Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1. Rasionalisasi Pentingnya CBR Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk
kita baca dan pahami. Terkadang kita memilih satu buku, namun kurang memuaskan hati
kita. Misalnya dari segi analisis bahasa, pembahasan tentang pancasila. Oleh karena itu,
penulis membuat Critical Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih
buku referensi, terkhusus pada pokok bahasan tentang pancasila.
2. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepadaPara
pembaca tentang sistem pilitik Indonesia itu baik pengertian sistem ,tipe dan fungsi
sistem politik itu.disamping itu makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas yang
diberikan dosen.
3. Manfaat Supaya mahasiswa mengetahui bagaimana sikap dari sistem politik indonesia itu
dalam organisasi dan mengetahui tentang apa saja yang dilibatkan dalam pemimpin.
4. Identitas Buku Judul buku : Sistem politik indonesia Pengarang : Aep Gunarsa, SH
Penerbit : PT Refika Aditama Tahun Terbit : 2008 Kota Terbit : Bandung Bahasa Teks :
Bahasa Indenesia 1

BAB II
ISI BUKU
Ringkasan Buku BAB I PENDAHULUAN
A. Pengertian Sistem Pengertian sistem menurut beberapa pakar memberikan defenisi tentang
sebagai, menurut henry pratt Fairchild (1961:315) sistem adalah an aggregate of related interst or
activities. There is the assumsion of an organization pf parts or phases in ordery arrangement.
Menurut Eric kohler (1971:423) sistem adalah a collection of object or event conforming to aplan,
the paln itselt. Dari dua defenisi di atas sistem dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian yang
saling kait mengakit antar beberapa bagian sampai kapada bagian yang terkecil, bila suatu bagian
sub bagian tergantung maka bagian yang lain juga mengikut merasakan ketergantungan
tersebut.Jadi sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian, uang kait mengkait satu
sama lain, bagian atau anak cabang dari suatu sistem, menjadi induk dari rangkaian selanjutnya.
B. Pengertian Politik Politik dalam bahasa arabnya disebut “syiasyah’’ yang kemudian
diterjemahkan menjadi siasat, atau dalam bahasanya “politic”.politik itu sendiri memang berarti
cerdik ,dan bijaksana yangdalam pembicaraan sehari-hari kita seakan mengartikan sebagai suatu
cara yang pakai untuk mewujudkan tujuan. Pada dasarnya politik mempunyai ruang lingkup
Negara,membicarakan politik pada ghalibnya adalah membicarakan Negara , karana teori politik
yang mempengaruhi hidup masyarakat, jadi Negara dalam kedaaan bergeraka. Asal mula kata
politik itu sendiri berasal dari kata “polis” yang berarti Negara kota , dengan politik berarti ada
hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan itu timbul aturan,
kewenangan kelakuan pejabat ,legelitas keapsahan, dan akhirnya kekuasaan. C. Pengertian
Indonesia Indonesia adalah satu bangsa dan Negara yang secara politis, resmi merdeka sejak
tanggal 17 agustus 1945.walupun satu buku ini ditulis Negara Indonesia sedang mengalami krisi
ekonomi yang luar biasa, rakyatnya sadar bahwa bangsa ini tetep bangsa besar. 2
 3. Selama lebih dari setengah abad merdeka,bangsa indonesai baru memiliki lima orang presiden
, selain dari pada itu juga pernah sewaktu Indonesia darurat dipimpin oleh Mr.syafrudin
prawinegara. Pada dekade terakhir ini kita mengenal kata integrasi bagi persatuan dan kesatuan,
sayang tidak dimengerti oleh bangsa lain. Bagaimana tidak, dalau dalam integrasi seorang “papua
dan aceh” harus merasa memiliki Indonesia , sehingga dengan begitu hak dan kewajibanya sama ,
tentu saja pendektanya mutlak harus sejahtera. D. Sistem Pemerintahan pada Umumnya
Pemerintah memang sangat dibutuhkan dalam berdirinya suatu Negara. Adalah kemustahilan
Negara muncul tanpa kemudian diikuti oleh berdirinya lembaga eksekutif ini. Dalam agama
Kristen, tercatat kebrutalan pemeritahan mempecundangi kaum beraga, ingat waktu pemeritahan
Pontius Pilatus merintahan agar jesus kristus di salibkan, kemudian yang bersangkutan mencuci
tanganya sebagai lembaga lepasnya pertanggung jawaban. Dalam agama Budha , tercatat sang
pendiri agama ini bahkan meningalkan kerajannya dan memerintah karena adanya berniat
mengurus ihkwal keukhawiran lalu beliau bersemedi mencari kedamaian abadi yang trasendal.
Dalam agama Islam, tercatat bahwa nabi Muhammad saw, selain menjadi rasullah juga menjadi
pemimpin pemerintah medinah. Pengelompokan sistem pemerintahan ini tidak lain untuk lenih
jauh melihat perbedaan dan keselamatan dari berbagai sistem pemerintahan, dengan pemerintahan
Negara lainnya. 1.Sistem pemerintahan Parlementer 2. Sitem pemerintahan Presidensial 3. Sitem
pemerintahan Campuran 4. Sistem kediktoran proletariat E. Hubungan Politik dengan Ekonomi
Pembangunan politik di Negara berkembang bertolak belakang dengan pembangunan ekonomi ,
misalnya ketika kita hendak meningkatkan pembangunan politik di mana sebagai wakil rakyat
yang mengartikulasikan dan mengaresekan kepentingan masyarakat legislatif harus menyurakan
kebutuhan masyarakat. BAB II SEJARAH POLITIK INDONESIA 3
 4. A. Wacana Berbicara tentang politik suatu Negara, tidak akan dapat dilepaskan dari sistem
dan bentuk pemerintahan yang dianut oleh Negara tersebut, sebab sistem politiknya yang
kemudian menentukan bentuk dan susunan pemerintahan yang bagaimana yang seharusnya
dikembangkan dalam Negara tersebut. Dalam memyelenggarakan pemerintahan, khususnya
pemerintahan daerah diindonesia, sudah dikenal sejak masa hindu belanda, tetapi pemerintahan
yang diselengarakan oleh hindu belanda bukanlah sebuah pemerintahan yang amanah
sebagaimana tujuan terbentuknya sebuah pemerintahan. Bangsa Indonesia yang besar baru
dipersatukan oleh para pendiri Negara melalui proklamasi 17 agustus 19415, setelah melalui
proses yang cukup panjang dan berliku. Sebelum itu Indonesia yang kerap disebut nusantara,
adalah kumpulan bangsa-bangsa mandiri dan berdaulat, yang tidak jarang antara, kerajaan yang
satu dengan kerajaan yang lainnya saling menyerang demi perluasan pengaruh. B. Sebelum
Kemerdekaan Pahlawan bagi suatu bangsa merupakan penghianat yang Negara lain yang menjadi
musuh bangsa tersebut, begitulah pula sebaliknya. Tetapi yang akan penulis sampaikan adalah
pahlawan dalam pengertian yang sebenarnya, karena patokannya adalah siapa yang
memperjuangkan kebenaran dan siapa yang mempertahankan ketidak benaran. Sejarah mencatat
bahwa yang pertama menentang penjajahan adalah dengan mengerakan masyarakatnya(baik
mengangkat senjata mauppun jalur diplomasi) adalah sultan agung anyorukusomo(1591-1645).
Kemudian perlawanan untung surupati yang rela melepaskan istrinya seorang purti belanda karena
akan menentang belanda. Tanggal 8 desember 1941, pecahnya perang sebagai rangkaian perang
dunia kedua. Jerman,itali dan jepang melancararkan aksi tempurnya yang mendunia. Jepang di
asia sedangkan dua sekutunya di eropa. Hal tersebut membuat pemerintah hindia belanda tidak
tertinggal bertekuk lutut kepada pemerintah jepang pada tanggal 9 maret 1942. C. Proklamasi Pada
tanggal 17 agustus 1945 jam 10.00 WIB, Indonesia mengumandangkan proklamasi
kemerdekaannya ke seluruh dunia. Proklamasi itu ditandatanani atas nama bangsa Indonesia oleh
seokarna dan hatta, di jalan pedangsang ni 56 jakarta. Peristiwa ini dicatat dan akan dikenang oleh
seluruh bangsa Indonesia sampai kiamat, insya Allah. 4
 5. Sejak dari proklamasi kemerdekaan tersebut, sejarah bangsa Indonesia merupakan sejarah
suatu bangsa yang masih muda dalam meyusun politik pemerintahan. Landasan berpijaknya
adalah konstitusi dan ideologi yang mereka ciptakan sendiri sesuai perkembangan budaya
masyarakat. D. Orde Lama Bung hatta, setelah beliau pamit dan meninggalkan jabatan wakil
presiden menuliskan sebagai berikut ini. Sejarah Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir ini banyak
memperlihatkan pertentangan antara idealism dan realita. Ideologis yang menciptakan suatu
pemerintahan yang adil dan melakasanakan demokrasi sebaiknya, serta kemakmuran rakyat
sebesarnya. Bertolak belakang dengan realita dalam pemerintahan itu sendiri, karena pada
kenyataan dan dalamperkembangnya kelihatan semakin jauh dari demokrasi yang sebenarnya.
Dalam UU tersebut di atas dinyatakan bahwa bagaimana pun keadaan anggota parlemter di daerah,
unsur nasakom harus diperlukan dalam penunjukan unsur pempin dewan perwakilan rakyat
daerah. Jadi bila di suatu daerah hanya ada seorang tokoh PKI, namun ia harus diikutsertakan
sebagai pemimpin DPRD apabila ia menjadi salah satu anggota DPRD daerah tersebut. E. Orde
Baru Ketika presiden seokarno mengalami berbagai penyakit tuanya yang dikonsultasikan kepada
dokter cina dari Beijing, berbagai kelompok mulai gelisah memperhitungkan bagaimana mereka
dapat naik lebih kepuncak kepuasan. Jendral A.H Nasution luput dari pembunuhan ini tetapi
perwira angkatan darat lainya yang didatangi pada malam yanag sama gugur sebagai kusuma
bangsa, mereka adalah sebagai berikut: 1. Letjen A. Yani 2. Mayjen M.T Haryono 3. Mayjen S
Parman 4. Mayjen Suprapto 5. Brigjen D.I Panjaitan 6. Brigjen Sutoyo 7. Lettu Piere Tendean 5
 6. PKI menunding Dewan Jendral bekerja sama dengan CIA, memang waktu itu RI sedang
suasana konfrontasi dengan kerajaan Malaysia yang dibantu inggris dan amerika seikat, itulah
kenapa Indonesia keluar dari PBB karena muanknya dengan kolonialisme imprealisme untuk
memerintah harus diselamatkan, demikian alibi PKI. F. Orde Reformasi Pada tanggal 1 mei 1998
Pak Harto akhirnya mengundurkan diri yang disambut oleh masyarakat, utamanya di Jakarta
dengan rumpah ruah dijalan, mereka bersujud kepada pemilih alam ini dengan berlinang air mata
sesyukur itukan meraka, entahlah,mereka memang sudah bosan didimpin selama setengah abad
hanya oleh dua orang saja. Pergantian beliau presiden Prof. Dr.Ing.Bacharudin Jusuf Habibie
mengantikan beliau dengan mengucapkan sumpah di istana merdeka Jakarta.karena tidak mungkin
melangsungkannya digedung rakyat MPR RI yang sedang diduduki mahasiswa. Hal ini adalah
karena sebagai berikut: 1. Habbie mengabil sumpah tidak disaksikan oleh seluruh anggota
MPR/DPR RI, lalu pak harto tidak sedang mendapat halangan sesuai pasal 18 UUD 1945,tetapi
dihujat oleh orang banyak dan diminta untuk turun kursi. 2. Bila dilangsungkanya pengambilan
sumpah tersebut di Gedung MPR hal tersebut akan beresiko tinggi oleh maraknya demontrasi dan
bukankah anggota MPR yang ada disenayan adalah buatan pak Harto sendiri yang tidak disenangi
oleh masyarakat ketika itu. 3. Bila anggota MPE digantikan pemilu tidak memungkinkan untuk
dilakukan dalam waktu yang sesingkat mungkin, lagipula berbagai UU pemilu umum selama ini
dituding sebagai tidak demokratis. BAB III LEMBAGA TINGGI NEGARA A. Majelis
Permusyawaratan Rakyat Selain di Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lembaga
konstitusi ini juga ditemukan di republik perancis dan Republik Islam Iran, di Indonesia yang
membedakan lembaga ini dengan lembaga legislatif adalah karena lembaga ini gabungan dari DPR
(Legislatif) dengan BPD. Pada masa orde baru tambahan DPR untuk menjadi MPR diambil dari
utusan daerah dari golongan, utusan daerah diangkat dari pada kepala daerah, sehingga resikonya
pak Harto terpilih dari pemilihan ke pemilu serta pidato peertanggung jawapan beliau selalu
diterima sebnayak apapun bersalah dan mengkorupsikan uang Negara. 6
 7. Untuk keanggotan MPR tahun 2004-2009 keseluruhan anggota MPR berjumlah 675 orang
dari 128 DPR yang terpili masing 4 orang dari masing 32 provinsi di Indonesia, sedangkan partai
politik berdasarkan kemenangan dalam pemillihan Negara Indonesia mendatang. B. Dewan
Perwakilan Rakyat Lembaga ini disebut parlemen karena kata “parle” berarti bicara, artinya
mereka harus menyuarakan hati nurani rakyat, artinya setelah mengertikulasikan dan
mengagegrasikan kepentinhan rakyat,mereka harus membicarakan dalam siding parlemen kepada
pemerintah yang berkuasa. Jadi pemerintah eksekutif mempuyai peranan mengurus sedangkan
legislative mempunyai fungsi mengatur. Dengan begitu bagi daerah yang belum memiliki lembaga
legislatif pada tingkat dibawah provinsi disebut pembantu gubernur(dulu residen) dan pada tingkat
di bawah kabupaten disebut pembantu bupati(dulu kewedanan) sedangkan untuk tingkat kota
disebut kota administrasi. Adapun Keberadaan Komisi yang ada di DPR adalah sebagai berikut:
Tabel: komosi DPR No Komisi Bidang yang dibahas 1 I Bidang pertahanan dan keamanan 2 II
Bidang Hukum dan Luar Negeri 3 III Bidang Pertanian 4 IV Bidang Transportasi 5 V Bidang
Perdagangan 6 VI Bidang Agama dan sumber daya manusia 7 VII Bidang Kependudukan 8 VIII
Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 9 IX Bidang Keuangan C. Presiden dan Wakil Presiden
Wewenang dan kekuasaan Presiden Republik Indonesia, dibagi dua jenis yaitu selaku kepala
Negara dan selaku kepala keperintahan. Cara membedakan antara tugas Negara dan selaku kepala
pemerintahan. Tugas dan tanggung jawab sebagai kepala Negara meliputi hal-hal yang bersifat
seremonial, dan protokeler kenegaraan, jadi mirip dengan kewenangan para kaisar dan ratu pada
beberapa Negara lain, tetapi tidak berkenaan dengan keewenangan penyelenggaraan roda
pemerintahan. D. Mahkamah Agung 7
 8. Mahkamah agung merupakan salah satu lembaga tinggi Negara di republik Indonesia yan
merupakan pengadilan yang tertinggi dari semua lingkungan peradilan, yang dalam melaksamakan
tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintahan (eksekusif) dan pengaruh lainnya. Ada 4 fungsi
pokok yang dijalankan mahkamah agung, yaitu fungsi peradilan, fungsi pengawasan, fungsi
pengaturandan fungsi peraturan daerah. Karena kekuasaan kehakiman yang ada pada mahkama
agung dan badan peradilan lainnya kekuasaan yang bebas, dalam arti bebas dari pengaruh
kekuasaan eksekisif, maka kedudukan mahkamah agung dijamin oleh Undang-Undang. E. Dewan
Perwakilan Agung Dewan ini dilikuidasi berdasarkan amandemen UUD 1945, namun perlu
diketahui antara lain, Dewan pertimbangan agung (DPA) adalah lembaga pertimbangan yang
memberikan usulana dan tanggapan kepada kepala Negara (presiden RI), serta menjawab
pertanyanyaan yang dismpaikan kepala Negara. Serta konsekuensi dari berat dan luasnya
kekuasaan presiden, diperlukan suatu lembaga yan dapat mampu memberikan pertunjukan serta
pertimbangan kepada presiden. BAB IV PARTAI POLITIK DAN PEMILU A. Partai Politik
Menurut Carl Friedrich, adalah sebuah partai politik merupakan sekelompok manusia yang
berorganisasi yang stabil dengan tujuan merebut mempertahankan pengekuasaan pemerintah bagi
pemimpin partai dan berdasarkankan penguasaan ini akan memberikan manfaat bagi anggota
partainya, baik idealism maupun kekayaan materi serta perkembangan lainnya. Menurut Roger
Soltau, adalah sekelompok wewenang yang terorganisasi yang berdasarkan bertindak sebagai
suatu kesatuan politik dengan memanfatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan menguasai
pemerintah dan melaukan kebijakan mereka sendiri. Menurut penulisnya sendiri partai politik
adalah sekelompok orang-orang memiliki ideologi yang sama, berniat merebut dan
mempertahankan kekuasaan dengan tujuan yang menurut pendapat mereka pribadi paling idealis
memperjuangkan kebenaran, dalam suatu level tingkat Negara. Pada era sepeninggalan Nabi
Muhammad SAW 14 abad yang lalu, di Saudi arabArabia ada empat golongan yang berebut
kekuasaan, karena nabi selain sebagai rasul juga berhasil mendirikan pemerintahan islam. Empat
golongan tersebut adalah: 8
 9. 1.Partai bangsawan Quraysi Makkah( sebagai kelompok pendatang) 2. Partai Yahudi
(kelompok minoritas) 3. partai bagsawan madinah (kelompok pribumi) 4. partai keluarga Nabi
(pengikut Ali KW) B. Kekuasaan Politik Partai politik adalah salah satu dari infra struktur politik,
sedangkan infra struktur politik di Indonesia meliputi keseluruhan kebutuhan yang diperlukan di
bidang politik dalam rangka pelaksanaan tugas yang berkenan dengan asal mula, berbentuk dan
proses pemerintahan pada tingkat Negara. Selanjutnya marilah kita lihat keberadaan NU dan
Muhammadiyah yang walaupun bukan sebagai partai politik saat ini, tetapi begitu besar
pengaruhnya bagi eksistensi umat islam di Indonesia sebagai organisasi islam terbesar. 1.
Nahdlatul Ulama 2. Muhammadiyah 3. Hizbut Tahrir 4. Ikhwanul Muslimin 5. Tarbiyah Islamiyah
6. Mahasiswa 7. Wartawan 8. Penguasa C. Budaya Politik Indonesia Budaya dalam bahasa inggris
“culture”, dalam bahasa latin “colore”, juga diistilahkan dengan reradaban atau budi yang dalam
bahasa arab, “ahklaq” di Indonesia kebudayaan secra etimologi berasal dari kata sanskerta yaitu,
“buddhayah” bentuk jamak dari kata Buddhi (akal) sehingga dikembangakan menjadi budidaya,
yaitu kemampuan akal budi seseorang ataupun kelompok manusia. Beberapa pakar memberikan
definisi tentang kebudayaan ini, yaitu antara lain: Menurut Kontjaraningrat 9
 10. “kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil kary a dalam rangka
kehidupan masyarakat, yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar”. Menurut Mohammad
Hatta “kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa”. Kebudayaan dekat kaitannya dengan
ilmu-ilmu seperti sosiologi, antropologi, dan psikologi, terutama karena membicarakan tentang
fenomena masyarakat, tetapi dalam membicarakan tentang politik secara luas, kebudayaan
merupakan faktor yang sangat penting karena mengkaji berbagai pola perilaku seseorang ataupun
sekelompok orang (suku) yang orientasinya berkisar tentang kehidupan bernegara, penyelengaraan
administrasi negara. 1. Budaya Politik jawa 2. Budata Politik Minangkabaw 3. Budaya Politik
sunda 4. Budaya Politik Bugis Makasar 5.Budaya Politik manado 6. Budaya politik Aaceh 7.
Budaya poltik Papua 8. Budaya Politik Batak 9. Budaya politik Bali D. Analisi Politik Dari uraian
tersebut di atas terlihat bahwa budat Indonesia begitu beragama mulai dari sabang sampai
merauke, dan ini bukan hanya dalam persolan budaya saja tetapi juga berbhineka raga
agama,pulau,bahasa kedaerahan, dan lainnya. Oleh karena itu para pendiri republik ini dulu
menciptakan kostistusi yang begitu integrasi sehingga resikonya UUD 1945 selain menciptakan
multi tasir yang dapat memanfaatkan para penguasa eksekusif. E. Pemilihan Umum 10
 11. Di Indonesia telah terulang kali di langsungkannya pemilihan umum yang disebut sebagai
peserta demokrasi pancasila rakyat Indonesia. Baik sewaktu orde lama, orde baru, dan reformasi
baru ini. BAB.V PEMERINTAHAN DAERAH A. Otonomi Daerah pada Masa Orde Lama
Pelaksanaan pemerintahan daerah pada masa pemerintahan orde lama, di bawah kepemimpinan Ir,
seokarno, sukar untuk diberikan suatu generalisasi tunggal, bahwa apakah pada masa orde lam
pemerintahan daerah dilaksanakan dengan sistem yang terintegrasi, atau melaksakan sistem
pemerintahan yang disentralisasi (otonomi). Dilain pihak,era pemerintahan orde lama diwarnai
dengan perubahan konstitusi yang dengan sendirinya juga akan mempengaruhi yang ditetapka
didarah- daerah. Sebagaimana telah diketahui, bahwa era 1954-1949, bangsa Indonesia masih
bergelut melawan belanda dengan sekutunya yang ingin menjajah kembali indoneia. B. Otonomi
di Era Orde Baru Pemerintah orde baru awalnya hadir sebagai koreksi atas kegagalan pemerintah
orde lama. Koreksi tersebut sebagaimana disampaikan oleh jendral Soeharto,tokoh supersemar
yang kemudian menjadi presiden paling lama adalah sebagaimana disampaikan pada pembukaan
kongres luar biasa kesatuan dan keutuhan partai nasional indonesia,(dalam LP3ES,1998;134)
menyatakan sebagai berikut : 1. Radikalisme PKI 2. Terjadinya oputunisme politik yang didorong
oleh ambisi pribadi 3. Terjadinya penyelewengan pribadi. Keadaan ekonomi pada orde lama
dibawah kepemimpinan Ir.Soekarno masih memang morat-marit, keadaan tersebut disamping
karena kondisi bangsa indonesia yang baru merdeka,juga karena kebijakan pemerintah rezim
Soekarno yang dinilai terlalu memperhatikan masalah politik,tetapi mengesampingkan masalah
ekonomi. Agar kekuasaannya dapat efektif dan tetap dipatuhi, maka yang harus dilakukan adalah
pemerintahan yang sentralisis. Pilihan pemerintahan sentralisis ini disamping akan menciptakan
stabilitas yang kuat, juga akan membuat daerah-daerah dapat dikuasai. Dengan demikian
pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah orde baru yang stabiltas tidak dapat dilepas dari upaya
untuk memenangkan golongan karya yang dengan sendirinya akan menjaga kelangsungan
pemerintahan orde baru. 11
 12. Waluapun demikian,sebenarnya sebagian besar daerah-daerah yang tergolong devisit enggan
melaksanakan otonomi daerah, mereka sudah sangat senang dengan pola orde baru, dengan hanya
pasang ‘tampang’ yang manis dan manggut-manggut, uang akan mengalir. C. Otonomi Daerah di
Masa Reformasi Setelah tigapuluh dua tahun presiden Soeharto memgang tampuk kekuasaan,
tuntutan perubahan yang ditandai dengan gerakan reformasi,yang menuntut perbaikan pada
kehidupan politik dan demokrasi, disamping kehidupan ekonomi yang baru saja terpuruk. Pada
era ini pemerintah rezim orde baru yang pada awalnya baik,khusus nya apabila dilihat dari segi
peningkatan kesejahteraan rakyat, yang ditandai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada
dekade 1980-an sampai 1990-an. Akhirnya mengalami krisis moneter yang melanda kawasan asia
pada tahun 1997. Namun keberhasilan pemerintahan orde baru dalam bidang ekonomi,banyak
dipuji oleh dunia internasional, dan disebut sebagai suatu keajaiban indonesia disebut sebagai satu
diantara lima macan asia, yang terdiri dari RRC, Korsel, Singapura, Malaysia, dan Indoneisa.
Keberhasilan ekonomi ini tidak urung menjadikan bangsa inonesia sebagai bangsa yang
mendapatkan termapt yang terhormat dalam pergaulan bangsa-bangsa. Krisis moneter yang
melanda Asia kemudian momentum untuk menggusur pemerintah orde baru. Harus diakui bahwa
terlepas dari keberhasilan nya meningkatkan pertumbuhan ekonomi,pemerintah orde baru telah
gagal menciptakan sistem politik dan kehidupan bernegara yang demokratis. Kegagalan tersebut
ditandai dengan pemanfaatan militer dan birokrasi untuk memanipulasi setiap pelaksanaan
pemilihan umum. Manipulasi tersebut ditujukan dengan keberhasilan Golkar pada setiap
pemilihan umum,yang terpuncak pada pemilihan umum pada tahun 1997, yaitu sebesar 74,52%
kemudian pimpinan Golkar yang diwakili oleh kekuatan tiga jalur Golkar yaitu A(ABRI)
B(birokrasi) C(Golkar). Krisis moneter menjadi momentum melemahnya Rezim Soeharto,para
intelektual politik dan mahasiswa kemudian menuntut perbaikan ekonomi. Tuntutan akhirnya
mengkristal menjadi perlawanan terhadap rezim orde kemudian menuntut turun nya presiden
Soeharto. Lemahnya pemerintahan rezim orde baru kemudian diikuti oleh gejolak di daerah-
daerah. Riau menuntu merdeka,kalimantan,makasar juga menuntut untuk merdeka. Papua dan
aceh lebih dulu bergejolak dan menjadi pekerjaan rutin untuk meredamkannya. Sementara di
Maluku,Kalimantan Barat,Poso, terjadi kerusuhan yang melibatkan SARA. BAB VI HUKUM
DAN POLITIK A. Sumber hukum 12
 13. Berdasarkan Tap MPR-RI No.3/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan peraturan
perundangan Republik Indonesia,maka sumber hukum dari sumber tertulis dan tidak tertulis
adalah : 1. Pancasila 2. Pembukaan UUD 1945 3. Batang tubuh UUD 1945 4. TAP MPR 5.
Undang-undang 6. Peraturan perundang-undangan 7. Peraturan pemerintah 8. Keputusan Presiden
9. Peraturan Daerah B. Konstitusi Indonesia Merupakan hukum dasar untuk pedoman dalam
penyelenggaraan pemerintah, terdiri dari undang-undang dasar dan konvensi. Kerjaan inggris
hanya memilki konvensi dalam penyelengaraan hukum dasarnya, sedangkan kerajaan Saudi
Arabia hanya memakai Al-Qur’an sebagai konstitusi ,hanya sekarang sampai dimana mereka
konsekuan melaksanakannya. Konstitusi indonesia adalah undang-undang dasar 1945 yang
disahkan sehari sesudah proklamasi,yaitu tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 dibuat sedemikian
rupa sehingga bersifat luwes dan supel, dalam arti dapat disesuaikan dengan waktu keadaan,serta
isinya singkat tetapi padat. Inilah kemudian disalahtafsirkan sesuai kebutuhan bangsa. Pada awal
UUD 1945 dicantumkan sebuah preambul,terkenal dengan sebutan pembukaan UUD 1945. Di
dalam pembukaan UUD 1945 tersurat sila-sila pancasila dengan tegas dan jelas, sedangkan pada
batang tubuh UUD 1945 tersirat diantara pasal-pasalnya. Setelah reformasi tahun 1999 batang
tubuh UUD 1945 ini diamandemen beberapa kali. C. Tujuh kunci pokok 13
 14. 1. Indonesia adalah negara yang berdasarkan asas hukum 2. Sistem konstitusional 3.
Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan MPR 4. Presiden adalah penyelenggara pemerintahan
negara tertinggi di bawah majelis 5. Presiden tidak bertanggungjawab kepada dewan perwakilan
rakyat 6. Menteri negara adalah pembantu presiden,menteri negara tidak bertanggung jawab
kepada DPR 7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. BAB III PEMBAHASAN 1.
KELEBIHAN a. Buku ini mempunyai pembahasan yang terperinci dengan banyak sub-bab
sehingga pembaca tidak bingung dengan isi dari buku ini. b. Buku ini menggunakan bahasa ilmiah
sehingga cocok digunakan oleh mahasiswa c. Buku ini mudah dipahami karena penggunaan
bahasa yang tidak berbelit- belit d. Buku ini mengingatkan kembali tentang perjuangan pahlawan
pada setiap zaman nya e. Buku ini mempunyai cover yang menarik 2. KEKURANGAN a. Buku
ini tidak terdapat gambar,sehingga pembaca akan bosan dengan tulisan yang sangat banyak 14
 15. BAB IV PENUTUP 1. KESIMPULAN Sistem politik indonesia mengkaji tentang sistem
politik yang berlaku di Indonesia sedangkan sistem politik yang pernah berlaku di indonesia
sebelum amandemen UUD 1945 Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2.
REKOMENDASI Setelah membaca dan meriview buku ini saya mendapatkan kesimpulan, bahwa
buku cocok digunakan mahasiswa untuk mempelajari sistem politik Indonesia. Dengan membaca
buku ini juga mengulang sejarah tentang politik di Indonesia. 15
 16. DAFTAR PUSTAKA Azzahri dan Inu Kencana Syafiie, 2005, Sistem Politik Indonesia,
Bandung: Reflika Aditama. 16