Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN PEMASARAN

Di ajukan untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah


Seminar Manajemen

S1 Manajemen Sore
Aprianto
153037

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


STIE MUHAMMADIYAH CILACAP
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan
dari Dosen Pembimbing telah memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Cilacap, Oktober 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemasaran ada di mana-mana. Orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah besar
aktivitas yang dapat kita sebut pemasaran. Pemasaran yang baik telah menjadi elemen
yang semakin vital untuk kesuksesan bisnis. Pemasaran sangat mempengaruhi kebutuhan
kita setiap hari dan setiap hal yang kita lakukan, dari pakaian yang kita pakai, situs
internet yang kita klik, sampai iklan yang kita lihat.
Sebagai pemasaran yang baik bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari
perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Pemasaran adalah seni sekaligus ilmu. Ada
ketegangan yang terus menerus antara sisi terformulasikan dan sisi kreatif.

B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi fokus permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran?
2. Apa perkembangan dan sajarah pemikiran tentang pemasaran?
3. Apa fungsi universal dan tantangan pemasaran?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran
2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan pemikiran pemasaran
3. Untuk mengetahui apa fungsi dan tantangan pemasaran
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian
program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan
pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Istilah pemasaran berasal dari bahasa Inggris Marketing yang
diartikan dengan istilah pemasaran dengan asal kata pasar (Market).
Pengertian Pemasaran menurut para ahli
1. William J. Stanton (1993:7)
Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-
barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini
maupun konsumen potensial.
2. Philip Kotler (1997:8)
Menyatakan bahwa Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang
didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang
bernilai dengan pihak lain.
3. Hermawan Kartajaya (2002) pemasaran diartikan sebagai :
a. Menghubungankan penjual dan pembeli potensial.
b. Menjual barang dan barang tersebut tidak kembali ke orang yang menjualnya.
c. Memberikan standar kehidupan.
d. Sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran
dan perubahan values dari inisiator kepada stakeholder.
4. The American Marketing Asociation (AMA)
Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan
harga, promosi dan pendistribusian barang, jasa dan ide dan dapat memuaskan
pelanggan individu atau organisasi secara menguntungkan.
B. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari pada para pesaing dalam
memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan
keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan
pemasarannya yaitu:
1. Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah
didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi
produksi dan memperluas cakupan distribusi.
2. Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang
menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus
utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk
menyempurnakannya.
3. Konsep berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen
tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu,
perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini
didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan,
pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5. Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan
dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif
dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan
kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
C. Strategi Pemasaran
Perencanaan sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi
persaingan yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah
organisasi mungkin akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau
mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Perencanaan dapat mencakup suatu periode waktu yang panjang atau pendek.
Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya
melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus.
Perencanaan jangka pendek ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh
manajemen menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat
dimasukkan dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan
untuk periode yang akan datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau
menyangkut daerah operasi dari tenaga pemasaran.

Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu
sebagai berikut :
1. Perencanaan perusahaan secara keseluruhan.
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan
pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan
straregi jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk
mengembangkan rencana yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada dalam
perencanaan perusahaan ini adalah masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga
kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and development ),serta penentuan
sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan pemasaran ini cenderung
mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka
panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan pemasaran sering
dijadikan satu.
2. Perencanaan pemasaran
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah-
masalah yang luas dalam bauran pemasaran (Marketing mix), yaitu produk (product),
harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion).
Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus dikoordinasikan dan
ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling
berinteraksi dengan variabel lainnya.
3. Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk satu periode
waktu. Dalam hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang
mencakup kegiatan pemasaran setiap tahunnya. Contoh : perencanaan pemasaran
jangka panjang menentukantujuan untuk memperkenalkan produk baru. Rencana
pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun harus dapat membuat keseimbangan
dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis produk yang sedang mengalami
tahap penurunan dalam daur kehidupan produk (product life cycle). Hal ini
dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut sehingga persediaan
berkurang.

D. Jenis Yang Dipasarkan


Dalam pemasaran ada 10 tipe entitas :
1. Barang
Barang fisik memang memiliki bagian terbesar dalam proses produksi maupun
pemasaran
2. Jasa
Perkembangan jaman memang melahirkan berbagai ide-ide bisnis tentang apa saja
yang bisa dipasarkan. Bisnis pelayanan jasa semakin menjamur dan memiliki prospek
bisnis yang sangat bagus. Dunia bisnis saling ketergantungan dengan berbagai pihak
yang lainnya. Untuk menjembatani peluang itu, muncullah industri jasa yang
memberikan pelayanan jasa. Contohnya saja, industri perbankan, transportasi
meliputi darat, laut, udara, asuransi, bahkan laundry dan warung internet, dan lainnya.
3. Acara
Ide bisnis juga bisa diperoleh dari mengadakan berbagai acara atau event. Memang
bisnis di bidang ini sangat tergantung dari regulasi waktu. Misalnya saja ada event
pentas seni saat berbagai seniman berkumpul memamerkan karyanya setiap 6
bulanan.
4. Pengalaman
Saat ini, salah satu aspek penting bagi marketer adalah bagaimana menciptakan suatu
pengalaman yang akan tertanam di dalam benak pelanggan. Contohnya, produk-
produk Apple yang menawarkan pengalaman bagi penggunanya tentang keindahan,
kemudahan, eksklusivitas, serta kecanggihan.
5. Orang
Sumber daya manusia juga merupakan pasar yang besar. Melihat perkembangan
penduduk secara statistik maupun kompetensi (keahlian), maka manusia adalah
potensi pasar yang menjanjikan. Baik pemasaran orang dalam jumlah besar untuk
menjadi tenaga kerja, maupun pemasaran orang secara individual. Berkaitan dengan
pemasaran orang secara individual, yang disebut “personal branding”. Sebut saja,
David Beckham, Oprah Winfrey, bahkan di dalam negeri seperti Mario Teguh, Olga
Syahputra, dan lainnya.
6. Tempat
Suatu tempat yang memiliki daya tarik keindahan, unik, bernilai jual, pasti
mendatangkan keuntungan. Marketer harus melihat potensi ini, dengan mengelolah
tempat itu sebaik mungkin, membentuk manajemen yang solid, lalu memasarkannya
secara luas. Selain tempat wisata, juga ada potensi di perkotaan, seperti tempat
perkantoran, mall, food court, dan lainnya.
7. Properti
Peluang pasar di bidang properti juga sangat besar. Properti itu adalah hak
kepemilikan tak berwujud atas properti yang sebenarnya (real estate) maupun properti
finansial (dalam bentuk saham dan obligasi). Properti diperjualbelikan, jadi hal itu
membutuhkan pemasaran. Pihak yang memasarkan biasanya disebut agen properti.
Agen ini bekerja untuk pemilik atau penjual properti, lalu agen bisa memasarkan
properti untuk pemukiman maupun perdagangan. Untuk properti finansial,
perusahaan investasi atau pun bank memasarkan sekuritas dan sejumlah aset kepada
investor institusional maupun individual. Aset properti terbukti menghasilkan profit
yang tinggi asalkan dikelolah dengan baik.
8. Organisasi
Organisasi menawarkan pada pasar sasarannya beragam pelayanan jasa. Organisasi
bisa menjual keahliannya dan keunikannya. Contohnya, organisasi yang membangun
brand mereka sebagai organisasi non-profit seperti wikipedia. Organisasi yang
menawarkan jasa, seperti agensi pemasaran, event organizer, dan lainnya.
9. Informasi
Informasi-informasi yang ditawarkan juga sangat bermacam-macam. Marketer dapat
mengambil peluang ini dengan membangun brand yang unik, berbeda dari yang
lainnya, dan bernilai jual. Era informasi saat ini sangat dipengaruhi pesatnya
perkembangan internet. Contoh peluang yang bisa diambil seperti websites, toko
online, pemasaran online, maupun blogging yang menawarkan informasi.
10. Ide
Produk yang paling orisinil dan sangat aman dari penjiplakan adalah ide. Ide bisa
sangat bervariasi dan berbeda-beda setiap orang. Salah satu sebab lahirnya berbagai
produk yang mengesankan adalah dari benih yang disebut ide.

E. Tantangan Pemasaran
1. Tantangan Informasi
Namun informasi tidak berdiri tunggal, informasi akan banyak ditunjang oleh hal-
hal lain di luar wilayah kajian informasi. Dengan demikian pemasaran disamping
akan banyak dipengaruhi oleh informasi, dalam diri pemasaran akan mengalami
pergeseran-pergeseran baru yang sifatnya strategis.
2. Tantangan Visi
Dalam konteks global dimana keunggulan kompetitif produk dan jasa memiliki
usia yang semakin pendek, hal demikian tidak dapat dipertahankan lagi. Tanggung
jawab untuk melihat masa depan menjadi beban para eksekutif pemasaran.
Pemasar harus mempunyai keberanian untuk mendobrak kemapanan dan kreatif
dalam menentukan strategi pemasaran. Orang muda macam Richard Kartawijaya
(Microsoft Indonesia), Barry G Lesmana (Citibank), Betty Alisyahbana (USI IBM),
Mulia Tambunan (Telkomsel).
3. Tantangan pada Power Marketing
Landasan utama power marketing adalah memanusiakan pelanggan yang
terangkum dalam konsep customer centered marketing. Dengan demikian konsumen
merupakan subyek, bukan obyek dari pemasaran. Power marketing akan bertumpu
pada tiga kata kunci; moving, caring dan inovating. Moving merupakan tumpuan
untuk menjawab gelora persaingan dan dinamika permintaan yang selalu bergejolak
karena ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi. Dalam perwujudannya, moving
musti disertai kepedulian kepada pelanggan (caring) melalui langkah-langkah inovasi
(inovating) di bidang strategi, manajerial, maupun produk/jasa.
Inovasi merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi pelanggan.
Kepuasan pelanggan akan menelurkan kepercayaan dan hubungan jangka panjang
yang berkelanjutan, yang artinya tercipta loyalitas pelanggan. Hubungan pelanggan
tidak sekedar hubungan pada dataran rasional belaka, tetapi sudah jauh merasuk ke
dalam ranah emosi pelanggan. Sehingga pangsa pasar yang digenggam bukan hanya
mind share, namun sudah masuk ke wilayah heart share.
4. Tantangan pada Transferable Marketing
Salah satu cara untuk dapat meningkatkan efisiensi biaya adalah dengan
memanfaatkan transferable marketing. Arti dari tranferable marketing adalah
penyusunan pola pemasaran yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa lokasi atau
pasar sasaran dengan derajat universalitas yang ditingkatkan. Contoh yang bagus
adalah konsep pemasaran dari DeBeers berlian. DeBeers dibuat di London dan
Hongkong, sedang pemanfaatannya disebar ke berbagai lokasi, termasuk Indonesia.
Penyebaran ini (termasuk manfaat dan modelnya) di sesuaikan dengan situasi negara
setempat.
5. Tantangan pada Manajemen Merek
Peran reputasi merek menjadi lebih penting untuk konteks abad 21 lantaran
banyaknya jumlah merek yang beredar di pasar. Oleh karena itu di dalam perusahaan
perlu ditumbuhkan adanya iklim kerja yang diwarnai dengan kebanggaan merek
(brand minded culture). Harus pula diperhatikan pelaksanaan analisis realitas merek
ke benak konsumen dalam rangka menentukan strategi peningkatan identitas merek.
Pada abad 21 house brand atau private label akan banyak diproduksi oleh perusahaan.
Di Indonesia house brand banyak dilakukan oleh usaha eceran seperti; Matahari,
Hero dan Makro. Untuk Matahari house brand produk pakaiannya diberi merek
Stanley Adams dan M-2000. Sementara Hero pasar swalayan banyak bermain dalam
house brand, semisal; Innosence untuk produk perlengkapan bayi, Hero Selection
untuk soft drink, dan Hero untuk produk-produk industri rumah tangga. Untuk
Makro, perusahaan ini menamai produk house brand-nya dengan sebutan Aro.
6. Tantangan pada Etika Pemasaran
Dalam situasi dimana persaingan menjadi lebih ketat dan reputasi perusahaan
menjadi modal penting, maka mau tidak mau setiap kebijakan dan keputusan haruslah
didasarkan pada kode etik yang berlaku dan ditetapkan oleh perusahaan maupun
asosiasi profesional. Kode etik utama yang harus diperhatikan oleh para pemasar
adalah; kejujuran dan keadilan dalam proses pemasaran, kode etik dalam bidang
promosi, kebijakan harga dan distribusi, kode etik dalam riset pemasaran dan
komitmen dalam memajukan peradaban manusia.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai
kegiatan yang direncanakan dan di organisasikan yang meliputi pendistribusian barang,
penetapan harga, dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah di buat
yang tujuannya untuk mendapatkan tempat di pasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat
tercapai. Dalam pemasaran ada 10 tipe entitas yaitu barang, jasa, acara, pengalaman, orang,
tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Dan juga ada beberapa konsep dalam pemasaran,
yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep
kesejahteran.
Dalam pemasaran terdapat juga tantangan pemasaran, tantangan pemasarannya yaitu
tantangan visi, tantangan power marketing, tantangan transferable marketing, tantangan pada
manajemen merek, dan tantangan pada etika pemasaran.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.tugasku4u.com/2014/01/makalah-manajemen-pemasaran.html
Kotler Phillip, Keller Kevin Lane. “Manajemen Pemasaran” Jilid 1, Edisi 13, Erlangga.
Baso Swasta DH.SE.MBA, Ibnu Sukotco(1988) Pengantar bisnis modern; Liberty Yogyakarta
Charles W Lambert,Carl Mc Daniel,Joseph W Hair jr(2001). Pemasaran. Jakarta: Salemba
empat
Meredith et.al, Geoffrey. (1996). Kewirausahaan (Teori dan Praktik) Seri Manajemen No. 97.
Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Longenecker, J.G. et.al. (2001). Kewirausahaan (Manajemen Usaha Kecil) Buku 1. Jakarta:
Salemba Empat.