Anda di halaman 1dari 3

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran

Monday, 23 April 2007


Surabaya - Surya

Semua orangtua mengharapkan anaknya lahir dengan jasmani dan rohani sehat. Jika kemudian
diketahui ada gangguan
pada salah satu indera, sebisa-bisanya anak mendapat perawatan sehingga kekurangan ini bisa diatasi.

Gangguan pendengaran sering diabaikan karena orangtua tidak langsung sadar anaknya menderita
gangguan. Kadangkadang
bahkan anak dianggap sebagai anak autis atau hiperaktif karena sikapnya suka seenaknya. Sikap anak
yang
enggan menoleh ketika dipanggil atau diajak berbicara ini bisa jadi karena ada gangguan di telinga.

Karena itu sebaiknya anak segera diperiksa dengan cermat agar sebisa-bisanya ditangani dengan tepat.
Salah satu
tempat untuk mendeteksi kekurangan ini tersedia di Taman Observasi Anak Jala Puspa (Jala Puspa),
RSAL Dr
Ramelan, Surabaya. Gedung yang terpisah dari bangunan utama RSAL Dr Ramelan ini mirip taman
kanak-kanak
dengan warna-warni, mainan, dan taman yang nyaman untuk bermain.

Di tempat ini sejak bayi usia enam bulan hingga anak usia 3,5 tahun adalah saat tepat untuk
memeriksakan diri supaya
penanganan bisa cepat dilakukan. Pemeriksaan gangguan pendengaran tidak bisa dilakukan dengan
satu alat. Karena
itu ada beberapa tes yang dilakukan untuk mendapat hasil akurat. Misalnya dengan MASTER Bio-logic
yang bisa
mendeteksi sisa ambang dengar dengan cepat. Dalam waktu 30-45 menit hasilnya sudah bisa dilihat.
Alat tes ini paling
akurat dan di Indonesia Timur hanya ada di Jala Puspa. Setelah mengetahui hasilnya, anak masih diajak
bermain
sebagai tes berikutnya. Permainan ini dilakukan untuk tes silang dengan metode berbeda. Biaya untuk
seluruh tes Rp
580.000-Rp 600.000.

Dalam sehari Jala Puspa hanya sanggup menerima 2-3 anak untuk dites lengkap. Ini karena anak harus
dalam keadaan
tidur pulas saat operator komputer melakukan tes.

“Kadang-kadang anak sulit diajak tidur. Orangtua harus mengajaknya bermain, keliling naik motor
atau mobil
sampai anak mengantuk walau sebenarnya ada chloral hidrat dengan dosis anak supaya mereka bisa
tidur
tenang,” tutur Dayati, salah satu staf Jala Puspa.

Saat tidur, anak harus tenang dan tidak mengorok karena akan mengganggu program pemeriksaan. Usai
pemeriksaan,
diharapkan orangtua tetap rajin menjalankan terapi untuk anak walau anak sudah memakai alat bantu
dengar. Alat bantu
dengar yang dipasang di telinga tidak langsung menyaring bunyi seperti telinga tanpa gangguan.
Mereka seperti bayi yang baru belajar bicara. Awalnya mendengar bunyi, menirukan, mereka dalam otak,
dan mulai
berpikir tentang bunyi yang memiliki arti. Harga alat bantu dengar ini bervariasi antara Rp 8 juta sepasang
untuk yang
biasa hingga lebih dari Rp 20 juta sepasang untuk digital dan FM stereo.

Menurut Kepala Unit Taman Observasi Anak Jala Puspa, peran orangtua dan lingkungan sangat besar.
“Semakin
rajin berlatih, makin cepat anak berbicara normal dengan alat bantu dengar.”

Program ini diberikan dalam Auditory Verbal Therapy. Dalam satu paket, berlatih dua kali seminggu
selama tiga bulan,
biaya terapi Rp 600.000. Tak hanya anak yang diajak berlatih, orangtua, baby sitter, pembantu, nenek,
atau orang dekat
anak diajak melakukan latihan seminggu dua kali.

Supaya hasilnya segera tampak, di rumah pun mereka harus berlatih. Keseriusan orangtua menjadi
kunci. Mereka yang
datang ke Jala Puspa kebanyakan dari luar kota dan luar pulau. Biasanya mereka harus membuat janji
dulu supaya bisa
dilayani dengan baik. Bukan hanya karena alat yang dipakai harus bergantian tetapi juga agar orangtua
menyiapkan fisik
Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Jrvuelyd, 2008, 17:11
anak supaya tidak batuk atau pilek ketika akan diperiksa.

Ketika tahu anak menderita gangguan pendengaran pada stadium ringan, sedang, sedang berat, berat,
atau berat
sekali, saat itulah anak mulai dilatih menggunakan alat bantu dengar. Ketika sudah bisa mendeteksi dan
menyebutkan
suara bermakna, anak siap masuk ke sekolah umum. Tetapi sebaiknya anak dimasukkan dalam kelas
kecil dengan
jumlah siswa sedikit. Ini supaya anak tetap bisa mendapat perhatian.

Gangguan pendengaran bisa diatasi agar telinga berfungsi sampai mendekati normal. Semakin dini
menggunakan alat
bantu dengar, anak makin merasakan manfaatnya. end

Curigai Bayi Bila:

Tidak terkejut ketika ada suara keras.

Saat tidur tidak terganggu oleh suara keras atau ribut.

Usia enam bulan belum mengoceh.

Anak dipanggil tidak menoleh.

Belum dapat bicara pada usia yang pada umumnya anak seharusnya sudah dapat bicara.
Anak hanya menggunakan salah satu telinganya untuk mendengar.

Jika berbicara dengan anak harus menggunakan suara yang agak keras.

Adanya perbedaan perkembangan komunikasi bila dibandingkan teman sebaya.

Taman Observasi Anak Jala Puspa

RSAL Dr Ramelan

Jl Bendul Merisi Surabaya

(031) 8492994

Jadwal Pemeriksaan: pukul 09.00-13.00 WIB


Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Jrvuelyd, 2008, 17:11