Anda di halaman 1dari 39

FENOMENA

ANTARMUKA
BY: LUSIANA ARIANI, M.FARM., APT.
FENOMENA ANTARMUKA
Jika 2 fase atau lebih berada bersama – sama, maka
akan ada bidang batas yang dinamakan :Antarmuka
Antarmuka dapat terjadi antara fase cair–gas; cair –
cair dan cair – padat Antarmuka Cair dan
Antarmuka Padat
Jika berbatasan dengan udara dinamakan : Permukaan
Fenomena permukaan di bidang farmasi :
 Mempengaruhi adsorpsi obat
 Penetrasi molekul obat melalui membran biologik
 Pembentukan emulsi dan stabilitasnya
 Dispersi partikel tidak larut dalam medium cair
membentuk suspensi
ANTARMUKA CAIR

1. TEGANGAN PERMUKAAN & TEGANGAN


ANTARPERMUKAAN

A
➢ Mol. B mendapat gaya tarik
menarik dari mol. sejenis
disekitarnya sama besar ( kohesi )
B
➢ Mol. A mendapat gaya tarik
menarik dengan udara ( adhesi )

menyebabkan tetesan air bulat


Agar mol. Dipermukaan tidak tertarik ke bawah, maka ada gaya
yang bekerja sejajar dengan permukaan cairan yang disebut :
Tegangan Permukaan ( γ )

Jadi Tegangan permukaan adalah


gaya per satuan panjang yang
bekerja sejajar permukaan cairan
untuk mengimbangi gaya kohesi dari
mol. yang ada dalam cairan terhadap
mol. yang ada di permukaan
(dyne/cm).
5
TEGANGAN ANTARPERMUKAAN

 Tegangan antar permukaan adalah gaya per satuan


panjang yang terjadi pada antarmuka antara dua fase cair
yang tidak dapat bercampur (dyne/cm).

 Tegangan antarpermukaan selalu < (tegangan permukaan


karena gaya adhesi antara 2 fase cair yang membentuk
antarmuka) > gaya adhesi antara fase cair dan fase gas
yang membentuk antarmuka.

Maka jika 2 fase cair dapat bercampur


sempurna,tidak ada tegangan antarpermukaan.

B C
Tegangan muka permukaan gaya per
satuan panjang dapat diterangkan dengan
kerangka kawat sebagai berikut :
• Bingkai kawat ABCD dicelupkan ke dalam
A D larutan sabun.
• Bagian AD dapat di tarik dengan gaya F
ds
sampai film sabun pecah.
A` D` • Tegangan permukaan bekerja sampai film
pecah.

Maka tegangan permukaan :


F
𝐹
γ=
2𝑙
F = Gaya yang menyebabkan film pecah (dyne)
ℓ = panjang kawat ( cm )
lapisan sabun mempunyai 2 antar muka  2ℓ
Contoh Soal
Jika panjang kawat 5 cm dan beban yang
dibutuhkan untuk memecahkan lapisan film =
0,5 gram, berapa tegangan permukaan larutan
tersebut ?

Jawab :
γ = 0,50 gram x 981 cm/dt2 = 49 dyne/cm
10 cm
Energi Bebas Permukaan
 Energi yang dibutuhkan suatu molekul untuk bergerak dari
lapisan dalam ke permukaan.
 Semakin tinggi permukaan suatu cairan maka semakin
banyak molekul yang memiliki kelebihan energi potensial,
karena energi ini sebanding dengan ukuran permukaan
bebas maka disebut energi bebas permukaan / energi
bebas Gibbs.
Hubungan tegangan permukaan dengan
energi bebas permukaan
 Untuk memperluas permukaan cairan, diperlukan suatu
usaha / kerja terhadap tegangan permukaan. Untuk
mengevaluasi usaha yang dilakukan, dibuat dalam suatu
persamaan : f = 2ℓ x γ
 bila jarak yang ditempuh ds, maka usaha yang dibutuhkan
untuk menambah luas permukaan adalah:

dW = f x ds = 2ℓ x γ x ds
➢ Karena 2 ℓ x ds = pertambahan luaspermukaan, dA maka:
atau
dW = γ x dA W = γ x ΔA
Ket : dA = Pertambahan luas permukaan
W = Energi bebas permukaan
Dengan kata lain : Tegangan permukaan adalah
energi bebas permukaan yang diperlukan untuk
menambah luas permukaan per satuan luas.

Contoh soal
Berapa kerja yang dibutuhkan pada soal diatas
untuk menarik kawat ke bawah sepanjang 1 cm ?
Jawab :
Luas permukaan bertambah 10 cm x 1 cm = 10 cm2
maka :
W= γxΔA
2
= 49 dyne/cm x 10 cm
= 490 erg.
Pengukuran Tegangan Permukaan &
Tegangan Antarpermukaan

1. Metode Kenaikan Kapiler


sering dilakukan
2. Metode Cincin Du NOUY
3. Metode Berat Tetesan
4. Kepingan Wilhelmy
5. Metode Tekanan Gelembung
6. Metode Tetesan Sessile
Pengukuran Tegangan Permukaan & Tegangan Antarpermukaan

1. Metode Kenaikan Kapiler

γ
α

θ
Kebanyakan
cairan
θ=0

Digunakan untuk mengukur hanya


tegangan permukaan saja. γ=½rxhxρxg

Gaya adhesi > gaya kohesi


2. Metode Cincin Du NOUY

Force

Ring

Digunakan untuk mengukur


tegangan permukaan dan
tegangan antarmuka
KOEFISIEN SEBAR
(SPREADING COEFFICIENT)

Jika suatu senyawa ditempatkan pada permukaan


cairan, senyawa tersebut akan menyebar
membentuk lapisan film yang tipis apabila gaya
adhesi antara senyawa tersebut dengan cairan tsb
lebih besar dari gaya kohesi antar sesama molekul
senyawa tersebut.
A. Kerja Adhesi : kerja yang dibutuhkan untuk
memisahkan satu permukaan dari yang lain
(molekul tidak sejenis)
B. Kerja Kohesi : kerja yang dibutuhkan untuk
memisahkan permukaan molekul sejenis
Kerja Adhesi :
Wa = γL + γS - γLS

Kerja Kohesi :
Wc = 2 γL
Koefisien Sebar ( S ) = Wa - Wc
= γL + γS – γLS - 2 γL
= γS – γL - γLS
S = γS – ( γL + γLS )
➢Menyebar jika S nilainya positif atau kerja
adhesi lebih besar dari kerja kohesi.
➢ Penyebaran terjadi jika γs > jumlah tegangan
permukaan zat yang akan menyebar ( γL ) dan
tegangan antarmuka antara keduanya ( γLS ).
➢ Jika ( γL + γLS ) > γS, cairan tidak akan menyebar,
tetapi membantuk lensa yang mengapung.
➢ Catatan: ini terjadi sebelum kesetimbangan (kondisi
mula-mula).
Contoh soal
Jika tegangan permukaan dari air ( γS ) = 72,8
dyne/cm, tegangan permukaan benzen (γL) =
28,9 dyne/cm dan tegangan antarmuka air dan
benzen (γLS) = 35,0 dyne/cm, berapa koefisien
sebar mula-mula. Following equilibrium, γS`=
62,2 dyne/cm dan γL` = 28,8 dyne/cm, berapa
koefisien sebar akhirnya ?
ADSORPSI PADA PERMUKAAN CAIRAN
 Mol.2tertentu jika didispersikan ke dalam air/cairan akan
berada dipermukaan karena [ ] molekul berlebih pada
permukaan dibanding [ ] di dalam ruahan / bulk.
Energi bebas permukaan γ dari sistem

 Fenomena demikian dinamakan : adsorpsi


 Adsorpsidapat dianggap sebagai usaha untuk menurunkan
energi bebas permukaan.
 Koefisien sebar ?
ZAT AKTIF PERMUKAAN
 Mol. / ion2 yang diadsorpsi pada permukaan
dinamakan surfakatan ≈ zat aktif permukaan ≈
suface active agent
 Mol. Surfaktan bersifat amfifil

Polar

Non polar

Jadi dapat bersifat : - hidrofil


- lipofil
- seimbang
 Sehingga dikenal Hidrophil – Lipophil Balance
(HLB): perbandingan antara sifat hidrofil dan
lipofil suatu mol. surfaktan
 Griffin Mengklasifikasi Surfkatan sesuai dengan
HLB sebagai berikut :
- Senyawa dengan HLB tinggi lebih bersifat
hidrofil. Contoh : Tween = Polioksietilen
derivat dari sorbitan mempunyai HLB 9,6 –
16,7
- Senyawa dengan HLB rendah lebih bersifat
lipofil. Contoh : Span = Sorbitan ester
mempunyai HLB 1,8 – 8,6
Klasifikasi yang lebih terperinci menurut
fungsinya masing2 berdasar atas nilai HLB23
lihat Martin
HLB butuh :
24
Sistem emulsi m/a, fase minyaknya
memerlukan HLB tertentu dan dinamakan
HLB butuh.
HLB butuh suatu minyak akan berbeda
dalam sistem emulsi m /a atau a/m.
Contoh : Parafin liquid mempunyai HLB
butuh :
➢ 10 – 12 untuk emulsi m / a
➢ 5 – 6 untuk emulsi a / m
ADSORPSI PADA ANTARMUKA PADATAN
Adsorpsi pada antarmuka padat dapat berupa
cairan atau gas.
Adsorpsi gas pada permukaan padat di manfaatkan
untuk :
 Menghilangkan bau dari ruangan atau makanan
 Penggunaan masker gas
 Pengukuran dimensi partikel / serbuk
Adsorpsi cairan pada permukaan padat dimanfaatkan
untuk :
 Menghilangkan warna dari larutan
 Khromatografi adsorpsi
 Detergensi dan Pembasahan ( Wetting )
i. ADSORPSI GAS PADA PERMUKAAN
PADAT
Derajat adsorpsi gas oleh permukaan padat
tergantung pada :
- Sifat kimia adsorben (senyawa yang
mengadsorpsi) dan adsorbat (zat yang
diadsorpsi)
- Luas permukaan adsorben
- Suhu
- Tekanan parsial gas yang diadsorpsi
Tipe adsorpsi gas pada permukaan padat :
a. Adsorpsi fisik atau Van der Waals :
Bersifat reversible : adsorbat dapat dilepaskan
dari adsorben ( desorpsi ) dengan menaikkan
suhu atau menurunkan tekanan

b. Adsorpsi kimia atau Chemisorption


Adsorbat terikat secara kimia dengan adsorben
sehingga bersifat irreversible
Hubungan antara jumlah gas yang diadsorpsi secara
fisik dengan tekanan atau konsentrasi 28pada
kesetimbangan menghasilkan isoterm seperti pada
kurva berikut :

x log x
m m

p ( tekanan ) log p ( tekanan )


x = jumlah gas yang diadsorpsi ( gram / mol )
m = jumlah adsorben ( gram ) pada STP
( Standard Temperature & Pressure )
p = Tekanan pada keseimbangan
Kurva diatas dikenal dengan Isoterm Freundlich
dengan persamaan sebagai berikut : 29
1/n
y = x = Kp
m
Atau dalam bentuk log :
log x = log K + 1 log p
m n

merupakan pers. garis lurus

Fig. Schematic of
apparatus used to measure
the absorption of gases on
solids.
Langmuir : Molekul gas yang diadsorpsi pada
permukaan padat membantuk lapisan
30
dengan ketebalan 1 molekul
(monolayer)
pernyataan ini dikenal dengan Isoterm
Langmuir = Postulat Langmuir

Persamaan Isoterm Langmuir sebagai berikut :


P = 1 + P
y bym ym

Plot antara P/y terhadap P garis lurus


Isoterm Freundlich dan Isoterm Langmuir dikenal
31
Isoterm tipe I karena ada beberapa isoterm
lainnya yang dikembangkan oleh BET (Brunauer
Emmet and Teller  persamaan BET)

Ada 5 tipe isoterm :


❖ Tipe I, II & IV : membentuk mono layer
❖ Tipe III & V : membentuk multi layer

Pressure
 Luas permukaan padat (adsorben) dapat32
ditentukan dari isoterm I, II & IV dengan
mengalikan jumlah mol. gas yang diadsorpsi
(vol.) dengan luas permukaan penampang
melintang masing – masing mol.

 Luas permukaan per satuan bobot adsorben


disebut : permukaan Spesifik penting di
bidang farmasi berkaitan dengan kelarutan zat
aktif.
Pembasahan
 Bahan pembasah adalah surfaktan yang bila dilarutkan dalam
air, menurunkan sudut kontak yang sebelumnya ada, membantu
pemindahan fase udara pada permukaan dan menggantikan
fase tersebut dengan fase air.
 Contoh mekanisme pembasahan di bidang farmasi :
▪ Pemindahan udara dari permukaan sulfur, karbon dan serbuk
lainnya dengan tujuan mendispersikan obat – obat ini dalam
pembawa cair
▪ Penyebaran obat topikal ketika diaplikasikan pada tubuh
▪ Pemindahan kotoran dengan menggunakan detergen dalam
pencucian luka
➢ Kerja bahan pembasah yang paling penting yaitu MENURUNKAN
SUDUT KONTAK antara permukaan dan cairan pembasah.
➢ Sudut Kontak adalah sudut antara tetesan cairan dan
permukaan tempat cairan itu menyebar.
Pers. Young
γS = γSL + γl cos θ
S = γL (cos θ – 1)
Wa = WSL = γL (1 + cos θ)
Detergensi
 Tiap surfaktan yang bukan sabun merupakan detergen.
 Kerja sabun dan detergen sebagai pembersih didasarkan sifat
yang dikenal dengan detergensi.

Mekanisme detergensi :

Ekor hidrokarbon Noda minyak


anion detergen berangsur – angsur
melarut di dalam memisah dan
minyak membulat karena
anion detergen

Sejumlah kecil minyak tertahan di dalam


suspensi koloid oleh detergen. Kepala
anion mencegah minyak bersatu karena
partikel – partikel tersebut memiliki
muatan elektrik yang sama
CONTOH SOAL
(MARTIN FIFA edisi 5 No.16-11 hal 920)
a. Paruta dan Cross mempelajari penyebaran sejumlah
surfaktan (pemicu penyebaran) pada air; surfaktan-
surfaktan tersebut ditambahkan pada minyak mineral
sebagai uji laboratorium untuk rancangan krim dan losion
kosmetik. Tegangan permukaan air pada 250C adalah 72,0
dyne/cm. Tegangan permukaan losion uji 5 g/dL (5% b/v)
larutan sorbitan monooleate dalam minyak mineral
diketahui sama dengan 32,1 dyne/cm dan tegangan
antarmuka (γ) larutan minyak-surfaktan yang diukur
terhadap air adalah 5,7 dyne/cm. Hitunglah koefisien
sebaran awal, Sawal, larutan minyak-surfaktan (fase minyak)
pada air.

b. Apakah makna koefisien sebaran positif?


MARTIN FIFA EDISI 5 NO. 16-14 hal 921

Sudut kontak θ untuk suatu losion kulit bila dioleskan pada


punggung tangan sejumlah subyek diketahui memiliki nilai
rata-rata 103 derajat pada 240C. Tegangan permukaan, γL,
losion yang diukur pada 240C dalam suatu percobaan
kenaikan kapiler adalah 63,2 dyne/cm atau 63,2 mN m-1.
berapakah kerja adhesi, WsL, dan koefisien sebaran awal, Sawal,
untuk losion ini pada kulit?