Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

“KITAB AL JAMI’ AL SHAHIH AL BUKHARI”

Disusun untuk memenuhi tugas: Analisis Sanad I

Dosen pengampu : Arif Chasanul Muna, MA.

Disusun Oleh :

Kherul Huda (2033116010)

Program Studi Ilmu Hadits

Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Banyaknya kitab-kitab hadis di masa sekarang merupakan bentuk kemudahan bagi kaum
muslimin dalam mempelajari hadis dan ilmunya.Sungguh besar jasa mereka yang telah
mengumpulkan hadits-hadits Nabi ke dalam sebuah kitab sehingga dapat dipelajari dengan
mudah.Itu merupakan amal jariah yang tidak terputus karena dengan adanya kitab-kitab itu,
kita dapat mengetahui bagaimana Rasulullah dalam menyikapi suatu permasalahan.

Satu hal yang membedakan antara penghimpunan hadits pada masa ini dengan pada masa
sebelumnya adalah bahwa para ulama abad ini sangat memperhatikan kualitas hadits ditinjau
dari berbagai seginya, seperti kualitas dan jumlah perawinya, serta ketersambungan sanadnya
dengan tidak mengabaikan sistematika dan metodologi dalam penyusunan kitab-kitabnya.
Dari situlah lahir kitab-kitab hadits yang oleh para ulama dinilai sebagai kitab standar yang
dikenal dengan istilah al-Kutub as-Sittah yang darinya lahir berbagai kitab-kitab syarahnya.

B. Rumusan masalah
a) Biografi singkat imam Bukhari
b) Sejarah penyusunan al-Jami’ al-Shahih
c) Metode penyusunan al-Jami’ al-Shahih
d) Meode penyeleksian al-Jami’ al-Shahih
e) Jumlah Hadits pada kitab Shahih Bukhari
f) Jumlah Bab dalam kitab Shahih Bukhari
BAB II
PEMBAHASAN

A. Biografi singkat Imam al-Bukhari

Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mugirah bin Bardizbah al-
Ju'fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara
para ahli hadits sejak dulu hingga sekarang. Bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud,
Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah.Bahkan, dalam kitab-kitab fikih dan hadits, hadits-hadits
beliau memiliki derajat yang tinggi.Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin
fil-Hadis (Pemimpin kaum mukmin dalam hal ilmu hadis)1.Dalam bidang ini, hampir semua
ulama di dunia merujuk kepadanya.

Kecintaan Imam al Bukhari terhadap hadits diwarisi dari ayahandanya.Hal ini


dibuktikan dengan concern-nya al-Bukhari terhadap hadits, dimana ketika berumur 10 tahun,
beliau telah mulai mempelajari dan menghafal hadits.Bukhari berguru kepada Syekh Ad-
Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara.Ketika berusia 16 tahun beliau
menunaikan ibadah haji dan belajar pada ulama-ulama hadits terkenal di tanah suci itu.Usaha
untuk mendalami hadits Nabi tidak hanya sampai disitu. Pada usia 18 tahun, dia menerbitkan
kitab pertama Kazaya Sahabah wat-Tabi'in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Wakil
bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam
satu kitab, dimana dari satu juta hadis yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi
7.275 hadits.

Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin
Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah
dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.2

Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits Shahih, Bukhari menghabiskan waktu


selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits,
mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain
Basrah, Mesir, Hijaz (Mekah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat.

1
Faisal Rosidin Mukarom & Sugiyono, Menelaah Hadis (Solo: PT Tiga Serangkai,2013) hal.132
2
Ibid.hal 132
Imam Al Bukhari sebenarnya bukan hanya sekedar tokoh ahli hadits sebagaimana
dikenal selama ini.Tetapi beliau juga dikenal sebagai sejarawan (muarrikh) dan seorang ahli
fiqih (faqih).3 Meskipun beliau menulis beberapa kitab hadits atau ilmu hadits, namun yang
membawa namanya ke peringkat teratas sebagai tokoh ahli hadits adalah kitabnya yang
berjudul al-Jami' al-Musnad Al-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasul Allah Shalla Allah
'Alaihi wa Sallam wa Sunnahi wa Ayyamihi yang disingkat dengan al-Jami' al-Shahih dan
populer dengan sebutan Shahih al-Bukhari.

B. Sejarah Penyusunan Kitab Shahih Bukhari

Pada akhir masa tabi'in, atau pertengahan kedua abad ke-2H, Hadits-hadits Nabi mulai
dibukukan dan dikonfirmasikan.Metode penulisanya juga terbatas pada bab-bab tertentu saja.
Kemudian pada tahap selanjutnya, para ulama periode berikutnya menulis hadits-hadits
lengkap daripada cara penulisan sebelumnya. Mereka menuliskan hadits-hadits yang
menyangkut masalah-masalah hukum secara luas.Hanya saja tulisan-tulisan mereka juga
masih bercampur dengan fatwa-fatwa sahabat, tabi'in dan tabi'tabi'in.

Pada awal ke-3 H, penulisan hadits memilah dan menyeleksi secara tersendiri antara hadits
yang dipisahkan dari fatwa sahabat dan tabi'in. Metode penulisan pada periode ini berbentuk
musnad, yang ditulis berdasarkan nama sahabat kemudian hadits-hadits yang diriwayatkan
dari padanya. Hadits-hadits yang terdapat dalam kitab musnad inipun juga masih bercampur
antara hadits-hadits yang berkualitas Shahih, Hasan, dan da'if. Bagi pemuka hadits,
tampaknya tidak menjadi persoalan dalam membedakan mana hadits yang Shahih dan mana
hadits yang tidak Shahih.Akan tetapi tidak demikian halnya dengan umat pada umumnya,
yang tidak memahami secara benar bagaimana menentukan kualitas hadits.Sehingga sangat
dibutuhkan buku yang memuat hadits-hadits shahih saja. Adalah Ishaq bin Rahawaih, salah
seorang guru imam Al Bukhari menyarankan pada al-Bukhari agar menulis kitab yang
singkat, yang hanya memuat hadits-hadits Shahih saja.4

Disamping masalah diatas, penulisan kitab al-Jami' al-Shahih tersebut juga diperkuat
dengan dorongan moral dimana al-Bukhari pernah bermimpi bertemu dengan Nabi

3
.SumbulahUmi, Studi 9 Kitab Hadis Sunni (Malang, UIN Maliki Press,2013) hal.22
4
Ibid.hal 23
Muhammad SAW5 dan berdiri tempat didekat beliau sambil mengipasinya. Menurut ahli
ta'bir, mimpi itu memiliki makna bahwa al-Bukhari akan membersihkan kebohongan-
kebohongan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam kepada Rasulullah. "Itulah yang
mendorong saya untuk menulis al-Jami' al-Shahih", demikian tutur al-Bukhari.

Imam al-Bukhari menamakan kitab shahihnya dengan namaal-Jami' al-Shahih al-


Mukhtashar min Umur Rasul Allah SAW wa Sunanih wa Ayyamih. Perkataan al-Jami'
memberi pengertian bahwa kitab yang ditulisnya itu menghimpun hadits-hadits hukum,
fadail, berita-berita tentang hal-hal yang akan datang,sopan santun, kehalusan budi dan
sebagainya. Kata al-Shahih memberi pengertian bahwa al-Bukhari tidak memasukan ke
dalam kitabnya tersebut hadits-hadits yang berkualitas da'if. Kata al-Musnad mengandung
arti bahwa ia hanya memasukkan hadits-hadits yang bersambung sanadnya melalui para
sahabat sampaikepada rasul, baik perkataan, perbuatan maupun ketetapan (taqrir).6

C. Metode Penyusunan

Imam Bukhari menyusun kitab Shahihnya dengan metodologi yang cermat.Ia dalam kitab
Shahih-nya selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan yang paling tinggi, dan tidak
turun pada tingkat tersebut kecuali dalam beberapa hadits yang bukan merupakan materi
pokok dari sebuah bab, seperti hadits mutabi’dan hadits syahid, dan hadits-hadits yang
diriwayatkan dari sahabat dan tabi’in. Adapun secara rinci metodologi yang digunakannya
dalam menyusun kitabnya adalah sebagai berikut:

1. Dalam meriwayatkan hadits, beliau memilih sanad hadits yang diriwayatkan oleh
perawi yang paling sempurna dari sanad-sanad yang ada. Hal itu dapat beliau ketahui
dari pengalaman beliau menyusun kitab tarikh yang berisi biografi dan perjalanan
para perawi.
2. Dalam shahihnya, beliau membagi topik pembahasannya menjadi sembilan puluh
tujuh bahasan. Dengan sekian sub bahasan, menjadikan kitab shahih Buhari sebagai
kitab yang jami’, (paling mencakup) dari enam kitab hadits yang ada
3. Memiliki susunan dan penataan yang amat sempurna. Dengan diawali dari kitab
(bahasan tentangbad’u al-wahyu (permulaan wahyu), yang mengisyaratkan bahwa

5
Ibid.hal 23
6
Ibid.hal 24
agama ini asalm muasalnya berasal dari wahyu, kemudian disusul dengan kitab al-
iman,kemudian al-‘ilm lalu wudhu’.
4. Dalam penyusunannya, beliau mencantumkan banyak sub bahasan yang berkaitan
dengan hukum-hukum syariat, sejarah, perbudakan zuhud, adab dan etika, aqidah
tanda-tanda kiamat, tafsir, dan lain-lain.
5. Hadits-hadits yang terdapat dalam shahihnya merupakan hadits pilihan dari ratusan
ribu hadits, dan diambil khusus hadits-hadits shahih yang memiliki derajat yang amat
sempurna. Hal ini sesuai dengan nama kitab shahihnya, yaitu al-Jami’ al-Musnad as-
Shahih.
6. Beliau mencamtumkan sekitar empat ribu hadits dengan tanpa diulang. Beliau sengaja
tidak mencamtumkan semua hadits shahih dalam karyanya ini karena khawatir terlalu
panjang. Selain itu untuk menunjukkan kekuatan kualitas sanad hadits tersebut juga
sebagai informasi siapa saja perawin, khususnya dari kalangan gurunya yang
meriwayatkan hadits tersebut. Selain itu juga, untuk menjelaskan identitas para perawi
yang terkadang nama mereka dalam beberapa riwayat tidak disebutkan secara jelas.

7. Hadits-hadits yang beliau riwayatkan dengan beberapa sanad memiliki banyak


manfaat, di antaranya: menunjukkan perbedaan matan yang terdapat dalam hadits
tersebut. Perbedaan bisa terjadi pada pilihan kata, bisa juga berupa tambahan atau
pengurangan kalimat. Selain itu untuk menunjukkan perbedaan kondisi sanad yang
dipengaruhi oleh sanad yangmuttashil dan yang mursal.
8. Pemilihan judul bab sangat jeli dan mencerminkan isi dari hadits-hadits yang
diantumkan di dalamnya, bahkan merupakan hukum dan kesimpulan dari hadits yang
tecantumkan di bawahnya. Hingga terdapat ungkapan di kalangan ulama hadits yang
isinya merupakan pengakuan atas kejelian dan kecerdasan ini dengan istilahfiqih al-
Bukhari fi tarajumihi(isi hadits-hadits Bukhari dapat dipahami dari nama-nama
babnya).
9. Hadits-hadits yang diriwayatkan secara mu’allaq, ternyata telah beliau riwayatkan
secara muttashildalam bab lain. Dengan demikian hadits-haditsmu’allaq dalam shahih
Bukhari masuk dalam kategori hadits Shahih.
D. Metode Penyeleksian

Dalam kitab ini, al-Bukhari tidak menguraikan kriteria-kriteria hadits yang dihimpun.
Akan tetapi dengan memperhatikan nama kitab tersebut, menunjukkan bahwa ia hanya
memasukkan hadits-hadits Shahih ke dalamnya. Dalam menyeleksi hadits-hadits yang akan
dimuat pada kitabnya ini, al-Bukhari telah mengikuti kaidah penelitian ilmiah yang benar,
sehingga keshahihan haditsnya dapat diyakini sepenuhnya. Dalam hal ini, al-Bukhari telah
menggariskan beberapa syarat yang tegas untuk sebuah hadits yang bisa dikategorikan
sebagai sahih menurutnya, yaitu:

1. Perawi harus memenuhi tingkat kriteria paling tinggi dalam hal kepribadian,
keilmuan, dan standar akademis seperti adil, dhabith dan Muttaqin.
2. Harus ada informasi positif tentang para perawi yang menerangkan bahwa mereka
saling bertemu muka (mu'asharah) dengan perawi sebelumnya apalagi jika hadits itu
mu'an'an dan bahwa para murid pernah belajar langsung (liqa') dari Syaikh yang
menyampaikan haditsnya.
3. Sanadnya harus bersambung-sambung sehingga hadits Mursal, munqathi', dan
mu'adhdhal, tidak dikatagorikan ke dalam hadits Shahih.
4. Matan haditsnya tidak janggal (syadz) dan tidak ada Illat (mu'allal).7

Apabila suatu hadits memiliki suatu kriteria dan syarat-syarat tersebut maka Shahihlah
hadits tersebut.

E. Jumlah Hadits

Menurut imam Ibnu Shalah, seperti yang dikutip oleh Muhammad Abu Syuhbah,
bahwa kitab Shahih al-Bukhari berisi 7275 hadits dengan pengulangan dan apabila tanpa
pengulangan jumlah hanya 4000 hadits. Kitab Shahih al-Bukhari ini tersusun dari kitab
dan setiap kitab terdiri dari beberapa bab. Secara keseluruhan kitab Shahih ini mencakup
97 kitab dan 3450 bab. Masing-masing bab terdiri dari beberapa hadits.

7
Suryadilaga M al-Fatih, Ulumul Hadis (Yogyakarta: Teras,2010)hal
F. Jumlah Bab

Secara keseluruhan kitab Shahih ini mencakup 97 kitab dan 3450 bab. Masing-masing bab
terdiri dari beberapa hadits. Berikut ini nama bab .

No Kitab Arti Jumlah Jumlah Hadis


Bab
1 ِ ‫الوحْ ي‬
َ ‫اب بَد ِْء‬
ُ َ‫ب‬ Permulaan wahyu 6 7 (No Hadits 1-7)
2 ‫ان‬
ِ ‫اإلي َم‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Iman 42 77 ( No Hadits 8-84)
3 ‫اب ال ِع ْل ِم‬
ُ َ‫ِكت‬ Ilmu 53 75 ( No Hadits 85-159)
4 ‫ُوء‬
ِ ‫الوض‬ ُ َ ‫ِكت‬
ُ ‫اب‬ Wudhu’ 75 112 ( No Hadits
5 ْ ُ‫اب الغ‬
‫س ِل‬ ُ َ ‫ِكت‬ Mandi 29 45 (No Hadits
6 ُ َ‫ِكت‬
‫اب ال َحيْض‬ Haidh 30 39 ( No Hadits
7 ‫اب التَّيَ ُّم ِم‬
ُ َ‫ِكت‬ Tayamum 9 14 ( No Hadits
8 ‫صالَ ِة‬ ُ َ ‫ِكت‬
َّ ‫اب ال‬ Sholat 109 171 ( No Hadits
9 ‫صالَ ِة‬
َّ ‫ت ال‬ ُ َ ‫ِكت‬
ِ ‫اب َم َوا ِقي‬ Waktu-waktu Sholat 41 81 ( No Hadits
10 ِ َ‫اب األَذ‬
‫ان‬ ُ َ ‫ِكت‬ Adzan 166 272 ( No Hadits
11 ُ َ‫ِكت‬
‫اب ال ُج ُمعَ ِة‬ Jum’at 41 65 ( No Hadits
12 ِ ‫صالَ ِة ال َخ ْو‬
‫ف‬ ُ ‫أَب َْو‬
َ ‫اب‬ Sholat dalam keadaan 6 5 ( No Hadits
takut
13 ُ ‫أَب َْو‬
‫اب ال ِعي َدي ِْن‬ Dua hari raya 26 41 ( No Hadits
14 ‫اب ال ِوتْ ِر‬ُ ‫أَب َْو‬ Witir 7 14 ( No Hadits
15 ِ ‫س َق‬
‫اء‬ ْ ِ‫ست‬ ُ ‫أَب َْو‬
ْ ‫اب ِاِل‬ Sholat Meminta hujan 29 34 ( No Hadits
16 ‫وف‬
ِ ‫س‬ ُ ‫أَب َْو‬
ُ ‫اب ال ُك‬ Sholat Gerhana 19 26 ( No Hadits
17 ِ ‫س ُجو ِد القُ ْر‬
‫آن‬ ُ ‫أَب َْو‬
ُ ‫اب‬ Sujud (tilawah) Al- 12 12 ( No Hadits
Quran
18 ‫صالَ ِة‬
َّ ‫ير ال‬ ُ ‫أَب َْو‬
ِ ‫اب تَ ْق ِص‬ Meringkas sholat 20 39 ( No Hadits
19 ‫كتاب التهجد‬ Tahajjud 37 67 ( No Hadits
20 ‫كتاب فضل الصالة في مسجد‬ Keutamaan Sholat di 6 9 ( No Hadits
‫مكة والمدينة‬ Masjid Makkah dan
Madinah
21 ‫صالَ ِة‬ ُ ‫أَب َْو‬
َّ ‫اب العَ َم ِل فِي ال‬ Perbuatan dalam Sholat 18 25 ( No Hadits)
22 ‫أبواب ما جاء في السهو‬ Hadis tentang Sujud 9 12 ( No Hadits)
Sahwi
23 ‫اب ال َج َنائِ ِز‬
ُ َ ‫ِكت‬ Jenazah 98 157 ( No Hadits)
24 َّ ‫اب‬
‫الزكَا ِة‬ ُ َ‫ِكت‬ Zakat 78 117 ( No Hadits)
25 ‫ج‬ ُ َ‫ِكت‬
ِ ‫اب ال َح‬ Haji 151 259 ( No Hadits)
26 ُ ‫أَب َْو‬
‫اب العُ ْم َر ِة‬ Umrah 20 32 ( No Hadits)
27 ُ ‫أَب َْو‬
‫اب ال ُمحْ ص َِر‬ Orang yang tertahan 10 14 ( No Hadits)
Umroh dan haji
28 ‫كتاب جزاء الصيد‬ Sanksi perburuan di 27 45 ( No Hadits)
tanah haram
29 ‫كتاب فَضَائِ ِل ال َمدِينَ ِة‬ Keutamaan Madinah 12 23 ( No Hadits)
30 ُ َ‫ِكت‬
‫اب الص َّْو ِم‬ Puasa 69 116 ( No Hadits)
31 ِ‫صالَ ِة التَّ َرا ِويح‬ ُ َ‫ِكت‬
َ ‫اب‬ Sholat Tarawih 1 5 ( No Hadits)
32 ‫كتاب فضل ليلة القدر‬ Keutamaan Lailatul 5 10 ( No Hadits)
Qodar
33 ‫َاف‬ ُ َ ‫ِكت‬
ِ ‫اب ِاِل ْعتِك‬ I’tikaf 19 21 ( No Hadits)
34 ِ‫اب البُيُوع‬ ُ َ ‫ِكت‬ Jual Beli 113 191 ( No Hadits)
35 ‫س َل ِم‬ ُ َ‫ِكت‬
َّ ‫اب ال‬ Jual beli Salam 8 17 ( No Hadits)
36 ‫ش ْفعَ ِة‬ ُ َ‫ِكت‬
ُّ ‫اب ال‬ Asy-Syuf’ah 3 2 ( No Hadits)
37 ‫َار ِة‬
َ ‫اإلج‬ ُ َ ‫ِكت‬
ِ ‫اب‬ Sewa menyewa 22 26 ( No Hadits)
38 ِ َ‫ِكتَاب الح ََواِل‬
‫ت‬ Pemindahan hak 3 11 ( No Hadits)
39 ‫كتاب الكفالة‬ 5 8 ( No Hadits)
40 ‫الوكَالَ ِة‬
َ ‫ِكتَاب‬ Perwakilan 16 20 ( No Hadits)
41 ‫ع ِة‬ َ ‫ِكتَاب ال ُم َز‬
َ ‫ار‬ Masalah Pertanian 21 30 ( No Hadits)
42 ‫ساقَا ِة‬
َ ‫ِكتَاب ال ُم‬ 17 33 ( No Hadits)
ِ ‫اض َوأَد‬
43 ‫َاء‬ ِ ‫س ِت ْق َر‬
ْ ‫ِكتَاب ِفي ِاِل‬ Mencari Pinjaman dan 20 24 ( No Hadits)
ِ ‫ون َوالحَجْ ِر َوالتَّ ْف ِل‬
‫يس‬ ِ ُ‫ال ُّدي‬ Melunasi hutang
44 ‫ت‬ ُ ‫ِكتَاب ال ُخ‬
ِ ‫صو َما‬ Persengketaan 10 15 ( No Hadits)
45 ‫ِكتَاب فِي ال ُّلقَ َط ِة‬ Barang Temuan 12 13 ( No Hadits)
46 ‫ب‬ ْ َ‫ِكتَاب ال َم َظا ِل ِم َوالغ‬
ِ ‫ص‬ Perbuatan Dhalim dan 35 42 ( No Hadits)
Merampok
47 ‫ِكتَاب الش َِّر َك ِة‬ Persekutuan usaha 16 24 ( No Hadits)
48 ‫الر ْه ِن‬
َّ ‫ِكتَاب‬ Gadai 6 8 ( No Hadits)
49 ِ ْ‫ِكتَاب ال ِعت‬
‫ق‬ Membebaskan budak 20 42 ( No Hadits)
50 ‫ب‬
ِ ِ‫كتاب ال ُمكَات‬ 5 5 ( No Hadits)
51 ‫يض‬ ْ َ‫اله َب ِة َوف‬
ِ ‫ض ِلهَا َوالتَّحْ ِر‬ ِ ‫اب‬ُ َ‫ِكت‬ Pemberian dan 37 70 ( No Hadits)
‫علَ ْيهَا‬
َ keutamaannya dan
52 ‫ت‬
ِ ‫شهَادَا‬ ُ َ‫ِكت‬
َّ ‫اب ال‬ Kesaksian 30 52 ( No Hadits)
53 ِ ‫ص ْل‬
‫ح‬ ُ َ‫ِكت‬
ُّ ‫اب ال‬ Perdamaian 14 20 ( No Hadits)
54 ‫وط‬ ُ َ‫ِكت‬
ِ ‫اب الش ُُّر‬ Syarat-syarat 19 26 ( No Hadits)
55 ‫الوصَايَا‬
َ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Wasiat 36 43 ( No Hadits)
56 ‫الس َي ِر‬
ِ ‫الجهَا ِد َو‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Jihad dan penjelajahan 199 308 ( No Hadits)
57 ِ ‫اب فَ ْر‬
‫ض ال ُخ ُم ِس‬ ُ َ‫ِكت‬ Bagian Seperlima 20 64 ( No Hadits)
(Ghanimah)
58 ‫الج ْزيَ ِة‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Jizyah 22 33 ( No Hadits)
59 ِ ‫الخ ْل‬
‫ق‬ َ ‫اب بَد ِْء‬
ُ َ‫ِكت‬ Permulaan Penciptaan 17 135 ( No Hadits)
makhluk
60 ِ ‫ث األَ ْنبِ َي‬
‫اء‬ ِ ‫اب أَحَادِي‬
ُ َ‫ِكت‬ Hadis tentang para Nabi 54 162 ( No Hadits)
61 ِ ‫اب ال َمنَا ِق‬
‫ب‬ ُ َ ‫ِكت‬ Kitab pengakuan 28 159 ( No Hadits)
keutamaan (reputasi)
62 ُ‫صلَّى هللا‬
َ ِ ‫ب ال َّن ِبي‬ِ ‫صحَا‬ ْ َ‫كتاب أ‬ Sahabat-sahabat Nabi 30 126 ( No Hadits)
‫س َّل َم‬
َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ SAW
63 ِ ‫ب األَ ْنص‬
‫َار‬ ِ ِ‫كتاب َمنَاق‬ Keutamaan Anshar 53 172 ( No Hadits)
64 ‫اب ال َمغَ ِازي‬
ُ َ‫ِكت‬ Peperangan 89 576 ( No Hadits)
65 ‫آن‬ ِ ‫اب ت َ ْفس‬
ِ ‫ِير القُ ْر‬ ُ َ‫ِكت‬ Tafsir Al-Quran 381 503 ( No Hadits)
66 ِ ‫اب فَضَائِ ِل القُ ْر‬
‫آن‬ ُ َ ‫ِكت‬ Keutaan Al-Quran 37 88 ( No Hadits)
67 ‫َاح‬ ُ َ‫ِكت‬
ِ ‫اب النِك‬ Nikah 125 187 ( No Hadits)
68 ‫ق‬ِ َ‫اب ال َّطال‬ُ َ ‫ِكت‬ Talak 53 99 ( No Hadits)
69 ِ ‫اب النَّ َف َقا‬
‫ت‬ ُ َ ‫ِكت‬ Nafkah 16 21 ( No Hadits)
70 ‫اب األ َ ْط ِع َم ِة‬
ُ َ ‫ِكت‬ Makanan 59 93 ( No Hadits)
71 ‫اب ال َع ِقيقَ ِة‬
ُ َ‫ِكت‬ Aqiqah 4 7 ( No Hadits)
72 َّ ‫اب الذَّ َبائِحِ َوال‬
‫ص ْي ِد‬ ُ َ‫ِكت‬ Penyembelihan dan 38 69 ( No Hadits)
Perburuan
73 ِ ‫َاحي‬ ِ ‫اب األَض‬ ُ َ‫ِكت‬ Kurban 16 29 ( No Hadits)
74 ‫اب األَش ِْربَ ِة‬
ُ َ ‫ِكت‬ Minuman 31 64 ( No Hadits)
75 ُ َ ‫ِكت‬
‫اب ال َم ْرضَى‬ Sakit 22 37 ( No Hadits)
76 ‫ب‬
ِ ‫الط‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Pengobatan 58 104 ( No Hadits)
77 ‫اس‬
ِ ‫الل َب‬
ِ ‫اب‬ُ َ‫ِكت‬ Pakaian 103 186 ( No Hadits)
78 ِ ‫اب األَ َد‬
‫ب‬ ُ َ ‫ِكت‬ Adab (etika) 128 256 ( No Hadits)
79 ِ َ‫ستِئْذ‬
‫ان‬ ُ َ‫ِكت‬
ْ ‫اب ِاِل‬ Meminta Izin 53 76 ( No Hadits)
80 ‫ت‬ ُ َ‫ِكت‬
ِ ‫اب ال َّدع ََوا‬ Doa 69 107 ( No Hadits)
81 ِ ‫الر َق‬
‫اق‬ ِ ‫اب‬ُ َ‫ِكت‬ Hal-Hal yang 53 181 ( No Hadits)
melunakkan hati
82 ‫اب القَد َِر‬
ُ َ‫ِكت‬ Qodar 16 26 ( No Hadits)
83 ‫ور‬ ِ ‫اب األ َ ْي َم‬
ِ ُ‫ان َوالنُّذ‬ ُ َ ‫ِكت‬ Sumpah dan Nadzar 33 86 ( No Hadits)
84 ِ ‫ت األَ ْي َم‬
‫ان‬ َ َّ‫اب َكف‬
ِ ‫ارا‬ ُ َ‫ِكت‬ Kafarat Sumpah 10 14 ( No Hadits)
85 ِ ِ‫اب الفَ َرائ‬
‫ض‬ ُ َ ‫ِكت‬ Fara’idh 31 48 ( No Hadits)
86 ُ َ ‫ِكت‬
‫اب ال ُحدُو ِد‬ Hukum Hudud (Pidana) 46 88 ( No Hadits)
87 ‫ت‬
ِ ‫الد َيا‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Diyat 32 56 ( No Hadits)
88 َ‫ستِتَابَ ِة ال ُم ْرت َ ِدين‬ ُ َ‫ِكت‬
ْ ‫اب ا‬ Meminta taubat orang 9 21 ( No Hadits)
‫َوال ُمعَانِ ِدينَ َوقِتَا ِل ِه ْم‬ yang murtad dan
pembangkang dan
memerangi mereka
89 ‫اإلك َْرا ِه‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Keterpaksaan 7 12 ( No Hadits)
90 ‫الح َي ِل‬
ِ ‫اب‬ُ َ ‫ِكت‬ Siasat mengelak 15 28 ( No Hadits)
91 ِ ‫اب التَّ ْع ِب‬
‫ير‬ ُ َ‫ِكت‬ Ta’bir mimpi 48 65( No Hadits)
92 ‫اب ال ِفتَ ِن‬
ُ َ ‫ِكت‬ Fitnah 28 88 ( No Hadits)
93 ‫اب األَحْ ك َِام‬
ُ َ ‫ِكت‬ Hukum-hukum 53 88 ( No Hadits)
pemerintahan
94 ‫اب الت َّ َمنِي‬
ُ َ ‫ِكت‬ Obsesi 9 19 ( No Hadits)
95 ‫اب أَ ْخ َب ِار اآلحَا ِد‬
ُ َ‫ِكت‬ Khabar Ahad 6 17 ( No Hadits)
96 ‫سنَّ ِة‬ ِ ‫َام بِال ِكتَا‬
ُّ ‫ب َوال‬ ُ َ‫ ِكت‬Berpegang kepada Al-
ِ ‫اب ِاِل ْعتِص‬ 28 102 ( No Hadits)
‫‪Kitab dan As-Sunnah‬‬
‫‪97‬‬ ‫اب التَّ ْو ِحي ِد‬
‫ِكت َ ُ‬ ‫‪Tauhid‬‬ ‫‪58‬‬ ‫)‪192 ( No Hadits‬‬

‫‪G. Struktur Hadits‬‬

‫س ِل َم ْال ُم ْس ِل ُمونَ ِم ْن ِل َ‬
‫سانِ ِه َويَ ِد ِه‬ ‫باب ْال ُم ْس ِل ُم َم ْن َ‬ ‫كتاب االيمان‬ ‫صحيح‬ ‫في‬ ‫البخاري‬ ‫قَا َل‬

‫‪4‬‬ ‫‪3‬‬ ‫‪2‬‬ ‫‪1‬‬

‫َّللاِ ب ِْن أ َ ِبي ال ه‬


‫سفَ ِر‬ ‫َع ْب ِد ه‬ ‫َع ْن‬ ‫ش ْعبَةُ‬
‫ُ‬ ‫َحدهثَنَا‬ ‫قَا َل‬ ‫آدَ ُم ْبنُ أَ ِبي ِإيَاس‬ ‫َحدهثَنَا‬
‫‪6‬‬ ‫‪5‬‬ ‫‪6‬‬ ‫‪5‬‬ ‫‪6‬‬ ‫‪5‬‬

‫َعن‬ ‫َّللاُ َع ْن ُه َما‬


‫ي ه‬ ‫ض َ‬ ‫َع ْب ِد ه‬
‫َّللاِ ب ِْن َع ْمرو َر ِ‬ ‫َعن‬ ‫ال ه‬
‫ش ْعبِي ِ‬ ‫َع ْن‬ ‫َوإِ ْس َما ِعي َل ب ِْن أَبِي خَا ِلد‬ ‫َو‬
‫‪7‬‬ ‫‪5‬‬ ‫‪6‬‬ ‫‪5‬‬ ‫‪6‬‬ ‫‪5‬‬ ‫‪6‬‬

‫قَا َل‬ ‫سلهم‬ ‫صلهى ه‬


‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو َ‬ ‫النه ِبي ِ َ‬

‫‪5‬‬

‫َّللاُ َع ْنهُ‬ ‫سانِ ِه َويَ ِد ِه َو ْال ُم َه ِ‬


‫اج ُر َم ْن َه َج َر َما نَ َهى ه‬ ‫س ِل َم ْال ُم ْس ِل ُمونَ ِم ْن ِل َ‬
‫ْال ُم ْس ِل ُم َم ْن َ‬

‫‪8‬‬

‫‪Keterangan:‬‬

‫)مخرج( ‪1. Nama penyusun Kitab Hadits‬‬


‫‪2. Judul Kitab Hadits Primer‬‬
‫‪3. Judul Bab‬‬
‫‪4. Judul Sub Bab‬‬
‫)واألداء التحمل صيغة( ‪5. Ucapan yang menunjukkan proses penerimaan dan penyampaian hadits.‬‬
‫)الرواة ‪ jamaknya‬الراوي( ‪6. Para perawi hadits‬‬
‫)السند( ‪7. Sanad Hadits‬‬
‫‪8. Matan Hadits‬‬
‫‪H. Jejaring Sanad‬‬

‫َّللاُ َع ْنهُ‬ ‫سانِ ِه َويَ ِد ِه َو ْال ُم َه ِ‬


‫اج ُر َم ْن َه َج َر َما نَ َهى ه‬ ‫س ِل َم ْال ُم ْس ِل ُمونَ ِم ْن ِل َ‬
‫ْال ُم ْس ِل ُم َم ْن َ‬

‫سله َم‬
‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫صلهى ه‬
‫َّللاُ َ‬ ‫النهبِي ِ َ‬

‫ع ْن ُه َما‬ ‫ي ه‬
‫َّللاُ َ‬ ‫ض َ‬
‫ع ْمرو َر ِ‬ ‫ع ْب ِد ه‬
‫َّللاِ ب ِْن َ‬ ‫َ‬

‫ال ه‬
‫ش ْع ِبي ِ‬

‫سفَ ِر َوإِ ْس َما ِعي َل‬‫َّللاِ ب ِْن أَبِي ال ه‬ ‫ع ْن َ‬


‫ع ْب ِد ه‬ ‫َ‬
‫َ‬
‫ب ِْن أبِي خَا ِلد‬

‫ش ْع َبةُ‬
‫ُ‬

‫آدَ ُم ْبنُأَبِيإ ِ َياس‬

‫البخاري‬
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah lalu dapat disimpulkan bahwa imam al-Bukhari adalah ahli
hadits yang besar kecintaanya pada hadits Nabi yang telah terlihat semenjak dini dan upaya
maksimalnya dalam mendalami hadits telah mengantarkannya ke peringkat teratas.Berikut
karya kitab haditsnya dalam deretan ahli-ahli hadits dikalangan Sunni.

Shahih al-Bukhari sebagai karya Imam al-Bukhari yang terbesar, disepakati oleh ulama
sebagai kitab yang paling autentik setelah Al-Qur'an. Kendatipun demikian, kitab ini tidak
luput dari kritikan berbagai pihak, namun semua itu tidak sampai mengurangi nilai
keotentikan hadis al-Bukhari.Satu hal yang menarik dan perlu untuk dicatat adalah bahwa
seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, kritik kontemporer terhadap
hadits tampaknya memiliki peluang dalam "menghakimi" kitab Shahih al-Bukhari. Tentunya
hal tersebut menuntut adanya kesiapan para ilmuan Islam yang concern pada persoalan
hadits, untuk dapat menjawab dan menghadapinya, sebagaimana misalnya telah dilakukan
oleh pendekar hadits masa kini, Muhammad Musthafa Azzami, yang telah berhasil
meruntuhkan sejumlah teori orientalis, yang dibangun dengan tujuan untuk meragukan
otentitas dan orisinalitas hadits-hadits nabi SAW.
Daftar Pustaka

Suryadilaga M al-Fatih, Ulumul Hadis (Yogyakarta: Teras,2010)

Mikarom Faisal Rosidin & Sugiyono, Menelaah Hadis (Solo: PT Tiga Serangkai,2013)

Umi Sumbulah, Studi 9 Kitab Hadis Sunni (Malang, UIN Maliki Press,2013)

Manfaat94.blogspot.co.id/2016/07/metodologi-penyusunan-kitab-shahih.html