Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

ASESMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Dosen Pengampu :
Sahid, S.Pd., M.Pd.

Oleh

Rezki Auliyah Ramadhani

(1711042004)

A2 Pendidikan Matematika 2017

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya makalah yang berjudul “Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi”.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Asessment Pembelajaran Matematika.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih


yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Makassar, 26 Februari 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI ......................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
C. Tujuan .......................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
A. Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi ......................................... 3
B. Tujuan Penilaian........................................................................................... 5
C. Fungsi Penilaian ........................................................................................... 6
D. Jenis – jenis Penilaian .................................................................................. 7
1) Jenis penilaian Berdasarkan alat yang digunakan .................................... 7
2) Jenis Penilaian Berdasarkan Sasaran ........................................................ 7
3) Jenis Penilaian Berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur ............ 8
4) Jenis Penilaian Berdasarkan fungsinya .................................................. 10
Penilaian terdiri atas beberapa macam yakni penilaian formatif, penilaian
sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif dan penilaian penempatan. 10
E. Manfaat Penilaian....................................................................................... 11
F. Prinsip – prinsip Penilaian ......................................................................... 12
BAB III
PENUTUP ............................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kompetensi mengajar adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh


semua tenaga pengajar. Berbagai konsep dikemukakan untuk mengungkap
apa dan bagaimana kemampuan yang harus dikuasai oleh tenaga pengajar di
berbagai tingkatan sekolah. Dalam buku yang disusun oleh Tim PPPG
(ProyekPengembangan Pendidikan Guru) dikemukakan 10 kompetensi
mengajar yaitu:

1. Kemampuan menguasai landasan kependidikan,


2. Kemampuan menguasai bahan ajaran,
3. Kemampuan mengelola proses belajar mengajar,
4. Kemampuan mengelola kelas,
5. Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar,
6. Kemampuan menilai hasil belajar,
7. Kemampuan mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan.
8. Kemampuan menyelenggarakan Administrasi Pendidikan,
9. Kemampuan menggunakan media/sumber belajar, dan
10. Kemampuan menafsirkan hasil penelitian untuk kepentingan pengajaran.

Demikian juga dalam Instrumen Penilaian Kemampuan Guru (IPKG)


disebutkan 5 kemampuan pokok guru yaitu kemampuan untuk:

1. merumuskan indikator keberhasilan belajar,


2. memilih dan mengorganisasikan materi,
3. memilih sumber belajar,
4. memilih mengajar, dan
5. melakukan penilaian.

1
A. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran, penilaian dan evaluasi beserta
contohnya?
2. Apa tujuan penilaian?
3. Apa fungsi penilaian?
4. Jelaskan jenis-jenis penilaian?
5. Jelaskan manfaat penilaian?
6. Bagaimanakah prinsip-prinsip penilaian?

B. Tujuan
1. Memahami penjelasan terkait pengukuran, penilaian dan evaluasi
beserta contohnya
2. Memahami tentang tujuan dari penilaian
3. Memahami tentang fungsi dari penilaian
4. Memahami jenis-jenis penilaian
5. Memahami tentang manfaat penilaian
6. Memahami prinsip-prinsip penilaian

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi
- Pengukuran merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek
secara sistematik. Penentuan angka ini merupakan usaha untuk
menggambarkan karakteristik suatu objek. Pengukuran bersifat
kuantitatif.

- Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengambil


keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan tidak baik.
Penilaian bersifat kualitatif.

- Evaluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil


implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk
melihat keberhasilannya.

Dalam kegiatan sehari-hari kita selalu mengadakan pengukuran dan


penilaian. Namun tidak semua orang menyadari kalau kita setiap saat
melakukan pekerjaan evaluasi. Dari dua kalimat di atas kita sudah menemui
tiga buah istilah yaitu: evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Sementara orang
memang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu
pengertian yang sama sehingga dalam memakainya hanya tergantung dari
kata mana yang sedang siap untuk diucapkannya. Akan tetapi sementara
orang yang lain, membedakan ketiga istilah tersebut. Dan untuk memahami
apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya, dapat
dipahami melalui contoh-contoh di bawah ini:

1) Apabila ada orang yang akan memberi sebatang pensil kepada kita, dan
kita disuruh memilih antara dua pensil yang tidak sama panjangnya, maka
tentu saja kita akan memilih yang “panjang”. Kita tidak akan memilih
yang “pendek” kecuali ada alasan yang sangat khusus.

3
2) Pasar, merupakan suatu tempat bertemunya orang-orang yang akan
menjual dan membeli. Sebelum menentukan barang yang akan dibelinya,
seorang pembeli akan memilih dahulu mana barang yang lebih “baik”
menurut ukurannya. Apabila ingin membeli jeruk, dipilihnya jeruk yang
besar, kuning, dan kulitnya halus. Semua itu dipertimbangkan karena
menurut pengalaman sebelumnya, jenis jeruk-jeruk yang demikian ini
rasanya akan manis. Sedangkan jeruk yang masih kecil, hijau, dan kulitnya
agak kasar, biasanya masam rasanya.

Dari contoh-contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa sebelum


menentukan pilihan, kita mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang
akan kita pilih. Dalam contoh pertama kita memilih mana pensil yang lebih
panjang. Sedangkan dalam contoh kedua kita menentukan dengan perkiraan
kita atas jeruk yang baik, yaitu yang rasanya manis.

Untuk dapat mengadakan penilaian, kita mengadakan pengukuran terlebih


dahulu. Jika ada penggaris, maka sebelum menentukan mana pensil yang
lebih panjang, kita ukur dahulu kedua pensil tersebut. Dan setelah mengetahui
berapa panjang masing-masing pensil itu. Kita mengadakan penilaian dengan
melihat bandingan panjang antara kedua pensil tersebut. Dapatlah kita
menyatakan “Ini pensil panjang, dan ini pensil pendek”. Mana pensil yang
panjang, itulah yang kita ambil.

Untuk menentukan penilaian mana jeruk yang manis, kita tidak


menggunakan “ukuran manis”. Tetapi menggunakan ukuran besar, kuning,
dan halus kulitnya. Ukuran ini tidak mempunyai wujud seperti kayu penggaris
yang sudah ditera, tetapi diperoleh berdasarkan pengalaman.
Sebenarnya kita juga mengukur, yakni juga membandingkan jeruk-jeruk
yang ada dengan ukuran tertentu. Setelah itu kita menilai, menentukan pilihan
mana jeruk yang paling memenuhi ukuran itulah yang kita ambil.

4
Dengan demikian kita mengenal dua macam ukuran, yakni ukuran yang
terstandar (meter, kilogram, takaran, dan sebagainya) dan ukuran perkiraan
berdasarkan hasil pengalaman (jeruk manis adalah yang kuning besar, dan
halus kulitnya). Dua langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang
untuk kita, itulah yang disebut mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan
menilai. Kita dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan
pengukuran.
- Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.
Pengukuran bersifat kuantitatif. Misalnya
- Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan
ukuran baik buruk, penilaian bersifat kualitatif.
- Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah di atas, yakni mengukur dan
menilai.

B. Tujuan Penilaian
Berdasarkan hasil keputusan Permendikbud No 23 Tahun 2016 Pasal 4
Tentang Standar Penilaian Pendidikan
1) Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan
mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta
didiksecara berkesinambungan.
2) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai
pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran.
3) Penilaian hasil belajaroleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian
kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu.
Sebagaimana tersebut di muka, kita mengenal tujuan umum evaluasi
secara umum, ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan pada diri
siswa, serta tingkat perubahan yang dialaminya. Tetapi sebenarnya hal
tersebut baru merupakan sebagian tujuan penilaian. Tujuan atau fungsi
penilaian siswa di sekolah pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam empat
kategori:

5
1) Untuk mendapatkan umpan balik (feed back) kepada guru sebagai dasar
untuk memperbaiki proses belajar-mengajar dan mengadakan remidial
program bagi siswa.
2) Untuk menemukan angka kemajuan atau hasil belajar masing-masing
siswa yang antara lain diperlukan untuk pemberian laporan kepada orang
tua, penentuan kenaikan kelas dan penentuan lulustidaknya siswa.
3) Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat
sesuai dengan kemampuan atau karakteristik lainnya yang dimiliki siswa.
4) Untuk mengenal latar belakang (psikologi, fisik dan lingkungan) siswa
yang mengalami kesulitankesulitan belajar, yang hasilnya dapat
digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.

C. Fungsi Penilaian
1) Penilaian berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk
mengadakan seleksi atau penilaian terhadap peserta didiknya. Penilaian itu
sendiri mempunyai beberapa tujuan, antara lain :
Penilaian sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain:
1) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
2) Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
3) Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
4) Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah.
2) Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebenarnya guru mengadakan diagnosis
kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya
sebab-musabab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk
mengatasi.
3) Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga
pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan pembawaan yang
ada. Akan tetapi disebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga,

6
pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali
dilaksanakan. Pendekatan yang bersifat melayani perbedaan kemampuan,
adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pasti
di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu
penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama,
akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
4) Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh
mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan
oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode /strategi pembelajaran,
media pembelajaran, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.

D. Jenis – jenis Penilaian


Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah langkah
perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui
sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik,
pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta
didik.Adapun jenis-jenis penilaian yang perlu kita ketahui, yaitu :
Jenis penilaian hasil belajar yang mana dapat dibedakan dari berbagai hal.
1) Jenis penilaian jika dilihat dari alat yang digunakan, maka dapat
dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
a. Tes lisan yang menuntut jawaban secara lisan
b. Tes tulisan yang menuntut jawaban secara tulisan dan tes tindakan
yang menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan.
Selain itu penilaian hasil belajar juga dapat diklasifikasi berdasarkan
sasaran pelaksanaannya dan cakupan kompetensi yang diukur.
2) Jenis Penilaian Berdasarkan Sasaran
Berdasarkan sasarannya, penilaian hasil belajar dapat diklasifikasi atas
penilaian individual dan penilaian kelompok.
- Individual
Penilaian individual adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai

7
pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara perorangan. Penilaian
individual perlu memperhatikan nilai universal seperti: disiplin, jujur,
tekun, cermat, teliti, tanggungjawab, rendah hati, sportif, etos kerja,
toleran, sederhana, bebas, antusias, kreatif, inisiatif, tanggap dan peduli
dan lain-lain.
- Kelompok
Penilaian kelompok adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai
pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara kelompok. Penilaian
kelompok perlu memperhatikan nilai universal seperti: kerjasama,
menghargai pendapat orang lain, kedamaian, cinta dan kasih sayang,
toleran, dan lain-lain.
3) Jenis Penilaian Berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur
Sebagaimana dijelaskan dalam PP. Nomor 19 tahun 2005 bahwa penilaian
hasil belajar oleh pendidik terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
- Ulangan Harian
Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik secara
periodik untuk menilai/mengukur pencapaian kompetensi setelah
menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan Harian
merujuk pada indikator dari setiap KD. Bentuk Ulangan harian selain tertulis
dapat juga secara lisan, praktik/perbuatan, tugas dan produk. Frekuensi dan
bentuk ulangan harian dalam satu semester ditentukan oleh pendidik sesuai
dengan keluasan dan kedalaman materi.
Sebagai tindak lanjut ulangan harian, yang diperoleh dari hasil tes tertulis,
pengamatan, atau tugas diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini
dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa pada setiap kompetensi dasar
lebih dini diketahui oleh pendidik. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti
dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga
perkembangan belajar siswa dapat segera diketahui sebelum akhir semester.
Dalam rangka memperoleh nilai tiap mata pelajaran selain dengan ulangan
harian dapat dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR, proyek,

8
pengamatan dan produk. Tugas-tugas tersebut dapat didokumentasikan dalam
bentuk portofolio. Ulangan harian ini juga berfungsi sebagai diagnosis
terhadap kesulitan belajar siswa.
- Ulangan Tengah Semester
Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah
melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah
semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada
periode tersebut. Bentuk Ulangan Tengah Semester selain tertulis dapat juga
secara lisan, praktik/perbuatan, tugas dan produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan tengah semester, nilai ulangan tersebut
diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan
belajar siswa dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian ulangan ini
dapat diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan,
sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum akhir semester.
- Ulangan Akhir Semester
Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester satu.
Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan semua KD pada semester satu. Ulangan akhir semester
dapat berbentuk tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan pengamatan, tugas,
produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan akhir semester adalah mengolah dan
menganalisis nilai ulangan akahir semester. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat
diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga
kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum akhir tahun pelajaran.
- Ulangan Kenaikan Kelas
Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di
akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di
akhir semester genap. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh

9
indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Ulangan
kenaikan kelas dapat berbentuk tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan,
pengamatan, tugas dan produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan kenaikan kelas adalah mengolah dan
menganalisis nilai ulangan kenaikan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat
diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga
kemajuan belajar siswa untuk hal-hal yang bersifat esensial dapat diketahui
sedini mungkin sebelum menamatkan sekolah.
4) Jenis Penilaian Berdasarkan fungsinya
Penilaian terdiri atas beberapa macam yakni penilaian formatif, penilaian
sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif dan penilaian penempatan.
- Penilaian formatif
Penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program
belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar
mengajar itu sendiri. Penilaian formatif berorientasi pada proses, yang
akan memberikan informasi kepada guru apakah program atau proses
belajar mengajar masih perlu diperbaiki.
- Penilaian sumatif
Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit
program misalnya penilaian yang dilaksanakan pada akhir caturwulan,
akhir semester atau akhir tahun.Tujuan penilaian ini adalah untuk
mengetahui hasil yang dicapai oleh para siswa, yakni seberapa jauh siswa
telah mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Penilaian
ini berorientasi pada produk/hasil.
- Penilaian diagnostik
Penilaian diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui
kelemahan-kelemahan siswa serta faktor-faktor penyebabnya.
Pelaksanaan penilaian semacam ini biasanya bertujuan untuk keperluan
bimbingan belajar, pengajaran remedial, menemukan kasus-dasus dan
lain-lain.

10
- Penilaian selektif
Penilaian selektif adalah penilaian yang dilaksanakan dalam rangka
menyeleksi atau menyaring. Memilih siswa untuk mewakili sekolah
dalam lomba-lomba tertentu termasuk jenis penilaian selektif. Untuk
kepentingan yang lebih luas penilaian selektif misalnya seleksi
penerimaan mahasiswa baru atau seleksi yang dilakukan dalam rekrutmen
tenaga kerja.
- Penilaian penempatan
Penilaian penempatan adalah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui
keterampilan prasyarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan
penguasaan belajar seperti yang diprogramkan sebelum memulai
kegiatan belajar untuk program itu. Dengan kata lain penilaian ini
berorientasi pada kesiapan siswa untuk menghadapi program baru dan
kecocokan program belajar dengan kemampuan yang telah dimiliki siswa.

E. Manfaat Penilaian
1) Manfaat penilaian bagi guru

- Dengan melaksanakan penilaian, guru akan memperoleh data


tentang kemajuan belajar siswa.

- Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkannya sudah


sesuai atau tidak dengan kemampuan siswa, sehingga dapat
dijadikan pertimbangan untuk menentukan materi pelajaran
selanjutnya.
- Dengan melaksanakan penilaian guru akan dapat mengetahui
apakah metode mengajar yang digunakannya sudah sesuai atau
tidak.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan guru untuk melaporkan
kemajuan belajar siswa kepada orang tua wali siswa.

11
2) Manfaat penilaian bagi siswa
- Hasil penilaian dapat menjadi pendorong siswa agar belajar lebih
giat.
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan siswa untuk mengetahui
kemajuan belajarnya.

- Hasil penilaian merupakan data tentang apakah para belajar yang


dilaksanakannya sudah tepat atau belum.
3) Manfaat Penilaian bagi Lembaga/Sekolah
- Hasil penilaian dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengetahui
apakah kondisi belajar mengajar yang dilaksanakan sekolah sudah
sesuai dengan harapan atau belum.
- Hasil penilaian merupakan data yang dapat dimanfaatkan sekolah
untuk merencanakan pengembangan sekolah pada masa yang akan
datang.
- Hasil penilaian merupakan bahan untuk menetapkan kebijakan
dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah

F. Prinsip – prinsip Penilaian


Berdasarkan hasil keputusan Permendikbud No 23 Tahun 2016 Pasal 5
Tentang Standar Penilaian Pendidikan bahwa prinsip penilaian hasil belajar
yaitu:

1) sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan


kemampuan yang diukur;
2) objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
3) adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik
karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

12
4) terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
5) terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
6) menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua
aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang
sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta
didik;
7) sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku;
8) beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan; dan
9) akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari
segimekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.
Beberapa prinsip-prinsip penilaian yang perlu diperhatikan sebagai dasar
dalam pelaksanaan penilaian antara lain:

1) Penilaian hendaknya didasarkan atas hasil pengukuran yang


komprehensif. Ini berarti bahwa penilaian didasarkan atas sampel prestasi
yang cukup banyak, baik macamnya maupun jenisnya.
2) Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dan penilaian (grading).
Penskoran berarti proses pengubahan prestasi menjadi angka-angka
sedangkan dalam penilaian kita memproses angka-angka hasil kuantifikasi
prestasi itu dalam hubungannya dengan kedudukan personal siswa yang
memperoleh angka-angka tersebut dalam skala tertentu misalnya skala
tentang baik- buruk, bisa diterima-tidak bisa diterima, dinyatakan lulus-
tidak lulus.
3) Dalam proses pemberian nilai hendaknya diperhatikan dengan adanya dua
macam orientasi, yaitu penilaian yang norms-referenced evaluation yaitu
penilaian yang diorientasikan kepada suatu kelompok tertentu, jadi hasil
evaluasi perseorangan siswa dibandingkan dengan prestasi kelompoknya.

13
Dan penilaian criterion-referenced evaluation ialah penilaian yang
diorientasikan kepada suatu standar absolut tanpa dihubungkan dengan
suatu kelompok tertentu.
4) Kegiatan pemberian nilai hendaknya merupakan bagian integral dari
proses belajar mengajar. Ini berarti bahwa tujuan penilaian, disamping
untuk mengetahui status siswa dan menaksir kemampuan belajar serta
penguasaannya terhadap bahan pelajaran, juga digunakan sebagai umpan
balik (feedback) baik kepada siswa sendiri maupun guru atau pengajar.
Dari hasil tes pengajar dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan siswa
tertentu sehingga selanjutnya ia dapat melakukan koreksi terhadap
kesalahan yang diperbuatnya atau memberi reinforcemence bagi
prestasinya yang baik.
5) Penilaian harus bersifat komparabel. Artinya, setelah tahap pengukuran
yang menghasilkan angka-angka itu dilaksanakan, prestasi-prestasi yang
menduduki skor yang sama harus memperoleh nilai yang sama pula. Atau
jika dilihat dari segi lain, penilaian harus dilakukan secara adil. Karena
penilaian yang tidak adil akan meenimbulkan frustasi pada siswa dan
mahasiswa, yang selanjutnya dapat merusak perkembangan psikis siswa.
6) Sistem penilaian yang dipergunakan hendaknya jelas bagi siswa dan bagi
pengajar sendiri. Sumber ketidak beresan dalam penilaian terutama adalah
tidak jelasnya sistem penilaian itu sendiri bagi para guru atau pengajar :
apa yang dinilai serta macam skala penilaian yang dipergunakan dan
makna masing-masing skala itu. Apapun skala yang dipakai dalam
penilaian, apakah skala 0-4 atau A,B,C,D,E dan F hendaknya dipahami
benar-benar apa isi dan maknanya.

14
BAB III
PENUTUP
Pengukuran merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek secara
sistematik. Penentuan angka ini merupakan usaha untuk menggambarkan
karakteristik suatu objek. Pengukuran bersifat kuantitatif.

Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengambil keputusan


terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan tidak baik. Penilaian bersifat
kualitatif. Dalam pendidikan, penilaian dilakukan untuk menelusuri apakah
proses pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan yang direncanakan atau
tidak, untuk mencari informasi apakah terdapat kekurangan-kekurangan pada
peserta didik selama proses pembelajaran, untuk mencari dan menemukan
penyebab kekurangan yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung,
untuk menyimpulkan tentang tingkat pencapaian belajar yang telah dimiliki
peserta didik. Penilaian ada beberapa jenis, yaitu penilaian formatif, penilaian
sumatif, penilaian penempatan (placement), dan penilaian diagnostik.

Evaluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil


implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat
keberhasilannya. Dari evaluasi kemudian akan tersedia informasi mengenai
sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai sehingga bisa diketahui bila
terdapat selisih antara standar yang telah ditetapkan dengan hasil yang bisa
dicapai. Ditinjau dari cakupannya, evaluasi ada yang bersifat makro dan ada
yang mikro.

15
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, P.D. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi


Aksara.

Drs. M. Ngalim Purwanto, M. (2006). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi


Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

https://www.scribd.com/doc/143942498/Buku-Evaluasi-Pendidikan

repository.uinsu.ac.id/928/1/Buku%20Evaluasi%20Pembelajaran.pdf

https://www.scribd.com/doc/207931075/JENIS-JENIS-PENILAIAN

https://www.scribd.com/doc/256844002/MANFAAT-PENILAIAN-
PEMBELAJARAN

https://bsnp-indonesia.org/wp-
content/uploads/2009/09/Permendikbud_Tahun2016_Nomor023.pdf

https://www.academia.edu/33401845/MAKALAH_Tes_Measurement_Pengukura
n_Asesmen_Penilaian_Dan_Evaluasi.docx

https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/29/penilaian-pengukuran-dan-
evaluasi/

16