Anda di halaman 1dari 19

ETIKA BISNIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Dosen: Dr. Darwis Lannai, SE.,MM., Ak., CA

OLEH:
KELOMPOK 4

Abdul Muis Mustafa 0023 04 24 2017


A.Nur Hasiah Sultan 0032 04 21 2016
Andi Yulfa Widyaningrum 0020 04 24 2017
Muhammad Taufiq 0038 04 24 2017

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2018
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat Rahmat

dan Karunia-Nya yang begitu besar, kami dapat menyelesaikan makalah ini

dengan harapan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan kita

terhadap ilmu pengetahuan dalam hal ini kaitannya dengan materi kuliah Sistem

Informasi Akuntansi . Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Darwis

Lannai, SE.,MM., Ak., CA selaku Dosen Sistem Informasi Akuntansi

Dalam membuat makalah ini,dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang

kami miliki, kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi,

diantaranya berbagai buku kepemimpinan islam, Sejarah kebudayaan islam, dan

juga referensi jurnal.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua

pihak yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu, yang sangat

membantu dalam pembuatan makalah ini.

Sebagai manusia biasa, kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini

masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami berharap akan adanya masukan

yang membangun sehingga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri

maupun pengguna makalah ini. Akhirulkalam kami mengucapkan semoga Allah

SWT membimbing kita semua dalam naungan kasih dan sayang-Nya.

Makassar, 24 Oktober 2018

PENYUSUN
3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak faktor yang mempenngaruhi dan menentukan kegiatan berbisnis.

Sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas

masyarakat modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal

yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak

pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada batasnya.

Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.

Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi

kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis

itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik

bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis

tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik,

juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai

moral.

Bisnis juga terikat dengan hukum. Dalam praktek hukum, banyak masalah

timbul dalam hubungan dengan bisnis, baik pada taraf nasional maupun taraf

internasional. Walaupun terdapat hubungan erat antara norma hukum dan norma

etika, namun dua macam hal itu tidak sama. Ketinggalan hukum, dibandingkan

dengan etika, tidak terbatas pada masalah-masalah baru, misalnya, disebabkan

perkembangan teknologi.
4

Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa

dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak

pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang

berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para

pebisnis yang tidak bertanggung jawab. Berbagai hal tersebut merupakan bentuk

dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar.

Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi para

pebisnis untuk melakukan pelanggaran etika bisnis, antara lain untuk memperluas

pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga faktor tersebut

merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika

dengan berbagai cara.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang kami

ambil dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan etika ?

2. Apa yang dimaksud dengan etika bisnis ?

3. Sebutkan prinsip, dan contoh etika bisnis ?

4. Apakah peran, dan manfaat etika bisnis ?

5. Sebutkan aspek dan sudut pandang etika bisnis ?


5

6. Sebutkan fungsi etika bisnis terhadap perusahaan ?

7. Aapakah faktor-faktor pebisnis melakukan pelanggaran etika bisnis ?

8. Bagaimana cara mengatasi perusahaan yang tidak menerapkan etika didalam

bisnisnya ?

9. Apa Sanksi Pelanggaran Bagi Perusahaan Yang Tidak Menerapkan Etika

Didalam Bisnisnya ?
6

BAB II

PEMBAHASAN

A. Defenisi Etika

Pengertian etika dalam kamus Echol dan Shadaly (1995) adalah bertindak

etis, layak, beradab dan bertata susila. Menurut Boynton dan Kell (1996) etika

terdiri dari prinsip-prinsip moral dan standar. Moralitas berfokus pada perilaku

manusiawi “benar” dan “salah”. Selanjutnya Arens – Loebbecke (1996)

menyatakan bahwa etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat moral dan

nilai. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa etika berkaitan erat dengan

moral dan nilai-nilai yang berlaku. Termasuk para akuntan diharapkan oleh

masyarakat untuk berlaku jujur, adil dan tidak memihak serta mengungkapkan

laporan keuangan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

B. Defenisi Etika Bisnis

Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan

pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara

universal (Muslich, 2004:9). Etika bisnis merupakan aturan tidak tertulis mengenai

cara menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak

tergantung pada kedudukan individu atau-pun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan

merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan

hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang

tidak diatur oleh ketentuan hukum (Bertens, 2000).


7

Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku

bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (Sumarni, 1998:21).

Etika bisnis merupakan pengetahuan pedagang tentang tata cara pengaturan dan

pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas melalui penciptaan

barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh

keuntungan melalui transaksi.

Etika bisnis menjadi standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan

manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan

bisnis yang etik. Etika bisnis dalam lingkupnya tidak hanya menyangkut perilaku

dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut perilaku

bisnis secara eksternal. Etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk

bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya

hak dan kepentingan masyarakat tersebut.

Secara umum, pengertian etika bisnis adalah cara-cara yang dilakukan oleh

suatu bisnis dalam menjalankan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai aspek,

baik itu individu, perusahaan, maupun masyarakat.

Etika bisnis dapat juga diartikan sebagai suatu pengetahuan mengenai tata

cara ideal dalam mengelola bisnis dengan memperhatikan norma dan moralitas

yang berlaku secara universal, ekonomi, dan sosial. Etika bisnis menurut para ahli:

1. Yosephus,

Menurut Yosephus, pengertian etika bisnis adalah wilayah penerapan

prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi,


8

khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasarannya adalah perilaku moral

pebisnis yang berkegiatan ekonomi.

2. Hill dan Jones

Menurut Hill dan Jones, pengertian etika bisnis adalah suatu ajaran

untuk membedakan antara salah dan benar. Hal ini dapat memberikan

pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan

untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang

kompleks.

3. Velasques

Menurut Velasques, etika bisnis adalah studi yang dikhususkan

mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar

moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

4. Steade Et Al

Etika bisnis adalah standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan

cara mengambil suatu keputusan bisnis.

C. Prinsip, Dan Contoh Etika Bisnis

Setiap perusahaan harus memperhatikan dan menjalankan etika-etika yang

berlaku, misalnya taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku yang bertujuan

memberikan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai

tujuannya Adapun beberapa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:

1. Jujur dalam berkomunikasi dan bersikap

2. Memiliki komitmen dan memenuhi janji

3. Memiliki integritas
9

4. Memiliki loyalitas

Menurut Sonny Keraf (1998), terdapat lima prinsip yang dijadikan titik

tolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis, yaitu (Agoes & Ardana,

2009:127-128):

1. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan

tanggung jawab. Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil

suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri

sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan

ketergantungan kepada pihak lain.

2. Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan

adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan.

Prinsip ini juga menyiratkan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai

komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah disepakati.

3. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua

pihak secara adil, yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari

berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya.

4. Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam

berbisnis perlu ditanamkan prinsip win-win solution, artinya dalam setiap


10

keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar semua pihak merasa

diuntungkan.

5. Prinsip Integritas Moral

Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang

lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini

dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan

martabatnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh etika dalam bisnis yang dilakukan sehari-hari:

1. Menyebutkan Nama

Umumnya para pengusaha menyebutkan nama seseorang secara

lengkap saat bertemu dengan orang baru, misalnya calon partner bisnis. Ini

merupakan cara sederhana yang biasa dilakukan oleh pengusaha yang

memiliki etika baik. Namun, terkadang cukup menyebutkan nama singkat saja

bila memang nama orang tersebut terlalu panjang atau sulit diucapkan.

2. Berdiri Saat Berkenalan

Pada umumnya, para pengusaha yang beretika baik melakukan hal ini.

Dengan berdiri saat berkenalan maka seseorang akan merasa diperlakukan

dengan baik. Namun, bila situasi tidak memungkinkan maka dengan cara

membungkuk dapat dilakukan untuk menunjukkan bahwa seseorang punya

sikap positif terhadap orang lain.

3. Mengucapkan Terimakasih

Ucapan “terimakasih” merupakan kata sederhana namun memiliki

dampak yang besar bagi banyak orang. Dengan mengucapkan terimakasih,


11

maka ini menunjukkan bahwa seseorang menghargai orang lain. Namun,

jangan mengucapkannya secara berlebihan karena dapat menimbulkan kesan

tidak tulus atau seperti dibuat-buat.

4. Tuan Rumah Bayar Tagihan.

Tidak jarang pertemuan dengan rekan bisnis dilakukan di luar, misalnya

mengundang rekan bisnis untuk makan siang bersama di restoran. Pihak yang

mengundang atau tuan rumah sebaiknya yang membayar tagihan tersebut. Bila

rekan bisnis tersebut menolak dengan alasan tertentu, tuan rumah tetap harus

membayar tagihan tersebut dengan alasan bahwa perusahaan akan mengganti

biaya tersebut.

D. Peran, Dan Manfaat Etika Bisnis

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu

untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang

tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang

tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan

strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh

budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara

konsisten dan konsekuen (Muslich, 1998).

Perilaku Etis penting diperlukan untuk sukses jangka panjang dalam sebuah

bisnis. Oleh karena itu, bisnis seringkali menetapkan pilihan strategis berdasarkan

nilai dimana pilihan tersebut didasarkan atas keuntungan dan kelangsungan hidup

perusahaan. Manfaat etika bisnis dalam kelangsungan perusahaan adalah sebagai

berikut (Muslich, 2004:60-61):


12

1. Tugas utama etika bisnis dipusatkan pada upaya mencari cara untuk

menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntunan moralitas.

2. Etika bisnis bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis

dengan memberikan suatu pemahaman yaitu bisnis tidak dapat dipisahkan dari

etika.

E. Aspek dan Sudut Pandang Etika Bisnis

Menurut Bertens (2000) terdapat tiga aspek dan sudut pandang pokok dari

bisnis, yaitu:

1. Sudut pandang ekonomi, bisnis adalah kegiatan ekonomis, maksudnya adalah

adanya interaksi produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan produsen

dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk

mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan

dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang

melibatkan berbagai pihak.

2. Sudut pandang etika, dalam bisnis berorientasi pada profit adalah sangat wajar,

akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan

pihak lain. Maksudnya adalah, semua yang kita lakukan harus menghormati

kepentingan dan hak orang lain.

3. Sudut pandang hukum, bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan

Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari

ilmuhukum modern. Dalam praktik hukum banyak masalah timbul dalam

hubungan bisnis pada taraf nasional maupun internasional. Seperti etika, hukum
13

juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus

dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

F. Fungsi Etika Bisnis Terhadap Perusahaan

1. Etika bisnis di Bidang Akuntansi (Accounting Ethics)

Fungsi akuntansi merupakan komponen yang sangat penting bagi

perusahaan. Dengan demikian kejujuran, integritas, dan akurasi dalam

melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus

diterapkan oleh fungsi akuntansi. Salah satu praktik akuntansi yang

dianggap tidak etis misalnya penyusunan laporan keuangan yang berbeda

untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan

dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis

sering kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang

berbeda untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada laporan keuangan internal

perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan keuangan untuk

kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan

secara sengaja memanipulasi data dengan tujuan memperoleh keuntungan

dari penyusunan laporan palsu tersebut.

2. Etika bisnis di Bidang Keuangan (Financial Ethics)

Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan fungsi keuangan

yang dijalankan secara tidak etis telah menimbulkan berbagai kerugian bagi

para investor. Pelanggaran etika bisnis dalam bidang keuangan dapat terjadi

misalnya melalui praktik window dressing terhadap laporan keuangan

perusahaan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini


14

seolah-olah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga

layak untuk mendapatkan kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan

keuangan perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan

keuangan yang telah dipercantik.

3. Etika bisnis di Bidang Produksi dan Pemasaran (Production and

Marketing Ethics)

Hubungan yang dilakukan perusahaan dengan para pelanggannya

dapat menimbulkan berbagai permasalahan etika bisnis di bidang produksi

dan pemasaran. Untuk melindungi konsumen dari perlakuan yang tidak etis

yang mungkin dilakukan oleh perusahaan, pemerintah Indonesia telah

memberlakukan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang

Perlindungan Konsumen. Undang-undang ini dijelaskan berbagai perbuatan

yang dilarang dilakukan oleh pelaku usaha. Antara lain, pelaku usaha

dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa

yang:

 Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang

dipersyarakatkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam

hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang

tersebut.

 Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah hitungan

menurut ukuran yang sebenarnya.


15

 Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran

sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket, atau keterangan barang

dan/atau jasa tersebut.

G. Faktor-Faktor Pebisnis Melakukan Pelanggaran Etika Bisnis

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pebisnis dilatarbelakangi oleh

berbagai hal. Salah satu hal tersebut adalah untuk mencapai keuntungan yang

sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi

selanjutnya. Faktor lain yang membuat pebisnis melakukan pelanggaran antara

lain:

1. Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik.

2. Mengejar Keuntungan dan Kepentingan Pribadi (Personal Gain and Selfish

Interest)

3. Ingin menambah mangsa pasar

4. Ingin menguasai pasar

5. Pertentangan antara Nilai-Nilai Perusahaan dengan Perorangan (Business

Goals versus Personal Values)

Dari factor-faktor tersebut, faktor pertama adalah faktor yang memiliki

pengaruh paling kuat. Untuk mempertahankan produk perusahaan tetap menjadi

yang utama, dibuatlah iklan dengan sindiran-sindiran pada produk lain. Iklan

dibuat hanya untuk mengunggulkann produk sendiri, tanpa ada keunggulan dari

produk tersebut. Iklan hanya bertujuan untuk menjelek-jelekkan produk iklan

lain.
16

H. Cara Mengatasi Perusahaan Yang Tidak Menerapkan Etika didalam

Bisnisnya

Terdapat tujuh alasan yang mendorong perusahaan untuk menjalankan

bisnisnya secara etis yang akan dirangkum sebagai berikut:

1. Meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya

secara etis. Perusahaan yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya

secara etis akan mengalami sorotan, kritik, bahkan hukuman.

2. Penerapan etika bisnis mencegah agar perusahaan tidak melakukan berbagai

tindakan yang membahayakan stakeholders lainnya.

3. Penerapan etika bisnis di perusahaan dapat meningkatkan kinerja

perusahaan.

4. Penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji, dan menolak suap

dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis di antara dua pihak yang

melakukan hubungan bisnis.

5. Penerapan etika bisnis agar perusahaan terhindar dari penyalahgunaan yang

dilakukan karyawan maupun kompetitor yang bertindak tidak etis.

6. Penerapan etika bisnis perusahaan secara baik di dalam suatu perusahaan

dapat menghindarkan terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi

kerja.

7. Perusahaan perlu menerapkan etika bisnis dalam menjalankan usahanya,

untuk mencegah agar perusahaan (yang diwakili para pimpinannya) tidak

memperoleh sanksi hukum karena telah menjalankan bisnis secara tidak

etis.
17

I. Sanksi Pelanggaran Bagi Perusahaan Yang Tidak Menerapkan Etika

Didalam Bisnisnya

Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis.

Untuk meraih keuntungan, yang sebagaimana terdapat dalam Pasal 22 yang

berbunyi “Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk

mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat

mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat”. Hal diatas adalah

pelanggaran yang akan diterima kepada perusahaan yang tidak menerapkan

etika didalam bisnisnya karena memiliki unsur kecurangan. Hal lain yang

menjadikan pelanggaran terhadap perusahaan yang tidak menerapkan etika

didalam bisnisnya adalah pegawai perusahaan yang melakukan pelanggaran

Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) sesuai dengan

ketentuan yang berlaku. Pengenaan sanksi atas bentuk-bentuk pelanggaran yang

dilakukan oleh Komisaris dan Direksi, berpedoman pada anggaran dasar

perusahaan dan keputusan RUPS. Sedangkan pengenaan sanksi terhadap

pegawai perusahaan dilakukan sesuai dengan kesepakatan dalam Peraturan

Disiplin Pegawai (PDP) maupun aturan kepegawaian yang berlaku. Pelaporan

adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai tanpa disertai dengan

bukti-bukti pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang

berlaku. Dari contoh pelanggaran diatas kita dapat mengambil kesimpulan

bahwa yang menjadikan perusahaan untuk menerapkan etika di dalam bisnisnya

bukanlah dari perusahaan itu sendiri melainkan adanya kejujuran dari para

pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut sehingga dapat menciptakan


18

suasana kerja yang damai serta menjadikan perusahaan tersebut menjadi

perusahaan yang menerapkan etika didalam bisnisnya.


19

DAFTAR PUSTAKA

Muchlisin Riadi. 2016. Pengertian, prinsip, dan manfaat etika bisnis. diperoleh 20
Oktober 2018, dari http:// www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-
prinsip-dan-manfaat-etika-bisnis.html.

Adhe Irma. 2014. Makalah Etika Bisnis. diperoleh 20 Oktober 2018, dari
http://adheirma309.blogspot.com/2014/12/makalah-etika-bisnis.html.

Maxmanroe. 2017. Etika bisnis: Pengertian, tujuan,serta prinsip dan contohnya.


diperoleh 20 Oktober 2018, dari
http://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/etika-bisnis.html