Anda di halaman 1dari 6

Nama : Aprianto

NIM : 153037
Prodi : S1 Manajemen
Semester :7

RESUME PORTOFOLIO INTERNASIONAL


1. Portofolio
Portfolio digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh
institusi ataupun perorangan. Portofolio dimaksudkan sebagai strategi memaksimalkan
tingkat keuntungan yang diharapkan dan meminimalisir risiko yang dihadapi. Portofolio
berarti sekumpulan investasi. Portofolio juga diartikan sebagai kumpulan dari instrumen
investasi yang dibentuk untuk memenuhi suatu sasaran umum investasi.
Sasaran dari portofolio investasi tentunya sangat bergantung pada individu
masing-masing investor. Dalam manajemen strategis dan pemasaran, istilah portfolio
digunakan untuk menunjukkan sekumpulan produk, proyek, layanan jasa atau merk yang
ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan. Tujuan melakukan portofolio adalah
untuk mengurangi risiko bagi pihak yang memegang portofolio. Pengurangan risiko itu
dilakukan dengan diversifikasi risiko.
Portofolio secara sederhana bisa disebut kumpulan aset investasi, bisa berupa
properti, deposito, saham, emas, obligasi, atau instrumen lainnya. Portofolio saham
adalah kumpulan aset investasi berupa saham, baik yang dimiliki perorangan atau
perusahaan.
Portofolio Menurut Beberapa Ahli
1. Portofolio oleh Sundjaja dan Barlian (2002;58) didefinisikan sebagai kombinasi
aktiva. Sedangkan menurut Sentanoe Kertonegoro (1995;215), portofolio adalah
suatu kumpulan investasi yang digabungkan untuk memenuhi tujuan investasi.
2. Agus Sartono (2001;143), bahwa portofolio adalah sekumpulan investasi baik berupa
asset riil (real assets) maupun asset keuangan (financial assets).
3. Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio.
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian
keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk
mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio.

2. Investasi Portofolio
Investasi adalah investment yaitu penanaman modal, biasanya dalam jangka
panjang untuk pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham-saham dan surat berharga
lain untuk memperoleh untung atau keuntungan. Secara umum, investor terbagi menjadi
tiga karakter atau profil utama, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
Investasi portofolio adalah investment portfolio yaitu sejumlah sekuritas yang
dimiliki oleh perseorangan atau perusahaan sebagai salah satu cara penanaman modal
atau investasi. Manajemen portofolio, yakni cara mengolah kumpulan aset untuk
mencapai tujuan investasi. Salah satu cara mengolah portofolio adalah dengan
meminimalkan resiko.
Dalam portofolio, seorang investor memiliki kesempatan untuk melakukan
diversifikasi (pemilihan banyak sekuritas) pada berbagai kesempatan investasi.
Diversifikasi itu sendiri dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung.
Pembentukan portofolio menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan
dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas
tersebut. Selain itu diharapkan akan terbentuk suatu portofolio yang optimum, yaitu
portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak yang ada pada portofolio efisien.
Portofolio yang dipilih investor adalah potofolio yang sesuai dengan preferensi investor
bersangkutan dengan return maupun terhadap risiko yang dapat ditanggungnya.
Pendapatan bersih investasi adalah real rate of return yaitu pendapatan yang
diterima dari suatu investasi setelah dikurangi tingkat inflasi yang terjadi saat dana
tersebut ditanamkan. Pendapatan ini disebut juga sebagi tingkat bunga nyata, misalnya
jika seorang investor memperoleh pendapatan sebesar 8% dengan tingkat inflasi sebesar
3% pendapatan bersih yang diterimanya sebesar 5%.

3. Mengukur Keuntungan Investasi Portofolio


Apabila diasumsikan kita melihat investasi internasional dar prespektif amerika,
maka kita dapat menghitung besarnya keuntungan dalam dolar, yaitu perkalian antara
keuntungan investasi dalam mata uang lokal dengan currency gain/losses. Secara lebih
rinci, bila anda dalam melakukan investasi wujud obligasi, maka total keuntungan dalam
dolar (r$)dapat dihitung sebagai berikut:

1+r$={1+[(B1-B0+C0/B0]}(1+g)

Dimana Bt adalah harga obligasi dalam mata uang lokal pada waktu t; C adalah
penghasilan dari obligasi (coupon) dalam mata uang lokal; g adalah presentase perubahan
mata uang lokal dinilai dalam dolar.

Namun bila anda melakukan investasi dalam bentuk saham, maka total keuntungan dalam
dolar (R$) dinyatakan dalam:

1+R$={1+[(P1-P0+DIV)/P0]}(1+g)

Dimana Pt adalah harga saham dalam mata uang lokal pada waktu t; DIV adalah
penghasilan dividen dalam mata uang lokal.

4. Manfaat Dan Resiko Diversivikasi Internasional


A. Manfaat Diversifikasi
Saham dan obligai internasional dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi
dengan resiko yang lebih rendah disbanding investasi pada satu pasar saja. Investasi
portofolio internasional memang menawarkan peluang yang lebih luas dibandingkan
invetasi dalam negeri.
Untuk memahami tingkat keuntungan portofolio yang diversifikasi secara
internasional, perlu perhatikan hubungan antara tingkat keuntungan yang diharapkan
dengan resiko portofolio tersebut. Dalam teori manajemen keungan dijelaskan bahwa
tingkat keuntungan yang diharapkan mempunyai hubungan yang positif dan linier
dengan resiko sistematis( atau disebut juga sebagai resiko pasar atau market risk).
Masalah yang timbul adalah apa dan bagaimana mengukur resiko pasar itu,
terutama dalam hubungannya dengan diversivikasi internasional.
Untuk dua kasus ekstrem dapat digunakan:
1. Diasumsikan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan untuk setiap saham
ditentukan oleh risikonya dalam pasar domestik.
2. Diasumsikan bahwa tingkat keuntungan itu ditentukan oleh risiko di pasar modal
dunia.
Manfaat diversifikasi internasional akan terbatas paabila terdapat kendala untuk
melakukan invetasi ke luar negeri:
1. Adanya hambatan hukum , informasi, dan ekonomi yang membuat pasar modal
domestik tersegmentasi.
2. Kurangnya likuiditas, yaitu kemampuan pembeli dan menjual surat berharga
secara efisien.
3. Adanya kontrol devisa, peraturan pajak khusus, kurang berkembangnya pasar
modal diluar negeri, risiko valas, dan kurangnya informasi yang memadai
mengenai bagaimana cara memperoleh surat berharga yang potensial diluar
negeri.
B. Risiko
Bagi para investor asing yang akan menginvestasikan dananya di pasar modal
internasional perlu memperhatikan faktor perubahan kurs valuta asing di dalam
perhitungan risiko investasinya. ini disebabkan karena bagi investor asing sekarang
terdapat du jenis sumber risiko sewaktu mereka menginvestasikan dana di pasar
modal internasional, yaitu:
1. Perubahan harga saham
2. Perubahan kurs mata uang asing
Apa risiko total ( risiko yang ditanggung oleh investor asing) selalu lebih besar
dengan risiko domestik? Sepanjang koefisien korelasi antara perubahan tingkat
keuntungan yang dinyatakan dalam satuan moneter setempat daengan perubahan
kurs valuta asing ternyata positif, maka risiko total akan lebih besar dari risiko
domestik.
5. Integrasi Pasar Modal Global
Kita dapat mengamati derasnya gelombang globalisasi dari perkembangan pasar
modal menuju full integrated markets, artinya para pemodal dapat melakukan
deversifikasi investasi dimana saja tanpa hambatan. Namun apabila pemodal asing
menghadapi hambatan yang substansial dalam melakukan investasi di pasar modal dan
pemodal lokal sulit melakukan diversifikasi internasional sehingga pembentukan harga
lebih di pengaruhi pasar lokal, maka pasar modal tersebut condong pada segmented
markets.

6. Konsekuensi Pelonggaran Hambatan


Pada saat terjadi hambatan bagi investor asing, harga sekuritas yang di bayarkan
oleh para investor asing akan lebih tinggi daripada seandainya tidak ada hambatan
apapun bagi para investor asing tersebut.
Sekuritas-sekuritas ysng diperdagangkan di pasar modal swiss bisa di
kelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Bearer shares merupakan jenis sekuritas yang boleh di beli oleh investor asing akan
tetapi tidak mempunyai hak suara dalam rapat pemegang saham.
2. Registered shares merupakan jenis sekuritas yang tidak bisa di beli oleh para investor
asing tetapi mempunyai hak suara dalam rapat pemegang saham.
Yang terjadi adalah bahwa harga sekuritas jenis pertama cenderung lebih tinggi daripada
harga sekuritas jenis kedua. Dengan demikian kalau berbagai hambatan bagi para
investor asing di tiadakan, maka para investor akan bisa membeli saham dengan harga
lebih murah (di bandingkan dengan seandainya ada batasannya).

7. Pemilihan Portofolio Internasional Optimal


a. Asumsi: para investor bersedia menanggung risiko tambahan jika mereka
dikompensasi secara cukup dengan pengembalian diharapkan yang lebih tinggi.
b. Dunia mengukur sensitivitas pasar nasional terhadap pergerakan pasar dunia.
Ukuran kinerja historis untuk pasar saham nasional: SHP = (Ri – Rf )/si .
c. Portofolio internasional optimal (OIP): komposisi saham, dari perspektif domisili
investor, secara lengkap dapat dilihat pada Exhibit 15.5 dan 15.6.
d. Perbedaan Rasio Sharpe (DSHP) antara portofolio internasional optimal dengan
portofolio domestik: DSHP = SHP(OIP) – SHP(DP). l DR = (DSHP)(sDP).

DAFTAR PUSTAKA

http://jenisreksadana.blogspot.com/2017/03/portofolio-investasi.html
https://hafidfathur.wordpress.com/2015/05/12/investasi-portofolio-internasional/
https://deden08m.files.wordpress.com/2012/03/materi-12-investasi-portofolio-internasional.pdf