Anda di halaman 1dari 10

TURBIN CROSS FLOW

Laporan Praktikum
Teknologi Mikrohidro

Dosen Pengajar:
Dedy Eko Rahmanto, S.T, M.Si

Disusun oleh:
Guruh Wahyu Sukma Aji (H41161443)
Ivan Fadhilah (H41161939)
Ahmad Sifaul kulyubi (H41161954)
Fiqih Rio Faldi (H41161575)
Tampan P.P (H41150048)
Rizaldo Widitama (H41161767)
Andri Yovi Pratama (H41161740)

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2019
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Turbin adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengkonversikan sebuah
energi menjadi energi yang lain. Turbin mengkonversikan energi yang berasal dari
alam, seperti angina, air, dan gas untuk diubah menjadi energi yang lebih
bermanfaat. Salah satunya adalah turbin air. Turbin air mengubah energi yang
dihasilkan oleh aliran air menjadi energi listrik. Turbin air digunakan di PLTA
(Pembangkit Listrik Tenaga Air) untuk mengubah energi dari air yang tertampung
dibendungan untuk dikonvesrikan menjadi energi listrik yang dialirkan ke rumah
masyarakat.
Air merupakan sumber energi yang sangat melimpah, terlebih pada saat musim
penghujan. Oleh karena itu, air perlu dimanfaatkan untuk diubah menjadi energi yang
lain yaitu energi listrik. Pemanfaatan energi dari air untuk menjadi energi listrik
membutuhkan suatu alat konversi energi, yaitu turbin air. Gaya potensial air akan
mendorong sudu-sudu pada turbin air yang kemudian menggerakkan poros turbin dan
selanjutnya akan diteruskan ke generator utnuk menghasilkan energi listrik.

1.2 tujuan praktikum :


1. Mahasiswa dapat mengetahui bagian bagian turbin cross flow

BAB 2
DASAR TEORI

A. PLTMH

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik


berskala kecil dengan output di bawah 100 KW yang memanfaatkan potensi aliran air
yang terdapat di pedesaan sebagai sumber tenaga misalnya saluran irigasi, sungai atau
air terjun alam. PLTMH memiliki konstruksi yang sederhana, mudah dioperasikan,
mudah dalam perawatan serta dengan biaya investasi yang terjangkau sehingga cocok
diterapkan untuk menerangi wilayah pedesaan yang tidak terjangkau aliran listrik
PLN.

Secara teknis, pembangkit listrik tenaga mikro hidro memiliki tiga komponen utama
yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator. Pembangkit listrik tenaga
mikro hidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian
tertentu. Pada dasarnya, pembangkit listrik tenaga mikro hidro memanfaatkan energi
potensial jatuhan air (head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi
potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik.

Pembangkit listrik tenaga mikro hidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak
terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2,5 m dapat dihasilkan listrik 400 W.
Prinsip kerja PLTMH adalah memanfaatkan beda tinggi dan jumlah debit air per
detik yang ada pada aliran atau sungai. Air yang mengalir melalui intake dan
diteruskan oleh saluran pembawa hingga penstock, akan memutar poros turbin
sehingga menghasilkan energi mekanik. Turbin air akan memutar generator dan
menghasilkan listrik.

Kelebihan PLTMH
Dibanding pembangkit listrik yang lain, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH) memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

1. PLTMH cukup murah karena menggunakan energi alam.

2. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah


terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit
latihan.

3. Tidak menimbulkan pencemaran.

4. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.

5. Mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga


ketersediaan air terjamin.

Turbin Cross-flow

Turbin tipe ini dibuat pertama kali di Eropa. Nama cross-flow diambil dari
kenyataan bahwa air melintasi kedua sudu gerak atau runner dalam menghasilkan
putaran (rotasi). Sedangkan nama Banki (dari Hungaria) dan Mitchell (dari Austria)
adalah nama ahli teknik yang mengembangkan prinsip – prinsip turbin tersebut yaitu
turbin ini dilengkapi dengan pipa hisap, dan sebagai akibatnya daya yang dihasilkan
turbin, proses kerja dan randemen turbin menjadi lebih baik. Turbin cross-flow ini
mempunyai arah aliran yang radial atau tegak lurus dengan sumbu turbin. Turbin ini
mempunyai alat pengarah sehingga dengan demikian celah bebas dengan sudu-sudu
di sekeliling roda hanya sedikit. Karena itu pada keadaan beban penuh perputarannya
roda terjadi sedikit kemacetankemacetan, yang menimbulkan sedikit tekanan lebih.
Turbin cross-flow terdiri dari tiga bagian utama yaitu roda jalan, alat pengarah dan
rumah turbin. Dalam aplikasinya turbin cross-flow baik sekali digunakan untuk pusat
tenaga air yang kecil dengan daya kurang lebih 750 kW. Tinggi air jatuh yang bisa
digunakan diatas 1 m sampai 200 m dan kapasitas antara 0,02 m3 /s sampai 7 m 3 /s
(Dietzel, F., 1993).

Komponen – komponen utama konstruksi turbin cross-flow adalah sebagai


berikut :
1. Rumah Turbin.
2. Alat Pengarah (distributor).
3. Roda Jalan.
4. Penutup.
5. Katup Udara.
6. Pipa Hisap.
7. Bagian Peralihan

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

1. Turbin Cross flow.


2. Obeng dan kunci

3.1 Prosedur.

1. Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.


2. Pengarahan dari dosen/teknisi.
3. Pengamatan bentuk fisik Turbin Cros flow
4. Pengamatan cara kerja Turbin Cross flow
5. Pembongkaran turbin dan pengamatan bagian-bagian komponen turbin.
6. Pasang dan rangkai kembali turbin seperti konsisi semula
NO NAMA FUNGSI DAN PENJELASAN
KOMPONEN
Bagian paling penting dari turbin, dilengkapi
dengan lempengan yang terbuat dari profil baja
dengan metode yang sudah terbukti. Kedua
1 Runner ujungnya dipasang dan di las pada bagian dalam
ujung cakram dari runner tersebut. Lempengan
miring menciptakan sedikit kekuatan aksial, untuk
itu pelumasan tidak diperlukan karena telah
diperkuat oleh bantalan aksial.
Dengan bantalan rol serta dengan beberapa
keunggulan seperti putaran dengan daya aus
rendah dan pemeliharaan yang sederhana. Desain
2 Bantalan/Bearing dari rumah bantalan mencegah kebocoran air ke
dalam bantalan dan kontak dengan pelumas. Ini
adalah kualitas terpenting dari desain paten dari
rumah bantalan turbin crossflow kami. Selain itu,
bantalan ini juga dipergunakan pada kipas yang
berpusat pada turbin.
Hal ini untuk memastikan bahwa ruang mesin
3 Draft Tube bebas dari banjir dan sekaligus ketinggian seluruh
ukuran Ketinggian terjunan dapat diterapkan. Jika
aliran bebas turbin dengan skala luas digunakan,
maka kolom air dalam Draft tube harus dikontrol.
Hal ini dipastikan dengan menyeimbangkan katup
udara, yang mempengaruhi tekanan bawah dalam
rumah turbin. Selain itu, apabila Ketinggian
dengan ukuran yang rendah digunakan, pembuatan
draft tube sebagai pipa baja pengumpul akan
mengurangi biaya konstruksi yang jauh lebih
rendah.
4 Tutup Turbin/Cover Guna untuk menutup bagian atas dari isi bagian
Casing komponen dalam
untuk mengubah tekanan air menjadi suatu
5 Nozel kecepatan aliran yang digunakan untuk memutar
runner. Bentuk nozel sangat mempengaruhi
performa turbin.
Untuk memutar dan menggerakkan suatu sistem
6 Pulley transmisi pada turbin
KESIMPULAN

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan sebagai berikut:


 Runner
 Bantalan/Bearing
 Draft Tube
 Tutup Turbin/Cover Casing
 Nozel
 Pulley
DAFTAR PUSTAKA
Ade Larasati, Andi., Hirman, Syukri., Syamsul Arifin, A. pembuatan Dan Pengujian
Pembangkit Listrik Tenaga Mkrohidro Turbin Banki Daya 200 Watt. Jurnal
Mekanikal, Volume 03 Nomor 01 2012.

Dietzel, F., Sriyono, Dakso. Turbin Pompa Dan Kompresor. Erlangga. Jakarta: 1993.

Pratilastiarso, Joke., dan Hesti Sholihah, Fifi. Evaluasi Teoritis Unjuk Kerja Turbin
Crossflow. Jurnal Politeknik Elektronika, 2012.