Anda di halaman 1dari 4

Urgensi Pengembang Akuntansi Sektor Publik

A. Pendahuluan
Seiring dengan berkembangnya perekonomian dan teknologi informasi, akuntansi
berkembang sangat pesat, baik sebagai sebuah ilmu (science) maupun sebagai instrument
(tools). Pada sektor swasta (privat), akuntansi berkembang seiring dengan dinamika modal
bisis yang juga berkembang sangat cepat dalam era teknologi informasi dan globalisasi yang
semakin mendekatkan seluruh entitas usaha, tidak lagi berbatas pada lokasi geografis.
Akuntansi sektor publik memiliki dimensi dan ruang lingkup yang cukup luas, yang
menyisakan banyak ruang untuk pengembangannya. Ruang pengembangan tersebut sangat
terlihat, terutama pada akuntansi pemerintahan sebagai bagian terbesar dari akuntansi
sektor publik. Akuntansi pemerintahan yang maju, sebagai bagian dari akuntansi sektor
publik, akan mendukung upaya pemerintah mewujudkan good public governance melalui
pengelolaan keungan negara yang transparan dan akuntabel.
B. Sekilas Pengembangan Akuntansi Keuangan Sektor publik pada Tingkat Internasioal
1. Penerapan Pada Basis Akrual pada Akuntansi Sektor Publik
Salah satu milestone dalam perkembangan akuntansi sektor publik adalah mulai beralihnya
basis akuntansi yang digunakan yaitu dari basis kas menjadi basis akrual, peralihan tersebut
menjadi tonggak sejarah era transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik untuk mendukung
perwujudan good public governance.
Penerapan basis akrual akuntasi pemerintahan mulai muncul pada awal tahun 1990-an, dan
saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data yang telah
dimilkii oleh International public sector accounting standards Boards (IPSASB), pada tahun
2018 dan sekitar 15 negara yang di survei, lebih kurang 36%-nya telah menerapkan akuntansi
berbasis akrual dalam laporan keuangannya.
Jumlah negara yang menerapkan basis akrual diperkirakan terus meningkat masa mendatang,
meskipun terdapat perbedaan pada level adopsi akrual-nya. Dalam masa transisi dari basis
kas menuju basis akrual, namyak negara menerapkan basis modifikasi yaitu cash
transitioning to accrual. Data yang dirilis IPSASB, berdasarkan survei yang dilakukan
terhadap 144 negara oleh kantor akuntan publik pricewaterhouse and cooper pada tahun
2015, menunjukkan bahwa sekitar 71%-an akan menerapkan akuntansi pemerintahan
berbasis akrual dalam lima tahun ke depan semenjak survei tersebut dilakukan.
2. Upaya Pengembangan Akuntasi Sektor Publik Berskala Internasional
Untuk mendukung pengembangan akuntansi sektor publik, termasuk akuntansi pemerintahan,
berbagai pihak dalam tataran global, baik praktisi, akademisi, dan organisasi profesi,
memberikan perhatian dan berupaya untuk mewujudkan pengelolaan keungan yang semakin
transparan dan akuntansi. IPSASB sebagai standard setter akuntansi sektor public.
C. Perkembangan dan Pengembangan Akuntansi Keuangan Sektor Pubik di Indonesia
1. Di Indonesia, akuntansi keuangan sektor public, khususnya akuntansi pemerintahan, telah
berkembang sangat pesat sejak adanya Reformasi Manajemen Keuangan Negara.
Reformasi tersebut dutandai dengan lahirnya paket undang-undang di bidang keuangan
negara, yaitu UU nomor 17 tahun2003 tentang keuangan negara, UU nomor 1 tahun 2004
tentang Perbendaharaan Negara, dan UU nomor 15 tahun 1004 tentang pemeriksaan dang
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Penerbitan paket UU tersebut mendorong pemerintah untuk melakukkan upaya perbaikan
dalaam pengelolaam keuangan negara, salah satunya dibidang akuntansi dan pelaporan.
Sebelum reformasi manajemen keuangan negara, akuntansi pemerintahan di Indonesia
masih sangat tertinggal, bahkan saat itu pemerintah Indonesia belum memiliki Standar
Akuntansi Pemerintah (SAP) sebagai pedoman praktik akuntansi pemerintahannya.
Sistem pencatatan akuntansi yang hanya digunakaan oleh pemerintah masih single entry
dengan basis kas.
Momentum reformasi manajemen keuangan negara tersebut juga menjadi titik tolak
pengembangan akuntansi pemerintahaan berbasis akrual. Paket UU di bidang keuangan
negara tersebut telah menjadi pendorong utama penerapan basus akrual pada akuntansi
pemerintahan.
(Lima) tahun sejak undang undang tersebut di terbitkan. Dengan adanya ketentuan
tersebut, seluruh stakeholder bergerak cepat berupaya menyusun standar akuntansi yang
akan digunakkan oleh pemerintah.
2. Pengembangan Auntansu Keuanga Sektor Publik di Indonesia
KSAP berperan penting dalam pngembangan akuntansu pemerintahan di Indonesia.
KSAP, keberadaannya diatru berdasakan Keppres nomor 30 tahun 2016 sebagai
perubahan terkini di keppres nomor 84 tahun 2004, telah menerbitkan berbagai standar
akuntansi pemerintahan. Mulai awal terbentuknya sampai dengan saat ini.
Selain itu, atas masukan BPK<KSAP juga mempersiapkan kemungkinan diadopsi
beberapa IPSAS
D. Urgensi dan arah pengembangan akuntansi keungan sektor public di Indonesia.
1. Tantangan dan permaslahan yang menuntut pengembangan akuntansu keruangan sektor
public di Indonesia.
Pengembangan akuntansi keungan di sektor public di Indonesia harus terus berlanjut
untuk mewujudkan tat kelola pemerintahan yang baik, sehingga mampu mengantarkan
rakyat Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera
Kebijakan yang diterakan dalam pelaksanaan pembangunan sering kali membawa
konsekuensi adanya mekanisme pengelolaan keuangan public yang sebelumnya belum
pernah dilaksanaakn, salah satu contohnya terkait dengan pertanggungjawaban
pengelolaan dana desa.
Selain itu, adanya bentuk kelembagaan baru di pemerintahan, seperti badan layanan
umum/ badan layanan umu daerah juga membawa kosekuansi perlunya standa akuntansi
yang khusu bagi Lembaga tersebut.
2. Upaya dan arah pengembangan akuntansi keuangan sektor public di Indonesia
Dengan mempertimbangkan ruang lingkup dan kompleksitasnya, pengembangan
akuntansi keungan sektor public tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah saja.
Perhatian lebih besar seharusnya juga dapat diberikan oleh berbagai pihak yang
kompeten seperti akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Perhatian dan keterlibatan berbagai pihak tersebut mendorong dan mempercepat
pengembangan akuntansi sektor public di Indonesia. Salah satu bentuk keterlibatan
organisasi profesi akuntan yang berkontribusi positif terhadap pengembangan akuntansi
sektor public adalah yang dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Selain itu, IAI secara aktif terlibat dengan para stakeholder-nya dalam merumuskan
berbagai panduan bagi sektor public, antara lain:
 Pedoman Akuntansi Dana Desa
 Pedoman Pelaporan Dana Kampanye
 Pedoman Akuntansi Pesantren; dan
 Policy bried Pengelolaan BLU/BLUD
Hal hal tersebut menunjukkan bahwa IAI sebagai organisasi profesi, memiliki kontribusi
positif dalam pengembangan akuntansi sektor public di Indonesia.
Dinamika perekonmoian semakin mendekatkan sektor privat dan sektor privat, yang
juga mempengaruhi perlakuan akuntansi yang diterapkan pada entitas di kedua sektor.
Sinergi antara IAI dan KSAP sangat diperlukan agar diperoleh penerapan akuntansi yang
terhadap suatu aktivitas yang melibatkan entitas pada sektor privat dan sektor public.
Akuntansi sektor privat dan akuntansi sektor public pada akhirnya akan merge dan
menjadi milestone pengembangan akuntansi di masa dating, sehingga dapat mewujudkan
sebuah welfare state.
E. Ikhtisar
Akuntansi pemerintahan yang maju sebagai bagian dari akuntansi sektor public, akan
mendukung upaya pemerintah mewujudkan good public governance melalui
pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
Pengembangan akuntansi keuangan sektor public perlu terus dilakukan seiring
berkembangnya tantangan dan permasalahan yang memerlukan perlakuan akuntansi
dalam sektor public. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat diharpkan mampu
mewujudkan transparansi, akuntabilitas, good governance serta clean government
sehingga mampu mendororng terciptanya suatu sistem perekonomian yang kuat, dan
pada akhirnya akan mampu mewujudkan welfare state
F. Pertanyaan
1. Bagaimana peranan paket UU di bidang keungan negara dikaitkan dengan
perkembangan dan pengembangan akuntansi sektor public di Indonesia?
2. Jelaskan urgensi pengembangan akuntansi keungan sektor public, baik di tingkat
internasional maupuan di Indonesia!
3. Jelaskan mengapa diperlukan sinergi dan kolaborasi antara standard setter sektor
privat dengan standard setter sektor public dalam pengembangaan akuntasi public
di Indonesia!
AUDITING SECTOR PUBLIK
Pada bagian tiga ini akan dibahas konsep dan prosedur dalam melakkan audit kinerja
atau value for money audit. Audit kinerja sektor public telah menjadi kebutuhan yang
sangat penting terutama sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan akuntabilitas
sektor public.
Pada bagian tiga ini terdiri atas dua poko bahasan yaitu konsep value for money audit
(bab 12) dan proses audit kinerja (bab 13). Pada bab 12 dibahas mengenai pengertian
audit kerja, tujuan dan manfaatnya bagi organisasi sektor public. Sementara itu, bab13
dibahas mengenai prises audit kinerja yang terdiri atas tahap pengenalan dan
perencanaan, tahap pelaksanaan audit, tahap pelaporan, dab tahap penindaklanjutan.