Anda di halaman 1dari 2

Discharge planning pasien skizofrenia

Skizofrenia memiliki tingkat kekambuhan yang sangat tinggi, pasien harus berkonsultasi
kepada dokter secara berkala dan minum obat dengan dosis dan interval waktu seperti yang
ditetapkan oleh dokter. Bagi sebagian besar pasien, pengobatan jangka panjang bisa
mengurangi kemungkinan kambuh secara signifikan dan menjaga diri pasien dalam keadaan
rehabilitasi. Selain itu, pasien harus menjalani pelatihan rehabilitasi, kembali ke masyarakat
secara bertahap untuk pemulihan yang lebih cepat.

Anggota keluarga wajib mendukung dan membantu pasien untuk mengikuti program
pengobatan serta mengikuti kegiatan sosial, demi mendapatkan kehidupan sosial yang lebih
baik. Selain itu, anggota keluarga harus mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan cara
yang lebih positif dan bersifat langsung, memperhatikan peningkatan kesehatan pasien, dan
memberikan pujian dan dorongan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien.

TANDA DAN GEJALA

Menurut Bleuler dalam kusumawati (2010) gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu :

1) Gejala primer . Gejala primer terdiri dari gangguan proses berfikir, gangguan emosi,
gangguan kemauan serta autisme.
2) Gejala sekunder. Gangguan sekunder terdiri dari waham, halusinasi, dan gejala
katatonik, maupun gangguan psikomotor yang lain.

Daftar Pustaka : Kusumawati, F. 2010. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba
Medika.

Keliat, B.A, dkk. 2013. Manajemen Keperawatan Psikososial & Kader Kesehatan Jiwa :
CMHN (Basic Course). Jakarta : EGC.

Step 3

4. Faktor yang menyebabkan pasien putus obat

Jawaban defi :

Karena tidak adanya bimbingan keluarga untuk memberikan arahan dalam minum obat,
karena peran keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesembuhan pasien skizofrenia
terutama penyembuhan melalui obat.
Jawaban ana:

Karena pasien dengan kondisi skizofrenia biasanya mereka mendapatkan obat dalam jangka
waktu yang panjang,hal ini bisa saja membuat pasien merasa bosan dan malas untuk minum
obat, apalagi bila keluarga tidak memberikan bimbingan dan arahan dalam meminum obat,
sehingga pasien bisa saja lupa ataupun malas untuk mengonsumsi obat.

7. Faktor penyebab berprilaku aneh seperti pamannya

Defi : dari faktor yang kita ketahui faktor penyebab sakit jiwa itu bisa disebabkan karena
faktor genetik atau keturunan dan lingkungan karena paman pasien punya riwayat sakit jiwa,
jadi bisa saja ke keluarga yang lain karena dari faktor genetik atau keturunan.