Anda di halaman 1dari 11

JAWABAN PERTANYAAN BUDIDAYA TANAMAN JERUK

1. Pertanyaan kel 2 (febri) : Pemberian Jenis pupuk apasaja, dosis yang diberikan
berapa dan pada usia berapa?

Jawab:

a) 1 bulan: Urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; Pupukkandang=20


kg/tan.
b) 2 bulan: Urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; Pupukkandang=40
kg/tan.
c) 3 bulan: Urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; Pupukkandang=60
kg/tan.
d) 4 bulan: Urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; Pupukkandang=80
kg/tan.
e) 5 bulan: Urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100;Pupukkandang=100
kg/tan.
f) 6 bulan: Urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120;Pupukkandang=120
kg/tan.
g) 7 bulan: Urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140;Pupukkandang=140
kg/tan.
h) 8 bulan: Urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160;Pupukkandang=160
kg/tan.
i) 8 bulan: Urea=1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200;
Pupukkandang=200 kg/tan.

2. Pertanyaan ibu: Pemangkasan pola 1-3-9

Jawab:

Pola 1-3-9 yaitu terdiri dari 1 batang utama, 3 cabang primer, dan 9 cabang sekunder. 1
batang utama yang dipangkas akan menghasilkan beberapa cabang primer, dan dari beberapa
cabang primer tersebut dipilih 3 cabang yang pertumbuhannya paling seragam dan seimbang.
Dari 3 cabang primer, masing-masing cabang dipangkas lagi untuk menghasilkan 3 cabang
sekunder dengan pertumbuhan terbaik.

3. Kelompok 8 ( M. Fikhri ) : Kenapa hasil buah jeruk di indonesia lebih rendah


dibandingkan diluar negeri (negara subtropis) ?
Jawab :
Daerah tropis (Indonesia) merupakan daerah yang sangat cocok untuk perkembangan
pertanian, dibandingkan dengan daerah lain di dunia. Karena daerah tropis memiliki dua
musim, yaitu penghujan dan kemarau, sehingga dengan keadaan iklim yang seperti itu dapat
diatur kapan musim tanam yang baik untuk tanaman pertanian, dengan harapan dapat
menghasilkan produk pertanian yang memuaskan. Namun karena perubahan musim yang
tidak teratur didaerah tropis menyebabkan pertanian di daerah tropis kalah saing dengan
pertanian subtropis, maupun daerah lainnya.
Produksi pertanian di daerah tropis tidak stabil, salah satu penyebabnya yaitu pada
musim panas, tampungan air hujan yang tersedia tidak dimanfaatkan oleh para petani dengan
maksimal. Hal ini menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan ketika musim panas,
dengan keterbatasan air untuk melakukan pengairan pertanian, sehingga menyebabkan
produksi pertanian yang tidak memuaskan, bahkan jumlah produksinya dapat mengalami
penurunan. Seperti musim kemarau yang terjadi di simalungun dan pasuruan pada bulan
agustus 2018 menyebabkan hasil produksi jeruk menurun dan kualitasnya kurang bagus
Hasil buah jeruk diindonesia lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain
(subtropis) karena salah satu faktor yang cukup mempengaruhi kondisi tersebut yaitu
perubahan musim didaerah Indonesia yang tidak menentu, dan juga disebabkan oleh
kurangnya kegiatan pemeliharaan tanaman oleh petani-petani jeruk, seperti pemupukan,
penyiraman, pemangkasan, penjarangan buah dan pengendalian hama penyakit.

4. Pertanyaan ibu : ZA dan urea, jelaskan kenapa harus dikombinasi ?


Jawab :
Pupuk ZA dan urea adalah dua jenis pupuk yang mengandung nitrogen (N). Nitrogen
adalah salah satu unsur hara makro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, terutama pada fase vegetatif dimana terjadi pertumbuhan daun, batang, dan cabang.
Nitrogen juga berperan dalam pembentukan zat hijau daun atau klorofil. Tanaman yang
kekurangan nitrogen akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal atau kerdil, juga
dapat menyebabkan daun menguning dan mengering. Sementara buah yang kekurangan
nitrogen tidak akan dapat tumbuh sempurna, melainkan akan menjadi cepat masak namun
kandungan proteinnya rendah.
Perbedaan dari pupuk urea dan za adalah pupuk urea mengandung 46 % unsur
nitrogen, sedangkan pupuk za mengandung 20,8 % unsur nitrogen. Pupuk urea hanya terdiri
dari unsur makro nitrogen, sedangkan pupuk za juga mengandung unsur makro lainnya
seperti belerang atau sulfur (S). Sulfur sangat membantu tanaman dalam proses pembentukan
bintil akar, pembentukan tunas, pembentukan zat hijau daun atau klorofil, dan pembentukan
berbagai jenis asam amino essensial pada tanaman yaitu sistein, sistin dan metionin.
Karena sama-sama mengandung unsur nitrogen, kombinasi kedua jenis pupuk ini
dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan menambah kandungan protein hasil panen.
Kandungan sulfur dari pupuk za akan berperan juga dalam mengembangkan sistem imunitas
tanaman yang akan meningkatkan tanaman untuk mempertahankan diri dari gangguan hama
parasite, penyakit dan kekeringan. Pupuk za juga akan dapat meningkatkan produksi dan
kualitas panen serta memperbaiki rasa dan warna hasil panen.

5. Pertanyaan kel 3 (Eliston) : Bagaimana pengendalian yang tepat pada


tanaman jeruk yang terserang hama lalat buah dan penyakit embun?
Jawab :
 Pengendalian Hama Lalat Buah
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan lalat buah pada jeruk

1. Pengendalian Fisik

Pengendalian fisik dilakukan untuk mencegah lalat buah betina meletakkan telurnya
pada buah jeruk, yaitu dengan cara membungkus buah jeruk menggunakan kantong plastik
atau kertas. Pembungkusan sebaiknya dilakukan sejak mulai terbentuknya buah.

2. Memasang Perangkap Lalat Buah Jantan

Pemasangan perangkap lalat buah menggunakan atraktan Methyl Eugenol sangat


efektif untuk menekan kerusakan buah jeruk. Sasaran utama perangkap atraktan ini adalah
lalat buah jantan sehingga lalat buah jantan tidak bisa lagi membuahi lalat buah betina.
Dengan demikian serangan menjadi berkurang.
3. Memasang Lem Perangkap

Selain atraktan Methyl Eugenol perangkap juga bisa menggunakan lem yang
dioleskan pada botol bekas atau tempat lainnya. Lem perangkap biasanya berwarna kuning
untuk menarik perhatian lalat buah untuk mendekat. Selain lalat buah jantan perangkap lem
juga dapat menangkap lalat buah betina dan serangga lainnya. Perangkap sebaiknya
ditempatkan diluar kebun dan dipasang sejak tanaman jeruk mulai berbunga.

4. Sanitasi Kebun

Sanitasi kebun bertujuan untuk menekan populasi lalat buah, yaitu dengan memetik
buah yang terserang dan membersihkan buah yang gugur kemudian memusnahkannya
dengan cara dibakar atau dikubur didalam tanah.

5. Mengatur Jarak Tanam

Pengaturan jarak tanam sangat penting dilakukan untuk menekan peningkatan


populasi lalat buah. Jarak tanam yang tidak terlalu rapat memungkinkan cahaya matahari
dapat menyinari seluruh area tanaman hingga kebawah tajuk tanaman. Pada kondisi yang
terang pupa lalat buah tidak dapat menjadi dewasa sehingga populasi bisa berkurang.

6. Menjaga Kebersihan Kebun

Selain cara-cara diatas, kebersihan kebun juga perlu diperhatikan. Bersihkan kebun
dari gulma agar lingkungan tidak mendukung untuk perkembangbiakan lalat buah. Kondisi
kebun yang penuh gulma adalah tempat yang baik untuk perkembangan pupa menjadi lalat
buah dewasa.

7. Mengusir Lalat Buah dengan Pengasapan

Pengasapan merupakan cara tradisional yang dilakukan untuk mencegah lalat buah
mendekati kebun jeruk. Lakukan pengasapan secara berkala untuk mencegah dan mengusir
lalat buah dari area kebun, terutama pada pagi dan sore hari.

8. Pengendalian Lalat Buah Secara Biologis


Pengendalian biologis yaitu menekan populasi lalat buah dengan memanfaatkan
musuh alami atau predator pemangsa lalat buah, seperti semut, laba-laba, Biosterse sp., dan
Opius sp.

9. Pengendalian Lalat Buah Secara Kimiawi

Pengendalian lalat buah secara kimiawi yaitu pengendalian yang dilakukan dengan
penyemprotan insektisida. Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan untuk
mengendalikan lalat buah antara lain insektisida yang berbahan aktif asefat, metomil,
dimetoat atau profenofos.

10. Pengendalian dengan Pelepasan Serangga Mandul

Cara lain yang juga efektif untuk menekan populasi lalat buah adalah dengan
pelepasan serangga mandul yang dihasilkan dengan teknik radiasi. Tetapi pengendalian
dengan cara ini masih jarang dilakukan karena memerlukan biaya yang mahal.

 Pengendalian Penyakit Embun Tepung

Pengendalian paling efektif dilakukan menjelang bertunas dan diulang saat daun
muda mengunakan bahan aktif siprokonazol dibanding tembaga hidroksida dan kapur
belerang (Fariya et al. 2005). Senyawa Azadirachtin filtrat daun nimba mampu merusak
membran sel jamur Oidium tingitanium, sehingga metabolisme sel terganggu dan
pertumbuhan sel terhambat. Perbedaan konsentrasi filtrat daun nimba mempengaruhi
pertumbuhan embun tepung, dan filtrat daun nimba paling efektif adalah konsentrasi 60g/l,
80g/l dan 100g/l dengan prosentase serangan embun tepung 11 %, 14,59% dan 12,67%
(Munah, 2014). Serangan yang parah pada tunas muda disarankan untuk dipangkas,
kemudian dimasukkan kantong plastik untuk mengurangi penyebaran konidia di kebun.

6. Pertanyaan Dari Ibu : Berapa Kali dilakukan Pemangkasan, Kapan Perlu


Dipangkas, dan Bagian mana Yang Perlu Dipangkas?
Jawab :
Pemangkasan dilakukan sesuai kebutuhan untuk perkembangan permukaan tajuk
tempat berlangsungnya pembungaan dan pertumbuhan buah.
Pemangkasan dilaksanakan pada setiap permulaan musim hujan, bekas pemangkasan
dilumuri dengan parafin agar tidak terkena infeksi bakteri.

Apabila tanaman telah mencapai tinggi 3 meter – 5 meter, ujung tanaman selalu
dipangkas supaya tingginya tetap. Demikian juga kalau tajuk sudah saling bertemu, ujung
cabang juga perlu dipangkas pada batas yang kulitnya berwarna hijau keabu-abuan agar
tumbuh ranting yang sehat.

 Bagian-bagian tanaman yang haru dipangkas adalah :

1. Tunas yang tumbuh searah batang pokok.

2. Ranting yang tumbuh ke dalam.

3. Ranting yang bertumpang tindih.

4. Ranting yang mulai mengering dan sudah mati.

5. Ranting yang sudah tumbuh pada batang bawah.

6. Cabang yang tumbuh dekat dengan tanah.

7. Cabang yang menunduk ke bawah.

7. Pertanyaan Dari Kel 5 : Bagaimana cara mengatasi buah jeruk yang mudah busuk
dan menyusut agar lebih tahan lama?

Jawab :
1. pelilinan

Beberapa jenis buah secara alami dilapisi oleh lilin yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap serangan fisik, mekanik, dan mikrobiologis. Pelapisan lilin pada buah-buahan
sebenarnya adalah menggantikan dan menambah lapisan lilinalami yang terdapat pada buah
yang sebagian besar hilang selama penanganankarena lapisan lilin yang menutupi pori-pori
buah dapat menekan respirasi dantranspirasi sehingga daya simpan buah lebih lama dan nilai
jualnya lebih baik. manfaat lainnya adalah meningkatkan kilau dan menutupi luka atau
goresan pada permukaan kulit buah sehingga penampilannya menjadi lebih baik.

2. Penyimpanan
Penyimpanan di ruang dingin dapat mengurangi aktivitas respirasi dan metabolisme,
pelunakan, kehilangan air dan pelayuan, kerusakan karena aktivitas mikroba (bakteri,
kapang/cendawan). Jeruk yang disimpan hendaknya bebas dari lecet kulit, memar, busuk dan
kerusakan lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang baik, suhu ruang penyimpanan dijaga agar
stabil. Suhu optimum untuk penyimpanan buah jeruk adalah 5 – 10oC. Jika suhu terlalu
rendah dapat menyebabkan kerusakan buah (chiling injury). Jika kelembaban rendah akan
terjadi pelayuan atau pengkeriputan dan jika terlalu tinggi akan merangsang proses
pembusukan, terutama apabila ada variasi suhu dalam ruangan. Kelembaban nisbi antara 85-
90% diperlukan untuk menghindari pelayuan dan pelunakan pada beberapa jenis sayuran.
Beberapa produk bahkan memerlukan kelembaban sekitar 90-95%. Kelembaban udara dalam
ruangan pendinginan dapat dipertinggi antara lain dengan cara menyemprot lantai dengan air.
Kelembaban yang tepat akan menjamin tingkat keamanan bahan yang disimpan terhadap
pertumbuhan mikroba.

8. Pertanyaan Dari ibu : Penjelasan Mengenai Jeruk Kerinci, Jeruk Kumpeh dan Jeruk
siam?

Jawab :
 Jeruk Gerga lolo (Kerinci)

Jeruk Gerga Lolo kecil merupakan jeruk khas Kerinci yang dalam waktu dekat akan
dipatenkan seperti buah-buahan khas lainnya. Jeruk ini sudah seringkali dilombakan ke
provinsi maupun acara di tingkat nasional. Kepala dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Kerinci, Radium Halis mengatakan pihaknya tengah berupaya agar jeruk Gerga
mendapat hak paten sebagai buah khas Kerinci. Karena memang rasanya yang manis, dan
lebih segar. Di Kerinci, bila sampai di kebun pengunjung bisa mendapatkan jeruk dengan
harga di kebun Rp 20.000/kilogram pengunjung bisa memetiknya langsung dari pohon dan
membawanya pulang atau ditemani petugas di kebun.

 Jeruk PulauTengah (Kerinci)

Dikerinci jeruk memang dikenal sebagai jeruk yang memiliki kulaitas tinggi, tak
hanya rasa nya yang manis, namun jenis jeruk ini juga memiliki buah yang sangat besar,
dengan kualitas yang tingi tersebut jeruk pulau tengah bisa menjadi jeruk unggulan nasional.
Jenis jeruk ini telah dibudidakan oleh warga Pulau Tengah dan masyarakat Kerinci di
sekitarnya sejak ratusan tahun yang lalu, namun sayang jeruk ini seharusnya bisa menjadi
unggulan nasional, bukan unggulan lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kerinci saat ini adalah ingin
menjadikan jenis jeruk ini sebagai unggulan nasonal, dengan terus mengembangkan
pamasarannya keluar daerah. Bahkan, Beberapa waktu yang lalu telah dilaksnakan rapat
dengan sejumlah instansi Pertanian tingkat Nasional di Bandung, dalam rapat tersebut Jeruk
Pulau Tengah mendapat apresiasi dari sejumlah instansi pertanian lain yang ada di tingkat
Nasional. Kepala Bappeda Kabupaten Kerinci Bambang Karyadi mengungkapkan jeruk
Pulau Tengah merupakan salah satu hasil Pertanian di Kabupaten Kerinci yang sangat
fenomenal, sejumlah pihak terutama ditingkat nasional mengakui keunggulan jeruk Pulau
Tengah.

 Jeruk siam (Kumpeh muara jambi)


Kecamatan Kumpuh ulu merupakan kecamatan sebagai pemberi kontrinusi terbesar
penghasil jeruk siam di kabupaten muaro jambi walaupun dengan luas panen jeruk siam yang
terus menerus pada 5 tahun terakhir. kecamatan kumpuh ulu sebagai senta produksi jeruk
siam terbesar di kabupaten muaro jambi, seharusnya dapat menjaga produksinya untuk
tetap terus meningkat. Namun yang terjadi produksi jeruk siam menurun setiap
tahunnya.

Rendahnya produksi ini dapat disebabkan karena pengelolaan faktor produksi


yang belum optimal dan kurangnya modal petani yang diakibatkan karena harga input
produksi seperti pupuk dan obat - obatan yang meningkat tajam. Petani belum mampu
menerapkan teknik budidaya yang baik pada tanaman jeruk siam padahal rata - rata harga jual
di pasar domestik pada Tahun 2016 mencapai Rp 5.000 per kg. Harga ini naik
dibandingkan Tahun 2012 yang hanya berkisar Rp 2.000 per kg. Seharusnya dengan
harga yang semakin membaik memberi motivasi kepada petani jeruk siam untuk dapat
menggunakan faktor produksi yang optimal sehingga produksi yang dihasilkan dapat
meningkat. Penggunaan faktor produksi

 Jeruk siam termasuk jeruk keprok


Jeruk siam merupakan bagian kecil dari sekian banyak spesies jeruk yang
sudah dikena dan dibudiayakan secara luas. Jeruk siam merupakan anggota dari
kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Memiliki nama
jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand). Di Thailand, jeruk siam
diberi nama Som Kin Wan. Sampai saat ini, belum ada data resmi mengenai kapan
dan di mana jeruk siam pertama kali di datangkan di Indonesia. Akan tetapi, ada
daerah yang mempunyai catatan yang cukup tentang kisah awal masuknya jeruk siam
di wilayahnya, seperti di Kalimantan Barat.
Jeruk siam memiliki ciri khas yang tidak dimiliki jeruk keprok lainnya karena
mempunyai kulit yang tipis sekitar 2 mm, permukaannya halus dan licin, mengkilap
serta kulit menempel lebih lekat dengan dagingnya. Dasar buahnya berleher pendek
dengan puncak berlekuk. Tangkai buahnya pendek, dengan panjang sekitar 3 cm dan
berdiameter 2.6 mm. Biji buahnya berbentuk ovoid, warnanya putih kekuningan
dengan ukuran sekitar 20 biji. Daging buahnya lunak dengan rasa manis dan harum.
Produksi buah cukup berat dengan bobot berat perbuah sekitar 75.6 g. Satu pohon
rata-rata menghasilkan sekitar 7.3 kg buah. Panen biasanya dapat dilakukan pada
bulan Mei – Agustus (Deptan 1994).
Jeruk siam merupakan jenis jeruk yang paling banyak dibudidayakan di
indonesia. Dominasi pertanaman jeruk siam adalah sekitar 85% dari seluruh
pertanaman jeruk yang ada di indonesia. Kemudian diikuti oleh jeruk keprok sebesar
8%, jeruk pamelo 55% dan jenis jeruk lainnya sebesar 3% . Produksi jeruk siam
Indonesia merupakan yang ke 3 terbesar di dunis setelah China dan Spanyol, sedang
jeruk pamelo adalah urutan nomor 9 di dunia