Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGOLAHAN BAHAN GALIAN


FLOTASI MINERAL SULFIDA

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 7

1. BREMA NICODEMUS GINTING (073. 13.103)


2. EBEN EZER SITOMPUL (073. 13.104)
3. HARYO BHIMO CHETO (073. 13.105)
4. IRVAN RAMADHAN (073. 13.106)
5. JULIO TAHANS TOGO (073. 13.107)
6. MUTIARA ANDINI (073. 13.109)
7. ROKI ALFATERA (073. 13.112)
8. TEUKU MUHAMMAD IQBAL (073. 13.115)
9. AHMAD LUDDI (073. 12.012)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2015

1
LAPORAN MODUL VIII
FLOATASI MINERAL SULFIDA
Kelompok 7 / Senin, 30-11-2015
Asisten : ALFIAN LUHUR PAMBUDI
Abstrak – Praktikum Modul VIII- bertujuan untuk mineral-mineral yang permukaannya terbasahi oleh air
mempelajari karakteristik flotasi mineral fluida. disebut mineral hydrophilic, atau mineral suka air. Pada
Dalam industri pertambangan, pengolahan bahan metoda flotasi, mineral hydrophobic akan menempel pada
galian memerlukan tahapan pemisahan material. gelembung dan naik ke permukaan air membentuk buih
Pemisahan material ini berguna untuk proses mineral. Sedangan mineral hydrophilic tidak dapat
selanjutnya. Pemisahan mineral dapat berdasarkan menempel pada gelembung, dan tetap di dalam air.
sifat fisik materialnya, diantaranya sifa t permukaan Selain pemisahan bijih emas, prosess ini banyak
mineral. Dalam pemanfaatan sifat itulah yang akan dipakai untuk beberapa bijih seperti Cu, Pb, Zn, Ag, dan
dipelajari pada praktikum kali ini. Praktikum kali Ni. Proses flotasi merupakan proses yang bergantung pada
ini mengenalkan cara kerja dan mekanisme flotasi. sifat permukaan mineral. Apakah ia hidrofob atau hidrofil.
Teknik ini memanfaatkan perbedaan sifat
permukaan mineral-mineral. Dengan menambahkan
reagen kimia yang bisa membuat permukaan salah
satu mineral menjadi hidrofil sementara bagian
reagen itu sendiri memiliki sifat hidrofob, maka
mineral bersangkutan dapat diangkat oleh
gelembung yang ditiupkan ke permukaan untuk
dipisahkan. Lalu dianalisa hasil recovery yang
diperoleh melalui mekanisme ini Gambar 8.1 Ilustrasi Pemisahan yang terjadi pada Flotasi
Proses floatasi dapat berlangsung optimal bergantung dari
A. TinjauanPustaka reagen-reagen yang digunakan. Reagenreagen yang
Flotasi merupakan pemisahan satu mineral atau digunakan juga beragam tergantung dari mineral yang
lebih dengan mineral lainnya melalui pengapungan. ingin kita peroleh.Reagen – reagen yang digunakan
Mengapungkan mineral tertentu dari mineral lainnya tersebut memiliki masing-masing kegunaan ataupun saling
dengan bantuan gelembung udara sampai ke permukaan melengkapi antar reagen. Berikut kegunaan masing-
air. Secara spesifik pemisahan ini disebut froth flotation, masing reagent yang digunakan:
atau flotasi buih. Media pemisahannya adalah air dan  Collector
gelembung udara. Collector adalah bahan yang dapat menyebabkan
Operasi pemisahannya memanfaatkan perbedaan partikel mineral menjadi hidrofob, yaitu dengan cara
sifat kimia-fisika permukaan mineral yang akan dipisah. melapisi permukaan polar dari partikel mineral
Sifat permukaan ini didasarkan pada respon permukaan dengan reagent. Sehingga pada bagian luar dari
mineral ketika berada dalam air, sifat permukaan ini mineral terjadi reaksi kimia yang membentuk lapisan
disebut Hydrophobicity. Hydrophobicity menunjukkan non polar yang mudah menarik udara, dan mineral kan
kecenderungan permukaan mineral untuk dibasahi air. mudah menempel pada gelembung udara.
Ketika mineral-mineral bijih berada dalam air,  Frother
maka permukaan mineral-mineral tersebut akan merespon Frother zat kimia yang digunkan untuk membantu
air sesuai dengan sifat kimia-fisikanya. Mineral-mineral menstabilkan gelembung udara yang terbentuk
yang permukaannya tidak terbasahi oleh air disebut sehingga tidak mudah pecah. Gelembung-gelembung
mineral hydrophobic atau mineral tak suka air, sedangkan
2
udara yang terbentuk harus dapat bergerak bebas di Reagents yang digunakan untuk pengapungan pada
dalam pulp dan dapat mengambil partikel-partikel umumnya tidak beracun, yang berarti bahwa biaya
mineral berharga, kemudian diapungkan ke dalam pembuangan limbah / tailing menjadi rendah. Keuntungan
pulp. MIBC (Methyl Isobutyl Carbinol) merupakan lain dari proses pengapungan adalah pada umumnya cukup
senyawa kimia organic jenis alcohol.Dalam flotasi efektif pada bijih dengan ukuran yang cukup kasar ( 28
batubara digunakan sebagai pembuih.Struktur kimia mesh ) yang berarti bahwa biaya penggilingan bijih dapat
MIBC adalah sebagai berikut. diminimalkan.
Froth Flotation sering digunakan mengkonsentrasi
emas bersama-sama dengan logam lain seperti tembaga,
timah, atau seng. Partikel emas dari batuan oxydis
biasanya tidak merespon dengan baik namun efektif
terutama bila dikaitkan dengan emas sulfida seperti pyrite
 Modifier (Modifying Agent)
Modifier digunakan untuk mengembalikan sifat
permukaan ke yang aslinya. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan selectivity. Modifying agent dapat
dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu :
o Regulating dan Dispersing Agent Regulor
berfungsi untuk mengatur pH, menghilangkan
pengaruh gangguan slime, colloid, dan garam Gambar 2.2 Mekanisme Pemisahan Flotasi
laut. Dispersing Agent berfungsi untuk
melepaskan slime pada pemukaan mineral. Mekanisme Penempelan, Pelekatan Mineral-Gelembung
o Aktivator Bertujuan meningkatkan aktivitas Pelekatan mineral pada gelembung udara
permukaan mineral agar dapat berinteraksi tergantung pada kemampuan dari mineral dan gelembung
dengan kolektor, sehingga adsorbsi kolektor mengatasi gaya gaya yang terdapat dalam lapis tipi sair.
pada permukaan partikel menjadi lebih baik. Mekanisme pelekatan mineral dan gelembung udara
Contohnya adalah Cu ++ untuk mengapungkan terdiri dari 3 tahap.
sfalerit, dan Ca ++ untuk mengapungkan
kuarsa. - Gelmbung dan atau mineral saling mendekat,
o Depresant Mencegah pengapungan mineral kemudian menghasilkan suatu lapisan tipis air di
tertentu tanpa menghalangi pengapungan antaranya. Dalam kondisi ini, partikel bergerak
mineral lainnya. Digunakan apabila float ability sesuai dengan hukum hidrodinamika.
mineral yang tidak diinginkan mengapung sama - Mineral dan gelembung terus saling mendekat,
dengan mineral yang akan diapungkan oleh hal ini mengakibatkan lapis tipis air semakin tipis
kolektor tertentu. Contohnya adalah CN- (pyrit, dan akhirnya terjadi kerusakan atau pecahnya
sfalerit), dan Zn++(sfalerit) Metoda ini lapis tipis ini.
digunakan di beberapa industri pertambangan - Hilangnya lapis tipis akan diikuti dengan
dengan menggunakan reagen utama Xanthate terjadinua penempelan mineral gelembung.
sebagai Collector ( misalnya : potassium amyl Pelekatan atau penempelan ini diawali dengan
xanthate, C5H11OCS2K), Pine Oil sebagai terbentuknya kontak tiga fasa yang dengan cepat
Frother dan campuran bahan kimia organik meluas dan stabil. Ada tiga gaya dalam lapisan
lainnya sebagai pH Modifiers. tipis air hingga terjadi pelekatan gelembung
mineral, yaitu :

3
- Gaya Van der Walls
- Gaya elektrostatik
- Hydrasi dari kelompok hidrofil yang ada pada
permukaan mineral

Mesin flotasi merupakan peralatan yang


berguna untuk menghasilkan gelembung udara di
dalam suspensi, mengeluarkan busa dari permukaan,
dan memisahkan tailing. Mesin flotasi dapat
dikelompokkan dalam 2 type, yaitu mesin flotasi
mekanis dan mesin flotasi pneumatic.
 Mesin flotasi mekanis : shaft dan impeller B. Data Percobaan
terletak di tengah mesin, udara akan  Flowchart prosedur percobaan
dimasukkan melalui shaft dan didispersikan gerus bijih sehingga slime terbentuk minimum
ke permukaan oleh impeller. Contoh mesin (hindari over griding)
flotasi Fagergren, sub A dan agitair.
hasil ayakan - 65 mesh
 Mesin Flotasi Pneumatic :tidak
menggunakan impeller sebagai media
pengaduk, conditioning dilakukan diluar sel aduk bijih dan ambil umpan untuk dianalisa

flotasi melainkan bekerja dengan


isi sel flotasi sampai 2,5cm dibawah bibir overflow dan
mengkompres udara untuk agitasi atau pulp ukur volumenya
aerated. Contoh mesinflotasi kolom.
 Mesin flotasi kolom : feed masuk dari hitung umpan yang diperlukan dengan berat pulp 30%
fideer,kemudian udara atau air di tembakan
dari bawah sehingga menghasilkan masukan pulp ke sel flotasi
gelembong-gelembong udara yang
mengangkat material yang di sebut kosentrat
hidupkan mesin sel flotasi dan atur speed
ke atas dan teling menuju ke bawah ke
sehingga material dengan pengotornya
atur ph dengan lime
terpisah

tambahkan colector 0,03 kg/ton 2menit

tambahkan frother 0,03kg/ton 2 menit

buka keran udara selama 2 menit dan ambil busa yang


muncul

tambah reagen

ulangi prosedur langkah 11 untuk konsentrat ketiga


dan keempat

keringkan konsentrat tailing dan analisa kandungan


Gambar 8.3 prinsip kerja flotasi kolom mineral sulfida

4
 Data Percobaan D. Analisa Hasil Percobaan

Data Berat Produk Ph=11 % Recovery Kumulatif vs. % Berat


Produk Berat(gr) Kumulatif
Konsentrat 1 38,12 80.00

% Recovery Kumulatif
Konsentrat 2 45,23
60.00
Konsentrat 3 51,94
40.00
Tailing 364,71
Umpan 500 20.00
0.00
0.00 10.00 20.00 30.00
Data Berat PbS di dalam Produk Ph=11
% Berat Kumulatif
Produk Berat(gr)
Konsentrat 1 34,23 Keterangan :
Konsentrat 2 41,64
hubungan persen recovery kumulatif dengan persen berat
Konsentrat 3 46,17
kumulatif berbanding lurus dilihat dari grafik yang terus
Umpan 201,11
meningkat.

% Recovery Kumulatif vs. Waktu Flotasi


80.00

% Recovery Kumulatif
60.00
40.00
20.00
0.00
0.00 100.00 200.00 300.00
Waktu Flotasi

Keterangan :
Hubungan persen recovery kumulatif dengan waktu flotasi
berbanding lurus.Semakin lama waktu flotasi maka persen
recovery kumulatif yang didapat semakin besar
C. Pengolahan Data Percobaan
Tabel 1
% % % % Recovery Kumulatif vs. % PbS
Produk Berat PbS Kumulatif
Berat PbS Rec
Konsentrat 1 38,12 7,62 34,23 89,80 17,02 80.00
% Recovery Kumulatif

Konsentrat 2 45,23 9,05 41,64 92,06 20,71 60.00


Konsentrat 3 51,94 10,39 46,17 88,89 22,96
40.00
20.00
Tabel 2
Kumulatif Waktu 0.00
Produk Flotasi 0.00 100.00 200.00 300.00
% % %
Berat PbS Rec (menit) % PbS Kumulatif
Konsentrat 1 7,62 89,80 17,02 6
Konsentrat 2 16,67 181,86 37,73 12 Keterangan :
Konsentrat 3 27,06 270,75 60,69 18 Hubungan persen recovery kumulatif dengan persen PbS
kumulatif berbanding lurus.Semakin besar persen PbS
kumulatif maka persen recovery kumulatif semakin besar
juga.
5
Dari hasil percobaan yang diperoleh, diketahui E. Pertanyaan dan Tugas
bahwa dengan adanya penambahan collector dan frother
dapat mempengaruhi % berat konsentrat, % berat PbS, dan
1. Apa tujuan desliming pada umpan flotasi?
% recovery PbS terhadap pH, dimana konsentrat yang
bercampur dengan collector dan frother dengan jumlah Jawaban :
yang lebih banyak akan memiliki % berat konsentrat, % desliming adalah proses penghilangan slime pada
berat PbS, dan % recovery PbS lebih kecil dan tiap-tiap
proses flotasi, karena slime dapat mengganggu proses
konsentrat akan meningkat hingga pada pH 11 mencapai
nilai maksimum tiap-tiap konsentrat, dan turun saat flotasi.
melewati pH 11, sehingga dapat disimpulkan nilai 2. Tuliskan persamaan kimia yang menunjukkan ionisasi
maksimum berada pada saat pH 11.Jika adanya
Potassium Amyl Xanthate (PAX) ke dalam air!
ketidaksamaan dengan analisa tersebut, kesalahan berada
pada praktikan, ataupun alat. Jawaban :
CH3CH2OCS2K + H2O -> CH3CH2OCS2H + KOH
Variabel yang mempengaruhi proses flotasi adalah :
CH3CH2OCS2H -> CS2 + CH3CH2OH
1. Keadaan dan ukuran butir 3. Tuliskan tujuan conditioning pada tujuan flotasi !
Ukuran butir mineral yang akan mempengaruhi
Jawaban :
partikel mineral akan lebih besar dari density air,
sedangkan jika terlalu kecil akan menimbulkan Secara umum, tahap conditioning bertujuan untuk
slime yang akan mengganggu jalannya proses membuat suatu mineral tertentu bersifat hidrofobik
flotasi. dan mempertahankan mineral lain bersifat hidrofilik.
2. Pulp preparation Selain itu, conditioning juga bertujuan untuk
Penyediaan pulp diusahakan supaya cocok untuk mengendapkan ion-ion pengganggu, mengendapkan
proses pengolahan yang umumnya berkaitan
mineral yang tidak ingin diangkat menggunakan
dengan persen solid yang sesuai.
depresan, menciptakan lingkungan yang memiliki pH
3. Intensitas pengadukan dan pemberian udara yang sesuai untuk mineral agar proses berjalan
Pengadukan dalam flotasi dilakukan dengan
mesin flotasi. optimal dan memisahkan mineral berharga dari
partikel halus menggunakan dispersan.
4. Kekentalan pulp
4. Tuliskan dan jelaskan macam-macam flotasi cell yang
Untuk suspensi pulp yang lebih kental akan
diperoleh recovery yang lebih baik. dipegunakan dalam flotasi komersial!
Jawaban :
5. Waktu kontak dan waktu flotasi
Kenaikan recovery terjadi pada waktu tertentu,  Mechanical ,vertical( Agitation Cell), Shaft dan
yang tergantung pada: Komposisi mineral bijih, impeller terletak di tengah mesin, udara akan
Keadaan dari partikel-partikel bijih, Jumlah dimasukkan melaluai shaft dan didispersikan ke
kolektor yang ditambahkan, Lama pengadukan,
Ukuran butir. permukaan melalui impeller.
 Pneumatic Cell, dimana, Tidak ada impeller dan
6. Pengaruh pH
bekerja dengan mengkompres udara untuk
Tujuan dari pengaturan pH adalah untuk
menurunkan sudut kontak. agitasi atau “the pulpaerator”.
 Froth Separator, dimana Slurries memiliki
7. Pengaruh Collector
Yang harus diperhatikan adalah sifat-sifat dari ukuran 1 mm-50 µm. Prinsipnya dengan
kolektor yang akan digunakan, misalnya pemisahan feed dan slurry di dalam froth
Xanthate, sangat baik untuk merubah sifat blanket.
permukaan mineral-mineral sulfida dan batubara,
mudah larut dalam air dan tidak akan  Column Flotation, Flotasi dilakukan didalam
menimbulkan frother. sebuah kolom. Conditioning dilakukan di luar
sel. Tidak ada bagian yang bergerak pada flotasi
8. Pengaruh Frother
Digunakan untuk menstabilkan gelembung udara kolom ini. Udara dihembuskan dari bawah
untuk waktu yang relatif lama.

6
5. Apa yang dimaksud reagen aktivator? permukaan partikel mineral menjadi hydrophobic
Jawaban : melalui reaksi-reaksi kimia tertentu, dan frother,
reagen kimia yang diperlukan dalam proses flotasi berfungsi mengecilkan tegangan permukaan air
untuk mengintensifkan selektifitas dari pekerjaan sehingga dapat terbentuk gelembung udara yang
kolektor. mengikat partikel mineral dan membawanya ke
6. Jelaskan kenapa air murni tidak membentuk froth permukaan. Selainitudapat juga ditambahkan reagent-
Jawaban : reagent lain yang disebut dengan regulator atau
Air murni tidak membentuk froth karena ia memiliki modifier. Fungsi regulator ini yaitu sebagai pengatur
tegangan permukaan yang tinggi sehingga kondisi lingkungan flotasi agar sesuai dengan kondisi
buih/gelembung tidak pernah stabil. ideal, sehingga flotasi dapat berlangsung dengan baik.
7. Jelaskan mekanisme aksi pada proses flotasi! 3. Flotasi mineral sulfida dipengaruhi oleh beberapa
Jawaban : faktor, seperti kecepatan putaran alat flotasi, keasaman
 Liberasi, analisis pendahuluan (pH), persen berat umpan, jumlah reagent yang
Agar mineral terliberasi maka perlu dilakukan digunakan, dan distribusi waktu proses flotasi dan
crushing atau grinding yang diteruskan dengan pengambilannya.
pengayakan atau classifying. Ini dimaksudkan agar 4. Hasil dari mekanisme flotasi dipengaruhi beberapa
ukuran butir mineral dapat seragam sehingga proses variabel, yakni :
akan lebih sukses atau berhasil.  Keadaan dan ukuran butir
 Conditioning  Pulp preparation
Yaitu membuat suatu pulp agar nantinya pulp tersebut  Intensitas pengadukan dan pemberian udara
dapat langsung dilakukan flotasi. Preparasi ini  Kekentalan pulp
sebaiknya disesuaikan dengan liberasi dalam proses  Waktu kontak dan waktu flotasi
basah, maka conditioning juga harus dilakukan pada  Pengaruh pH
proses basah.Pada tahap pengkondisian, reagent yang  Pengaruh Collector
diberikan adalah modifier, collector dan terakhir  Pengaruh Frother
frother.
 Proses flotasi
Proses ini ditandai dengan masuknya gelembung
udara ke dalam pulp. G. Daftar Pustaka
 ITB. 2015. Modul Praktikum Pengolahan Bahan
Galian. ITB:Bandung.
F. Kesimpulan  Putra, N. 2014. Flotasi. Google.com.
Dari percobaan yang dilakukan, dapat diambil
diaksespada 30 /11/ 2015.
kesimpulan sebagai berikut:
 Kelly, Errol.G. 1982. Introduction to Mineral
1. Konsentrasi flotasi merupakan proses peningkatan
Processing. A-Willey-Interscience Publication:
kadar dengan memisahkan mineral berharga dan
Canada.
pengotornya melalui proses pengapungan partikel
mineral pada permukaan air akibat proses perubahan
sifat permukaan mineral yang menjadi hydrophobicdan
terbawa oleh gelembung udara yang bergerak ke
permukaan.
2. Flotasi mineral sulfida membutuhkan reagent-reagent
yaitu collector, berfungsi untuk mengubah sifat

7
H. Lampiran