Anda di halaman 1dari 12

BAB III

LAPORAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian
3.1.1 Home Industry
a. Kondisi Lingkungan Luar
Home industry konveksi pakaian merupakan industri informal. Home Industry
yang berada d RW 07 Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong yaitu ada di RT
06. Setiap Home Industry memiliki mein jahit, gunting untuk memotong kain dan
beberapa lainnya ada yang memiliki mesin obras.
Produksi Home Industry ini berupa pakaan siap pakai seperti celana yaitu
leging. Bangunan Home Industry ini sebagian besar tidak menyatu dengan rumah
pemiliknya, yang berada di daerahh pemukiman penduduk. Sehingga tampak dari luar
seperti rumah pada umumnya dan terlihat adanya aktivitas Home Industry yang
didalamnya terdapat aktivitas membuat pakaian. Semua produksi Home Industry ini
terbuat dari kain, mulai awal proses pemotongan dan penyatuan bentuk menjadi
sesuatu yang bisa dipakai.
Tanah dan bangunan sudah merupakan hak milik pribadi untuk Home Industry
tersebut. Tempat Home Industry ini dengan luas bangunan 35 m2 dan tempat Home
Industry ini berada di daerah pemukiman penduduk.
b. Kondisi Lingkungan Dalam
Home Industry pakaian ini merupakan Home Industry dengan produksi
pakaian siap pakai. Home Industry ini terdiri dari satu ruangan dari bangunan
permanen dengan atap genteng, lantai ubin dan tidak licin, 1 buah wc, ventilasi dan
pencahayaan cukup masuk ke dalam ruangan. Didalam ruangan tersebut terdapat
mesin jahit, gunting untuk memotong kain, mesin obras, penggaris kayu, alat tulis
untuk membuat pola dan beberapa bahan baku yang lainnya. Proses pembuatan pola,
pemotongan kain, penjahitan dan pengemasan dilakukan diruang dan tempat yang
berbeda.
Pekerja ditempat Home Industry ini bekerja dengan posisi duduk terus
menerus lebih dari 2 jam. Setiap pekerja ditempat ini mampu menghasilkan pakaian
rata-rata > dari 5 tergantung yang dikerjakan dan tergantung adanya pesanan dan
apabla bahan tidak ada para pekerja tidak bekerja. Dalam membuat leging ini para
pekerja biasanya berada pada satu posisi dalam jangka waktu yang cukup lama. Tidak
ada pekerja yang tahu dan biasa melakukan upaya seperti peregangan untuk
mencegah cedera dan gangguan akiibat kesalahan posisi.
c. Aturan Kerja dan Upah
Jam kerja di Home Industry ini tidak ada pembagian shift, para pekerja mulai
dari jam 07.00 sampai dengan 19.00, untuk waktu istirahat pegawai pada waktu siang
sekitar jam 12.00 sampai jam 13.00 dan Jam 18.00 sampai 18.30 WIB. Biasanya jika
istirahat para pekerja beristrahat, makan siang yang disediakan oleh pemiliki Home
Industry dan beribadah shalat dzuhur. Pekerja diberikan hari libur apabila tidak ada
bahan dan bila ada bahan bisa selama 1 minggu full bekerja.
Penghasilan pekerja tidak menentu tergantung dengan jumlah pesanan dan
leging yang dapat diselesaikan. Namun rata-rata pendapatan pekerja berada pada
rentang 1 sampai 1 setengah juta per bulan. Tidak ada upah lain seperti untuk makan,
ataupun dana kesehatan. Namun pada saat hari raya biasanya diberikan tunjangan
untuk memenuhi kebutuhan hari raya.
Aturan kerja di Home Industry ini adalah bersifat kepekerjaan, tidak ada
aturan yang mengikat pegawai, namun harus tetap produktivitas mencapai target yang
ingin dicapa. Mengenai jaminan kesehatan pemilik Home Industry tidak
menyediakannya, namun apabila terjadi kecelakaan kerja, sebagian besar pemilik
Home Industry membantu dalam pembiayaan berobat.
d. Perlindungan Diri
Berdasarkan hasil observasi para pekerja tidak menggunakan alat pelindung
diri saat bekerja. Namun terdapat sebagian kecil yaitu 1 dari 6 orang pegawai yang
menggunakan masker untuk melindungi diri dari debu yang dihasilkan ketika
menjahit pakaian. Di home industri leging ini tidak tersedia kotak P3K (pertolongan
pertama pada kecelakaan), selain itu tidak terdapat pula SOK (standar prosedur kerja).
e. Kemungkinan Penyebab Terjadinya Kecelakaan
Kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja berasal dari mesin jahit,
alat pemotong kain, dan mesin obras dan tidak adanya standar alat pelindung diri
untuk para pekerja.
3.1.2 Kajian Kesehatan Kerja
a. Komposisi Pekerja
Tabel 3.1 Komposisi Pegawai di Home Industry Konveksi Pakaian (Leging) di RW
07 Kelurahan Sukapura (n=6)
No Nama Pegawai Usia Pendidikan Jenis Lama Bekerja
Pekerjaan (Bulan)
1. Ny. R 24 SMA Finishing 4
2. Tn. M 35 SMA Menjahit 4
3. Tn. E 35 SMA Menjahit 1
4. Tn. R 29 SMA Menjahit 2
5. Ny. 30 SMA Finishing 4
6. Tn. A 34 SMA Menjahit 2
Jumlah pekerja adalah 6 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan,
dengan rentang usia antara 24 hingga 35 tahun lebih. Seluruh pegawai perpendidikan
terakhir SMA, 4 orang pegawai memiliki jenis pekerjaan menjahit dan 2 orang
lainnya finishing, 3 orang sudah bekerja selama 4 bulan, 2 orang lainnya bekerja
selama 2 bulan dan satu orang baru bekerja selama 1 bulan.
b. Keadaan Fisik Pekerja
Tabel 3.2 Kondisi Fisik Pekerja di Home Industry “konveksi lwging” di RW 07
Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung
Kondisi Fisik Pekerja Frekuensi (f) Persentase (%)
Kesehatan sebelum bekerja di Pabrik
Ya 1 16,6
Tidak 5 83,3
Jenis Penyakit
Alergi dan Gatal-gatal 1
Tidak masuk kerja karena sakit
Ya 0
Tidak masuk kerja dalam 1 bulan karena sakit
1 hari 0
Merokok di lingkungan kerja
Ya 4 66,6
Jumlah rokok yang di habiskan di tempat kerja
3 batang 1 25
6 batang 2 50
12 batang 1 25
Masalah sendi
Ya 6 100
Seberapa sering pekerja mengalami sakit tulang dan sendi
Sering 2 33,3
Kadang-kadang 3 50
Jarang 1 16,6
Sendi atau tulang yang sakit
Punggung 4 66,6
Kaki 2 34,3
Beban yang diangkat setiap bekerja
5 kg 2 34,3
20-25 kg 4 66,6
>25 kg
Cara Mengangkat
Diangkat sejajar pundak 4 66,6
Diangkat sejajar pinggang 2 34,3
Bekerja dalam 1 minggu
7 hari 6 100
Lama bekerja dalam 1 hari
>8jam 6 100
Waktu istirahat dalam 1 hari
<1jam 6 100
Kegiatan selama bekerja
Menjahit 4 66,6
Finishing 2 34,3
Posisi saat bekerja
Sering duduk 6 100
Lama dalam posisi tersebut
<2 jam
>2 jam 6 100
Berdasarkan tabel 3.2 didapatkan hasil bahwa 1 dari 6 pekerja sudah memiliki
penyakit sebelum bekerja di home industri legging yaitu memiliki riwayat alergi.
Dalam satu bulan terakhir tidak ada yang absen/tidak masuk kerja karena sakit. 4 dari
6 orang pegawai merokok ditempat kerja.1 orang menghabiskan 3 batang dalam
sehari, 2 orang menghabiskan 6 batang dalam sehari dan 1 orang lainnya
menghabiskan 12 batang dalam sehari. Seluruh pegawai yaitu 6 orang memiliki
masalah sendi, 2 orang sering mengalami nyeri tulang dan sendi, 3 orang kadang-
kadang dan 1 orang jarang. 4 orang mengalami nyeri tulang dan sendi bagian
punggung dan 2 orang lainnya pada bagian kaki. Beban yang diangkat setiap bekerja
4 orang mengangkat beban antara 20-24 kg dan 2 orang lainnya mengangkat beban
sebanyak 5 kg. 4 orang mengangkat dengan diangkat sejajar pundak, 2 orang lainnya
diangkat sejajar pinggang. Seluruh pegawai bekerja selama 7 hari dalam seminggu.
Dengan waktu kerja perhari lebih dari 8 jam. Seluruh pegawai memiliki waktu
istirahat kurang dari 1 jam. Kegiatan selama bekerja 4 orang pegawai menjahit dan 2
orang lainnya finishing. Seluruh pegawai saat bekerja posisinya duduk dengan waktu
lebih dari 2 jam.
c. Keadaan Biologis Pekerja
1. Keadaan Kesehatan
Tabel 3.2 Kondisi Kesehatan Pekerja di Home Industry Konveksi Pakaian
(Leging) di RW 07 Kelurahan Sukapura
No Nama Tekanan Darah HR RR Keluhan
Pegawai (mmHg) (x/menit) (x/menit)
1. Ny. R 100/80 79 21 Tidak ada
2. Tn. M 100/70 70 20 Sakit Punggung
3. Tn. E 120/90 88 22 Sakit Pungggung
4. Tn. R 120/80 82 20 Sakit Punggung
5. Tn. A 120/80 80 20 Sakit Punggung
6. Ny. Y 120/80 76 18 Tidak ada

2. Kebersihan Perorangan
Para pegawai di pabrik plastik memiliki kebiasaan mandi 2x dalam 1 hari dan
juga menggosok gigi 2x dalam 1 hari. Kebersihan diri pekerja sudah baik, namun
kesadaran cuci tangannya masih kurang karena semua pekerja tidak melakukan cuci
tangan sebelum bekerja tetapi setelah bekerja 3 dari 6 pekerja melakukan cuci
tangan.

3. Penyakit Yang Banyak di Derita

Kondisi Fisik Pekerja Frekuensi (f) Persentase (%)


Sakit selama bekerja di Pabrik
Ya 4 66,6
Tidak 2 34,3
Jenis Penyakit
Sendi dan tulang (reumatik, nyeri 4
punggung, pegal-pegal)
Sirkulasi darah (sakit kepala, pusing,
keram)

Pada saat dilakukan pengkajian, didapatkan bahwa hampir seluruh pekerja


yaitu 4 dari 6 mengalami pegal-pegal, kram dan nyeri pada persendian.
4. Penyakit Kronis
Dari hasil pengkajian fisik dan wawancara dengan para pekerja tidak ada yang
yang mengalami penyakit kronis.
5. Pola Tidur
Hasil wawancara 2 dari 6 pekerja selalu tidur siang, karena diberikan waktu
istirahat saat bekerja. Pada malah hari seluruh pegawai tidur sekitar 5-6 jam.
6. Pola Makan dan Minum
Dari hasil wawancara didapatkan bahwa seluruh pegawai memiliki pola
makan yang teratur. Biasanya makan 2-3 kali sehari dan minum sebanyak 6-9
gelas per hari.
d. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan terdekat yang dapat diakses oleh pekerja yaitu
Puskesmas Babakan Sari. Puskesmas ini berjarak 2 km dengan waktu tempuh 8-10
menit. Untuk menuju pelayanan kesehatan para pegawai menggunakan transportasi
pribadi yaitu motor. Untuk asuransi kesehatan para pekerja sebagan mempunyai
BPJS.
e. Keadaan Psikologis Pekerja
1. Keadaan Emosi
Seluruh pekerja dalam keadaan stabil, jika mengalami permasalahan
dibicarakan biasanya dengan musyawatah secara bersama-sama.
2. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dalam Home Industry ini adalah dilakukan oleh
pemilik.
3. Ketergantungan Obat
Tidak ditemukan adanya ketergantungan obat pada para pekerja.
4. Rekreasi
Para pegawai mengatakan kegiatan rekreasi biasanya dilakukan bersama
dengan pekerja lainnya setiap hari seperti bercanda bersama dan kadang-kadang
apabila ada libur selalu jalan-jalan bersama keluarganya.
5. Hubungan Antar Anggota
Hubungan antar pegawai berjalan dengan baik dan harmonis, tidak ada konflik
besar yang mempengaruhi psikologis pekerja, begitupun hubungan antara pekerja
dengan pemilik home industry berjalan baik
f. Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Dari hasil wawancara singkat dengan para pekerja didapatkan bahwa memang para
pekerja sangat jarang terpapar informasi terakit dengan kesehatan dan keselamatan
kerja. Beberapa pertanyaan lisan yang diajukan terkait dengan kesehatan dan
keselamatan kerja tidak mampu dijawab dengan baik oleh para pekerja. Sehingga
kemungkinan rendahnya pengetahuan para pekerja.
g. Polusi
Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa polusi yang ada di lingkungan home industry
adalah polusi udara. Polusi polusi udara berasal dari pembersihan sisa-sisa benang
yang terpotong

3.2 Analisa Data


Data Kemungkinan Penyebab Masalah
- Seluruh pegawai yaitu 6 Usaha Konveksi Risiko Gangguan
orang mengatakan ↓ Muskuloskeletal
memiliki masalah sendi, 2 Bekerja dalam posisi duduk
orang sering mengalami yang lama
nyeri tulang dan sendi, 3 ↓
orang kadang-kadang dan Pegal-pegal dipunggung,
1 orang jarang. 4 orang pinggang dan pergelangan
mengalami nyeri tulang tangan
dan sendi bagian ↓
punggung dan 2 orang Risiko ganggunag
lainnya pada bagian kaki muskuloskletal
- 6 orang pekerja
mengatakan posisi saat
bekerja paling sering yaitu
duduk dengan waktu
duduk lebih dari 2 jam
- Pekerja mengatakan
mengangkat beban 20-25
kg (4 orang), 5 kg (2
orang)
DO:
- Pekerja nampak selalu
duduk saat bekerja
- Pekerja nampak
membungkuk saat
memindahkan barang
- Cara memindahkan
barang yaitu
4 orang diangkat sejajar
pundak, 2 orang sejajar
pinggang

DS: Usaha Konveksi Risiko gangguan keselamata


- Pekerja mengatakan ↓ kerja
ditempat kerja tidak Terdapaat alay-alat yang
terdapat kotak P3K berisiko menyebabkan
- Pekerja mengatakan kecelakaan
belum pernah ada penkes ↓
mengenai APD Pekerja tidak menggunakan
DO: APD
- Tampak 5 dari 6 pegawai ↓
tidak memakai APD Pekerja belum mengetahui
- Tampak alat yang berisiko penyakit yang dapat
menyebabkan kecelakaan ditimbulkan
kerja yaitu jarun, gunting ↓
dan kabel listrik Risio cedera
- Tampak terdapat
debu/potongan-potongan
kecil dari benang ditempat
kerja

3.3 Diagnosa Keperawatan

1. Risiko Gangguan Muskuloskletal: nyri sendi dan otot berhubungan dengan kurang
pengetahuan mengenai penerapan ergonomi dan peregangan dalam bekerja,
ditandai dengan: Seluruh pegawai yaitu 6 orang mengatakan memiliki masalah
sendi, 2 orang sering mengalami nyeri tulang dan sendi, 3 orang kadang-kadang
dan 1 orang jarang. 4 orang mengalami nyeri tulang dan sendi bagian punggung
dan 2 orang lainnya pada bagian kaki, 6 orang pekerja mengatakan posisi saat
bekerja paling sering yaitu duduk dengan waktu duduk lebih dari 2 jam, Pekerja
mengatakan mengangkat beban 20-25 kg (4 orang), 5 kg (2 orang), Pekerja
nampak selalu duduk saat bekerja, Pekerja nampak membungkuk saat
memindahkan barang, Cara memindahkan barang yaitu, 4 orang diangkat sejajar
pundak, 2 orang sejajar pinggang
2. Risiko gangguan keselamatan kerja berhubungan dengan kurang pengetahuan
mengenai pentingnya penanganganan kecelakaan pada lokasi kerja, ditandai
dengan : Pekerja mengatakan ditempat kerja tidak terdapat kotak P3K, Pekerja
mengatakan belum pernah ada penkes mengenai APD, Tampak 5 dari 6 pegawai
tidak memakai APD, Tampak alat yang berisiko menyebabkan kecelakaan kerja
yaitu jarun, gunting dan kabel listrik, Tampak terdapat debu/potongan-potongan
kecil dari benang ditempat kerja.
3.4 Perencanaan Tindakan Keperawatan
No. Diagnosa Tujuan Strategi Kriteria Evaluasi
1. Risiko terjadinya Setelah diberikan - Penyuluhan kesehatan mengenai - Pemilik dan - Pemilik dan
gangguan muskuloskletal pendidikan penerapan ergonomi yang baik saat pekerja dapat pekerja dapat
: nyeri sendi dan nyeri kesehatan 1x40 bekerja mengetahui memahami
otot berhubungan dengan menit, pemilik dan - Mendemontrasikan posisi penerapan penerapan
kurang pengetahuan pekerja mengetahui ergonomi yang baik ergonomi yang ergonomi yang
mengenai penerapan posisi ergonomi - Pemilik dan pekerja baik saat bekerja baik saat bekerja
ergonomi dan yang baik dan pabrikmemprktikan posisi - Pemilik dan - Pemilik dan
peregangan dalam melakukan ergonomi yang baik pekerja mampu pekerja dapat
bekerja peregangan ketika - Memotivasi pemilik dan pekerja mempraktikan dan mempraktikan
bekerja untuk melakukan pemanasan menerapkan posisi posisi ergonomi
sebelum memulai bekerja dan ergonomi yang dan mencoba
melakukan senam rileksasi ketika baik saat bekerja melaksanakannya
mulai merasa lelah saat bekerja - Pemilik dan dalam pekerjaan
- Penyuluhan kesehatan mengenai pekerja dapat - Pemilik dan
senam rileksasi, termotivasi untuk pekerja dapat
- Mendokumentasikan senam melakukan melaksanakan
rileksasi pemanasan pemanasan
- Pekerja dan pemilik pabrik sebelum bekrja sebelum bekerja
mempraktikan senam rileksasi dan berhenti untuk - Pemilik dan
melakukan pekerja dapat
rileksasi ketika memahami senam
merasakan rileksasi yang
kelelahan saat dapat dilakukan
bekerja ketika
- Pemilik dan pemilik/pekerja
pekerja dapat lelah bekerja
mengetahui senam - Pemilik dan
rileksasi pekerja dapat
- Pemilik dan mempraktikan
pekerja mampu senam rileksasi
mempraktikan dan dan mencoba
menerapkan menerapkannya
senam rileksasi ketika lelah saat
bekerja
2. Risiko gangguan Penyuluhan - Penyuluhan kesehatan mengenai - Pemilik dan - Pemilik dan
keselamatan kerja kesehatan mengenai APD pekerja pekerja dapat
berhubungan dengan APD (alat pelindung - Memotivasi pekerja untuk mengetahui memahami
kurangpengetahuan diri) menggunakan APD (masker dan pentingnya pentingknya
mengenai pentingnya Memotivasi pekerja sandal) saat bekerja penggunaan APD penggunaan APD
penanganan kecelakaan untuk menggunakan - Penyuluhan kesehatan mengenai - Pemilik dan - Pemilik dan
pada lokasi kerja APD (masker dan P3K pekerja mempu pekerja dapat
sandal saat bekerja - Menyediakan fasilitas kotak P3K menerapkan mempraktekan
Penyuluhan secara sederhana disetiap pabrik penggunaan APD penggunaan APD
kesehatan mengenai (masker dan - Pemilik dan
pentingnya sendal) pekerja dapat
pemakaian APD dan - Pemilik dan memahami
penggunaan P3K pekerja dapat pentingnya P3K
(pertolongan mengetahui - Pemilikd an
pertama pada pentingnya p3K pekerja dapat
kecelakaan - Pemilik dan memahami
pekerja mampu penggunaan alat
memahami P3K
pengunaan alat-
alat P3K