Anda di halaman 1dari 26

• Tingginya angka kecelakaan Kerja dalam

Pengoperasian Gondola karena:


1. Rendahnya kesadaran Perusahaan/ Tenaga
kerja/ operator tentang pentingnya K3 gondola;
2. Rendahnya pengetahuan para personil K3 yang
terlibat dalam pengoperasian gondola;
3. Kondisi gondola yang tidak layak pakai.
4. Alat pelindung diri yang tidak sesuai atau tidak
layak
• Undang-undang No.1 Tahun 1970 Tentang
Keselamatan Kerja
• Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.
05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut
• Surat Edaran Meteri tenaga Kerja dan Transmigrasi
Nomor SE. 03/MEN/DJPPK/IX/2008 tentang
Peningkatan pengawasan keselamatan dan
kesehatan kerja terhadap pemasangan dan
penggunaan atau pengoperasian gondola.
PRINSIP DASAR KESELAMATAN KERJA
• Melindungi tenaga kerja atas keselamatan
dalam bekerja
• Terjaminnya orang lain di tempat kerja
• Gondola dapat dipakai dengan aman
Platform :
Motor Listrik : - Harus sesuai dengan
Tali Kawat Baja : perencanaan
- Harus sesuai SNI (PUIL 2000
/2011) - Tidak boleh tertekuk - Lantai kerja harus kuat
menahan beban kerja
- Memiliki rem berfungsi - Tidak boleh disambung maksimum
otomatis - Tidak boleh berjuntai - Harus tertulis dengan jelas
beban kerja maksimum

Pendant Control:
Counterweight :
Safety Lock : - Harus berfungsi semua
- Harus ada sangkar yang tombolnya
terkunci dengan landasan - Harus berfungsi secara
otomatis ketika gondola - Harus memiliki emergency
- Harus dipasang sesuai berhenti stop
dengan perhitungan
Platform :
- Harus sesuai dengan
Kecepatan Angin : Kemiringan : perencanaan
Maksimal 40 km / jam Maksimal 14ᵒ - Lantai kerja harus kuat menahan
beban kerja maksimum

Alat pelindung diri :


- Safety helm
Sebelum dioperasikan : - Full body harness harus dipakai
Safety line : dengan kait terpasang pada
Harus dilakukan pengecekan safety line dan terkunci dengan
harian Harus terpasang dan diikat di
bagian atas pondasi aman
- Safety shoes
Tiga pekerja tewas setelah
gondola yang mereka
tumpangi terjun bebas dari
lantai empat di pusat
belanja di Jalan Kiai Haji
Agus Salim, Kota Malang,
Jawa Timur, Selasa, 5
Januari 2016. Mereka
sebelumnya berada di
ketinggian sekitar 16 meter
Gedung Mitra Mal
Malang. Gondola jatuh
dari lantai tiga gedung
tersebut. 3 orang
meninggal dunia di
lokasi
gondola yang jatuh dari lantai 23 Gedung Intiland Tower
Sudirman, Tanah Abang, Jakarta,
gondola jatuh di
Multivision Tower, di
belakang gedung KPK,
Jl HR Rasuna Said,
Kuningan, Jaksel.
2 orang
menderita luka.
Keduanya
sempat nyangkut
di gondola
tersebut. Satu
orang
mengalami luka
dan seorang
lainnya
terguncang
PENG. SPESIALIS
SK SPESIALIS
PAA

AK3 PAA SKP, LISENSI, SERTIFKAT


PERSONIL
TEKNISI LISENSI, SERTIFIKAT

OPERATOR
LISENSI, SERTIFIKAT
GONDOLA
K3
Gondola
RIKSA UJI CHEKLIS RIKSA UJI

PERALATAN

SUKET PEMERIKSA, KADIS


a. Operator GONDOLA
Bertugas mengoperasikan GONDOLA
b. Teknisi GONDOLA
Bertugas melakukan perawatan, perbaikan dan membantu
riksa uji GONDOLA
c. Ahli K3 Bidang PAA
Bertugas melakukan pemeriksaan dan pengujian GONDOLA
d. Pengawas KK Spesialis PAA
Bertugas melakukan pemeriksaan dan pengujian GONDOLA
PELAKSANA
PEMBINAAN
PJK3
PEMERINTAH PEMBINAAN
1. Memiliki SKP
2. Memiliki
instruktur

MATERI UJIAN UJIAN


JENIS MATERI UU PKL SEMINAR UJI 15 ALAT SKP SERTIFIKAT LISENSI
TEKNIS TEORI PRAKTEK

AK3 ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔

✔ ✔
OPERATOR ✔ ✔ ✔ ✔


TEKNISI ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔
Riksa Uji BERKALA
(2 THN setelah P1)
PEMERIKSAAN
GAMBAR & RIKSA UJI PERTAMA
PERHITUNGAN TEKNIS Riksa Uji BERKALA
(1X / THN)

PEMASANGAN
PERENCANAAN PEMBUATAN PEMAKAIAN
DLL

PENGESAHAN SURAT
GAMBAR KETERANGAN
RENCANA LAYAK

**) Berlaku Untuk Produk Dalam Negeri Maupun Luat Negeri


Persyaratan Umum
1. Setiap gondola sebelum dapat dioperasikan harus
memenuhi persyaratan K3, yaitu
A. Syarat administratif, dan
B. Syarat teknis
Riksa uji dilakukan oleh Ahli K3 Spesialis PAA dari PJK3
pemeriksaan dan pengujian PAA yang telah ditunjuk oleh
Menaker / Pengawas Spesialis PAA
Surat Keterangan
memenuhi syarat k3

Syarat Admin Syarat Teknis Memenuhi

Stiker Pemeriksaan
dan Pengujian

1. Perubahan/perbaikan
Tidak Memenuhi 2. Pelarangan
1. Gambar Konstruksi/instalasi
2. Perhitungan Kekuatan Konstruksi
3. Sertifikat bahan
4. Gambar konstruksi alat pengaman & perlindungan
5. Gambar konstruksi fondasi
6. Perhitungan kekuatan fondasi
1.Pembuat/pemasang
• Memiliki SKP PJK3 Pembuat atau pemasang Gondola
• Memiliki AK3 PAA yang telah ditunjuk Menaker
• Memiliki Juru Las Kelas 1 memiliki sertifikat dan buku
kerja dari Kemnaker
1. Perawatan/ perbaikan gondola harus dalam kondisi
mati
2. Harus diberi tanda pada Pesawat yang sedang
dilakukan Perawatan/perbaikan
3. Pelumasan, pembersihan pesawat atau mesin dan
pemasangan dilakukan pada saat mesin mati
1. Pre dan post check
2. Dilarang memindahkan/menonaktifkan alat
pengaman dan alat perlindungan selama pesawat
dioperasikan.
3. Pengoperasian berdasarkan SOP
4. SOP Pekerjaan-pekerjaan khusus harus memiliki
JSA
1. Riksa Uji
• Riksa Uji Pertama dilakukan sebelum alat dapat
dioperasikan.
• Pemeriksaan berkala 2 tahun setelah pemeriksaan
pertama, selnjutnya 1 tahun sekali
• Pengujian khusus apabila tejadi perbaikan, modifikasi,
atau kecelakaan
• Pengujian ulang apabila hasil pengujian diragukan
1. Pemeriksaan dokumen (manual book, dokumen riksa uji
terakhir)
2. Pemeriksaan Visual (Ceklist visual)
3. NDT (Non destructive test)
4. Pengujian fungsi (Fungsi gerakan, safety device)
5. Pengujian dinamis (uji beban bertahap dengan gerakan
sampai 100 % beban kerja maksimal)
6. Pengujian statis (uji beban bertahap tanpa gerakan sampai
125 % beban kerja maksimal)
TERIMA KASIH