Anda di halaman 1dari 27

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

SUPERVISI PENGENDALIAN BANJIR AVOUR BUNTUNG DI KAB.


SIDOARJO
SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR BRANTAS
TAHUN ANGGARAN 2019

1. Latar Belakang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan


Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dalam hal ini,
Direktorat Sumber Daya Air, salah satu fungsinya
adalah melaksanakan pekerjaan pembangunan
sarana dan prasarana Sumber Daya Air di bidang
pelaksanan jaringan sumber air untuk
mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air
nasional.

Tahun Anggaran 2019 akan dilaksanakan


pekerjaan konstruksi Pengendalian Banjir
Avour Buntung di Kab. Sidoarjo

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar


Wilayah Sungai Brantas, Satuan Kerja Non
Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber
Air Brantas, bermaksud untuk melaksanakan
Pengawasan Teknis Pekerjaan Konstruksi
Pengendalian Banjir Avour Buntung di Kab.
Sidoarjo yang akan dilaksanakan oleh Penyedia
pekerjaan konstruksi.

Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut


sesuai dengan rencana mutu, biaya dan yang
telah ditetapkan di dalam kontrak jasa konstruksi,
maka diperlukan adanya Tim Konsultan supervisi
yang bertugas sebagai pengawas pekerjaan
konstruksi yang berperan membantu Satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan
Sumber Air Brantas didalam melaksanakan
pengawasan teknis dan penjaminan mutu teknis
pada lokasi kegiatan yang sedang berlangsung.
2. Maksud dan Tujuan
Tim Pengawas Pekerjaan dimaksud, adalah
Penyedia Jasa Konsultansi untuk pekerjaan
Pengawasan/Pekerjaan Pengendalian Banjir

V-1
Avour Buntung di Kab. Sidoarjo

2.1. Maksud
Maksud pengadaan Penyedia Jasa
Konsultansi, pengawasan pekerjaan
konstruksi ini, adalah untuk:
a. Membantu Pejabat Pembuat Komitmen
dalam melakukan pengawasan pekerjaan
terhadap pelaksanaan pekerjaan
konstruksi di lapangan oleh penyedia
jasa konstruksi, berhubung adanya
keterbatasan tenaga pada satuan Kerja
yang bersangkutan, baik dari segi jumlah
maupun dari segi kualifikasinya.
b. Membantu meminimalkan kendala teknis
yang dihadapi oleh penyedia jasa
konstruksi di lapangan dalam
menerapkan desain untuk memenuhi
persyaratan spesifikasi.
c. Memberi kepastian dan jaminan kepada
Pengguna Jasa bahwa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh penyedia jasa
konstruksi telah memenuhi persyaratan
mutu teknis sebagaimana yang
tercantum dalam dokumen kontrak.
d. Membantu Pengguna Jasa dalam
pengendalian pelaksanaan pekerjaan
konstruksi, apabila terdapat perbedaan
interprestasi pasal-pasal dokumen
kontrak dalam penerapan dilapangan.
e. Membantu menyelesaikan revisi desain/
variasi kontrak, bilamana terdapat
perbedaan antara desain yang ada
dengan kondisi dilapangan.

2.2. Tujuan
3. Sasaran Membantu Pengguna Jasa dalam hal
pengendalian pelaksanaan pekerjaan di
lapangan untuk mendapatkan hasil
pekerjaan konstruksi yang memenuhi
persyaratan yang tercantum di dalam
spesifikasi (tepat mutu), dan dilaksanakan
secara tepat biaya serta tepat waktu dengan
memperhatikan aspek lingkungan. Dan
penjaminan mutu teknis pekerjaan
konstruksi untuk mendapatkan hasil

V-2
pekerjaan yang memenuhi persyaratan
dalam dokumen kontrak, guna menjamin
ketersediaan infrastruktur Sumber Daya Air
yang handal dan berkelanjutan.

Terwujudnya sarana sumber daya air yang


handal, berwawasan lingkungan dan
berkeselamatan pada pekerjaan Pengendalian
4. Lokasi Pekerjaan Banjir Avour Buntung di Kab. Sidoarjo

Sasaran pengadaan jasa konsultansi pengawasan


5. Sumber Pendanaan pekerjaan konstruksi ini adalah tercapainya hasil
pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang
telah ditetapkan, sehingga sarana dan prasarana
sumber daya air dapat memberikan manfaat oleh
masyarakat sesuai dengan umur pelayanan yang
6. Nama dan direncanakan.
Organisasi
Pejabat Pembuat Disamping itu, membantu tugas Pengguna Jasa,
Komitmen khususnya dalam hal penjaminan mutu
pekerjaan, administrasi teknis, progress keluaran
pekerjaan dan pengendalian pekerjaan
7. Lingkup, dilapangan dapat dilimpahkan kepada Penyedia
Kewenangan dan Jasa Konsultansi ini.
Tugas
Kegiatan Jasa Konsultansi ini dilaksanakan di
wilayah Kali Buntung, Kabupaten Sidoarjo

Kegiatan ini dibiayai oleh APBN TA. 2019, dengan


pagu anggaran sebesar sekitar Rp.
641.720.000,- (enam ratus empat puluh
satu juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah)
termasuk PPN 10%.

Nama dan Organisasi Pengguna jasa adalah


Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai
I SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Brantas.

Lingkup kewenangan dan tugas yang harus


dilaksanakan meliputi:
1. Persiapan, meliputi:
a. Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Pengawasan Pekerjaan bersama dengan
penyedia jasa konstruksi.
b. Menyusun program kerja dan konsepsi/
metodologi pelaksanaan pekerjaan

V-3
pengawasan.
c. Mempelajari hal-hal yang terkait dokumen
kontrak pekerjaan konstruksi termasuk
pengendalian manajemen dan SMK3
Konstruksi, serta Dokumen Lingkungan
(bila ada).
d. Menyampaikan pemahaman pasal-pasal
utama dalam kontrak terkait pelaksanaan
pekerjaan.
e. Membantu PPK dalam pelaksanaan Rapat
Persiapan Pelaksanaan Pre Construction
Meeting (PCM).
f. Mencatat seluruh kesepakatan dalam PCM
dan dituangkan dalam Berita Acara
sebagai Dokumen Kegiatan.
g. Memeriksa kesiapan/mempersiapkan
formulir-formulir isian, antara lain:
- Laporan Harian.
- Laporan Mingguan.
- Laporan Bulanan.
- Laporan Teknis (jika diperlukan).
- Pengecekan kesesuaian desain dengan
kondisi lapangan.
- Rencana monitoring pelaksanaan
pekerjaan dan verifikasi laporan
kegiatan yang disiapkan oleh Penyedia
pekerjaan konstruksi.
- Penjaminan mutu pekerjaan termasuk
kriteria pengujian dan penerimaan hasil
pekerjaan.
- Bentuk perhitungan perhitungan
volume data dan Sertifikat Pembayaran.
- Bentuk Request Penyedia untuk
memulai pekerjaan dan pengujian
bahan.
h. Menyampaikan dan mempresentasikan
RMK kepada PPK pada saat PCM.
i. Membantu PPK dalam mengkaji rencana
mutu kontrak (RMK) dan jadwal
pelaksanaan Penyedia Jasa Konstruksi.
j. Menandatangani berita acara mobilisasi
dan melaporkan pelaksanaan mobilisasi
kepada Direksi Pekerjaan.
k. Melakukan pengawasan, pengujian,
pengecekan kuantitas dan kualitas serta
kelayakan peralatan, fasilitas dan

V-4
perlengkapan yang dimobilisasi Penyedia
Jasa Konstruksi.
l. Mengecek masa laku kalibrasi peralatan
yang akan digunakan oleh Penyedia Jasa
Konstruksi.
m. Menyampaikan rekomendasi kepada
Direksi Pekerjaan tentang jumlah, mutu
dan kelaikan peralatan, fasilitas dan
perlengkapan yang dimobilisasi Penyedia
Jasa Konstruksi.
n. Memeriksa gambar kerja yang terkait
dengan metode kerja diajukan oleh
Penyedia Jasa konstruksi dan kontrol
terhadap kuantitas pekerjaan.
o. Memberikan rekomendasi terhadap
konsep gambar kerja kepada Direksi
Pekerjaan dan Penyedia Jasa Konstruksi.
p. Melaporkan progres pekerjaan yang telah
diselesaikan Penyedia Jasa konstruksi.
q. Membuat daftar kekurangan (Defect &
Dificiencies) berdasarkan hasil
pemeriksaan lapangan.
r. Membantu PPK dalam pengecekan data
adminstrasi dan teknis pekerjaan.

2. Pelaksanaan Pengawasan, meliputi:


a. Melakukan review terhadap desain yang
ada, serta alternatif desain sesuai dengan
konsisi dan kebutuhan riil lapangan
(apabila dipandang perlu).
b. Turut serta dalam pelaksanaan rekayasa
lapangan dan membantu memeriksa shop
drawing yang disiapkan oleh Penyedia
Jasa Konstruksi.
c. Melakukan verifikasi dan menyetujui hasil
pengukuran topografi yang dilakukan
Penyedia jasa konstruksi.
d. Memeriksa dan menyetujui kuantitas
serta kualitas dari bahan, peralatan dan
perlengkapan yang akan dipakai sesuai
dengan spesifikasi teknis yang ada di
lapangan maupun di tempat kerja lainnya.
e. Memberikan arahan teknis sebelum
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
f. Melaksanakan pengawasan teknis
pekerjaan konstruksi dan administrasi

V-5
teknis secara professional, efektif dan
efisien sesuai dengan spesifikasi sehingga
terhindar dari resiko kegagalan konstruksi
dan minimal sesuai dengan batas waktu
pada jadwal yang telah ditetapkan.
g. Memeriksa dan menyetujui laporan harian
dan laporan mingguan pekerjaan
konstruksi.
h. Membuat laporan bulanan terkait progress
pekerjaan dilapangan dan membuat
rekomendasi setiap permasalahan yang
timbul dilapangan kepada Pengguna Jasa.
i. Memeriksa, menyetujui daftar volume dan
nilai pekerjaan guna keperluan
pembayaran (monthly certificate).
j. Membuat laporan teknis (bila diperlukan)
pada setiap terjadinya perubahan kinerja
pekerjaan yang dapat mempengaruhi
perubahan biaya dan waktu pelaksanaan
untuk mendapatkan persetujuan dari
Pengguna Jasa.
k. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang
nyata mengenai volume, prosentase dan
nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang
telah dilaksanakan Penyedia jasa
konstruksi.
l. Memeriksa gambar kerja tambahan
termasuk perhitungannya yang dibuat
oleh penyedia jasa konstruksi yang
mengakibatkan tambah atau
berkurangnya pekerjaan.
m. Penjaminan mutu pekerjaan dilapangan
dengan menerapkan prosedur kerja dan
uji mutu pekerjaan sesuai dokumen
kontrak.

3. Pengendalian Pekerjaan Fisik, meliputi:


a. Proses dan Pelaksanaan Kegiatan
Setiap kegiatan pekerjaan memerlukan
perencanaan, proses, metode kerja, dan
pelaksanaan kegiatan sehingga
mendapatkan hasil yang memenuhi
persyaratan sesuai dengan yang
ditentukan.

Pelaksana kegiatan harus merencanakan

V-6
dan melaksanakan proses dan
pelaksanaan kegiatan secara terkendali
yang meliputi:
- Memastikan pelaksanaan kegiatan
sesuai dengan persyaratan yang telah
ditetapkan dalam Rencana Mutu
Kontrak (RMK).
- Setiap kegiatan dapat diketahui
ketersediaan informasi yang
menggambarkan karakteristik kegiatan
dan ketersediaan dokumen kegiatan.
- Setiap kegiatan memenuhi persyaratan
ketersediaan sumber daya yang
diperlukan dalam proses kegiatan.
- Ketersediaan peralatan monitoring dan
pengukuran pelaksanaan pekerjaan
serta mekanisme proses penyerahan
dan pasca penyerahan hasil pekerjaan.

Setiap jenis kegiatan harus mempunyai


petunjuk pelaksanaan yang merupakan
dokumen standar kerja yang diperlukan
guna memastikan perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalian proses
dilakukan secara efektif dan efisien.
Adapun Petunjuk Pelaksanaan sekurang-
kurangnya:
- Halaman Muka berisi:
a) Judul dan nomor identifikasi
petunjuk pelaksanaan.
b) Status validasi dan status
perubahan.
c) Kolom sahkan petunjuk
pelaksanaan.
- Riwayat Perubahan.
- Maksud dan Tujuan Petunjuk
Pelaksanaan.
- Ruang Lingkup penerapan.
- Referensi atau acuan yang digunakan.
- Definisi (penjelasan istilah-istilah) jika
diperlukan.
- Tahapan proses atau kegiatan (dengan
bagan alir jika perlu).
- Ketentuan Umum (penjelasan tentang
persyaratan-persyaratan yang harus
dipenuhi dalam melaksanakan proses).

V-7
- Tanggung jawab dan wewenang.
- Kondisi khusus (penyimpangan dsb.).
- Rekaman/Bukti kerja (yang menjadi
persyaratan).
- Lampiran berupa contoh format
rekaman/ bukti kerja.

Dalam setiap tahapan kegiatan dilakukan


validasi terhadap proses pelaksanaan
pekerjaan untuk mengetahui kesesuaian
antara pelaksanaan kegiatan dan dengan
hasilnya setelah selesai dilaksanakan. Jika
validasi tidak dapat dilakukan secara
langsung maka harus dipertimbangkan
ketentuan berikut:
- Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
untuk peninjauan dan persetujuan
proses.
- Verifikasi hasil pekerjaan dan
pemenuhan spesifikasi teknis.
- Kriteria pengujian dan penerimaan hasil
pekerjaan
- Validasi ulang pelaksanaan kegiatan
bila hasilnya tidak sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan, kemudian
dilakukan perbaikan atau
penyempurnaan.

Disamping itu setiap pelaksana kegiatan


harus mampu mengidentifikasi hasil
setiap tahapan kegiatan dari awal hingga
akhir kegiatan dan mengidentifikasi status
hasil kegiatan tersebut. Tujuan identifikasi
untuk memastikan pada hasil kegiatan
dapat dilakukan analisis apabila terjadi
ketidaksesuaian pada proses dan hasil
keluaran pekerjaan. Rekaman hasil
identifikasi harus selalu terpelihara dalam
pengendalian rekaman/bukti kerja.

b. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan


Monitoring dan pengendalian Kegiatan
merupakan proses evaluasi yang harus
dilaksanakan untuk mengetahui kinerja
hasil pelaksanaan kegiatan, sehingga
dapat dilakukan pengukuran atau

V-8
penilaian hasil dari produk penyedia jasa
konstruksi.

Monitoring merupakan bagian dari


pengendalian mutu hasil pekerjaan, agar
semua hasil yang diserahkan dapat
memenuhi persyaratan kriteria
penerimaan pekerjaan. Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam melaksanakan
monitoring antara lain:
- Penanggung jawab untuk setiap
tahapan kegiatan harus menetapkan
metode yang tepat untuk monitoring
dan pengukuran hasil pekerjaan dari
setiap tahapan pekerjaan.
- Monitoring dan pengukuran dilakukan
dengan cara memverifikasi bahwa
persyaratan telah dipenuhi.
- Setiap monitoring dan pengukuran
dilaksanakan pada tahapan yang sesuai
berdasarkan pengaturan yang telah
direncanakan.

Untuk pengendalian hasil pekerjaan yang


tidak sesuai atau tidak memenuhi
persyaratan harus di-identifikasi dan
dipisahkan dari hasil pekerjaan yang telah
sesuai untuk mencegah penggunaan yang
tidak terkendali. Tindakan yang harus
dilaksanakan pada pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan antara lain:

- Penanggung jawab setiap kegiatan


harus memastikan bahwa hasil dari
setiap tahapan kegiatan yang tidak
memenuhi persyaratan diidentifikasi
dan dikendalikan untuk tindak lanjut
tahapan kegiatan yang berhubungan
dengan tahapan sebelumnya.
- Pelaksanaan pengendalian hasil
pekerjaan yang tidak sesuai harus
diatur dalam prosedur pengendalian
hasil pekerjaan tidak sesuai yang
merupakan bagian dari prosedur mutu.
- Tindakan korektif diambil dalam upaya
menghilangkan penyebab

V-9
ketidaksesuaian dan mencegah
terulangnya ketidaksesuaian.
- Prosedur hasil pekerjaan yang tidak
sesuai minimal harus mencakup:
a) Penetapan personil yang kompeten
dan memiliki kewenangan untuk
menetapkan ketidaksesuaian hasil
pekerjaan untuk setiap tahapan.
b) Mekanisme penanganan hasil
kegiatan tidak sesuai termasuk
tatacara pelepasan hasil kegiatan
tidak sesuai.
c) Mekanisme verifikasi ulang tindakan
korektif untuk menunjukkan
kesesuaian dengan persyaratan
yang ditetapkan.

Dalam upaya menghilangkan penyebab


ketidaksesuaian dan mencegah
terulangnya hasil pekerjaan yang tidak
sesuai, diperlukan tindakan korektif dan
tindakan pencegahan yang diatur dalam
prosedur mutu. Prosedur tindakan korektif
minimal harus mencakup kegiatan antara
lain:
- Menguraikan ketidaksesuaian.
- Menentukan/melakukan kajian terhadap
penyebab ketidaksesuaian.
- Menetapkan rencana penanganan
untuk memastikan, bahwa
ketidaksesuaian tidak akan terulang
8. Keluaran dan jadwal waktu penanganan.
- Menetapkan petugas yang
melaksanakan tindak perbaikan.
- Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.
- Memverifikasi tindakan perbaikan yang
telah dilakukan.

Tindakan pencegahan ditetapkan dalam


upaya meminimalkan potensi
ketidaksesuaian yang akan terjadi
termasuk penyebabnya.

Tindakan pencegahan harus


mempertimbangkan dampak potensialnya
dan efek dari tindakan pencegahan

V - 10
kegiatan yang lainnya. Untuk itu perlu
mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian
dan merencanakan kebutuhan tindakan
9. Data dan Fasilitas untuk mencegah terjadinya
Penunjung ketidaksesuaian serta melakukan
verifikasi tindakan pencegahan yang telah
dilaksanakan.

4. Masa Akhir Pelaksanaan, meliputi:


a. Penyiapan As Built Drawing.
Penyedia Jasa Konsultansi bertanggung
jawab memeriksa kebenaran dari As Built
Drawing yang dibuat oleh Penyedia Jasa
Konstruksi.
b. Pembuatan Final Certificate.
Penyedia Jasa Konsultansi harus
memeriksa dan menyetujui Final
Certificate berdasarkan semua hitungan,
ukuran, lokasi, dan perhitungan MC 0%
maupun 100%.
c. Claim/Tuntutan.
Selama periode kontrak apabila terjadi
claim atau tuntutan dari pihak Penyedia
Jasa Konstruksi maupun pihak luar, maka
Penyedia Jasa Konsultansi harus selalu
mendasarkan jawabannya berpedoman
dan mengacu pada Dokumen Kontrak
yang ada. Semaksimal mungkin Konsultan
10. Jangka Waktu harus mengamankan Pemilik dari segala
Penyelesaian macam claim/tuntutan yang timbul
Pekerjaan d. Provisional Hand Over (Serah Terima
Sementara) dan Final Hand Over (Serah
11. Kebutuhan Tenaga Terima Terakhir).

Penyedia Jasa Konsultansi menyiapkan data


yang diperlukan untuk keperluan serah
terima ini berupa:
a. Penyiapan daftar kerusakan/kekurangan
dari pekerjaan yang dilaksanakan
Penyedia Jasa Konstruksi.
b. Penyiapan buku informasi bagi Panitia
Serah Terima ini yang berisi data proyek,
status pembayaran dan progress serta
data kualitas.
c. Menyiapkan semua pekerjaan
administrasi yang berkaitan dengan

V - 11
kegiatan Serah Terima.
d. Memeriksa Berita Acara Serah Terima
Sementara dan memberi pertimbangan
kepada Pengguna Jasa dalam menyetujui
jangka waktu perbaikan (grace period)
yang diajukan kontraktor.

Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah


berupa Laporan yang berisi kegiatan pengawasan
pekerjaan konstruksi antara lain:
1. Laporan RMK
2. Laporan Pendahuluan
3. Laporan Pengukuran
4. Laporan Perhitungan Detail Desain
5. Laporan Bulanan
6. Laporan UKL dan UPL
7. Laporan Draf Penyelesaian Pekerjaan
8. Laporan Penyelesaian Pekerjaan
9. Laporan Akhir
10. Laporan Ringkasan
11. Album Gambar dan Desain
12. File Laporan + Gambar Digital (Harddisk
External 1 (Satu) TB (Tera Byte)

1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa.


Data dan fasilitas yang disediakan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat
digunakan dan harus dipelihara oleh
penyedia jasa:
a. Laporan dan Data.
Dokumen Kontrak Penyedia Jasa
Konstruksi.
b. Staf Pengawas/Pendamping.
Pejabat Pembuat Komitmen akan
mengangkat petugas atau wakilnya yang
bertindak sebagai pengawas dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultansi

2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa.


Penyedia jasa harus menyediakan dan
memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.

Beberapa fasilitas yang harus disediakan oleh

V - 12
penyedia jasa adalah sebagai berikut:
a. Kantor (sewa).
b. Komputer dan Printer.
c. Kendaraan Roda 2 dan Roda 4 (sewa).
d. Peralatan Survey/Lapangan.
e. Alat Pengaman Diri (APD) dengan cara
pengadaan.

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah


180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

1. Staf Profesional:
Kegiatan supervisi ini memerlukan beberapa
bidang keahlian khusus sehingga diperlukan
tenaga dengan spesifikasi personil yang
dibutuhkan dalam pekerjaan jasa konsultansi
ini antara lain:

a. Team Leader
Pendidikan minimal Magister (S2)
Teknik Sipil/Pengairan dengan
pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun
sebagai Team Leader dibidang Supervisi
Pekerjaan Sungai/Sumber Daya Air/
Penanggulangan Banjir, dilengkapi
dengan referensi kerja dari Penguna Jasa.
Memiliki Sertifikat Keahlian Kerja
(SKA) Muda dibidang Sumber Daya
Air dan Manajemen Konstruksi yang
diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang
telah terakreditasi oleh lembaga
berwenang.

Tugas Pokok Team Leader sebagai berikut:


- Mempelajari data-data perencanaan
sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan
dan jika diperlukan mengevaluasi
bersama tim.
- Mengecek dan menyetujui Uitzet sesuai
syarat-syarat yang ditentukan.
- Mengecek dan menyetujui Gambar
Kerja (Construction Drawing), Gambar
Pelaksanaan (Shop Drawing), dan
Gambar Purna Bangun (As-Built
Drawing),
- Mengecek dan menyetujui hasil

V - 13
pengukuran dan perhitungan MC 0%
sampai dengan MC 100%,
- Melaksanakan pengawasan pekerjaan
sesuai tahapan metode pelaksanaan.
- Memberi pengarahan, mengkoordinasi
dan mengawasi kegiatan anggota team
serta bertanggung jawab terhadap
semua kegiatan lapangan anggota
team Konsultan Supervisi.
- Mengadakan Konsultasi dengan pihak
direksi untuk menunjang kelancaran
penyelesaian pekerjaan.
- Mendatangani Laporan kontraktor L-3
(Rekapitulasi), MC, L-4 (Perubahan
Desain), Shop Drawing dan As-bulid
drawing.
- Mengumpulkan dan mengkaji Gambar
Desain, Serta membuat gambar revisi
Desain untuk acuan pelaksanaan
pekerjaan Konstruksi.
- Mengadakan pengawasan megenai
perkembangan kondisi lapangan serta
menyusun laporan dan membuat
gambar revisi Desain yang di pandang
perlu.
- Dan lain-lain sesuai dengan perintah
PPK.

Wewenang Team Leader sebagai berikut:


- Berwenang mengevaluasi desain sesuai
kondisi agar lebih efektif, efesien dan
berdayaguna mengatasi banjir (jika
diperlukan).
- Berwewenang menandatangani semua
laporan kontraktor (L3) dan laporan
konsultan sesuai tugasnya.
- Berwenang mengatur jadwal dan
penugasan tim sesuai dengan
kebutuhan tim.
- Berwewenang mengganti staf personil
Konsultan dan merekomendasikan
kepada PPK penggantian staf personil
Kontraktor apabila tidak dapat bekerja
sesuai fungsi dan ketentuan yang
berlaku.

V - 14
Tanggung jawab Team Leader sebagai
berikut:
- Bertanggung jawab atas keberhasilan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan
yang telah diawasi dari segi fungsi,
kualitas, kuanitas, estetika dan
tertib/tepat waktu administrasi sesuai
dengan ketentuan.
- Bertanggung jawab atas seluruh
perubahan desain dan memberikan
rekomendasi kepada Direksi dan PPK.

b. Tenaga Ahli Hidrologi/Bangunan Air


Seorang Sarjana Teknik
Sipil/Pengairan (S1) dengan
pengalaman kerja sekurang kurangnya 2
(dua) tahun sebagai Ahli Hidrologi
dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan
Pekerjaan Persungaian/ Sumber Daya
Air/Pengendalian Banjir dan
bersertifikat Ahli Muda Sumber Daya
Air dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi yang
telah terakreditasi oleh lembaga
berwenang.

Tugas Pokok Ahli Hidrologi/Bangunan Air


sebagai berikut:
- Mengecek Gambar Kerja (Construction
Drawing), Gambar Pelaksanaan (Shop
Drawing), dan Gambar Purna Bangun
(As-Built Drawing).
- Mengadakan Konsultasi dengan pihak
direksi untuk menunjang kelancaran
penyelesaian pekerjaan.
- Melakukan koordinasi dan komunkasi
dengan peyelenggaraan pembangunan.
- Bertanggung jawab dalam
melaksanakan analisa hidrologi dan
desain bangunan agar lebih berdaya
guna/tepat waktu.
- Membuat pelaporan berkaitan dengan
hidrologi dan desain penanganan banjir.
- Mengumpulkan data eksisting profil
sungai dan menganalisa hidrolika pada
sungai.
- Menganalisis hidrolika kondisi muka air

V - 15
sebelum dan sesudah kontruksi agar
lebih terjamin keberhasilan sistemnya.
- Bertanggung jawab atas perubahan
desain dan memberikan rekomendasi
kepada Direksi dan PPK.

2. Teknisi:
a. Inspector/Supervision Engineer
Pendidikan Minimal D3 sipil/Bangunan
Air dengan pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun di bidang pekerjaan
sungai/sumber daya air/
penanggulangan banjir, dilengkapi
dengan referensi kerja dari Penguna
Jasa.

Tugas Pokok Inspector sebagai berikut:


- Mengecek Uitzet sesuai syarat-syarat
yang ditentukan.
- Mengecek Construction Drawing, Shop
Drawing, dan As Built Drawing sesuai
kondisi lapangan yang selanjutnya
merekomendasikan kepada Team
Leader untuk disetujui.
- Mengawasi tahapan pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan metode
pelaksanaan yang sudah disetujui pihak
Direksi.
- Melakukan pengawasan terhadap mutu
pekerjaan kontraktor sesuai spektek.
- Mengecek hasil pengukuran dan
perhitungan MC 0% sampai dengan MC
100%.
- Berkoordinasi dengan perwakilan pihak
direksi di lapangan (pengawas
lapangan) untuk kelancaran
penyelesaian pekerjaan.
- Mengecek dan mendatangani Laporan
kontraktor pada form L1 dan L2.
- Mengadakan pengawasan
perkembangan kondisi lapangan serta
menyusun laporan dan kemudian
dilaporkan kepada Team Leader.
- Dan lain-lain yang diperintahkan oleh
Team Leader.

V - 16
Wewenang Inspector sebagai berikut:
- Bersama dengan perwakilan Direksi di
lapangan (Pengawas Lapangan)
mengijinkan/menyetujui kontraktor
memulai pekerjaan di lapangan setelah
kelengkapan persiapan pekerjaan
sesuai metode pelaksanaan yang
disepakati bersama pada surat
permohonan memulai pekerjaan
(Request) yang diajukan oleh
kontraktor.
- Merekomendasikan kepada Direksi
melalui Team Leader penghentian
pekerjaan Kontraktor di lapangan
apabila pekerjaan Kontraktor tidak
sesuai spektek.
- Merekomendasikan kepada Direksi
melalui Team Leader untuk menyetujui
prestasi/progress pekerjaan di lapangan
dengan menandatangani laporan (L1
dan L2).

Tanggung jawab Inspector sebagai


berikut:
Bertanggung jawab kepada Team Leader
atas keberhasilan pengawasan
pelaksanaan pekerjaan yang telah diawasi
dari segi kualitas, kuanitas, estetika dan
tertib/tepat waktu administrasi sesuai
ketentuan.

b. Cad Operator
Pendidikan Minimal D3 Sipil/Bangunan
Air dengan pengalaman pekerjaan
minimal 3 (tiga) tahun dalam
menggambar Auto CAD dibidang
pekerjaan sungai/sumber daya
air/penanggulangan banjir.

Tugas pokok Operator CAD sebagai


berikut:
- Menyiapkan gambar revisi desain
sesuai yang diperintahkan oleh Team
Leader.
- Menyiapkan gambar-gambar lainnya

V - 17
yang diminta oleh anggota team
Konsultan Supervisi.
- Dan lain-lain sesuai dengan perintah
Team Leader.

Tanggung jawab Operator CAD sebagai


berikut:
- Bertanggung jawab atas semua
penyiapan gambar-gambar yang terkait
dengan kegiatan jasa layanan
konsultansi.
- Bertanggung jawab kepada Team
Leader.

c. Juru Ukur/ Surveyor


Pendidikan Minimal D3 Sipil dengan
pengalaman pekerjaan minimal 3 (tiga)
tahun dalam melakukan pengukuran
topografi dibidang pekerjaan sungai/
sumber daya air/penanggulangan
banjir.

Tugas pokok Surveyor sebagai berikut:


- Membantu Inspector mengecek elevasi
kontruksi pada saat awal dimulainya
pekerjaan kontraktor (Joint Inspection
dan Check List), pelaksanaan pekerjaan
sampai dengan akhir pekerjaan
(Inspection Record).
- Membantu Team Leader melakukan
pengukuran situasi untuk mendapat
elevasi existing apabila terjadi
perubahan desain/rencana.
- Mengecek elevasi hasil pekerjaan
kontraktor apabila dalam pengawasan
ditemukan dugaan perubahan elevasi
pekerjaan oleh kontraktor yang tidak
sesuai desain.
- Dan lain-lain sesuai dengan perintah
Team Leader.

Tanggung jawab Surveyor sebagai berikut:


Bertanggung jawab kepada Team Leader
atas elevasi hasil pelaksanaan pekerjaan
sesuai desain/rencana yang telah disetujui
PPK.

V - 18
3. Tenaga Penunjang
a. Administrasi dan Keuangan
Berpendidikan minimal S1 Ekonomi
(pengalaman 3 tahun).

Tugas Pokok Administrasi dan Keuangan


sebagai berikut:
- Menjalankan dalam pengelolaan
administrasi keuangan yang meliputi
keuangan operasional kantor,
pembayaran gaji pegawai dan invoice.
- Menjalankan korespondensi/surat
menyurat dengan Direksi dan pihak
external.

Tanggung jawab Administrasi dan


Keuangan sebagai berikut:
Bertanggung jawab kepada Team Leader.

b. Operator Komputer
Berpendidikan D3 Ilmu Komputer
(pengalaman 2 tahun).

Tugas Pokok Operator Komputer sebagai


berikut:
Membantu Administrasi dan Keuangan
dalam korespondensi/surat menyurat
dengan Direksi dan pihak external.

c. Office Boy
Berpendidikan minimal STM/Sederajat.

Tugas Pokok Office Boy sebagai berikut:


Berfungsi untuk Membantu dan
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan
oleh atasan, serta bertanggung jawab
atas kebersihan dan kerapian kantor dan
sekitarnya.

BULAN
NO PROFESI KRITERIA JML
KERJA

V - 19
I STAF PROFESIONAL
1 Team Leader - Pendidikan minimal Magister (S2) 1 6
Teknik Sipil/Pengairan.
- Pengalaman minimal 2 (dua)
Tahun sebagai Team Leader
dibidang Supervisi Pekerjaan
Sungai/ Sumber Daya
Air/Penanggulangan Banjir.
- Memiliki Sertifikat Keahlian Kerja
(SKA) Muda dibidang Sumber
Daya Air dan Manajemen
Konstruksi.
2 Tenaga Ahli - Pendidikan minimal Sarjana (S1) 1 3
Hidrologi/ Teknik Sipil/Pengairan.
Bangunan Air - Pengalaman minimal 2 (dua)
Tahun dibidang Ahli Hidrologi
dalam Perencanaan Dan
Pelaksanaan Pekerjaan
Persungaian/ Sumber Daya
Air/Pengendalian Banjir.
- Memiliki Sertifikat Ahli Muda
Sumber Daya Air.
II Teknisi
1 Inspector/ - Pendidikan Minimal D3 1 6
Supervision sipil/Bangunan Air.
Engineer - Pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun dibidang pekerjaan
sungai/sumber daya air/
penanggulangan banjir.
2 Cad Operator - Pendidikan Minimal D3 1 2
Sipil/Bangunan Air.
- Pengalaman minimal 5 (lima)
tahun dalam menggambar Auto
CAD dibidang pekerjaan
sungai/sumber daya
air/penanggulangan banjir.
3 Juru Ukur - Pendidikan Minimal D3 1 2
Geodesi/Sipil.
- Pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun dalam melakukan
pengukuran topografi dibidang
pekerjaan sungai/ sumber daya
air/penanggulangan banjir.
IV Tenaga Penunjang
1 Administrasi dan - Berpendidikan minimal S1 1 6

V - 20
Keuangan Ekonomi.
- Pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun.
2 Operator - Berpendidikan D3 Ilmu Komputer. 1 4
Komputer - Pengalaman 2 (dua) tahun.
3 Office Boy - Berpendidikan minimal 1 4
STM/Sederajat.

12. Pendekatan dan Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam


Metodologi pekerjaan ini meliputi:
1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan
konstruksi yang dilaksanakan oleh Penyedia
Jasa Konstruksi agar hasil pekerjaan sesuai
dengan gambar rencana dan spesifikasi
pekerjaan yang ada
2. Mengukur kuantitas pekerjaan yang telah
selesai dilaksanakan dan melakukan
pemeriksaan untuk pembayaran akhir
pekerjaan.
3. Memeriksa dan menguji mutu bahan-bahan
yang digunakan dan mutu hasil
pekerjaannya.
4. Menjamin bahwa konstruksi yang sudah
selesai telah memenuhi syarat.
5. Memberikan saran-saran mengenai
perubahan pekerjaan dan tuntutan (claims).
6. Memberikan rekomendasi atas
pengoperasian dan pemeliharaan peralatan
yang digunakan.
7. Peninjauan kembali desain, dan
melaksanakan pemeriksaan gambar
terlaksana.
8. Melaksanakan pemeriksaan gambar
terpasang/ terbangun secara bertahap
sesuai progres mutual check dan MC yang
dicapai sampai dengan 100%.
9. Melakukan penjaminan mutu pekerjaan
konstruksi yang dilaksanakan oleh Penyedia
Jasa Konstruksi agar hasil pekerjaan dapat
memenuhi spesifikasi teknis yang
ditetapkan.
10. Melakukan inspeksi secara berkala terkait
dengan pemenuhan spesifikasi teknis yang
ditetapkan dalam kontrak.

V - 21
11. Memberikan rekomendasi dalam inovasi
pekerjaan konstruksi yang diajukan oleh
Penyedia Jasa Konstruksi untuk mencapai
spesifikasi yang ditetapkan.
12. Menyiapkan metode monitoring dan
pengukuran terhadap keluaran pekerjaan
konstruksi, bahwa persyaratan spesifikasi
telah dipenuhi.
13. Menyiapkan daftar kriteria penerimaan
setiap lingkup pekerjaan berdasarkan
ketentuan teknis yang dipersyaratkan.
14. Memberikan rekomendasi terkait potensi
konflik terhadap pemahaman kontrak, yang
dapat menimbulkan tuntutan klaim.
15. Memberikan rekomendasi tentang tindakan
pencegahan dalam upaya meminimalkan
13. Laporan potensi ketidaksesuaian mutu pekerjaan
dan tindakan korektif yang harus dilakukan.
16. Melaporkan secara berkala kepada PPK
terhadap hasil keluaran pekerjaan, hasil
verifikasi mutu pekerjaan dan pemenuhan
spesifikasi teknis.

Tenaga ahli yang dibutuhkan dibuktikan dengan


sertifikat keahlian dari Asosiasi Profesi yang
diregistrasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi (LPJK). Adapun tenaga ahli yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini
adalah:

Setiap isi laporan harus jelas dan dapat dibaca


serta disusun dalam bahasa Indonesia dengan
tata bahasa yang baik dan benar
Ukuran kertas masing-masing laporan adalah
A4 (210 x 297 mm), jumlah dan pengiriman
laporan ditetapkan sebagai berikut :
1. Laporan Rencana Mutu Kontrak
Laporan RMK baik substantif maupun
normatifnya disusun berdasarkan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor
04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen
Mutu.
Laporan RMK harus memuat rencana tiap
tahapan kegiatan yang digunakan sebagai

V - 22
pedoman proses setiap tahap kegiatan,
sehingga kegiatan Supervisi Konstruksi ini
terjamin mutu pelaksanaannya.
Laporan RMK minimal dan tidak terbatas
pada memuat sebagai berikut :
 Pendahuluan
 Informasi Kegiatan
 Sasaran Mutu
 Struktur Organisasi dan Tugas
Tanggung jawabnya
 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan
 Persyaratan Teknis dan Administrasi
 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
 Jadwal Peralatan
 Jadwal Materiil
 Jadwal Personil
 Jadwal Arus Kas
 Rencana Metode Verifikasi, Validasi,
Monitoring, Evaluasi dan Inspeksi
 Kriteria Penerimaan
 Daftar Induk Dokumen Sistem Mutu
 Daftar Induk Rekaman
Updating RMK dilaksanakan b\ila ada
perubahan baik metode kerja maupun
administratif.
Laporan RMK diserahkan sebanyak 3 (tiga)
rangkap/buku.
2. Laporan Pendahuluan
Laporan ini memuat pemahaman Konsultan
terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK),
gambaran umum kegiatan yang
menyangkut inventarisasi kondisi lapangan
berdasarkan investigasi awal, jadwal
rencana kerja, metodologi pengawasan
pekerjaan secara lengkap, jadwal personil
dilengkapi dokumentasi hasil survey awal
dan gambar sketsa awal. Laporan ini
diserahkan kepada Pemberi Pekerjaan
paling lambat pada bulan hari ke 30 (tiga
puluh hari) awal masa kontrak. Total seluruh
laporan sebanyak 3 (tiga) ekemplar dalam
format A-4 dilengkapi gambar A-1 dan A-3.
3. Laporan Pengukuran
Laporan ini menyangkut inventarisasi
kondisi lapangan maupun hasil pengukuran

V - 23
dan penggambaran. Laporan ini diserahkan
kepada Pemberi Pekerjaan paling lambat
pada akhir masa kontrak. Total seluruh
laporan sebanyak 3 (tiga) ekemplar dalam
format A-4 dilengkapi gambar A-1 dan A-3.
4. Laporan Perhitungan Detail Desain
Laporan ini menyangkut desain perubahan
konstruksi yang dilaksanakan di lapangan,
laporan ini diserahkan kepada Pemberi
Pekerjaan paling lambat sebelum
pelaksanaan konstruksi untuk pekerjaan
tersebut masa kontrak. Total seluruh
laporan sebanyak 3 (tiga) eksemplar dalam
format A4 dilengkapi gambar A-3.
5. Laporan Bulanan
Laporan bulanan berisi; laporan progres
kemajuan pekerjaan, catatan
kejadian/proses pelaksanaan dan cara
penyelesaiannya serta membuat rencana
kerja konsultan untuk bulan berikutnya.
Laporan ini diserahkan kepada Pemberi
Pekerjaan pada akhir bulan sebanyak
masing-masing 3 (tiga) eksemplar dalam
format A-4.
6. Laporan RKL dan RPL
Laporan RKL merupakan menjelaskan
Upaya Pengelolaan Lingkungan didalam
mengkoordinasi kegiatan perencanaan,
pelaksanaan dan operasi dalam
pembangunan khususnya terhadap
komponen ekologi, social dan budaya dalam
upaya memenuhi persyaratan kegiatan
pembangunan yang berwawasan
lingkungan berkelanjutan, diserahkan
kepada Pemberi Pekerjaan paling lambat
pada setiap akhir tahun anggaran
pelaksanaan berdasarkan masa kontrak
konsultan dalam format A-4 sebanyak 3
(tiga) buku. Sedangkan laporan RPL
menjelaskan Upaya Pemantauan
Lingkungan didalam mengkoordinasi
kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan
operasi dalam pembangunan khususnya
terhadap komponen ekologi, social dan
budaya dalam upaya memenuhi
persyaratan kegiatan pembangunan yang

V - 24
berwawasan lingkungan berkelanjutan,
diserahkan kepada Pemberi Pekerjaan
paling lambat pada setiap akhir tahun
anggaran pelaksanaan.
7. Laporan Draf Penyelesaian Pekerjaan
Berupa himpunan laporan supervisi
pelaksanaan pekerjaan dan analisis atau
evaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan.
Laporan ini diserahkan kepada pemberi
Pekerjaan dengan total seluruh laporan
sebanyak 3 (tiga) eksemplar eksemplar
dalam format A4 untuk selanjutnya
dijadikan bahan pada rapat/diskusi di
tingkat Balai Besar Wilayah Sungai Brantas,
Laporan Draf Penyelesaian Pekerjaan ini
paling lambat diserahkan kepada Pemberi
Pekerjaan pada setiap tahun anggaran
kontrak supervisi pelaksanaan pekerjaan.
8. Laporan Penyelesaian Pekerjaan
Laporan ini merupakan hasil perbaikan
Laporan Draft Penyelesaian Pekerjaan yang
telah diajukan dan dibahas oleh Tim dari
Balai Besar Wilayah Sungai Brantas/PPK
Sungai dan Pantai I. Laporan Penyelesaian
Pekerjaan Paling lambat diserahkan kepada
Pemberi Pekerjaan pada setiap tahun
anggaran pelaksanaan berdasarkan masa
kontrak konsultan dalam format A-4. Final
report sebanyak 3 (tiga) buku.
9. Laporan Akhir
a. Dengan berakhirnya jasa pelayanan
Direksi Teknis (akhir kegiatan konstruksi
untuk tiap-tiap kontrak), suatu laporan
akhir harus diserahkan.
b. Laporan akhir merupakan ringkasan
pekerjaan konstruksi, pelaksanaan
pengawasan konstruksi, rekomendasi
kebutuhan pemeliharaan di masa yang
akan dating, semua aspek teknis yang
muncul selama masa konstruksi,
permasalahan potensial untuk onstruksi
baru yang mungkin terjadi dan
pemberian solusinya (jika ada) untuk
beberapa variasi perbaikan dalam
kegiatan yang akan dating dengan
tampilan yang sama dalam lingkup

V - 25
tanggung jawab Pengguna Jasa.
c. Laporan akhir juga melampirkan foto
kegiatan dan tanggapan terhadap
Gambar Terlaksana (As Built Drawing)
yang dikerjakan oleh Penyedia.
d. Masing-masing laporan terdiri dari suatu
ringkasan laporan akhir pengawasan
lapangan dan kegiatan-kegiatan mereka
selama pelaksanaan pekerjaan.
e. Satu bulan sebelum berakhirnya
pelayanan sebuah draft laporan akhir
sudah harus diserahkan ke pengguna
jasa yang berisi penjelasan sebagai
berikut:
- Lingkup pekerjaan yang telah
dilaksanakan serta ringkasan
keuangan.
- Deskripsi mendetail hasil pelaksanaan
14. Alih Pengetahuan pelayanan jasa konsultan, dan
pemenuhan penyelesaiannya, dalam
rangka pemenuhan spesifikasi.
- Evaluasi selama pelaksanaan
pekerjaan dalam kerangka perbaikan
kegiatan pengawasan.
- Rekomendasi dalam perubahan
kebijakan-kebijakan, prosedur, dan
operasional dengan maksud
memperbaiki kemampuan
pengawasan.
f. Untuk laporan akhir (termasuk referensi)
harus diserahkan kepada pengguna jasa
juga dalam bentuk hard copy sebanyak
3 (tiga) rangkap/buku dan soft copy
(CD/Flash Disk) sebanyak 1 buah untuk
laporan akhir.
10. Laporan Ringkasan
Laporan ini merupakan hasil ringkasan dari
semua kegiatan pekerjaan supervisi
konstruksi dan diserahkan kepada Pemberi
Pekerjaan paling lambat pada setiap akhir
tahun anggaran pelaksanaan berdasarkan
masa kontrak konsultan dalam format A-4
sebanyak 3 (tiga) buku.
11. Album Gambar dan Desain
Laporan ini merupakan hasil pengamatan
dari awal pelaksanaan hingga akhir

V - 26
pekerjaan, diserahkan kepada Pemberi
Pekerjaan paling lambat pada setiap akhir
tahun anggaran pelaksanaan berdasarkan
masa kontrak konsultan dalam format
gambar kalkir A-3 sebanyak 3 (tiga) buku.
12. File Laporan + Gambar Digital
(Harddisk External 1 (Satu) TB (Tera
Byte)
Semua file laporan dan gambar dimasukkan
kedalam harddisk external 1 TB.

Apabila dipandang perlu oleh Pengguna Jasa,


maka penyedia jasa harus mengadakan
pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar
terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dalam rangka alih pengetahuan
kepada staf dilingkungan organisasi Satuan
Kerja terkait.

Surabaya, Januari 2019


Kepala
SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Brantas

Indah Kusuma Hidayati, ST. MT.


NIP : 19761113 200502 2 001

V - 27