Anda di halaman 1dari 2

Penerapan Manajemen Resiko Laboratorium

No.Dokumen :
No.Revisi :
SPO Tgl Terbit : September 2016
Halaman : 1/1

Ni Nyoman Sidiati
PUSKESMAS BUNGI
NIP. 19690224 200212 2 005

1. Pengertian Penerapan manajemen resiko laboratorium adalah seperangkat


kebijakan, prosedur lengkap, untuk mengelola, memonitoring, dan
mengendalikan eksposur terhadap resiko laboratorium.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk menganalisa
pengelolaan risiko yang terdapat di dalam proses bisnis guna
meminimalkan potensi kerugian dan meningkatkan kompetensi dan
kinerja karyawan perusahaan sesuai dengan bidang kerjanya secara
efektif dan optimal.
3. Kebijakan KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BUNGI
Nomor :
Tentang jenis-jenis pemeriksaan laboratorium puskesmas
4. Referensi PEDOMAN TEKNIK DASAR UNTUK LABORATORIUM KESEHATAN
Hak cipta terjemahan Indonesia
2004 penerbit buku kedokteran EGC
P.O.BOX 4276/ Jakarta 10042
Telpon : 65306283
5. Alat dan bahan 1. Alat
2. Bahan
6. Langkah – Langkah
1. Melakukan analisa dan identifikasi risiko sesuai dengan proses
bisnis .
2. Dapat mendata risiko di masing tugas kerja pemilik risiko
3. Mendapatkan risiko unit kerja terbaru dari masing kegiatan proses
bisnis
4. Membuat sebuah solusi ataupun usulan atas risiko yang ada
5. Berdasarkan data yang ada dapat menganalisa Kebutuhan untuk
risiko tersebut.
6. Menyampaikan analisa dan dasar pertimbangan kepada manajer
untuk dasar penyampaian kepada Direksi

7. Bagan alir
Mendata risiko di
Analisa dan masing tugas kerja
identifikasi risiko pemilik risiko
sesuai dengan
proses bisnis

Mendapatkan risiko unit


Membuat solusi ataupun kerja terbaru dari masing
usulan atas risiko yang ada kegiatan proses bisnis

Menyampaikan analisa dan


dasar pertimbangan kepada
Berdasarkan data yang ada manajer untuk dasar
dapat menganalisa Kebutuhan penyampaian kepada
untuk risiko tersebut Direksi
8. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
9.
10.
11. Unit Terkait Semua unit pelayanan Puskesmas