Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional sangat penting

baik di Indonesia maupun di dunia. Ini berarti bahwa Bahasa Inggris sangat

bermanfaat sebagai alat komunikasi antar bangsa,hingga banyak Negara

termasuk Indonesia yang memasukkan bahasa Inggris dalam kurikulum

sekolah.

Dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai, siswa

diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang cukup luas dan kemudahan

untuk menjalin hubungan dengan bangsa lain. Termasuk siswa SMK yang

ingin bekerja ataupun mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di luar

negeri.

Namun kenyataannya kompetensi bahasa Inggris yang dicapai oleh

sebagian besar lulusan SMK masih jauh dari harapan. Banyak factor yang

menjadi menyebab permasalahan tersebut. Dalam meningkatkan kemampuan

berbahasa Inggris siswa, peneliti mencoba menggali permasalahan yang ada

disekolah tempat melaksanakan tugas. Perlu diketahui bahwa tugas mengajar

peneliti selama Tahun Pelajaran 2017/2018 adalah kelas X TKROD,X

TBSMA, X TBSMB, XI TBMSB, XII KRD, XII TSMA dan XII TSMB.

1
Dengan melakukan observasi langsung selama semester genap dalam

tahun pelajaran 2017/2018 terhadap siswa kelas X TKROD SMKN 1

Kebonsari KAb. Madiun, peneliti menemukan bahawa sebagian besar siswa

kelas X TKROD menginginkan untuk dapat berbicara Bahasa Inggris dengan

baik. Kendala yang mereka hadapi adalah sulitnya berbicara karena kurangnya

kosa kata yang mereka kuasai, dan takut melakukan kesalahan dalam

mengucapkan serta tidak percaya diri. Keadaan demikian diakui oleh para

siswa yang sering menyatakan bahwa mereka banyak kesulitan setiap

mendpatkan tugas berbicara dengan kata-kata sendiri. Ini mencerminkan

rendahnya vocabulary, tata bahasa, serta factor diluar kebahasaan yaitu

keberanian, suara kurang keras dan lainya. Factor ini mendorong peneliti

untuk melanjutkan dan melakukan penelitian dengan memilih judul

“Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Media Gambar

Cerita Naratif Siswa Kelas X TKROD SMKN 1 Kebonsari Kab. Madiun

Tahun Pelajaran 2017/2018.

Dipilihnya kemampuan berbicara sebagai judul karena peneliti yakin

bahwa :

a. Kegiatan berbicara sangat menantang atau tidak mudah, sebab selain

melibatkan unsur-unsur kebahasaan (kosa kata, tata bahasa, pengucapan,

diksi dll.) dan juga unsur non kebahasaan anatara lain keberanian, suara

keras, dan jelas secara langsung. Keberanian siswa ini akan mendorong

2
mereka untuk berbicara dengan keras, tidak malu ataupun takut salah.

Kendala inilah yang sering dihadapi siswa dalam berbicara.

b. Melalui kegiatan ini dapat dikembangkan perbendaharaan kosa kata, cara

pengucapan, maupun penampilan saat berbicara.

c. Ketrampilan berbicara sekarang ini menjadi salah satu mata uji praktik

dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang menjadi salah

satu syarat kelulusan. Maka dengan memulai dari kelas x siswa sudah

terbiasa.

Pembelajaran speaking membutuhkan wwaktu dan pengelolaan

kosa kata yang berlanjut dan bertahap. Untuk itulah perlu upaya dengan

banyak menambah kosa kata dengan hafalan secara bertahap dan

membutuhkan kesabaran karena banyak menyita waktu terutama tes berbicara

satu per satu. Untuk mengatasi hal ini peneliti menggunakan pembelajaran

berbasis media gambar cerita narasi dan penilaian tes speaking tertulis secara

kelompok dan speaking individu. Pembelajaran dengan media gambar ini ada

beberapa tahapan pembelajaran yaitu :

1. Pembelajaran teks naratif secara berkelompok diskusi kemudian bercerita

dan tugas kelompok menyimpulkan isi cerita dikumpulkan secara

individu.

2. Pembelajaran teks naratif dengan menerjemahkan cerita diserta gambar

yang tidak urut. Tugas mengurutkan gambar dan isi cerita dikumpulkan

secara individu.

3
3. Pembelajaran dengan gambar naratif diceritakan kembali secara individu.

Dengan tahapan ini pada no. 1 siswa dapat berdiskusi tentang isi

teks naratif yang ada di buku paket kemudian menyimpulkan cerita secara

kelompok. Pada tahapan no.2 siswa dapat mencocokkan gambar secara

berurutan berdasarkan isi teks cerita naratif secara kelompok. Tahapan no.3

siswa mampu menceritakan gambar kurang lebih sama dengan teks yang

telah dipelajari sebelumnya.

Dengan penilaian speaking pada tahapan tersebut dapat digunakan

untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dan sekaligus memperbaikinya.

Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan

Berbicara dalam bahasa Inggris dengan kepercayaan diri yang tinggi,

termotivasi secara efektif dan menyenangkan dalam belajar bahasa Inggris.

B. Identifikasi Masalah

Melalui pengamatan serta penilaian tes speaking tertulis teks

naratif pada ulangan harian kompetensi siswa kelas X TKROD masih belum

memenuhi kriteria kelulusan minimal (KKM). Berdasarkan observasi dan

hasil penilaian ditemukan bahwa terdapat kelemahan siswa dalam pengusaan

kosa kata, hanya sebatas hafalan dan mengganti ringkasan teman sekelasnya.

Hanya beberapa yang serius mengerjakan secara mandiri

Peneliti yakin bahwa masalah-masalah tersebut dapat diatasi

dengan cara menggunakan media yang dapat membantu siswa dalam

4
memahami teks naratif. Untuk itu masalah yang diambil adalah Bagaimana

meningkatkan kemampuan Berbicara siswa kelas X TKROD SMKN 1

Kebonsari Kab. Madiun melalui media gambar naratif :

C. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah pada

“meningkatkan kemampuan berbicara dengan menggunakan media gambar

cerita naratif siswa kelas X TKROD semester 1 SMK Negeri 1 Kebonsari

Madiun tahun pelajran 2017/2018”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang

masalah di atas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

“Adakah peningkatan kemampuan berbicara menggunakan media gambar

cerita naratif siswa kelas X TKROD semester 1 SMK Negeri 1 Kebonsari

Madiun tahun pelajaran 2017/2018?”.

E. Rencana Tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan

untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara dan meningkatkan

kerjasama siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Proses

pelaksanaan tindakan kelas melalui tiga tahap secara berdaur ulang (dalam 3

5
siklus) mulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4)

refleksi.

F. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah

untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara menggunakan media

gambar cerita naratif siswa kelas X TKROD semester 1 SMK Negeri 1

Kebonsari Madiun tahun pelajaran 2017/2018. Serta peneliti berharap akan

dapat :

1. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap generic structure teks naratif.

2. Mengetahui peningkatan minat belajar siswa dalam kegiatan belajar

mengajar.

G. Manfaat/Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti

bagi :

1. Siswa

Dengan dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini, dapat menambah

strategi ataupun teknik pembelajaran yang baru, sehingga dapat mengurangi

masalah-masalah siswa di dalam kelas, misalnya kebosanan siswa,

mengkaitkan, mencari kata kunci, dan hasil belajar siswa rendah. Secara

khusus adalah:

6
a. Dapat membantu dalam siswa dalam meningkatkan kemampuan

berbicara.

b. Timbulnya rasa senang dalam pembelajaran dan timbulnya percaya diri

sehingga aktif dalam berbicara.

c. Menumbuhkan motivasi belajar siswa.

2. Guru

a. Meningkatkan profesionalisme guru.

b. Termotivasi untuk melakukan penelitian lainnya dengan menemukan

media, metode yang dapat menyelesaikan masalah dalam kegiatan

belajar mengajar.

3. Sekolah

Hasil penelitian tindakan kelas ini, dapat memberi sumbangan

sekolah khususnya dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

Secara khusus adalah :

a. Mendapatkan informasi tentang model pembelajaran bahasa Inggris

khususnya materi berbicara yang nantinya dapat diterapkan di kelas

lain dan oleh guru lain.

b. Dapat meningkatkan kualitas lulusan sekolah.