Anda di halaman 1dari 17

TERAPI KOMPLEMENTER : FOOT SPA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Seminar Kelompok 2

Pada Mata Kuliah Blok Keperawatan Komunitas III Semester Enam

Yang Diampu Oleh Ns. Dewi Setyawati, MNS

OLEH:

Deni Purnasari (G2A016061) Prameswari Ayu W (G2A016067)

Benny Kaesha A (G2A016062) Rofiqoh Hidayana (G2A016068)

Azkiya Falihah (G2A016063) Rizaldy Yuwananda (G2A016069)

Nisa Ani Saputri (G2A016064) Destya Ayu W (G2A016070)

Frischa Ayudya F (G2A016065) Deddy Ramadhan (G2A016098)

Aulia Firodatul J (G2A016066)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan rahmat-
Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan
judul “TERAPI KOMPLEMENTER : FOOT SPA

Makalah ini, merupakan persyaratan untuk menyelesaikan tugas


seminar kelompok 2 pada mata kuliah biostatistik semester enam program
studi S1 keperawatan universitas muhammadiyah semarang.

Dengan segala bantuan, dukungan, bimbingan serta pengarahan


dalam proses penulisan kaya tulis ini, penulis menyampaikan ucapan
terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Ns. Dewi Setyawati, MNS selaku dosen pengampu pada mata kuliah
Blok Keperawatan Komunitas III semester enam.
2. Anggota kelompok 2 yang telah meluangkan waktu dan pikirannya
untuk penyusunan makalah ini.
3. Seluruh rekan-rekan yang mengikuti mata kuliah biostatistik.
4. Kedua orang tua yang selalu memberikan nasihat, dukungan kepada
penulis.
5. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini
yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Akhir kata, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin


menghaturkan permohonan maaf bila masih terdapatnya kekurangan
dalam penulisan makalah ini. Penulis menyambut baik segala upaya untuk
memperkuat makalah ini melalui saran yang membangun.

Semarang, 11 Mei 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1
B. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 3
C. Metode Penulisan ......................................................................................... 3
D. Sistematika Penulisan .................................................................................. 3
BAB II ..................................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 4
A. Pengertian Foot Spa ..................................................................................... 4
B. Tujuan Foot Spa ........................................................................................... 5
C. Indikasi dan Kontraindikasi Foot SPa .......................................................... 6
D. Prosedur Tindakan Foot Spa ........................................................................ 6
BAB III ................................................................................................................. 12
PENUTUP ............................................................................................................. 12
A. Kesimpulan ................................................................................................ 12
B. Saran ........................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 14

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Konsep Spa sebenarnya berasal dari zaman kekaisaran Romawi
3000 tahun yang lalu, ketika pasukan Legion terluka ringan akibat perang.
Mereka berusaha untuk mencari cara untuk sembuh dari luka ringan
tersebut. Mereka mencari galian sumber air panas dan kemudian membuat
koalm-kolam mandi supaya mereka dapat menyembuhkan tubuh yang
terluka. Mereka menamai tempat itu dengan “aquae” dan kegiatan
mandinya disebut spa, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Sanus per
Aquam yang berarti perawatan dan penyembuhan melalui air. Kemudian
kota spa, di Belgia didirikan untuk tujuan ini, yang kemudian menjadi
terkenal pada abad ke-14 dan masih ada sampai sekarang. (Benge and
Tara, 2009)
SPA merupakan suatu singkatan kata dari bahasa latin yang
berasal dari kata Solus Per Aqua (Solus = Pengobatan atau Perawatan, Per
= Dengan dan Aqua = Air). Berdasarkan arti tersebut maka dapat
dikatakan bahwa SPA adalah suatu sistem pengobatan atau perawatan
dengan air atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hydrotherapy.
Secara lebih rinci SPA didefinisikan sebagai suatu cara penatalaksanaan
kesehatan dengan mempergunakan air dalam berbagai bentuk untuk
mengobati suatu penyakit atau untuk mempertahankan kesehatan individu.
(Benge and Tara, 2009)
Dalam perkembanganya spa bermunculan untuk menawarkan
beragam program bagi yang membutuhkan kesegaran, tenaga serta
semangat yang baru. Bahkan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan
manusia, spa modern tidak lagi sekedar kegiatan berendam di air panas
atau pijat tradisional, tapi lebih dari itu spa ini telah menjadi pendekatan
holistik atau sarana yang bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan

1
manusia melalui terapi alternatif secara tiga dimensi yaitu tubuh, pikiran
dan emosi yang disalurkan melalui enam indra.
Enam indra yang dimaksud antara lain sebagai berikut:
1. Indra mata, melalui warna serta keindahan ruang atau apa yang disebut
sebagai atmosfer terapi.
2. Indra hidung, melalui penciuman atau aroma terapi, karena dengan
mencium aroma terapi essensial yang khas dapat menimbulkan efek
menyenangkan.
3. Indra telinga, melalui musik terapi dengan mendengarkan musik-musik
yang tenang.
4. Indera lidah, melalui minuman dan makanan yang sehat tentunya
menjadi suguhan setiap tamu di spa guna menunjang perawatan spa.
5. Indra kulit, melalui pijatan yang lembut sehingga membuat perasaan
yang nyaman yang disebut pijatan terapi.
6. Indra otot, melalui tekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu akan di
capai efek rileks. (Benge and Tara, 2009)

Fungsi spa bukan untuk menyembuhkan penyakit, melainkan untuk


membuat seseorang merasa nyaman, baik tubuh maupun jiwanya. Spa
adalah terapi dengan menggunakan air, serta air garam, minyak dan
aromaterapi, hubungan antara tubuh, pikiran dan jiwa, aliran energi positif
dan negative dalam diri anda dan pusat energi tubuh. Kesegaran tubuh dan
jiwa membuat seseorang mampu melakukan banyak aktivitas dan
rutinitasnya dengan lebih baik dan penuh semangat. Manusia selalu
membutuhkan stamina fisik, pikiran serta emosi yang prima agar dapat
melakukan pekerjaannya dengan baik serta kecepatan yang konsisten.
(Benge and Tara, 2009)

Foot Spa merupakan jenis perawatan yang mempunyai beberapa


manfaat untuk menghilangkan stress dan kelelahan pada kaki,
detoksifikasi, pegal linu, Melembutkan dan menghaluskan kaki (kapalan,

2
Mengurangi keringat berlebih dan bau kaki, oleh karena itu makalah ini
akan membahas mengnai foot spa sebagai terapi komplementer.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat mengetahui Terapi komplementer : foot spa
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Terapi komplementer :
foot spa
b. Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan Terapi komplementer : foot
spa
c. Mahasiswa dapat menyebutkan Indikasi dan Kontraindikasi
dilakukannya Terapi komplementer : foot spa
d. Mahasiswa dapat menjelaskan Prosedur tindakan Terapi
komplementer : foot spa

C. Metode Penulisan
Pada penulisan makalah yang berjudul “Terapi komplementer : foot
spa” ini, penulis hanya menggunakan metode penulisan dengan literatur
saja. Dengan metode literatur ini penulis mencari berbagai sumber yang
bersangkutan dengan judul

D. Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Metode
Penulisan, Sistematika Penulisan.
BAB II Tinjauan Teori pengertian Terapi komplementer : foot spa,
tujuan Terapi komplementer : foot spa,
Indikasi dan Kontraindikasi Terapi
komplementer : foot spa, Prosedur tindakan
Terapi komplementer : foot spa
BAB III Penutup Kesimpulan

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Foot Spa


SPA merupakan suatu singkatan kata dari bahasa latin yang
berasal dari kata Solus Per Aqua (Solus = Pengobatan atau Perawatan, Per
= Dengan dan Aqua = Air). Berdasarkan arti tersebut maka dapat
dikatakan bahwa SPA adalah suatu sistem pengobatan atau perawatan
dengan air atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hydrotherapy.
Secara lebih rinci SPA didefinisikan sebagai suatu cara penatalaksanaan
kesehatan dengan mempergunakan air dalam berbagai bentuk untuk
mengobati suatu penyakit atau untuk mempertahankan kesehatan individu.
Dalam perkembanganya spa bermunculan untuk menawarkan
beragam program bagi yang membutuhkan kesegaran, tenaga serta
semangat yang baru. Bahkan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan
manusia, spa modern tidak lagi sekedar kegiatan berendam di air panas
atau pijat tradisional, tapi lebih dari itu spa ini telah menjadi pendekatan
holistik atau sarana yang bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan
manusia melalui terapi alternatif secara tiga dimensi yaitu tubuh, pikiran
dan emosi yang disalurkan melalui enam indra. (Benge and Tara, 2009)
Foot Massage terdiri atas dua suku kata yaitu “foot” dan
“massage”. Kata “foot “ dalam bahasa inggris adalah kaki, sedangkan
massage dalam bahasa inggris adalah pijat. Dalam bahasa arab “mash”
berarti memberikan penekanan yang lembut. Massage adalah bentuk
manipulasi yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan sentuhan pada
bagian tubuh yang sakit. Massage adalah bentuk upaya pencegahan dalam
melakukan perawatan kesehatan dan berfungsi untuk meningkatkan
semangat hidup, mengurangi rasa letih, dan penyembuhan tubuh non
farmakologis dengan cara pemijatan titik titik tertentu pada tubuh.
Menurut Pamungkas (2010) pijat kaki refleksiologi adalah suatu
bentuk pengobatan dengan adopsi ketahanan dan kekuatan dari tubuh

4
sendiri, dengan memijat pada area yang sudah dipetakan sesuai dengan
letak zona terapi.
Pijat refleksi kaki juga didefinisikan sebagai bentuk pengobatan
suatu penyakit untuk memperlancar sistem peredaran tubuh melalui titik-
titik saraf tertentu yang menghubungkan organ tubuh manusia . Hal ini
dikarenakan pada area telapak kaki mempunyai titik-titik saraf tertentu
dengan organ tubuh manusia. Mekanisme kerja pijat refleksi kaki yaitu
merangsang relaksasi pada area yang berkaitan dengan persarafan kaki
yang telah dipijat (Wijayakusuma, 2008)

B. Tujuan Foot Spa


Menurut Susanto (2015), Foot spa (spa pedicure) bertujuan untuk:
1. Memperindah penampilan kaki.
2. Mencegah terjangkitnya penyakit kuku.
3. Menghilangkan keletihan otot-otot kaki saat berdiri menahan berat
tubuh dalam waktu yang lama.
4. Melembabkan kulit kaki yang kering.
5. Memberikan rasa nyaman melalui aromatherapy.
6. Membuat kulit kaki menjadi lebih halus.

Sedangkan Menurut Jumarani (2009), tujuan dilakukannya foot spa untuk:


1. Melembabkan kulit kaki yang kering
2. Melembutkan serta memutihkan kulit kaki
3. Memberikan rasa nyaman melalui aromatherapy
4. Meredakan rasa nyeri dan lelah pada kaki
5. Meningkatkan penampilan kaki karena hasilnya kaki akan lebih halus,
putih dan bersih, sehingga kita semakin percaya diri dengan kaki yang
nyaman
6. Menghilangkan kepenatan atau rileksasi
7. Untuk mengurangi pembengkakan pada kaki

5
8. Membersihkan kulit yang keras yang berada di sekitar kuku dan tumit
kaki
9. Membersihkan kotoran- kotoran kuku dan menguatkan bantalan kuku

C. Indikasi dan Kontraindikasi Foot SPa


Menurut (Wahyuni, 2014) Indikasi merupakan kondisi tubuh yang
dapat memberikan dapak yang baik ketika diberikan pemijatan. Berikut ini
adalah indikasi pijat refleksi kakisebagai berikut :
1. Kondisi tubuh yang lelah
2. Ketidaknormalan tubh yang terjadi karena pengaruh cuaca atau
kerjayang berlebihan sehingga berakibat pada kekakuan otot dan nyeri
sendiserta gangguan

Menurut (Tairas, 2007) Kontraindikasi merupakan keadaan dimana


menjadi pantangan atau beresiko terjadi dampak yang merugikan pada
tubuh manusia. Berikut adalah kontraindikasi foot spa sebagai berikut :

1. Klien dalam kondisi terserang penyakit menular.


2. Klien dalam kondisi kalsifikasi pembuluh darah arteri.
3. Klien dalam kondisi berpenyakit kulit dimana terdapat jejas, luka baru,
cedera akibat kecelakaan atau aktivitas lainnya.
4. Klien sedang menderita fraktur dan masih ditemukan bekas cedera
maupun luka dan belum sembuh total.
5. Klien sedang menderita tumor ganas / kanker.

D. Prosedur Tindakan Foot Spa


Prosedur tindakan foot spa menurut (Purwanto, 2014) meliputi :
Persiapan Alat

1. Baskom cuci / Spa elektrik


2. Pengikir kuku
3. Handuk mandi.

6
4. Lotione.
5. Waslap
6. Gunting kuku
7. Sarung tangan sekali pakai
8. Kursi kecil
9. Sabun
10. Sikat kuku kaki

Tahap Prainteraksi
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan

Tahap Orientasi

1. Memberikan salam terapeutik


2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

Tahap Kerja

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Dapatkan perintah dokter bila kebijakan pelayanan memerlukannya.
3. Atur peralatan pada meja tempat tidur, tarik tirai sekitar tempat tidur
atau tutup pintu ruangan
4. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
5. Bantu klien duduk dikursi samping tempat tidur, tempatkan keset
mandi sekali pakai dilantai dibawah kaki klien
6. Skin cleansing (pembersihan)
Bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan agar lebih nyaman dalam
melaksanakan tindakan
Langkah yang harus dilakukan antara lain :

7
a. Menyiapkan air hangat yang diisi dengan larutan antiseptik/garam
terapi/herbal tea cleansing pada baskom
b. Modifikasi perendaman kaki untuk spa juga dapat menggunakan
alat spa elektrik
c. Rendam kaki selama lima hingga sepuluh menit dengan tujuan
untuk melunakan sel kulit mati dan kotoran yangterdapat pada
sela-sela kulit yang sulit dijangkau dengan sikat atau alat
pembersih
d. Kedua kaki diangkat dan letakan diatas kursi kecil kemudian
bersihkan kulit kaki dengan waslap dan sabun hingga bersih
e. Sela-sela jari kaki juga dibersihkan dengan sabun
f. sikat kuku kaki menggunakan sikat sikat khusus higga ke sela-sela
sampai bersih
g. Gosoklah telapak kaki dengan sikat dan sabun hingga bersih
h. apabila menginginkan tumit yang halus / klien mengalami masalah
pecah-pecah pada kulit telapak kaki maka gosoklah dengan batu
apung / alat khusus yang dapat membantu mengikis sel kulit mati
i. bilas kedua kaki dengan waslap air bersih kemudian keringkan
kedua kaki dengan handuk

Gmb. Menyiapkan air hangat dengan aromaterapy


https://id.wikihow.com/Membuat-Spa-Kaki

8
Gmb. Merendam kaki ke baskom berisi air hangat + aromaterapy
https://id.wikihow.com/Membuat-Spa-Kaki

7. Padycure (memotongan dan merapikan kuku kaki)


a. Lakukan pemotongan dan perawatan kuku kaki klien.
b. Setelah memotong kuku dilanjutkan dengan meratakan kuku
dengan kikir perata kuku
c. Mengambil dengan alat khusus jika masih ada kotoran yang tersisa
pada sela-sela kuku kaki
8. Foot Exfoliate, yakni tahap kaki digosokkan secara lembut pada scrub
kurang lebih selama 15 menit, untuk mengangkat jaringan kulit mati
dan mempersiapkan kulit untuk menerima nutrisi pada perawatan
berikutnya, sehingga kulit lebih cerah dan lembab.

Tahap pemijatan kaki dan pemijatan kaki dengan scrub Exfoliate


https://id.wikihow.com/Membuat-Spa-Kaki

9
9. Foot Massage yakni relaksasi pada otot kaki, untuk meredakan
ketegangan dan rasa nyeri pada otot serta melancarkan peredaran
darah pada area kaki. Dilakukan selama kurang lebih 30 menit
a. Pemijatan yang lembut dengan mengusap dan sedikit tekanan
b. Jangan melakukan pemijatan pada area tubuh yang bengkak atau
mengalami peradangan
c. Kurangi tekanan pemijatan jika kien merasakan terlalu keras
d. Jangan menggunakan perhiasan seperti cincin / gelang saat
memijat klien

Gmb pemijatan kaki untuk relaksasi


10. Foot Mask, yakni pemberian masker pada kaki yang berfungsi untuk
menenangkan dan menutrisi kulit agar lebih halus dan melembabkan
kaki. Tindakan ini dilakukan selama 15 menit.
11. Moizturizer (menjaga kelembapan kulit) yaitu pemberian body lotion
untuk meningkatkan elastisitas kulit dan menghindarkan kulit dari
kekeringan

Gmb. Pemberian Lotion Moizturizer

10
https://id.wikihow.com/Membuat-Spa-Kaki

12. Bersihkan dan kembalikan peralatan pada tempatnya

Gmb. Bilas dan bersihkan dengan handuk


https://id.wikihow.com/Membuat-Spa-Kaki

13. Cuci tangan

Terminasi

1. Melakukan evaluasi tindakan


2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan

Dokumentasi

1. Waktu dan tanggal


2. Jenis kegiatan yang dilakukan
3. Respon klien

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
SPA adalah suatu cara penatalaksanaan kesehatan dengan air
dalam berbagai bentuk seperti air garam, minyak dan aromaterapi untuk
mengobati suatu penyakit atau untuk mempertahankan kesehatan individu.
Sebenarnya fungsi spa bukan untuk menyembuhkan penyakit, melainkan
untuk membuat seseorang merasa nyaman, baik tubuh maupun jiwanya.
Dalam perkembanganya spa dengan kemajuan teknologi dan
kebutuhan manusia, spa modern tidak lagi sekedar kegiatan berendam di
air panas atau pijat tradisional, tapi lebih dari itu spa ini telah menjadi
pendekatan holistik atau sarana yang bertujuan untuk menyelaraskan
kehidupan manusia melalui terapi alternatif secara tiga dimensi yaitu
tubuh, pikiran dan emosi yang disalurkan melalui enam indra, termasuk
juga pada ekstermitas kaki.
Pijat kaki refleksiologi adalah suatu bentuk pengobatan dengan
adopsi ketahanan dan kekuatan dari tubuh sendiri, dengan memijat pada
area yang sudah dipetakan sesuai dengan letak zona terapi untuk
memperlancar sistem peredaran tubuh melalui titik-titik saraf tertentu yang
menghubungkan organ tubuh manusia.
Foot Spa memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, namun terdapat
beberapa kontraindikasi tidak boleh dilakukannya spa seperti klien dalam
kondisi terserang penyakit menular, Klien sedang menderita fraktur dan
masih ditemukan bekas cedera, menderita tumor ganas / kanker, dan
sebagainya. Foot Spa ini sangat bermanfaat, terlebih lagi spa telah menjadi
pendekatan holistik atau sarana yang bertujuan untuk menyelaraskan
kehidupan manusia asalkan dilakukan sesuai dengan tindakan yang benar
dan prosedur yang meliputi tahap Pra-Interaksi, Orientasi, Fase Kerja,
Terminasi dan Dokumentasi.

12
B. Saran
Sebaiknya mahasiswa keperawatan dapat memahami terapi
komplementer khususnya foot spa ini yang meliputi Indikasi dan
Kontraindikasi dilakukannya Terapi komplementer : foot spa, dan
Prosedur tindakan Terapi komplementer : foot spa. Sehingga diharapkan
foot spa ini dapat dipakai sebagai pengobatan alternatif pilihan yang
memanfaatkan aromaterapi dan cairan lain untuk meningkatkan kesehatan
manusia yang sakit maupun manusia yang sehat supaya bertambah sehat.

13
DAFTAR PUSTAKA

Benge & Tara, Sophie & Elizabeth. 2009. Buku Pintar Terapi Spa.

Jakarta : Taramedi & Restu Agung.

Jumarani, Louise. 2009. The Essenee Of Indonesian Spa : PT Gramedia

Pustaka Utama

Pamungkas, R. (2010). Dahsyatnya Jari Refleksi. Yogyakarta: Pinang

Merah

Purwanto Budhi. 2014. SPA Kaki Diabetesi Layanan Estetika.


Yogyakarta : Gava Media.
Susanto, Kusumadewi. 2015. SPA (Pengetahuan, Aplikasi dan

Manfaatnya). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tairas, Tarumetor. J. H. 2007. Refleksologi. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Wahyuni, Indah setya 2014 Pengaruh massase ekstrimitas dengan aroma

terapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia


hipertensi di kelurahan grendeng Purwokerto. Skripsi purwokerto
fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, Universitas jendral
soedirman.

Wijayakusuma, H. 2008. Terapi Pijat Refleksi Kaki. Cetakan 2. Jakarta:

Pustaka Bunda.

14