Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TUBERKULOSIS PARU
RUMAH SAKIT KUSTA
Dr.RIVAI ABDULLAH
PALEMBANG Nomor Dokumen : No. Revisi : Halaman :
00 1/3
HK.02.03/XXXII.1.1/6852/2018
Ditetapkan :
DirekturUtama
TanggalTerbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL 19 September 2018

dr. Zubaidah Elvia, MPH


NIP. 196903161998032001
PENGERTIAN Tuberkulosis Paru adalah infeksi kronik pada paru dan jaringan
tubuh lainnya yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis,
ditandai dengan pembentukan granuloma dan adanya reaksi
hipersensitivitas tipe lambat.

ANAMNESIS Batuk kronik (lebih dari 2 minggu) dapat disertai darah, malaise
(badan lesu, lemah, tidak semangat), nafsu makan menurun, berat
badan menurun, demam tidak terlalu tinggi, keringat pada sore
menjelang malam, rasa flu yang tidaksembuh.

PEMERIKSAAN FISIK Terutama ditemukan kelainan pada lapangan atas kedua paru atau
pada segmen apikobasalis, bila terdapat infiltrat yang luas maka
ditemukan stemfremitus meningkat, perkusi redup, bunyi pokok
vesikuler meningkat dan adanya bunyi tambahan ronkhi halus
nyaring dan krepitasi. Bila ada kavitas dapat terdengar bunyi
amphorik.

KRITERIA DIAGNOSIS 1. Gejala klinis


- Gejala respiratorik : batuk lama(> 2 minggu) kering atau
produktif dengan atau tanpa disertai batuk darah, sesak
nafas, dan rasa nyeri dada
- Gejala sistemik : demam, keringat malam, malaise,
anoreksia dan penurunan berat badan
PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)
TUBERKULOSIS PARU
RUMAH SAKIT KUSTA
Dr.RIVAI ABDULLAH
PALEMBANG Nomor Dokumen : No. Revisi : Halaman :
00 2/3
HK.02.03/XXXII.1.1/6852/2018
2. Pemeriksaan fisik
- Labaratorium : Rutin berupa LED meningkat, hitung jenis
dominan limfosit.
- Sputum BTA 3 kali, dapat dahak setiap pagi atau dahak SPS
(sewaktu, pagi & sewaktu). Dikatakan BTA positif bila 2
sediaan memberikan hasil positif.
- Khusus : Tesmantoux (+), sputum BTA (+), biakan dari M. Tbc
(+), pemeriksaan PCR, ELISA, dll
DIAGNOSIS Berdasarkan gejala klinik yang menyokong, fototoraks PA
relevans untuk Tb paru dan sputum BTA. Diagnosis berdasarkan
Kategori WHO
DIAGNOSIS BANDING 1. Bronkitis kronis
2. Bronkiektasis
3. Tumor paru
PEMERIKSAAN 1. Foto toraks PA relevans untuk Tb paru seperti adanya infiltrat,
PENUNJANG eksudat, caseosa, cavitasdinding tipis (non sklerotik), milier.
2. Untuk kasus lama perlu perbandingan serial foto.
TATA LAKSANA 1. Istirahat kerja tergantung derajat lesi Tb dari ringan – lanjut,
perlu istirahat 1 – 3 bulan.
2. Diet tinggi kalori tinggi protein, kecuali ada penyakit penyerta
seperti diabetes dan lainnya. Konsistensi dari bubur sampai
dengan nasi biasa.
3. Obat anti tuberkulosa tergantung kategori
o Rifampisin 10 mg/kgBB
o NH 5 mg/kgBB
o Pyrazinamid 25 mg/kgBB
o Ethambutol 15 mg/kgBB
o Streptomisin 15 mg/kg/BB
PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)
TUBERKULOSIS PARU
RUMAH SAKIT KUSTA
Dr.RIVAI ABDULLAH
PALEMBANG Nomor Dokumen : No. Revisi : Halaman :
00 3/3
HK.02.03/XXXII.1.1/6852/2018
4. Obat batuk hitam (oral).
5. Vitamin B Complex (oral)

Kategori OAT (WHO / Depkes):

Kategori Kriteria Penderita Pilihan regimen pengobatan

Fase awal Fase lanjutan

I - Kasus baru BTA (+) 2 RHZE 6 EH


(RHZS) 4 RH
- Kasus baru BTA (-) 2 RHZE
Ro” (+) sakit berat (RHZS)
4 R3H3*
2 RHZE
- Kasus TBEP berat
(RHZS)*

II Kasus BTA positif 2 RHZES / 5 RHE


- Kambuh 1 RHZE
5 R3H3E3*
- Gagal
2 RHZES /
- Putus berobat
1 RHZE*

III - Kasus baru BTA (-) 2 RHZ 6 EH


2 RHZ 4 RH
- TBEP ringan
2 RHZ* 4 R3H3*

IV - Kasus kronik Obat-obat sekunder


Note : * Diterapkan di Indonesia
 2 RHZE : diberikan RHZE setiap hari selama 2 bulan
 4 R3H3 : diberikan R dan H 3x/minggu selama 4 bulan