Anda di halaman 1dari 2

PT INDONESIA POWER

EDARAN DIREKSI

Nomor: 15.El0lA|Pl2018
Tentang
LARANGAN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN GRATIFIKASI

PENDAHULUAN

Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direksi No. 039.1(010/lP/2018 tentang Pedoman
Pengendalian Gratifikasi di PT lndonesia Power dan Keputusan Bersama Direksi Dan Dewan
Komisaris No. 247.K010/lP/2016 tentang Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conducl,
maka dipandang perlu menetapkan Edaran Direksi tentang Larangan Pemberian dan
Penerimaan Gratifi kasi.

KETENTUAN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN GRATIFIKASI

1. lnsan lndonesia Power diharuskan untuk mengetahui, memahami, dan mematuhi seluruh
ketentuan Keputusan Direksi No. 039.1(010/lP/20't8 tentang Pedoman Pengendalian
Gratifikasi di PT lndonesia Power.

2. Sesuai Pasal 5 Keputusan Direksi No. 039.1(010/lP/2018 tentang Pedoman


pengendalian Gratifikasi di PT lndonesia Power, ienis Gratifikasi terdiri dari Gratifikasi
Yang Wajib Dilaporkan dan Gratifikasi Yang Tidak Wajib Dilaporkan.

3. Perusahaan melarang seluruh lnsan lndonesia Power untuk memberikan dan/atau


menerima Gratifikasi yang dilarang oleh Perusahaan sesuai Pasal 5 dan 6 Keputusan
Direksi No. 039.1(Ol O/lP/2018 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di PT
lndonesia Power dalam bentuk apapun dari dan/atau kepada siapapun, baik yang
diketahui atau patut diduga be*aitan dengan tugas jabatan atau pekerjaannya.

4. Dalam hal lnsan lndonesia Power menerima dengan tidak sengaia dalam kondisi yang
tidak dapat dilakukan penolakan, lnsan lndonesia Power diwajibkan untuk melaporkan
kepada Atasan yang bersangkutan'

5. Atasan yang bersangkutan/pelapor mengupayakan secara maksimal untuk mencari


identitas pemberi Gratifikasi dalam rangka pengembalian Gratifikasi dimaksud. upaya
pengembalian tersebut dimaksudkan untuk memberi efek jera kepada pemberi Glatifikasi
sek3ligus menunjukkan posisi/komitmen perusahaan mengenai penolakan Gratifikasi.

6. Apabila upaya pada butir 5 diatas tidak berhasil, maka atas penerimaan Gratifikasi
tersebut sebagaimana dimaksud diatas wajib dilaporkan kepada UPG (Unit Pengendalian
Gratifikasi) unit Kerja di Lingkungan PT lndonesia Power paling lama 10 (sepuluh) hari
kerjasejakpenerimaanGratifikasisesuaimekanismepelaporanpadaPasalll
Xeputusin Direksi No. 039.1(Ol O/lP/2018 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di
PT lndonesia Power.

A
7. Bagi lnsan lndonesia Power yang telah mengetahui dan memahami namun tetap
memberikan dan/atau menerima Gratifikasi dapat dikenai sanksi Pelanggaran Disiplin
Pegawai sesuai Keputusan Direksi No. 258.}(/010/lP/20'17 tentang Peraturan Disiplin
Pegawai dan segala dampak serta akibatnya menjadi tanggungjawab pribadi lnsan
lndonesia Power, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Diancam dengan Tindakan Disiplin Sedang apabila Pegawai menerima atau memberi
gratifikasi atau sesuatu pemberian apapun dari atau kepada siapapun juga yang
diketahui atau patut diduga berkaitan dengan tugas jabatan atau pekerjaannya.
b. Diancam dengan Tindakan Disiplin Berat apabila Pegawai menyalahgunakan
wewenang dan jabatan dengan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.

8. Apabila lnsan lndonesia Power dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan
yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap terkait Gratifikasi. Sanksi dan konsekuensi
lebih lanjut akan ditetapkan oleh Keputusan Direksi sesuai ketentuan yang berlaku di
Perusahaan.

9. Manajemen Unit Kerja dan/atau Pegawai Unit Kerja PT lndonesia power dilarang untuk
menerima dan memberikan bingkisan/oleh-oleh kepada Pegawai dari Unit Kerja lainnya.

10. Terkait pemberian Gratifikasi kepada Pihak Ketiga yaitu lnstansi pemerintah,
Perusahaan/Korporasi, dan lndividu dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 angka 2 Keputusan Direksi No. 039.K/O1O/lp/2018
tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di PT lndonesia Power.

PENUTUP

Edaran Direksi ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan dapat diubah
dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya.

Ditetapkan di : Jakarta

W PadaTanggal :25

*P IN DONES IA
JuIi 2018

a
A
Uc, F'l ' /v
1.
2,
oirtk
SEKPER:
ii
/
,r*"*'^u*"{'t'ow
3. S!mu. KSi
4. S.mue KDIV;
5. S.mua KDEP:
6. S6mua KBIO
7.
8,
Sclnua Gcncral Managaai
Arlip,
L