Anda di halaman 1dari 14

AKUNTANSI MANAJEMEN

BIAYA RELEVAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Nama Anggota: Kelompok 6

Avitsah Mada Fasi P. Akuntansi 02/16210063

Hesty Maharani Akuntansi 02/16210071

Anggit Sri Permana Akuntansi 02/16210073

Octalia Risha Susilawati Akuntansi 02/16210087

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi

Universitas Slamet Riyadi Surakarta

2018
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang
diberikan-Nya sehingga tugas makalah yang berjudul “Biaya Relevan Untuk
Pengambilan Keputusan” ini dapat kami selesaikan. Makalah ini kami buat
sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas.

Dalam Kesempatan ini, penulis menghaturkan terimakasih yang dalam


kepada semua pihak yang telah membantu mengembangkan ide dan pikiran
mereka demi terwujudnya makalah ini. Akhirnya saran dan kritik pembaca yang
dimaksud untuk mewujudkan kesempurnaan makalah ini penulis sangat hargai.

Surakarta, 05 Desember 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebuah perusahaan umumnya harus selalu bersaing dengan pesaingnya


dengan banyaknya produk baru yang selalu muncul di pasaran. Perusahaan
dituntut untuk beradaptasi terhadap perkembangan pasar, yang menjadikan
manajer selalu dihadapkan oleh pengambilan keputusan agar perusahaan tidak
tertinggal dari pesaingnya dan sesuai dengan perkembangan produk di
pasaran.Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi manajemen yang
paling penting didalam semua organisasi, baik organisasi kecil maupun organisasi
yang besar.
Dalam proses pengambilan keputusan, biaya dan manfaat dari suatu
alternatif harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat dari alternatif lain.
Pengambilan keputusan dapat dikatakan benar dan tepat apabila dapat
dipertanggungjawabkan. Supaya berhasil dalam pengambilan keputusan, manajer
mestilah mempunyai alat-alat untuk membantu mereka dalam membedakan biaya
yang relevan dengan yang tidak relevan, sehingga yang tidak relevan ini dapat
disisihkan dari kerangka pengambilan keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa maksud relevant costs sebagai alat bantu manajemen dalam
mengambil keputusan?
2. Dalam kondisi apa saja perusahaan menggunakan relevant cost?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui relevant cost manajemen dalam sebagai alat bantu
manajemen dalam dalam mengambil keputusan.
2. Membantu manajemen untuk meneliti kondisi apa saja yang
memungkinkan perusahaan untuk menggunakan relevant cost.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Biaya Relevan


Charles T. Horngren (2000) dan Henry Simamora (1999) mendevinisikan
informasi relevan (relevant information) adalah sebagai berikut, “Relevant
information adalah prediksi biaya dan pendapatan mendatang yang akan berlainan
di antara alternatif-alternatif yang tersedia.”
Biaya relevan adalah biaya yang terjadi pada masa mendatang dalam
berbagai alternatif untuk pengambilan keputusan manajemen. Biaya relevan biasa
disebut sebagai biaya deferensial yaitu biaya yang mempunyai alternatif yang
berbeda-beda. Kriteria dari biaya relevan adalah biaya mana yang akan datang
berbeda berbeda diantara alternatif. Biaya relevan merupakan biaya masa datang
karena digunakan untuk menyusun anggaran, perencanaan laba, dan pengendalian
kegiatan yang berlandaskan program jangka pendek dan jangka panjang. Dalam
biaya relevan ada beberapa alternatif biaya yang berbeda yang kemungkinan akan
diambil dalam pengambilan keputusan. Apabila biaya tersebut sama semua maka
disebut sebagai biaya tidak relavan. Biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak
mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena itu, biaya ini tidak
diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan. Yang termasuk ke dalam
relevan cost yaitu biaya produksi (biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik) dan biaya non-produksi (biaya pemasaran atau penjualan dan
biaya administrasi). Biaya Relevan berfokus pada bagaimana pengambilan
keputusan manajemen dipengaruhi oleh beberapa konsep biaya, yang diantaranya:
1. Differential Cost
2. Incremental Cost
3. Opportunity Cost
4. Sunk Cost
Biaya relevan merupakan biaya masa datang karena digunakan untuk
membantu dalam menyusun anggaran, perencanaan laba, dan pengendalian
kegiatan pada program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu tugas
manager adalah membuat keputusan berdasarkan informasi akuntansi yang
relevan.Pengambilan keputusan tersebut terdiri dari keputusan rutin dan sehari-
hari sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen (pemasaran, produksi, dan
keuangan).
2.2 Pengambilan Keputusan

Manajemen selalu mengambil keputusan yang meliputi berbagai macam


hal, seperti keputusan dalam kegiatan produksi rutinatau keputusan yang diambil
dalam masalah-masalah khusus. Pengambilan keputusan kegiatan rutin pada
umumnya terjadi dan berkaitan dalam melaksanakan kegiatan produksi yang
dilakukan perusahaan secara rutin dan teratur. Pengambilan keputusan khusus
merupakan keputusan yang bersifat tidak teratur atau tidak rutin dilakukan oleh
perusahaan. Pengambilan keputusan khusus dalam perusahaan mempunyai
banyak jenis diantaranya:
1. Mempertahankan atau mengganti aktiva yang lama.
2. Penambahan dan Pengurangan Lini Produk dan Segmen Lain.
3. Keputusan untuk membuat atau membeli
4. Menerima Pesanan Khusus atau menolak
5. Produk bersama akan dijual pada “split off Point” atau diproses lebih
lanjut.

2.3 Contoh Perhitungan

1. Mempertahankan atau mengganti Aktiva.


Contoh Pt Pete menyajikan data mesin lama dan mesin baru
Mesin Lama Mesin Baru

Harga perolehan $17.500 $20.000

Umur ekonomis 4 tahun 4 tahun

Penjualan tahunan $50.000 $50.000

Biaya Variabel $34.500 $30.000

Nialai Jual sesudah 4 thn 0 0

Nilai jual saat $9.000 -

Nilai buku $14.000 -

Apakah mesin lama perlu diganti dengan mesin baru?


Jawab: Perhatikan ada unavoidable cost yaitu, Sunk Cost berupa nilai buku
akibat depresiasi sebesar $ 14.000, biaya ini harus dikeluarkan, karena tidak
relevan. Bila mesin lama dijual akan mengalami kerugian sebesar $5.000.
Penjualan 4 x $ 50.000 = $200.000, sedangkan biaya variabel mesin lama 4 x
$34.500= $ 138.000 dan mesin baru 4 x $ 30.000 = $ 120.000, Analisis biaya
relevan, berikut ini :

Total biaya pendapatan 4 tahun


Cost/revenuee Mempertahankan membeli mesin Biaya dan manfaat
mesin lama baru difrensial
Penjualan $200.000 $200.000 $0
Biaya variabel ($138.000) ($120.000) $18.000
Beban depresiasi 0 ($20.000) (20.000)
Nilai buku ($14.000) ($14.000) 0
Jual mesin lama 0 $9.000 9.000
Laba operasi 4 th $48.000 $55.000 7.000
Catatan: Mesin lama, nilai buku $ 14.000, dijual$ 9.000 rugi penjualannya
$ 5.000. Kalau mesin lama dipertahankan/digunakan, nilai buku $ 14.000
mengurangi penyusutan. Kejadian diatas dapat dihitung dengan singkat:
Manfaat dan Biaya Relevan-4 thn
Pengurangan biaya variabel
Degan mesin baru $4.500x 4 $ 18.000
Biaya mesin baru ( 20.000)
Nilai jual mesin lama 9.000
Keuntungan membeli mesin baru $ 7.000
$4.500 = $ 34.500 - $ 30.000

2. Penambahan dan Pengurangan Lini Produk dan Segmen Lain.


Contoh Pt. Indorama dengan income statemen untuk 3 produknya, yaitu produk A,
B dan C adalah berikut:

Produk A Produk B Produk C Total


Penjualan 25.000 40.000 15.000 80.000
Biaya variabel (10.000) (22.000) (14.000) (46.000)
Marjin kontribusi 15.000 18.000 1.000 34.000
Biaya tetap:
Gaji dan lainya 4.700 5.000 1.800 11.500
Depresiasi 6.000 4.000 1.400 11.400
Total biaya tetap 10.700 9.000 3.200 23.900
Laba segmen 4.300 9.000 (2.200) 11.100
Biaya tetap 10.500
bersama
Laba bersih menurut relevan cost 1.500
Catatan: Biaya depresiasi dihilangkan dari analisis relevant cost.
Kesimpulan Produk C, mengalami kerugian apakah dihentikan atau
dilanjutkan.Kalau dlanjutkan ada dua jalan yaitu menrunkan biaya atau
menaikkan penjualan, tetapi kedua hal ini sulit dilakukan kalau tidak
pengelolaannya tidak seksama/profersional.
Mempertahankan atau Menghentikan Produk:
Karena tidaka da harapan lagi untuk membangkit kinerja Produk C. maka
diputuskan untuk menghentikannya, dengan harapan untuk mengurangi kerugian
$ 200, bahkan dapat menghemat gaji dan lainnya $ 800, depresiasi bukan biaya
relevan. Tabel ini dapat menganalisis atas keputusan menghentikan produk C.
Tetap Membuat Menghentikan Selisih
Penjualan 15.000 0 15.000
Biaya variabel 14.000 0 ( 14.000)
Marjin kontribusi 1.000 0 1.000
Gaji dan lainnya ( 1.800) 0 ( 1.800)
Manfaat Relevan ( 800) 0 ( 800 )
(Rugi)
Timbul Pertanyaan: Apa resikonya bila produk C dihentikan?
Bila produk C diturunkan kemungkinan terjadi penurunan penjualan propduk A
dan B, karena pihak pelanggan mengetahui perusahaan memproduksi produk A,B
dan C secara komplementer. Aasumsikan produk A turun 15% dan produk B turun
10% akibat menghentikan produk C. Hal ini, perlu dikaji ulang analisisnya.
Manajemen melakukan analisis kembali untuk mengolah kembali produk C
dengan efek “komplementer”, dengan data berikut ini: Dengan Format
Perbandingan

Tetap membuat menghentikan Selisih


Penjualan 80.000 16.250 63.750
Biaya variabel (46.000) (5.700) (41.300)
Marjin kontribusi
Biaya gaji dan lainya (11.500) (9.700) (1.800)
Laba 22.500 1.850 20.650
Catatan :
>Penjualan :
Penjualan Produk A turun 15%, Salesnya = 85%x 15.000 = $ 12.750
Penjualan Produk B turun 10%, Salesnya = 90% x 40.00 = $ 36.000
Produk C sendiri = $ 15.000
Total (Selisih) $ 63.750
>Biaya varabel (Turun).
Produk A 15%, jadi 85% x 10.000 = $ 8.500
Produk B 10% , jadi 90% x 22.000 = $ 19,800
Produk C, 100% = $ 14.000
Total variabel cost baru $ 41.300

3. Membuat atau Membeli.


Contoh:
PT.Lasido saat ini memproduksi kipas angina sedang 10.000 unit selama
tahun 2006. Kompenennya menggunakan kompenen produksi dari PT. Delta
Two. Biaya per unit untuk memproduksi kipas angina sedang per unit ini adalah
sbb:
Bahan langsung $6
Tenaga kerja langsung$3
Overhead variabel $4
Overhead tetap $2
Total $15
Dari total FOH tetap yang dibebankan adalah sebesar $ 4,800 adalah
merupakan FOH tetap langsung dan sisanya FOH tetap umum. Pemasok luar
menawarkan untuk menjual kompenen tersebut kepada PT.Lasido dengan harga $
12/unit. Sementara itu, tidak ada penggunaan alternatif atas fasilitas yang saat ini
digunakan untuk memproduksi kompenen tersebut.
a) Apakah PT.Lasido memproduksi atau membeli kompenen tersebut?
b) Hitunglah harga maksimal, PT.Lasido bersedia membayar kepada pemasok
luar?
Jawab:
a) Membuat atau Membeli, sebesar 10.000 unit.
Membuat Membeli
Bahan langsung $6 60.000 0
Tenaga kerja langsung $3 30.000 0
FOH variable $ 4 40.000 0
FOH tetap$.2 20.000 0
Biaya Pembelian 0 $ 120.000
Ttl Relevant/Diffrential Cost $ 150.000 $ 120.000
Keputusan: Sebaiknya perusahaan membeli.
b) Harga Maksimum:
$ 150.000/10.000 = $ 15/unit.
4. Menerima Pesanan Khusus atau Menolak.
Contoh:
PT. Sumbul Balna memproduksi 2 jenis produk yaitu A dan B dengan
proses gabungan. Biaya (umum) gabungan sebesar $ 840.000 unttuk produksi
standar yang menghasilkan produk A sebesar 180.000 liter dan produk B 120.000
liter. Biaya pemrosesan tambahan setelah Split –Off Point (SOP) adal;ah $ 14/
liter untuk produk A dan sebesar $ 9 /liter untuk produk B. Produk A dijual
dengan harga $ 24 liter dan Produk B sebesar $ 39 liter. Hotel Senang telah
memesan ke PT.Sumbul Balna untuk memasok 240.000 liter produk A dengan
harga$ 35, 50 liter. Hotel ini akan mengemas produk A ke galon khusus ukuran 15
liter untuk kamar hotel sebagai pelayanan kepada tamu-tamunya.
Asumsikan PT.Sumbul Balna menerima pesanan hotel Senang ini akan
menghemat $ 5 per liter dalam pengepakan produk A. Selain itu tersedia kapasita
syang lebih dari cukup untuk pesanan tersebut, namun pasar untuk produk A
sedang lesu, dan setiap penjualan tambahan dari produk A akan dihargai $16 liter.
a) Berapa laba normal yang diterima dari produk A. dan produk B?
b) Apakah PT.Sumbul Balna menerima pesanan ini?
jawab
a) laba normal yang diterima dari produk A. dan produk B
Produk A Produk B total
Pendapatan 864.000 936.000 1.800.000
Biaya variabel (504.000) (216.000) (720.000)
Marjin 360.000 720.000 1.080.000
kontribusi
Biaya (840.000)
gabungan
Laba bersih 240.000

b) Jika pesanan diterima, perusahaan harus memproduksi dua putaran


standar produksi tambahan atau 2 x 240.000 liter = 480.000 liter yang
diminta. Kedua putaran ini ditambahkan maka hasilnya 720.000 liter
produk A.
Produk A Produk B Total
Pendapatan 1.152.000 1.752.000 2.904.000
Biaya variabel (1.08.000) (408.000) (1.416.000)
Marjin kontrbusi 144.000 1.354.000 1.488.000
Biaya gabungan (1.680.000)
Rugi bersih dari 192.000
pesana
Pesanan sebaknya tidak diterima, karena perusahaan merugi sebesar $ 192.000.
5. Menjual produk bersama dengan “Split Off Point” atau Proses Lebih Lanjut.
Contoh:
PT. Tambah Indah memproduksi tiga produk dari input yang sama, dan total
Joint Cost (biaya gabungan) selama tahun 2006 sbb:
Bahan langsung 45.000
Tenaga kerja langsung 55.000
FOH 60.000
Revenue dari masing-masing produk adalah berikut ini
a. Produk A $ 75.000
b. Produk B $ 80.000
c. Produk C $ 30.000
Manajemen perusahaan melakukan penelitian untu pemrosesan produk A
setelah “Split- 0ff – Point atau SOP”, diharapkan dapat meningkatkan
penjualan produk A menjadi $ 116.000. Untuk memproses lebih lanjut produk
A perusahaan harus menyewa bebebrapa peralatan khusus dengan biaya
sebesar $ 17.500 tahun. Bahan tenaga kerja langsung tambahan dibutuhkan
juga sebesar $ 12,650/tahun.
a. Hitunglah laba kotor dari ketiga produk selama tahun 2006.
b. Apakah perusahaan memproses lebih lanjut produkA atau menjualnya
pada “Split Off Point”?
c. Buatlah dampak keputusan tersebut atas laba setahun?
Jawab:
a. Laba kotor :
Penjualan per tahun $ 185.000
Biaya $ 160.000
Laba kotor $ 25.000
b. Memproses lebih lanjut untuk produk A.
Jual Proses lanjut/SOP Selisih
Revenue $ 75.000 116.000 41.000
Proses lebih lanjut 0 ( 30.150) (30.150)
Laba Kotor $ 75.000 $ 85.850 $ 10.850

c. Dampak Keputusan Relevan Cost.


Sebaiknya perusahaan melakukan proses lebih lanjut karena laba
kotor meningkat. Perlu diperhatikan, Joint Cost dianggap tidak relevan untuk
keputusan ini karena perusahaan akan mengeluarkannya terlepas apakah
produk A diproses lebih lanjut atau tidak.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Dalam suatu pengambilan keputusan, banyak hal yang harus
dipertimbangkan oleh manajemen. Namun tidak semua hal harus dipertimbangkan
dalam sebuah pengambilan keputusan. Tujuan utama pemisahan biaya antara
biaya relevan dan tidak relevan adalah untuk menunjukkan kepada manajemen
bahwa tidak semua biaya patut dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan
keputusan. Biaya relevan adalah biaya yang harus dipertimbangkan dalam
pengambilan keputusan. Biaya yang relevan untuk satu keputusan, belum tentu
relevan untuk keputusan yang lain, walaupun obyeknya sama, misalnya
penggantian mesin.
Setelah itu, akan ada dua hal yang harus kita perhatikan dalam pengambilan
keputusan biaya relevan, yaitu Pengambilan keputusan tersebut hanya untuk
jangka pendek dan pendekatannya adalah pendekatan total, bukan per satuan.
Maka dapat kami tangkap bahwa bentuk pengambilan keputusan yang akan kita
bahas adalah Menerima atau menolak pesanan khusus dan membeli atau membuat
sendiri suatu produk dan untuk mengambil keputusan tersebut, langkah-langkah
yang kita harus lakukan adalah memisahkan biaya variabel dan biaya tetap dan
menentukan biaya mana yang termasuk biaya relevan dan tidak relevan.

3.2 Saran
Saran dari kelompok kami adalah sebelum melakukan proses produksi,
alangkah baiknya perusahaan melakukan analisis terhadap biaya-biaya apa saja
yang muncul dan kemungkinan bisa dilakukan efisiensi dengan cara
menggunakan relevant cost. Karena relevant cost digunakan untuk mengambil
keputusan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA

Sujarweni, Wiratna V. 2015. Akuntansi Manajemen Teori Dan Aplikasi.


Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

http://tesbuatblok.blogspot.com/2013/08/analisis-biaya-relevan.html

https://gitamaheswari.wordpress.com/2014/06/11/pengambilan-keputusan-jangka-
pendek-tactical-decision-making/