Anda di halaman 1dari 5

Assignments 1

Oleh :

Mohamad Haviz Damar Sasongko


15/392062/PGE/01233

1. Wave breker classification


Berdasarkan klasifikasinya Davidson (2010) membagi empat (4) tipe gelombang
yang menghantam pantai yaitu:
a. Spilling : merupakan tipe gelombang yang menghantam pantai dengan ciri
ketidakstabilan pada puncak gelombang dengan buih gelembung tipis terlihat
pada muka gelombang. Spilling breaker terjadi pada pantai yang cenderung
memiliki kemiringan lereng datar, dimana gelombang mulai pecah pada jarak
yang cukup jauh dari pantai dan pecahnya terjadi berangsur-angsur artinya
muka gelombang sudah pecah sebelum tiba di pantai.
b. Plungging : merupakan tipe gelombang yang menghantam pantai dengan
ditandai adanya gulungan air pada puncak gelombang yang terlihat seperti
sebuah terjunan air. Gelombang tipe ini terjadi apabila kemiringan dasar
pantai terjal dan gelombang datang tiba-tiba. Tipe plungging breaker ini
merupakan tipe gelombang yang cukup indah untuk dilihat karena gelombang
terlihat seperti bergulung-gulung dipantai.
c. Surging : merupakan tipe gelombang yang terjadi pada pantai dengan
kemiringan yang sangat besar seperti pada pantai berkarang. Daerah
gelombang pecah sangat sempit, dan sebagian besar energi dipantulkan
kembali ke laut dalam. Gelombang belum pecah ketika mendekati kaki
pantai, sebelum akhirnya kandas di pantai. Tipe gelombang pecah ini banyak
menimbulkan hempasan di pantai.
d. Collapsing : merupakan suatu tipe gelombang dimana gelombang pecah
pada tepi pantai dengan dasar pantai yang curam dan merupakan perpaduan
antara tipe plungging dengan surging

2. Defination of:
a. Wave refraction yaitu pembelokan arah perambatan suatu gelombang.
Gelombang yang bergerak ke arah pantai dari kedalaman air yang dalam
menuju kedalaman air yang dangkal. Karena adanya perubahan kedalaman
air, peristiwa refraksi gelombang diakibatkan oleh perbedaan kecepatan
gelombang yang biasanya disertai juga dengan perubahan panjang
gelombang yang mengecil

Gambar 1. Wave refraction (static1.squarespace.com)

b. Wave difraction yaitu pembelokan gelombang laut karena adanya


penghalang. Peristiwa berpindahnya energi di sepanjang puncak gelombang
ke arah daerah yang terlindung.Difraksi biasanya terjadi ketika menghadapi
kendala gelombang permukaan-menusuk

Gambar 2. Wave difraction (https://image.slidesharecdn.com)


c. Wave reflection yakni pemantulan gelombang laut. Gelombang refleksi ini
mengarah pada pembentukan cross-shore

Gambar 2. Wave reflection (http://www.seafriends.org.nz)

3. Defination of :
a. Circulation cell merupakan perputaran arus laut yang terjadi disekitar pantai
karena adanya penghalang arah arus.

Gambar 4. Sketsa circulation cell (www.mheducation.com)


b. Longshore current adalah arus laut yang arahnya sejajar dengan garis
pantai. Arus ini dapat membentuk garis pantai menjadi berkelok-kelok.
Longshore current terjadi diantara daerah gelombang pecah dan garis pantai,
dimana saat gelombang datang membentuk sudut miring dengan garis pantai
pecah

Gambar 5. Sketsa longshore current (www.mheducation.com)

c. Rip current adalah arus yang arah gerakannya tegak lurus dengan garis
pantai. Arus ini berawal dari gelombang yang datang dari arah laut menuju
pantai. Setelah sampai di pantai arus tersebut kemudian akan menemukan
jalan kembali ke arah laut. Arus ini biasanya sering terjadi di daerah sempit
seperti di pantai yang terdapat gosong pasir tau dermaga. Rip Current sangat
berbahaya karena dapat menyeret wisatawan ke tengah laut

Gambar 6. Sketsa Rip current (www.mheducation.com)


Daftar Pustaka

Bambang Triatmodjo, 1999, Teknik Pantai, Beta Offset, Yogyakarta

Davidson, R. Amott. 2010. An Introduction to Coastal Processes and


Geomorphology. Cambridge University Press; New York