Anda di halaman 1dari 18

BAHASA INDONESIA

CRITICAL BOOK REPORT

TEKS AKADEMIK DALAM GENRE MAKRO

Dosen Pengampu :

Fitriani Lubis, S.Pd., M.Pd.

(197708312008122001)

Oleh :

Kelompok VI

Zamaluddin (4151111112)

Safira Nurwida Ariani (4173111069)

Sri Retno Ardianti (4173312007)

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Swt, sebab telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya serta kesehatan kepada kami, sehingga mampu
menyelesaikan critical book report yang berjudul Teks Akademik dalam Genre Makro.
Tujuan penulisan critical book report ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu Fitriani
Lubis, S.Pd., M.Pd. sebagai dosen pengampu dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.
Critical book report ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan kita semua mengenai teks akademik. Apabila dalam tugas ini terdapat banyak
kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan
pemahaman kami masih terbatas. Karena itu kami sangat menantikan saran dan kritik dari
pembaca yang sifatnya membangun guna menyempurnakan tugas ini. Kami berharap semoga
tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan kami khususnya. Atas perhatiannya kami
mengucapkan terimakasih.

Medan, April 2019


Penulis,

Kelompok VI

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................. i`

Daftar Isi ............................................................................................................................. ii

BAB 1 : Pendahuluan

1.1 Latar Belakang………………………..……………………………………..…............ 1

1.2 Rumusan Masalah...............………………………………………………………….... 1

1.3 Tujuan Penulisan……………………..……………………………………………….. 1

BAB 2 : Identitas dan Ringkasan Buku

2.1 Identitas Buku Pertama ...................................………….….………..………….…..... 2

2.2 Identitas Buku Kedua ........................………………………………………….......... 2

2.3 Ringkasan Buku Pertama …………………………………………………………….. 2

2.4 Ringkasan Buku Kedua ……..……………………………………………………….. 8

BAB 3 : Keunggulan Buku

3.1 Keterkaitan Antarbab …………………………………………………………………. 9

3.2 Kemutakhiran Isi Buku ……………………………………………………………….. 9

3.3 Kelengkapan Isi Buku ……..………………………………………………………….. 9

BAB 4 : Kelemahan Buku

4.1 Keterkaitan Antarbab …………………………………………………………………. 10

4.2 Kemutakhiran Isi Buku ……………………………………………………………….. 10

4.3 Kelengkapan Isi Buku ……..………………………………………………………….. 10

BAB 5 : Implikasi

5.1 Implikasi terhadap Teori/Konsep .......…………...……………………………...……. 11

ii
5.2 Implikasi terhadap Program Pembangunan di Indonesia ....……..……………...……..11

5.3 Analisis Mahasiswa .......…………...…………………….……………………...……. 12

BAB 6 : Penutup

6.1 Kesimpulan .......…………….…………………………………………………...……. 13

6.2 Saran ................……….………………………………………………………...…….. 13

Daftar Pustaka ………………….…...………………………………………………...… 14

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menulis sebagai salah satu kemahiran berbahasa yang bersifat produktif dan
ekspresif dengan menggunakan media tulis. Pengembangan kemahiran menulis
akademik tentang masalah-masalah bidang studi dengan konteks indonesia memiliki
peran penting dalam pengembangan kepribadian mahasiswa sebagai insan yang
terpelajar.
Mahasiswa di libatkan dalam berbagai kegiatan yang membantu untuk mencapai
pemahaman yang mantap tentang pengertian tulisan akademik seperti makalah, artikel
dan laporan. Kemudian akan di beri tugas untuk menyusun makalah, artikel dan laporan
akademik, dengan topik-topik permasalahan dalam materi- materi yang akan di bahas
tetapi dalam konteks Indonesia. Proses tersebut melibatkan penyusunan, penyuntingan,
(karya sendiri, dan karya orang lain), dan perbaikan.
Menulis teks akademik bukan pekerjaan yang sulit, melainkan mudah. Ketika
memulai menulis secara ilmiah, setiap penulis tidak perlu menunggu menjadi seseorang
penulis yang terampil. Oleh karena itu, dalam critical book report ini akan membahas
teks akademik dalam genre makro.

1.2 Tujuan Penulisan Critical Book Report

1. Mencari dan mengetahui informasi yang terdapat dalam buku.

2. Mengulas isi buku.

3. Mengetahui struktur penulisan teks akademik.

4. Mengetahui contoh penerapan teks akademik dalam genre makro.

1.3 Manfaat Penulisan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

2. Menambah pengetahuan mengenai kegunaan teks akademik dalam genre makro.

3. Menambah pengetahuan mengenai contoh penerapan teks akademik genre makro.

1
BAB 2

IDENTITAS DAN RINGKASAN BUKU

2.1 IDENTITAS BUKU PERTAMA

Judul Buku : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi Cetakan I


Penulis : Depdikbud
Cetakan : Juni 2016
Penerbit : Kemenristekdikti
Tahun : 2016
Jumlah Halaman : 272 halaman
ISBN : 978-602-70089-6-0
Materi yang diulas : BAB I Mengeksplorasi Teks Akademik Dalam Genre Makro

2.2 IDENTITAS BUKU KEDUA

Judul Buku : Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik


Penulis : Kemendikbud
Cetakan : Januari 2015
Penerbit : Kemendikbud
Tahun : 2015
Jumlah Halaman : 238 halaman
ISBN : 978-602-282-099-4
Materi yang diulas : Pelajaran 6 Mewujudkan Teks Dalam Genre Makro

2.3 RINGKASAN BUKU PERTAMA

2.3.1 Pengertian Teks Akademik

Teks akademik atau yang sering juga disebut teks ilmiah adalah tulisan yang
diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan,
peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan
sistematika penulisan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

2
Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku,
ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel
ilmiah.

2.3.2 Ciri-ciri Teks Akademik

Adapun ciri-ciri teks akademik sebagai berikut :

a. Teks Akademik Bersifat Sederhana dalam Struktur Kalimat

Kesederhanaan teks akademik terlihat dari struktur kalimat yang sederhana


melalui penggunaan kalimat simpleks. Perbedaan antara kalimat simpleks dan
kalimat kompleks tidak diukur dari panjang pendeknya, tetapi dari jumlah aksi atau
peristiwa yang dikandung.

Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya mengandung satu aksi atau
peristiwa, sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang mengandung lebih dari
satu aksi atau peristiwa dan dapat dinyatakan dengan hubungan parataktik atau
hipotaktik.

Contoh kalimat kompleks parataktik yaitu : Buku itu ditulis oleh ilmuwan
terkenal dan digunakan di banyak universitas di dunia. Contoh kalimat kompleks
hipotaktik yaitu : Buku itu menjadi buku wajib di banyak universitas, karena buku
itu memuat teori-teori mutakhir.

b. Teks Akademik Padat Informasi

Yang dimaksud padat pada teks akademik adalah padat akan informasi dan
padat akan kata-kata leksikal. Kepadatan informasi pada teks akademik dapat
dijelaskan dari dua sisi.

Pertama, informasi dipadatkan melalui kalimat simpleks. Kedua, informasi


didapatkan melalui nominalisasi.

Nominalisasi adalah upaya pembendaan dari, proses (verba), kondisi


(adjektiva), sirkumtansi (adverbia), dan logika (konjungsi).

Bukti bahwa nominalisasi berdampak pada pemadatan informasi dapat


ditunjukkan dengan ilustrasi sebagai berikut. Kata komunikasi atau interaksi

3
sesungguhnya merupakan pemadatan dari “ Serangkaian proses tentang aktivitas
seseorang (orang pertama) yang sedang berbicara kepada orang lain (orang kedua),
dan orang kedua tersebut mendengarkan sambil memberikan tanggapan, sehingga
orang pertama yang sebelumnya berperan sebagai penutur kemudian berperan
sebagai pendengar yang juga akan memberikan tanggapan untuk didengarkan
kembali orang orang kedua”.

c. Teks Akademik Padat Kata Leksikal

Teks akademik lebih banyak mengandung kata leksikal atau kata isi (nomina,
verba-predikator, adjektiva, dan adverbia tertentu) daripada kata struktural
(konjungsi, kata sandang, preposisi, dan sebagainya).

Contoh :

Kajian komunikasi lintas budaya mengharapkan juga terdapatnya pemahaman


terhadap konsep metabahasa sebagai sebuah sistem universal yang digunakan
untuk membandingkan kaidah budaya pada masyarakat tutur yang berbeda agar
para penuturnya mengerti dan membuat sentuhan yang berbeda dalam
berkomunikasi.

Dengan keterangan : Kata-kata yang dicetak tebal adalah kata-kata struktural dan
kata-kata yang tidak dicetak tebal adalah kata-kata leksikal.

d. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Nominalisasi

Nominalisasi pada teks akademik ditujukan untuk mengungkapkan


pengetahuan dengan lebih ringkas dan padat. Contoh nominalisasi yang dimaksud
dicetak tebal :

Keterbatasan pengetahuan tentang komunikasi lintas budaya menimbulkan


ketidakwajaran dalam berkomunikasi.

e. Teks Akademik Banyak Memanfaatkan Metafora Gramatika Melalui Ungkapan


Inkongruen

Metafora gramatika adalah pergeseran dari satu jenis leksis ke jenis leksis lain
atau dari tatanan gramatika yang lebih tinggi ke tatanan gramatika yang lebih
rendah.

4
Contoh :

Kongruen (sebelum terjadi pergeseran) :

Karet berhenti tumbuh sebab PGDC menyerang. Karet memproduksi sedikit


getah sebab PGDC menyerang. Getah karet turun.

Inkongruen (setelah terjadi pergeseran) :

Serangan PGDC dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan dan


penurunan reproduksi.

f. Teks Akademik Seharusnya tidak Mengandung Kalimat Minor

Kalimat minor adalah kalimat yang tidak lengkap. Kalimat minor


berkekurangan salah satu dari unsur pengisi subjek atau finit/ predikator. Akibatnya,
kalimat tersebut dapat dianalisis dari sudut pandang leksikogramatika, serta tidak
dapat pula dianalisis menurut jenis dan fungsinya.

Keberadaan kalimat minor pada teks akademik tidak saja menyebabkan tidak
dapat diidentifikasinya unsur-unsur leksiogramatika secara ideasional dan
interpersonal, tetapi juga menyebabkan terhentinya arus informasi secara tekstual.

g. Teks Akademik Seharusnya tidak Mengandung Kalimat Takgramatikal

Kalimat takgramatikal adalah kalimat yang secara gramatikal mengandung


kekurangan atau kelebihan unsur-unsur tertentu, misalnya kata-kata leksikal seperti
nomina (yang berfungsi sebagai subjek) dan verba (yang berfungsi sebagai
finit/predikator), atau kata-kata struktural, seperti konjungsi dan preposisi.

Secara tekstual, ketakgramatikalan pada teks akademik menunjukkan ciri


ketidakilmiahan atau ciri lisan. Selain sulit ditabulasikan ke dalam stuktur kalimat,
ketakgramatikalan juga mengganggu pemahaman pembaca, yang pada akhirnya juga
mengurangi tingkat keterbacaan teks tersebut.

2.3.3 Perbedaan Teks Akademik dengan Teks Non-Akademik

Teks akademik atau yang juga sering disebut teks ilmiah berbeda dengan teks non-
akademik atau teks non-ilmiah.

5
Teks akademik dan teks non-akademik ditandai oleh ciri-ciri tertentu sebagai berikut :

Teks Akademik Teks Non Akademik


Perbedaan
(Teks Ilmiah ) (Teks Non Ilmiah)
Objek Adanya fakta objek yang diteliti Tidak ada objek yang diteliti.
Fakta Dibuktikan dengan pengamatan
Tanpa dukungan atau bukti (sujektif)
pengamatan (objektif)
Tata Urutan Bersifat metodis dan sistematis Sesuai dengan alur
Menggunakan bahasa yang Menggunakan bahasa yang non
Bahasa ilmiah (bahasa baku yang baik ilmiah (menggunakan bahasa baku
dan benar) yang baik)
Istilah Pemakaian istilah khusus Pemakaian istilah umum
Gaya Bahasa Formal Non formal dan populer
Bersifat persuasif, deskriptif, maupun
Isi Berisi penelitian
kritik tanpa didukung bukti

Perlu kita ketahui bahwa dalam teks non-akademik banyak digunakan kata kita
sebagai subjek kalimat, sedangkan di dalam teks akademik penggunaannya dihindarkan.

Selain itu, untuk menyatakan proses pada teks akademik digunakan nomina,
sedangkan pada teks non-akademik cenderung menggunakan verba.

Juga, dalam penulisan teks akademik bentuk pasif dimanfaatkan untuk


menghilangkan pelaku manusia sehingga unsur kalimat yang berperan sebagai subjek
dijadikan pokok persoalan yang dibicarakan dalam teks.

Dalam penulisan teks akademik kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat


gramatikal, sedangkan dalam teks non akademik sering terdapat penggunaan kalimat
yang tidak gramatikal..

2.3.4 Menyajikan Teks Akademik Dalam Berbagai Genre Makro

Seperti yang telah dinyatakan terdahulu, teks akademik atau teks ilmiah dapat
berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan
penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.

6
Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing di dalamnya
terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur,
eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.

Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara
keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre-subgenre yang lebih kecil yang terdapat
di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.

a) Ulasan Buku

Buku dapat dikelompokkan menjadi buku ajar dan buku referensi. Buku referensi
adalah buku yang digunakan sebagai referensi atau bahan rujukan pada saat orang
menyususn karya ilmiah.

Ulasan buku yang juga sering disebut timbangan buku adalah tulisan yang berisi
tentang kritik terhadap buku yang dimaksud.

Ulasan seperti ini anda perlukan pada saat anda perlukan saat anda menyajikan
kajian pustaka dalam proposal penelitian, laporan penelitian atau artikal ilmiah.

b) Proposal

Proposal merupakan tulisan yang berisi rancangan penelitian atau rancangan


kegiatan. Proposal dapat berupa proposal penelitian atau kegiatan.

c) Laporan

Laporan dikelompokkan mnjadi laporan penelitian dan laporan kegiatan. Laporan


penelitian ditata dengan struktur teks.

d) Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah dikelompokkan menjadi artikel penelitian dan artikel konseptual.


Dalam hal ini, artikel penelitian adalah artikel yang disusun berdasarkan sebuah
laporan penelitian, sedangkan artikel konseptual adalah artikel yang disusun sebagai
hasil pemikiran secara konseptual.

7
2.4 RINGKASAN BUKU KEDUA

2.4.1 Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks dalam Genre Makro

Genre suatu teks dapat diidentifikasi dari struktur teksnya. Perbedaan genre suatu
teks dengan genre teks yang lain dapat dilihat dari perbedaan struktur teks pada teks-
teks tersebut. Teks dalam genre makro berada dalam tataran genre dalam bidang
linguistik. Pada bidang ini, genre bisa dianalisis dari wujud teks yang memiliki
struktur campuran, yakni adanya teks di dalam teks. Dengan mempelajari pelajaran
ini, kalian diharapkan dapat mewujudkan teks dalam genre makro di dalam kehidupan
sehari-hari.

2.4.2 Kerja Bersama Membangun Teks dalam Genre Makro

Dalam hal ini, kita akan belajar lebih jauh untuk mewujudkan teks dalam genre
makro. Dengan cara mengeksplorasi lebih jauh sebuah teks yang berisi beberapa jenis
teks sekaligus. Dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering menemukan teks yang
memiliki bentuk serupa.

2.4.3 Kerja Mandiri Membangun Teks dalam Genre Makro

Dalam hal ini kita diajak mencari dan memanfaatkan informasi dengan berbagai
cara, antara lain melalui buku, koran, majalah, brosur, manual atau internet. Informasi
tersebut disampaikan dalam bentuk teks dengan berbagai jenis, misalnya cerita ulang,
cerita pendek, ulasan, eksplanasi, pantun, prosedur, eksposisi, berita, iklan, dan opini.
Informasi yang kalian dapatkan dari teks tersebut akan berguna bagi kalian dalam
beradaptasi dengan lingkungan sosial.

8
BAB 3

KEUNGGULAN BUKU

3.1 Keterkaitan Antarbab

Untuk buku utama, keunggulan awal terletak pada bab awalnya, buku ini mengawali
dengan bab ini sebagai letak pondasi awal dalam memahami kedudukan dan fungsi
bahasa Indonesia itu sendiri sebelum kita beranjak memahami materi – materi
berikutnya. Ditinjau dari keterkaitan antar bab, bahwa semua bab memiliki keterkaitan
yang erat dan berkesinambungan, karena target yang diharapkan adalah tidak hanya
mampu memahami dan mengeskplorasi teks akademik saja, melainkan mempelajari
membuat teks serta mengaplikasikannya dalam bentuk karya seperti proposal penelitian,
dsb. Untuk buku pembanding, buku ini sebagian besar memiliki fokus pada
Pembahasan genre makro. Antar satu bab dengan bab lainnya memiliki keterkaitan di
mana setiap bab mengarah agar pembaca tidak hanya memahami makna genre makro,
melainkan memahami menganalisis bebebapa jenis teks makro.

3.2 Kemutakhiran Isi Buku

Pembahasan yang disuguhkan pada dua buku di atas dinilai masih memiliki
kemutakhiran atau hubungan yang erat. Penggunaan bahasa dalam buku utama sesuai
dengan tingkat intelektual pembaca. Bahasa yang digunakan menjelaskan konsep atau
ilustrasi sampai dengan contoh yang abstrak sesuai dengan tingkat intelektual pembaca
(ilmiah).

3.3 Kelengkapan Isi Buku

Menurut saya, kelengkapan sub topic dari buku utama lebih lengkap karena selain
menjabarkan latar belakang,pengertian, konsep, juga menjelaskan tentang penggunaan
teks akademik dan juga teks non akademik dan juga memberikan contoh penggunaan
teks akademik dan juga teks non akademik sehingga kita lebih cepat mengerti dan
memahami konsep penulisan teks akademik terutama dalam genre makro.

Pada buku pembanding kedua membahas mengenai pembangunan konteks dan


pemodelan teks dalam genre makro, kerja bersama membangun teks dalam genre makro,
dan menjelaskan kerja mandiri membangun teks dalam genre makro dan memberikan
memberikan latihan dari penjelasan setiap topik yang dibahas.

9
BAB 4

KELEMAHAN BUKU

4.1 Keterkaitan Antarbab

Buku utama tidak memiliki begitu banyak kekurangan, namun dengan penggunaan
bahasa baku dan ilmiah dalam penyampaian tiap materi nya, buku ini tidak cocok untuk
pembaca pemula atau akademisi pemula atau mahasiswa awal.

Buku pembanding dengan cakupan tiap materi yang ada, tidak terlalu rinci
Pembahasan kegiatan yang diarahkan, jika tidak memenuhi materi prasyarat sebelumnya,
maka peserta didik akan sulit memahami materi genre makro tersebut.

4.2 Kemutakhiran Isi Buku

Semua yang disajikan dalam dua buku tersebut masih ada kaitannya dengan kemajuan
bahasa yang ada saat ini untuk mengikuti perkembangan zaman modern ini

4.3 Kelengkapan Isi Buku

Pada buku pembanding kedua tidak membahas mengenai menjabarkan latar


belakang, pengertian, konsep, juga tidak menjelaskan tentang penggunaan teks akademik
dan juga teks non akademik dan juga tidak memberikan contoh teks non akademik
sehingga kita akan sulit membedakan teks akademik dan non-akademik pada buku ini
serta sulit memahami materi genre makro tersebut.

10
BAB 5

IMPLIKASI

5.1 Implikasi terhadap Teori/Konsep

Teori-teori yang terkandung dalam buku ini sangat penting untuk penemuan,
verifikasi dan pengembangan. Penemuan itu berarti bahwa data yang diperoleh dari
penelitian adalah data baru yang benar yang belum diketahui sebelumnya. Jika kita
menerapkan teori dengan benar dalam proses penelitian kita. Sedangkan buktinya berarti
bahwa data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan pada
pembentukan atau pengetahuan tertentu, dan pengembangannya adalah mendalam dan
memperluas pengetahuan yang ada. Teori-teori juga dapat digunakan sebagai penguat
data dalam pembuktian penelitian. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penelitian
dapat memberikan pengetahuan baru kepada kami dan juga dapat memecahkan masalah
yang dihadapi.

5.2 Implikasi terhadap Program Pembangunan di Indonesia

Hasil yang diperoleh dari data yang dikumpulkan berdasarkan fakta yang telah ada
dalam penelitian, dan dikembangkan data tersebut sebagai data baru atau informasi baru
bagi peneliti yang sangat penting yang akan menjadi pertimbangan untuk memperkirakan
tindakan selanjutnya, terutama dalam pendidikan.
Sebagai contoh, penelitian dapat memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi
pengembangan ilmu pendidikan, terutama dalam penerapan model pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar dan hasil pembelajaran di kelas dan sebagai masukan bagi
sekolah untuk meningkatkan praktik pembelajaran guru agar lebih efektif dan efisien
sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.
Meningkatkan hasil belajar siswa dan solidaritas untuk menemukan pengetahuan
dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan untuk menganalisis masalah
melalui pembelajaran dengan model pembelajaran yang inovatif. Manfaat terbesar bagi
para peneliti adalah sebagai sarana pembelajaran untuk mengintegrasikan pengetahuan
dan keterampilan dengan lompatan langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan
mengamati apakah praktik pembelajaran yang dilakukan sejauh ini telah efektif dan
efisien.

11
Jadi, dengan kata lain kedua buku ini sudah sangat membantu kita untuk
melakukan pemajuan pembangunan negeri kita, karena dengan mempelajari buku ini kita
dapat lebih mengerti bagaimana cara membuat teks akademik seperti proposal
penelitian, skripsi, tesis dan disertasi, dan dapat lebih mudah mengaplikasikannya dalam
berbagai hal untuk menyelesaikan tugas-tugas.

5.3 Analisis Mahasiswa

Kedua Buku ini sangat bermanfaat untuk dapat mempelajari bagaimana cara membuat
teks akademik seperti proposal penelitian, skripsi, tesis dan disertasi, karena dengan
membaca kedua buku ini kita dapat memahami dan mengerti secara rinci
mengenai bagaimana cara membuat teks akademik. Penyajian materi juga memuat
contoh, dan refleksi untuk para pembaca. Kedua buku tersebut juga memberikan
informasi cara cepat dalam menyusun sebuah teks akademik sehingga memudahkan
para pelajar untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

12
BAB 6

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Jadi, setelah meringkas dan memahami isi dari kedua buku. Kami menyimpulkan
bahwa kedua buku memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja
kekurangan yang dimiliki buku utama lebih sedikit sehingga pembaca lebih menyukai
buku utama sebagai buku panduan dalam memahami materi teks akademik dalam genre
makro.

Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks secara
keseluruhan, dan genre mikro adalah subgenre-subgenre yang lebih kecil yang
terdapat di dalamnya dan dipayungi oleh genre makro tersebut.

Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku,
ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel
ilmiah. Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing di dalamnya
terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur,
eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.

6.2 Saran

Saran kami, tidak ada salahnya membaca kedua buku karena masing-masing buku
memiliki karakteristik masing-masing sehingga apabila membaca kedua buku maka
pengetahuan kita akan semakin bertambah dan pemahaman kita akan semakin luas
mengenai Teks Akademik dan Teks Non-Akademik dalam genre makro. Semoga apa
yang telah disajikan akan memberikan ilmu dan informasi. Selanjutnya demi
kesempurnaan tugas ini saya memohon saran dan kritik guna memperbaiki dikemudian
hari.

13
DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. (2016). Bahasa Indonesia untuk Perguruan tinggi. Jakarta : Kemenristekdikti.

Kemendikbud. (2015). Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta :


Kemendikbud.

14