Anda di halaman 1dari 12

Nama : Maulana Tri Agung

Kelas : Fiisika Reguler B 2016


Nim : 4161121015

Esay
1. Jika di asumsikan bahwa muatan inti terdistribusi seragam, buktikan bahwa energi
3 𝑘𝑍(𝑍−1)𝑒 2
potensial listrik proton-proton di dalam inti adalah 𝐸𝑐 = 5 !
𝑅
Jawaban
Meninjau kulit bola tipis pada muatan tersebut
𝑑𝑞 = 𝜌𝑑𝑉 = 𝜌(4𝜋𝑟 2 𝑑𝑟)
∫ 𝑑𝑞 = ∫ 𝜌𝑑𝑉 = ∫ 𝜌(4𝜋𝑟 2 𝑑𝑟)

∫ 𝑑𝑞 = 𝜌 ∫ 𝑑𝑉 = 4𝜋𝜌 ∫(𝑟 2 𝑑𝑟)


1
𝑞 = 𝜌𝑉 = 4𝜋𝜌 ( 𝑟 3 )
3
4
𝑞 = 𝜌𝑉 = 𝜋𝜌𝑟 3
3
Energi potensial listrik 𝑑𝐸 di kulit tipis adalah
𝑘𝑞 𝑘 4
𝑑𝐸 = 𝑑𝑞 = ( 𝜋𝜌𝑟 3 ) (4𝜋𝜌𝑟 2 𝑑𝑟)
𝑟 𝑟 3

𝑘𝑞 4 4
𝑑𝐸 = 𝑑𝑞 = 𝑘 ( 𝜋𝜌𝑟 2 ) 3 ( 𝜋𝜌𝑟 2 𝑑𝑟)
𝑟 3 3
2
𝑘𝑞 4
𝑑𝐸 = 𝑑𝑞 = 3𝑘 ( 𝜋𝜌) 𝑟 4 𝑑𝑟
𝑟 3
𝑅 2 𝑅
𝑘𝑞 𝑅 4
𝐸 = ∫ 𝑑𝐸 = ∫ 𝑑𝑞 = 3𝑘 ( 𝜋𝜌) ∫ 𝑟 4 𝑑𝑟
0 𝑟 0 3 0
2
4 1 𝑅
𝐸 = 3𝑘 ( 𝜋𝜌) 𝑟 5 |
3 5 0
2
4 1 5
𝐸 = 3𝑘 ( 𝜋𝜌) 𝑅
3 5
2
3𝑘 4 3
𝐸= ( 𝜋𝜌𝑅 )
5𝑅 3
4
dimana 𝜋𝜌𝑅 3 = 𝜌𝑉 = 𝑄 = 𝑍𝑒
3
3𝑘
𝐸= (𝑍𝑒)2
5𝑅
3𝑘𝑍 2 𝑒 2
𝐸=
5𝑅
Muatan yang membentuk nukleus sebetulnya tidak kontinu namun harus deskret
jumlahnya. Untuk 𝑍 = 1, energi Coulombnya harus nol, tetapi pernyataan diatas
memberikan jawaban yang berhingga. Untuk mengoreksi hubungan di atas, 𝑍 2 harus
diubah menjadi 𝑍(𝑍 − 1). Untuk nilai-nilai 𝑍 yang besar, ini merupakan koreksi yang
minor, namun nilai 𝑍 cukup signifikan. Energi coulomb yang benar adalah
3𝑘𝑒 2 𝑍(𝑍 − 1)
𝐸=
5𝑅
3 𝑘𝑍(𝑍 − 1)𝑒 2
𝐸=
5 𝑅
2. Hitunglah energi coulomb 73
32𝐺𝑒 !
Diketahui :
𝐴 = 73
𝑍 = 32
𝑘𝑒 2 = 1,44 𝑀𝑒𝑉 ∙ 𝑓𝑚
𝑟0 = 1,4 𝑓𝑚
Ditanya:
𝐸𝑐 = ⋯ ?
Jawab
3 𝑘𝑍(𝑍 − 1)𝑒 2
𝐸𝑐 =
5 𝑅
3 𝑘𝑒 2 𝑍(𝑍 − 1)
𝐸𝑐 = 1
5
𝑟0 𝐴3
3 (1,44 𝑀𝑒𝑉 ∙ 𝑓𝑚)32(32 − 1)
𝐸𝑐 = 1
5
(1,4 𝑓𝑚)(73)3
𝐸𝑐 = 146 𝑀𝑒𝑉

3. Hitunglah energi ikat total dan energi ikat per nukleon untuk 59Co dan 40Ca!
Diketahui:
Untuk
59
Co
𝐴 = 59
𝑍 = 27
𝑁 = 32
𝑚𝑝 = 1,007825𝑢
𝑚𝑛 = 1,008665𝑢
𝑚𝑛𝑢𝑘 = 58,933189𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝑐 2 = 931,5 2
𝑐
Untuk
40
Ca
𝐴 = 40
𝑍 = 20
𝑁 = 20
𝑚𝑝 = 1,007825𝑢
𝑚𝑛 = 1,008665𝑢
𝑀𝑛𝑢𝑘 = 39,962589𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝑐 2 = 931,5 2
𝑐
Ditanya
𝐵𝐶𝑜 = ⋯ ?
𝐵𝐶𝑎 = ⋯ ?
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑠𝑖𝑢𝑚 𝐶𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 = ⋯ ?
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑜𝑏𝑎𝑙 𝐶𝑜 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 = ⋯ ?
Jawab:
 𝐵𝐶𝑜 = (𝑍𝑚𝑝 + 𝑁𝑚𝑛 − 𝑀𝑛𝑢𝑘 )𝑐 2
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (27 × 1,007825𝑢 + 32 × 1,008665𝑢 − 58,933189𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (27,211275𝑢 + 32,27728𝑢 − 58,933189𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (59,48855𝑢 − 58,933189𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (0,555366𝑢)931,5
𝑢
𝐵𝐶𝑜 = 517,323429 𝑀𝑒𝑉
517,323429 𝑀𝑒𝑉
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑠𝑖𝑢𝑚 𝐶𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 =
59 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛
𝑀𝑒𝑉
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑠𝑖𝑢𝑚 𝐶𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 = 8,768193712
𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛
 𝐵𝐶𝑜 = (𝑍𝑚𝑝 + 𝑁𝑚𝑛 − 𝑀𝑛𝑢𝑘 )𝑐 2
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (20 × 1,007825𝑢 + 20 × 1,008665𝑢 − 39,962589𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (20,1565𝑢 + 20,1733𝑢 − 39,962589𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (40,3298 − 39,962589𝑢)931,5
𝑢
𝑀𝑒𝑉
𝐵𝐶𝑜 = (0,367211𝑢)931,5
𝑢
𝐵𝐶𝑜 = 342,0570465 𝑀𝑒𝑉
342,0570465 𝑀𝑒𝑉
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑠𝑖𝑢𝑚 𝐶𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 =
40 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛
𝑀𝑒𝑉
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑠𝑖𝑢𝑚 𝐶𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛 = 8,551426163
𝑛𝑢𝑘𝑙𝑒𝑜𝑛

4. Berapakah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan ikatan satu netron yang cukup kuat
dalam 20Ca40 (diketahui massa 20Ca40 =39,962589u dan massa 20Ca39 =38,970691u)?
Diketahui:
massa 20Ca40 =39,962589u
massa 20Ca39 =38,970691u
𝑀𝑒𝑉
𝑐 2 = 931,5 2
𝑐
Ditanya
𝐸 = ⋯?
Jawab:
𝐸 = (massa 20Ca40 - massa 20Ca39)× 𝑐 2
𝑀𝑒𝑉
𝐸 = (39,962589u − 38,970691u) × 931,5
𝑢
𝐸 = 923,952987 𝑀𝑒𝑉

5. Interaksi lemah (gaya yang menyebabkan peluruhan beta) diduga berasal dari partikel
tukar dengan massa kurang dari 75 GeV. Berapakah jangkauan gaya ini?
Diketahui
ℏ𝑐 = 197,326972 𝑀𝑒𝑉. 𝑓𝑚 = 197,326972 × 10−3 𝐺𝑒𝑉. 𝑓𝑚
𝑚𝑐 2 = 75 𝐺𝑒𝑉
Ditanya:
𝑋 = ⋯?
Jawab:
ℏ𝑐
𝑋=
𝑚𝑐 2
197,326972 × 10−3 𝐺𝑒𝑉. 𝑓𝑚
𝑋=
75 𝐺𝑒𝑉
𝑋 = 2,631026293 × 10−3 𝑓𝑚
𝑋 = 2,631026293 𝑎𝑚
Soal dan Jawaban BAB II
Umur paroh 24Na ialah 15 hari. Berapa lamakah waktu yang diperlukan supaya 80%
sampel nuklide ini meluruh? (kunci jawaban: 34,8 hari)
Diketahui:
𝑇 = 15 ℎ𝑎𝑟𝑖

𝑁 = (1 − 0,8)𝑁0 = 0,2𝑁0
Ditanya:

𝑡 = ⋯?
Jawab:
𝑡
𝑁 1 𝑇
=( )
𝑁0 2
𝑡
0,2𝑁0 1 15
=( )
𝑁0 2
𝑡
1 15
0,2 = ( )
2
𝑡 1
log 0,2 = log
15 2
log 0,2
𝑡= × 15 ℎ𝑎𝑟𝑖
1
log 2

𝑡 = 34,8 ℎ𝑎𝑟𝑖

6. Tentukanlah energy yang dilepas ketika 𝐵𝑒47 mengalami tangkapan electron. Diketahui massa
𝐵𝑒47 dan 𝐿𝑖37 adalah 7,016929u dan 7,0016004u.

Diketahui :
𝐵𝑒47 + 𝑒 − → 𝐿𝑖37 + 𝜈
𝑚𝐵𝑒47
= 7,016929𝑢
𝑚 𝐿𝑖37 = 7,0016004𝑢
Ditanya :
Q = …?
Jawab :
(𝑚𝐵𝑒 + 𝑧𝑚𝑒 )𝑐 2 + 𝑚𝑒 𝑐 2 = (𝑚𝐿𝑖 − (𝑧 − 1)𝑚𝑒 )𝑐 2 + 𝑄
𝑄 = (𝑚𝐵𝑒 − 𝑚𝐿𝑖 )𝑐 2
(7,016929𝑢 − 7,0016004𝑢)931,5𝑀𝑒𝑉
𝑄=
𝑢
931,5𝑀𝑒𝑉
𝑄 = (0,0153286𝑢) ( )
𝑢
𝑄 = 14,27859 𝑀𝑒𝑉
𝑄 = 14,28 𝑀𝑒𝑉

7. Inti 𝑁𝑒 23 meluruh ke inti 𝑁𝑎23 dengan memancarkan beta negative. Berapakah energy kinetic
maksimum electron yang dipancarkan. Diketahui massa 𝑁𝑒 23 dan 𝑁𝑎23 adalah 22,994466u dan
22,989770u.
Diketahui :
𝑁𝑒 23 → 𝑁𝑎23 + 𝑒 − + 𝜈̅
𝑚𝑁𝑒 23 =22,994466u
𝑚𝑁𝑒 23 =22,989770u

Ditanya:
Q= …?
Jawab :
(𝑚𝑁𝑒 − 𝑧𝑚𝑒 )𝑐 2 = (𝑚𝑁𝑎 − (𝑧 − 1)𝑚𝑒 )𝑐 2 + 𝑚𝑒 𝑐 2 + 𝑄
𝑄 = (𝑚𝑁𝑒 − 𝑚𝑁𝑎 )𝑐 2
𝑄 = (22,994466𝑢 − 22,989770𝑢)931,5 𝑀𝑒𝑉⁄𝑢
931,5𝑀𝑒𝑉
𝑄 = (4,696𝑥10−3 𝑢) ( )
𝑢
𝑄 = 4,374𝑀𝑒𝑉

8. Inti atom K40 memancarkan partikel beta dengan energy 1,32 MeV. Tentukan jangkauan linier
𝑔𝑟
partikel beta di dalam air (𝜌𝑎𝑖𝑟 = 1 𝑐𝑚3 ).

Diketahui :
𝐾𝑚 = 1,32 𝑀𝑒𝑉
𝑔𝑟
𝜌𝑎𝑖𝑟 = 1 𝑐𝑚3

Ditanya :
𝑑𝑡 = ⋯ ?
Jawab :
𝑚𝑔
𝑑𝑡 ( ) = 412𝐾𝑚1,265−0,0954𝑙𝑛𝐾𝑚
𝑐𝑚2
= 412(1,32)1,265−0,0954 ln(1,32)
= 412(1,32 𝑀𝑒𝑉)1,2385
= 412(1,41036 𝑀𝑒𝑉)
𝑚𝑔
= 581,07 ⁄𝑐𝑚2
𝑔𝑟
= 581,07 𝑥 10−3 ⁄𝑐𝑚2

𝑔𝑟
581,07𝑥10−3 ⁄𝑐𝑚2
𝑑𝑡 = 𝑔𝑟
1 ⁄𝑐𝑚3
𝑑𝑡 = 581,07𝑥10−3 𝑐𝑚

𝑑𝑡 = 0,581 𝑐𝑚
9. diketahui :
Ek = 0,546 MeV
ΡAl= 2,7 gr/cm3
Jawab:
𝑚𝑔
𝑑𝑡 = = 412 𝑘𝑚 1,256−0,0954 ln(0,546)
𝑐𝑚2
= 412 (0,546) 1,256−0,0954 ln(0,546)
= 412 (0,546) 1,32273
= 412 (0,449)
= 185,04 𝑚𝑔/𝑐𝑚2
𝑑𝑡 185,04 × 10−3 𝑔𝑟/𝑐𝑚2
=
𝜌 2,7 𝑔𝑟/𝑐𝑚3
= 68,534 × 10−3 𝑐𝑚
= 0,0685 𝑐𝑚

Pilihan Berganda
1. Massa inti atom 20Ca40 adalah 40,078 sma. Jika massa proton = 1,0078 sma dan neutron =
1,0087 sma, defek massa pembentukan 20Ca40adalah.....
A. 0,165 sma
B. 0,252 sma
C. 0,262 sma
D. 0,320 sma
E. 0,330 sma
Pembahasan:
Diketahui:
Z = 20
A = 40
N = A – Z = 40 – 20 = 20
mi = 40,078 sma
mP = 1,0078 sma
mN = 1,0087
Ditanya: Δm = ...
Jawab:Δm = [(Z . mP + N . mN) – mi]
Δm = [(20 . 1,0078 + 20 . 1,0087) – 40,078]
Δm = (20,156 + 20,174) – 40,078
Δm = 40,33 – 40,078 = 0,252 sma
Jawaban: B

2. Massa inti 4Be9 = 9,0121 sma, massa proton = 1,0078, massa neutron = 1,0086 sma. Jika 1
sma setara dengan energi sebesar 931 Mev, maka energi ikat atom 4Be9 adalah...
A. 51,39 MeV
B. 57,82 MeV
C. 62,10 MeV
D. 90,12 MeV
E. 90,74 MeV

Pembahasan
Energi ikat:
E = ((mp + mn) - mi) . 931 MeV
E = ((4 . 1,0078 + 5 . 1,0086) - 9,0121) 931 MeV
E = (4,0312 + 5,043) - 9,0121) 931 MeV
E = 57,82 MeV
Jawaban: B

3. Perhatikan reaksi fusi berikut:


1H2 + 1H2 → 1H3+ 1H1 + energi
Jika massa inti 1H2 = 2,0141 sma, 1H3 = 3,0160 sma dan 1H1 = 1,0078 sma, maka energi
yang dihasilkan pada reaksi fusi tersebut adalah...
A. 5,0964 MeV
B. 5,0443 MeV
C. 4,0964 MeV
D. 4,0878 MeV
E. 4,0778 MeV
Pembahasan
E = (m 1H2 + m 1H2 ) - (m 1H3 + m 1H1 ) 931 MeV
E = (2,0141 + 2,0141) - (3,0160 + 1,0078) 931 MeV
E = (4,0282 - 4,0238) 931 MeV
E = 4,0964 MeV
Jawaban: C

4. Apabila massa inti 6C12 = 12, massa proton = 1,00783 sma, dan massa neutron = 1,008665
sma (1 sma = 931 MeV), maka energi ikat inti tersebut adalah...
A. 41,107 MeV
B. 47,110 MeV
C. 72,141 MeV
D. 92,141 MeV
E. 107,92 MeV

Pembahasan:
Diketahui:
mP = 1,00783 sma
mN = 1,008665 sma
m 6C12 = 12 sma
Ditanya: E = ...
Terlebih dahulu hitung Δm.
Δm = [(Z . mP + N . mN) – mi]
Δm = [(6 . 1,00783 + 6 . 1,008665) – 12]
Δm = (6,04698 + 6,05199) – 12
Δm = 12,09897– 12 = 0,09897 sma

Menghitung E.
E = Δm . 931 MeV = 0,09897 . 931 MeV
E = 92,141 MeV
Jawaban:D

5. Pernyataan-pernyataan berikut ini:


1) Terapi radiasi
2) Mengukur kandungan air tanah
3) Sebagai perunut
4) Menentukan umur fosil
Yang merupakan pemanfaatan radioisotop dibidang kesehatan adalah...
A. 1, 2, 3, dan 4
B. 1, 2, dan 3
C. 1 dan 3
D. 2 dan 4
E. 4 saja
Jawaban: C

6. Pokok teori atom thomson dititikberatkan pada . . . .


A. Atom terdiri dari elektron - elektron
B. Elektron sebagai penyusun utama atom
C. Atom sebagai bola masif yang hanya berisi elektron
D. Atom sebagai bola masif bermuatan positif yang di dalamnya tersebar elektron sehingga
keseluruhannya bersifat netral
E. proton dan elektron adalah bagian penyusun atom yang keduanya saling meniadakan.

Pembahasan :
Teori atom Thomson
Atom terdiri dar inti bermuatan positif dan elektron yang menyebar rata di permuakaan
atom. Model atom thomson dikenal juga dengan model atom roti kismis.
Jawaban : D

7. Teori yang menjadi dasar munculnya teori atom modern adalah . . . .


A. spektrum atom hidrogen
B. tabung sinar katode
C. penghamburan sinar alfa
D. adanya sinar saluran
E. mekanika gelombang

Pembahasan :
Dasar munculnya teori atom modern adalah adanya teori mekanika gelombang yang
dikemukakan oleh Heisenberg, Shcrodinger dan de Broglie.
Jawaban : E

8. Kelemahan teori atom rutherford adalah tidak adanya penjelasan . . . . .


A. Partikel penyusun inti atom
B. Massa atom yang berpusat pada inti
C. Elektron yang bergerak mengitari inti pada jarak tertentu
D. Inti atom bermuatan positif
E. elektron yang memiliki energi yang tetap

Pembahasan :
Elektron yang tidak melepas dan menyerap energi dijelaskan oleh teori atom Bohr
Jawaban : E

9. Penemu neutron adalah . . . .


A. William Crookes
B. Goldstein
C. James Chadwick
D. Sir Humphry Davy
E. J.J Thomson

Pembahasan
Penemu partikel dasar penyusun atom
Neutron = J. Chadwick
Elektron = J.J Thomson
Proton = Goldstein
Jawaban : C
10. Partikel bermuatan positif yang terdapat dalam inti atom adalah . . . . .
A. proton
B. inti atom
C. neutron
D. elektron
E. atom

Pembahasan :
Partikel dasar dalam inti atom:
Proton = muatannya positif
Neutron = tidak bermuatan/ netral
Sehingga muatan inti nantinya ditentukan oleh proton yang bermuatan positif

ESAY Dalam Kehidupan Sehari- hari


1. Apa yang dimaksud dengan reaksi Nuklir ?
 Reaksi Nuklir adalah reaksi yang melibatkan atom-atom bahan nuklir di dalam sebuah
reaktor nuklir. Reaksi nuklir ini dibedakan menjadi 2, yaitu reaksi fisi dan reaksi fusi.
Sedangkan reaktor nuklir juga dibagi 2, yaitu reaktor penelitian untuk pembuatan
radioisotop dan analisa sampel, serta reaktor daya yang digunakan untuk membangkitkan
listrik.

2. Secara umum reaksi Nuklir dapat dibedakan menjadi reaksi fusi dan fisi. Jelaskan apa yang
dimaksud dengan reaksi fusi dan fisi !

 Reaksi fisi adalah reaksi nuklir di mana inti atom, yang terikat oleh gaya terkuat di alam
semesta atau "Gaya Nuklir Kuat" terbelah menjadi fragmen-fragmen. Bahan utama yang
digunakan dalam percobaan fisi adalah "uranium" karena atom uranium adalah salah satu
atom terberat. Dengan kata lain, terdapat banyak proton dan netron di dalam inti atomnya.
Dalam percobaan fisi, dilakukan penembakkan sebuah netron pada inti uranium dengan
kecepatan tinggi. Setelah netron diserap inti uranium, inti uranium menjadi sangat tidak
stabil. Inti atom yang tidak stabil ini berarti ada perbedaan jumlah proton dan netron di
dalam inti yang menyebabkan ketidakseimbangan di dalam strukturnya. Karena itu, inti
memulai pembelahan menjadi fragmen dan memancarkan sejumlah energi untuk
menghilangkan ketidakseimbangan ini. Inti atom di bawah pengaruh energi yang
dilepaskan, mulai mengeluarkan komponen-komponen yang dimilikinya dengan
kecepatan tinggi.

 Reaksi fusi adalah kebalikan dari reaksi fisi, di mana reaksi fusi merupakan proses
penyatuan dua inti ringan menjadi inti yang lebih berat dan menggunakan energi pengikat
yang dilepaskan. Salah satu reaksi fusi alam terbesar adalah matahari. Reaksi fusi terjadi
pada matahari sepanjang tahun. Panas dan sinar yang datang dari matahari adalah hasil
fusi antara hidrogen dan helium, dan energi dilepaskan sebagai ganti materi yang hilang
selama perubahan ini. Setiap detik, matahari mengubah 564 juta ton hidrogen menjadi 560
juta ton helium. 4 juta ton sisa materi diubah menjadi energi. Kejadian luar biasa ini
menghasilkan tenaga matahari yang sangat vital bagi kehidupan di planet kita, dan telah
berjalan selama jutaan tahun tanpa jeda.

3. Energi Nuklir didefinisikan sebagai energi yang dibebaskan dalam proses reaksi Nuklir,
seperti dalam reaksi fisi. Darimanakah sumber energi Nuklir tersebut ?
 Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.
 Sumber energi nuklir berasal dari : Uranium, Thorium, dan Plutonium

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bom Nuklir, Bom Fisi dan Bom Fusi !
 Bom Nuklir : Bom Nuklir / Bom Atom / Bom-A membuat ledakan dasyat karena
ada reaksi fisi atau reaksi pembelahan atom unsur Uranium. Unsur Uranium memecah-
mecahkan dirinya sehingga menimbulkan energi yang besar melebihi ledakan dari 500.000
dinamit.
 Bom Fisi : Reaktor fisi yang didesain untuk melepaskan sebanyak mungkin energi dalam
waktu sesingkat mungkin, energi yang terlepas ini akan menyebabkan reaktornya meledak
dan akhirnya reaksi rantainya berhenti. Pengembangan senjata nuklir merupakan
penelitian lanjutan dari fisi nuklir yang dilakukan oleh Militer A.S. selama Perang Dunia
II.
 Bom Fusi : Bom yang mempunyai tenaga dari reaksi fusi inti –inti atom hidrogen berat
yang disebut deutron. Bom ini mampu meledak ratusan kali lebih dahsyat dari bom atom
karena didahului oleh reaksi fisi (Pembelahan) yang merangsang terjadinya reaksi fusi
(penggabungan atom hidrogen). Supaya bisa terjadi reaksi fusi maka inti atom ini harus
berada pada suhu yang sangat tinggi dengan berorde jutaan derjat celcius. Reaksi fusi
terjadi pada matahari yang merupakan sumber energi di bumi. Maka pada bom hidrogen
ini dipasang bom atom untuk mengawali ledakan sehingga menimbulkan suhu yang sangat
tinggi, sebab hanya ledakan fisi U-235 atau fisi Pu-239 yang dapat mencapai suhu setinggi
ini. Jika suhu itu sudah sangat tinggi rekasi fusi akan bisa terjadi. Maka dapat disimpulkan
pada bom Hidrogen terdapat 2 bom nuklir, yaitu bom atom terjadi melalui reaksi fisi
dilanjutkan ledakan besar akibat dari reaksi fusi. Hasil dari reaksi ini berupa gas He dan
dalam reaksi di lepaskan neutron cepat.

5. Reaktor Nuklir adalah sebuah sistem tempat mengontrol dan mempertahankan terjadinya
reaksi Nuklir berantai. Sebutkan komponen-komponen Reaktor Nuklir !
 Komponen-komponen reaktor nuklir adalah :
 Bahan bakar (Uranium)
 Alat pengendali
 Air pendingin
 Tangki
6. Bahan bakar reaktor Nuklir saat ini adalah nuklida U-235 yang bisa ditambang dari alam.
Jelaskan beberapa proses tahapan dalam pembuatan bahan bakar Reaktor Nuklir !
 Penambangan dan Penggilingan. Uranium dapat ditambang melalui teknik terbuka
(open cut) maupun teknik terowongan (underground) tergantung pada kedalaman batuan
uranium yang diketemukan. Bijih uranium dihancurkan secara mekanik, dan kemudian
uranium dipisahkan dari mineral lainnya melalui proses kimia menggunakan larutan asam
sulfat. Hasil akhir dari proses ini berupa konsentrat uranium oksida (U3O8) yang sering
disebut kue kuning atau “Yellow Cake”, meskipun dalam banyak hal berwarna kecoklatan.

 Proses Pemurnian dan Konversi. Proses pemurnian dan konversi Yellow Cake menjadi
serbuk uranium dioksida (UO2) berderajat nuklir. UO2 ini kemudian dikonversi lagi ke
dalam bentuk gas uranium hexafluoride (UF6). Konversi UO2 menjadi UF6 dilakukan
dalam dua langkah proses. Pertama adalah mereaksikan UO2 dengan asam anhydrous HF
hingga menjadi uranium tetrafluorida (UF4). Kemudian UF4 direaksikan dengan gas F2
sehingga terbentuk UF6.

 Pengkayaan. Pengkayaan uranium adalah proses meningkatkan kadar U-235 dalam bahan
bakar uranium dari 0,7% (kadar U-235 dalam uranium alam) menjadi sekitar 3 – 5% atau
lebih. Proses pengkayaan membuang sekitar 85% U-238 melalui proses pemisahan gas
UF6 ke dalam dua aliran, yaitu satu aliran merupakan uranium yang telah diperkaya dan
akan dipergunakan umpan proses fabrikasi bahan bakar. Sedangkan aliran lainnya adalah
aliran buangan atau”tailing” berupa aliran uranium miskin U-235 yang disebut sebagai
uranium deplesi (kadar U-235 kurang dari 0,25%). Ada dua metode yang secara komersial
digunakan untuk proses pengkayaan uranium, yaitu metode difusi gas dan metode
sentrifugasi gas. Kedua metode ini pada dasarnya menggunakan prinsip yang sama, yaitu
beda berat antara atom U-238 dan atom U-235. Pada pengayaan metode difusi, gas UF6
dialirkan ke membran berpori. Oleh karena lebih ringan maka atom U-235 akan berdifusi
atau bergerak lebih cepat dibanding atom U-238, sehingga gas UF6 yang lolos membran
akan mengandung U-235 lebih banyak. Untuk mencapai tingkat pengayaan U-235 antara
3–5%, diperlukan sekitar 1400 kali pengulangan proses. Sehingga metode ini sangat boros
energi, kira-kira akan mengonsumsi 3–4 % dari energi listrik yang dibangkitkannya. Pada
pengayaan metode sentrifugasi, gas UF6 diputar dengan kecepatan sudut tinggi dalam
sebuah tabung panjang dan ramping (1–2 m panjang, 15-20 cm diameter). Gaya sentrifugal
akan melemparkan isotop U-238 yang lebih berat menjauh dari pusat rotasi, sedangkan
isotop U-235 yang lebih ringan akan terkonsentrasi di pusat rotasi. Penggunaan metode ini
lebih hemat energi dan dapat cepat berkembang.

 Fabrikasi Bahan Bakar Fabrikasi bahan bakar atau perangkat bakar nuklir diawali
dengan proses konversi UF6 yang telah diperkaya (keluaran pabrik pengayaan) menjadi
serbuk uranium dioksida (UO2) yang kemudian dibentuk menjadi pil-pil (pelet) silinder
melalui pengepresan dan diteruskan dengan pemanggangan dalam suasana gas hidrogen
pada temperatur tinggi (1700 oC) hingga membetuk pelet UO2 berderajat keramik yang
rapat dan kuat. Pelet-pelet UO2 yang memenuhi persyaratan kualitas kemudian
dimasukkan ke dalam sebuah selongsong dari bahan paduan zirconium (zircalloy). Setelah
kedua ujung selongsong ditutup dan dilas, batang bahan bakar (fuel rod) disusun
membentuk suatu perangkat bakar (fuel assembly).

Setelah proses fabrikasi, perangkat bakar nuklir di masukkan ke dalam teras reaktor.
Susunan perangkat bakar (fuel assembly) inilah yang membentuk struktur inti atau teras
reaktor (reactor core). Dalam teras reaktor, U-235 mengalami reaksi fisi dan menghasilkan
panas dalam sebuah proses berkesinambungan yang disebut reaksi fisi berantai.
Kelangsungan proses ini sangat bergantung pada moderator seperti air atau grafit, dan
sepenuhnya dikendalikan dengan menggunakan batang kendali.

 Penyimpanan Sementara. Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas sangat radioaktif


serta mengeluarkan banyak panas. Untuk penanganan yang aman dan selamat, bahan bakar
bekas yang baru dikelurakan dari reaktor disimpan dalam kolam khusus yang berada di
dekat reaktor untuk menurunkan panas maupun radioaktivitas. Air di dalam kolam
berfungsi sebagai penghalang terhadap radiasi dan pemindah panas dari baban bakar
bekas. Penyimpanan ini dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lama (sampai lima
puluh tahun atau lebih), sebelum akhirnya diolah ulang atau dikirim ke pembuangan akhir
sebagai limbah (penyimpanan lestari).

 Reprocessing (Olah Ulang). Pemisahan uranium dan plutonium dari produk fisi
dilakukan dengan memotong elemen bakar kemudian melarutkannya ke dalam asam.
Uranium yang didapat dari proses pemisahan ini bisa dikonversi kembali menjadi uranium
hexaflourida untuk kemudian dilakukan pengkayaan. Adapun 3% limbah radioaktif tinggi
yang dihasilkan dari proses olah ulang adalah produk fisi yang jumlahnya sekitar 750 kg
pertahun dari reaktor daya 1000 MWe. Limbah ini mula-mula disimpan dalam bentuk
cairan untuk kemudian dipadatkan.

 Vitrifikasi. Limbah radioaktivitas tinggi dari proses olah ulang dapat dikalsinasi
(dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi) sehingga menjadi serbuk kering yang kemudian
di masukkan kedalam borosilikat (pyrex) untuk immobilisasi limbah. Bahan gelas tersebut
kemudian dituangkan ke dalam tabung stainless steel, masing-masing sebanyak 400 kg
limbah gelas. Pengoperasiaan reaktor 1000 MWe selama satu tahun akan menghasilkan
limbah gelas tersebut sebanyak 5 ton atau sekitar 12 tabung stainless setinggi 1,3 meter
dan berdiameter 0,4 meter. Setelah diberi pelindung radiasi yang sesuai, limbah yang
sudah diproses ini kemudian diangkut ke tempat penyimpanan limbah.

 Pembuangan Akhir Limbah. Pembuangan akhir limbah pada prinsipnya adalah


penyimpanan lestari limbah radioaktivitas tinggi yang telah digelasifikasi dan disegel
dalam tabung stainless steel, dan juga penyimpanan lestari bahan bakar bekas yang telah
melalui proses pendinginan yang cukup dan telah disegel dalam wadah atau “canister”
terbuat dari logam tahan korosi seperti tembaga atau stainless steel.

7. Jelaskan proses pembangkitan listrik PLTN !


 Pada prinsipnya, proses kerja PLTN sama dengan PLTU, yaitu, air diuapkan di dalam
suatu ketel melalui pembakaran. Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin yang akan
bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin digunakan untuk menggerakkan
generator seporos dengan turbin uap, sehingga menghasilkan tenaga listrik. Perbedaan
PLTN dan PLTU terdapat pada bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan panas.
Pada PLTU menggunakan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak dan gas. Dampak
pembakaran bahan bakar fosil ini dapat mengeluarkan CO2, SO2, dan Nitrogen
Oksida. Sedangkan pada PLTN bahan yang digunakan adalah reaksi pembelahan inti
bahan fisil yaitu uranium dalam raktor nuklir. Di dalam reaktor terjadi reaksi fisi bahan
bakar uranium sehingga menghasilkan energi panas, kemudian air di dalam reaktor
dididihkan, energi kinetik uap air yang didapat digunakan untuk memutar turbin sehingga
menghasilkan listrik untuk diteruskan ke jaringan transmisi.Sebagai pemindah panas biasa
digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi.

8. Amankah PLTN itu ? Bagaimana keselamatan PLTN ?


 PLTN itu merupakan pembangkit listrik yang aman dan ramah lingkungan. Keselamatan
PLTN pun terjamin, karena memiliki beberapa sistem keamanan yang lengkap dan ketat,
yaitu :
a. Keselamatan terpasang : Keselamatan terpasang dirancang berdasarkan sifat-sifat
alamiah air dan uranium. Bila suhu dalam teras reaktor naik, jumlah neutron yang tidak
tertangkap maupun yang tidak mengalami proses perlambatan akan bertambah,
sehingga reaksi pembelahan berkurang. Akibatnya panas yang dihasilkan juga
berkurang. Sifat ini akan menjamin bahwa teras reactor tidak akan rusak walaupun
system kendali gagal beroperasi.

b. Penghalang ganda : PLTN mempunyai sistem pengamanan yang ketat dan berlapis-
lapis, sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan maupun akibat yang ditimbulkan
sangat kecil. Sebagai contoh, zat radioaktif yang dihasilkan selama reaksi pembelahan
inti uranium sebagian besar akan tetap tersimpan di dalam matriks bahan bakar, yang
berfungsi sebagai penghalang pertama. Selama operasi maupun jika terjadi
kecelakaan, selongsong bahan bakar, akan berperan sebagai penghalang kedua untuk
mencegah terlepasnya zat radioaktif tersebut keluar. Kalau zat radioaktif masih dapat
keluar dari dalam selongsong, masih ada penghalang ketiga yaitu sistem pendingin.
Lepas dari sistim pendingin, masih ada penghalang keempat berupa bejana tekan
terbuat dari baja dengan tebal + 20 cm. Penghalang kelima adalah perisai beton dengan
tebal 1,5 - 2 m. Bila saja zat radioaktif itu masih ada yang lolos dari perisai beton,
masih ada penghalang keenam, yaitu sistem pengungkung yang terdiri dari pelat baja
setebal + 7 cm dan beton setebal 1,5 - 2 m yang kedap udara.

c. Pertahanan berlapis :
1. Keselamatan pertama : PLTN dirancang, dibangun dan dioperasikan sesuai
dengan ketentuan yang sangat ketat, mutu dan teknologi yang tinggi.
2. Keselamatan kedua : PLTN dilengkapi dengan sistem pengamanan dan
keselamatan yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi akibat-akibat dari
kecelakaan yang mungkin dapat terjadi selama PLTN digunakan.
3. Keselamatan ketiga : PLTN dilengkapi dengan sistem pengamanan tambahan,
yang dapat diandalkan untuk dapat mengatasi kecelakaan hipotesis, atau
kecelakaan terparah yang diperkirakan dapat terjadi pada suatu PLTN. Namun
kecelakaan tersebut kemungkinannya tidak akan pernah terjadi selama umur
PLTN.