Anda di halaman 1dari 28

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Rahmadianoor

NIM : 2016.C.08a.0761

Tanggal dan jam Pengkajian :05 November2018, 21:30 WIB

Ruangan Praktek : Ruangan Gardenia

1.1. Pengumpulan Data

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh pada tanggal 05


November2018, 21:30 WIB bertempat di ruangan Gardenia RS. Dr. Doris
Sylvanus Palangka Raya, dengan teknik anamnesa (wawancara), observasi,
pemeriksaan fisik, dan data dari buku keperawatan pasien, di dapat data – data
sebagai berikut :

1.2 Identitas Pasien

Nama : Ny.S

Umur : 47 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia

Agama : Islam

Pekerjaan : Swasta

Pendidikan : SD

Status Perkawinan : Menikah

Alamat : Jl. G Obos XVII(17)

Tanggal MRS : 28 Oktober 2018


Diagnosa Medis : Tuberculosis Paru

2. Riwayat Kesehatan/Perawatan
a. Keluhan utama
Klien mengatakan bahwa saya merasa mual , tidak nafsu makan, dan saya
merasa sulit bernafas karena adanya dahak
b. Riwayat penyakit sekarang
Klien mengatakan pada tanggal 28Oktober 2018 jam 07:23 klien
mengeluh mual dan batuk selanjutnya klien di bawa ke RS. Dr. Doris
Sylvanus oleh anaknya untuk mendapat penanganan medis, klien di rawat
di IGD pada jam 09:00 mendapatkan terapi obat Ranitidin 50 Mg iv dan
Moxifloxacim 400 Mg iv pada jam 12:00 di hari yang sama klien di
pindahkan ke ruang gardenia untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
c. Riwayat penyakit sebelumnya dan riwayat operasi
Klien mengatakan saya sebelumnya pernah di rawat di rumah sakit
dengan 6 bulan yang lalu dengan penyakit TB dan saya belum pernah di
operasi.

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada penyakit menurun seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus

Gambar 3.1. Genogram Keluarga

Keterangan :

: Laki – Laki : Tinggal satu rumah

: Perempuan : Hubungan Keluarga

: klien : meninggal
1. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan Umum

Kesadaran Compos Mentis, terpasang cateter, terpasang infus D5


15 tpm di tanagan kanan, terpasang oksigen 2 liter, dan cara berbaring
klien supinasi.

b. Status Mental

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian klien Kesadarannya


Compos Mentis ,ekspresi wajah lesu, bentuk badan kurus, cara
berbaring/bergerak terlentang , komunikasi dapat di mengerti atau
berbicara jelas, suasana hati kurang baik, penampilan cukup rapi.

Pada saat pengkajian orientasi, klien mampu membedakan pagi,


siang dan malam, klien mampu membedakan orang, dan tahu di mana
klien berada saat itu. Dan klien dapat menerima penyakitnya dengan baik.

c. Tanda-Tanda Vital
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian pada Ny.S di dapat
hasil tekanan darah 130/70, nadi 86x/menit, suhu 36,2 •c pada axilla, dan
respirasi 19 x/ menit.
d. Pernapasan
Bentuk dada klien simetris,merokok batang/hari tidak merokok,
batuk 6 bulan yang lalu, tidak ada batuk berdarah, sputum (dahak)bening.
Tidak ada sianosis, tidak ada nyeri dada, tidak ada sesak napas, tipe
pernasan dada dan perut, irama pernapasan teratur, suara napas vesikuler,
dan tidak ada suara nafas tambahan. Masalah keperawatan: Bersihan
jalan nafas tidak efektif.
e. Cardiovaskular
Tidak ada nyeri dada, tidak ada kram kaki, tidak pucat ada pusing,
tidak clubbing finger, tidak sianosis, tidak ada sakit kepala, tidak ada
palpitasi, tidak pingsan. Capillary refill< 2 detik, tidak ada edema, tidak
ada asites, ictus cordis tidak terlihat, tidak ada peningkatan vena jugularis,
suara jantung normal S1 - S2 tunggal.
f. Persyarafan
Berdasarkan pemeriksaaan dan pengkajian nilai GCS klien, mata
nilainya 4 karena klien dapat membuka mata dengan spontan, verbal
nilainya 5karena klien mampu mengucapkan kata – kata dengan jelas,
motorik nilainya 6 karena, klien dapat mengikuti perintah total nilai GCS
adalah 15 dengan kesadaran Compos mentis. Pupil klien isokor, dengan
reflek cahaya kiri dan kanan positif. Klien tidak ada mengalami nyeri,
klien tidak mengalami vertigo, tidak mengalami gelisah, tidak mengalami
aphasia, tidak mengalami kesemutan pada kaki dan tangan, tidak ada
tremor, tidak ada kejang, dan klien pelo.

Pemeriksaan saraf cranial

o nervus cranial I : klien mampu mengidentifikasi aroma parfum


o nervus cranial II : klien mampu melihat dengan jelas orang di
sekitarnya
o nervus cranial III reaksi pupil terhadap cahaya baik,
o nervus cranial IV : klien mampu menggerakan bola mata keatas
dan kebawah, nervus cranial V : klien mampu mengatupkan gigi,
o nervus cranial VI : klien mampu menggerakan mata ke
samping,kiri dan kanan
o NervuscranialVII : klien mampu mengencangkan wajahnya,dengan
tersenyum
o Nervus cranial VIII : klien mampu mendengar orang berbicara,
seperti mendengar saat di panggil namanya.
o Nervus cranial IX : klien mampu mengidentifikasi rasa manis,
o Nervus cranial X : klien berbicara jelas.
o nervus cranial XI : Dapat menggerakan Kepalanya,
o nervus cranial XII : klien mampu menjulurkan lidahnya.

Pemeriksaaan Uji koordinasi ektremitas atas dari jari ke jari


sebelah kiri positif, sebelah kananpositif , jari kehidung sebelah kanan
positif, sebelah kiri positif, ektremitas bawah, tumit ke jempol kaki positif,
dan uji kestabilan positif.
Pemeriksaan tes reflek pada bisep pada tangan kanan
Positif(+)pada kiri Positif (+) skala kanan 4, skala kiri 4. Pada reflek trisep
pada tangan kanan Positif (+) denganskala 4, pada tangan kiri Positif (+)
dengan skala 4. Pada brachioradialis kanan Positiff (+) dengan skala 4,
tangan kiri Positif(+) dengan skala 4. Pada patella pada kaki kanan
positif(+) skala 4 dan pada kaki kiripositif (+) dengan skala 4. Pada aciles
pada kaki kanan positif(+) dengan skala 4, dan pada kaki kiri (+) dengan
skala 4. Pada babinski pada kanan posistif (+), dan pada kaki kiri positif
(+).

g. Eliminasi ( Bladder )
Pasien eliminasinya lancar dan Tidak ada bantuan kateter, dengan
produksi urine 1 x /hari2000 ml, dengan warna kuning jernih dengan bau
khas amoniak. Tidak ada oliguri, poliuri, dysuri, tidak menetes, tidak ada
nyeri, tidak panas, tidak ada hematuria. Tidak ada masalah keperawatan
yang muncul.

h. Eliminasi Alvi (Bowel)


Bibir kering, gigi klien kurang dari 32, tidak ada perdarahan , gusi
candidiasisdan lidahcandidiasis, mukosanya lembab tidak ada peradangan,
tonsil normal tidak ada peradangan, BAB lancar 2 x , dengan warna
kuning, dengan konsistensi padat . Bising ususnya 10 x per menit, tidak
ada benjolan.

i. Tulang Otot dan Integumen


Kemampuan pergerakan sendi klien bebas, tidakada hemiparase,
tidak ada krepitasi, tidak ada nyeri, tidak ada bengkak, tidak ada kekakuan.
Ukuran otot pasien simetris. Kekuatan otot klien ektermitas atas kiri 5,
kanan 5 ektremitas bawah kiri 5, kanan 5, Tidak ada deformasi tulang,
tidak ada peradangan, tidak ada perlukaan, tidak ada patah tulang, tulang
belakang klien normal.

j. KulitRambut
Klien tidak memiliki riwayat alergi obat, makanan, dan kosmetik,
suhu kulit hangat, warna kulit normal,turgor kulit baik, teksture halus,
tidak ada lesi, tidak ada jaringan parut, teksture rambut halus, distribusi
rambut merata, bentuk kuku irregular dan kotor. Masalah keperawatan
Defisit perawatan diri.

k. Sistem Penginderaan
Penglihatan klien baik, fungsi penglihatan normal, bola mata
bergerak normal, sclera berwarna putih, konjungtiva berwarna merah
muda, kornea berwarna bening,tidak mengunakan alat bantu kaca mata.
Fungsi pendengaran normal, bentuk hidung simetris tidak ada lesi.

l. Leher dan Limfe


Tidak terdapat masa pada leher klien, tidak ada jaringan parut,
tidak ada teraba jaringan limfe, tidak ada teraba kelenjar tiroid, dan
mobilisasi leher klien normal.

m. Sistem Reproduksi
1. Reproduksi Wanita
Tidak di kajikarena tidak dapat persetujuan

n. Pola fungsi kesehatan


1. Persepsi terhadap kesehatan dan penyakit

Klien mengatakan, mengerti dengan penyakit yang di derita setelah


di jelaskan oleh dokter dan klien ingin segera sembuh dari sakit yang
dideritanya.

2. Nutrisi dan metabolisme

Klien memiliki tinggi badan 155 cm dengan berat badan 52 kg


sebelum sakit, sesudah sakit pasien berat badan 50 kg.
IMT= 50 = 17 ( normal)

(1.67x1.67)

Indeks Massa Tubuh Klasifikasi

<17 Sangat Kurus

17,0-18,5 Kurus

18,5-24,9 Normal

25,0-29,9 Gemuk

30,0-34,9 Obesitas Level I

35,0-39,9 Obesitas Level II

>40,0 Obesitas Level III

Frekuensi makannya sebanyak 3x sehari sebelum sakit dan 1x


sehari sesudah sakit, porsi sebelum sakit klien makan 1 porsi setelah
sakit klien makan dengan 2 porsijenis makanan yang dimakan sebelum
sakit biasanya nasi, lauk dan sayur, sesudah sakit klien makan bubur,
lauk, dan susu, sesudah sakit klien hanya minum air putih, sebelum sakit
klien minum air putih, jumlah minuman sebelum sakit 3000 cc, sesudah
sakitminum air putih 2000cc, kebiasaan makan sebelum sakit makanan
dihabiskan, sesudah sakit makanan tidak dihabiskan. Masalah
keperawatan yang muncul Defisit Nutrisis

2.Pola istirahat dan tidur

Pola istirahat dan tidur klien pada saat sakit pada siang hari 6 jam,
pada malam hari 20.00-06.00 pagi. Pola tidur klien sebelum sakit pada
siang hari 6 jam saja, pada malam hari 20.00- 05.00. Tidak ada masalah
keperawatan
3. Kognitif

Klien dan keluarga mengetahui tentang penyakit yang dideritanya


setelah dijelaskan oleh dokter dan perawat.

4. Konsep diri

Gambaran diri klien, klien menyukai dirinya yang sehat dan pasien
adalah seorang suami dari istri nya. Ideal diri, kelurga klien mengatakan
ingin cepat sembuh dan pulang. Identitas diri, klien adalah seorang
perempuan dan ibu rumah tangga untuk suami dan anaknya. Peran diri,
klien sebagai seorang ibu dari anak-anaknya.

5. Aktivitas sehari-hari

Sebelum sakit klien dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara


mandiri,Sesudah sakit klien tidak dapat melakukan tindakan sendiri, klien
dibantu oleh keluarganya. Masalah keperawatan intoleransi aktivitas

6. Koping-Toleransi terhadap stress


klien mengatakan Jika ada masalah klien selalu membicarakannya
dengan keluarganya untuk mendapat jalan keluar yang baik.

7. Nilai Pola Keyakinan

Keluarga Klien mengatakan tidak ada kegiatan keperawatan yang


menyimpang dari aturan dan nilai pola keyakinannya.

o. Sosial spiritual
1. Kemampuan berkomunikasi

Kliendapat berkomunikasi dengan baikBahasa Sehari – hari


Bahasa sehari-hari yang digunakan klien adalah bahasa Jawa dan
indonesia.

2. Hubungan dengan keluarga

Harmonis dengan adanya perhatian dari keluarga.

3. Hubungan dengan teman/ petugas kesehatan/ orang lain

Hubungan klien dengan teman dan petugas seperti perawat, dokter,


serta orang lain baik.

4. Orang Terdekat

Anak, cucu dan menantunya, serta suaminya.

5. Kebiasaan Menggunakan waktu luang

Klien menggunakan waktu luang dengan beristirahat, tidur ,


berbaring dan tidak mampu melakukan aktivitas apa - apa.

6. Kegiatan beribadah

Keluarga klien mengatakan sebelum sakit taat beribadah akan


tetapi selama sakit sudah jarang beribadah karena kondisi klien sedang
sakit.

7. Data Penunjang ( Laboratorium dan Radiologi)

05 November 2018
No Parameter Hasil / Satuan Nilai normal

1. Glukosa – Sewaktu 199 mg/ dl <200


2. Creatinin 1,14 mg/ dl 0,17 – 1,5

3 HGB 98 g/dl 11,0-15,0

4 BTA 13 <1

5 Diagnostik hasil I Reaktif Non Reaktif


Intec II Reaktif Non Reaktif
Oncoprobe III Reaktif Non Reaktif

No Parameter Result Unit Ref. Range

1. WBC 7,32 x 10 ^3/ ul 4.00 – 10.00

2. RBC 4,97 x 10 ^6/ ul 3,50 – 5,50

3 PLT 229 x 10 ^3/ ul 150 – 400

No Parameter Hasil Nilai normal

1. Natrium ( na) 135 135 -148 mmol/l

2. Kalium (k) 3,5 3,5 -5,3 mmol/l

3. Chlorida (ci) - 98 -106 mmol/l

4 Calcium (ca) 1,2 0,98 -1,2 mmol/l

8. Penatalaksanaan Medis

Rute Dosis Indikasi

(Oral) Pirazinamid Pirazinamid adalah obat yang


digunakan dengan obat lain
dengan fungsi untuk
mengobati tuberkulosis (TB).
Obat ini adalah antibiotik dan
bekerja dengan menghentikan
pertumbuhan bakteri. Obat
antibiotik ini hanya mengobati
infeksi bakteri. Obat ini tidak
akan bekerja untuk infeksi
virus (seperti flu biasa, pilek).
Penggunaan yang tidak perlu
atau penyalahgunaan
antibiotik apapun dapat
menyebabkan efektivitasnya
menurun.

(IV) Ranitidin obat yang dapat digunakan


untuk menangani gejala atau
2x1
penyakit yang berkaitan
dengan produksi asam berlebih
di dalam lambung.

Palangka Raya,05 November 2018

Mahasiswa

Rahmadianoor
NIM: 2016.c.08a.0761
ANALISA DATA

DATA SUBYEKTIF DAN KEMUNGKINAN MASALAH


DATA OBYEKTIF PENYEBAB

1. DS: Cairan dalam Bersih jalan nafas


Pleura tidak efektif
- Klien mengatakan saya
batuk dari 6 bulan yang Iritasi pleura

lalu dan saya juga susah Menempel di


mengeluarkan sekret. Jalan nafas

DO: Terhirup bronkus


Iritasi bronkus
- Klien tampak batuk
Peningkatan produksi
- Sputum berwarna bening
- TTV:TD:130/70mmHg Sputum

RR: 19x/ Menit Bersih jalan nafas tidak


efektif
N : 86x/ Menit

S : 36,2ᵒC

- Klien terlihat susah


mengeluarkan sekret

2. DS :

- Klien mengatakan saya persepsi nyeri Defisit nutrisi


tidak nafsu makan dan merespon aktifitas
saya juga merasa mual simpatis

DO: efek pada glukosa


menurun
- Klien hanya memakan pergerakan makanan
separo makanan saja melambat
- BB sebelum sakit 60 Kg makanan tertahan
dan BB sesudah sakit 50 di lambung
Kg
- IMT 17 mual/muntah
- TTV:TD:130/70mmHg anoreksia
RR: 19x/ Menit
Defisit nutrisi

N : 86x/ Menit

S : 36,2ᵒC

3. DS : TB menginfeksi Intoleransi
tulang belakang aktivitas
- Klien mengatakan saya
temerasa lemas, dan saya nyeri

jika ingin beraktivitas di kelemahan


bantu keluarga. Intoleransi aktivitas
DO :

- Klien tampak beraktivitas


di tempat tidur.
- Klien di bantu saat
beraktivitas
- Tampak pergerakan klien
terbatas
- Klien tampak lemas
PRIORITAS MASALAH

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkata


produksi sputum di tandai dengan, Klien tampak batuk, Sputum
berwarna bening, TTV:TD:130/70mmHg, RR: 19x/ Menit, N
:86x/ Menit, S : 36 ,2ᵒC, Klien terlihat susah mengeluarkan sekret
2. Defisit nutrisi berhubungan dengan mual/muntah di tandai dengan
,Klien hanya memakan separo makanan saja, BB sebelum sakit 60
Kg dan BB sesudah sakit 50 Kg, IMT 17, TTV:TD:130/70mmHg,
RR: 19x/ Menit, N :86x/ Menit, S : 36 ,2ᵒC
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan di tandai
dengan Klien tampak beraktivitas di tempat tidur., Klien di bantu
saat beraktivitas, Tampak pergerakan klien terbatas, Klien tampak
lemas
RENCANA KEPERAWATAN

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional

1. Bersihan jalan nafas Setelah dilakukan 1. observasi adanya 1. mengetahui adanya ambatan
tidak efektif tindakan selama 3x ganggua respirasi respirasi
berhubungan dengan 24 jam dihararapkan 2. berikan terapi O2 2. memudahkan klien dalam
peningkata produksi Bersihan jalan nafas 3. ajarkan klien bernafas
sputum tidak efektifklien melakukan batuk 3. agar sekret klien keluar
dapat teratasidengan efektif 4. mengurangi produksi sekret
kriteria hasil : 4. kolaborasi dengan
dokter dalam
- klien mengatakan
pemberian
tidak ada gangguan
antibiotik
respirasi

1. respirasi normal
16- 20x/mt
2. tidak ada sianosis
3. tidak ada sekret
atau dahak
2. Setelah dilakukan 1. observasi tanda-tanda 1. mengetahui keadaan umum
Defisit nutrisi
tindakan vital klien
berhubungan dengan
mual/muntah keperawatan selama 2. kaji intake makanan 2. mengetahui makanan yang
3x 7 jam di harapkan 3. anjurkan klien makan masuk
Defisit nutrisi klien sedikit tapi sering 3. agar klien tidak mual
dapat teratasi kriteria 4. kolaborasi dengan ahli 4. agar makanan yang di
hasil : gizi dalam diet rendah berikan sesuai dengan diet
garam klien
- BB normal 60 kg
5. kolaborasi dengan 5. agar klien tidak mual
- Imt 18-24 normal dokter dalam
pemberian obat h2
-tidak ada malnutrisi
(ranitidin)
- tidak ada
penurunan BB

3 Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan 1. kaji pola aktivitas 1. mengetahui pola aktivitas
Berhubungan dengan tindakan klien klien
kelemahan keperawatan 2. bantu klien melakukan 2. agar klien mjudah
selama 3x 7 jam di aktivitas beraktivitas
harapkan 3. eukasi klien dan 3. agar klien dan keluarga
Intoleransi aktivitas keluarga pentingnya tahu pentingnya
klien dapat teratasi aktivitas melakukan aktifitas
kriteria hasil : 4. kolaborasi dengan 4. agar klien mjudah
- klien dapat perawat lainnya beraktivitas
bergerak dalam membantu
mandiri klien beraktivitas
- tidak terjadi
kekakuan
- tidak terjadi
kelemhan
- klien mudah
beraktivitas
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Nama pasien : Ny. S

Ruangan : Gardenia

Hari dan tanggal Implementasi Evaluasi (SOAP) Tanda tangan dan Nama
perawat

Senin , 05 November 1. Megobservasi adanya S:


2018 Jam 21.30 WIB ganggua respirasi
- klien mengatakan
2. Memberikan terapi O2
dahak saya mulai
3. Mengajarkan klien
berkurang dan nafas
melakukan batuk efektif
saya terasa lega.
4. Berkolaborasi dengan
dokter dalam pemberian O:
antibiotik
- klien tampak tidak Rahmadianoor
kesusahan dalam
bernafas
- klien tampak lega
setelah di pasang 02
klien melakukan batuk
efektif sesuai saran
- klien merasa nyaman
setelah di berikan obat
obat oral parazinamid
A:

- masalah Bersihan
jalan nafas tidak
efektif teratasi

P:
- Ajarkan klien
melakukan batuk
efektif
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Nama pasien : Ny.S

Ruangan : Gardenia

Hari dan tanggal Implementasi Evaluasi (SOAP) Tanda tangan dan Nama
perawat

Senin , 05 November 1. Mengobservasi tanda- S :


2018 Jam 21:45 tanda vital
- klien mengatakan saya
WIB 2. Mengkaji intake makanan
masih merasa mual dan
3. Menganjurkan klien
saya juga merasa tubuh
makan sedikit tapi sering
saya lemas
4. Berkolaborasi dengan ahli
gizi dalam diet rendah O : Rahmadianoor
garam
- TTV:TD:130/70mmHg
5. Bekolaborasi dengan
RR: 19x/ Menit
dokter dalam pemberian
obat h2 (ranitidin) N : 86x/ Menit

S : 36,2ᵒC

- Klien hanya memakan


separo makanan saja
- Klien tampak mengikuti
anjuran makan sedikit tapi
sering
- Ahli gizi tampak
memberikan makanan nasi
lauk dan sayur
- Klien nyaman setelah di
injeksi ranitidin
A : masalah defisit defisit nutrisi
belum teratasi

P:

1. observasi tanda-tanda vital


2. kaji intake makanan
3. anjurkan klien makan
sedikit tapi sering
4. kolaborasi dengan ahli gizi
dalam diet rendah garam
5. kolaborasi dengan dokter
dalam pemberian obat h2
(ranitidin)
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Nama pasien : Ny.S

Ruangan : Gardenia

Hari dan tanggal Implementasi Evaluasi (SOAP) Tanda tangan dan Nama
perawat

Senin , 05 November 1. Mengkaji pola aktivitas klien S:


2018 Jam 21:45 WIB 2. Membantu klien melakukan
- klien mengatakan
aktivitas
saya masih terasa
3. Mengedukasi klien dan
lemas
keluarga pentingnya aktivitas
4. Berkolaborasi dengan O :
perawat lainnya dalam Rahmadianoor
- klien tampak
membantu klien beraktivitas
berbaring dan
duduk di tempat
tidur
- Klien tampak
meminta bantuan
ke petugas
kesehatan
- Klien dan keluarga
paham tentang
pentingnya
aktivitas
- Perawat lain
tampak membantu
klien
A : masalah intoleransi
aktivitas belum teratasi

P:

1. kaji pola aktivitas


klien
2. bantu klien
melakukan aktivitas
3. eukasi klien dan
keluarga pentingnya
aktivitas
4. kolaborasi dengan
perawat lainnya
dalam membantu
klien beraktivitas
CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/ Tanggal Diagnosa keperawatan Catatan Perkembangan

Selasa 06 Defisit nutrisi S:


november 2018
jam 21:20 wib - klien mengatakan saya masih merasa mual dan saya juga merasa tubuh saya
lemas

O:

- TTV:TD:126/65mmHg
RR: 21 x/ Menit

N : 90x/ Menit

S : 36 ᵒC

- Klien hanya memakan beberapa sendok makanan saja


- Klien tampak mengikuti anjuran makan sedikit tapi sering
- Ahli gizi tampak memberikan makanan nasi lauk dan sayur
- Klien nyaman setelah di injeksi ranitidin
A : masalah defisit defisit nutrisi belum teratasi hentikan intervensi, intervensi akan di
lanjutkan perawat lainnya.

P :Anjurkan klien makan sedikit tapi sering


CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/ Tanggal Diagnosa keperawatan Catatan Perkembangan

Selasa 06 Intoleransi aktivitas S:


november 2018
jam 22:00 wib - klien mengatakan badan saya masih terasa lemas dan saya juga kesulitan untuk
beraktivitas

O:

- klien tampak berbaring dan duduk di tempat tidur


- Klien tampak masih meminta bantuan ke petugas kesehatan
- Klien dan keluarga paham tentang pentingnya aktivitas
- Perawat lain tampak membantu klien dalam beraktivitas
A : masalah intoleransi aktivitas belum teratasi hentikan intervensi, intervensi akan di
lanjutkan perawat lainnya

P :Edukasi klien dan keluarga pentingnya aktivitas