ini banyak kekurangan dan sangat sederhana dan
jauh dari kata sempurna ,kami sangat membutuhkan kritik yang membangun agar tugas
kami ini sempurna.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada selaku Dosen


pengampu karena telah memberikan bimbingannya kepada penulis untuk menyelesaikan
tugas CBR ini hingga tuntas.

Akhir kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penulisan CBR
ini terdapat banyak kesalahan, karena penulisan CBR ini masih jauh dari kesempurnaan.

Medan,12 Mei 2017

Nabila Utama Putri

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i


DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2 Tujuan............................................................................................................................... 1
1.3 Manfaat............................................................................................................................. 1
1.4 Identitas Buku .................................................................................................................. 1
BAB II RINGKASAN ISI BUKU ........................................................................................... 2
BAB I KOMUNIKASI DAN SURAT ................................................................................... 5
BAB 2 KELENGKAPAN SURAT ...................................................................................... 11
BAB 3 BAHASA SURAT ................................................................................................... 13
BAB 4 BAGIAN SURAT DAN FUNGSINYA .................................................................. 17
BAB 5 ANEKA SURAT SEKRETARIS ............................................................................ 21
BAB 6 PROSEDUR DAN ISTILAH BISNIS ..................................................................... 25
BAB 7 ANEKA SURAT BISNIS ........................................................................................ 28
BAB 8 SURAT LAMARAN PEKERJAAN ....................................................................... 33
BAB III PEMBAHASAN ...................................................................................................... 36
1. KELEBIHAN BUKU ....................................................................................................... 36
2. KEKURANGAN.............................................................................................................. 36
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................ 37
4.1 Simpulan......................................................................................................................... 37
4.2 Saran ............................................................................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 38

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mengkritik buku bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai
identitas buku, ringkasan buku, kelebihan dan kekurangan buku, baik dari segi sisitematika
penulisan, EYD, maupun kepaduan isi buku itu sendiri. Selain itu, mengkritik buku juga
dapat melatih kemampuan kita dalam menganalisis dan mengevaluasi pembahasan yang
disajikan oleh penulis, sebagai masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya.
Indonesia termasuk negara yang mempunyai kebijakan Nasional tentang pelayanan
pendidikan anak berbakat, yaitu dalam Undang-Undang Pendidikan Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 1989 tentang sisitem pendidikan Nasional (UUSPN 1989) Pasal 8 ayat (2):
bahwa “Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak
memperoleh perhatian khusus”. Maka dari itu menarik untuk dibahas tentang Perkembangan
Bakat Anak Indonesia.

1.2 Tujuan
1. Memberikan gambaran tentang identitas buku
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku
3. Mengetahui sebagian isi buku berdasarkan ringkasan.

1.3 Manfaat
A. Bagi Penulis :
1. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Korespondensi Pendidikan
2. Melatih Kemampuan Penulis Dalam Mengkritisi Suatu Buku.
3. Menumbuhkan Pola Pikir Kreatif Dalam Membandingkan Buku Yang Satu
Dengan Yang Lain.

B. Bagi Pembaca :
1. Untuk Menambah Pengetahuan Dan Wawasan Mengenai Korespondensi
Pendidikan

1
1.4 Identitas Buku
Buku Utama (buku satu)
 Judul buku : Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia
 Edisi : Revisi 4
 Penulis : Lamanuddin Finoza
 Penerbit : Diksi
 Tahun terbit : 2006
 Kota Terbit : Jakarta

Buku Pembanding (buku kedua)


 Judul buku : Korespondensi Bisnis Modern
 Edisi : 1
 Penulis : Drs. Djoko Purwanto,M. B. A
 Penerbit : Erlangga
 Kota terbit : Jakarta
 Tahun Terbit : April 2008
 ISBN : 9790157878

1
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

BAB I KOMUNIKASI DAN SURAT


1.1 Pengerian Komunikasi dan Surat

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari pengirim ( komunikator)


kepada penerima ( komunikan ). Unsur komunikasi ada 5 yaitu:
1. Komunikator atau pengirim
2. pesan atau informasi yang akan disampaikan
3. Alat atau media
4. Komunikan atau penerima
5. efek atau reaksi yang merupakan balikan ( feedback ) dari komunikan atas aksi yang
dilakukan komunikator

Jika ditinjau dari cara penyampaiannya, komunikasi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu
komunikasi lisan dan komunikasi tulis

Jenis Komunikasi dan Keunggulan Kelemahan


Bentuk Kegiatannya
Komunikasi Lisan 1. Berlangsung cepat 1. Tidak mempunyai bukti
Contoh bentuk kegiatan : 2. Dapat berlangsung tanpa tertulis/autentik
1. Berbicara alat bantu 2. Sulit disajikan secara
2. Bercerita 3. Kesalahan dapat langsung bersih/matang
3. Berdiskusi dikoreksi 3. Dasar hukumnya lemah
4. Berpidato 4. Dapat dibantu dengan 4. Mudah dimanipulasi
gerak tubuh dan mimik
muka
Komunikasi Tulis 1. Mempunyai bukti tertulis 1. Berlangsung lambat
Contoh bentuk kegiatan : 2. Dapat disajikan lebih 2. Selalu memakai alat
1. Menulis surat matang/bersih bantu ( alat tulis )
2. Menulis artikel 3. Dasar hukumnya kuat 3. Kesalahan tidak dapat
3. Menulis makalah 4. Sulit dimanipulasi langsung dikoreksi
4. Menulis laporan 4. Tidak dapat dibantu
dengan gerak tubuh dan
mimik muka

Surat merupakan informasi tertulis yang dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi tulis
yang dibuat dengan persyaratan tertentu. Kegiatan saling berkirim surat oleh perseorangan
atau oleh organisasi disebut surat menyurat atau korespondensi dan para pelakunya disebut
koresponden.

1
1.2 Fungsi Surat

Ada beberapa fungsi surat yang diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Sebagai alat komunikasi


b. Sebagai wakil atau duta
c. Sebagai bahan bukti
d. Sebagai pedoman untuk mengambil keputusan lebih lanjut
e. bebagai alat untuk memperpendek jarak, menghemat tenaga dan waktu
f. Sebagai alat ingat (pengingat)
g. Sebagai bukti sejarah dan kegiatan

1.3 Kriteria Surat dan Penulis surat yang baik


Adapun kriteria dan ciri umum surat yang baik adalah:

1. menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis, dan warna sesuai dengan
surat yang akan ditulis;
2. menggunakan bentuk surat yang standar;
3. menggunakan bahasa indonesia baku;
4. menggunakan gaya bahasa yang lugas;
5. menggunakan bahasa yang jelas;
6. menggunakan bahasa yang sopan dan hormat;
7. menyajikan fakta yang benar dan lengkap;
8. tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai dalam surat-menyurat;
9. tidak menggunakan kata-kata sulit dan istilah yang belum memasyarakat.

Selain itu agar dapat menjadi penulis surat yang baik, harus memenuhi sejumlah persyaratan
lagi, yaitu

1. mengetahui prosedur surat menyurat secara umum;


2. menguasai pemakian bahasa tulis dengan baik;
3. mengetahui seluk-beluk permasalahan yang akan ditulis;
4. mengetahui posisi hubungan antara pengirim dan penerima surat.

1.4 Penggolongan Surat

1. Menurut wujud surat

1. Surat biasa atau bersampul adalah surat yang di tulis di atas kertas yang basiasanya
dimasukkan ke dalam sampul kemudian dikirimkan.
2. Memo dan nota adalah surat yang dipakai secara intern dalam suatu organisasi.
Memo dan nota dipergunakan untuk meminta atau memberi informasi serta
petunjuk antar pejabat kantor.
3. Kartu pos adalah benda pos berbentuk kartu berukuran 10 X 15 cm atau 15 X 20
cm yang dipakai apabila isi surat itu singkat dan tidak rahasia.
4. Warkat pos adalah surat yang wujudnya berupa gabungna sampul dan kertas surat.
Warkat pos digunakan apabila isi surat lebih panjang dari kartu pos. Isinya hanya
boleh dibaca oleh orang yang berhak yaitu orang yang tercantum pada alamat surat.

1
5. Telegram adalah surat yang ditulis pada blanko telegram yang berisi pokok-pokok
singkat permasalahan.
6. Surat tanda bukti adalah surat berbetuk formulir yang dipakai sebagai tanda bukti
keabsahan aktivitas antara dua pihak, misalnya kuitansi, faktur, tanda terima kartu
kartu identitas, dan sebagainya.

2. Menurut sifat isi

1. Surat pribadi adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut
kepentingan pribadi. Surat pribadi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :
a) Surat pribadi yang bersifat kekeluargaan
b) Surat pribadi yang bersifat setengah resmi yaitu surat yang dikirim oleh
seseorang kepada pejabat suatu organisasi.
2. Surat dinas adalah surat yang dibuat dan dikeluarkan oleh suatu lembaga baik
pemerintah maupun swasta dan ditandatangani oleh pejabat atau yang mewakilinya,
surat dinas berisi masalah yang menyangkut kedinasan. Surat dinas digolongkan
menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
a) Surat dinas pemerintah yaitu surat dinas yang digunakan oleh instansi
pemerintah untuk kepentingan asdministrasi yang berhubungan dengan masalah
pemerintahan, contoh : memo dan nota dinas, surat pengantar, surat keutusan, surat
perintah, surat instruksi, surat kuasa, surat edaran, surat perjalanan dinas, dan
sebagainya.
b) Surat dinas swasta yaitu surat dinas yang digunakan oleh instansi swasta
yang berhubungan dengan masalah perusahaan, biasanya disebut juga surat niaga.
Contoh : surat permintaan penawaran, surat penawaran, surat pesanan, surat
pengiriman baragng surat penundaan pembayaran, surat keberatan.

3. Menurut keamanan isi

1. Surat biasa yaitu surat yang tidak akan menimbulkan akibat buruk atau
merugikan bagi organisasi atau pejabat yang bersangkutan jika isinya diketahui atau
dibaca orang lain.
2. Surat rahasia yaitu surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain
karena akan menimbulkan kerugian bagi organisasi atau pejabat yang bersangkutan.
Biasanya pada sampul surat ditandai dengan RHS atau R. Cara pengirimannya
menggunakan dua sampul, sampul pertama ditulis RHS atau R kemudian dilak,
kemudian dimasukkan ke dalam sampul kedua yaitu sampul surat biasa, tidak diberi
tulisan RHS atau R dan tidak dilak.
3. Surat sangat rahasia adalah surat yang berisi masalah yang sangat penting dan
hanya boleh dibaca atau diketahui isinya oleh orang tertentu yang berhak
menyelesaikan atau mengambil keputusan. Surat tersebut tidak boleh dibaca oleh
orang yang tidak berkepentingan, sebab menyangkut keamanan negara. Pada sampul
surat ditandai dengan SRHS atau SR.

4. Menurut proses penyelsaiannya

1. Surat biasa adalah surat yang tidak memerlukan tanggapan atau penyelesaian
secepatnya, tetapi dapat diselesaikan menurut urutan surat yang diterima.
2. Surat segera adalah surat yang isinya memerlukan tanggapan atau
penyelesaian dengna segera lebih cepat dair surat biasa.

1
3. Surat sangat segera adalah surat uang isinya memerlukan tanggapa
penyelesaian yang secepatnya, harus dilakukan atau diselesaikan pad akesempatan
pertama atua prioritas utama.

5. Menurut kegiatan

1. Surat intern adalah surat yang ditujukan untuk lingkungan suatu organisasi
atau instansi sendiri.
2. Surat ekstern adalah surat yang ditujukan keluar lingkungan organisasi atau
isntansi.

1.5 Bentuk Surat


1. Bentuk lurus penuh (full block style), yaitu bentuk surat yang penulisannya semua
dimulai dari pinggir sebelah kiri. artinya, mulai dari tanggal, kata penutup sampai kata
lampiran yang ditulis di sebelah bawah penulisannya dimulai dari kiri.

2. Bentuk lurus (block style), pada dasarnya sama dengan surat bentuk lurus penuh,
perbedaannya terletak pada penempatan tanggal, salam penutup, nama instansi, nama
terang dan nama jabatan yang ditullis disebelah kanan surat.

3. Bentuk setengah lurus (semi block style), sebenarnya sama dengan bentuk surat lurus,
perbedaannya terletak pada penulisan isi surat dan tiap alinea baru menjoraok (masuk
ke dalam). pada praktiknya, surat dengan bentuk ini banyak dipergunakan oleh
perusahaan.

4. Bentuk lekuk (indented style), penulisan alamat pada surat tidak rata atau berbentuk
seperti tangga, dan setiap alinea baru menjorok kedalam.

5. Bentuk menggantung (hanging paragraph), sebenarnya juga sama dengan surat bentuk
lurus, perbedaannya hanya pada penukisan alamat dan alineanya. Setiap alinea ditulis
rata kiri, sedang baris berikutnya menjorok kedalam.

6. Bentuk Resmi Indonesia Lama


Bentuk resmi Indonesia lama yaitu penulisan alamat surat diketik sebelah kanan di
bawah tanggal surat.

7. Bentuk Resmi Indonesia Baru


Bentuk resmi Indonesia baru merupakan variasi bentuk setengah lurus dan bentuk
resmi Indonesia, bedanya dengan bentuk setengah lurus terletak pada penulisan salam
penutup yang berada pada margin kanan yang setara dengan penulisan tembusan.

1
Pola Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style)

Pola Bentuk Lurus (Block Style)

Pola Bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style)

Pola Bentuk Lekuk (Idented Style )

1
Pola Bentuk Resmi (Official Style)

Pola Bentuk Paragraf Bergantung (Hanging Paragraph)

Pola Bentuk Resmi Gaya Baru

1
BAB 2 KELENGKAPAN SURAT
2.1 Penggunaan Kertas
Penggunaan kertas mengalami perubahan. Kertas tipis doorslag yang biasanya
digunakan untuk membuat duplikat surat biasa kini sudah sangat jarang dipakai. Pemakaiana
kertas doorslag terbatas untuk kopi surat tanda bukti misalnya untuk faktur dan tanda terima.
Hal ini terutama disebabkan oleh makin populernya penggunaan mesin fotokopi untuk
membuat duplikat atau kopi surat.

2.1.1 Jenis Kertas


a. Kertas Hvs 60-80 gram yang dipakai untuk menulis surat biasa baik untuk lembar
asli maupun untuk kopi
b. kertas doorslag dipakai terutama untuk kopi surat-surat tanda bukti
c. kertas segel untuk membuat surat perjanjian dan bermacam-macam akta
d. kertas stensil untuk membuat surat dalam jumlah banyak
e. union skin yaitu jenis kertas tipis namun kuat

2.1.2 Warna Kertas dan Tinta


Penggunaan warna/tinta pita mesin ketik dan pita printer komputer baik pada instansi
pemerintahan maupun swasta umumnya sama yaitu hitam. Menggunakan tinta warna lain
kecuali merah boleh saja asalkan warnanya terang agar tulisan yang dihasilkan mudah
terbaca. Walaupun demikian surat resmi pada instansi pemerintahan diisyaratkan
menggunakan tinta warna hitam. Untuk surat yang tulis tangan, orang lebih suka memakai
tinta hitam daripada tinta biru walaupun keduanya boleh dipakai.

2.1.3 Ukuran Kertas


Adapun ukuran kertas yang standar dan penggunaannya adalah sebagai berikut :
a. Untuk surat yang isinya panjang digunakan kertas folio ( 21 x 33 cm )
b. Untuk surat yang isinya sedang atau pendek digunakan kertas kuarto ( 21 x 28
cm atau 29,7 cm = A4 )
c. Untuk menulis memo dan nota digunakan kertas setengah folio atau setengah
kuarto ( 21 x 16.5 cm atau 21 x 14 cm )

1
2.2 Amplop dan Lipatan surat
Pemakaian amplop perlu disesuaikan dengan ukuran kertas, baik yang dilipat maupun tidak.
Jenis amplop yang terpenting adalah seperti yang tampak pada gambar di bawah ini

Melipat kertas surat merupakan bagian seni berkorespondensi. Lipatan asal jadi atau
yang rumit sering menyulitkan penerima surat.pemilihan lipatan tertentu perlu disesuaikan
terlebih dahulu dengan ukuran kertas dan amplop yang akan dipakai.

2.3 Teknik Pembuatan Surat


Dalam persyaratan penulisan surat, tampak jelas faktor bahasa sangat dominan. Memang
harus diakui penguasaan bahasa tulis tidak dapat ditawar lagi bagi setiap orang yang akan
terjun ke dalam korespondensi.

2.3.1 Persiapan Penulisan


Dalam penulisan surat, penulis perlu juga memperhatikan keinginan atau selera
pembaca. Analisis tentang pembaca surat akan memengaruhi nada dan gaya penulisan surat,
termasuk pemilihan bentuk. Pemakaian kalimat sederhana sangat dianjurkan dalam penulisan
surat, disamping tentu saja kejelasan isi surat secara keseluruhan.

1
2.3.2 Pengetikan
Dalam pengetikan surat terutama untuk pengetikan final, faktor kejelasan, kerapian
dan kebersihan haruslah mendapat perhatian penulis. Hindarilah kesalahan kritik karena hal
itu akan mengurangi nilai surat secara keseluruhan. Kesalahan ketik pada surat, selain
mengganggu kenyamanan membaca juga mengindikasikan kecerobahan atau
kekurangcermatan penulisanya.

2.3.3 Pengiriman
Banyak hal yang terkait dengan perngiriman surat. Yang perlu diperhatikan adalah hal
sebagai berikut :
1. Pastikan terlebih dahulu kebenaran penulisan alamat tujuan.
2. Kirimlah surat dengan memperhitungkan waktu tiba yang tepat
3. Sesuaikan sifat pengiriman dengan derajat kepentingan isi surat
4. Perhatiakan besarnya nilai perangko jika menggunakan jasa pos
5. Perhatikan keamanan isi surat dengan mengguinakan perangkat yang cukup serta
jumlah amplop yang diperlukan ( surat rahasia menggunakan lebih dari satu amplop )

BAB 3 BAHASA SURAT


Agar pesan yang ditransfer itu komunikatif hendaknya penulis surat menggunakan bahasa
yang benar, yaitu bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa tulis secara umum dan kaidah
bahasa surat secara khusus. Sebagai suatu karangan, surat juga harus tunduk pada kaidah
komposisi atau kaidah karang mengarang pada umumnya.

3.1 Bahasa yang Jelas


Bahasa surat yang jelas maksudnya tidak hanya mudah dimengerti tetapi harus
terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga data – data yang dituangkan dalams surat
sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Perhatikan tiga contoh cuplikan kalimat dalam surat
yang berbeda.

Kalimat 1 :
Menurut catatan dalam agenda sekretaris pimpinan akan mengadakan pertemuan rapat
dengan dewan direksi.
Kalimat 2 :
Untuk pembelian 5 sampai dengan 10 unit mendapatkan potongan harga 20% dan untuk
pembelian di atas itu dapat potongan harga 25%, bila pembayaran dilakukan secara tunai.
Kalimat 3 :
Sebagian besar produk perusahaan kami menghasilkan pakaian sekolah untuk remaja dan
anak – anak.

Dalam kalimat 1, tidak jelas siapa yang akan mengadakan pertemuan rapat dengan
dewan direksi, sekretaris atau pimpina. Jika yang dimaksud pimpinan, tanda koma harus
ditempatkan setelah kata sekretaris.
Dalam kalimat 2, kalimat yang ditampilkan tidak utuh (menggantung), sehingga pembaca
perlu menafsirkan nama barang yang dipesannya. Seharusnya penulis menjelaskan kata
setelah unit, misalnya computer, televise, telephone, dan lain sebagainya.
Dalam kalimat 3, seharusnya klasifikasi yang benar adalah untuk siswa SMP dan SMU
(remaja) dan siswa TK dan SD (anak – anak).

1
3.2 Bahasa yang Lugas
Lugas artinya sederhana, praktis dan bersahaja. Jika ditempatkan pada penulisan
kalimat dalam surat, berarti kalimat yang digunakan harus langsung menunjukkan persoalan
atau permasalahan yang pokok – pokok saja, tidak bertele – tele serta dapat mengungkapkan
gagasan secara tepat sesuai dengan maksud yang dikehendaki. Bahasa surat lugas diwujudkan
dalam bahasa yang hemat dan jelas.
Cara yang dapat dilakukan oleh penulis surat agas diperoleh bahasa surat yang lugas
adalah sebagai berikut.
1. Menghilangkan unsur – unsur yang tidak diperlukan
2. Menghilangkan basa – basi
3. Menambahkan unsur penjelas yang hilang.
4. Menggunakan istilah yang biasa digunakan dalam surat niaga.
5. Menempatkan tanda baca dengan tepat.

Berikut ini beberapa contoh pengungkapan berlebihan dan lugas.


Berlebihan Lugas
Sangat sekali Sangat atau sekali
Adalah merupakan Adalah atau merupakan
Agar supaya Agar atau supaya
Sejak dari Sejak atau dari
Demi untuk Demi atau untuk
Seperti misalnya Seperti atau misalnya
Disebabkan karena Disebabkan oleh
Keputusan daripada Keputusan rapat
rapat

3.3 Bahasa yang umum


Bahasa yang umum maksudnya adalah bahasa resmi yang memasyarakat, bahasa
baku yang dipakai di depan umum, bahasa yang dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain struktur nya yang baku, ciri bahasa umum adalah pilihan katanya harus mengutamakan
selera masyarakat umum, bukan selera sekelompok orang apalagi selera pribadi. Bahasa
umum adalah bahasa standar. Bahasa standar harus bebas dari dialek, slang, dan kata-kata
bahasa prokem.
Penulis resmi diharuskan menggunakan ragam bahasa resmi. Hal itu tidak boleh
ditawar lagi. Memang dalam surat resmi dipakai kata-kata atau ungkapan khas surat
menyurat namun kata kata dan ungkapan itu tetap berlaku umum karena dipakai bersama-
sama oleh penulis surat.

3.4 Bahasa yang baku


Yang dimaksud dengan kata baku atau standar adalah kaya yang dianggap paling
benar ditinjau dari segi penulisan dan pengucapannya. Pembakuan juga mencakup pemilihan
kata. Bila ada sejumlah kata yang sama artinya, harus ditentukan satu atau dua kata yang
baku. Pembakuan diperlukan karena kata-kata bakulah yang dipakai di dalam ragam
resmi.kata-kata dialek atau ragam kedaerahan seperti ngopi, bikin, betulin, ketemu, duit
termasuk tidak baku. Kata-kata itu hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari. Padanan

1
kata-kata tersebut yang dianggap baku adalah minum kopi, membuat, membetulakn, bertemu,
dan uang. Kata-kata baku itulah yang dipakai dalam keperluan resmi termasuk dalam surat
resmi.

3.5 Ungkapan Tetap


Ungkapan tetap atau dapat juga disebut ungkapan idiomatik adalah ungkapan yang
unsurnya terdiri atas dua kata atau lebih yang berpola tetap ( konstruksinya berbentuk frasa
yaitu kelompok kata nonpredikatif yang membentuk kesatuan arti ). Susunan kata-kata
ungkapan tetap bersifat permanen. Unsur-unsurnya todak boleh dipertukarkan atau tidak
boleh ditambah atau dikurangi.

3.6 Pemakaian Ejaan yang Disempurnakan ( EYD )


3.6.1 Penulisan huruf
1. Pemakaian Huruf Kapital
a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar ( kehormatan, keturunan, dan
agama ), jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau penyebutan tanpa nama
tetapi nyata mengacu kepada orangnya.
Misalnya : Surat ini ditujukan kepada Manajer Pemasaran PT Medan Jaya
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa.
Misalnya : Tenaga asing pada perusahan kami berkebangsaan Korea
c.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan peristiwa
sejarah.
Misalnya : Hari Minggu toko kami tetap buka
d.Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar dan sapaan.
Misalnya : Rombongan itu dipimpin oleh Adi Andoyo, S.H.
2.Pemakaian Huruf Miring
Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip
dalam surat/ karangan. Selain itu huruf miring juga dipakai untuk menuliskan ungkapan
bahasa asing atau bahasa daerah kecuali yang disesuaikan ejaannya.
Misalnya : Kami sarankan agar Anda menggunakan kata penataran untuk mengganti
upgrading

3.6.2 Penulisan Kata

Perhatikan ketentuan penulisan kata-kata berikut.

 Kata dasar merupakan kata yang berdiri sendiri. Contoh: majalah, kantor, dan kemarin
 Kata berimbuhan merupakan kata yang mendapatkan awalan atau akhiran. Contoh:
perkantoran, bacaan, dan memasak
 Kata ulang ditulis menggunakan tanda hubung antara kata yang diulang. Contoh:
surat-mnyurat, bahu-membahu, dan masak-masak.

1
 Kata gabungan yang diapit oleh imbuhan, maka pemulisannya digabung. Contoh:
mempertanggungjawabkan, memperjualbelikan, dan melipatgandakan.
 Kata gabungan yang menggunakan awalan atau akhirannya saja ditulis terpisah,
karena awalan dan akhirannya hanya terdapat pada salah satu kata gabungan. Contoh:
beri tatahukan dan bertanggung jawab.
 Kata majemuk penulisan dipisah jika salah satu katanya tidak berdiri sendiri, dan
digabung bila sudah dianggap satu kata. Contoh: kerja sama, tanda tangan, daripada
dan apabila.
 Kata depan di,ke, dan dari yang berfungsi menunjukkan nama tempat/arah, maka
penulisannnya dipisah. Contoh dari desa, ke Jakarta, dan di lemari.
 Kata pun penulisannya dipisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pada kata
ungkapan tetap seperti meskipun, walaupun. Contoh: saya pun dan anda pun

3.6.3 Penulisan Unsur Serapan

Penulisan unsur serapan dari bahasa asing perlu diperhatikan ketentuannya.

Contoh:

Management = Manajemen Apotheek= Apotek

Kwitantie = Kuitansi Psychology= Psikologi

3.6.4 Pemakaian Tanda Baca

Tanda titik

Pada akhir kata singkatan, maka menggunakan satu tanda titik.

 Satu kata yang disingkat, maka menggunakan satu tanda titik. Contoh: nomor
disingkat No., jalan disingkat Jln
 Dua kata yang disingkat, maka mengguanakn dua tanda titik. Contoh: Sarjana Teknik,
disingkat S.T, sampai dengan disingkat s.d.
 Tiga kata yang disingkat, maka pada akhir singkatan dipakai satu tanda titik. Contoh:
dan kawan-kawab disingkat dkk.

Tanda koma

Tanda koma dapat digunakan untuk:

 Memisahkan dua kalimat setara yang kalimat keduanya didahului dengan kata namun,
tetapi, bahkan, melainkan, dan sedangkan.
 Merinci hal yang lebih dari dua.

Tanda titik dua

1
Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang diikuti dengan rinciannya.
Tanda titik dua tidak dipakai pada akhir pernyataan yang sebelum perinciannya didahului
dengan kata adalah, sebagai berikut, yaitu.

Tanda garis miring

Penulisan tanda garis miring setelah kata atau sebelum kata tidak menggunakan spasi.
Contoh: organisasi/perhimpunan.

BAB 4 BAGIAN SURAT DAN FUNGSINYA

 Kop Surat

Kop surat atau kepala surat merupakan identitas awal dari sebuah surat. Pada umumnya
organisasi/badan atau perusahaan mempunyai kertas kop surat yang sudah tercetak, sehingga
dalam menyusun surat mereka hanya tinggal mengetikkan isi suratnya saja.

kop surat

Bagian Kop Surat meliputi hal-hal dibawah ini:

1. Nama badan/organisasi atau perusahaan


2. Alamat Lengkap
3. Logo perusahaan
4. Nomor telepon, kode pos, alamat email, website
5. Nama kantor cabang (jika ada)
6. Jenis usaha

Kepala surat tersebut dapat dicetak sedemikian rupa demi ke artistikan suatu perusahaan
tersebut, adapun fungsi kop surat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Identitas
Pada kepala surat selalu akan menampilkan identitas perusahaan pengirimnya. Biasanya hal
yang paling mencolok adalah bentuk logo perusahaan itu sendiri, dimana logo perusahaan
akan berbeda antara satu dengan lainnya. Logo atau lambang tersebut akan menjadi identitas
tersendiri bagi perusahaan.

2. Pemberi Informasi
Pada kop surat akan mencantumkan nama perusahaan, logo, bidang usaha, alamat lengkap
dengan nomor telepon, email ataupun alamat website perusahaan. Data ini merupakan
informasi lengkap bagi konsumen maupun calon konsumen yang ingin berhubungan dengan
perusahaan.

3. Alat Promosi
1
Dengan melihat informasi yang terdapat dalam kop surat baik alamat, lambang, atau jenis
usaha yang dijalaninya maka hal ini sebenarnya berfungsi sebagai iklan atau alat
promosi bagi perusahaan tersebut.

 Leher Surat

Leher surat berisi hal-hal berikut:

1. Tanggal Surat
2. Nomor Surat
3. Lampiran
4. Hal/perihal
5. Sifat surat
6. Alamat tujuan

leher surat
Setiap bagian surat diatas selayaknya tertulis pada surat yang akan dibuat pegawai
administrasi. Namun terkadang pada beberapa surat seperti surat pribadi terkadang tidak
mencantumkan sifat surat secara tertulis di dalam surat tersebut.

Tanggal Surat
Tanggal surat berfungsi menunjukkan tanggal berapa, hari apa dan bulan apa surat tersebut
ditandatangani. Fungsi tanggal surat adalah sebagai berikut:

 mempermudah penetapan waktu membalas surat


 mempermudah pengingat bagi penerima surat
 sebagai referensi bagi tugas administrasi

Nomor Surat
Fungsi nomor surat adalah sebagai berikut

 referensi atau petunjuk bagi petugas kearsipan


 petunjuk unit atau departemen asal surat
 mengetahui jumlah surat keluar pada priode tertentu
 memudahakan pengaturan dan pencarian bila diperlukan kembali

Perihal Surat
Perihal atau hal adalah petunjuk mengenai isi pokok surat. Perihal berfungsi sebagai:

 simpulan isi surat


 memudahkan penerima mengetahui pokok permasalahan
 petunjuk bagi petugas administrasi, filling dan kearsipan.

1
Lampiran
Lampiran berfungsi sebagai petunjuk mengenai dokumen yang menyertai surat.

Alamat yang Dituju


Fungsi alamat surat adalah sebagai berikut:

 petunjuk bagi penerima surat


 petunjuk bagi petugas administrasi

 Badan Surat

Badan surat memiliki bagian penting dalam surat yang utuh, dimana badan surat merupakan
inti dari suatu surat yang dikirim kepada instansi lain. Badan surat memiliki bagian sebagai
berikut:

1. Salam Pembuka
2. Kalimat Pembuka
3. Isi Surat
4. Kalimat Penutup

badan surat

Salam Pembuka
Salam pembuka merupakan salam penghormatan dan pertanda pembicaraan pada isi surat
akan segera dimulai. Kata-kata yang sering digunakan pada salam pembuka umumnya
adalah:

1
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Dengan hormat,
Salam bahagia,
dan sebagainya

Kalimat Pembuka
Kalimat pembuka berfungsi sebagai pengantar pada isi pokok pembicaraan dalam surat.
Mesikipun terlihat mudah dalam pembuatan kalimat pembuka ini, ternyata masih banyak
orang yang kesulitan menemukan kata awal dalam pembuatan kalimat terbuka.

Isi Surat
Isi surat adalah uraian mengenai maksut surat itu ditulis. Atau dengan kata lain, isi surat
merupakan masalah utama yang hendak dikemukakan. Sebaiknya dalam menulis isi surat
harus dengan jelas, runtut, dan tidak bertele-tele.

Kalimat Penutup
Kalimat penutup berfungsi sebagai ucapan terima kasih, penegasan, pengharapan, dan
pengarahan.

 Kaki Surat

Kaki surat merupakan bagian akhir dari sturuktur surat, kaki surat berisi hal berikut dibawah
ini:

kaki surat

1. Salam Penutup
2. Nama Jabatan Penanda tangan
3. Tanda Tangan
4. Nama Lengkap Penanda tangan
5. Tembusan
6. Stempel Organisasi
7. Inisial pembuat surat

Salam Penutup
Salam penutup berfungsi sebagai tanda selesainya pembicaraan dan surat sudah siap untuk
ditandatangani. Selain itu salam pentutp juga berfungsi sebagai penghormatan.

Jabatan Penanda tangan


Jabatan penanda tangan surat harus dicantumkan pada surat resmi agar dapat diketahui siapa
yang mengirimkan surat tersebut.

1
Singkatan (Inisial)
Inisial berfungsi untuk mengetahui siapa pengetik surat tersebut. Dalam surat dinas
pemerintahan, penulisan surat tidak diperlukan. Surat cukup diparaf oleh pengonsep surat
pada konsepnya saja, sedangkan bentuk aslinya tidak perlu diparaf

BAB 5 ANEKA SURAT SEKRETARIS


Surat sekretaris ( secretarial correspondence ) adalah sekelompok surat yang pada umumnya
dibuat oleh para sekretaris tanpa memandang pada lembaga apa mereka bekerja. Artinya jenis
surat-surat tertentu pasti dibuat oleh para sekretaris, baik pada kantor pemerintah, perusahaan
maupun lembaga sosila.
Surat sekretaris dapat disebut surat praktis. Pembuatan surat sekretaris memang lebih praktis
jika dibandingkan dengan jenis surat yang lain. Surat sekretaris yang dimaksud adalah :
5.1 Surat Pemberitahuan
Surat pemberitahuan adalah surat yang berisi pemberitahuan kepada semua
anggota dalam lingkungan yang merupakan bagian dari suatu perusahaan atau instansi.
Jenis-jenis surat pemberitahuan:
1. Pemberitahuan nomor telepon
2. Pindah alamat
3. Pembukaan kantor cabang baru
4. Perubahan harga
5. Perubahan rekening nasabah bank
6. Penaikan dan penyusutan suku bunga bank
7. Pemberitahuan posisi saham

Bagi suatu organisasi, surat pemberitahuan dapat dipakai untuk sasaran intern maupun
sasaran ekstern.

Jika dari latar belakang penulisan isinya dapat dibedakan atas dua macam :
a. Pemberitahuan yang isinya merupakan inisiatif pengiriman surat.
b. Pemberitahuan yang isinya merupakan jawaban atas balasan surat yang telah
diterima sebelumnya oleh pengirim berita.

Struktur surat pemberitahuan sebagai berikut:


1. Pembukaan, yaitu bagian pengantar atau pendahuluan yang mengemukakan masalah
pokok surat.
2. Isi, yaitu rincian, uraian, keterangan, atau penjelasan dari masalah pokok yang
diberitahukan.
3. Penutup, yaitu berisi harapan agar pihak yang dituju memaklumi hal yang
disampaikan, dan perlu meminta tanggapan atau reaksinya atas pemberitahuan yang
diterimanya.

5.2 Surat Undangan


Surat Undangan adalah surat pemberitahuan yang sifatnya mengharapkan kedatangan
seseorang untuk berpartisipasi dalam suatu acara tertentu di tempat dan waktu yang
telah ditentukan. Surat undangan sering digunakan untuk beberapa tujuan, misalnya

1
undangan rapat, undangan peresmian gedung baru, dan undangan pembukaan usaha
baru.
Adapun tatacara penulisan surat undangan yang bersifat kegiatan bisnis adalah
sebagai berikut:
a. Perlu menggunakan kepala surat (kop surat), baik sudah dicetak maupun yang
diketik.
b. Perlu mencantumkan nomor undangan serta tanggal pembuatannya.
c. Perlu mencantumkan perihal surat.
d. Mencantumkan nama orang yang hendak diberikan undangan.
e. Mencantumkan hari, tanggal, waktu, dan tempat pelaksanaan kegiatan.
f. Surat undangan dinas harus ditandatangani oleh pejabat yang bertanggungjawab atas
undangan tersebut.

Surat undangan dapat ditulis pada kertas biasa (dengan berbagai ukuran) atau dengan
menggunakan kartu. Untuk membuat undangan dengan menggunakan kartu, haruslah dicetak
serapi mungkin dengan menggunakan tulisan dan gaya bahasa yang baik dan menarik.
Dapat juga diberikan sedikit ornamen pada kartu undangan tersebut. Pilihlah kartu dengan
warna yang menarik dan tidak mencolok dipandang mata.

5.3 Surat Kuasa


Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari perseorangan atau
pejabat dalam suatu organisasi kepada orang atau pejabat lain sehingga pihak yang
diberi wewenang dapat bertindak mewakili pihak yang memberi
wewenang/kekuasaan. Surat kuasa baru dikatakan sah jika telah ditandatangani oleh
kedua belah pihak.
Pemakaian surat kuasa di dalam suatu organisasi dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Surat kuasa untuk keperluan interns organisasi
b. Surat kuasa untuk keperluan ekstern organisasi

5.4 Surat Keterangan


Surat keterangan adalah surat yang isinya menerangkan seseorang atau suatu hal.
Surat keterangan termasuk salah satu jenis surat yang paling banyak dibuat karena isi
surat keterangan umumnya menyangkut aktivitas manusia. Ragam surat keterangan
juga sangat banyak dan tuang lingkupnya sangat luas. Karena itu, batas antara surat
keterangan dan yang bukan surat keterangan sering tidak jelas.
Jika ditinjau dari segi isi dan derajat kepentingannya, surat keterangan dapat
dibedakan atas 4 macam yaitu :
5.4.1 Surat Keterangan Biasa
Surat keterangan biasa adalah surat keterangan yang diberikan kepada seseorang
dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat di tengah kesibukan sehari-hari,
misalnya keterangan sebagai mahasiswa, keterangan sebagai anggota organisasi
biasa, dll.
Pada dasarnya isi pokok surat keterangan adalah sebagai berikut :
a. Data pribadi atau jabatan pihak yang menerangkan
b. Data pribadi pihak yang diterangkan
c. Isi keterangan ( menerangkan apa )
d. Tujuan pembuatan surat keterangan ( untuk keperluan apa keterangan itu
dikeluarkan )

1
e. Penutup umumnya berisi imbauan atau harapan agar pihak ketiga dan pihak
yang berkepentingan memaklumi isi surat keterangan yang dimaksud.

5.4.2 Surat Referensi


Surat referensi adalah surat yang isinya menyatakan hal-hal atau fakta yang
menyangkut suatu badan usaha atau instansi. Surat referensi ini dibuat oleh
suatu badan atau instansi atas permintaan suatu badan atau instansi lain yang
memerlukannya. Dalam suatu perjanjian jual beli secara kredit, surat referensi sangat
diperlukan. Gunanya adalah untuk membantu kreditur agar memperoleh gambaran
atau informasi mengenai keadaan calon pembeli, misalnya mengenai sikap tanggung
jawab terhadap utang piutang. Sama halnya dengan surat-surat yang lain, surat
referensi juga memiliki isi dengan bagian-bagian surat yang lengkap. Isi surat
referensi harus disusun sebaik mungkin agar menimbulkan kesan sopan dan baik
dan memuat informasi yang sesuai dengan fakta yang ada

5.4.3 Surat Rekomendasi


Surat rekomendasi adalah surat keterangan yang diberikan kepada seseorang atau
perusahaan berdasarkan data autentik yang ada. Perbedaan referensi dengan
rekomendasi terletak pada ketidakrahasiaan rekomendasi. Jika referensi diperoleh
dengan menunjuk seseorang, rekomendasi diperoleh dengna menerima surat
rekomendasi diperoleh dengan menerima surat rekomendasi langsung dari
pemberi rekomendasi.

5.4.4 Surat Pernyataan


Surat pernyataan adalah keterangan yang diberikan oleh seseorang atau instansi
yang menyatakan keadaan seseorang atau hal tertentu untuk suatu keperluan
khusus.

5.5 Memo dan Nota


Memo dan nota merupakan surat khusus yang dipakai antarpejabat di dalam
lingkungan suatu organisasi. Memo merupakan singakatan dari kata memorandum
yang berasal dari kata memory ( Ing ) yang berarti ingatan. Itulah sebabnya isi memo
terutama menyangkut informasi yang bersifat mengingatkan. Istilah nota berasal dari
kata note ( Ing ) yang berarti catatan. Mengingat isi nota terutama bersifat catatan
tentang hal-hal yang harus dilakukan, peredaran nota umumnya vertikal ke bawah.

5.6 Surat edaran dan Pengumuman


Surat edaran adalah jenis surat dinas yang berisi penjelasan atau petunjuk
tentang cara pelaksanaan suatu ketentuan atau peraturan dari pejabat tertentu kepada
bawahan atau karyawan.
Bentuk surat edaran dapat dibedakan menjadi 2 macam :
1. Surat edaran umum
2. Surat edaran khusu

Surat Pengumuman adalah surat yang berisi pengumuman mengenai sesuatu hal yang
perlu diketahui oleh seluruh anggota/warga suatu unit.

1
Bagian-bagian surat pengumuman adalah sebagai berikut:
1. Bagian kepala surat memuat nama dan alamat yang memberikan pengumuman,
petunjuk, pengumuman, nomor pengumuman dan perihal pengumuman.
2. Bagian isi memuat isi pengumuman
3. Bagian kaki memuat tanggal dan bulan pengumuman nama, dan jabata penanggungjawab
yang memberikan pengumuman.
Perbedaan surat pengumuman dan surat pemberitahuan terletak pada pemilihan bentuk, cara
penyampaian, kelengkapan notasinya serta sifat suratnya. Surat pemberitahuan pada
umumnya:
1. Menggunakan bentuk perihal, sedangkan pengumuman menggunakan sistem judul.
2. Pemberitahuan langsung kepada orang yang dituju, sedangkan pengumuman
umumnya disampaikan dengan cara menempel pada papan pengumuman atau
memasangnya sebagai iklan disurat kabar.
3. Ada beberapa surat pemberitahuan yang mencantumkan notasi tembusan, sedangkan dalam
pengumuman tidak.
4. Ada beberapa pemberitahuan yang isinya rahasia sedangkan pengumuman tidak
rahasia

5.7 Surat Pengantar


Surat pengantar dapat berfungsi sebagai berikut :
a. Pengantar orang misalnya memperkenalkan seseorang melalui surat yang
dibawa oleh orang itu sendiri untuk menghadap orang yang dituju
b. Pengantar berkas atau dokumen misalnya berkas usulan kenaikan pangkat para
pegawai dari satu unit untuk diproses lebih lanjut pada unit tertentu
c. Pengantar barang misalnya barang yang diperjualbelikan dari penjual kepada
pembeli atau mengantarkan paket kiriman dan barang-barang lainnya.
Ada dua macam surat pengantar yaitu :
a. Surat pengantar berperihal
Surat pengantar berperihal difungsikan untuk pengantar orang dan juga pengantar
dokumen
b. Surat pengantar berjudul
Surat pengantar berjudul dibuat berbentuk blanko.

5.8 Surat Janji Temu


Pertemuan dengan para pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh politik, pejabat tinggi
negara yang sering dilakukan oleh perseorangan atau kelompok disebut juga audiensi.
Untuk keperluan itu harus juga dibuat sebuah surat yang dinamakan surat
permohonan audiensi atau juga disebut surat janji temu.
Janji temu dapat juga dilakukan melalui telepon jika cara itu dianggap sudah
memadai. Akhir-akhir ini faksimile juga dimanfaatkan untuk mengadakan janji temu.
Namun, seringkali diperlukan bukti autentik dan penyampaiannya secara formal
sehingga janji temu perlu juga dibuat dengan perantaraan surat.

5.9 Surat Tempahan ( Pesanan Jasa )


Untuk pesanan barang sudah dipergunakan istilah yang tepat yaitu memesan ( order )
dari kata dasar pesan. Untuk pesanan jasa dipergunakan istilah to book atau to request
yang artinya menempah dari kata tempah. Istilah booking atau reservation juga
sebenarnya tidak tepat karena kedua kata itu adalah kata bahasa inggris. Jika harus

1
dipilih kata bukingan lebih memadai. Namun, yang lebih cocok untuk memesan jasa
adalah kata tempahan.

5.10 Surat Ucapan


Contoh surat ucapan yaitu : ucapan selamat, ucapan terima kasih dan ucapan duka
cita.
5.11 Surat Penugasan
surat penugasan adalah surat yang diperguankan untuk menugaskan seseorang atau
beberapa orang agar melakukan pekerjaan tertentu. Surat penugasan datang dari
pejabat yang menugasi kepada pejabat atau karyawan yang ditugasi tertentu.

BAB 6 PROSEDUR DAN ISTILAH BISNIS


6.1 Prosedur Bisnis
Hubungan dalam bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung akan
membentuk pola tersendiri dalam komunikasi bisnis. Sebagai contoh, jika pembeli menerima
barang langsung dari penjual, dan terdapat kerusakan barang, pembeli dapat mengajukan
tuntutan ( claim ) langsung kepada penjual, tetapi jika penyerahan barang melalui perusahaan
pengangkutan, dan terdapat kerusakan barang, tuntutannya belum tentu kepada penjual,
mungkin kepada perusahaan ekspedisi maupun kepada perusahaan pemilik gudang.
Gambaran di atas jelas mununjukkan bahwa prosedur dan komunikasi saling berkaitan erat
dan prosedur akan mempengaruhi proses komunikasi.

Di bawah ini gambaran proses umum terjadinya transaksi bisnis.

1
6.2 Istilah Bisnis
Dan supaya proses penulisannya lebih sistematis sehingga hasil akhir yang diharapkan sesuai
dengan sesuatu yang direncanakan, maka menyusun surat bisnis yang baik harus mengetahui
tiga hal. Pertama adalah masalah yang akan diinformasikan, kedua bentuk atau teknik
penulisan, dan ketiga adalah bahasa surat yang dipergunakan dan penguasaan terhadap
istilah-istilah bisnis. Berikut ini akan disampaikan beberapa istilah bisnis yang penting dan
sering dipergunakan, antara lain :

a. After sales service, adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh produsen / penjual
terhadap kerusakan atau penggantian suku cadang setelah terjadi transaksi pembelian.

b. Air way bill ( AWB ), adalah surat angkutan yang dilampirkan jika hendak mengirimkan
barang dengan menggunakan pesawat terbang.

c. Booklet, adalah buku yang berisi keterangan lengkap tentang suatu jenis barang beserta
cara pemakaian, pemeliharaan, dan penggantian suku cadang.

d. Brosur, adalah lembaran atau berbentuk buku kecil yang berisi gambar dan keterangan

1
singkat mengenai keadaan barang, merk, tipe, kemampuan, dan keterangan lain yang
berhubungan dengan daya tarik jual beli.

e. Claim constatering bewijs ( CCB ), adalah surat tanda bukti kerusakan barang yang
biasanya dipergunakan jika hendak membuat surat pengaduan.

f. Cheque, adalah surat perintah pembayaran yang ditujukan kepada bank agar membayar
sejumlah uang kepada pihak tertentu yang disebutkan dalam cheque.

g. Deviden, adalah bagian keuntungan yang diterima oleh stockholder ( pemilik saham ) yang
besarnya telah ditentukan oleh direksi dan rapat umum pemegang saham.

h. Down payment ( DP ), adalah uang muka yang diberikan kepada penjual / produsen
terhadap barang yang akan dibeli oleh konsumen.

i. Invoice, sama dengan faktur, yaitu merupakan bukti penghitungan harga barang yang dijual
berdasarkan jenis, jumlah, dan harga satuannya.

j. Grace period, adalah masa tenggang waktu yang diminta oleh debitur dalam
mengembalikan kewajibannya.

k. Joint venture, adalah usaha gabungan dalam periode tertentu yang peraturan dan
kebijaksanaannya telah disepakati oleh pihak-pihak yang bergabung tersebut.

l. Katalogus, adalah lembaran yang berisi daftar barang yang sejenis tetapi tipenya berbeda-
beda.

m. Bill of leading ( B / L ) atau konosemen, adalah jenis surat angkutan yang disertakan bila
hendak mengirim barang melalui kapal laut.

n. Leaflet, adalah suatu lembaran berlipat atau lepas yang di dalamnya berisi keterangan
barang yang terpenting.

o. Leasing, adalah suatu usaha yang menyewakan alat-alat besar atau mesin-mesin canggih
yang dipergunakan untuk usaha pihak lain.

p. Packing list, adalah daftar rincian barang yang terdapat dalam peti atau jenis pengepakan
lain.

q. Petty cash, adalah dana kecil yang selalu disediakan oleh perusahaan atau organisasi yang
senantiasa tersedia untuk keperluan-keperluan kecil perusahaan atau organisasi tersebut.

r. Price list, adalah daftar harga suatu barang atau jasa.

t. Promes, adalah surat pernyataan kesanggupan membayar oleh debitur dalam waktu yang
sudah ditentukan.

u. Prospektus, adalah suatu lembaran berita suatu perusahaan atau organisasi yang
ditawarkan kepada pihak lain atau masyarakat.

1
v. S. E & O, adalah suatu jumlah perhitungan yang bila terdapat kesalahan, maka bisa
dibetulkan kembali.

w. Storage, adalah tempat penyimpanan barang dalam jumlah besar.

x. Underwriter, adalah badan atau orang yang menangani masalah asuransi yang sering
disebut sebagai penanggung resiko.

y. Wesel, adalah surat perintah membayar sejumlah uang kepada orang yang tertera dalam
surat tersebut dan bisa dilakukan di kantor pos, bank, dan instansi yang dituju.

z. Warehouse receipt, adalah tanda bukti perusahaan pergudangan menerima barang dari
orang yang membutuhkan terhadap barang yang dititipkannya.

BAB 7 ANEKA SURAT BISNIS


7.1 Surat Perkenalan
Adalah surat dari penjual kepada calon pembeli yang berisi informasi tentang
perusahaan penjual agar diketahui oleh calon pembeli sehingga perkenalan itu akan
berkelanjutan dengan proses berikutnya menurut transaksi.
Informasi tentang perursahaan penjual yang dicantumkan dalam surat perkenalan
adalah :
(1) nama perusahaan dan bidang usaha atau kegiatannya
(2) gambaran kemampuan yang dimiliki, tenaga ahli, dan, peralatan yang dipakai
(3) pekerjaan/projek yang pernah ditangani
(4) harapan atau prospek yang dikehendaki oleh penjual
(5) khusus surat perkenalan kepada instansi pemerintah harus dilampiri
Tanda Daftar Rekanan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP)

7.2 Surat Permintaan Penawaran


Adalah surat dari calon pembeli kepada penjual yang isinya meminta penawaran. Surat
permintaan penawaran sering merupakan tahap awal proses terjadinya transaksi bisnis. Surat
permintaan penawaran bertujuan untuk meminta keterangan terinci yang meiliputi daftar
harga, katalog, brosur, atau prospektus dan mengetahui harga, syarat jual beli, dan keterangan
tentang barang atau jasa yang akan dibeli serta juga bisa untuk meminta agar penjual
mengadakan demonstrasi pemakaian di tempat calon pembeli.
Surat permintaan penawaran hendaknya isinya harus jelas agar penjual mengetahui
secara pasti keinginan calon pembeli dan surat permintaan penawaran tidak perlu disusun
dengan gaya yang menarik.
Di dalam surat permintaan penawaran barang biasanya calon pembeli menanyakan :
(1) nama dan jenisbarang
(2) cirri-ciri khusus(spesifikasi) barang, yaitu tipe, ukuran, kualitas, kapasitas dll
(3) harga satuan
(4) potongan
(5) brosur
(6) cara pembayaran
(7) cara penyerahan

1
7.3 Surat Penawaran
Adalah surat dari penjual kepada calon pembeli yang berisi penawaran barang atau jasa
yang member informasi tentang barang atau jasa dan menggugah minat calon pembeli agar
tertarik pada apa yang ditawarkan. Surat penawaran dapat dibedakan atas dua macam :
(1) Penawaran atas inisiatif penjual
Surat penawaran yang dikirim oleh penjual atas inisiatifnya mempunyai kedudukan
yang lemah karena surat jual itu belum tentu diharapkan oleh calon pembeli. Dari segi
penyusunannya, surat penawaran atas inisiatif penjual lebih menguntungkan karena di dalam
surat ini penjual dapat dengan leluasa mempromosikan barang atau jasa yang ditawarkannya.

(2) Penawaan sebagai balasan surat permintaan penawaran.


Penawaran yang merupakan balasan dari surat permintaan penawaran, isinya surat
penawaran itu terikat dan terbatas hanya menerangkan hal-hal yang ditanyakan oleh calon
pembeli.

Syarat surat penawaran yang harus dipenuhi :


a) Bahasa surat harus menarik.
b) Isi surat tidak boleh bertentangan dengan kondisi barang atau jasa yang ditawarkan.
c) Isi surat harus memotivasi pembaca agar ingin tahu lebih lanjut tentang sesuatu
yangditawarkan.
d) Surat penawaran harus berisi keterangan yang lengkap dan sebaiknya dilampiri gambar-
gambar.

7.4 Surat Pesanan dan balasannya


Surat pesanan(order) adalah surat dari pemesan atau pembeli kepada penjual yang
isinya memesan barang atau meminta jasa tertentu yang dilakukan setelah mengetahui
informasi yang diperoleh melalui surat penawaran, melalui iklan, atau melalui petugas
pemasaran(wiraniaga) dari perusaahaan penjual.
Yang penting di dalarn surat pesanan harus disebut dengan jelas, singkat, dan sopan
segala sesuau yang menyangkut pesanan akan menjadi pertimbangan bagi penjual untuk
menentukan apakah pesanan dapat dipenuhi atau tidak, yaitu :
1. Nama, jenis, tipe, danciri-ciri lain barang yang dipesan.
2. Jurnlah atau banyaknya pesanan.
3. Cara pembayann.
4. Cara pengiriman atau cara penyerahan yang dikehendaki.
5. Waktu penyerahan atau waktu pengiriman yang diinginkan(kapan barang
diharapkan tiba).

7.4.1 Surat Penerimaan Pesanan


Ialah surat yang dikirim oleh penjual kepada pemesan karena penjual mendapat order
dan semua persyaratan yang diusulkan atau yang dikehendaki pemesan di dalam order itu
dapat disetujui oleh penjual dan tanpa perlu lagi membahas surat pesanan itu.
Isi surat penerimaan pesanan tidak lain dari pernyataan penjual bahwa ia dapat
memenuhi pesanan, namun ia memerlukan waktu beberapa lama untuk persiapan, dan
mamberikan estimasi kapan pengiriman barang akan dilakukan. Surat ini sangat perlu dikirim

1
oleh penjual kepada pemesan karena manfaatnya sangatbesar, baik bagi penjual maupun bagi
pemesan, yaitu :
(1) Agar pemesan merasa tenang karena pesanannya dapat dipenuhi oleh penjual
(2) Agar pemesan tidak lagi mencari barang yang sama dari penjual yang lain
(3) Agar pemesan dapat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum barang
yang dipesannya tiba, misalnya uang, alat angkut, gudang, dan lain-lain.
(4) Agar pemesan dapat menawarkan barang pesanannya kepada pihak lain, walaupun
barangnya belum tiba(bila barang yangdipesan itu untuk dijual lagi)

7.4.2 Surat Konfirmasi Pesanan


Berkomunikasi dapat dilakukan dengan berbagai media selain dengan perantaraan
surat, pemesanan juga dapat dilakukan dengan perantaraan telepon, telegam, teleks,
danfaksimili. Pemesanan melalui telepon, telegram, dan teleks masih lemah dasar hukumnya
karena tidak mempunyai bukti otentik seperti tidak terdapat tandatangan pemesan. OIeh
karena itu, setelah menerima pesanan via telepon atau via teleks, penjual perlu memastikan
sejauh mana kebenaran pesanan tersebut dengan membuat surat yang disebut surat
konfirmasi pesanan.
Surat konfirmasi pesanan berisi data tentang pesanan yang terdiri atas nama batang,
jumlahnya, harga, dan syarat jual beli lainnya seperti tempat penyerahan, waktu penyerahan,
cara pembayaran, dan lain-lain. Surat konfirmasi pesanan bertujuan untuk memperoleh
kepastian tentang pesanan berikut syarat jual beli yang dikehendaki penjual. Apabila si
pemesan setuju maka lembar aslinya harus dikembalikan kepada penjual sebagai bukti
otentik pesanan.

7.4.3 Surat Penolakan Pesanan


Penjual yang terpaksa menolak pesanan haruslah segera memberitahukan penolakan itu
kepada pemesan secepatnya. Surat penolakan pesanan harus berisi alasan yang logis.
Penolakan perlu diungkapkan dengan bahasa yang halus dan sopan agar hubungan baik
dengan pemesan tetap terjalin.
Ada beberapa hal yang menyebabkan pihak penjual terpaksa menolak pesanan, karena
barang yang dipesan tidak ada atau sudah habis, tidak tercapainya persesuaian mengenai cara
penyerahan atau pengiriman barang, atau tidak disetujuinya cara pembayaran yang diusulkan
oleh pemesan(misalnya pemesan menghendaki pembayaran secara kredit, sedangkan penjual
menghendaki secara tunai).
Dalam surat penolakan pesanan terkadang penjual dapat menyampaikan dua maksud di
dalam satu surat serta dapat terjadi adanya penawaran baru. Sambil menolak satu pesanan,
penjual dapat menawarkan barang baru, asalkan barangnya sejenis dengan barang yang
dipesan.

7.4.4 Surat Referensi Bank dan Referensi Dagang


Referensi yang dikeluarkan oleh bank disebut referensi bank, sedangkan referensi
dari perusahaan disebut referensi dagang. Surat referensi diberikan rahasia oleh pihak yang
memberi kepada pihak yang meminta.
Surat referensi diperlukan oleh bank atau perusahaan bila berhadapan dengan
nasabah atau pelanggan yang masih baru. Jika pembeli(pihakkesatu), misalnya, berhubungan
dagang dengan sebuah perusahaan(pihakkedua) untuk pertama kalinya dan ia ingin membeli

1
barang secara kredit maka perusahaan/pihakkedua memerlukan referensi dari bank atau
perusahaan lain(pihakketiga untuk rnengetahui kredibilitas atau creditworthiness calon
pembeli apakah memenuhi syarat untuk diberi kredit atau tidak.

7.5 Surat Pemberitahuan Pengiriman Pesanan


Surat pemberitahuan pengiriman barang adalah surat yang dikirimkan oleh penjual kepada
pembeli yang isinya adalah untuk memberitahukan kepada pembeli tentang jadwal
pengiriman barang yang sudah dipesan oleh pembeli.
Surat pengiriman pesanan berisi pemberitahuan pengiriman pesanan dengan keterangan
a. Berdasarkan order yang mana barang dikirim
b. Jenis barang apa saja yang dikirim
c. Berapa jumlah barang yang dikirim
d. Dengan alat angkut apa yang dikirim
e. Dokumen apa saja yang dilampirkan bersama surat pengiriman pesanan itu
7.6 Surat Tanda Bukti
Surat tanda bukti harus dibedakan dari surat berita, walaupunkeduanya sama-sama
membuktikan sesuatu dan juga memberitakan atau menginformasikan sesuatu. Surat tanda
bukti yang dimaksud disini adalah surat yang berbentuk formulir isian. Formulir ini baru
dianggap sebagai surat jika telah ditandatangani. Surat tanda bukti bersifat membuktikan
sesuatu hal, misalnya penerimaan, penyerahan, pengiriman, identitas dan sebagainya.
7.6.1 Faktur
Faktur atau invoice adalh tanda bukti penjualan barang. Setiap penjualan barang secara
formal dari suatu perusahaan harus dibuatkan fakturnya.
Menurut jenisnya, faktur dapat dibedakan atas 3 macam yaitu :
a. Faktur proforma adalah faktur sementara yang diberikan sebelum penyerahan barang
secara keseluruhan
b. Faktur biasa
c. Faktur konsuler dipakai untuk perdagangan luar negeri ( impor-ekspor ).
Faktur konsuler adalah faktur yang dikeluarkan atau dilegalisasikan oleh perwakilan
negara pengimpor yang berkedudukan di negara pengekspor.
7.6.2 Daftar Rincian Barang
Daftar rincian barang dibuat bila barang dipak ( untuk mengetahui isinya ) dan bila barang
yang dikirim terdiri atas beberapa jenis ( untuk mengetahui rinciannya ).
Daftar rincian barang adalah alat kontrol untuk mengetahui apakah kiriman barang sudah
lengkap seluruhnya atau belum.
Daftar rincian barang berbentuk foemulir yang mempunyai kolom-kolom untuk mengisi data
tentang

1
a. Kode atau nomor peti
b. Isi peti
c. Ukuran peti
d. Berat barang ( netto dan bruto )
Kegunaan daftar rincian barang yaitu :
a. Untuk mengetahui isi peti atau alat pengepakan lainnya
b. Untuk dicocokkan dengan faktur
c. Untuk memudahkan mengenali barang
d. Untuk memudahkan menghitung ongkos angkut
e. Untuk memperlancar proses pemuatan dan pengangkutan barang
7.6.3 Surat Pengantar Barang
Surat pengantar barang berfungsi sebagai tanda terima barang. Peranannya dapat
diumpamakan dengan kuitansi dalam penyerahan uang. Oleh sebab itu surat pengantar barang
harus dibuat dengan jelas. Pengisian datanya harus akurat karena pembeli atau pemesan akan
memeriksa barang yang diterimanya berdasarkan surat tersebut.
Surat pengantar barang dimuat rangkap dua. Setelah ditandatangani oleh penerima, lembar
asli akan dibawa kembali oleh petugas yang mengantar barang untuk diserahkan kepada
petugas bagian penjualan atau bagian ekspedisi perusahaan pengirim barang. Duplikat atau
kopinya tinggal pada penerimanya.
Isi kolom-kolom surat pengantar barang adalah mengenai rincian barang yang diantar yaitu :
a. Nama barang
b. Banyaknya barang
c. Kendaraan pengangkut
d. Keterangan lain yang diras perlu

7.7 Surat Penuntutan ( Claim )


Surat penuntutan adalah surat tuntutan ganti rugi dari pihak yang merasa dirugikan kepada
pihak yang dianggap merugikan atau yang bersedia menanggung kerugian.
Kasus yang mengakibatkan timbulnya penuntutannya ada beberapa yaitu :
1. Barang tidak sesuai dengan pesanan ( tertukar, terjadi kesalahan mutu )
2. Barang sangat terlambat tiba
3. Barang rusak
4. Berat dan jumlah barang berkurang
5. Barang hilang
6. Barang musnah karena kecelakaan.

Syarat-syarat surat penuntutan adalah


a. Penuntutan harus berdasarkan asas kejujuran dan keadilan
b. Penuntutan harus didukung alasan yang logis dengan bukti yang kuat
c. Tuntutan atau penyelesaian yang diminta harus wajar dan sesuai dengan
kerugian yang dialami

1
d. Surat penuntutan diajukan dengan bahasa yang sopan, jelas dan lugas
7.8 Surat Penagihan
Surat tagihan adalah surat yang ditulis oleh pihak penjual kepada pelanggan karena
pelanggan tidak mau atau belum melunasi hutangnya atas barang-barang yang telah diterima,
sedangkan jangka waktu atau jatuh tempo pembayaran sudah lewat. Hal tersebut dapat terjadi
karena pelanggan lupa atau karena hal-hal lain, baik disengaja atau tidak disengaja.
Pelanggan yang seperti itu harus mendapat perhatian khusus, antara lain dengan dikirimi
surat penagihan.

Fungsi Surat Tagihan

a. Fungsi penagihan telah memeriksa kelengkapan bukti pendukung yaitu copy surat
order pengiriman yang telah ditanda tangani oleh perusahaan angkutan umum.
b. Fungsi penagihan telah mencantumkan harga satuan barang yang dijual berdasarkan
harga satuan yang tercantum dalam surat keputusan Direktur Pemasaran.
c. Fungsi penagihan telah mendasarkan pencatuman informasi kuantitas barang yang
dikirim dalam faktur penjualan berdasarkan kuanitas yang tercantum dalam copy surat
pengiriman barang dan surat muatan atau bill of lading.

Ciri-cirinya

1. Menyebutkan jangka waktu pembayaran yang sudah berlalu.


2. Besar tunggakan yang harus dibayar/dilunasi.
3. Tanggal transaksi dan No. Faktur yang sudah berlalu.
4. Cara pengiriman atau pembayaran uang yang diinginkan oleh pembeli.
5. Menyebutkan hal lain, berupa peringatan atau ancaman (bila perlu).

Pengiriman surat penagihan dapat dilakukan beberapa tahap, yaitu sebagai berikut :
1. Surat penagihan pertama, berisi peringatan kepada pelanggan akan suatu kewajiban
yang telah jatuh tempo lewat pada waktunya.
2. Surat penagihan kedua agak lebih tegas dari yang pertama.
3. Surat penagihan ketiga dengan melampirkan surat tagihan 1 dan 2 dan isinya
menegaskan dan disertai dengan peringatan yang keras kapan pembeli dapat melunasi
tunggakan, kreditur akan menagih melalui ikkaso bank.
4. Surat penagihan keempat merupakan peringatan terakhir dengan nada yang lebih keras,
yaitu berupa ancaman kepada debitur akan mengadukan kepada pihak yang berwajib.

BAB 8 SURAT LAMARAN PEKERJAAN


Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan oleh seseorang untuk melamar kerja pada
suatu organisasi/lembaga yang membutuhkan karyawan atau pimpinan pada suatu bidang
tertentu. Pada umumnya ketika melamar kerja, seseorang harus menulis surat lamaran kerja
yang dilengkapi dengan sebuah resume (daftar riwayat hidup). Dalam surat lamaran kerja,

1
dijelaskan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh pelamar kerja yang cocok atau sesuai
dengan posisi/jabatan yang ditawarkan, atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
8.1 Syarat Penyusunan Surat Lamaran Pekerjaan
a. surat lamaran yang ditulis tangan harus ditulis oleh pelamar sendiri di atas kertas yang
berkualitas baik, tidak boleh timbal balik dan tidak harus memakai kertas bergaris.
b. surat lamaran yang diketik hendaklah diketik pada kertas yang bagus kualitasnya dengan
jarak pengetikan 1,5 spasi, menggunakan karakter huruf yang mudah dibaca.
c. pada prinsipnya surat lamaran tidak perlu dibubuhi materai
d. penampilan surat lamaran harus necis, bebas dari coretan atau koreksian
e. isi surat lamaran harus menggambarkan sikap optimistis bahwa pelamar akan mampu
bekerja dengan baik
f. isi surat lamaran tidak boleh bernada memelas atau minta dikasihani
8.2 Riwayat Hidup dan Teknis Penulisannya
Riwayat hidup adalah catatan singkat tentang gambaran diri seseorang. Isi riwayat hidup
dapat dikelompokkan atas empat sampai lima subjudul yaitu
a. Data pribadi
b. Pendidikan
c. Pengalaman bekerja
d. Keterangan lain
e. Referensi pribadi
8.2.1 Data Pribadi
Data pribadi yang dicantumkan dalma riwayat hidup adalah :
» Nama Lengkap
» Tempat dan Tanggal Lahir
» Alamat
» Telepon / HP
» E-mail (tidak wajib)
» Status Perkawinan

Nomor telpon atau nomer handphone wajib kamu tulis, karna nomor telpon ini yang nantinya
digunakan oleh perusahaan untuk menghubungi kamu kalo ada panggilan interview. Tapi
kalo gak punya, disarankan menggunakan nomer telpon kerabat/sodara, sahabat atau orang
terdekat kamu.

8.2.2 Pendidikan

Untuk pendidikan ini ada dua jenis, yaitu:


» Pendidikan formal misalnya: SD/SMP/SMA/Akademi//Diploma/Sarjana, dsb.
» Pendidikan non formal misalnya: kursus atau pelatihan yang pernah kamu ikuti.

1
8.2.3 Pengalaman Kerja

Kalo kamu punya pengalaman kerja, ada baiknya sebut dan tuliskan dalam surat lamaran
kerja. Tapi kalo belum memiliki pengalaman kerja, sebaiknya sebutkan kemampuan kamu
dalam bidang kerja yang ingin dilamar, hal ini akan jadi pertimbangan bagi Perusahaan.

8.2.4 Keterangan Lain


Ke dalam bagian ini dapat dimasukkan keterangan tentang keahlian khusus misalnya
penguasaan bahasa asing tertentu, pemilikan sertifikat, kegemaran pribadi, pemilikan SIM dll
8.2.5 Referensi Pribadi
Referensi adalah keterangan dari orang tertentu tentang diri pelamar. Di dalam surat lamaran
atau di dalam riwayat hidupnya, pelamar dapat menunjuk nama orang tertentu sebagai
referensinya.
8.3 Surat Panggilan dan surat penolakan lamaran
8.3.1 Surat Panggilan
Dalam setiap surat panggilan, hal yang perlu diperhatiakn adalah memberikan informasi yang
jelas tentang waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Selain itu, jika ada yang harus dibawa
oleh pelamar, harus pula dijelaskan dalam surat panggilan tersebut.
Surat panggilan kepada pelamar yang dinyatakan diterima disebut surat panggilan bekerja.
Dalam surat ini, setelah diberitahukan bahwa pelamar lulus seleksi, lalu ia dipanggil untuk
bekerja terhitung mulai pada tanggal yang ditentukan.
8.3.2 Surat Penolakan Lamaran
Alasan penolakan umumnya ada dua yaitu :
a. Pelamar tidak memenuhi syarat
b. Formasi untuk pelamar tidak tersedia
Yang jelas dalam setiap penolakan harus dikemukakan alasan yang logis serta jangan lupa
menyampaikan kata-kata yang baik dan menghibur agar pelamar tidak berputus asa.

1
BAB III
PEMBAHASAN

1. KELEBIHAN BUKU

Kelebihan dalam buku ini adalah dalam segi penggunaan bahasa yang mudah dipahami
oleh pembaca karena beliau menggunakan bahasa yang sederhana dalam proses
penulisannya, Selain itu kelebihan buku ini adalah memaparkan konsep dan teori-teori
belajar-mengajar yang cukup jelas, buku ini juga disertai lampiran yang berisi daftar model,
tabel, dan indeks.Sehingga Dengan lampiran ini pembaca diharapkan dapat langsung
memahami dan mempraktekkan cara belajar dan mengajar dengan pendekatan teori psikologi
pendidikan.

2. KEKURANGAN
Kritik atau kekurangan buku ini adalah pembaca tidak menemukan satu pun
ilustrasi/gambar yang membantu mendekripsikan konsep yang akan diuraikan berkenaan
dengan hal belajar-mengajar.

Menurut saya buku yang berjudul korespondensi ini tidak banyak memuat pendapat para
ahli sebagai penguat materinya ,sehingga pembaca tidak dapat referensi yang cukup.

1
BAB IV
PENUTUP

4.1 Simpulan
Buku ini berisi ilmu yang sangat bermanfaat, maka dari itu buku ini sangat layak untuk
dibaca. Buku Psikologi Pendidikan ini menguraikan beberapa teori seperti kepribadian dalam
pendidikan, pertumbuhan dan perkembangan manusia, emosi, perkembangan social, dan
pembentukan karakter, teori kognitif, psikologi behavioristik, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi belajar. Teorinya diuraikan cukup rinci, sehingga cocok bagi pembaca
teutama mahasiswa yang ingin mempelajari tentang psikologi pendidikan lebih banyak lagi
.Dari ketiga buku psikologi Pendidikan diatas , saya dapat mengambil beberapa pelajaran
hidup yang penting, salah satunya saya yang akan menjadi guru harus benar-benar
mempelajari mengenai psikologi pendidikan, agar saya mengerti bagaimana sikap, karakter,
prilaku dan tempramen peserta didik saya sehingga saya mendapat kemudahan dalam
mendidik.

4.2 Saran

Berikut beberapa saran dari saya, supaya penulis secepat mungkin untuk menerbitkan
edisi terbaru dari buku ini karena buku ini sangat baik untuk dibaca oleh para pendidik, dan
kepada penulis harap beberapa aliran yang ditulis dalam buku ini disajikan dengan lebih
dalam.

1
DAFTAR PUSTAKA

Finoza,lamanuddin.2006. Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia. Diksi. Jakarta

Purwanto,Djoko.2008.Korespondensi Bisnis Modern. Erlangga. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai