Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KONSEP DASAR KEPERAWATAN DASAR 1

“ETHIC OF CARE (ETIKA KEPERAWATAN)”

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 3

1. ENDAH RETNO ASRI ( 1810105012)


2. MUTHASYALIFFAH (18101023)
3. WILDA AFRIANI ( 1810105042)
4. VERA ROSALITA ( 1810105041)

DOSEN PEMBIMBING:

Ns.ZURIATI M.Kep

STIKES ALIFAH PADANG

2018/1019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga saya berhasil menyelesaikan
makalah sederhana ini.

Shalawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan besar kita, Nabi
Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnyadan pengikutnya hingga akhir
zaman.

Penulis menyusun makalah ini dengan judul “TEORI ETIKA


KEPERAWATAN”. Makalah ini disusun dengan tujuan agar mahasiswa dapat
membaca dan mempelajari tentang konsep etika keperawatan..
Penulis menyadari bahwa tidakada gading yang tak retak. Makalah yang
saya susun ini tak luput dari kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh
karenanya, penulis sebagai penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca.

PADANG,19 NOVEMBER 2018

Penulis,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………i
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………………..1
A. LATAR BELAKANG……………………………………………………………………….1
B. TUJUAN…………………………………………………………………………………….1
C. RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………….....3
2.1 DEFENISI ETIKA………………………………………………………………………...…3
2.2 TIPE-TIPE ETIKA……………………………………………………………………………4
2.3 TEORI ETIKA……………………………………………………………………………......4
2.4 PRINSIP-PRINSIP ETIKA………………………………………………………………..…4
2.5 DEFENISI DAN KODE ETIKA KEPERAWATAN…………………………………….….5
2.6 KOMPONEN ETIKA KEPERAWATAN…………………………………………………....6
BAB III SKENARIO PENERAPAN ETIKA DALAM KEPERAWATAN……………………………...9
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………………10
A. KESIMPULAN……………………………………………………………………………..11
B. SARAN…………………………………………………………………………………..….12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………....13
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keperawatan merupakan salah satu profesi yang berkecimpung untuk kesejahteraan
manusia yaitu dengan memberikan bantuan kepada individu yang sehat maupun yang sakit untuk
dapat menjalankan fungsi hidup sehari-harinya. Salah satu yang mengatur hubungan antara
perawat pasien adalah etika. Istilah etika dan moral sering digunakan secara bergantian.
Sehingga perawat perlu mengetahui dan memahami tentang etik itu sendiri termasuk didalamnya
prinsip etik dan kode etik.
Hubungan antara perawat dengan pasien atau tim medis yang lain tidaklah selalu bebas
dari masalah. Perawat profesional harus menghadapi tanggung jawab etik dan konflik yang
mungkin meraka alami sebagai akibat dari hubungan mereka dalam praktik profesional.
Kemajuan dalam bidang kedokteran, hak klien, perubahan sosial dan hukum telah berperan
dalam peningkatan perhatian terhadap etik. Standart perilaku perawat ditetapkan dalam kode etik
yang disusun oleh asosiasi keperawatan internasional, nasional, dan negara bagian atau provinsi.
Perawat harus mampu menerapkan prinsip etik dalam pengambilan keputusan dan mencakup
nilai dan keyakinan dari klien, profesi, perawat, dan semua pihak yang terlibat. Perawat memiliki
tanggung jawab untuk melindungi hak klien dengan bertindak sebagai advokat klien. Para
perawat juga harus tahu berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan
karena mereka mempunyai akuntabilitas terhadap keputusan dan tindakan profesional yang
mereka lakukan (Ismaini, 2001)
Dalam berjalannya proses semua profesi termasuk profesi keperawatan didalamnya tidak
lepas dari suatu permasalahan yang membutuhkan berbagai alternative jawaban yang belum
tentu jawaban-jawaban tersebut bersifat memuaskan semua pihak. Hal itulah yang sering
dikatakan sebagai sebuah dilema etik. Dalam dunia keperawatan sering kali dijumpai banyak
adanya kasus dilema etik sehingga seorang perawat harus benar-benar tahu tentang etik dan
dilema etik serta cara penyelesaian dilema etik supaya didapatkan keputusan yang terbaik. Oleh
karena itu penulis menyusun suatu makalah tentang etik dan dilema etik supaya bisa dipahami
oleh para mahasiswa yang nantinya akan berguna ketika bekerja di klinik atau institusi yang lain.

1.2 TUJUAN
1. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 1
2. Mengetahui dan memahami definisi etik
3. Mengetahui dan memahami tipe – tipe etika
4. Mengetahui dan memahami teori etik
5. Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip etik
6. Mengetahui dan memahami definisi dan kode etik keperawatan
7. Mengetahui dan memahami skenario penerapan etik dalam keperawatan
8. Mampu memerankan kasus pada role play.
1.3 RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan etik?
2. Apa tipe – tipe etika?
3. Apa teori etik?
4. Bagaimana memahami prinsip – prinsip etik?
5. Apa saja kode etik keperawatan?
6. Bagaimana penerapan etik dalam keperawatan?
BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 DEFINISI ETIKA
Etika adalah norma-norma yang menentukan baik-buruknya tingkah laku manusia, baik
secara sendirian maupun bersama-sama dan mengatur hidup ke arah tujuannya ( Pastur scalia,
1971 ). Etika juga berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David
(1978) berarti ” kebiasaaan ”. ”model prilaku” atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu
untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau
dorongan yang mempengaruhi prilaku. (Mimin. 2002).
Dari pengertian di atas, etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana
sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-
prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu : baik dan buruk serta kewajiban dan
tanggung jawab.
Etika juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga
etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan
untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan
seseorang terhadap orang lain. Sehingga juga dapat disimpulkan bahwa etika mengandung 3
pengertian pokok yaitu : nilai-nilai atau norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau
suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku, kumpulan azas atau nilai moral, misalnya kode
etik dan ilmu tentang yang baik atau yang buruk (Ismaini, 2001)

2. 2 TIPE-TIPE ETIKA
1. Bioetik
Bioetika merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik,
menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetika difokuskan pada pertanyaan
etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik,
hukum, dan theology. Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etika pada
moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia.
Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin
membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan
nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu
dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan
kesehatan.

2. Clinical ethics/Etik klinik


Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah
etik selama pemberian pelayanan pada klien. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau
penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang
bermanfaat (sia-sia).
3. Nursing ethics/Etik Perawatan
Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam
tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. Etika keperawatan
dapat diartikan sebagai filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari
pelaksanaan praktek keperawatan. Inti falsafah keperawatan adalah hak dan martabat manusia,
sedangkan fokus etika keperawatan adalah sifat manusia yang unik (k2-nurse, 2009)

2. 3 TEORI ETIKA
Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan suatu
tindakan, sifat, atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau perspektif yang berlainan.
Beberapa teori etik adalah sebagai berikut :
1. Utilitarisme
Sesuai dengan namanya Utilitarisme berasal dari kata utility dengan bahasa latinnya utilis
yang artinya “bermanfaat”. Teori ini menekankan pada perbuatan yang menghasilkan manfaat,
tentu bukan sembarang manfaat tetapi manfaat yang banyak memberikan kebahagiaan kepada
banyak orang. Teori ini sebelum melakukan perbuatan harus sudah memikirkan konsekuensinya
terlebih dahulu.
2. Deontologi
Deontology berasal dari kata deon dari bahasa yunani yang artinya kewajiban. Teori ini
menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas
pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban sudah melakukan kebaikan. Teori ini
tidak terpatok pada konsekuensi perbuatan dengan kata lain teori ini melaksanakan terlebih
dahulu tanpa memikirkan akibatnya. (Aprilins, 2010)

2. 4 PRINSIP-PRINSIP ETIK
1. Otonomi (Autonomy)
Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan
mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan
membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai
oleh orang lain. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut
pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak
klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

2. Berbuat baik (Beneficience)


Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan
dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan
oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara
prinsip ini dengan otonomi

3. Keadilan (Justice)
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang
menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek
profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan
keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

4. Tidak merugikan (Nonmaleficience)


Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

5. Kejujuran (Veracity)
Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi
pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan
bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk
mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif
untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang
sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya
selama menjalani perawatan.

6. Menepati janji (Fidelity)


Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap
orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien.
Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang perawat untuk mempertahankan komitmen
yang dibuatnya kepada pasien.

7. Karahasiaan (Confidentiality)
Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga
privasinya. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh
dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi
tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. (Geoffry hunt. 1994)

2. 5 DEFENISI DAN KODE ETIKA KEPERAWATAN


Etik keperawatan adalah norma-norma yang di anut oleh perawat dalam bertingkah laku
dengan pasien, keluarga, kolega, atau tenaga kesehatan lainnya di suatu pelayanan keperawatan
yang bersifat professional. Perilaku etik akan dibentuk oleh nilai-nilai dari pasien, perawat dan
interaksi sosial dalam lingkungan.
Tujuan dari etika keperawatan adalah :
1. Mengidentifikasi, mengorganisasikan, memeriksa dan membenarkan tindakan-tindakan
kemanusiaan dengan menerapkan prinsip-prinsip tertentu
2. Menegaskan tentang kewajiban-kewajiban yang diemban oleh perawat dan mencari informasi
mengenai dampak-dampak dari keputusan perawat.
Sedangkan Kode etik keperawatan merupakan suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang
memberikan tuntutan bagi anggotanya dalam melaksanakan praktek keperawatan, baik yang
berhubungan dengan pasien, keluarga masyarakat, teman sejawat, diri sendiri dan tim kesehatan
lain. Pada dasarnya, tujuan kode etik keperawatan adalah upaya agar perawat, dalam
menjalankan setiap tugas dan fungsinya, dapat menghargai dan menghormati martabat manusia.
Tujuan kode etik keperawatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat, klien atau pasien, teman sebaya,
masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi keperawatan maupun dengan profesi lain di
luar profesi keperawatan.
2. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang silakukan oleh praktisi keperawatan yang
tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan tugasnya.
3. Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam menjalankan tugasnya diperlakukan secara
tidak adil oleh institusi maupun masyarakat.
4. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan kepoerawatan agar dapat
menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional keperawatan.
5. Memberikan pemahaman kepada masyarakat pemakai / pengguna tenaga keperawatan akan
pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas praktek keperawatan. ( PPNI, 2000 )

2.6 KOMPONEN ETIKA KEPERAWATAN


Kode etik PPNI terdiri dari 5 bab dan 16 pasal. Berikut ini adalah kde etik keperawatan
yang dikeluarkan oleh DPP PPNI.
1. Kode Etik Keperawatan Menurut PPNI
a. Tanggung jawab perawat terhadap klien
• Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya, senantiasa berpedoman pada tanggung jawab
yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu, kelurga dan masyarakat.
• Perawat memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nila budaya, adat-istiadat dan
kelangsungan hidup beragama dari individu, keluaraga dan masyarakat
• Perawat senantiasa dilandasi rasa tulus ikhlas dalam melaksanakan kewajibannya sesuai dengan
martabat dan tradisi luhur keperawatan
• Perawat menjalani hubungan kerja sama dengan individu, keluarga dan masyarakat khsusnya
dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan, serta upaya Perawat kesejahteraan
pada umumnya.
b. Tanggung jawab perawat terhadap tugas
• memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran professional dalam
menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan
• Perawat wajib merahasiakan segalah sesuatu yang diketahuinya sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya
• Perawat tidak akan menggunakan keterampilan dan pengetahuan untuk tujuan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan
• Perawat dalam menunaikan tugas dengan penuh kesadaran tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebengasaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, agama
dan kedudukan social
• Perawat mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien serta matang dalam
mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan tanggung jawab.
c. Tanggung jawab perawat terhadap sejawat
• Perawat memelihara hubungan baik antara sesame perawat dan tenaga kesehatan lainnya, baik
itu keserasian suasana atau lingkungan kerja
• Perawat menyebarluaskan keterampilan, penegetahuan, dan pengalamannya terhadap sesame
perawat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang keperawatan
d. Tanggung jawab perawat terhadap profesi
• Perawat berupaya meningkatkan kemampuan profesionalnyasecara sendiri atau bersama-sama
yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan
• Perawat menjunjung tinggi nama baik profesi
• Perawat berperan dalam pembakuan dan pelayanan keperawatan, serta menerapkannya dalam
kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawata
• Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan
sebagai sarana pengabdian
e. Tanggung jawab perawat terhadap Negara
• Perawat melaksanakan ketentuan –ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah digariskan oleh
pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan
• Perawat berperan secara aktif dalam menyumbang pikiran kepada pemerintah dalam
meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.

2. Kode etik perawat menurut ANA (American Nurse Association)


1. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormay bagi martabat kemanusian dan
keuinkan klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan status sosial/ekonomi,atribut
personal,atau corak masalah kesehatan.
2. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang bersifat
rahasia.
3. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam oleh
praktik seseorang yang tidak berkompeten,tidak etis atau ilegal.
4. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawat yang dijalankan
masing-masing individu.
5. Perawat memelihara kompetinsi keperwatan.
6. Perawat melaksanakan pertimbangan yg beralasan dan menggunakan kompetensi dan
kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi,menerima tanggung
jawab,dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain.
7. Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan pengetahuan profesi.
8. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningkatkan standar
keperawatan .
9. Perawat turut serta dalam upaya-upaya pfofesi untuk membentuk dan membina kondisi kerja
yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas.
10. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi
dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat.
11.Perawat kerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainya dalam
meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional utuk memenuhi kebutuhan kesehatan
publik.
3. Kode Etik Perawat Menurut ICN
ICN adalah suatu federansi perhimpunan perawat nasional di seluruh dunia yang didirikan pada
tanggal 1 juli 1899 oleh Mrs.Bedford fenwich di Hanover Square,london dan direvisi pada tahun
1973.diuraikan sebagai berikut:
Tanggung jawab utama perawat
Adalah meningkatkan kesehatan mencegah timbulnya penyakit,memelihara kesehatan dan
mengurangi penderitaan. Untuk itu perawat harus meyakini:
1. Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah sama.
2. Pelaksanaan praktek keperawatan di titik beratkan pada pengahargaan terhadap kehidupan
yang bermartabat dan menunjang tinggi hak asasi manusia.

3. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan/atau keperawatan kepada


individu,keluarga,kelompok dan masyarakat, perawat mengikut sertakan kelompok dan instansi
terkait.
1. Perawat dengan klien
Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.oleh karena itu,dalam menjalankan tugas perawat perlu meningkatkan
keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada dalam masyarakat ,
menghargai adat kebiasan serta kepercayaan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang
menjadi pasien atau klien. Perawat dapat memgang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya
dapat memberikan keterangan bila di perlukan oleh pihak yang berkepentingan/pengadilan.
2. Perawat dengan pelayanan kesehatan
Perawat memegang peran penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik
keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan keperawatan.
Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya secara aktif untuk menompang
perannya dalam situasi tertentu.
3. Perawat dan lingkungan masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif dan dapat berperan
serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan masalah social yang terjadi di
masyarakat.
4. Perawat dengan teman sejawat
Perawat dapat menompang hubungan kerja sama dengan teman sekerja, baik tenaga keperawatan
maupun tenaga profesi lain diluar keperawatan. Perawat dapat melindungi dan menjamin
seseorang, dalam masa perawatannya merasa terancam.
5. Perawat dengan profesi
Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktek
keperawatan dan pendidikan keperawatan. Perawat diharapkan ikut aktif dalam mengembangkan
pengetahuan dalam menompang pelaksanaan perawatan secara professional. Perawat sebagai
anggota organisasi profesi, berpartisipasif dalam memelihara kestabilan social dan ekonomi
sesuai dengan kondisi pelaksaan praktik keperawatan.
BAB III
SKENARIO PENERAPAN ETIKA DALAM KEPERAWATAN

Suatu hari di sebuah desa kecil terdapat keluarga miskin yang terdiri dari ayah, ibu, dan kedua
anaknya.
• Ayah : Riza Bakri Pratama
• Mak : Sintya Tranova
• Kakak : Elsi Kamilatul Izzati
• Adik : Yuni Elisa
• Suster 1 : Hermin Lestari Zalukhu
• Suster 2 : Difa Aidilla
• Dokter : Usnal Aini

Ketika itu, si adik yang sedang merintih kesakitan pada bagian perut dan terus mengalami BAB
yang sudah lebih dari sepuluh kali dan terus menerus keluar masuk kamar kecil, terbaring di
kamar. Sebenarnya Adik ingin sekali mengambil air minum di dapur, tetapi karena sakit perut
yang dialaminya, adik pun hanya bisa merintih.
Adik : Aduuuuh..adduuuh.. (merintih kesakitan)
Kakak : kamu kenapa?? (sambil melihat ke arah adik)
Adik : sakit kak..
Kakak : sakit sedikit saja dibesar-besarkan, manja kamu
Adik : tolong ambilkan air minum kak, adik haus..
Kakak : kakak lagi sibuk, ambil sendiri
Adik : (hanya bisa menahan sakit perut dan haus yang dirasakannya)
Si kakak yang tidak peduli dengan adiknya pergi meninggalkan rumah. Adik berlari menuju
dapur dan masuk ke toilet (dengan muka pucat). Sudah lama adik di dalam, tapi tidak keluar-
keluar. Mak yang sedang mencuci piring khawatir dan segera memanggil adik.
Mak : Yuni.. lama sekali kamu di dalam
Adik : sakiit maak,, Yuni mules mak..
Mak : cepat gantian mak lagi
Adik keluar dengan wajah yang pucat ia merasa pusing dan kemudian pingsan. Mak yang sedang
mencuci piring langsung melepaskan piringnya yang sedang dicuci.
Mak : Yuni…yuni..yuni… bangun nak, kenapa kamu.. elsi… elsi… pak.. bapak.. Ya Allah nak,
kenapa sampai begini?
Bapak : ya mak… sebentar (bergegas keluar kamar) bapak baru selesai sholat bu.. ada apa bu??
(belum sempat ibu menjelaskan, pak riza langsung kaget) Astagfirullahal’adzim yunii anak ku
(bapak langsung mengangkat yuni ke kamar)
Mak : pak, mak khawatir dengan keadaan yuni. Belum sampai 1 hari yuni sudah bolak balik ke
kamar kecil lebih dari 100 kali, mak takut yuni kenapa-kenapa pak..
Bapak : iya mak, bapak juga khawatir (sambil memegang kepala yuni)
Mak : iya..iya.. ayuk pak, kita bawa yuni ke rumah sakit (Yuni pun dibawa ke RS. M.DJAMIL)
Bapak : sus, tolong anak saya sus…
Suster : ya pak, (suster membawa yuni ke UGD) maaf bapak tunggu di luar ya. (sambil
menunggu, bapak dan mak, berbincang tentang biaya untuk pembayaran rumah sakit. Tiba-tiba
elsi datang setelah mengetahui adiknya masuk RS).
Kakak : Yuni kenapa pak? Ada-ada saja anak itu.
Mak : husss jangan begitu,itu adikmu elsi.
Kakak : Adik apa seperti itu,menyusahkan keluarga.
Bapak : Siii,,,yuni itu adik kandung kamu,seharusnya kamu memberi perhatian bukan malah
memojokkan dia.
(elsi marah-marah dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya).
(Mak menangis)
Mak : Pak,,,bagaimana cara kita membayar biaya pengobatan yuni pak? Dapat uang dari mana
kita pak? (mak sambil menangis)
Bapak : mak kita akan berusaha untuk mendapatkan uang untuk yuni, kalau perlu kita jual rumah
kita itu untuk membayar biaya RS.
Mak : lalu kita tinggal dimana pak ? Hanya rumah itu satu-satunya harta kita pak.
(bapak hanya terdiam )
(suster keluar dan membawa yuni pindah ke R.Dalam. Bapak dan mak pun langsung
mendampingi yuni yang tidak sadarkan diri. Sesampainya di R.Dalam suster memanggil
keluarga yuni untuk menjelaskan penyakit dan biaya administrasinya).
Suster : Permisi bapak,ibu,,,keluarganya yuni ?
Bapak dan mak : iya sus ada apa ?
Suster : bapak dan ibu diminta Dr. Ona ke ruang perawat untuk membicarakan penyakit dan
biaya administrasinya.
Bapak dan mak : baik sus,,terima kasih
Suster : sama-sama pak,buk,,
(bapak dan mak pergi ke ruang perawat)
Bapak : permisi,,,
Suster : silahkan masuk,,,,
Dr. Ona : bapak dan ibu orang tuanya yuni ? begini pak, setelah di periksa, anak bapak dan ibu
mengalami diare dan dehidrasi atau kekurangan cairan didalam tubuh, jadi anak bapak dan ibu
harus tinggal di RS dulu dalam beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya.
Bapak : kira-kira biayanya berapa ya dok ?
Dr ona : kalau masalah biaya, bapak dan ibu bisa konfirmasi ke bagian administrasi dan yang
Penting sekarang kita pulihkan dulu keadaan anak bapak dan ibu.
Bapak : baik dok.
(Dr. Ona memanggil suster)
Dr. Ona : suster,,tolong berikan obat ini ke pasien yuni,injeksi via infus ya sus.
Suster : baik dok.
( suster langsung keruangan yuni)
Suster : selamat siang..
Keluarga : siang sus.
( suster menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada keluarga pasien.)
Suster : saya suster Hermin , dan saya akan melakukan tindakan menyuntikan obat melalui infus
supaya adek cepat sembuh. ( sambil menyuntikan obat )
sudah selesai,sore nanti saya akan kesini lagi untuk memberikan obat lagi, saya permisi dulu
iya.permisi,selamat siang!
Keluarga: siang sus, terimakasi!
Suster : sama-sama
(dilakukanlah penyuntikan ke 2, ada hal yang aneh)
Suster : Selamat malam, saya suster Hermin , sesuai dengan janji tadi saya akan memberikan
obat pada adek, biar adek cepat sembuh. (sambil menyuntikan obat ke inpus)
saya sudah selesai. Kalau ada apa-apa bapak dan ibu bisa panggil saya, baik saya permisi dulu.
Selamat malam
Keluarga : Selamat malam (setelah penyuntikan, suster keluar dan 15 menit kemudian yuni
mengalami kejang, bapak dan mak panik)
Bapak: memanggil perawat
(Dr. Ona dan suster datang)
Bapak : Dok, bagaimana ini? Kenapa bisa begini?
Dr. Ona : iya sebentar ya pak, saya periksa dulu
(memeriksa obat apa yang diberikan oleh suster)
Dr. Ona : Obat apa yang suster berikan ke pasien ini?
Suster : saya berikan obat yang sesuai dengan resep dokter
(Dr. Ona memeriksa kembali obat yang diberikan,setelah diperiksa ternyata obat tersebut salah,
keluarga pak riza tidak terima dengan kejadian ini dan menuntut suster serta rumah sakit yang di
anggap keluarga pak riza sudah melakukan mal praktek)
Mak : saya tidak terima dengan kejadian ini. Saya akan menuntut rumah sakit ini, ini masalahnya
nyawa.
Dr. Ona : maaf bu kami tidak bermaksud untuk melakukan mal praktek atau semacamnya, tapi
ini kesalahan saya dan suster saya
Mak : saya tidak terima, saya akan membawa masalah ini kepengadilan.
Suster : maaf bu, mungkin masalah ini tidak perlu kepengadilan, kami akan bertanggung jawab
dengan semua kejadian ini, kami pun sudah memberikan obat yang sesuai dan penetral atas
kejang-kejang tadi.
Dr Ona : benar bu, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
(tiba-tiba elsi datang kerumah sakit, setelah mendengar kejadian tersebut, hatinya pun mulai
tersentuh yang semula membenci adiknya, kini dia menjadi perhatian dan sayang)
Elsi : kenapa bisa begini bu? Yuni maafkan kakak
Bapak & mak : (menjelaskan semua kejadian yang sudah terjadi pada elsi) (setelah berbincang-
bincang, keluarga pak riza setuju tidak membawa masalah ini kepengadilan dan memilih secara
kekeluargaan. Setelah diberi pengobatan dengan obat-obatan yang sesuai yunibisa sembuh dan
keluarganya pun tidak perlu membayar biaya pengobatan dan RS).
BAB IV
PENUTUP

4. 1 KESIMPULAN
Dalam upaya mendorong kemajuan profesi keperawatan agar dapat diterima dan
dihargai oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka perawat harus memanfaatkan nilai-nilai
keperawatan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban
peran profesionalnya. Dengan demikian perawat yang menerima tanggung jawab, dapat
melaksanakan asuhan keperawatan secara etis profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja
sesuai dengan standar, melaksanakan advokasi, keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan
bagi keselamatan pasien, penghormatan terhadap hak-hak pasien, dan akan berdampak terhadap
peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Selain itu dalam menyelesaikan permasalahan etik
atau dilema etik keperawatan harus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip
etik supaya tidak merugikan salah satu pihak.

4.2 SARAN
Pembelajaran tentang etika dan moral dalam dunia profesi terutama bidang keperawatan
harus ditanamkan kepada mahasiswa sedini mungkin supaya nantinya mereka bisa lebih
memahami tentang etika keperawatan sehingga akan berbuat atau bertindak sesuai kode etiknya
(kode etik keperawatan).
DAFTAR PUSTAKA

Kozier B., Erb G., Berman A., & Snyder S.J. 2010. Fundamentals of Nursing Concepts,
Process and Practice 7th Ed., New Jersey: Pearson Education LinePotter & Perry. 2005.
Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Ed. 4 Volume 1. Jakarta : EGCRifiani,
Nisya & Hartanti Sulihandari. 2013. Prinsip – Prinsip Dasar Keperawatan .Jakarta Timur : Dunia
CerdasAprilins. 2010. Teori Etika. Diakses 26 Desember 2011 pukul 21.00 WIB. Diposkan 23
Februari 2010 pukul 10.02 PM. URL : http://aprillins.com/2010/1554/2-teori-etika-utilitarisme-
deontologi/Ismaini, N. 2001. Etika Keperawatan. Jakarta : Widya Medikak_2 nurse. 2009. Etika
Keperawatan. Unpad Webblog. Diakses tanggal 13 November 2011. Diposkan tanggal 16
Januari 2009. http://blogs.unpad.ac.id/k2_nurse/?tag=etika-keperawatanKusnanto. 2004.
Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta : EGCPPNI. 2000. Kode Etik
Keperawatan Indonesia. Keputusan Munas VI.Rubenfeld, M. Gaie. K. Scheffer, B. 2006.
Berpikir Kritis dalam Keperawatan. Edisi 2. Jakarta : EGSuhaemi,M. 2002. Etika Keperawatan
aplikasi pada praktek. Jakarta : EGC