Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

STIMULASI PERSEPSI UMUM SESI III

DI WISMA NURI RSJ.PROF.HB. SAANIN PADANG

OLEH :

KELOMPOK 1

AULIA PERMATA SARI 153110162

ELFITA PUTRI 153110167

FITRIANA 153110170

FUADI HALIM 153110171

PEMBIMBING KLINIK PEMBIMBING AKADEMIK

( ) ( )

D-III KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES PADANG

2016/2017
PROPOSAL TAK

Topik : Stimulasi Persepsi Umum sesi III : melihat gambar


Sesi Ke : ke – III.
Terapis : Mahasiswa D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Padang
Sasaran : 6 orang pasien ruang nuri

A. Tujuan
1. Umum :
a. Klien dapat fokus dalam mengikuti terapi
b. klien dapat menyebutkan nama gambar yang dilihat
c. klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain
2. Khusus : klien dapat mengenali gambar dan menceritakan gambar

B. Landasan teoritis
a) Pengertian
Stimulasi persepsi adalah terapi yang bertujuan untuk membantu klien yang mengalami
kemunduran orientasi, menstimulasi persepsi dalam upaya memotivasi proses berfikir
serta mengurangi prilaku maladaptive (purwaningasih dan karlina, 2009)
b) Proses terjadinya masalah
Hal-hal yang dapat mempengaruhi halusinasi meliputi :
1. Faktor predisposisi
a. Biologis : hal yang dikaji pada faktor biologis meliputi adanya faktor herediter
mengalami gangguan jiwa, adanya risiko bunuh diri,riwayat penyakit,atau trauma
kepala, dan riwayat penggunaan NAPZA
b. Psikologis : pada pasien yang mengalami halusinasi, dapat ditemukan adanya
kegagalan yang berulang pada usia perkembangan anak,tingkat pendidikan rendah
dan kegagalan dalam hubungan sosial (perceraian, hidup sendiri), serta tidak
bekerja.
c. Sosialbudaya dan lingkungan : pasien dengan halusinasi didapatkan sosial
ekonomi rendah, riwayat penolakkan lingkungan pada usia perkembangan anak,
tingkat pendidikan rendah dan kegagalan dalam hubungan sosial (perceraian,
hidup sendiri), serta tidak bekerja.
2. Faktor presipitasi
Stressor presipitasi pada pasien halusinasi ditemukan adanya riwayat penyakit infeksi,
penyakit kronis atau kelainan strukutur otak,kekerasan dalam keluarga,atau adanya
kegagalan-kegagalan dalam hidup,kemiskinan,adanya aturan atau tuntutan dikeluarga
atau masyarakat yang sering tidak sesuai dengan pasien serta konflik antar
masyarakat.
c) Tanda dan gejala
Tanda dan gejala halusinasi dinilai dari hasilobservasi terhadap pasien serta ungkapan
pasien. Adapaun tanda dan gejala pasien halusinasi adalah sebagai berikut :
1. Data subjektif
Pasien mengatakan tentang :
- Mendengar suara-suara atau kegaduhan
- Mendengar suara yang mengajak bercakap-cakap
- Mendengar suara menyuruh melakukan sesuatu berbahaya
- Melihat bayangan, sinar,bentuk geometris,bentuk kartun,melihat hantu atau
monster
- Mencium bau-bauan seperti bau darah,urin,feses,kadang-kadang bau itu
menyenangkan
- Merasakan rasa seperti darah, urin,feses
- Merasa takut atau senang dengan halusinasinya

2. Data objektif
- Bicara atau tertawa sendiri
- Marah-marah tanpa sebab
- Mengarahkan telinga ke arah tertentu
- Menutup telinga
- Menunjuk-nunjuk kearah tertentu
- Ketakutan pada sesuatu yang tidak jelas
- Mencium sesuatu seperti sedang membaui bau-bauan tertentu
- Menutup hidung
- Sering meludah
- Muntah
- Menggaruk-garuk permukaan kulit.
C. Kriteria anggota kelompok
1. Halusinasi
2. Isolasi sosial
3. PK
4. DPD
D. Proses seleksi
Berdasarkan observasi prilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat
1) Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien sehari-hari serta
kemungkinan dilakukan therapi kelompok pada klien tersebut dengan perawat
ruangan
2) Melakukan kontak pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakukan
E. Uraian struktur kegiatan
Hari : Jumat, 19 Mei 2017
Tempat kegiatan : Ruangan Nuri
Waktu Kegiatan : 09.00-09.45 wib (45 menit)
Metode Kegiatan : kelompok
Anggota Kelompok :
- Fuadi halim (Leader)
- Elfita putri (Co-leader)
- Fitriana (Fasilitator)
- Aulia permata sari (Observer)
Pasien :
- Tn. I (illyanto ) - Tn. R (roni)
- Tn. S (siben) - Tn. S (sabirin)
- Tn. A (anggi) - Tn. A (aidil)
F. Mekanisme kegiatan TAK
No Waktu Kegiatan Terapis Kegiatan Peserta
1 10 menit Pelaksanaan
a. Orientasi
1. Salam terapeutik
- Terapis mengucapkan salam - Menjawab salam
- Memperkanalkan terapis dan - Mendengarkan dan
pembimbing memperhatikan
2. Evaluasi/validasi
- Menanyakan perasaan klien - Mejawab pertanyaan
saat ini
3. Kontrak
- Menjelaskan tujuan kegiatan, - Mendengarkan dan
yaitu melihat gambar memperlihatkan
- Membuat kontrak waktu
kegiatan
- Menjelaskan aturan main
berikut :
1. jika ada klien yang ingin
meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis.
2. lama kegiatan 45 menit
3. setiap klien mengikuti
kegiatan dari awal sampai
selesai

2 25 menit b. Kerja
1) Melaksanakan kegiatan sesuai : - Mengikuti kegiatan sesuai
- Tentukan 1 atau 2 gambar yang aturan main
umum dikenal orang - Melaksanakan antisipasi
- Tunjukkan gambar pada klien masalah yang ditentukan
(jika besar dapat di depan terrapis
saja,jika kecil diedarkan)
- Tanyakan pendapat seorang
klien mengenai gambar yang
dilihat
- Tanyakan pendapat klien lain
terhadap pendapat klien
sebelumnya.
- Berikan pujian/penghargaan atas
kemampuan klien memberi
pendapat.
- Ulangi langkah 3,4 dan 5
sampai semua klien mendapat
kesempatan.
- Beri kesimpulan pada tiap
gambar yang dipaparkan

Terapis memberikan kesimpulan


dalam bentuk aspek positif
terhadap kesehatan jiwa dan prilaku
yang bisa diadopsi oleh klien untuk
mengatasi masalah yang dialami.

10 menit c. Terminasi
a) Evaluasi - Mengungkapkan pendapat
- Terapis menanyakan perasaan - Menyetujui/ member pendapat
klien setelah mengikuti TAK tentang rencana selanjutnya
- Terapis memberikan pujian atas
keberhasilan kelompok
b) Tindak lanjut
- Menganjurkan klien melatih
melihat gambar (di
TV,Koran,majalah,album) dan
mendiskusikannya pada orang
lain.
- Membuat jadwal melihat
gambar
c) Kontrak yang akan datang
- Menyepakati TAK yang akan
datang sesuai indikasi klien
- Menyepakati waktu dan tempat

G. PENGORGANISASIAN KELOMPOK
Leader : Fuadi Halim
Co Leader : Elfita Putri
Observasi : Aulia permata sari
Fasilitator : Fitriana

a. Perilaku pemimpin/terapis yang diharapkan :


- membantu kelompok untuk menetapkan tujuan dan membuat peraturan
- membantu anggota kelompok untuk menyadari dinamisasi kelompok
- menjadi motivator
b. Perilaku yang ditampilkan Co Leader (peran Co Leader)
- menganalisa dan mengobservasi pola-pola komunikasi dalam kelompok
c. Perilaku yang ditampilkan observer (peran Observer)
- bertugas mencatat serta mengamati respon klien, jalannya aktivitas therapi,
peserta yang aktif dan pasif dalam kelompok serta yang drop out (tidak dapat
mengikuti kegiatan sampai selesai)
d. Perilaku yang ditampilkan Fasilitator (peran Fasilitator)
- bertugas memberikan stimulus kepada anggota kelompok lain agar dapat
mengikuti jalannya kegiatan dalam kelompok
e. Perilaku anggota yang diharapkan :
- Klien dapat menyebutkan nama gambar yang dilihat
- Klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain.

H. Media dan Alat


1. Beberapa gambar
2. Buku catatan dan pulpen
3. Jadwal kegiatan klien

I. Setting Tempat

Ket :

Leader

Co leader

Fasilitator

Observer

pasien

J. Proses Evaluasi
a. Evaluasi struktur
- Peserta hadir ditempat TAK
- Penyelenggaraan TAK dilaksanakan di ruang yang tertutup dan nyaman
- Pengorganisasian penyelenggaraan TAK dilakukan sebelumnya

b. Evaluasi proses
Diharapkan kegiatan berlansung sesuai dengan rencana kegiatan
- Peserta antusias terhadap materi TAK
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat TAK
- Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

c. Evaluasi hasil
- 6 orang pasien mampu memberi pendapat tentang gambar
- 6 orang pasien mampu memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain.
K. Penutup
Demikian proposal ini kami buat sehingga bisa menjadi acuan untuk pelaksanakan Terapi
Aktifitas Kelompok DPD sesi II.B dan untuk memenuhi tugas dalam praktik klinik
keperawatan jiwa di RSJ. HB. Saanin Padang.

Padang, 19 mei 2017


Ketua Kelompok

(………………. )

Disetujui Oleh :

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

(……………………..) (…………………….)
DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Akemat. 2013. Keperawatan Jiwa Terapi Aktifitas Kelompok. Jakarta : EGC
Herdman 2012. NANDA International Nursing Diagnoses :Definition and Clasification,
2012-2014. Oxford : Wilay-Blackwell.
Tim penyusun. 2012. Modul Pelatihan Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat