Anda di halaman 1dari 16

NO ANALISIS SWOT BOBOT RATING BOBOT X SCORE

M1 – M5 RATING
1 M1 (MAN)
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH S-W
1. Adanya Tenaga Perawat di Irna
1,2 = 3,8- 2
Sekartaji yakni : 0,3 4
a. Ners : 9 orang = 1,8
2. Adanya pelatihan perawat yang sesuai
kompetensi yang meliputi: 0,6
a. BCLS/BLS 0,2 3
3. Adanya struktur organisasi yang
tertata rapi
4. Adanya visi dan misi untuk 0,2 4 0,8
meningkatkan pelayanan

1,2
0,3 4

TOTAL 1 3,8
 WEAKNESS
1. Rendahnya kedisiplinan 0,5 2 1
pengunjung akan tata tertib yang
ada diruangan
2. Belum terdapat aturan jam kunjung
pasien yang tertera di ruangan 0,5 2 1
TOTAL 1 2
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY
1. Kepala ruangan dan staf menerima 0,8 O-T
0,2 4
dengan baik dan memfasilitasi = 4 – 3,4
mahasiswa praktek manajemen = 0,6
keperawatan di ruangan
2. Adanya program akreditasi RS dari 2
0,5 4
pemerintah dimana MAKP merupakan
salah satu penilaian
3. Adanya kerjasama yang baik antara
mahasiswa keperawatan yang sedang 1,2
0,3 4
praktek dengan perawat di irna
Sekartaji
TOTAL 1 4
 THREATENED
1. Adanya tuntutan tinggi dari 0,3 3 0,9
masyarakat untuk pelayanan yang
lebih profesional
2. Rendahnya pengetahuan keluarga
tentang pencegahan dan
0,3 3 0,9
pengendalian infeksi
3. Pasien di Ruang Sekartaji memiliki
tingkat ketergantungan total dan
0,4 4
parsial 1,6
TOTAL 1 3,4
2 M2 (MATERI)
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH/KEKUATAN
1. Mempunyai sarana dan prasarana
0,2 3 0,6 S–W
yang memadai untuk pasien
= 3,7 –
termasuk universal precaution untuk 3,3 = 0,4
perawat.
2. Tersedianya nurse station
3. Terdapat administrasi penunjang 0,1 4 0,4
yang memadai seperti buku injeksi
dan TTV,laporan TIM, dll. 0,2 4 0,8
4. Pengelolaan sampah yang memadai:
a. Safety box : Jarum, Ampul, dan
benda tajam lainnya
b. Yellow plastic gol. A : Botol 0,2 4 0,8
infus dan botol kaca
c. Yellow plastic gol. B : Benda
bekas kontak langsung dengan
pasien/sampah medis
d. Black plastic : Sampah non-medis
lainnya
5. Pengelolaan linen kotor yang
memadai :
a. Yellow plastic : linen yang
terpapar cairan tubuh pasien
b. Blue Plastic : linen yang tidak 0,1 3 0,3
terpapar cairan tubuh pasien.
6. Tersedianya box kit emergency

0,2 4 0,8
TOTAL 1 3,7
 WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Belum tersedianya tirai per bed 0,2 4 1,2
pasien
2. SOP tidak di letakkan di dekat alat
0,2 3 0,9
dan belum di gunakan secara
maksimal
3. Belum terdapat gambar five
moment hand hygiene 0,4 4 1,2

TOTAL 1 3,3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY/PELUANG O-T
1. Rumah sakit mendukung dalam hal
0,5 3 1,5 =
pengadaan alat medis dan non
medis
2. Terkoordinasinya antar irna di
rumah sakit RSUD Gambiran Kota 0,5 3 1,5
Kediri

TOTAL 1 3
 THREATENED/ANCAMAN
1. Adanya tuntutan yang tinggi dari 0,5 4 1,5
masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan profesional
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat
0,5 4 1
akan pentingnya kesehatan.

TOTAL 1 2,5
3 M3 (METHODS)
1. Penerapan MAKP
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH
S–W
1. Mahasiswa Praktek manajemen 4
0,3 1,2 = 3,8 –
di Ruang Sekartaji menggunakan
3,5 = 0,3
MAKP dengan metode perawat
primer
2. Ketenagaan keperawatan sudah
0,3
memenuhi syarat untuk MAKP
4 1,2
(S1 Keperawatan 9 orang)
3. Mempunyai standar asuhan 0,2
0,8
keperawatan 4
4. Mempunyai protap setiap
0,2
tindakan
3 0,6
TOTAL 1 3,8
 WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Kedisiplinan dalam kelengkapan 0,5 3 1,5
status pasien masih kurang
2. Peran setiap mahasiswa belum
0,5 4
terlihat jelas 2
TOTAL 1 3,5
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY O-T
1. Adanya kebijakan ruangan 2 = 4 – 3,5
0,5 4
tentang profesionalitas = 0,5
mahasiswa keperawatan.
2. Adanya kebijakan kampus 0,5 4 2
tentang pelaksanaan MAKP.
TOTAL 1 4
 THREATENED/ANCAMAN
1. Makin tinggi kesadaran 0,5 4 2
masyarakat akan pentingnya
kesehatan
2. Adanya tuntutan masyarakat yang
semakin tinggi terhadap 0,5 3 1,5
peningkatan pelayanan
keperawatan yang lebih
professional.
TOTAL 1 3,5
2. Timbang Terima
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH
S-W
1. Timbang terima sudah menjadi
0,3 4 1,2 = 3,8 –
agenda tetap dan terjadwal (setiap
3,7 = 0,1
pergantian shift)
2. Adanya laporan jaga setiap shift
0,5 4 2
3. Hal yang disampaikan saat
0,2 3 0,6
timbang terima meliputi:
a. DPJP
b. Diagnosa Medis
c. Keadaan pasien
d. Diagnosa Keperawatan
e. Terapi yang didapatkan pasien
f. Rencana tindakan selajutnya
g. Diikuti dengan validasi pasien
TOTAL 1 3,8
 WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Saat kunjungan ke pasien, 0,3 4 1,2
perawat belum memperkenalkan
diri yang akan bertukar dinas.
2. Saat kegiatan validasi sudah
terjalin komunikasi antara 0,3 3 0,9
perawat namun terlalu lama.
3. Saat timbang terima rata-rata
0,4
mahasiswa masih mengikuti alur 4 1,6
diruangan
TOTAL 1 3,7
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY/PELUANG
1. Adanya kerjasama antar 4 2 O-T
0,5
mahasiswa profesi ners = 3,5 – 4
manajemen dan perawat ruangan = - 0,5
2. Sarana dan prasarana cukup 0,5 3 1,5
tersedia
TOTAL 1 3,5

 THREATENED/ANCAMAN
1. Adanya tuntutan pasien untuk
0,5 4 2
mendapatkan pelayanan
keperawatan profesional.
2. Meningkatnya tuntutan terhadap
0,5 4 2
tanggung jawab dan tanggung
gugat perawat sebagai pemberi
asuhan keperawatan.
TOTAL 1 4
3. Supervisi
a. Internal Faktor (IFAS)
S-W
 STRENGTH
= 2,8 – 3
1. Kegiatan supervisi sudah
0,3 3 0,9 = - 0,2
terlaksanakan untuk
meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan
2. Adanya kemampuan untuk
0,5 3 1,5
melakukan pembenahan.
3. Adanya format dalam
0,2 2 0,4
pelaksanaan supervisi

TOTAL 1 2,8
 WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Belum adanya program kegiatan 0,3 3 0,9
supervisi yang terjadwal
2. Belum optimalnya kegiatan
0,3
supervise dalam pengaplikasian 3 0,9
fair, feed back, dan follow up)
3. Supervisi dilakukan belum 0,4 3 1,2
tersetruktur
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY
1. Adanya kerjasama antara 0,5 4 2
mahasiswa yang praktik
managemen keperawatan dengan
perawat ruangan
2. Mahasiswa yang melakukan 0,5 4 2 O–T
tindakan keperawatan di dampingi = 4- 3 = 1
oleh perawat
TOTAL 1 4
 THREATENED
1. Tuntutan pasien sebagai konsumen 0,5 3 1,5
untuk mendapatkan pelayanan
yang profesional
2. Adanya perkembangan dalam 0,5 3 1,5
acuan SOP
TOTAL 1 3
4. Sentralisasi Obat
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH
1. Telah dilaksanakan sentralisasi S-W
obat 0,2 4 0,8 = 3,6 –
2. Tersedianya sarana dan prasrana 3,1 = 0,5
untuk pengolahan sentralisasi 0,1 3 0,3
obat
3. Ruangan mendukung dalam
penerapan sentralisasi obat
4. Adanya lembar observasi 0,1 2 0,2
pemberian obat
5. Adanya buku injeksi 0,1 4 0,4
6. Terdapat instrument penunjang
proses sentralisasi obat berupa
0,2 4 0,8
loker obat untuk masing-masing
0,1 3 0,3
pasien
7. Perawat selalu memberikan etiket
kepemilikan obat
8. Adanya pendokumentasian obat
yang diterima 0,1 4 0,4

0,1 4 0,4
TOTAL 1 3,6
 WEAKNESS
1. Belum adanya daftar 0,5 3 1,5
keterangan obat LASA
2. Lembar serah terima obat
0,4 3 1,2
belum diterapkan dengan baik
3. Inform Consent terkait
sentralisasi obat belum 0,1 4 0,4
terlaksanakan semua.
TOTAL 1 3,1
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY O–P
1. Adanya kerjasama antara
0,5 4 2 = 4-3,1 =
mahasiswa praktek manajemen
0,9
keperawatan dengan perawat
ruangan
2. Adanya kemauan pasien yang
menyetujui dilakukannya 0,5 4 2
sentralisasi obat
TOTAL 1 4
 THREATENED/ANCAMAN
1. Adanya tuntutan dari pasien 0,3 3 0,9
untuk mendapatkan obat sesuai
dengan waktu pemberian
2. Makin tinggi kesadaran
0,4 4 1,6
masyarakat akan kesehatan
3. Terkadang ada pasien yang
kurang percaya dengan 0,3 2 0,6
sentralisasi obat yang dilakukan
TOTAL 1 3,1
5. Discharge Planning
a. Internal Faktor (IFAS)
S–W
 STRENGTH
= 3,2 –
1. Adanya surat kontrol untuk
0,2 4 0,8 3,5
pasien pulang
= - 0,3
2. Adanya kemampuan mahasiswa
untuk memberikan HE kepada
0,3 3 0,9
pasien dan keluarga
3. Tersedianya dokumentasi
discharge planning
0,3 3 0,9
4. Memberikan penkes kepada
pasien/keluarga selama dirawat
0,2 3 0,6
atau pulang secara lisan

TOTAL 1 3,2
 WEAKNESS
1. Tidak tersedianya leaflet/brosur 0,4 4 1,6
saat pasien pulang
2. Discharge planning hanya 0,1 4 0,4
dilakukan saat pasien pulang saja
3. Pemberian penkes hanya
dilakukan secara lisan pada setiap 0,5 3 1,5
pasien/keluarga
TOTAL 1 3,5
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY
1. Adanya kerjasama 0,5 4 2
mahasiswa profesi keperawatan O–T
yang melakukan praktek = 4 – 3,6
manajemen keperawatan dengan = 0,4
perawat ruangan
2. Adanya kemauan pasien 0,5 4 2
untuk mendengarkan informasi
TOTAL 1 4
 THREATENED
1. Adanya tuntutan tanggung jawab
dan tanggung gugat dari 0,3 4 1,2
masyarakat terhadap pelayanan
keperawatan
2. Adanya tuntutan dari pasien 0,3 4 1,2
untuk mendapatkan pelayanan
keperawatan yang professional
3. Makin tingginya keingintahuan 0,4 3 1,2
klien/keluarga/masyarakat
tentang penyakit.
TOTAL 1 3,6

6. Ronde Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH S–W
1. Adanya visite setiap hari antara = 4- 3 = 1
dokter spesialis, perawat dan
keluarga pasien 0,5 4 2
2. Kepala ruangan serta bidang
keperawatan mendukung adanya
kegiatan ronde keperawatan 0,2 4 0,8
3. Banyaknya kasus-kasus medikal
bedah dan interna yang
memerlukan perhatian khusus. 0,3 4 1,2

TOTAL 1 4
 WEAKNESS
1. SOP ronde keperawatan belum 0,4 3 1,2
tersedia
2. Belum dilakukannya inform 0,3 3 0,9
concent ronde keperawatan
3. Keterbatasan waktu tenaga
kesehatan lain dalam kegiatan 0,3 3 0,9
ronde keperawatan
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY O–T
1. Adanya dukungan dari 0,3 4 1,2 = 4-3,5 =
kepala ruangan untuk 0,5
melakukan ronde keperawatan
2. Adanya kerjasama yang 0,3 4 1,2
baik antara mahasiswa profesi
keperawatan yang melakukan
praktek manajemen dengan
perawat ruangan
3. Adanya kesediaan dari 0,4 4 1,6
keluarga pasien untuk
memperoleh informasi yang di
butuhkan
TOTAL 1 4
 THREATENED
1. Tuntutan masyarakat untuk 0,3 3 0,9
mendapatkan pelayanan Asuhan
Keperawatan semakin tinggi.
2. Persaingan dalam pemberian 0,5 4 2
pelayanan semakin kuat.
3. Perkembangan penyakit baru 0,2 3 0,6
TOTAL 1 3,5
7. Dokumentasi Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH
S–W
1. Format asuhan keperawatan
0,5 4 2 = 3,8 – 4
sudah lengkap
= - 0,2
2. Sudah ada sistem
0,3 4 1,2
pendokumentasian SOAP
3. Adanya kesadaran perawat
0,2 3 0,6
tentang tanggung jawab dan
tanggung gugat
TOTAL 1 3,8
 WEAKNESS
1. Proses pendokumentasian 0,5 4 2
keperawatan sudah dilakukan
akan tetapi pada prosesnya belum
secara optimal dan belum
lengkap.
2. Belum tersedianya format 0,5 4 2
pendokumentasian berupa resume
keperawatan
TOTAL 1 4
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY
1. Kerja sama yang baik dalam 0,5 4 2 O–T
pendokumentasian antara = 4 – 3,4
perawat, dokter, ahli gizi dan = 0,6
mahasiswa
2. Adanya mahasiswa praktek 0,5 4 2
manajemen untuk
mengembangkan sistem
pendokumentasian.
TOTAL 1 4
 THREATENED
1. Tingkat kesadaran masyarakat 0,3 3 0,9
akan pentingnya kesehatan
2. Tuntutan masyarakat terhadap 0,3 3 0,9
pelayanan asuhan keperawatan
profesional semakin meningkat
3. Adanya tuntutan tanggung jawab 0,4 4 1,6
dan tanggung gugat dari
masyarakat terhadap pelayanan
masyarakat
TOTAL 1 3,4
8. Penerimaan Pasien baru
a. Interna faktor (IFAS)
 STRENGTH
1. Tersedianya sarana untuk S–W
penerimaan pasien baru 0,4 4 1,6 = 3,6 – 4
2. Penerimaan pasien baru = - 0,4
sudah dilakukan secara 0,4 4 1,6
optimal yakni perawat lebih
fokus kepada keadaan pasien
setelah itu baru mengurus
administrasi pasien
3. Belum adanya orientasi
0,1 2 0,2
ruangan bagi pasen baru
4. Penunggu pasien baru
belum diberikan kartu 0,1 2 0,2
penunggu
TOTAL 1 3,6
 WEAKNESS
1. Perawat sudah melakukan 0,5 4 2
perkenalan diri tetapi belum
secara keseluruhan pada
semua pasien baru.
2. Perawat belum melakukan
0,5 4 2
inform concent sentralisasi
kepada keluarga pasien

TOTAL 1 4
c. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY
1. Adanya kerja sama antara
1 4 5 O-T
mahasiswa yang praktek
= 5 – 3,3
profesi dengan perawat di
= 1,7
ruang Sekartaji
TOTAL 1 5

 THREATENED
1. Adanya tuntutan masyarakat 0,2 3 0,6
untuk mendapatkan
informasi yang jelas tentang
status kesehatan
2. Adanya tuntutan masyarakat
0,5 3 1,5
untuk memperoleh
pelayanan prima
3. Meningkatnya kesadaran
masyarakat tentang tanggung 0,3 4 1,2
jawab dan tanggung gugat
perawat sebagai pemberi
asuhan keperawatan
TOTAL 1 3,3
M4 (KEUANGAN)
a. Internal Faktor (IFAS)
 STRENGTH/KEKUATAN
1. Pengelolaan RSUD Gambiran
0,3 4 1,2 S–W
Kediri di kelola oleh pemerintah
= 3,7 –
Daerah
2. Pengadaan dana dan operasional 3,5
ruangan didapatkan dari RSUD 0,4 4 1,6 = 0,2
Gambiran Kediri bekerja sama
dengan pasien BPJS ,pasien Umum
dan pasien dengan asuransi
kesehatan yang lain
3. Proses pembayaran administrasi
berlangsung 24 jam. 0,3 3 0,9

TOTAL 1 3,7
b. WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Ketika hari libur administrassi
0,5 4 2
di ambil alih oleh perawat yang
bertugas pada saat itu
merangkap sebagai
administrasi.
2. Daftar biaya perawatan dan tarif
0,5 3 1,5
ruangan di Sekartaji belum
tertera.
TOTAL 1 3,5
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY/PELUANG O–T
1. Peluang adanya perusahaan
1 3 3 = 3 -2
asuransi
TOTAL 1 3 =1

 THREATENED/ANCAMAN
1. Adanya tuntutan dari pasien 1 2 2
tentang administrasi yang
terperinci sesuai dengan
tindakan yang di berikan oleh
perawat dan dokter
TOTAL 1 2

M5 (MARKETING) S–W
a. Internal Faktor (IFAS) 0,4 3 1,2 =3–2
 STRENGTH/KEKUATAN =1
1. Kepuasan pasien terhadap
pelayanan kesehatan di rumah
0,3 3 0,9
sakit
2. Masarakat bisa menggunakan
jasa BPJS 0,3 3 0,9
3. Sebagai tempat praktik
mahasiswa keperawatan D-3
maupun S-1
TOTAL 1 3
 WEAKNESS/KELEMAHAN
1. Tidak ketersediaannya 1 2 2
petunjuk five momen hand
hygine
TOTAL 1 2
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 OPPORTUNITY/PELUANG O–T
1. Sebagai Rumah Sakit rujukan
0,5 3 1,5 =3–2
di Kota Kediri
2. Termasuk Rumah Sakit Tipe B =1
yang sudah ter akreditasi di 0,5 3 1,5
Wilayah Kota Kediri
TOTAL 1 3
 THREATENED/ANCAMAN
1. Adanya persaingan dari 1 2 2
Rumah Sakit yang lain dalam
memberikan pelayanan
kesehatan
TOTAL 2