Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

FISIKA SEKOLAH II
BAYANGAN BENDA OLEH CERMIN CEKUNG

DISUSUN OLEH:

1. FITRI ERDIANA (06111181621002)


2. INDRI HAYATI (06111181621014)
3. DINDA NOPRIANSYAH (06111281621017)
4. KIKI WULANDARI (06111181621012)
5. SITI MAULIDINA RIZKY (0611118162103)
6. PUTRI WAHYUNI SIREGAR (06111181621010)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PMIPA
PENDIDIKAN FISIKA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2019
A. Pendahuluan
Pada saat kita atau benda-benda lain berada di depan permukaan yang
memantulkan cahaya, kita dapat mengamati bayangan yang dihasilkan oleh
permukaan yang memantulkan cahaya tersebut. Benda yang permukaannya
dapat memantulkan cahaya disebut cermin. Pemantulan pada suatu permukaan
benda memiliki dua jenis sinar, yaitu sinar datang dan sinar pantul. Ada tiga
jenis cermin, salah satu dari ketiga jenis cermin tersebut adalah cermin
cekung. Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya cekung berbentuk
irisan bola yang bagian dalamnya memantulkan keseluruhan cahaya yang
diterimanya.
Ketika kita meletakkan sebuah benda dengan jarak yang lebih besar
dari titik fokus cermin cekung, bayangan benda yang terjadi selalu nyata
karena merupakan perpotongan langsung sinar-sinar pantulnya (di depan
cermin cekung). Akan tetapi, ketika benda kita letakkan pada jarak di antara
titik fokus dan cermin, kita akan mendapatkan bayangan di belakang cermin
cekung (maya), diperbesar, dan tegak.
Ketika sebuah benda diletakkan didepan cermin cekung maka akan
dihasilkan suatu bayangan dari benda tersebut. Jarak benda dengan cermin
dapat mempengaruhi jarak bayangan yang dihasilkan serta jarak fokusnya.

B. TujuanPraktikum :
1. Menemukan letak dan sifat bayangan yang dibentuk cermin cekung.

C. Landasan Teori
a) Cermin Cekung
Salah satu jenis cermin yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari
adalah cermin cekung.Cermin cekung adalah cermin yang bentuknya
lengkung, dimana permukaan cermin yang memantulkan cahaya, melengkung
kebelakang. Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan nyata atau maya.
Cermin cekung bersifat konvergen, yaitu bersifat mengumpulkan
sinar. Berkas sinar sejajar sumbu utama dipantulkan mengumpul pada satu
titik yang dinamakan titik fokus. Cermin cekung di sebut juga cermin konkaf
atau cermin positif.
Salah satu penerapan dari cermin cekung digunakan pada lampu senter
dan lampu depan mobil. Penggunaan cermin cekung pada lampu senter
ataupun lampu depan mobil untuk memparalelkan cahaya sehingga semua
cahaya dapat bergerak lurus ke depan. Jika kaca penutup depan lampu senter
dibuka, dan melepaskan cermin cekung maka cahaya senter yang dihasilkan
melebar ke semua arah dan tidak dapat menerangi benda atau permukaan
jalan pada jarak jauh.

Gambar 2.1 Bagian-bagian Cermin Cekung


Keterangan :
 P : Titik pusat kelengkungan cermin.
 F : Titik fokus.
 O : Titik pusat permukaan cermin.
 OF : Jarak fokus, panjangnya ½ jari-jari kelengkungan cermin,
 OP : Sumbu utama
 R1, R2, R : Ruang di depan cermin.
 R4 : Ruang di belakang cermin.

b) Titik Fokus Cermin Cekung


Jika permukaan cermin cekung yang memantulkan cahaya dihadapkan
pada benda yang sangat jauh misalnya matahari, maka berkas cahaya yang
dipancarkan matahari akan sejajar dengan sumbu utama cermin cekung.
Sumbu utama adalah garis khayal yang tegak lurus dengan bagian tengah
permukaan cermin cekung.
Ketika menumbuk permukaan cermin cekung, masing-masing berkas
cahaya atau sinar cahaya mematuhi hokum pemantulan cahaya. Di antara
sinar datang dan sinar pantul terdapat garis normal yang tegak lurus dengan
permukaan cermin yang dilalui sinar cahaya, tetapi garis normal tidak
digambarkan. Sudut antara sinar datang dengan garis normal sama dengan
sudut antara sinar pantul dengan garis normal. Berbeda dengan cermin datar
yang mempunyai permukaan datar sehingga semuagaris normal searah, pada
cermin cekung garis normal tidak searah karena permukaan cermin cekung
melengkung dan tidak datar. Semua sinar pantul tersebut berpotongan pada
satu titik yang berhimpit dengan sumbu utama yang dinamakan titik fokus
(F).Dengan kata lain, titik focus merupakan titik bayangan dari benda yang
berjarak sangat jauh dari permukaan cermin cekung, misalnya matahari dan
bintang.

Gambar 2.2. TitikFokusCerminCekung

c) Sinar-Sinar Istimewa Pada Cermin Cekung


Ada 3 sinar istimewa yang dapat digunakan untuk menentukan letak bayangan
sebuah benda yang berada di depan cermin cekung, yaitu :
1. Sinar yang datangnya sejajar sumbu utama cermin akan dipantulkan melalui titik
fokus.
Gambar 2.3. Sinar Datang Sejajar Sumbu Utama
2. Sinar yang datangnya melewati titik focus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Gambar 2.4. Sinar Datang Melalui Titik Fokus


3. Sinar yang datangnya melewati titik pusat kelengkungan cermin akan
dipantulkan kembali melaluil intasan yang sama dengan sinar datangnya.

Gambar 2.5 Sinar Datang Menuju Pusat Kelengkungan

d) Pembentukan bayangan pada cermin cekung

Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung bergantung pada posisi
benda.Untuk menentukan sifat bayangan pada cermin cekung, perhatikan uraian
dibawah ini:
1. Benda berada di antara O dan F (ruang I)

 Dari ujung B, sinar yang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus.
 Sinar yang melalui titik M dan lewat ujung B dipantulkan kembali ke titik M.
 Perpanjangan sinar pantul yang melalui titik F dan yang melalui titik M
berpotongan di titik B’. Titik B’ inilah titik bayangan dari ujung B, kita sebut
sebagai bayangan maya.
 Sumbu utama kita perpanjang ke belakang cermin dan dari B’ kita tarik garis
tegak lurus dengan perpanjangan sumbu utama tersebut sehingga kita
dapatkan A’. Titik A’ adalah bayangan maya dari A.
 Garis A’B’ adalah bayangan maya garis AB.
 Benda di antara O dan F maka sifat bayangannya
adalah: maya, tegak, diperbesar.

2. Benda berada di titikfokus (F)

Jika benda diletakkan tepat pada titik fokus, pembentukan bayangannya


ditunjukkan pada gambar di atas. Dari gambar tersebut, terlihat bahwa ketika benda
diletakkan tepat di titik fokus cermin (F), maka akan membentuk bayangan maya di
tak terhingga sehingga seolah-olah tidak terbentuk bayangan sama sekali. Sifat
bayangan yang terbentuk jika benda diletakkan di titik fokus (F)
adalah maya, tegak, diperbesar.

3. Benda berada di antara F dan M (ruang II)

 Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus.


 Sinar menuju titik focus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
 Sinar-sinar pantul berpotongan di titik B’ (di depan cermin). Dalam hal ini
terbentuk bayangan A’B’ yang bersifat nyata, terbalik dan diperbesar.
 Jarak bayangan (s’) > jarak benda (s).

4. Benda berada di titik pusat kelengkungan cermin (M)

 Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F).


 Sinar melalui titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama.
 Sinar pantul berpotongan di depan cermin (bayangan nyata).
 Sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, sama besar dengan
bendanya.
 Benda pada pusat kelengkungan, bayangan juga berada pada pusat
kelengkungan cermin.
 Jarak bayangan (s’) = jarak benda (s).

5. Benda berada di antara M dan ~ (ruang III)

 Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F).


 Sinar melalui titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama.
 Sinar pantul berpotongan di depan cermin (sinar pantul konvergen) sehingga
menghasilkan bayangan nyata.
 Sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperkecil.
 Jarak benda (s) >jarak bayangan (s’).

e) Persamaan pada Cermin


Hubungan antara jarak benda (s), jarak fokus (F) dan jarak bayangan (s’) pada
cermin cekung dapat ditentukan dengan persamaan :

Jarak focus sama dengan setengah dari jarak pusat kelengkungan


cermin, F= 1/2 R, sehingga persamaan cermin cekung dapat juga dituliskan dalam
bentuk :
D. Alat-alat Percobaan
NAMA ALAT/BAHAN JUMLAH
Kotak Cahaya 1
lensa f = + 50 mm 1
Catudaya 1
Kabel penghubung 2
Diafragma berbentuk anak panah 1
Cermin cekung f = + 75mm 1
Layar putih 1
Kertas A4 1
Pensil 1
Penggaris 1

E. Langkah Percobaan
1. Susunan alat-alat percobaan sesuai pada gambar.
( Gunakan Diafragma berbentuk anak panah sebagai benda yang diterangi
sumber cahaya dari lensa f = + 50 mm sebagai penyearah sinar)
2. Atur jarak antara kotak cahaya dan lensa f + 50 mm sebesar 5 cm
3. Letakkan cermin pada jarak 15 cm dari benda, ini merupakan jarak benda.
4. Nyalakan catu daya dengan keluaran 12 V
5. Putar cermin sedikit berlawanan arah dengan jarum jam, kemudian letakkan
layar di suatu tempat sepanjang sumbu utama cermin yang baru.
6. Geser layar sepanjamg sumbu mendekati dan menjauhi cermin sesuai yang
dibutuhkan sampai didapat baying ananak panah tajam dan jelas terbentuk
pada layar.
7. Amati banyangan kemudian bandingkan arah bayangan terhadap arah benda.
Bayangan yang di dapat banyangan nyata.
8. Ukurlah jarak bayangan, yaitu jarak antara cermin dan layar.
9. Catat jarak ini pada tabel.
10. Ubahlah jarak benda menjadi 20 cm.
11. Ukur dan catat jarak bayangan yang didapat pada tabel.
12. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk jarak 30 cm
13. Buatlah jarak benda lebih kecil dari jarak focus cermin misalkan 5 cm
14. Temukan kedudukan bayangan menggunakan layar.

F. Hasil Percobaan
Jarak Ruang Jarak Ruang Sifat Bayangan
Benda Benda Bayangan Bayangan
5 cm I Tidak dapat IV Maya, tegak,
terukur diperbesar
karena
bayangan
berada dalam
cermin
15 cm Di pusat 15 cm Di pusat Nyata, terbalik,
kelengkungan (R) kelengkungan sama besar
(R)
20 cm III 11,5 cm II Nyata, terbalik,
diperkecil
30 cm III 13,5 cm II Nyata, terbalik,
diperkecil

G. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sifat
bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung bergantung pada letak
bendanya.