Anda di halaman 1dari 11

RSU ALIYAH III KENDARI

PANDUAN KERANGKA WAKTU PENYELESAIAN


ASESMEN AWAL PASIEN GAWAT DARURAT

RUMAH SAKIT UMUM ALIYAH III KENDARI

2019

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................ ii

I. PENDAHULUAN ............................................................................ 5

A. LATAR BELAKANG ...................................................................... 5

B. PENGERTIAN ................................................................................ 6

II. RUANG LINGKUP ............................................................................ 7

III. KEBIJAKAN .......................................................................... 10

IV. TATA LAKSANA .......................................................................... 12

V. DOKUMENTASI .......................................................................... 13

2
RUMAH SAKIT UMUM ALIYAH III
JL. CHRISTINA TIAHAHU – BARUGA KENDARI
Telp. 081140201238
E-mail: rsualiyah03@gmail.com

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM ALIYAH KENDARI
Nomor : 011/KEP/RSUAIII/I/ 2019
TENTANG
PANDUAN KERANGKA WAKTU PENYELESAIAN ASESMEN AWAL
PASIEN GAWAT DARURAT
DI RSU ALIYAH III KENDARI

DIREKTUR RSU ALIYAH III III KENDARI


Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RSU Aliyah
III Kendari, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan yang
bermutu tinggi.
b. Bahwa agar pelayanan di RSU Aliyah III Kendari dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya Panduan Kerangka Waktu
Penyelesaian Asesmen Awal Pasien Gawat Darurat di RSU
Aliyah III Kendari.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b, perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur RSU
Aliyah III Kendari.
Mengingat : 1. Undang-Undang Praktek Kedokteran Nomor 29 pasal 45 ayat (3)
tahun 2008 tentang Panduan Pemberian Informasi Dalam Rangka
Persetujuan Tindakan Kedokteran.
2. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 44tahun 2009
tentangRumahSakit
3. Peraturan Menteri kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.
4. Permenkes No: 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis
5. Permenkes No: 290/Menkes/PER/III/2008 tentang Persetujuan
Tindakan Kedokteran.
6. Keputusan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu
Dan Penanaman Modal Daerah No.29/IZN/XII/2018/001 Tentang
Surat Izin Operasional Tetap Dengan Klasifikasi Type D Rumah
Sakit Aliyah III

3
7. Keputusan PT. Nurul Aliyah No.029/KEP/PNA/VI/2018 tentang
Pengangkatan Direktur di RSU Aliyah III

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM ALIYAH


III TENTANG PANDUAN KERANGKA WAKTU
PENYELESAIAN ASESMEN AWAL PASIEN GAWAT
DARURAT DI RSU ALIYAH III KENDARI.
KESATU : Memberlakukan Panduan Kerangka Waktu Penyelesaian Asesmen
Awal Pasien Gawat Darurat di RSU Aliyah III Kendari. Sebagaimana
Terlampir

KEDUA Semua pasien rumah sakit harus diidentifikasi kebutuhan


pelayanannya melalui suatu proses asesmen yang baku baik medis
maupun keperawatan.

KEEMPAT : Hanya mereka yang kompeten sesuai perizinan, undang-undang dan


peraturan yang berlaku atau sertifikasi yang dapat menetapkan dan
merinci isi serta melakukan asesmen sesuai dengan disiplin klinisnya.

KETIGA : Hasil asesmen pasien gawat darurat didokumentasikan dalam rekam


BELAS
medis.

KEEMPAT : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di


BELAS
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Kendari
Pada tanggal : 12 Januari 2018
Direktur RSU Aliyah III Kendari,

dr. Sabrandi Pratama Saputra

dr. Hj. Maryam Rufiah, MR, M.Kes

4
Lampiran : Keputusan Direktur RSU Aliyah III Kendari
Nomor : 010/KEP/RSUAIII/I/2019
Tanggal : 12 Januari 2019
Tentang : Panduan Kerangka Waktu Penyelesaian Asesmen Awal Pasien
Gawat Darurat di RSU Aliyah III Kendari

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penggunaan istilah triage ini sudah lama berkembang konsep awal triase
modern yang berkembang meniru konsep pada zaman Napoleon dimana Baron
Dominique Jean Larrey (1766-1842) seorang dokter bedah yang merawat tentara
Napoleon, mengembangkan dan melaksanakan sebuah system perawatan dalam
kondisi yang paling mendesak pada tentara yang dating tanpa memperhatikan
urutan kedatangan mereka. Sistem tersebut memberikan perawatan awal pada luka
ketika berada di medan perang hingga perang usai baru kemudian diberikan
perawatan.
Penggunaan awal kata “trier”mengacu pada penampisan screening di medan
perang. Kini istilah tersebut lazim digunakan untuk menggambarkan suatu konsep
pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara yang memungkinkan
pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang paling efisien
terhadap hamper 100 juta orang yang memerlukan pertolongan di unit gawat
darurat (UGD) tiap tahunnya. Berbagai system triase mulai dikembangkan pada
akhir tahun 1950-an seiring jumlah kunjungan UGD yang telah melampaui
kemampuan sumber daya yang ada untuk melakukan penanganan segera. Tujuan
triase adalah memeilih atu menggolongkan semua pasien yang dating ke UGD dan
menetapkan prioritas penanganan.

B. TUJUAN
Kerangka waktu penyelesaian assesmen awal pasien gawat darurat dibuat
agar pelayanan pasien IGD bisa terlaksana secara tepat waktu dan efisien,
terutama pada pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

5
C. PENGERTIAN
Triase adalah cara pemilahan pasien berdasarkankebutuhan terapi dan sumber
daya yang tersedia.Terapi didasarkan pada prioritas ABC yaitu Airway dengan
kontrol vertebra cervical),Breathing dan Circulation dengan kontrol perdarahan.
Triase ini merupakan suatu proses khusus untuk memilah pasien berdasar tindak
kegawatdaruratannya untuk menentukan jenis penanganan dan transportasinya.
Triase juga berlaku untuk pemilahan pasien dilapangan dan rumah sakit yang akan
dirujuk.
Kerangka waktu adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan asesmen
awal di rawat jalan dan rawat inap yang dilakukan oleh dokter atau perawat.

6
BAB II
RUANG LINGKUP

1. IGD
2. Admission
3. Unit Rekam Medis
4. Instalasi Rawat Jalan

7
BAB III
KEBIJAKAN

A. Kebijakan Umum
Rumah sakit menentukan assesmen awal masing-masing pasien gawat
darurat pada disiplin medis meliputi pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan,
pengkajian pasien dari aspek biologis, psikologis, social, ekonomi, kultural dan
spiritual pasien.

B. Kebijakan Khusus
Assesmen pasien terdiri atas 3 proses utama dengan metode IAR :
1. Mengumpulkan informasi dari data keadaan fisik, psikologis, social, kultur,
spiritual dan riwayat kesehatan pasien (I – informasi dikumpulkan)
2. Analisis informasi dan data, termasuk hasil laboratorium dan radiologi untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan pasien. (A – analisis data
dan informasi)
3. Membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien yang
telah diidentifikasi. (R – rencana disusun)

8
BAB IV
TATA LAKSANA

A. Assesmen Awal Medis di IGD


1. Dokter menanyakan identitas pasien : nama, tanggal lahir/umur, alamat,
serta menuliskan tanggal dan jam masuk pasien, dilakukan tidak lebih dari
5 menit
2. Dokter melakukan anamnesa keluhan utama seperti pemeriksaan jalan
nafas, pemeriksaan pernafasan, sirkulasi, kesadaran dan VAS (Visual
Analog Scale), dilakukan tidak lebih dari 10 menit
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik secara subjective dan objective,
dilakukan tidak lebih dari 10 menit
4. Dokter meminta pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan untuk penegakan
diagnosis seperti EKG, Radiologi dan laboratorium, Pasien yang
memerlukan pemeriksaan tersebut akan mendapatkan pelayanan sesuai
dengan urutan dan lamanya waktu yang dibutuhkan sampai hasil diterima
sesuai dengan jenis pemeriksaan
5. Dokter menulis assessment atau diagnosa berdasarkan hasil
pemeriksaannya, didapatkan tidak lebih dari 5 menit
6. Dokter selanjutnya melakukan tindakan medis (planning), apakah pasien
harus di rawat inap atau di anjurkan rawat jalan, didapatkan tidak lebih dari
5 menit
7. Dokter menuliskan tanggal/jam saat pasien keluar dari IGD dengan
menerangkan kondisi pasien, dilakukan tidak lebih dari 1 menit
8. Dokter menandatangani triage medis disertai nama terang.

B. Assesmen Awal Keperawatan di IGD


1. Perawat menuliskan cara datang pasien ke IGD, dilakukan tidak lebih dari 5
menit
2. Perawat menanyakan seluruh keluhan pasien, dilakukan tidak lebih dari 5
menit
3. Perawat melakukan pemeriksaan seperti mengukur tensi darah, mengukur
suhu, mengukur nadi, pernapasan, spO2, berat badan serta mengukur skala
nyeri termasuk mananyakan riwayat alergi, dilakukan tidak lebih dari 10
menit
4. Perawat menuliskan keluhan utama pasien berdasarkan pemeriksaan,
didapatkan tidak lebih dari 5 menit

9
5. Perawat menanyakan riwayat penyakit pasien, didapatkan tidak lebih dari 5
menit
6. Perawat menentukan diagnose keperawatan serta melakukan tindakan
tindakan dan diagnostic, didapatkan tidak lebih dari 5 menit
7. Perawat mencatat semua tindakan yang dilakukan seperti pemberian cairan
dan obat-obatan, didapatkan tidak lebih dari 5 menit
8. Perawat menuliskan jika ada hasil penunjang seperti EKG, Lab, USG, dll,
didapatkan tidak lebih dari 5 menit
9. Perawat menuliskan tanggal dan jam pasien meninggalkan IGD, dilakukan
tidak lebih dari 1 menit
10. Perawat menandatangani triage keperawatan disertai nama terang,
dilakukan tidak lebih dari 5 menit

10
BAB V
DOKUMENTASI

1. Triage Medis
2. Triage Keperawatan

Direktur RSU Aliyah III Kendari,

dr. Sabrandi Pratama Saputra

dr. Hj. Maryam Rufiah, MR, M.Kes

11