Anda di halaman 1dari 9

Farmasi

SENIN, 28 NOVEMBER 2016

Sediaan hand sanitizer


Nama Sediaan Kosmetika : Hand Sanitizer
Tujuan Pemakaian : Hand sanitizer adalah pembersih tangan yang dirancang
sebagai produk perawatan pribadi yang digunakan jika sabun dan air tidak tersedia. Bahan aktif
dalam pembersih tangan pada umumnya adalah alkohol. Hand sanitizer berbasis alkohol lebih
efektif membunuh sebagian mikroorganisme dibandingkan dengan sabun. Kadar alkohol
bervariasi antara 60-85%. Alkohol dapat membunuh sebagian besar bakteri, jamur dan beberapa
virus. Alkohol rub sanitizer yang mengandung setidaknya 70% alkohol (terutama etil alkohol)
dapat membunuh 99,9 % dari bakteri di tangan selama 30 detik setelah aplikasi dan 99,99%
dalam 1 menit (Mithun A. Thombare et al, 2015).
Karakteristik Sediaan :
o Efektif
o pH sesuai dengan pH normal kulit
o Stabil dan tidak berbau tengik
o Harus terdiri paling sedikit 60% alcohol
o Dapat mengurangi jumlah kuman di tangan (Cosmetic Dermatology : Product and Procedures,
2010)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Rancangan Modifikasi Formula

Formula
Standar Pembanding Modifikasi
Sanitizing Gel Carex Kids Hand Gel Hand Sanitizing
Formulation ed 2 vol 8 p.273) (Cosmetic and Toiletry Formulat
gsi Konsentrasi (%) Nama Bahan Fungsi Konsentrasi (%) Nama Bahan Fungsi
Lazim Terpilih Lazim Terpilih
agent 60% Alkohol Antiseptic agent 60% Etanol Antiseptic agent
agent, 0,3%
Hydroxypropyl Thickening agent,
nt Thickening agent, Carbopol 940
Metylcellulose
gelling agent
0,5% Propylene glycol Humektan Propylene glycol Humektan
0,3%
Gliserin Emollient
Agent 0,25% Neutralizer
Acrylate Crosspolymer Texture Enhancer TEA
(Lubrizol, 2009)
Fragrance

Polyalkylene Glycols

Lactose

Cellulose Thickening agent,


Tetrahydroxypropyl
Chelating agent
Ethylenediamine
Tocopheryl Acetate Antioxidants, Vitamins
Antioxidants, Skin-
Retinyl Palmitate
Restoring, Vitamins
Cl 77007

Disodium EDTA Chelating agent

Menthol

Triclosan
38,65% Air Solvent
PENJELASAN TERHADAP FORMULA MODIFIKASI
Modifikasi Bahan Tambahan
Triclosan 1. Nama bahan yang diganti : Carbopol ultrez 10
ktan yang dapat menghasilkan respon positif lebih kuat dibandingkan alkohol yaitu kurang korosif.
Nama bahan pengganti : carbopol 940
0,05 % - 2 % (Block,2001)
Alasan : carbopol 940 memiliki fungsi yang sama dengan carbopol ultrez 10 hanya
mempunyai viskositas 40.000-60.000 cP sedangkan carbopol ultrez 10 memiliki vis
940 dapat digunakan sebagai bahan pembentuk gel pada 0,5-2%. Carbopol 940
adanya bahan atau zat alkali akan mengembang dan membentuk gel yang jernih (HPE
Konsentrasi yang dipilih : 0,75 % untuk menurunkan viskositas karena gel un
viskositas yang tinggi. (Md 36 p 2141)

2. Bahan tambahan yang diganti : Triisopropanolamine


Bahan pengganti : triethanolamine
Alasan :TEA memiliki fungsi yang sama dengan triisopropanolamine yang dapat
selain itu TEA merupakan basa lemah maka baik digunakan untuk mencegah peni
dan Toiletery 2 vol 1 p. 804)
Kombinasi antara TEA dengan carbomer yaitu 1 : 1 (www.Lubrizol.com)
Konsentrasi yang terpilih : 0,75 %

Bentuk Sediaan Kosmetik Terpilih


k : Hand sanitizer gel
si : Sediaan gel yang berfugsi untuk menghilangkan, membunuh kuman, mikroorganisme, dan virus dengan
resiko kecil dan tanpa kerusakan permanen pada kulit (Harry’s Cosmeticology, p.88)
c. Persyaratan umum :
 Dapat membunuh bakteri dengan cepat
 Tidak menimbulkan rasa panas pada kulit
 Tiak menimbulkan rasa lengket pada kulit
 Tidak menimbulkan reaksi alergi
 Aman digunakan oleh anak-anak. (Cosmetic Dermatology : Product and Procedures, 2010)

Susunan Formula

Konsentrasi 1 Rese
No. Nama Bahan Sinonim
Awal Modifikasi (50 g
1 Etanol 60 % 60% 30
2 Carbopol 940 Carbomer 0,5% 0,25
1,2-Dihydroxypropane; E1520; 2-hydroxypropanol;
Propilene methyl ethylene
3 0,5 % 0,5% 0,25
glikol glycol; methyl glycol; propane-1,2-diol;
propylenglycolum.
4 Gliserin 15 % 7,5
Lidah buaya,
ekstrak kulit
5 0,75 % 0,375
jeruk, ekstrak
serai
6 Air Ad 100 %
Spesifikasi Sediaan Akhir:

No. Parameter Uji Spesifikasi Sediaan Pustaka


1 Organoleptis:
 Warna  Transparan
 Bentuk  Gel
 Bau  berbau alami
2 pH 7.3 – 7.6 Cosmetic and Toiletry
Formulation 2nd vol.8, p.273
3 Homogenitas Homogen SNI, 1996
4 Uji daya sebar 5 - 7 cm Garg et, al. 2002
Uji Efektivitas
5 Waktu mengering < 30 detik Hand Hygiene and Hand
Sanitizers, University of Florida
6 Viskositas (25oC) 10.000-70.000 cPs Buhse, 2004
Uji Keamanan
7 Uji iritasi kulit Tidak menimbulkan Mitsui, 1997
iritasi
Uji Aseptabilitas
8 Kesukaan (Hedonik) Disukai (mudah
diratakan, terasa dingin,
memberikan aroma yang
yang alami serta tidak
disukai nyamuk)

Rancangan Evaluasi
Uji Mutu Fisik
1. Pengamatan Organoleptis
Pemeriksaan organoleptis bertujuan untuk mengamati adanya perubahan bentuk, warna, dan bau
dari sediaan hand sanitizer dalam kurun waktu tertentu (Departemen Kesehatan RI, 1995). Hasil
uji organoleptis yang diharapkan adalah tidak terjadi perubahan warna, bau, dan bentuk dari
sediaan dalam kurun waktu tertentu (Departemen Kesehatan RI, 1995).

2. Uji pH
Pengukuran pH sediaan dilakukan dengan cara sediaan ditimbang sebanyak 0,5 gram dan
dilarutkan kedalam aquades hingga 50 ml. Elektroda pH meter dielupkan ke dalam sediaan yang
telah diencerkan hingga jarum pada pH meter menunjukkan angka yang stabil (Aswal, Karla and
Rout, 2013). pH sediaan gel harus 4,5-6,5 (Tranggono dan Latifah, 2007).

3. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas dilakukan dengan ditimbang sediaan 0,5 gram kemudian dioleskan pada
sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, harus menunjukkan sediaan yang homogen
dan tidak ada butir-butiran kasar (Departemen Kesehatan RI, 1985). Uji ini dilakukan sebanyak 3
kali replikasi.

Tabel 9.1. Kriteria penilaian uji homogenitas


Kriteria Penilaian Skor Keterangan
Tidak Homogen + 0 Banyak butiran kasar
Kurang Homogen ++ 1 Sedikit butiran kasar
Tidak terdapat butiran
Homogen +++ 2
kasar

4. Uji Daya Sebar


Uji ini dilakukan dengan menimbang 2 gram sediaan kemudian diletakkan di atas kertas grafik
yang dilapisi kaca transparan lalu dihitung luas daerah yang diberikan oleh sediaan yang ditutup
dengan lempengan kaca yang di atasnya diberi beban dengan berat 125 gram dan dibiarkan
selama 60 detik, lalu hitung luas yang diberikan oleh sediaan. Sediaan hand sanitizer harus
memiliki daya sebar yang baik yaitu antara 5,0-7,0 cm (Garg et al., 2002).

Tabel 9.2. Kriteria uji daya sebar hand sanitizer


Kriteria Penilaian Skor Keterangan
Sukar menyebar + 0 Diameter 1-3 cm
Mudah menyebar ++ 1 Diameter 3-5 cm
Sangat mudah +++ 2 Diameter > 5 cm
menyebar

Uji Efektivitas
1. Uji Waktu Kering
Uji ini dilakukan oleh 10 panelis dengan cara mengoleskan sediaan sebanyak 3 ml hingga tangan
terasa kering, kemudian dicatat waktu yang dibutuhkan untuk mengering, mulai dari
mengoleskan sampai kering. Persyaratan waktu kering sediaan hand sanitizer adalah sekitar 30
detik (Shumaker et al., 2012). Pada uji ini dilakukan replikasi 3x untuk tiap bets pada setiap
formula.

Tabel 9.3. Kriteria Uji Waktu Kering Sediaan Hand Sanitizer

Kriteria Pennilaian Skor Keterangan


Lama mengering + 0 Waktu kering > 30 detik
Cepat mengering ++ 1 Waktu kering 15-30 detik
Sangat cepat
+++ 2 Waktu kering < 15 detik
mengering

2. Uji Viskositas
Uji ini dilakukan dengan meggunakan alat Brookfield viscometer. Sebanyak 250 ml sediaan
dimasukkkan ke dalam beaker glass, kemudian spindlediturunkan hingga batas yang telah
ditentukan ke dalam beaker glass yang berisi gel dan selanjutnya dilakukan pengaturan
kecepatan (Aswal, Karla dan Rout, 2013). Viskositas sediaan gel adalah 10.000-70.000 cPs
(Buhse, 2004).
Uji Keamanan
1. Uji ini dilakukan pada 10 orang panelis, dimana pengujian dapat dilakukan dengan cara
menimbang sediaan sebanyak 0,5 gram, kemudian dioleskan pada punggung tangan panelis
seluas 2,5 x 2,5 cm. Pengamatan dilakukan dengan mengamati gejala yang timbul setelah
penggunaan sediaan hand sanitizer selama ± 30 menit dan sesaat setelah pengaplikasian sediaan
pada punggung tangan panelis sebagai iritasi primer (Nawanopparatsakul et al., 2005; Anggraini,
Malik dan Susiladewi, 2013).

Tabel 9.4. Kriteria penilaian uji keamanan


Kriteria Pennilaian Skor Keterangan
Mengiritasi + 0 Kemerahan dan bengkak
Sedikit mengiritasi ++ 1 Kemerahan dan tidak bengkak
Tidak menimbulkan kemerahan dan
Tidak mengiritasi +++ 2
tidak bengkak

Aseptabilitas
1. Uji aseptabilitas ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap sampo yang
telah dibuat. Uji kesukaan ini dilakuakn secara visual kepada 10 orang panelis. Setiap panelis
diminta untuk mengoleskan sediaan sampo yang dibuat pada kulit punggung tangannya.
Kemudian panelis memilih mudah terbilaskan, menghasilkan busa dan uji iritasi yang paling
disukai dengan dihitung persentase kesukaan pada sediaan sampo yang dibuat. Ketentuan
penilaian uji kesukaan adalah sebagai beerikut.

Tabel 9.5. kriteri penilaian uji aseptabilitas

Kriteria Pennilaian Skor Keterangan


Mengiritasi kulit, tidak mudah dibilas
Tidak suka + 0
dan tidak mampu menghasilkan busa
Sedikit suka ++ 1 Tidak mengiritasi
Suka +++ 2

Hasil dan Pembahasan:

Parameter Uji Hasil Evaluasi Spesifikasi Keterangan


Pembanding Sediaan Sediaan (MS/TMS)
Organoleptis:
 Warna Transparan Tranparan  Transparan MS
 Bentuk Gel sedikit keruh Gel MS
 Bau Khas Gel  Bau khas MS
Khas alkohol alkohol
pH 7,3 6,9 7.3 – 7.6 TMS
Homogenitas Homogen Homogen Homogen MS
Uji daya sebar 5,8 cm 6,4 cm 5 - 7 cm MS
Uji Efektivitas
Waktu 14 detik 15 detik < 30 detik MS
mengering
Viskositas 10.000-70.000
(25oC) cPs
Uji Keamanan
Uji iritasi kulit Tidak Tidak Tidak Tidak
dilakukan dilakukan menimbulkan dilakukan
iritasi
Uji Aseptabilitas
Kesukaan Tidak Tidak Disukai (mudah Tidak
(Hedonik) dilakukan dilakukan diratakan, terasa dilakukan
dingin,
memberikan
aroma yang
baik)

Kesimpulan :
Pada praktikum dengan pembuatan sediaan hand sanitizer ini telah lakukan
evaluasi terkait organoleptis , daya sebar, dan waktu mengering dimana pada sediaan yang dibuat
tidak terlalu menyimpang jauh seperti pada pembanding. Hanya saja pada sediaan yang dibuat
untuk basis gelnya kurang terbentuk baik karena masih terdapat gumpalan- gumpalan dari bahan
carbopol 940 yang mungkin pada waktu pencampuran kurang digerus halus. Sehingga saat
dicampurkan dan dituang ditangan seperti gumpalan – gumpalan kecil.

Diposting oleh Unknown di 19.11


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1 komentar:

1.

Unknown12 Juli 2018 22.45

kenapa tidak ada daftar pustakanya?


Balas

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)
FELICIA TJ
 ▼ 2016 (19)
o ▼ November (19)
 Sunscreen Carica Papaya
 Hand and Body Lotion with Withening Effect
 Hasil pembahasan shampoo
 Clear Liquid Shampoo with Conditioning Effect
 Cleansing Milk Lotion
 Shampoo 2in1
 Sunscreen lotion
 Sediaan hand sanitizer
 Rekap kosmetika (lanjutan)
 Rekap kosmetika
 Moisturizing Hand Body Lotion
 Eyeshadow
 Formulasi Sunscreen tomat & pepaya
 Blush On
 Lipstik Crayon
 Hand Sanitizer Lemon
 Shampoo Aloevera (lanjutan)
 Shampoo Aloevera
 Whitening Cream Strawberry

Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.